Anda di halaman 1dari 13

BAB II

PROBLEMATIKA SEPUTAR GURU




2.1. Meningkatkan kualitas guru
2.2. Standar profesional guru
2.3. Profil guru masa depan
2.4. Globalisasi dan tuntutan peningkatan kualitas guru
2.5. Meningkatkan kualitas guru dalam proses belajar mengajar
2.6. Mempersiapkan gurru masa depan

GIobaIisasi dan Tuntutan Peningkatan KuaIitas Guru

Globalisasi merupakan suatu keniscayaan bagi semua bangsa. Bangsa ndonesia sudah mulai
merasakan bagaimana manis dan pahitnya terbawa arus globalisasi. Gerakan reformasi yang berhasil
menumbangkan rezim Soeharto tidak lepas dari berkah reformasi. Sebaliknya, merebaknya kejahatan
dan pornografi, misalnya, tidak dapat dilepaskan dari rasa pahit globalisasi. Globalisasi akan membawa
perubahan yang mencakup hampir semua aspek kehidupan, termasuk bidang teknologi, ekonomi dan
sosial politik.

A Kecenderungan perkembangan teknoIogi

Perkembangan teknologi pada akhir abad XX ini berlangsung sangat cepat, terutama bertumpu pada tiga
bidang: bio-teknologi, material science atau teknologi bahan dan teknologi Elektronika dan Komputer.
Perkembangan bio-teknologi telah mempengaruhi berbagai jenis produk, seperti bidang kesehatan dan
obat-obatan dan bahan makan. Temuan-temuan bio-teknologi akan menghasilkan berbagai produk
sinthesis. Di bidang ilmu bahan, telah memungkinkan diciptakannya berbagai bahan konstruksi yang
tidak perlu merusak lingkungan, karena bukan barang tambang. Temuan yang akan memiliki dampak
tidak kalah pentingnya adalah di bidang elektronika. Temuan di bidang ini melahirkan berbagai produk
teknologi komunikasi, robot, dan laser.

Kemajuan di bidang teknologi komunikasi memungkinkan transaksi -:siness lewat kaca komputer,
sedangkan pengembangan robot memungkinkan lahirnya tenaga kerja robot untuk dunia industri.
Kecermatan dan disiplin kerja robot sudah barang tentu akan melebihi kemampuan tenaga kerja
manusia. Perkembangan bidang komputer telah memungkinkan dimanfaatkan dalam berbagai produk,
seperti pilot a:tomatics pada pesawat terbang, menjadikan rancang bangun produk semakin cepat dan
cermat, memudahkan pelayanan jasa transportasi dan berbankan. Temuan-temuan di produk laser
menghasilkan kemajuan di bidang ilmu kedokteran. Berbagai operasi akan dapat dilaksanakan dengan
memanfaatkan sinar laser. Perkembangan laser juga merupakan fondasi untuk perkembangan teknologi
komunikasi lebih lanjut.

Temuan-temuan bidang teknologi akan terus berkembang karena adanya sifat saling mengkait antara
temuan satu dengan temuan yang lain. Temuan di bidang bio-teknologi dikombinasikan dengan bidang
material science akan mampu menghasilkan "bahan yang canggih". Bahan ini dikembangkan pada level
"molec:ler". Hasilnya, produk bahan baru ini akan lebih ringan, lebih kecil, lebih kuat dan lebih fleksibel,
sehingga dapat digunakan sebagaimana yang diinginkan. Kombinasi ternuan bio-teknologi dan material
science juga akan mempercepat perkembangan bidang komputer, dengan diketemukannya, produk
sumber padat energi tinggi. Produksi-produksi elektronika memerlukan energi. Tanpa diketemukan
produk sumber energi, pekembangan produk elekttronika akan terhambat. Sebaliknya, ternuan produk
sumber energi yang lebih padat dan lebih tinggi kekuatannya, maka perkembangan produksi elektronika
akan semakin meningkat. Temuan chip komputer akan memungkinkan seseorang membawa komputer
dalam saku bajunya. Komputer tersebut sangat interaktif dan wireless. Multi fungsi terdapat dalam
komputer, sebagai alat telepon, fax dan penyimpan data. Di samping itu, perkembangan industri
komputer akan melahirkan "Ed:tainment", yakni pendidikan yang menjadi hiburan dan hiburan yang
merupakan pendidikan. Dengan "Ed:tainment" proses pendidikan akan semakin menarik dan
menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas.

B Kecenderungan perkembangan bidang ekonomi

Keberhasilan revolusi di bidang pertanian pada akhir abad XX telah mengurangi ketergantungan bangsa-
bangsa Asia akan bahan makan dari luar negeri dan bahkan pada awal abad XX ketergantungan
tersebut akan dapat dihilangkan sama sekali. Sudah barang tentu hai ini akan meningkatkan kemampuan
ekonomi nasional, khususnya neraca pembayaran.

Seiring dengan proses revolusi hijau, bangsa-bangsa di Asia, khususnya Asia Timur dan Asia Tenggara
telah memulai proses industrialisasi. Di penghujung abad XX dan memasuki abad XX, bangsa-bangsa di
Asia sedang mempercepat revolusi industri dalam jangka waktu 50 tahun yang di negaranegara Barat
revolusi ini berlangsung selama 200 tahun. Pada awal abad XX enam dari sepuluh besar negara-negara
dengan GDP tertinggi akan diduduki oleh negara-negara di Asia: China, Jepang, ndia, ndonesia, Korea
Selatan, dan Thailand. Pertumbuhan pesat yang mungkin dapat disebutsebagai keajaiban ataupun
keanehan, disebabkan oleh; a) kemampuan dalam mengelola sumber daya manusia, b) kerja keras
penduduknya, baik dari kalangan buruh, pengusaha, ataupun pejabat pemerintah, c) orientasi
achievement ekonomi di kalangan politikus, dan, d) kemampuan memobilisasi investasi. Pada tahun-
tahun mendatang, pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asia akan berlangsung sekitar 6 sampai
dengan 10 persen per tahun, sebaliknya negara-negara lain hanya mampu tumbuh rata-rata sekitar 2
persen. Kecenderungan pertumbuhan ini merupakan daya tarik bagi para penanam modal asing. Sifat
spiralitas akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia tersebut di atas akan semakin
tinggi.

Perkembangan bidang bio-teknologi akan berdampak pada bidang ekonomi. Kemajuan teknologi akan
meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada
aspek jenis produksi. nvestasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan
semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di
dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul
teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan
pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan
yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko. Namun, di sisi lain kemajuan di bidang teknologi
menyebabkan juga dunia industri tidak memerlukan tenaga kerja sebanyak pada masa sebelumnya.
Hasilnya, penyerapan tenaga kerja tidak sebagaimana yang diharapkan.

Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja
dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang
dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah
pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill
sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.

Kecenderungan perkembangan bidang sosiaI poIitik

Kemajuan di bidang teknologi yang diiringi dengan kemajuan di bidang ekonomi memiliki dampak sosio-
politik dan kultural masyarakat. Kemajuan teknologi di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi
mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi, dan akan menyebabkan perubahan besar di
bidang demografi.

Angkatan kerja muda di ndonesia dan di negara-negara Asia pada urnumnya mendominasi bagian
penduduk. Mereka menguasai pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu mengoperasikan teknologi
yang modern. Hal ini merupakan hasil dari keberhasilan di bidang pendidikan yang dapat memberikan
kesempatan penduduk usia sekolah untuk mengikuti pendidikan formal. Angka partisipasi pendidikan di
kawasan Asia sangat tinggi. Di bidang kesehatan kemajuan yang dicapai tidak kalah dengan bidang
pendidikan. Perluasan fasilitas kesehatan sudah sampai pelosok desa, sehingga tingkat kesehatan
penduduk meningkat, di samping angka pertumbuhan penduduk dan kematian bayi dan anak merosot
tajam. Dibandingkan dengan negara-negara Asia lain, angka kematian bayi di ndonesia masih cukup
tinggi. Tetapi, diramalkan pada awal abad XX angka tersebut turun dengan drastis. Dengan nutrisi dan
kesehatan yang semakin baik, tenaga kerja ndonesia akan semakin mampu bersaing di pasar
internasional, mampu memanfaatkan sistem ekonomi dan politik modern, dan menjadi tentara yang
mampu mengoperasionalkan persenjataan canggih.

Stabilitas politik telah dinikmati oleh sebagian besar negara-negara Asia, khususnya di Asia Timur dan
Tenggara, dan lebih khusus lagi di ndonesia. Sistem pemerintahan di negara-negara sering disebut "soft
a:thoritarian", di mana hak-hak asasi, perumahan, makan, kesehatan, pendidikan, kesempatan kerja dan
jaminan keselamatan dapat dipenuhi, tetapi kebebasan politik dibatasi. Memang, beberapa negara di
Asia masih melaksanakan pemerintahan yang bersifat otoriter, seperti Myanmar.

Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru.
Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas
menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor
untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.

Perubahan politik di negara-negara Asia, ditunjukkan oleh adanya proses regenerasi kepemimpinan.
Kepemimpinan generasi pertama negara-negara Asia modern, seperti Sukarno dan Nehru, sudah diganti
dengan generasi kedua atau bahkan generasi ketiga. Seperti di Jepang dari generasi Yoshida, sudah
diganti dengan generasi kedua, Kiichi Miyazawa dan generasi ketiga Ryutaro Hashimoto. Demikian pula,
Korea Selatan, dari generasi pertama, Syngman Rhee telah diganti genersi kedua, Chun Doo Hwan dan
diganti generasi ketiga Kim Yung Sam. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan
berdampak dalam gaya dan substtansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan
semakin kental.

Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme.
Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan
kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut.
Kesadaran itu akan terujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan
kekuatan ekonomi baru.

Kecenderungan perkembangan bidang kuIturaI

Secara umum, abad XX akan ditandai dengan munculnya kekuatan ras dan budaya baru. Bangsa-
bangsa Asia tidak lagi sebagai warga yang harus taat pada hukum internasional Barat yang didominasi
oleh tradisi Judeo-Christian, tetapi mereka juga menuntut untuk ikut menyusun hukum itu, yang dijiwai
oleh Hindu, Budha, confusianisme dan slam. Kedua tradisi tersebut, Barat dan Asia, di samping
persamaan juga memiliki perbedaan yang tajam. Tradisi Barat lebih bersifat logis dan analitis, sedangkan
tradisi Asia lebih bersifat intuitif dan seringkali emosional. Tradisi Barat menekankan hak-hak, sedangkan
tradisi Asia lebih menekankan kewajiban. Tradisi
Barat lebih menekankan pada individu, di Asia menekankan masyarakat. Di Barat keputusan diambil
dengan voting, di Asia dengan musyawarah.

Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan
kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa
akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.

Kekuatan baru negara-negara Asia akan mematahkan dominasi Barat di dunia intemasional. Malahan
John Naisbitt dalam MegaTrend Asia, meramalkan perkembangan yang terjadi di negara-negara Asia
merupakan perkembangan yang penting di dunia. Dampaknya tidak saja bagi bangsa Asia, tetapi juga
bagi seluruh penghuni planet ini. Proses modernisasi yang berlangsung di Asia akan mempengaruhi
perkembangan dunia pada abad XX.

Perkembangan yang cepat di bidang teknologi, diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak kalah
cepatnya akan berdampak pada aspek kultural dan nilai-nilai suatu bangsa. Tekanan, kompetisi yang
tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang
disiplin, tekun dan pekerja keras. Namun, di sisi lain, kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga
melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan
pintas yang bermental "instant". Dengan kata lain, kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang
terjadi, khususnya pada dua dasawarsa terakhir ini, telah mengakibatkan kemerosotan moral di kalangan
warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang
terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian
warga masyarakat menjadi "kaya dalam materi tetapi rmskin dalam rohani".

Di dunia pendidikan, globalisasi akan mendatangkan kemajuan yang sangat cepat, yakni munculnya
media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal
ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. Hasilnya, para siswa bisa menguasai
pengetahuan yang belum dikuasai oleh guru. Oleh karena itu, tidak mengherankan pada era globalisasi
ini, wibawa guru khususnya dan orang tua pada umumnya di mata siswa merosot. Kemerosotan wibawa
orang tua dan guru dikombinasikan dengan semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di
masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan
sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama,
kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai
bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.

Di sisi lain, pengaruh-pengaruh pendidikan yang mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan
diri, kesabaran, rasa tanggung jawab, solidaritas sosial, memelihara lingkungan baik sosial maupun fisik,
hormat kepada orang tua, dan rasa keberagamaan yang dijudkan dalam kehidupan bermasyarakat,
justru semakin melemah. Para pendidik, khususnya para guru, lebih khusus lagi para pendidik dan guru
yang berkecimpung pada sekolah keagamaan atau sekolah yang dikelola oleh Organisasi Keagamaan,
harus mengambil perhatian masalah ini dan mencari cara-cara pemecahannya.

Delapan Kompetensi Dasar Menga|ar
Clnl | 19 CcLober 2009 | 1833 11768 2 nlhll

Seorang guru proIessional telah mengikuti beberapa pelatihan yang berkaitan dengan
keterampilan dasar mengajar. Dalam keterampilan dasar mengajar tersebut ada 8 keterampilan
yang dapat digunakan guru selama proses belajar mengajar yaitu; keterampilan bertanya,
keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan
menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, ketrampilan membimbing diskusi
kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, ketrampilan mengajar kelompok kecil dan
perseorangan.
1. Ketrampilan Bertanya
Ada yang mengatakan bahwa 'berpikir itu sendiri adalah bertanya. Bertanya merupakan ucapan
verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon yang di berikan dapat berupa
pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya
merupakan stimulus eIektiI yang mendorong kemampuan berpikir. Dalam proses belajar
mengajar, bertanya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan
teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positiI. Pertanyaan yang baik di bagi
manjadi dua jenis, yaitu pertanyaan menurut maksudnya dan pertanyaan menurut taksonomo
Bloom. Pertanyaan menurut maksudnya terdiri dari : Pertanyaan permintaan ( compliance
question), pertanyaan retoris (rhetorical question), pertanyaan mengarahkan atau menuntun
(prompting question) dan pertanyaan menggali (probing question). Sedangkan pertanyaan
menurut taksonomi Bloom, yaitu: pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowlagde
question), pemahaman (conprehention question), pertanyaan penerapan (application question),
pertanyaan sintetis ( synthesis question) dan pertanyaan evaluasi (evaluation question).
Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan
sikap yang baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa.
Dan harus menghindari kebiasaan seperti : menjawab pertanyaan sendiri, mengulang jawaban
siswa, mengulang pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak,
menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya dan mengajukan pertanyaan ganda.
Dalam proses belajar mengajar setiap pertanyaan, baik berupa kalimat tanya atau suruhan yang
menuntut respons siswa sehingga dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan
berpikir siswa, di masukkan dalam golongan pertanyaan. Ketrampilan bertanya di bedakan atas
ketrampilan bertanya dasar dan ketrampilan bertanya lanjut.
Ketrampilan bertanya dasar mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalam
mengajukan segala jenis pertanyaan. Komponen-komponen yang di maksud adalah :
Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singakat, Pemberian acuan, pemusatan, Pemindah
giliran, Penyebaran, Pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan.
Sedangkan ketrampilan bertanya lanjut merupakan lanjutan dari ketrampilan bertanya dasar yang
lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa, memperbesar
pertisipasi dan mendorong siswa agar dapat berinisiatiI sendiri. Ketrampilan bertanya lanjut di
bentuk di atas landasan penguasaan komponen-komponen bertanya dasar. Karena itu, semua
komponen bertanya dasar masih dipakai dalam penerapan ketrampilan bertanya lanjut. Adapun
komponen-komponen bertanya lanjut itu adalah : Pengubahan susunan tingkat kognitiI dalam
menjawab pertanyaan, Pengaturan urutan pertanyaan, Penggunaan pertanyaan pelacak dan
peningkatan terjadinya interaksi.
. Ketrampilan Memberikan Penguatan
Penguatan (reinIorcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersiIat verbal ataupun non
verbal, yang merupakan bagian dari modiIikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa,
yang bertujuan memberikan inIormasi atau umpan balik (Ieed back) bagi si penerima atas
perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan respon terhadap
suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku
tersebut.
Penggunaan penguatan dalam kelas dapat mencapai atau mempunyai pengaruh sikap positiI
terhadap proses belajar siswa dan bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap
pelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan kegiatan belajar
serta membina tingkah laku siswa yang produktiI. Ketrampilan memberikan penguatan terdiri
dari beberapa komponen yang perlu dipahami dan dikuasai penggunaannya oleh mahasiswa
calon guru agar dapat memberikan penguatan secara bijaksana dan sistematis.
Komponen-komponen itu adalah : Penguatan verbal, diungkapkan dengan menggunakan kata-
kata pujian, penghargaan, persetujuan dan sebagainya. Dan penguatan non-verbal, terdiri dari
penguatan berupa mimik dan gerakan badan, penguatan dengan cara mendekati, penguatan
dengan sentuhan (contact), penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, penguatan berupa
simbol atau benda dan penguatan tak penuh. Penggunaan penguatan secara evektiI harus
memperhatikan tiga hal, yaitu kehangatan dan evektiIitas, kebermaknaan, dan menghindari
penggunaan respons yang negatiI.
. Ketrampilan Mengadakan Variasi
Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar
yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga, dalam situasi belajar mengajar,
siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, serta penuh partisipasi. Variasi dalam kegiatan belajar
mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran, yang dapat di kelompokkan
ke dalam tiga kelompok atau komponen, yaitu : - Variasi dalam cara mengajar guru, meliputi :
penggunaan variasi suara (teacher voice), Pemusatan perhatian siswa (Iocusing), kesenyapan
atau kebisuan guru (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and
movement), gerakan badan mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru, dan pergantian posisi guru
dalam kelas dan gerak guru ( teachers movement). - Variasi dalam penggunaan media dan alat
pengajaran. Media dan alat pengajaran bila ditunjau dari indera yang digunakan dapat
digolongkan ke dalam tiga bagian, yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba. Adapun variasi
penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut : variasi alat atau bahan yang dapat dilihat
(visual aids), variasi alat atau bahan yang dapat didengart (auditiI aids), variasi alat atau bahan
yang dapat diraba (motorik), dan variasi alat atau bahan yang dapat didengar, dilihat dan diraba
(audio visual aids). - Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Pola interaksi guru dengan murid
dalam kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya. Penggunaan variasi pola
interaksi dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkan
suasana kelas demi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan.
4. Ketrampilan Menjelaskan
Yang dimaksud dengan ketrampilan menjelaskan adalah penyajian inIormasi secara lisan yang
diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang
lainnya. Secara garis besar komponen-komponen ketrampilan menjelaskan terbagi dua, yaitu :
Merencanakan, hal ini mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis
hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus, atau
generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. Dan penyajian suatu
penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : kejelasan, penggunaan contoh dan
ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan.
5. Ketrampilan Membuka dan Menutup pelajaran
Yang dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang
dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswa
agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut
akan memberikan eIek yang positiI terhadap kegiatan belajar. Sedangkan menutup pelajaran
(closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan
belajar mengajar.
Komponen ketrampilan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian siswa, menimbulkan
motivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha, dan membuat kaitan atau hubungan di antara
materi-materi yang akan dipelajari. Komponen ketrampilan menutup pelajaran meliputi:
meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat
ringkasan, dan mengevaluasi.
. Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam
interaksi tatap muka yang inIormal dengan berbagai pengalaman atau inIormasi, pengambilan
kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang
memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu
proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap
positiI. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta
membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya ketrampilan berbahasa.
7. Ketrampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar
yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Dalam melaksanakan ketrampilan mengelola kelas maka perlu diperhatikan komponen
ketrampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang
optimal (bersiIat preIentip) berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatiI dan
mengendalikan pelajaran, dan bersiIat represiI ketrampilan yang berkaitan dengan respons guru
terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan
tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.
8. Ketrampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
Secara Iisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3 ,to 8
orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan
perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya
hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan siswa.
Komponen ketrampilan yang digunakan adalah: ketrampilan mengadakan pendekatan secara
pribadi, ketrampilan mengorganisasi, ketrampilan membimbing dan memudahkan belajar dan
ketrampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Diharapkan setelah menguasai delapan ketrampilan mengajar yang telah dijelaskan di atas dapat
bermanIaat untuk mahasiswa calon guru sehingga dapat membina dan mengembangkan
ketrampilan-ketrampilan tertentu mahasiswa calon guru dalam mengajar. Ketrampilan mengajar
yang esensial secara terkontrol dapat dilatihkan, diperoleh balikan (Ieed back) yang cepat dan
tepat, penguasaan komponen ketrampilan mengajar secara lebih baik, dapat memusatkan
perhatian secara khusus kepada komponen ketrampilan yang objektiI dan dikembangkannya pola
observasi yang sistematis dan objektiI.
Dari delapan kompetensi yang telah dijelaskan di atas, yang paling penting bagi guru adalah
bagaimana cara guru dapat menggunakan agar proses pembelajaran dapat berjalan baik. Selaha
satu Iaktor yang dapat mengukur proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, makin
banyaknya jumlah siswa bertanya.
DaItar Pustaka
Fareid Wadjdi, Praktik Mengajar ,A'modul Diklat Calon Widyaiswara,. Jakarta;
LAN, 2005 , Pedoman Microteaching. Jakarta: UNJ; 2007 Moh. Uzer Usman.
Menjadi Guru ProIesional. PT. Remaja Rosdakarya Baru Bandung: 1990.
KETERAMPLAN DA8AR MENGAJAR

keLerampllan menga[ar bagl seorang guru adalah sangaL penLlng kalau la lngln men[adl seorang guru
yang profeslonal [adl dlsamplng dla harus menguasal sumbsLansl bldang sLudl yang dlampu
keLerampllan dasar menga[ar [uga adalah merupakan keLerampllan penun[ang unLuk keberhasllan dla
dalam proses bela[ar menga[ar

Sarl darl keLerampllan dasar menga[ar lnl dlambll darl berbagal sumber dlmana bahan lnl dlgunakan
unLuk para mahaslswa yang melakukan prakLek menga[ar dl sekolah sebelum dla beker[a sepenuhnya
sebagal seorang guru

ada kenyaLaannya dewasa lnl banyak para guru yang menga[ar dengan pola Lradlslonal dan
mengabalkan keLerampllankeLerampllan yang sangaL mendasar lnl

keLerampllan dasar menga[ar lnl adalah merupakan panduan penga[aran mlkro dengan menggunakan
perangkaL Sydney Mlcro Skllls (1973)

keLerampllan uasar Menga[ar lnl adalah
1 keLerampllan 8erLanya
2 keLerampllan Memberl enguaLan
3 keLerampllan Mengadakan varlasl
4 keLerampllan Men[elaskan
3 keLerampllan Membuka dan MenuLup ela[aran
6 keLerampllan Memlmpln ulskusl kelompok kecll
7 keLerampllan Mengelola kelas
8 keLerampllan Menga[ar kelompok kecll dan erorangan
Ad.1. Keterampilan Bertanya

ualam proses bela[ar menga[ar yang dllaksanakan oleh seorang guru Lldaklah lepas darl guru
memberlkan perLanyaan dan murld memberlkan [awaban yang dla[ukan
ada kenyaLaannya dl lapangan banyak para guru yang Lldak menguasal LeknlkLeknlk dalam
memberlkan perLanyaan kepada slswa sehlngga banyak perLanyaan LersebuL hanya berslfaL knowledge
sa[a arLlnya kebanyakan hanya mengandalkan lngaLan
engerLlan dan 8aslonal keLerampllan berLanya berLu[uan unLuk memperoleh lnformasl unLuk
memperoleh pengeLahuan dan menlngkaLkan kemampuan berflklr erLanyaan yang dlberlkan blsa
berslfaL suruhan maupun kallmaL yang menunLuL respon slswa

1u[uanLu[uan dalam memberlkan perLanyaan LersebuL adalah
a MembangklLkan mlnaL dan rasa lngln Lahu slswa Lerhadap suaLu pokok bahasan
b MemusaLkan perhaLlan slswa Lerhadap suaLu pokok bahasan aLau konsep
c Mendlagnosls kesullLankesullLan khusus yang menghambaL slswa bela[ar
d Mengembangkan cara bela[ar slswa akLlf
e Memberlkan kesempaLan kepada slswa unLuk mengaslmllaslkan lnformasl
f Mendorong slswa mengemukakannya dalam bldang dlskusl
g Mengu[l dan mengukur hasll bela[ar slswa
h unLuk mengeLahul keberhasllan guru dalam menga[ar

komponenkomponennya yalLu
1) engungkapan perLanyaan secara [elas
2) emberlan Acuan
3) emusaLan
4) emlndahan Clllran
3) enyebaran
6) emberlan wakLu berflklr
7) emberlan 1unLunan

AJ2 ketetomplloo Membetl leoqootoo
enguaLan adalah suaLu respon Lerhadap suaLu Llngkah laku dan penampllan slswa enguaLan adalah
suaLu respons Lerhadap suaLu Llngkah laku slswa yang dapaL menlmbulkan kemungklnan berulangnya
kemball Llngkah laku LersebuL
komponenkomponen dalam keLerampllan memberl penguaLan adalah
1) enguaLan verbal penguaLan lnl dapaL dlnyaLakan dalam 2 benLuk yalLu kaLa aLau kallmaL
2) enguaLan non verbal blsa berupa mlmlk aLau gerakan badan mendekaLl memberl senLuhan
aLau memberl keglaLan yang menyenangkan berupa symbol aLau benda maupun penguaLan Lak
penuh seperL yah [awabanmu sudah balk LeLapl maslh perlu dlsempurnakan"
Ad.3. Keterampilan Mengadakan Jariasi
varlasl dalam keglaLan bela[ar menga[ar dlmaksud sebagal proses perubahan dalam penga[aran yang
dlkelompokkan dalam Llga kelompok yalLu varlasl dalam gaya menga[ar varlasl dalam menggunakan
alaL dan medla pembela[aran dan varlasl dalam pola lnLeraksl dalam kelas
komponennya adalah
a varlasl dalam Caya Menga[ar
1) enggunaan varlasl suara
2) emusaLan perhaLlan
3) kesenyapan
4) Mengadakan konLak pandang
3) Cerakan badan dan mlmlk
6) erganLlan poslsl guru dalam kelas
b enggunaan Medla dan 8ahan ela[aran
1) varlasl alaL/ bahan yang dapaL dlllhaL
2) varlasl alaL yang dapaL dldengar
3) varlasl alaL yang dapaL dlraba dan dlmanlpulasl
c varlasl ola lnLeraksl dan keglaLan Slswa
Ad.4. Keterampilan Menjelaskan
Men[elaskan adalah penya[lan lnformasl secara llsan yang dlorganlsaslkan secara slsLemaLlk yang
berLu[uan unLuk menun[ukkan hubungan anLara sebab aklbaL yang dlkeLahul dan yang belum
dlkeLahul
komponenkomponen keLerampllan Men[elaskan
a Merencanakan
1) lsl pesan (maLerl)
2) enerlma pesan (slswa)
b Menya[lkan suaLu pen[elasan
1) ke[elasan
2) enggunaan conLoh dan llusLrasl
3) emberlan Lekanan
4) 8allkan
Ad.5. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
ang dlmaksud dengan keLerampllan membuka pela[aran adalah keglaLan yang dllakukan oleh guru
unLuk menclpLakan slLuasl slap menLal dan menlmbulkan slswa agar LerpusaL perhaLlan pada apa yang
dlpela[arl
ang dlmaksud dengan menuLup pela[aran adalah keglaLan yang dllakukan oleh guru unLuk memberlkan
gambaran menyeluruh LenLang apa yang Lelah dlpela[arl slswa
a komponen Membuka
1) Menarlk perhaLlan slswa
2) Menlmbulkan moLlvasl
3) Memberlkan acuan
4) MembuaL kalLan
b komponen MenuLup
1) Menln[au kemball
2) Mengevaluasl
Ad.. Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil
ulskusl kelompok adalah merupakah salah saLu sLraLegl yang memungklnkan slswa menguasal suaLu
konsep aLau memecahkan suaLu masalah melalul suaLu proses yang memberl kesempaLan berflklr
berlnLeraksl soslal serLa berlaLlh berslkap poslLlf
komponen keLerampllan
1) MemusaLkan perhaLlan
2) Memper[elas masalah aLau urunan pendapaL
3) Menganallsa pandangan slswa
4) MenlngkaLkan urunan slswa
3) Menyebarkan kesempaLan berparLlslpasl
6) MenuLup dlskusl
Ad.7. Keterampilan Mengelola Kelas
Mengelola kelas adalah keLerampllan guru unLuk menclpLakan dan memellhara kondlsl bela[ar yang
opLlmal dan keLerampllan unLuk mengemballkan pada kondlsl bela[ar yang opLlmal
a keLerampllan yang berhubungan dengan penclpLaan dan pemellharaan kondlsl bela[ar yang opLlmal
MellpuLl
1) Menun[ukkan slkap Langgap
2) Membagl perhaLlan
3) MemusaLkan perhaLlan kelompok
4) Memberlkan peLun[ukpeLun[uk yang [elas
3) Menegur
6) Memberl penguaLan
b keLerampllan yang berhubungan dengan pengemballan kondlsl bela[ar yang opLlmal mellpuLl
1) Modlflkasl Llngkah laku
2) engelolaan kelompok
3) Menemukan dan memecahkan Llngkah laku yang menlmbulkan masalah
Ad.8. Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
1er[adlnya hubungan lnLerpersonal yang sehaL dan akrab dapaL Ler[adl anLara guruslswa maupun
anLara slswa dan slswa balk dalam kelompok kecll maupun perorangan
komponen keLerampllan
1) keLerampllan unLuk mengadakan pendekaLan secara prlbadl
2) keLerampllan Mengorganlsaslkan
3) keLerampllan Memblmblng dan memudahkan bela[ar slswa
4) keLerampllan merencanakan dan melaksanakan keglaLan bela[ar menga[ar
leb lotwlto notjotl
looJooo poJo Motokollob Mlcto 1eocbloq
ltoJl leoJlJlkoo llslko uM Metto