Anda di halaman 1dari 6

BAB I

KELIMPAHAN UNSUR

Keberadaan Unsur-unsur di Alam
Unsur-unsur di alam umumnya ditemui dalam bentuk campuran sehingga untuk
memperoleh unsur dalam murni perlu dilakukan pemisahan. Dari 118 unsur yang diketahui,
sekitar 90 unsur berada di alam dan sisanya merupakan unsur buatan seperti plutonium dan
amerisium. Beberapa unsur logam dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk
senyawa seperti emas, perak, platina, dan tembaga. Unsur nonlogam juga ada yang dalam keadaan
bebas dan dalam bentuk senyawa seperti oksigen, belerang, nitrogen, dan karbon. Unsur atau senyawa
yang banyak terdapat dalam bahan-bahan alam disebut mineral. Mineral diolah untuk diambil
unsurnya, sehingga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak semua mineral dilakukan
pengolahan, tergantung besarnya kandungan unsur di dalamnya dan tingkat kesukaran proses
pengolahannya.

*Tabel kelimpahan unsur di bumi
Unsur Massa Beberapa Bentuk yang Umum Terdapat
Oksigen 49,3
Air, silica, silikat, oksida logam, molekul oksigen
(dalam atmosIer bumi)
Silikon 25,67 Silika (pasir, kuarsa), silikat (liat, mika)
Alumunium 7,50 Silikat (liat, mika), oksida (bauksit)
Besi 4,71 Oksida (hermatit, magnetit)
Kalsium 3,39
Karbonat (gamping, marmer, kapur) sulIat (gips),
Iluorida (Iluorit), silikat (zeolit)
Natrium 2,63 Klorida (garam, batu, air laut) silikat (zeolit)
Kalium 2,40 Klorida, silikat (mika)
Magnesium 1,93 Karbonat, klorida, dulIat (garam epsom)
Hidrogen 0,87 Oksida (air), bahan organic
Titanium 0,58 Oksida
Klor 0,19 Garam
FosIor 0,11
Lain-lain 0,8

Sumber komersial dari oksigen dan nitrogen adalah udara. Kelimpahan unsur nitrogen di
udara 78,09 dan oksigen 20,94. Sedangkan unsur lainnya kurang dari 1. Beberapa unsur
diperoleh dari air laut. Misalnya, natrium, klorin, magnesium, dan bromine. Konsentrasi unsur
terbesar dalam air laut adalah klorida sebesar 18,980 g/kg air laut, kemudian diikuti oleh unsur
natrium sebesar 10,556 g/kg air laut.
1.Komposisi alkali dalam kerak bumi
Logam alkali termasuk logam yang sangat reaktiI. Di alam tidak terdapat dalam keadaan
bebas, melainkan dalam keadaan terikat dalam bentuk senyawaUnsur yang paling banyak adalah Na
dan K. Kedua unsur ini banyak terdapat dalam air laut dalam bentuk senyawa NaCl dan KCl.
2. Unsur-unsur alkali tanah tidak terdapat bebas di alam, tetapi terdapat dalam bentuk senyawanya
a. Berilium terdapat dalam bijih beril (Be3Al2(SiO3)6).
b. Magnesium sebagai dolomit (MgCO3.CaCO3), karnalit (KCl.MgCl2.6H2O).
c. Kalsium sebagai CaCO3 pada batu kapur dan pualam, batu tahu/gipsum (CaSO4.2H2O).
d. Stronsium sebagai stronsianit (SrCO3) dan galestin (SrSO4). e. Barium sebagai bijih barit
(BaSO4).
3. Unsur-unsur periode ketiga di alam


4. Unsur-unsur transisi periode keempat di alam.
Di alam unsur-unsur transisi periode keempat terdapat dalam senyawa/mineral berupa oksida,
sulIida, atau karbonat. Berikut ini tabel beberapa mineral terpenting dari unsur-unsur transisi periode
keempat.



BAB II
SIFAT-SIFAT UNSUR HALOGEN
Halogen
Halogen adalah nama untuk unsur-unsur yang terletak pada golongan 17. Istilah Halogen
berasal dari bahasa Yunani yaitu halos yang berarti 'garam dan gennan yang bearti 'pembentuk
maka kata Halogen berarti pembentuk garam. Bentuk garam yang beragam misalnya dalam bentuk
ion halida (F, Cl, Br, dan I).
Flour dan klor cukup melimpah di alam, akan tetai brom dan iod sangat jarang. Flour
memiliki kelimpahan yang lebih banyak dari klor. Flour berwujud gas pada suhu 25
o
C dengan warna
kuning pucat dan bereaksi dengan semua unsur organik maupun anorganik.
Klor membentuk molekul gas diatomik dengan warna hijau kekuningan. Klor tidak
ditemukan dalam bentuk bebas di alam, tetapi kebanyakan dalam bentuk senyawa Natrium Klorida.
Brom merupakan satu-satunya unsur non-logam yang berwujud cair dengan warna merah
kecoklatan dan sedikit berwarna metalik ketika berwujud padat.
Iodim berwujud padat pada suhu ruangan. Pada kulit bumi iodium berbentuk senyawa
Natrium Iodat, NaIO
3
.
1. SiIat-siIat Fisis
*SiIat-siIat Iisis golongan halogen
Sifat Fisis Flour Klor Brom Iod
ujud pada suhu kamar Gas, kuning Gas, kehijauan Cair, merah tua Padat, ungu tua
Rumus molekul F
2
Cl
2
Br
2
I
2
Titik didih (
o
C) -188 -34 59 184
Titik leleh (
o
C) -220 -101 -7 144
Energi ionisasi (kJ/mol) 1,680 1,250 1,140 1,000
Jari-jari ion 1,36 1,81 1,95 2,16
KonIigurasi elektron 2,7 2,8,7 2,8,18,7 2,8,18,18,7
KeelektronegatiIan 4,0 3,0 2,8 2,9

2. SiIat-siIat Kimia
Unsur
Flour Klor Brom Iod
Catatan
F Cl Br I
1. KonIigurasi elektron |X| ns
2
, np
5

|X| unsur-unsur gas
mulia (He, Ne, Ar, Kr)

n nomor periode (2,
3, 4, 5)

makim besar
sesuai dengan arah
panah
2. Nomor periode
(2,3,4,5)Massa atom

3. Jari-jari atom
4. Energi ionisasi dan
aIinitas elektron

5. KeelektronegatiIan
6. Potensial reduksi
7. Suhu lebur (0
o
) -216,6 -101,0 -72 114
8. Suhu didih (0
o
) -188,2 -34 58 183
9. Bilangan oksidasi
senyawa halogen
-1
1, 3
5, 7
1 5,
7
1 5,
7

Reaksi-reaksi Halogen
1. Reaksi halogen dengan logam
Halogen bereaksi dengan sebagian besar logam dalam sistem periodik unsur membentuk
halida logam.
2Fe 3Cl
2
2FeCl
3

2. Reaksi halogen dengan hidrogen
Halogen bereaksi dengan gas hidrogen membentuk hidrogen halida (HX).
H
2
X
2
2HX
3. Reaksi halogen dengan halogen lain
Bereaksi membentuk senyawa antarhalogen.
X
a
nY
2
2XY
n












AFTAR PUSTAKA

Fauziah, Nenden. 2006. 2a 3. Bandung: CV Habsa Jaya.
Hidayati, Nur. 2006. 2a SMA/MA elas XII. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Utami, Budi. 2009. 2a untuk SMA/MA elas XII Progra2 Il2u Ala2. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional.
bttp//oovloklmloposcoflleswotJptesscom/2011/05