Anda di halaman 1dari 7

Beranda Buku Tamu INILAH 14 PESERTA PENTAS IDOLA CILIK 3(FOTO) INFO dari ICIL Fansclub

Tempat nyaman membina pertemanan

TAMAN TEMAN

Arsip Tag: lukisan


30 November 2009

Lukisan bunga
By komiocy

Memenuhi permintaan seorang adik dalam pencariannya di blog ini, kakak muat gambar bunga. Semoga adik yang meminta bisa menikmatinya.
1 komentar | tags: bunga, lukisan | posted in Seni Lukis,Pahat,Patung

INDIVIDU DAN KELOMPOK SOSIAL


By Asyhar

5 Votes 1. Individu Sebagai Makhluk Sosial Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dengan hubungan sesama manusia lain di dalam menjalani kehidupannya. Fredman ( 1962 : 112) menyatakan bahwa manusia merupakan makhluk yang tidak dilahirkan dengan kecakapan untuk immediate adaptation to environment atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan segera terhadap lingkungannya. Naluri manusia untuk selalu berhubungab dengan sesamanya dilandasi oleh alasan alasan sebagai berikut : 1. Keinginan manusia untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (masyarakat). 2. Keinginan untuk menjadi satu dengan alam sekitarnya. Naluri manusia untuk selalu hidup dengan yang lainnya disebut sebagai gregariousness. Manusia juga disebut sebagai social animal (hewan sosial) yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama. 1. Kelompok Sosial Untuk dikatakan sebagi kelompok sosial, terdapat persyaratan persyaratan tertentu seperti yang dikemukakan oleh Soekanto (1982 : 11) : 1. Adanya kesadaran dari anggota kelompok 2. Adanyan hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lainnya 3. Adanya suatu faktor yang dimiliki bersama oleh anggota kelompok yang bersangkutan yang merupakan unsur penting atau pemersatu 4. Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku

Buhlor (1968 : 172), proses penyesuaian diri disebut sebagai proses yang membantu pribadi pribadi melalui belajar dan penyesuaian diri bagaimana cara hidup dan berperilaku kelompoknya agar ia dapat berperan serta berfungsi bagi kelompoknya. 1. Macam Macam kelompok Sosial 2. Klasifikasi tipe tipe kelompok sosial Mae Iver dan Page (1957 : 24) menggolongkan kelompok sosial dalam beberapa sudut pandang berdasarkan pada berbagai kriteria (ukuran). Simmel dalam Systematic Society mengelompokkan berdasarkan pada besar kecil jumlah anggota, cara individu mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok. Bentuk terkecil yang terdiri dari satu orang individu sebagai fokus hubungan sosial yang dinamakan monad, lalu dua atau tiga orang yaitu dyad atau tryad. Klasifikasi kelompok sosial lainnya yaitu berdasarkan derajat interaksi sosial pada kelompok yang bersangkutan. Klasifikasi selajut adalah berdasarkan ukuran derajat organisasi. 1. Kelompok sosial dipandang dari sudut individu Pembagian kelompok sosial dipandang dari sudut individu dapat dilihat dari keterlibatan individu dengan kelompok sosial dimana ia tinggal dalam masyarakat yang masih sederhana atau dalam struktur masyarakat yang sudah kompleks. 1. In Group dan Out Group Konsep in group dan out group merupakanpencerminan adanya kecenderungan sikap entnocentrisme dari individu individu dalam proses sosialisasi sehubungan dengan keanggotaannya dalam kelompok kelompok sosial, yaitu suatu sikap dalam menilai suatu kebudayaan lain dengan menggunakan ukuran ukuran sendiri (Polak, 11966 : 166). Sikap in group didasari atas perasaan simpati, out group didasari oleh suatu kelainan dengan wujud antagonisme / antipati. In group di pergunakan stereotypen (Soekanto, 1984 : 120), yaitu gamparan gambarab atau anggapan anggapan yang bersifat mengejek terhadap suatu objek tertentu.

Macam kelompok sosial

Sekolah merupakan salah satu contoh kelompok sosial

Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan. Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya. Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat. Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah. 1. REDIRECT Nama halaman tujuan

[sunting] Faktor pembentuk


Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Namun, ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan.

[sunting] Kedekatan

Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan.

[sunting] Kesamaan
Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain. Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga.

[sunting] Pembentukan norma kelompok


Perilaku kelompok, sebagaimana semua perilaku sosial, sangat dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku dalam kelompok itu. Sebagaimana dalam dunia sosial pada umumnya, kegiatan dalam kelompok tidak muncul secara acak. Setiap kelompok memiliki suatu pandangan tentang perilaku mana yang dianggap pantas untuk dijalankan para anggotanya, dan norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok. Norma muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. Pada saat seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku tersebut, atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung). Norma terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam sebuah kelompok, perlahan-lahan akan terbentuk norma, yaitu norma kelompok.
Pengorganisasian kegiatan Bimbingan dan Konseling adalah bentuk kegiatan yang mengatur cara kerja, prosedur kerja dan pola atau mekanisme kerja kegiatan Bimbingan dan Konseling. Kegiatan Bimbingan dan Konseling dapat berjalan dengan lancar, tertib, efektif dan efisien apabila dilaksanakan dalam suatu organisasi yang baik dan teratur.Adapun pola organisasi Bimbingan dan Konseling di sekolah, dan pola tersebut tidak perlu selalu seragam strukturnya. Setiap sekolah dapat menyusun struktur organisasi Bimbingan dan Konseling sesuai dengan besar kecilnya dan kepentingan sekolah bersangkutan dalam pelaksanaan

layanan Bimbingan dan Konseling Adapun kewajiban dan tugas personil sekolah yang terkait dengan kegiatan Bimbingan dan Konseling di Sekolah, yaitu: 1) Kepala Sekolah Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan di sekolah, tugas kepala sekolah adalah sebagai berikut: a) Mengkoordinasi seluruh kegiatan pendidikan yang mencakup kegiatan pengajaran, pelatihan dan bimbingan di sekolah. b) Menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan Bimbingan dan Konseling. c) Memberikan kemudahan bagi terlaksananya program Bimbingan dan Konseling. d) Melakukan supervisi terhadap pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. e) Menetapkan koordinator guru pembimbing (atas kesepakatan dengan guru pembimbing) yang bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah. f) Membuat surat tugas guru pebimbing dalam proses Bimbingan dan Konseling pada setiap awal semesteran. g) Menyiapkan surat pernyataan melakukan kegiatan Bimbingan dan Konseling sebagai bahan usulan angka kredit bagi guru pembimbing. Surat pernyataan ini dilampiri bukti fisik pelaksanaan tugas (rencana dan persiapan pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut) h) Mengadakan kerja sama dengan instansi lain yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan Bimbingan dan Konseling. i) Melaksanakan Bimbingan dan Konseling terhadap sedikit-dikitnya 40 orang siswa, bagi kepala sekolah yang berlatar belakang Bimbingan dan Konseling.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/counseling/2173700-organisasi-bimbingan-dankonseling/#ixzz1enLOdI9u