Anda di halaman 1dari 9

Perilaku Audience

Published on 14 June 2010 by Faizal in Personal Development 0 Milis Bicara (848 members) Ada macam-macam perilaku audience. Dengan berlatih memahami dan mencari latar belakang penyebabnya, Anda memiliki peluang besar untuk bisa mengambil hati audience. PERILAKU RAMBLER Gejala: Berputar-putar, berbicara panjang dan OOT. Analisis, analogi dan berbagai contoh digunakan dengan tidak relevan. Resep: - Kembalikan fokus dan perhatiannya. Nyatakan kembali poin-poin yang relevan; - Arahkan pertanyaan kepada audience secara keseluruhan, lihat reaksi mereka; - Tanyakan hubungan antara topiknya dengan topik yang sedang didiskusikan; - Gunakan alat bantu visual, mulailah menulis di flip chart, nyalakan OHP; - Katakan: Maaf, bisa diringkaskan poinnya saja? PERILAKU SHYNESS ATAU DIAM Gejala: Kurangnya partisipasi aktif. Resep: - Ganti strategi dari diskusi kelompok ke transaksi individual dan sebaliknya; - Beri penghargaan dan dorongan yang besar untuk setiap kontribusi; - Libatkan secara langsung dengan bertanya kepadanya; - Maintain kontak mata; - Tunjuk Dia sebagai pemimpin kelompok kecil audience. PERILAKU TALK-ACTIVE / BANYAK BICARA Gejala: Tahu segala sesuatu, memanipulasi audience, suka mengeluh dan sebagainya. Resep: - Pahami berbagai komentarnya; - Beri batas waktu untuk mengekspresikan komentar, dan lanjutkan acara; - Buat kontak mata, dan bergeraklah ke arahnya; - Beri perhatian khusus kepadanya saat break; - Katakan: Itu menarik sekali, sekarang kita lihat bagaimana pendapat yang lain. PERILAKU SHARPSHOOTING / PENEMBAK JITU Gejala: Mencoba menembak Anda atau mencoba menggoyang Anda. Resep: - Akui jika ada pertanyaan yang tidak kita tahu jawabannya, minta ia sendiri menjawabnya, atau

limpahkan kepada audience; - Tekankan sekali lagi bahwa ini semua adalah proses belajar bersama; - Abaikan jika sangat sulit diubah. PERILAKU HECKLER / TUKANG MENDEBAT Gejala: Selalu tidak setuju dengan apapun yang Anda katakan, melakukan serangan secara pribadi. Resep: - Alihkan pertanyaannya kepada audience atau kepada orang lain yang lebih mendukung Anda; - Akui perasaannya, dan lanjutkan sesi; - Akui dan pahami poin positif dari komentar atau pertanyaannya; - Katakan Saya hargai pendapat Anda, tapi Saya juga ingin mendengar dari yang lain. PERILAKU GRANDSTANDING / BERSIKUKUH Gejala: Terjebak pada agenda pribadi. Resep: - Katakan Anda berpegang pada pendapat, keyakinan atau perasaan Anda sendiri. Saya hargai itu, tapi kita sekarang harus melanjutkan ke subyek berikutnya; - Atau katakan: Bisakah Anda menjadikannya sebagai pertanyaan?; - Atau katakan: Kita mungkin bisa melanjutkannya jika waktu memungkinkan, setelah presentasi mungkin? PERILAKU HOSTILITY Gejala: Bertahan, marah, atau membuka arena tempur. Resep: - Hostility bisa jadi adalah topeng dari sebuah ketakutan. Lakukan reframe dengan kata-kata yang bisa menunjukkan bahwa di balik semua itu adalah ketakutan. Ini akan men-depersonalizenya; - Respon ketakutannya, bukan sikap hostile-nya; - Tetap tenang dan sopan. Jaga temperamen; - Jangan tunjukkan ketidaksetujuan. Bangunlah argumentasi berdasarkan apa yang keluar dari mulutnya; - Pertahankan kontak mata tanpa amarah; - Selalu buka peluang baginya untuk menarik diri secara terhormat, jangan dipermalukan; -Katakan: Anda sepertinya kecewa sekali, apakah yang lain juga demikian Cek audience atas pertanyaan Anda itu. Ini akan menciptakan tekanan lingkungan baginya; - Jangan gunakan berbagai asumsi atau tuduhan. Bertahanlah pada fakta; - Doronglah agar masalah bisa diselesaikannya sendiri. Bisa jadi ia belum punya solusi atau bisa jadi ia terlalu pesimis; - Jika terpaksa, abaikan saja; - Bicaralah padanya secara pribadi selama break; - Sekali lagi jika terpaksa, mintalah ia meninggalkan ruangan demi kenyamanan audience yang lain.

PERILAKU GRIPPING Gejala: Mengajukan komlain yang mungkin beralasan. Resep: - Tunjukkan kepadanya bahwa kebijakan sesi tidak bisa diubah; - Validasi komentar atau poinnya, mungkin ia akan bisa menerima; - Tunjukkan bahwa Anda berkeinginan untuk berdiskusi dengannya secara pribadi; - Tunjukkan betapa ketatnya waktu yang tersedia untuk sesi Anda. PERILAKU NGOBROL / SIDE CONVERSATOR Gejala: Mengobrol, bisa tentang topik yang sedang didiskusikan, bisa juga tidak. Yang jelas, ini bisa mengalihkan perhatian orang lain dari Anda. Resep: - Jangan permalukan mereka; - Tanyakan pendapatnya berkaitan dengan topik yang sedang didiskusikan; - Minta mereka berbagi pandangannya; - Melangkahlah ke arah mereka dengan rileks; - Pertahankan kontak mata; - Berkomentarlah tentang fenomena itu, tapi jangan memandang ke arah mereka melainkan ke audience keseluruhan; - Berdirilah di dekat mereka, tanya pada audience di sebelah mereka sebuah pertanyaan, sehingga pusat diskusi akan berada di wilayah mereka; - Jika terpaksa berhentilah, dan tunggu. PERSIAPAN UNTUK MENGHADAPI BERBAGAI PERILAKU - Buat aturan untuk mengangkat tangan bila ingin berkomentar atau bertanya; - Atau, katakan bahwa tanya jawab akan dilakukan di akhir sesi; - Jika ada yang mulai menginterupsi, ingatkan kembali aturan di atas; - Jika mereka tetap ngotot, Anda bisa membuka diskusi terbuka. audience selain mereka, cenderung akan berpihak kepada Anda. Ingatlah bahwa tugas Anda bukan terlibat dalam debat dan argumentasi, Anda fasilitatornya; Separuh tanggungjawab sesi ada pada audience. Mereka bertanggungjawab untuk datang tepat waktu, mengikuti seluruh sesi sampai selesai, mendengarkan Anda, bertanya secara relevan, menjaga kesopanan dan kedamaian. Tugas Anda: Menciptakan itu semua.

Setelah anda memutuskan tujuan SEO-isasi, maka langkah selanjutnya adalah menentukan siapa

target audien situs anda. Tidak masalah apakah situs tersebut menjual sepatu atau hendak menggalang dana, anda harus menentukan siapa target pengunjungnya. Biasanya orang menggambarkan target audience secara luas, misal:

Seorang developer software pembuat resume/CV misalnya mendefinisikan pengunjung situsnya sebagai orang-orang yang butuh resume yang lebih baik Perusahaan yang menjual peralatan stereo high-end mendefinisikan audien situsnya sebagai para penggemar audio fanatik

Sebetulnya akan lebih sederhana dan lebih berpeluang sukses nantinya kalau menentukan jenis audien yang lebih spesifik, kemudian membangun image dari karakter audien tersebut dan melayani klien dari audien spesifik tersebut. Setelah anda menguasai ceruk pasar yang kecil, anda akan lebih mudah melebarkan sayap dan memperluas fokus. Tapi sebelum anda bisa terbang jauh, semuanya adalah tentang niche, niche, niche, fokus, fokus, dan fokus. Mbah Urip (sang web developer freelance kita) menceritakan target audien yang ada di benaknya: Mbah ini mengincar entrepreneur dan bisnis kecil yang serius mengembangkan usahanya, mereka yang butuh tampil mengesankan dan berkualitas tinggi di dunia maya, yang mana hal tersebut akan membantu pencapaian tujuan bisnisnya. Mbah ingin menarik perhatian orangorang berselera tinggi dan menghargai kualitas. Tapi, Mbah juga tahu bagaimana sulitnya orang-orang ini mau merogoh kocek mereka untuk membeli desain web berkualitas, jadi Mbah mau memberikan sesuatu dengan biaya murah agar mereka bisa segera memulai bisnisnya dan Mbah juga ingin mengajarkan mereka cara Mbah membangun situs. Target Mbah juga adalah orang-orang yang cukup mengerti cara kerja situs. Usia bukan masalah, dan berkat internet Mbah ini bisa punya audien potensil di seluruh dunia. Meski demikian, Mbah akan fokus pada audience berbahasa Inggris saja, karena soal desain dan mendapat klien yang paham web saja sudah cukup sulit, apalagi ditambah hambatan bahasa. Sebagai tambahan untuk menarik jenis audien lain, Mbah Urip menggunakan skill-nya dengan menyediakan template situs dan tips web design di situs/ blognya. Ini membuat skill Mbah Urip lebih ter-ekspos lagi dan kliennya juga mendapat manfaat tambahan. Dari contoh di atas, anda melihat bahwa anda harus menggunakan tujuan situs sebagai patokan dalam menggambarkan target audien secara detail web savvy, English speaking, dan pemahaman dasar tentang web-design. Sayangnya, kita lihat bahwa meskipun tujuan Mbah Urip ini cukup detail, tetap masih kurang terarah, sehingga dia akan kesulitan nantinya dalam bersaing di ceruk pasar (niche) yang sudah kompetitif tersebut. Jadi apa yang Mbah Urip harus lakukan? Beliau berpikir lagi tentang tujuan dan target audiennya, kemudian sampai pada kesimpulan bahwa dia akan lebih mem-fokuskan keahlian desainnya pada software ngeblog populer saat ini, WordPress.

Langkah cerdas, karena makin banyak orang yang beralih menggunakan WordPress sebagai platform blogging, kemudian semakin banyak juga perusahaan yang mulai ngeblog sebagai bagian dari strategi pemasaran dan branding. Maka desainer berkualitas seperti Mbah Urip akan selalu dibutuhkan. Mbah Urip kemudian juga memutuskan bahwa ia akan mengincar komunitas lokal dulu, agar bisa membangun profil dirinya (branding), dan kemudian memanfaatkan profil tersebut sebagai landasan. Anda tidak harus meniru langkah go local Mbah Urip ini, tapi idenya memang bagus yaitu memberi perhatian pada komunitas sendiri dulu (memilih ceruk pasar yang lebih sempit untuk tahap awal). Biasanya menggarap ceruk lokal jauh lebih mudah karena kondisinya lebih dipahami, kemudian penguasaan ini juga bisa memberi momentum kuat untuk menguasai segmen yang lebih besar di masa yang akan datang.

1. Huruf Besar Semua Pernahkah Anda menerima surat dengan tulisan huruf besar semua? Meski isi surat biasa saja, tapi kesan yang ditimbulkan oleh penggunaan huruf besar ini sangat khas. Seakan-akan Anda, si pengirim, berteriak pada si penerima. Penggunaan ini sangat dianjurkan tidak dilakukan. 2. Huruf yang Lucu Penggunaan surat bisnis selayaknya formil. Ada beberapa font atau huruf yang justru sebaliknya. Menimbulkan kesan santai atau kekanak-kanakkan. Penggunaan huruf seperti Comic Sans seharusnya dihindari. Surat bisnis formil mengacu pada huruf Times New Roman, Helvetica atau sejenisnya. 3. Salah Ketik Nama Ini sangat fatal! Salah ketik nama akan membuat si penerima surat merasa terhina. Kalau Anda kesulitan mengetik atau kerap salah, lebih baik langsung copy paste nama yang bersangkutan. 4. Menggunakan Emoticons Tanpa kita sadari, dengan perkembangan chatting, Emoticons di Messenger sudah menjadi hal

yang biasa. Namun menggunakan Emoticons jangan dilakukan di surat resmi. Bayangkan bila ada tanda smiley di surat bisnis yang Anda kirim atau Anda terima. Rasanya sih aneh. 5. Bahasa Informal Surat bisnis juga haram menggunakan bahasa informal. Apalagi bahasa slang yang sekarang lazim dikirim via SMS atau chatting. Anda tidak akan nyaman saat menerima surat seperti ini bukan, Halluww! Apa kabar? Si Anu kemaren cerita ke gue, katanya elo punya produk yang khueren abieezz yak? Bisa dungs dishare ke kita-kita di sini. Ditungguh ya sharenya, muaachh. 6) Bertele-tele Membuat surat elektronik bisnis jangan bertele-tele. Langsung pada inti masalah. Umumnya, inti kalimat bisa dijelaskan dalam tiga kalimat. Sebuah penelitian di Jerman menemukan, surat bisnis lewat email intinya relatif sama dengan tiga kali mengirim SMS. 7. Subjek Surat Langsung Tegas Subjek email bisnis harus langsung menggambarkan isi surat. Bukan lagi kalimat percakapan normal seperti Hai. 8. Merongrong Biasanya orang tak sabar menanti jawaban atas e-mail mereka. Dalam etika bisnis, mengirim email menanyakan perkembangan sebaiknya dilakukan dalam hitungan puluhan jam. Misalnya, setelah 24 jam, Anda bisa menanyakan bagaimana perkembangan email yang Anda kirim. Jangan langsung baru tiga jam Anda sudah memborbardir menanyakan perkembangan, kecuali memang hal yang mendesak, atau Anda bisa menelepon yang bersangkutan, tidak harus menunggunya. 9. Clip art Memasang Clip Art dalam surat bisnis resmi sudah pasti dilarang. Tanpa pengecualian. 10. Berkorespondensi via Jejaring Sosial Etika bisnis mengatur jangan pernah menghubungi kontak Anda via laman jejaring sosial. Gunakanlah saluran yang resmi, yaitu Email. Facebook, Twitter, diciptakan untuk kepentingan pribadi, meski belakangan merambah ke dunia bisnis. Mengirim surat bisnis via Facebook terkesan meremehkan kontak Anda. Kecuali dalam situasi tertentu, Anda bisa mengirim pesan ke dalam kotak surat di Facebook atau Twitter bersangkutan. Inipun hanya sementara, setelah mendapat tanggapan, Anda sebaiknya mengirim surat dengan email lagi. Ditulis oleh Stevy Maradona (CNN)

Contoh Surat Bad News # 1


Sayang Bill, Undangan Anda bagi saya untuk bertindak sebagai ketua untuk Dinner Tahunan mendatang BCCJ Lelang adalah suatu kehormatan. Saya menikmati peran yang melayani di tahun lalu. Anggota Anda adalah sebuah kelompok yang sangat baik dengan ide-ide besar, dan itu suatu kehormatan untuk bekerja dengan mereka. Tahun ini saya terlibat dalam mengembangkan sebuah departemen baru di sini di klinik yang mengambil semua waktu saya. Sebanyak yang saya akan menikmati bekerja dengan BCCJ lagi, saya takut bahwa saya tidak akan mampu memberikan tugas proyek perhatian layak. Mungkin saya dapat menyarankan salah satu rekan saya yang akan memiliki waktu untuk melakukan pekerjaan dengan cara itu harus dilakukan. Meneleponku jika Anda tertarik, dan saya akan senang untuk menyarankan beberapa nama untuk Anda. Kami ingin industri untuk terwakili. Saya berharap Anda dan keberhasilan komite besar dalam mencapai tujuan tahun ini. Surat itu lurus ke depan dan sopan. Penulis memberikan alasan yang sangat baik untuk penolakan posisi, tetapi juga meninggalkan pintu terbuka untuk hubungan masa depan. Selain itu, penulis memberikan solusi yang mungkin di akhir.

Bad News Surat Bisnis Contoh # 2


Dear Ms Hodges, Terima kasih untuk pemesanan mengatur wajan profesional Cina kami. Anda akan menemukan bahwa wajan-dimasak makanan lezat dan cepat untuk memperbaiki. Kami telah mengirim Anda sebuah bonus tambahan: 2 inci tambahan area memasak, berkat kemurahan hati pemasok kami. Ini wajan 16-inci ini lebih efisien daripada wajan 14-inci diiklankan. Sekarang Anda dapat membuat makanan Cina dengan bakat profesional dengan paket yang meliputi rak memasak, sumpit, dayung beras, dan turner baja, di samping basis wajan dan tutup. Untuk melengkapi koleksi Anda, tusuk sate dan masak akan tiba pada bulan April 22. Ingat itu Figby menawarkan item khusus untuk semua kebutuhan memasak Anda. Silakan mampir pada 10 Mei untuk demonstrasi gratis di mempersiapkan sushi Jepang. Anda juga mungkin ingin mengambil keuntungan dari harga khusus kami pada peralatan masak Jepang, yang hanya akan tersedia minggu itu. Hormat kami, Harry Figby Surat ini berita buruk mencakup fakta bahwa Ms Hodges wajan yang dipesan tidak tersedia

dengan meng-upgrade ke wajan, lebih baik lebih besar. Selain itu, hal tersebut sangat positif dalam nada yang pembaca mungkin tidak menyadari bahwa ia memerintahkan seluruh ditetapkan belum tiba tepat waktu, sebagai dua potongan itu akan tiba nanti. Surat ini berita buruk tidak fokus sama sekali pada negatif, tetapi menyampaikan pesan dalam cara yang positif. Harry Figby juga diperpanjang kesempatan untuk hubungan masa depan dengan memberitahu Ms Hodges dari penjualan yang akan datang dan acara.

Menulis company profile, pada umumnya, tidak terlalu sulit. Kecuali audiens Anda adalah seseorang yang ingin membeli perusahaan dan menginginkan jumlah besar informasi mendalam, profil perusahaan dasar akan secara singkat garis besar produk perusahaan atau jasa, misi, karyawan, dan beberapa aspek yang unik. Dan itu harus ditulis dalam gaya yang memberikan pembaca gambaran kepribadian perusahaan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan teh kecil organik dapat membuat profil perusahaan menyoroti kualitas tinggi teh mereka, dan bagaimana daun teh adalah tangan-dipilih oleh pemilik, seorang wanita Cina dibesarkan dalam keluarga dengan generasi pengalaman menyeduh teh. Misi mereka mungkin untuk menyediakan teh yang tidak hanya rasa besar, tetapi memberikan manfaat lain seperti relaksasi. Sebuah deskripsi singkat dari karyawan kunci dan mungkin beberapa tidbits pada orang yang menarik yang telah membeli atau minum teh mereka akan menambah profil. Jika nada perusahaan adalah salah satu istirahat dan penyembuhan, maka profil harus ditulis dalam gaya yang sama. Penggunaan kata-kata seperti 'holistik' dan 'organik' akan menambahkan untuk membuat profil yang sesuai dengan perusahaan. Di sisi lain, sebuah perusahaan hiburan besar akan lebih cenderung memiliki profil perusahaan menggunakan pendek, kalimat deskriptif dengan banyak verba tindakan. Eksekutif puncak mereka dan pengalaman dapat ditunjukkan, tetapi profil perusahaan akan lebih cenderung untuk menyoroti keberhasilan hiburan, seperti film memukul atau catatan, dan penghibur high-profile yang telah ditandatangani dengan mereka. Jika Anda menulis sebuah profil perusahaan, duduk dan membuat daftar elemen yang paling penting dari perusahaan, menggunakan beberapa ide di atas. Cari misi perusahaan dan menentukan 'gaya' atau 'nada' dari perusahaan, kemudian mulai menulis profil dalam cara yang sama. Anda akan mampu tidak hanya menyampaikan fakta-fakta penting, tetapi melakukannya dengan cara yang menyampaikan 'siapa' perusahaan juga. Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2095149-contoh-companyprofile/#ixzz1cHE1MpZP

rxwr:*y8IjbRc|XIu3KGnD1NIBs Ru K>V.EL+M2#'fi~V vlu8zH*:(W~JTe*tHGHY KNP*T 9/#A7qZ$*c?qUnwN%Oi4=3 P 1P m\9M2aD];Yt[x ]