Anda di halaman 1dari 94

Cerita Seks Indonesia 2011 Terbaru

October 4th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks ini adalah cerita panas pertama kali aku melakukan hubungan sex dengan seseorang, cerita sex ini berawal dari sebuah hal yang tidak kuduga, bahkan menurutku sebelumnya itu tidak mungkin, awalnya aku tidak ingin menshhare cerita sex yang kupunya ini namun kadang hati gelisah dan ingin membagikan pengalaman sex yang indah ini kepada kalian semua para pembaca, ini pertama kalinya saya sharing pengalaman, jadi maaf kalau ada kata2 yang aneh atau boring karena semuanya ini nyata dan bukan imajinasi semata. Saat ini saya berumur 30 tahun , bekerja di sebuah perusahaan bisnis center di Jakarta. Teman-teman panggil saya Jack walaupun ini bukan nama asli tapi hanya nama panggilan dari teman2 dekat saya, ayah saya Jawa dan Chinese dan ibu saya keturunan arab dan betawi. Tampang saya mungkin lebih ke Manado campuran Indo kali ya, itu yang teman2 saya bilang seh, Tinggi 165 cm dan berat sekitar 65 kgs. Cerita sex tersebut begini, saat itu saya berumur 16 tahun dan baru saja saya lulus SMP di Jakarta, oleh orang tua saya di suruh untuk pindah ke kota pelajar di Indonesia untuk mepersiapkan mental saya sebelum saya pergi ke luar negeri. Jujur saat itu gue menentang keputusan orang tua saya, karena gua sudah sangat suka dengan kota Jakarta yang metropolitan dan harus pindah ke kota pelajar (kota Y) yang pastinya lebih sepi dari kota Jakarta, tapi karena paksaan dari orang tua ya, akhirnya gue menyerah untuk pindah ke kota itu. Singkat cerita, saya diharuskan tinggal bersama tante saya dan keluarga oleh orang tua karena saya dianggap belum dewasa untuk tinggal kos, dan saat itu saya saya menentang sekali keputusan itu dan sampai akhirnya mereka menyerah untuk membolehkan saya tinggal di kos. Saya gembira sekali saat itu karena saya boleh tinggal di kos, akhirnya saya dan saudara mencari kos yang menurut saya bagus dan tidak terlalu jauh dari sekolah saya, saya berputar dari kos ke kos, sampai saya menemukan sebuah kos yang mayoritasnya semuanya mahasiswa dan mahasiswi. Memang tempat kos ini sangat dekat sekali dengan sebuah universitas katolik disana dan tidak terlalu jauh dari SMU saya. Ketika saya masuk dan melihat tempat kos ini, saya sangat suka dengan kosnya , selain tempatnya bersih, kos ini gabung antara pria dan wanita, pria di lantai satu dan wanita di lantai 2, wahhh saya happy banget karena saya pikir saya akan banyak teman dan tidak akan kesepian (maklum saat itu saya maseh polos dan tidak ada pikiran macam2) Dan pada akhirnya, saya disetujukan untuk pindah ke kos ini.

cerita ini bermula ketika, pada malam hari ketika saya habis selesai packing di tempat baru , dan saya mau mandi, saya meihat ada 2 mahasiswi chinese cantik yang saya perkirakan berumur 25 tahun ke atas, melewati saya sambil memberikan senyum ke saya, karena saya malu, saya hanya senyum balik sambil berlalu masuk ke kamar mandi buru2 dan mereka berdua tertawa. Sesudah selesei mandi dan balik ke kamar, saya mendengar percakapan cewe2 di situ di lantai 2 di ruang TV , kalau mereka bilang , eh ada anak kos baru, kayanya sehh maseh smu karena kelihatan maseh muda. Anaknya ganteng juga loh (bukannya saya ge er lho) , kenalan yuk kata salah satu dari cewe itu Saya seh tidak memperdulikan karena saya pikir, ahh mungkin bukan gue kali, karena tidak mau gede kepala, dan ketika saya sedang baca2 majalah, tiba2 kamar saya diketok oleh salah satu mahasiswi yang saya lihat tadi sore, dia memperkenalkan diri, nama dia Jenny (bukan nama sebenarnya), katanya dia mahasiswi tingkat akhir asalnya dari Solo, dan saya juga memperkenalkan diri juga, Jenny ini anaknya putih bening typical chinese, rambutya pendek sebahu, tinggi kira2 170 cm, berat kira2 50 kg, bodynya memang kaya model tapi toketnya itu yang kurang , ya bisa dibilang kecil karena ketika dia pakai baju dan celana pendek , kelihatan kalau toketnya itu tidak besar seperti Pamela he he he.. Jenny mengajak aku ke atas untuk dipekernalkan oleh anak2 kos yang laen , Aku langsung mengiyakan dan naek ke atas karena gue pikir pasti juga basa-basi aja, pas sampai di ruang TV lantai 2, Oh my GOSH, semua yang di ruang tv itu semuanya cw2 kuliah semua dan semuanya pada pake kaos yang longgar dan celana pendek yang sangat pendek, dan kebanyakan bening2 semua, chinese, waduhhh, malu banget gue dan Jenny pun mepersilahkan masuk ke ruangan TV itu, smabil dia berucap, udah jangan malu2, sini2 aku kenalin sama anak2 disini. sambil mereka ketawa2. akhirnya mereka memperkenalkan diri satu2, dan yang aku paling inget itu cewe yang bernama Jenny, karena selaen dia sexy, putih dam kalau pake baju itu longgarnya minta ampun. Saya sempat manggil dia kakak, dia bilang jangan panggil aku kakak atau cece, panggil Jenny aja, aku langsung mengiyakan. Karena saat itu sudah malam, saya pamit untuk balik ke kamar karena sudah ngantuk dan besok hari pertama SMU. Beberapa minggu dari kejadian itu, aku dan Jenny sering bertemu dan bercanda, sampai pada suatu malam, dia mengajak saya maen kartu ke kamarnya, saya pun mengiyakannnya, sambil dia membawa teman nya yang cewe juga (lupa namanya) dan gw pun membawa teman kos yang cowo. Ketika maen kartu, Jenny mulai membuka pembicaraan yang menyerempet2 soal seks, dari pertanyaan2 soal ciuman sampai pernah melakukan seks, jujur saat itu, gue maseh perjaka dan belum pernah mencium wanita. Wah dia teasing gue dengan , wah maseh perjaka neh, boleh neh dicobasambil dia tertawa bersama temannya, saya tertunduk malu dan dia menyarankan untuk bermain kartu black jack yang kalah harus buka baju satu persatu dan yang menang boleh minta apa saja, dan kitapun setuju, sambil kita

berempat masuk ke kamar dia dan dia mengunci pintu, permainan mulai seru ketika jenny kalah dan saya menang, dia membuka kaosnya dan meperlihatkan bhnya yang berwrna hitam, tidak besar tapi firm, lalu dia tanya apa yang saya inginkan, dan saya bisikin ke telinganya kalau saya ingin having seks sama dia..dia pun tersenyum dan mengiyakan walaupun tadinya maksudnya gue bercanda.tapi dia bilang mesti tunggu yang laennya balik ke kamar. Semakin malam semakin gila, mulai dari kissing sampai stripping cewe2 di depan gue and temen gue.dan karena dia sudah on, dia bilang ke temen yang cewe dan teman kos gue yang cowo kalau dia ngantuk and pengen tidur, lalu dia bisikin ke telinga gue, gue disuruh balik ke kamarnya setengah jam kemudian pas orang2 udah pada mulai tidur, gue mengiyakan dan balik ke kamar. Sampai di kamar, jantung gue dag dig dug, maklum umur 16 tahun, belum pernah kissing sama cewe sebelumnya dan hanya lihat adegan seks di video aja. Dan setengah jam kemudian, gue memberanikan diri naek ke lantai 2 dan mengetuk pintunya, dia mebukakan pintu, sambil menarik gue buru2 masuk ke kamarnya, lalu menguncinya, dia menyuruh gue duduk di ranjangnya sambil dia menyalakan music yang lagunya slow, dia bilang supaya ga kedengaran dan dia duduk disbelah gue sambil mendekatkan diri ke gue, dia bilang relax aja baby, nikmatiin aja ya malem ini, sambil dia mencium bibir dan melumat habis, wahh tangan dia mulai bergerilya ke my big john, dan dia menuntun tangan gue ke masuk ke kaosnya yang longgar, dan betul ternyata dia sudah membuka bhnya dari tadi Kita saling berciuman, bermain lidah, dan dia mendorong gue ke kasurnya sambil dia buka kaosnya.terpampang sudah wanita setengah bugil dihadapan gue, kulitnya putih, badannya wangi dan dirawat, bebas dari semua bulu2, bulu tangan dan bulu ketiaknya pun bersih, wow. gue pun semakin bernafsu, sambil gue buka celananya dia.dan dia menahan tangan gue pas gue mau buka celananya. dia bilang, sabar ya sayang, just enjoy it tonight.dia lalu buka baju dan buka celana gue, sambil mengelus big john gue dari luar my undiesdia menciumi badan gue.perut guelalu mejilat sampai usar dan turun ke undies sambit menggigit my undies gue dan dipelorotin pake mulutnya ke bawahwahh sensasinya itudia mencium paha luar, paha dalam , di elus2nya paha gue dan my ballssampe akhirnya tangan dia mulai memegang big john gue dan lidahnya mulai memainkan kepala big john gue sampe ke batang gue.ughhhh rasanya selangit ouwwww..dia mulai mengocok perlahan dan memainkan lidahnya di big john gue ..kepalanya naek turunnaek turun..gue melihat dimana Jenny begitu menikmati big john gue. dia trus bertanya, gimana sayang, suka ?? gue hanya menggigit bibir gue dan mengangguk perlahan. kira2 15 menit dia, trus menciumi big john, pangkal paha gue dan paha guedan gue udah ga tahan dan gue minta gantian untuk dia tidur di kasurnyadia lalu bangkit dan mempelorotkan celana dalamnya, dan dia mempelorotkan celana dalamnya tertampang lah, bawahnya yang ditumbuhi bulu2 yang lumayan lebat dan kontras dengan badannya yang putih bersih.

Dia pun tiduran di kasur, akhirnya gue melihat Jenny bugil di depan gue tanpa sehelai apapun, gue ciumin badan dia, leher, turun sampai ke toketya, yang putingnya bewarna coklat muda tapi kecil nipplenya, dia mngerang ke enakan sambil gue remas secara gentle toketnya yang satu lagigue jilatin dan menghisap sambil mengiggit kecil putingnya yang menggemaskan itu.Dia blg..oohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhtrus baby..ughhhhhenakkk geliiiii sayang.. sambil dia menahan mukanya di bantal, takut kedengeran orang2 disebelahlalu gue juga menciuminya ketiaknya yang tentnunya wangi dan turun ke perutnya dan lidah gue berputar2 di pusarnyadia bilangughhh baby, please masukin.please$+*# meudah ga tahan.pleaseeee Lalu dituntun big john gue ke pussynya yang ditumbuhi oleh bulu2 yang luamayan lebatlalu gue mendorong big john gue karena posisi gue on top dan .blesssughh ternyata udah becekk bangetternyata bener juga kata orang2 kalau cewe chinese itu lebih becek dari cewe manapungue mulai memaju mundur pantat gue. dan suaranya plok..plok.plokkkblesssplok plok blesssssss Jenny blg oouhh..baby, becekk banget nehh..dia sambil memaju mundur pinggulnyasambl mendorong pantant gue dalam2.$+*# me baby$+*# me..plokplokblessplok. wuihh sensasinya itugue takut kedengeran aja sama teman2 kos wanita yang diseblahnya trus dia minta untuk ganti posisi, dan pas gue cabut big john gue dari pussny suaranya. ppfffttt.. (dalam hati gue , what the hell).trus dia nungging dan dia minta gue masukin dari belakanggue sehh iya aja karena emang gue ga tau sebelumny mengenai2 gaya2oughhh pas gue masukin dr belakang(gue baru tau kalau itu ternyata doggy style) OMGsensasinya itu lebih enak dr yang sebelumnya.dan kali ini bunyinya parah lbih dr tadi. plokplokplokk pfftssspffftsss.plok plok bleeesssbleeeessss.. and Jenny trus bilang hardersayang harder..I am comming..i am commingsambil dia teriak tapi dia menutup mulutnya pakae bantaldan gue sendiri merasakan ada sensasi yang geli dan merasakan kalau gue mau keluar.. dan gue lansgung buru22 cabut dan keluarin semuanya di pantantnya dia dalam kondisi nungging. ughhh sensasi yang luar biasague sama dia akhirnya jatuh ke kasurnya berpelukan ma dia. Dan dia tanya, gimana rasanya seks pertama kali ? sambil ketawahahahaha dan gue bilang.enakk juga.dan pada malem itu lah perjaka gue diambil oleh cewe yang jauh lebih tua dibanding gue. sesudah malem itu, Jenny suka mengajarkan gue gaya2 baru dan dia lah yang menjdai mentor gue saat itu di kamar gue dan di kamar diadan itu mungkin salah satu gue sampai saat ini tertarik sama wanita yang older than me hahahahawell walupun sparing sex partner gue sampai sekarang bermacam2dari yang tante2 sampe anak kantoran dan abegeand semuany gue lakukan berdasarkan suka sama sukasampai gue haru pindah balik ke Jakarta and sampai sekarang belum pernah ketemu lagi sama dia.

Cerita Panas Seks Seru Abis


October 3rd, 2011 by | Posted under Cerita Panas Terbaru.

Cerita seks ini adalah sebuah cerita panas yang mungkin akan selalu kuingat seumur hidupku, cerita panas yang kuceritakan ini adalah pengalaman berharga bagiku, bahkan sulit mendapatkan cerita sex yang semacam ini, hal ini diawali ketika aku berencana mengikuti ujian PNS atau CPNS yang diselenggarakan di kotaku, aku mendengar kabar dari temanku bahwa disebuah daerah ada seorang dukun yang bisa menolong aku untuk bisa lebih hoki dalam ujian nanti, dan disitulah cerita ini berawal, ok langsung saja, begini cerita panas nya. Malam itu gw sendirian pergi mencari rumah dukun itu. Setelah sempat muter-muter nanya sana-sini, akhirnya gw tiba di sebuah rumah sederhana yang nyaris tidak terlihat dari jalan raya. Halamannya yang luas dan tertutup rimbunnya pohon-pohon mangga membuat suasana menjadi sejuk dan tenang. Setelah beberapa kali mengetuk pintu, seorang wanita setengah baya dengan senyum ramahnya membukakan pintu. Permisi, apa benar ini rumahnya Mbak Ayik ( nama samaran juga )? tanya kemudian. Oh iya, saya sendiri. Silakan masuk, Pak! Setelah dipersilakan duduk, tanpa basabasi gw segera memperkenalkan diri dan langsung mengutarakan maksud kedatanganku. Ooo, jadi Pak Andika ini juga pengen jadi PNS tohhhh? Iya Mbak! Saya juga sudah membawa sebotol madu murni sebagai syarat, seperti yang dikatakan teman saya. Gw menyodorkan satu botol madu murni kepada Mbak Ayik . Kalau begitu, silakan Pak Andika ikut saya ke dalam! Mbak Ayik beranjak dari duduknya sambil membawa botol madu yang gw berikan tadi. Beliau berjalan menuju ke sebuah kamar di ujung ruangan. Dari belakang gw membuntutinya sambil memperhatikan gerakan pantat montoknya yang membuatku menelan ludah. Sesampainya di dalam ruangan yang redup itu, Mbak Ayik menutup pintu dan menyuruhku membuka pakaianku. Maaf ya Pak Pak ! Tolong pakaiannya di lepas dan silakan berbaring di ranjang itu! Kita akan segera memulai ritualnya! Semuanya, Mbak? tanyaku malu-malu. Mbak Ayik tersenyum, Pak Andika gak usah malu. Anggap saja saya tidak ada. Toh ini kan juga demi cita-cita Pak Andika ! Mbak Ayik benar, pikirku. Lagi pula gw

sudah terlanjur datang ke sini, jadi gw tidak perlu malu lagi. Sementara Mbak Ayik menyiapkan kelengkapan ritual, gw segera menanggalkan semua busanaku kemudian berbaring di atas ranjang yang tidak terlalu empuk itu. Beberapa saat kemudian, dengan sebotol madu di tangannya, Mbak Ayik datang dan duduk di sampingku. Sesaat gw sempat melihat Mbak Ayik mengamati tubuh telanjangku. Pandangannya terkesan liar, seolah tengah melihat ayam panggang yang siap untuk di santap. Dengan duduk bersimpuh di sampingku, Mbak Ayik mulai menuangkan madu murni itu ke sekujur tubuhku. Gw memejamkan mata saat tangan lembut Mbak Ayik mulai menyentuh dada gw, meratakan madu yang lengket itu ke setiap sudut tubuhku. Jemarinya yang lentik dengan lihai menari-nari, meremas-remas dada bidangku dan putingnya, dan mempermainkan bulu-bulu halus yang tumbuh di atasnya. Gw menggigit bibirku sendiri, mencoba mengendalikan aliran darahku yang bergejolak menuju ke arah pangkal paha gw. Pak Andika sudah punya pacar? tanya Mbak Ayik memecah keheningan. Eh, saya baru menikah enam bulan yang lalu, Mbak! ehmmm jadi masih pengantin baru to! Wah, lagi panas-panasnya dong, Pak ! kata Mbak Ayik meledek. Ah, Mbak Ayik ini bisa saja! Tanpa sengaja tanganku menyentuh lutut Mbak Ayik ketika beliau memindahkan tanganku yang tadi menutupi kemaluanku. Gw juga sempat melirik pahanya yang sedikit tersingkap. Wah, mulus juga pahanya, pikirku. Tanganku jadi betah berlama-lama di atas paha mulus itu. Mbak Ayik membiarkannya ketika tanganku mengelusnya. Bahkan beliau malah melebarkan pahanya. Seolah memberikan tanganku peluang untuk bergerak menelusuri paha bagian dalamnya. Darahku semakin mendidih manakala dengan lincahnya jemari Mbak Ayik turun ke perutku, membelai bulu-bulu halusnya dan memijat perutku, yang keras dan liat. Wah badan Pak Andika kekar juga yah? Tinggi lagi. Pasti Pak Andika rajin olah raga. Ya, setiap enam hari dalam seminggu, setiap pagi dan sore saya usahakan untuk olah raga meskipun hanya sejam. Biasanya sih saya rutin fitnes. wahhhh.. pantesan adik Pak Andika gede! Maksud Mbak Ayik , adik yang mana? tanyaku pura-pura bodoh. Maksud saya adik yang ini.. kata Mbak Ayik sambil meremas kejantananku tanpa rasa canggung. Ada rasa kaget sekaligus senang dengan perlakuan Mbak Ayik . Beliau dengan lembut melumuri kejantananku dengan madu, kemudian mengocoknya pelan. opsttt Mbak! Enak! gw melenguh nikmat. Gw juga semakin berani dengan menyingkap roknya dan memilin pahanya lebih jauh lagi. Dan ternyata Mbak Ayik menanggapi positif tindakanku itu. Terbukti dengan ia sedikit mengangkat pantatnya

agar gw bisa mencapai pangkal pahanya. Wow! Sekali lagi gw terkejut sekaligus senang manakala tanganku menyentuh rambut-rambut halus di antara pangkal paha Mbak Ayik . Ternyata beliau sudah tidak memakai celana dalam. Perlahan-lahan gw mulai menggosok bibir memek Mbak Ayik yang sudah basah itu dengan jariku. Mbak Ayik bertambah kelojotan dan semakin bersemangat mengocok batang kontolku. Perlahan-lahan batang kejantananku itu mulai membesar dan mengeras. Tanpa rasa jijik, Mbak Ayik mulai menjilati sisa-sisa madu yang menempel di sekitar pangkal paha gw, melumat buah zakarku, kemudian bergerak naik menyapu urat-urat kontolku yang sudah bertonjolan. Gimana Pak Pak ? Enak kan? tanya Mbak Ayik di sela-sela aksinya. Ahh nikmat banget Mbak! Saya belum pernah merasakan senikmat ini! Gw memang belum begitu berpengalaman dalam hal sex. Selama berhubungan dengan isteriku, kami hanya melakukan dengan cara konvensional saja. Namun kali ini Mbak Ayik memberikan pelajaran baru yang ekstrim. Ekstrim enak Terbukti ketika Mbak Ayik dengan lembut memasukkan ujung kontolku ke mulut mungilnya, langsung saja berjuta kenikmatan menghampiriku. ohhhhh..yeahhh nak, Mbak! nafasku semakin memburu. gw merintih-rintih nikmat, namun Mbak Ayik masih asyik mempermainkan kontolku di dalam rongga mulutnya. Gw juga semakin berani. Kutarik roknya sampai terlepas. Bahkan Mbak Ayik juga turut melepaskan kaosnya sendiri. Gila! Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ternya Mbak Ayik masih memiliki tubuh yang bagus. Kulitnya putih mulus, Tokednya yang kencang dan montok, serta pantatnya yang bulat menggemaskan membuatku seolah ingin mengunyahnya. Oh, sungguh seksi sekali dukun ini. wakzzz. kontol Pak Andika memang luar biasa besarnya. Hhhmmmm. saya memang sudah lama mendambakan kontol sebesar ini.Hhhmmm! dengan rakus Mbak Ayik kembali melumat kejantananku. Kali ini beliau mengangkangi tubuhku dan menyodorkan memeknya tepat ke wajahku. Dengan naluriku, gw mendekatkan mulutku ke memek Mbak Ayik yang merekah merah. Bau harum yang keluar sangat merangsang syaraf otakku untuk menjilatnya. Perlahan-lahan kujulurkan lidahku, dan kusapu permukaan memeknya dengan lembut. ohhhhh..yahhhhh begitu Pak ! Jilat terus punya saya.!Oooghhhtuhan! Mbak Ayik bertambah semangat mempermainkan kontolku di dalam mulutnya. Sementara tangannya mengocok batang kontolku, kepalanya juga bergerak naik turun. Sesekali beliau menyedot-nyedot ujung kontolku kuat-kuat. Cukup lama kami dalam posisi ini, saling menjilat, mengulum dan mengocok kemaluan masingmasing. Berapa saat kemudian Mbak Ayik melepaskan kulumannya.

Gimana, Pak Andika Suka kan? tanya Mbak Ayik sambil tersenyum pada gw. Gw hanya mengangguk pelan sambil menikmati jemari Mbak Ayik yang masih memijit-mijit batang kontolku. Berdasarkan pengamatan saya, kebanyakan orang yang mempunyai kontol besar mempunyai keinginan yang besar pula. Saya yakin, kali ini Pak Andika pasti akan bisa jadi Pegawai Negeri. kata Mbak Ayik menjelaskan. Tapi sekarang, biarkan saya bersenang-senang dulu dengan kontol Pak Andika yang besar ini! Mbak Ayik mengambil posisi duduk di atas paha gw. Perlahan-lahan beliau meraih kejantananku dan membimbingnya menuju ke liang sugawinya yang sudah basah. Dia terlihat meringis saat ujung kontolku mulai memasuki memiawnya yang hangat. Entah karena memiaw Mbak Ayik yang sempit, ataukah karena kontolku yang besar, proses penetrasi itu berjalan dengan lambat namun nikmat. Mbak Ayik tampak susah payah berusaha agar batang kontolku bisa masuk utuh ke dalam memiawnya. Sampai akhirnya Aaougghh. aduh Pak Andika ! Gede banget kontolmu! tubuh Mbak Ayik yang mulus tampak berkilat-kilat oleh cucuran keringatnya. Beberapa kali ia menghirup nafas dalam-dalam sambil membiarkan batang kontolku terbenam dalam rongga memeknya yang sempit. Beberapa saat kemudian Mbak Ayik mulai beraksi. Dengan kedua tangannya bertumpu pada dada bidangku, beliau mulai mengayunkan pantatnya naik-turun. uuhhhhh ohhhhhhhh! Gw mendesah-desah keenakan. Kedua tanganku memegang pinggul Mbak Ayik untuk mengatur gerakan naik-turunnya. Sesekali tanganku juga merayap naik, menggapai dua buah benda kenyal yang melambailambai indah seiring dengan gerakan naik turun tubuhnya. Dengan liar Mbak Ayik menghentak-hentakkan pantatnya, meliuk-liuk di atas tubuhku, seperti seekor ular betina yang tengah membelit mangsanya. Terkadang beliau juga membuat goyangan memutar-mutar pantatnya sehingga jepitan memeknya terasa mantap. Batang kontolku terasa seperti di pelintir dan dipijit-pijit di dalam lubang kenikmatan itu. Terasa sangat hangat dan nikmat. Ooouuuhhh Semakin lama gerakan Mbak Ayik semakin liar tak terkendali. Menghujam-hujam kejantananku semakin dalam dan mentok sampai dinding terdalam rongga memeknya. Nafas kami juga semakin memburu, seperti bunyi lokomotif tua yang berjalan dengan sisa-sisa tenaganya. Oh, Pak Andika , sayasudahnggak kuatlagi! Mbak Ayik menjerit nikmat berbarengan dengan muncratnya magma panas dari dalam rahimnya. Beliau mencengkeram kuat-kuat dada gw. Seolah ingin menancapkan kuku-kukunya ke dalam bukit dada gw.

Ooohhh sebentar lagi Mbak! Saya juga sudah mau keluar ooohhh yeaahhh.! Gw juga mempercepat gerakanku. Meskipun Mbak Ayik terlihat lelah, namun gw masih bisa menopang tubuhnya dan menggerakkan pinggulnya ke atas dan ke bawah. Beberapa menit kemudian, gw merasakan batang kontolku semakin mengencang dan mulai berdenyut-denyut. Gw segera mempercepat gerakanku. Kuhentak-hentakkan tubuh Mbak Ayik . Bunyi berkecipak semakin terdengar nyaring. Sampai akhirnya.. Saya keluar Mbak! Oogghhh! gw meregang nikmat bersamaan dengan menyemburnya sperma di dalam rongga kenikmatan Mbak Ayik . Seketika tubuhku lemas. Gw sudah tak mampu lagi menopang beban Mbak Ayik yang berada di atas tubuhku. Beliau ambruk menindih tubuhku sementara batang kejantananku masih tetap menancap di memeknya yang hangat. Dalam hati gw kagum dengan wanita ini. Beliau telah memberikan pengalaman baru dalam bercinta. Belum pernah gw merasakan pengalaman senikmat ini dalam berhubungan sex. Pak Andika memang benar-benar hebat! kata Mbak Ayik sambil membelai dan sesekali menciumi bulu-bulu halus di dadaku. Mbak juga hebat! Belum pernah saya sepuas ini, Mbak! Gw mengecup kening beliau dan membelai-belai rambut dan Tokednya yang terurai panjang. Tak berapa lama kemudian kami pun terlelap saling berpelukan. Entah sudah berapa lama gw terpejam, ketika gw merasakan sesuatu yang merayap di atas perutku. Sesuatu yang hangat dan lembut. Perlahan gw membuka mataku, ternyata Mbak Ayik tengah asyik menciumi, menjilati dan melumat permukaan kulit perut sixpackku. Aahhh, Mbak Ayik masih pengen nambah lagi? desahku pelan. Mbak Ayik tersenyum manja, Habis, kontol Pak Andika guede sih! Siapa sih yang gak ketagihan ama kontol segede ini! Ah, Mbak Ayik ini bisa aja! gw hanya merem melek, menikmati tangan beliau yang bermain main nakal di selangkanganku. Dengan lembut Beliau membelai kejantananku dan mengurut-urutnya dengan jempol dan telunjuknya. Terasa nikmat memang. Mbak Ayik bertambah antusias ketika batang kontolku mulai membesar dan mengeras. Dan dengan rakus, Mbak Ayik mulai menjilatinya, melumat dan mengocok kejantananku dengan mulut mungilnya. Aaahhh, aaahhh, enak Mbak! Oohhh! gw hanya bisa mengerang keenakan. Hhhhmmm., Pak Andika mau yang lebih enak lagi? tanya Mbak Ayik menggoda.

Emang ada yang lebih nikmat, Mbak? Coba Pak Andika berdiri! gw menuruti perintah Mbak Ayik . Dengan kondisi tubuhku masih telanjang bulat, gw berdiri di atas ranjang. Sementara itu, Mbak Ayik yang berlutut di hadapanku tampak memandangi batang kejantananku yang sudah berdiri mengangguk-angguk. Perlahan-lahan Mbak Ayik meraihnya dan mengocoknya dengan lembut. Kukira beliau akan memasukkan batang kontolku ke dalam mulutnya, tapi ternyata tidak. Beliau ternyata malah menggosok-gosokkan batang kontolku di permukaan Tokednya yang lembut. Oohhh. yaaahhh! Enak banget Mbak! Ini masih belum seberapa, Pak ! Coba Pak Andika rasakan yang ini Mbak Ayik menggeser batang kontolku dan menyelipkannya di antara belahan Tokednya. Sekarang, coba ayunkan pantat Mas Andika ! Gw menurut saja. Perlahan-lahan gw mengayunkan pantatku maju dan mundur, sementara Mbak Ayik menekan-nekan Tokednya kencang sehingga batang kontolku terasa terjepit-jepit diantara susunya yang kenyal. Oouuhhh! Mbak Ayik memang benar-benar pandai memanjakan pria! Ini benarbenar luar biasa, Mbak! gw mendesah-desah nikmat. Susu Mbak Ayik yang menekan-nekan kontolku membuat diriku serasa melayang. Lama juga kami melakukan foreplay ini. Sampai akhirnya Mbak Ayik meminta gw untuk segera menuntaskan permainan itu. Aahhh, Pak Andika ! Mbak sudah kepengen banget nih! rengek Mbak Ayik . Beliau melepaskan jepitan susunya dan kemudian mengambil posisi seperti orang sedang menungging. Meskipun gw masih belum begitu pengalaman, namun gw sudah pernah melihat posisi seperti itu dalam film porno. Perlahan-lahan gw membimbing kejantananku yang sudah berdiri keras ke arah lubang kewanitaan Mbak Ayik yang menganga dari belakan. Mbak Ayik tampak menggigit bibir sendiri ketika gw mulai menggesek-gesekkan ujung kontolku di bibir memeknya. Ooouhhh, ooohhh! Cepetan masukin dong Pak ! rengek Mbak Ayik . Pelan-pelan kutusukkan ujung kejantananku ke arah memek Mbak Ayik yang memerah. Aahhhh! gw melenguh nikmat. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, tapi Mbak Ayik masih memiliki memiaw yang seret lagi keset. Jepitannya masih terasa kuat, seolah-olah ingin meremukkan batang kontolku. Terlebih ketika seluruh batang kontolku tertanam dan terhisap di dalam rongga memiawnya. Sesaat gw membiarkan kontolku tertancap. Kemudian, pelan tapi pasti gw mulai mengayunkan pantatku maju-mundur.

Aaaahhhh, yeaahhh.! Sodokanmu mantep banget Pak Andika , Ooohhh! Mbak Ayik mengoceh tak karuan. Ah-uh-ah-uh, oh-yeh-oh-yeh! Beliau juga hanya bisa meremas-remas seprei kusut itu saat gerakanku mulai cepat. Lama juga kami bermain dalam posisi doggy itu, sampai akhirnya Mbak Ayik terlihat sangat lelah. Aduh, Oouhhh kita istirahat dulu ya sayang! Ooohhh! Gw mencabut kontolku, sedangkan Mbak Ayik terguling ke samping dan terkapar dengan tubuh bersimbah keringat. Payudaranya yang montok tampak naik turun seiring dengan deru nafasnya yang terengah-engah. Setelah mengatur nafas beberapa saat, gwpun mulai melanjutkan aksiku. Kubentangkan kaki Mbak Ayik ke samping lebar-lebar, kuangkat kaki kanannya dan kuletakkan di atas bahuku. Perlahan-lahan kutarik pinggang Mbak Ayik dan kuarahkan batang kontolku menuju liang surgawinya yang menganga, dan sleeeep! Kembali kejantananku tertanam dalam lobang hangat itu. Aduuhh, pelan-pelan dong sayang! rintih Mbak Ayik . Kembali gw ayunkan pantatku perlahan-lahan namun pasti. Mbak Ayik yang berada di bawahku tampak kelojotan menikmati aksiku ini. Terlebih ketika gw membercepat ayunanku dan menekan kuat-kuat batang kontolku ke dalam rahimnya. Beliau hanya bisa mengerang nikmat sambil mencengkeram kuat-kuat otot-otot lengan dan dadaku. Sambil terus bergerak maju mundur, seskali gw meremas-remas, menjilat, dan menciumi Tokednya. Iyaahaaghhh! Terus sayangyahhhyaahhoouugghhh. ! Mbak Ayik mengoceh tak karuan. Namun gw tidak menghiraukannya. Gw terus memompa tubuh seksinya dengan gerakan mengorek-ngorek lubang nikmat itu. Semakin lama gerakanku semakin liar. Ooohh, Pak ! Saya sudah nggak sanggup lagi., Ooohhh., saya mau keluarrr.! Gw merasakan dinding-dinding memek Mbak Ayik mengerut dan berdenyut-denyut, mencengkeram dan meremas-remas batang kontolku dari dalam. Semakin lama kedutan memek Mbak Ayik semain cepat, hal yang sama juga terjadi padaku. Batang kontolku sudah terasa ngilu dan berdenyut-denyut. Sampai akhirnya.. Aaarrggghhh.! Gw keluar lagi Pak ! Mbak Ayik menjerit puas. Gw semakin mempercepat gerakanku, mengoyak-ngoyak isi memek Mbak Ayik . Namun sebelum sperma keluar, gw segera mencabut kontolku. Sambil mengocoknya dengan tanganku, gw menyodorkan batang kontolku ke bibir Mbak Ayik yang terbuka. Gw semakin mempercepat kocokan tanganku sampai akhirnya. Aaaaggghh.aaaghh.aaaghhh!

Crotcrotcroottt! Cairan putih kental muncrat beberapa kali ke mulut Mbak Ayik . Tanpa rasa jijik beliau menelan habis spermaku, kemudian menjilati sisanya yang masih menempel di batang kontolku. Seketika tubuhku lemas, tulang-tulangku seolah rontok. Dan gw pun terkapar di sisi Mbak Ayik . Oh, Pak Andika benar-benar perkasa! Terima kasih ya Pak ! gw memeluk tubuh Mbak Ayik dan mencium keningnya. Beliau tampak tersenyum puas sambil meletakkan kepalanya di atas dadaku dan mengusap-usap bulu-bulu halus di atasnya. Kalau saya berhasil jadi Pegawai Negeri, Mbak Ayik mau minta apa? tanyaku kemudian. Mbak Ayik bangkit dan duduk bersimpuh di sampingku. Saya tidak minta apa-apa kok, Pak ! beliau tersenyum, Pak Andika tidak perlu membelikan saya apapun! Saya cuma minta ini.. Mbak Ayik meraih kontolku yang terkulai tak berdaya. Kemudian mengurut-urutnya dengan jemarinya yang lentik. Maksud Mbak Ayik ? tanyaku tidak mengerti. Kalau Pak Andika berhasil jadi PNS, saya cuma ingin Pak Andika mengunjungi saya setiap seminggu dua sampai tiga kali, memberi saya jatah untuk dient*t pakai punya Pak Andika yang besar dan panjang ini.. lanjut beliau sambil menjilati sisa-sisa sperma yang masih lengket di batang kontolku. Ah, kalau itu sih gampang! Dengan senang hati saya akan selalu siap melayani mbak! Mendengar jawabanku Mbak Ayik kegirangan. Dan beliau kembali menggugah birahiku dengan memberikan kuluman dan kocokan di batang kontolku. Beberapa minggu kemudian akhirnya gw benar-benar lolos menjadi PNS. Dan setelah dilaksanakan pelantikan, gw memenuhi janjiku kepada Mbak Ayik . Setiap kali ada kesempatan, gw selalu berkunjung ke tempat Mbak Ayik . Tentu saja untuk memberinya kepuasan. Dan selama berhubungan dengannya, beliau masih saja mengakui kejantananku dalam bermain cinta! Cerita Ngentot Dukun Sexy kali ini demi cita citaku menjadi seorang PNS.

Cerita Seks Panas Terbaru Ngentot Sambil Tidur


October 2nd, 2011 by | Posted under Cerita Panas Seru.

Cerita seks panas yang coba saya hadirkan disini merupakan cerita panas pertama saya, saya mengalami kisah ini beberapa waktu yang lalu, sungguh cerita ini adalah

cerita terpanas yang pernah saya buat, karena semua itu berawal dari sesuatu yang menurut saya itu mustahil namun ternyata memang benar-benar terjadi. Cerita ini berawal dari ketidaksengajaan yang terjadi dari beberapa orang yang tidur bersama disebuah ruangan tempat meraka melalukan KKN atau praktek kerja nyata salah satu perguruan tinggi di Semarang. Mahasiswa yang menjadi pemeran utama dalam cerita panas ini minta untuk nama dan tempat kejadian disamarkan! terima kasih cerita dewasannya bos nice story for me, berikut cerita dewasa pura2 tidur sambil ngentot.. Waktu terus berjalan dan tak terasa sudah memasuki bulan kedua aku menjalani KKN di sebuah kecamatan, di kota Semarang. Kami bersama 5 cewek dan 3 cowok termasuk aku, kelompok ku sudah berintegrasi dengan masyarakat Bonomerto. Sudah merasakan susahnya melaksanakan tugas-tugas berat selama KKN. Keluar masuk pedesaan yang belum pernah dikenal sebelumnya. Jalan masih berbatu belum diaspal. Bila malam hanya diterangi lampu minyak karena belum terjangkau listrik. Mandi di sendang terbuka tanpa dinding. BAB di sungai dengan air jernih yang mengalir deras. Benar-benar kehidupan yang alami dan eksotik. Dalam melakoni hidup sehari-hari dalam keadaan yang serba darurat itu, kami yang datang dari berbagai daerah dan berasal dari jurusan dan fakultas yang berbeda, tidak jarang mengalami konflik karena bertahan pada prinsip perjuangan masing-masing, tetapi selalu berakhir dengan happy karena bersama-sama menyadari, bahwa nama baik pribadi dan almamater menjadi taruhan di desa pengabdian ini. Kesibukan yang menguras tenaga dan pikiran, ditambah dengan kesulitan yang selalu muncul, membuat kelompok kami semakin kompak. Merasa senasib seperjuangan menderita dan bahagia bersama. Jika ada satu atau dua di antara kami sedang pulang ke Semarang, terasa sekali ada yang hilang. Kalau ada yang sakit, seisi Posko bergantian merawat dan memberi perhatian. Mesraaa sekali hubungan persaudaraan kami. Mendekati berakhirnya masa KKN, dibalik rasa senang karena tugas berat sudah berakhir, terbersit rasa sedih, takut berpisah dan tidak ketemu lagi. Kadang sampai larut malam kita tidak tidur, berkumpul di kamar depan, karena hanya ada dua kamar di posko itu. Aku pegang gitar, mengiringi teman-teman menyanyi lagulagu nostalgia. Lelah menyanyi berbicang-bincang membicarakan masalah pribadi, bahkan mencurahkan rahasia terdalam. Tentang keluarga, tentang pacar masingmasing, tentang suami atau isteri masing-masing. Para Pembaca perlu tau, bahwa ketiga cowok sudah berkeluarga, tetapi hanya 1 cewek yang sudah berkeluarga, Mbak Etty atau teman-teman panggil beliau Bu Etik. Yang empat itu masih gadis, tetapi mereka mengaku sendiri sudah tidak perawan lagi. Benar-benar tak ada rahasia di antara kami. Karena sudah mengantuk dan lelah ada yang tertidur di situ juga, malas masuk kamar. Akhirnya sampai pagi kita tidur di kamar depan semua. Hari pertama atau itu malam pertama kita tidur bersama di satu tempat. Tak terjadi apaapa sampai pagi. Semua bangun pagi dengan selamat tak kurang suatu apa. Penarikan mahasiswa KKN tinggal 10 hari lagi. Semua sibuk finishing program masing-masing. Aku dan Mbak Etty kebagian mempersiapkan pentas seni. Kita

bekerja berpacu dengan waktu. Kami benar-benar sudah lelah lahir batin. Sampai di Posko sudah jam sembilan malam. Seperti sudah ada kesepakatan sebelumnya, kita tidur jadi satu lagi. Endah dan Mbak Etty mengapit aku. Endah memelukku . Kaki Bu Etik menimpah pahaku, berat. Joko berpelukan dengan Yuni, Ponijan yang mirip Temon itu malah dipeluk dua cewek cantik, Marsitah dan Duwik. Karena kaki Bu Etik cukup berat, maka terpaksa kuangkat, akibatnya selimutnya mlorot dan pahanya yang mulus itu terpampang jelas di depanku. Berdesir darahku, tapi kucoba tepis pikiran kotor yang melintas sesaat. Bu Etik itu ternyata cantik juga, mirip Camelia Malik. Kesibukan tugas membutakan mataku terhadap kecantikan ibu beranak satu ini. Karena sibuk mengurusi kaki Bu Eti, aku terlepas dari pelukan Endah. Aku meluruskan kaki dan membenahi letak sarungku, bermaksud tidur lagi. Begitu aku merebahkan diri, meletakkan kepala di bantal, Bu Etik langsung miring ke arahku dan memeluk aku !! Entah sengaja atau tidak, tangannya tepat di atas kemaluanku. Hangatnya tangan Bu Etik terasa sekali. Membuat si kecil itu mengedut dan pelan-pelan bangkit. Akal sehatku bermaksud menyingkirkan tangan nakal itu, tapi bisikan setan lebih kuat, maka kubiarkan tongkat wasiatku membesar dan memanjang. Sekarang, tangan Bu Etik bergerak mengurut kemaluanku yang masih tertutup sarung. Genggaman tangannya semakin erat, tapi semakin lembut. Kuamati matanya, masih tertutup. Tapi aliran nafasnya bukan seperti orang tidur, nafasnya berat dan cepat. Aku belum berani bereaksi, masih ragu-ragu dan juga kawatir kalau menyinggung perasaan beliau, jika kuhentikan. Dia adalah Kepala Sekolah yang berwibawa. Kalau aku berani pegang dia dan marah, bisa panjang urusannya. Satu-satunya yang aman kulakukan adalah membebaskan si kecil dari CD dan sarung yang membuatnya terjepit. Setelah tidak terhalang sarung, telapak tangan Bu Etik semakin terasa panas menggairahkan. Badanku panas dingin. Menahan rangsangan itu sampai gigiku gemeletuk seperti kedinginan. Kesadaranku makin lama makin hilang, otak sudah dikuasai rangsangan birahi yang menggelegak. Tanganku segera mencari sasaran. Kuraba sudut gelap di pangkal pahanyaastaga.tak memakai CD dan sudah banjir..?? Karena posisiku berhadapan tetapi lutut Bu Etik melipat ke depan, aku pindah ambil posisi di belakang beliau. Kini aku menghadap ke arah Endah, tetapi berada di belakang punggung Bu Etik. Wanita cantik setengah baya ini masih merem, tetapi tangannya terus mencari kemaluanku. Saat penisku kutempelkan di vaginanya yang berambut lebat itu, tangannya aktif menuntun masuk dan ..blesssssdiiringi dengusan nafas Bu Etik dan dengkur halus orang-orang di depanku, aku terus maju mundur menyodok lubang basah Ibu Kepala Sekolah ini. Dinding vaginanya meremas-remas tongkatku. Jika Endah membuka mata, tentu melihat pemandangan indah, bagaimana tongkat hitam jelek membelah bibir merah sumber keniKmatan. Lubang itu mengeluarkan cairan berbusa yang mengakibatkan tongkat hitam itu dipenuhi busa putih. Lendir kenikmatan. Tusukan itu begitu dalam menembus rahim wanita stw yang cantik ini. Wajahnya yang anggun masih terpejam. Buah dadanya seakan mau tumpah keluar, terguncang-guncang karena sodokansodokan yang menggetarkan. Lama berpisah dengan keluarga, menjadikan wanita anggun ini kehausan

Tiba-tiba Bu Etik meluruskan kakinya dan mengubah posisi tidurnya telentang. Kucabut penisku dan kini kutusuk dari atas. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, kubuka selimut yang menutupi dadanya. Kunaikkan beha hitamnya dan muncullah penampakan luar biasa. Buah dada yang montok , kenceng dan putih. Tak sabar bibirku ngenyot putting-putting merah jambu itu bergantian. Di bawah sana, pantat Bu Etik bergerak muter-muter disertai desahan lirih; Uuhhhh.uhhhh.uhhh.. Seluruh pahanya kini terbuka dan dinaikkan, kedua tangannya memegang pahanya yang merapat ke dadanya, sehingga lubang kenikmatannya semakin lebar. Memudahkan penisku untuk keluar masuk. Mengetahui beliau sudah semakin basah mendekati orgasme, gerakan kupercepat, makin cepat dan oohhhhh kukeluarkan cairan kepuasan itu di dalam!!!! Bu Etik langsung tidur tanpa membereskan kainnya yang tersingkap dan buah dadanya yang luber ke manamana. Maka kurapikan seperti semula. Di wajahnya terlihat senyum kepuasan. Kini nafas Bu Etik mengalir teratur. Dengkurnya halus. Beliau sudah tertidur pulas membawa mimpi indah. Tak lama aku pun menyusul menuju ke pulau impian. Tapi tengah malam sekitar jam dua aku terbangun oleh suara berisik. Aku tidak bangun, hanya membuka mata, dan meilhat pemandangan langka. Marsitah yang putih mulus itu bertelanjang dada, sedang naik kuda. Ponijan cowok hitam berotot tapi berwajah lugu itu, ngorok keras, sementara tongkat hitamnya yang besar keluar masuk lubang kenikmatan Marsitah yang ayu. Tangan Sitah meremas-remas payudaranya sendiri. Gerakannya liar semakin lama semakin cepat. Sampai akhirnya dia ambruk di dada Ponijan yang terus ngorok seperti suara gergaji. Ternyata jika nafsu sudah bicara, cewek se-ayu Marsitah bisa makan dengan lahap bodin Banyumasnya Ponijan yang hitam legam itu. Memikirkan hal itu ototku tegang lagi. Sayang sekali, tidak lama kemudian sudah terdengar azan Subuh. Tapi KKN belum berakhir

Cerita Main Seks Terbaru


September 30th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks, sebuah cerita yang mengagumkan sekaligus menggairahkan bagi setiap pembaca disini, kisah seks yang mungkin bisa membuat anda para pembaca terhanyut dalam imajinasi panas sehingga andapun juga bisa sedikit merasakan kenikmatannya, cerita seks terbaru yang coba dihadirkan kali ini adalah tentang nikmatnya main seks dengan suster rumah sakit, sebuah cerita seru yang berawal dari ketidaksengajaan yang berbuah manis. Ok begini ceritanya.. Suatu siang saat aku melintas dengan mobilku sendirian dan sedang asyik dengerin radio Suara Surabaya aku melihat sebuah perkelahian cuek saja saat melintasi perkelahian itu sambil sedikit menoleh ke arah seorang laki-laki yang sedang dikeroyok 4 orang lawannya dia dikejar habis-habisan dan mencoba menerobos kerumunan penonton untuk mencari selamat. Terbelalak mataku bengitu sadar siapa lelaki yang sedang dikerjar tersebut ternyata dia Kakak temanku namanya

Anton. Yang ngga jelas kenapa dia ada di sana dan dikeroyok orang segala, tapi aku sudah tidak sempat berpikir lebih jauh segera saja aku pinggirkan kendaraanku dan aku turun untuk membantunya. Aku tarik dua orang yang sedang memukulnya karena Anton sudah jatuh terduduk dan dihajar berempat sekarang Anton mengurus dua orang dan aku dua orang memang masih tidak seiimbang dalam perkelahianku aku berhasil menangkap satu dari lawanku dan aku jepit kepalanya dengan lengan kiriku sedang lengan kananku aku gunakan untuk menghajarnya sementara aku berusaha menggunakan kakiku untuk melawna yang satunya lagi aku tak sempat lihat apa yang dilakukan Anton waktu seakan sudah tidak dapat dihitung lagi demikian cepatnya sampai hal terakhir yang masih aku ingat adalah aku merasakan perih di pinggang kanan belakangku dan saat kutengok ternyata aku ditusuk dengan sebilah belati dari belakang oleh entah siapa sambil menahan sakit aku merenggangkan jepitanku pada korbanku dan berusaha melakukan tendangan memutar sasaranku adalah lawan yang di depanku. Namun pada saat melakukan tendangan memutar sambil melayang tiba-tiba aku melihat ayunan stcik soft ball ke arah kakiku yang terjulur ngga ampun lagi aku jatuh terjerembab dan gagal melancarkan tendangan mautku sesampainya aku di tanah dengan agak tertelungkup aku merasakan pukulan bertubi-tubi mungkin lebih dari 3 orang yang menghajarku. Terakir kali kuingat aku merasakan beberapa kali tusukan sampai akhirnya aku sadar sudah berada di rumah sakit. Aku tidak jelas berada di rumah sakit mana yang pasti berisik sekali dan ruangannya panas dalam ruangan tersebut ada beberapa ranjang pada saat aku berusaha untuk melihat bagian bawahku yang terluka aku masih merasakan nyeri pada bagian perutku dan kaki kananku serasa gatal dan sedikit kebal ( mati rasa ) aku coba untuk geser kakiku ternyata berat sekali dan kaku. Kemudian aku paksakan untuk tidur Sore itu aku dijenguk oleh Dian adik Anton Dian ini teman kuliahku dia datang bersama dengan Mita adiknya yang di SMA katanya habis jenguk Anton dan Anton ada di ruang sebelah Makasih ya Joss kalo ngga ada kamu kali Anton sudah katanya sambil menitikkan air mata Sudahlah semua ini sudah berlalu tapi kalo boleh aku tau kenapa Anton sampe dikeroyok gitu ? tanyaku penasaran. Biasa gawa-gara cewek mereka goda cewek Airlangga dan cowoknya marah makanya dikeroyok emang sich bukan semua yang ngeroyok itu anak Airlangga sebagian kebetulan musuh Anton dari SMA, sialnya Anton saja ketemu lagi dan suasananya kaya gitu jadi dech di dihajar rame-rame jawab Mita. Kak Jossy yang luka apanya saja ? tanya Mita.

Tau nih rasanya ngga keruan jawabku Lihat aja sendiri soalnya aku ngga bisa gerak banyak kamu angkat selimutnya sekalian aku juga mo tau lanjutku pada Mita. Permisi ya Kak kata Mita langsung sambil membuka selimutku ( hanya diangkat saja ). Sesaat dia pandangi luka-lukaku dan mungkin karena banyak luka sehingga dia sampe bengong gitu dan pas aku lihat pinggangku dibalut sampe pinggul dan masih tembus oleh darah di bawahnya lagi aku melihat. ya ampun pantes ni anak singkong bengong meriamku tidak terbungkus apa-apa dan yang seremnya kepalanya yang gede kelihatan menarik sekali seperti perkedel. Sesaat kemudian aku masih sempat melihat kaki kananku digips mungkin patah kena stick soft ball. Mita menutup kembali selimut tadi dan Dian tidak sempat melhat lukaku karena dia sibuk nangis hatinya memang lemah sepertinya dia melankolis sejati. Mita sini aku mo bilangin kamu kataku Mitapun menunduk mendekatkan telinganya ke mulutku. Jangan bilang sama Dian soal apa yang kamu lihat barusan kamu suka ngga ? kataku berbisik. Serem bisiknya bales. Dian kamu jangan lihat lukaku nanti kamu makin ngga kuat lagi nahan nangis kataku. Tapi paling tidak aku mo tau boleh aku raba ? tanyanya Silahkan pelan-pelan ya masih belum kering lukanya. jawabku. Dian pun memasukkan tangannya ke balik selimut dan mulai meraba dari dada ke perut di situ dia merasakan ada balutan digesernya ke kanan kiri terus ke bawahan dikit Kok perbannya sampe gini lukanya kaya apa ? Wah aku sendiri belum jelas aku jawab pertanyaan Dian. Turun lagi tangannya ke pinggul kanan kena kulitku terus ke tengah kena meriamku dia raba setengah menggenggam untuk meyakinkan apa yang tersentuh tangannya tersentak dan dia menarik tangannya sedikit sambil melepas pengangannya pada meriamku Sorry ngga tau. Ngga apa-apa kok malah enak kalo sekalian dipijitin soalnya badanku sakit semua kataku nakal.

Nah. Kak Dian pegang anunya Kak Joss ya ? goda Mita Merah wajah Dian ditembak gitu. Dian terus saja meraba sampe pada kaki kananku dan dia menemukan gips Lho kok digips ? Iya patah tulangnya kali jawabku asal untuk menenangkan pikirannya Dian selesai merabaiku tapi tampak sekali dia masih kepikiran soal sentuhan pada meriam tadi dan sesekali matanya masih melirik ke sekitar meriamku sedang aku juga sedang menikmati dan membayangkan ulang kejadian barusan Flash back lah. Tanpa sadar tiba-tiba meriamku meradang dan mulai bangun sehingga tampak pada selimut tipis kalo ada sesuatu perkembangan di sana. Kak Joss anunya bangun bisik Dian padaku sambil dia ambil selimut lain untuk menutupnya tapi tangannya berhenti dan diam di atasnya Supaya Mita ngga ngelihat bisiknya lagi. Aku cuman bisa mengangguk aku sadar ujung penisku masih dapat menggapai telapaknya aku coba kejang-kejangkan penisku dan Dian seperti merasa dicolek-coleh tangannya. Mit kamu pamit sama Mas Anton dech kita bentar lagi pulang dan biar mereka istirahat kata Dian dan Mitapun melangkah keluar ruangan Kak Joss. nakal sekali anunya ya bisik Dian aku balas dengan ciuman di pipinya. Dian tolongin donk diurut-urut itunya biar lupa sakitnya pintaku Iya dech jawab Dian langsung mengurut meriamku dari luar selimut biar ngga nyolok dengan pasien lain walaupun antara ranjang ada penyekatnya Ian dari dalem aja langsung biar cepetan. pintaku karena merasa tanggung dan waktunya mepet sekali dia mo pulang., Dian menuruti permintaanku dengan memeriksa sekitar lebih dulu terus tangannya dimasukkan dalam selimutku langsung meremas meriamku dielusnya batangku dan sesekali bijinya dikocoknya lembut sekali wah gila rasanya lama juga Dian memainkan meriamku sampe aku ngga tahan lagi dan crrooottt.. crot. ccrrroooo..tttt. beberapa kali keluar Tiba-tiba Mita datang dan buru-buru Dian tarik tangannya dari balik selimut sedikt kena spermaku telapak tangan Dian dia goserkan pada sisi ranjang untuk mengelapnya Sudah Kak Joss aku sama Mita mo pulang. pamit Dian Sudah keluar khan bisiknya pada telingaku cup pipiku diciumnya Cepet sembuhnya besok aku tengok lagi Dia sengaja menciumku untuk menyamarkan bisikannya yang terakhir. Eh kalo bisa bilangin susternya aku minta pindah kelas satu donk di sini gerah pintaku pada mereka.

Merekapun keluar kamar dan melambaikan tangan satu jam kemudian aku dipindahkan ke tempat yang lebih bagus ada ACnya dan ranjangnya ada dua. Tapi ranjang sebelah kosong. Posisi kamarku agak jauh dari pos jaga suster perawat itu aku tau saat aku didorong dengan ranjang beroda. Habis gini mandi ya kata suster perawat sehabis mendorongku Tidak lama kemudian dia sudah balik dengan ember dan lap handuk dia taruh ember itu di meja kecil samping ranjangku dan mulai menyingkap selimutku serta melipatnya dekat kakiku. terbuka sudah seluruh tubuhku pas dia lihat sekita meriamku terkejut dia ada dua hal yang mengagetkannya Yang pertama adalah ukuran meriam serta kepalanya yang di luar normal besar sekali Dan yang kedua ada hasil kerjaan Dian spermaku masih berantakan tanpa sempat dibersihkan walaupun sebagian menempel di selimut tapi bekasnya yang mengering di badanku masih jelas terlihat. Kok kayaknya habis orgasme ya ? tanyanya. Lalu tanpa tunggu aju jawab dia ambil wash lap dan sabun Sus jangan pake wash lap geli saya ngga biasa kataku. Suster itu mulai dengan tanganku dibasuh dan disabunnya usapannya lembut sekali sambil dimandiin aku pandangi wajahnya dadanya cukup gede kalo aku lihat orangnya agak putih tangannya lembut. Selesai dengan yang kiri sekarang ganti tangan kananku dan seterusnya ke leher dan dadaku terus diusapnya sapuan telapak tangannya lembut aku rasakan dan akupun memejamkan mata untuk lebih menikmati sentuhannya. Sampe juga akhirnya pada meriamku dipegangnya dengan lembut. ditambah sabun digosok batangnya bijinya kembali ke batangnya dan aku ngga kuat untuk menahan supaya tetap lemas akhirnya berdiri juga pertama setengah tiang lama-lama juga akhirnya penuh keras. dia bersihkan juga sekitar kepala meriamku sambil berkata lirih Ini kepalanya besar sekali baru kali ini saya lihat kaya gini besarnya Sus enak dimandiin gini kataku memancing. Dia diam saja tapi yang jelas dia mulai mengocok dan memainkan batangku kayanya dia suka dengan ukurannya yang menakjubkan Enak Mas kalo diginikan ? tanyanya dengan lirikan nakal. Ssshh iya terusin ya Sus sampe keluar kataku sambil menahan rasa nikmat yang ngga ketulungan tangan kirinnya mengambil air dan membilas meriamku kemudian disekanya dengan tangan kanannya kenapa kok diseka pikirku tapi

aku diam saja mengikuti apa yang mau dia lakukan pokoknya jangan berhenti sampe sini aja pusing nanti Dia dekatkan kepalanya dan dijulurkan lidahnya kepala meriamku dijilatnya perlahan dan lidahnya mengitari kepala meriamku sejuta rasanya wow enak sekali lalu dikulumnya meriamku aku lihat mulutnya sampe penuh rasanya dan belum seluruhnya tenggelam dalam mulutnya yang mungil bibirnya yang tipis terayun keluar masuk saat menghisap maju mundur. Lama juga aku diisep suster jaga ini sampe akhirnya aku ngga tahan lagi dan crooott. crooott nikmat sekali. Spermaku tumpah dalam rongga mulutnya dan ditelannya habis sisa pada ujung meriamkupun dijilat serta dihisapnya habis Sudah sekarang dilanjutkan mandinya ya kata suster itu dan dia melanjutkan memandikan kaki kiriku setelah sebelumnya mencuci bersih meriamku badanku dibaliknya dan dimandikan pula sisi belakang badanku. Selesai acara mandi. Nanti malam saya ke sini lagi nanti saya temenin katanya sambil membereskan barang-barangnya. terakhir sebelum keluar kamar dia sempat menciumku pas di bibir hangat sekali Nanti malam saya kasih yang lebih hebat begitu katanya. Akupun berusaha untuk tidur nikmat sekali sore ini dua kali keluar dibantu dua cewek yang berbeda ini mungkin ganjaran dari menolong teman gitu hiburku dalam hati sambil memikirkan apa yang akan kudapat malam nanti akupun tertidur lelap sekali. Tiba-tiba aku dibangunkan oleh suster yang tadi lagi tapi aku belum sempat menyanyakan namanya baru setelah dia mo keluar kamar selesai meletakkan makananku dan membangunkanku namanya Anna. Cara dia membangunkanku cukup aneh rasanya suster di manapun tidak akan melakukan dengan cara ini dia remas-remas meriamku sambil digosoknya lembut sampe aku bangun dari tidurku. Langsung aku selesaikan makanku dengan susah payah akhirnya selesai juga lalu aku tekan bel dan tak lama kemudian datang suster yang lain aku minta dia nyalakan TV di atas dan mengakat makananku. Aku nonton acara-acara TV yang membosankan dan juga semua berita yang ditayangkan tanpa konsentrasi sedikitpun. Sekitar jam 9 malam suster Wiwik datang untuk mengobati lukaku dan mengganti perban pada saat dia melihat meriamkupun dia takjub

Ngga salah apa yang diomongkan temen-temen di ruang jaga demikian komentarnya. Kenapa Sus ? tanyaku ngga jelas. Oo itu tadi teman-teman bilang kalo pasien yang dirawat di kamar 26 itu kepalanya besar sekali. jawabnya. Setelah selesai dengan mengobati lukaku dan dia akan tinggalkan ruangan sebelum membetulkan selimutku dia sempatkan mengelus kepala meriamku Hmmm gimana ya rasanya ? gumamnya tanya meminta jawaban. Dan akupun hanya senyum saja. Wah suster di sini gila semua ya pikirku soalnya aku baru kenal dua orang dan dua-duanya suka sama meriamku minimal tertarik dan lagian ada promosi gratis di ruang jaga suster kalo ada pasien dengan kepala meriam super besar promosi yang menguntungkan semoga ada yang terjerat ingin mencoba selama aku masih dirawat di sini. Jam 10an kira-kira aku mulai tertidur aku mimpi indah sekali dalam tidurku karena sebelum tidur tadi otakku sempat berpikir jorok. Aku merasakan hangat sekali pada bagian selangkanganku tepatnya pada bagian meriamku sampe aku terbangun ternyata suster Anna sedang menghisap meriamku kali ini entah jam berapa ? Dengan bermalas-malasan aku nikmat terus hisapannya dan aku mulai ikut aktif dengan meraba dadanya suatu lokasi yang aku anggap paling dekat dengan jangkauanku. Aku buka kanding atasnya dua kancing aku rogoh dadanya di balik BH putihnya aku dapati segumpal daging hangat yang kenyal kuselusuri sambil meremas-remas kecil.. sampe juga pada putingnya aku pilin putingnya dan Sus Annapun mendesah entah berapa lama aku dihisap dan aku merabai Sus Anna sampe dia minta Mas masih sakit ngga badannya ? Kenapa Sus ? tanyaku bingung. Enggak kok sudah lumayan enakan dan tanpa menjawab diapun meloloskan CDnya dimasukkan dalam saku baju dinasnya. Lalu dia permisi padaku dan mulai mengangkangkan kakinya di atas meriamku dan bless dia masukkan batangku pada lobangnya yang hangat dan sudah basah sekali diapun mulai menggoyang perlahan pertama dengan gerakan naik turunlalu disusul dengan gerakan memutar wah suster ini rupanya sudah prof banget lobangnya aku rasakan masih sangat sempit makanya dia juga hanya berani gerak perlahan mungkin juga karena aku masih sakit dan punya banyak luka baru. Lama sekali permainan itu dan memang dia ngga ganti posisi karena posisi yang memungkinkan hanya satu posisi aku tidur di bawah dan dia di atasku. Sampe saat itu belum ada tanda-tanda aku akan keluar tapi kalo tidak salah dia sempat mengejang sekali tadi dipertengahan dan lemas sebentar lalu mulai menggoyang lagi sampe tiba-tiba pintu kamarku dibuka dari luar dan seorang suster masuk dengan tiba-tiba

Kaget sekali kami berdua karena tidak ada alasan lain jelas sekali kita sedang main mana posisinya mana baju dinas Suster Anna terbuka sampe perutnya dan BHnya juga sudah kelepas dan tergeletak di lantai. Ternyata yang masuk suster Wiwik dia langsung menghampiri dan bilang Teruskan saja An aku cuman mau ikutan mumpung sepi Suster Wiwikpun mengelus dadaku dia ciumin aku dengan lembut aku membalasnya dengan meremas dadanya dia diam saja aku buka kancingnya terus langsung aku loloskan pakaian dinasnya aku buka sekalian BHnya yang berenda tipis dan merangsang membal sekali tampak pada saat BH itu lepas dari badannya dada itu berguncang dikit kelihatan kalo masih sangat kencang tinggal CD minim yang digunakannya. Suster Anna masih saja dengan aksinya naik turun dan kadang berputar aku lhat saja dadanya yang terguncang akibat gerakannya yang mulai liar lidah suster Wiwik mulai memasuki rongga mulutku dan kuhisap ujung lidahnya yang menjulur itu tangan kiriku mulai merabai sekitar selangkangan suster Wiwik dari luar basah sudah CDnya pelan aku kuak ke samping dan kudapat permukaan bulu halus menyelimuti liang kenikmatannya kuelus perlahan baru kemudian sedikit kutekan ketemu sudah aku pada clitsnya agak ke belakang aku rasakan makin menghangat. Tersentuh olehku kemudian liang nikmat tersebut kuelus dua tiga kali sebelum akhirnya aku masukkan jariku ke dalamnya. Kucoba memasukkan sedalam mungkin jari telunjukku kemudian disusul oleh jari tengahku aku putar jari-jariku di dalamnya baru kukocok keluar masuk sambil jempolku memainkan clitsnya. Dia mendesar ringan sementara suster Anna rebahan karena lelah di dadaku dengan pinggulnya tiada hentinya menggoyang kanan dan kiri suster Wiwik menyibak rambut panjang suster Anna dan mulai menciumi punggung terbuka itu suster Anna makin mengerang mengerang. dan mengerang. sampai pada erangan panjang yang menandakan dia akan orgasme dan makin keras goyangan pinggulnya sementara aku mencoba mengimbangi dengan gerakan yang lebih keras dari sebelumnya karena dari tadi aku tidak dapat terlalu bergoyang takut lukaku sakit. Suster Anna mengerang. panjang sekali seperti orang sedang kesakitan tapi juga mirip orang kepedasan mendesis di antara erangannya dia sudah sampe rupanya dan dia tahan dulu sementara baru dicabutnya perlahan sekarang giliran suster Wiwik dilapnya dulu meriamku dikeringkan baru dia mulai menaikiku batin kurang ajar suster-suster ini aku digilirnya dan nanti aku juga mesti masih membayar biaya rawat gila enak di dia tapi.. enak juga dia aku kok demikian pikiranku ach masa bodo. POKOKNYA PUAS !!! Demikian kata iklan.

Ketika suster Wiwik telah menempati posisinya kulihat suster Anna mengelap liang kenikmatannya dengan tissue yang diambilnya dari meja kecil di sampingku. Suster Wiwik seakan menunggang kuda dia goyang maju mundur perlahan tapi penuh kepastian makin lama makin cepat iramanya sementara tanganku keduanya asyik meremas-remas dadanya yang mengembung indah kenyal sekali rasanya cukup besar ukurannya dan lebih besar dari suster Anna punya yang ini ngga kurang dari 36 kemungkinan cup C karena mantap dan tanganku seakan ngga cukup menggenggamnya. Sesekali kumainkan putingnya yang mulai mengeras dia mendesis hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya desisan itu sungguh manja kurasakan sementara suster Anna telah selesai dengan membersihkan liang hangatnya kemudian dia mulai lagi mengelus-elus badan telanjang suster Wiwik dan tuga memainkan rambutku mengusapnya Kemudian karena sudah cukup pemanasannya dia mulai menaiki ranjang lagi dikangkangkannya kakinya yang jenjang di atas kepalaku setengah berjongkok gayanya saat itu dengan menghadap tembok di atas kepalaku dan kedua tangannya berpegangan pada bagian kepala ranjangku. Mulai disorongkannya liangnya yang telah kering ke mulutku dengan cepat aku julurkan lidahku. aku colek sekali dulu dan aku tarik nafas. hhhmmmm harus khas liang senggama. kujilat liangnya dengan lidahku yang memang terkenal panjang kumainkan lidahku mereka berdua mengerang berbarengan kadang bersahutan Aku ingin tau sekarang ini jam berapa ? Jangan sampe erangan mereka mengganggu pasien lain karena aku mendengarnya cukup keras aku tengok ke dinding kosong ngga ada jam dinding aku lihat keluar kearah pintu mataku terbelalak terkejut shock benar-benar kaget aku lamat-lamat aku perhatikan di antara pintu aku melihat seberkas sinar mengkilap sambil terus menggoyang suster Wiwik meninggalkan jilatan pada suster Anna aku konsentrasi sejenak pada apa yang ada di belakang pintu ternyata pintupun terbuka makin gila aku makin kaget dan deg jantungku tersentak sesaat lalu lega tapi yang dateng ini dua temen suster yang sedang kupuaskan ini kayanya kalo marah sich ngga bakalan.. mereka sepertinya telah cukup lama melihat adegan kami bertiga jadi maksud kedatangannya hanya dua kemungkinan mo nonton dari dekat atau ikutan ternyata. Wah wah wah rajin sekali kalian bekerja sampe malem gini masih sibuk ngurus pasien demikian kata salah seorang dari mereka Mari kami bantu demikian sahut yang lainnya yang berbadan kecil kurus dan berdada super Jelas ini jawabannya adalah pilihan kedua. Merekapun langsung melepas pakaian dinas masing-masing satu mengambil posisi di kanan ranjang dan satu ngambil posisi di kiri ranjang secara hampir bersamaan mereka menciumi dada leher telinga dan semua daerah rangsanganku akupun mulai lagi konsentrasi pada liang suster Anna sementara kedua tanganku ambil bagian masing-masing sekarang semua bagian tubuhku yang menonjol panjang

telah habis digunakan untuk memuaskann 4 suster gatel malam ini tidak ada sisa rupanya. terus bagaimana kalo sampe ada satu lagi yang ikutan ? Jari-jariku baik dari tangan kanan maupun kiri telah amblas dalam liang hangat suster-suster gatel tersebut untuk menggaruknya kali aku kocok-kocokkan keluar masuk ya lidahku ya jariku ya meriamku rusak sudah konsentrasiku Ini permainan Four Whell Drive ( 4 WD )atau bisa juga disebut Four Wheel Steering ( 4 WS ) empat-empatnya jalan semua kayanya kau makin piawai dalam permainan 4DW / 4 WS ini karena ini kali dua aku mencoba mempraktekkannya. Lama sekali permainannya sampe tiba-tiba suster Wiwik mengerang. kesar dan panjang serta mengejang Setelah suster Wiwik selesai dan mencabut meriamku suster Anna berbalik posisi dengan posisi 69 kami saling menghisap dan permainan berlanjut sekali aku minta rotasi yang di kananku untuk naik yang di atas ( suster Anna ) aku minta ke kiri dan suster yang di kiri aku minta pindah posisi kanan. Tawaran ini tidak disia-siakan oleh suster yang berkulit agak gelap dari semua temannya dia langsung menancapkan meriamku dengan gerakan yang menakjubkan tanpa dipegang. diambilnya meriamku yang masih tegang dengan liangnya dan langsung dimasukkan amblas sudah meriamku dari pandangan. Diapun langsung menggoyang keras rupanya sudah ngga tahan Benar juga sekitar 5 menit dia bergoyang sudah mengejang keras dan mengerang. mengerang. panjang serta lemas. Sementara tingal dua korban yang belum selesai aku minta bantuan suster yang masih ada di sana untuk membantu aku balik badan tengkurap kemudian aku suruh suster yang pendek dan berdada besar tadi untuk masuk ke bawah tubuhku. sedangkan suster Anna aku suruh duduk di samping bantal yang digunakan suster kecil tadi. Perlahan aku mulai memasukkan meriam raksasaku pada liang suster yang bertubuh kecil ini sulit sekali dan diapun membantu dengan bimbingan test. Setelah tertancap tapi sayangnya tidak dapat habis terbenam rasanya mentok sekali dengan bibir rahimnya akupun mulai menggoyang suster kecil dan menjilati suster Anna. Mereka berdua kembali mendesah. mengerang. mendesah dan kadang mendesis kaya ular. Aku sulit sekali sebenarnya untuk mengayun pinggulku maju mundur. jadi yang bisa aku lakukan cuman tetap menancapkan meriamku pada liang kenikmatan suster mungil ini sambil memutar pinggulku seakan meng-obok-obok liangnya sedangkan dadanya yang aku bilang super itu terasa sekali mengganjal dadaku yang bidang kenikmatan tiada tara sedang dinikmati si mungil di bawahku ini dia mendesis tak keruan sedang lidahku tetap menghajar liang kenikmatan suster Anna sesekali aku jilatkan pada clitsnya dia menggelinjang setiap kali lidahku menyentuh clitsnya mendengar desisan mereka berdua aku jadi ngga tahan maka dengan nekat aku keraskan goyangan pinggulku dan hisapanku pada suster Anna dia mulai mengejang mengerang dan kemudian disusul dengan suster

yang sedang kutindih. suster Anna sudah lemas dan beranjak turun dari posisinya. Aku tekan lebih keras suster mungil ini. sambil dadanya yang menggairahkan ini aku remas-remas semauku aku sudah merasakan hampir sampe juga sedang suster mungil masih mengerang. terus dan terus kayanya dia dapat multi orgasme dan panjang sekali orgasme yang didapatnya. aku coba mengjar orgasmenya dan. dan. berhasil juga akuhirnya aku sodok dan benamkan meriamku sekuat-kuatnya sampe dia melotot aku didekapnya erat sekali dan Adu..uh enak sekali demikian salah satu katanya yang dapat aku dengar. Akupun ambruk diatas dada besar yang menggemaskan itu lunglai sudah tubuh ini rasanya menghabisi 4 suster sekaligus suatu rekord yang gila permainan Four Wheel Drive kedua dalam hidupku pada saat mencabutnyapun aku terpaksa diantu suster yang lain Kasihan pasien ini nanti sembuhnya jadi lama soalnya ngga sempet istirahat kata suster yang hitam. Iya dan kayanya kita akan setiap malam rajin minta giliran kaya malem ini sahut suster Wiwik. Kalo itu dibuat system arisan saja kata suster Anna sadis sekali kedengarannya. Emangnya aku meriam bergilir apa ? Malam itu aku tidur lelaap sekali dan aku sempat minta untuk suster mungil menemaniku tidur, aku berjanji tiap malam mereka dapat giliran menemaniku tidur tapi setelah mendapat jatah batin tentunya. Suster mungil ini bernama Ratih dan malam itu kami tidur berdekapan mesra sekali seperti pengantin baru dan samasama polos sampe jam 4 pagi dia minta jatah tambahan dan kamipun bermain one on one ( satu lawan satu, ngga keroyokan kaya semalem ). Hot sekali dia pagi itu karena kami lebih bebas tapi yang kacau adalah udahannya aku merasa sakit karena lukaku berdarah lagi jadi terpaksa ketahuan dech sama yang lain kalo ada sesi tambahan dan merekapun rame-rame mengobati lukaku. sambil masih pengen lihat meriam dasyat yang meluluh lantakkan tubuh mereka semaleman. Abis gitu sekitar jam 5 aku kembali tidur sampe pagi jam 7.20 aku dibangunkan untuk mandi pagi. Mandi pagi dibantu oleh suster Dewi dan sempat diisep sampe keluar dalam mulutnya nah suster Dewi ini yang kulitnya hitaman semalam. Nama mereka sering aku dapat setelah tubuh mereka aku dapat. Hari kedua Pagi jam 10 aku dibesuk oleh Dian dan Mita mereka membawakan buah jeruk dan apel aslinya sich aku ngga demen makan buah setengah jam kami ngobrol bertiga. sampe suatu saat aku bilang pada Dian

Aku mo minta tolong Ian kepalaku pusing soalnya aku dari semaleman ngga dapet keluar dan aku ngga bisa self service demikian kataku membuka acara dan akupun bercerita sedikit kebiasaanku pada Dian dengan bumbu tentunya. Aku cerita kalo biasa setiap kali mandi pagi aku suka onani kalo semalemnya ngga dapet cewek buat nemenin tidur dan sorenya juga suka main lagi Dian bisa maklum karena aku dulu sempat samen leven dengan Nana temannya yang hyper sex selama 8 bulan lebih dia juga tahu kehidupanku tidak pernah sepi cewek. Dengan dalih dia mo bantu aku karena hal ini dianggap sebagai bales jasa menyelamatkan jiwa kakaknya yang aku selamatkan dari keroyokan kemarin sampe akhirnya aku sendiri masuk rumah sakit. Dia minta Mita adiknya keluar dulu karena malu, tapi Mita tau apa yang akan dilakukan Dian padaku karena pembicaraan tadi di depan Mita. Sekeluarnya Mita dari kamar Dian langsung memasukkan tangannya dalam selimutku dan mulailah dia meremas dan mengelus meriamku yang sedang tidur sampe bangun dan keras sekali setelah dikocoknya dengan segala macam cara masih belum keluar juga sedang waktu sudah menunjukkan pukul 10.45 berarti jam besuk tinggal 15 menit lagi maka aku minta Dian menghisap meriamku. Mulanya dia malu tapi dikerjakannya juga demi bales jasa kayaya atau dia mulai suka ? Akhirnya keluar juga spermaku dan kali ini tidak diselimut lagi tapi dalam mulut Dian dan ini pertama kali Dian meneguk spermaku juga pertama kali teman kuliahku ini ngisep punyaku kayanya dia juga belum mahir betul itu ketahuan dari beberapa kali aku meringis kesakitan karena kena giginya. Spermaku ditelannya habis sesuai permintaanku dan aku bilang kalo sperma itu steril dan baik buat kulit benernya sich aku ngga tau jelas asal ngomong aja dan dia percaya setelah menelan spermaku dia ambil air di gelas dan meminumnya belum biasa kali. Aku tengok ke jendela luar saat Dian ambil minum tadi ternyata aku melihat jendela depan yang menghadap taman tidak tertutup rapat dan aku sempat lihat kalo Mita tadi ngintip kakaknya ngisep aku Jam 11.05 mereka berdua pamit pulang selanjutnya aku aku makan siang dan tidur sampe bangun sekitar jam 3 siang. Dan aku minta suster jaga untuk memindahkanku ke kursi roda sebelum dipindahkan aku diobati dulu dan diberi pakeaian seperti rok panjang terusan agak gombor. dengan kancing banyak sekali di belakangnya. Pada saat mengenakan pakaian tersebut dikerjakan oleh dua suster shift pagi suster Atty dan suster Fatima, pada saat mereka berdua sempat melihat meriamku mereka saling berpandangan dan tersenyum terus melirik nakal padaku aku cuek saja pada saat aku mo dipindahkan ke kurasi roda aku diminta untuk memeluk suster Fatima orangnya masih muda sekitar 23 tahunan kira-kira rambutnya pendek tubuhnya sekitar 159 Cm dadanya sekitar 34 B pada saat memeluk aku sedikit kencangkan sambil pura-pura ngga kuat berdiri aku dekap dia dari pinggang ke pundak ( seperti merengkuh ) dengan demikian aku telah menguncinya

sehingga dia tidak dapat mengambil jarak lagi dan dadanya pas sekali dipundakku greeng meriamku setengah bangun dapat sentuhan tersebut. Agak tegak berdirinya Mas berat soalnya badan Masnya kata suster Fatima. Akupun mengikut perintahnya dengan memindahkan tangan kananku seakan merangkulnya dengan demikian aku makin mendekatkan wajahnya ke leherku dan aku dorong sekalian kepalaku sehingga dia secara ngga sadar bibirnya kena di leherku sementara suster Atty membetulkan letak kursi roda aku lihat pinggulnya dari berlakang wah bagus juga ya Suster Fatima bantu aku duduk di kursi roda dan suster Atty pegang kursi roda dari belakangpada saat mo duduk pas mukaku dekat sekali dengan dada suster Fatima aku sempetin aja desak dan gigit dengan bibir berlapis gigi ke dada tersebut karena beberapa terhenti aku dapat merasakan gigitan itu sekitar 2 detikan dech dia diam saja dan saat aku sudah duduk. dan suster Atty keluar kamar Awas ya nakal sekali kata suster Fatima sambil mendelik. Aku tau dia ngga marah cuman pura-pura marah aja Satunya belum Sus, kataku menggoda Enak aja geli tau ? jawabnya sewot. Nanti saya cubit baru tau lanjutnya sambil langsung mencubit meriamku dan terus dia ngeloyor keluar kamar dengan muka merah karena meriamku saat itu sudah full standing karena abis nge-gigit toket jadi terangsang Sus tolong donk saya di dorong keluar kamar kataku sebelum sempat suster Fatima keluar jauh. Diapun kembali dan mendorongku ke teras kamar menghadap taman. Aku bengong di teras sambil menghisap rokokku di pangkuanku ada novel tapi rasanya males mo baca novel itu jadinya aku bengong saja sore itu di teras sambil ngelamun aku mikirin rencana lain untuk malam ini mo pake gaya apa ya ? Tiba-tiba aku dikejutkan dengan telapak tangan yang menutup mataku Siapa ini ? Kok tangannya halus dingin dan kecil Siapa ni ? kataku Terus dilepasnya tangan tersebut dan dia ke arah depanku baru kutau dia Mita adik Dian. Kok sendirian ? Mana Mita ? tanyaku Lagi ketempat dosennya mo ngurus skripsi jawab Mita. Jadi ngga kesini donk ? tanyaku penasaran. Ya ngga lah ini saya bawain bubur buatan Mama katanya sambil mendorongku masuk kamar dia letakkan bubur itu di atas meja kecil samping ranjang. Terus kami ngobrol sekitar 10 menit sampe aku bilang Mit ach ngga jadi dech kataku bingung gimana mo mulainya maksudku mo jailin dia untuk

ngeluarin aku seperti yang dilakukan kakaknya tadi pagi bukankah dia juga udah ngintip kali aja dia pengen kaya kakaknya mumpung lagi cuman berduaan Kenapa Kak ? aku tak menjawab hanya mengernyitkan dahi saja Pusing ya ? tanyanya lagi. Iya ni penyakit biasa kataku makin berani kali bisa Kak gimana ya ? Tadi khan udah ? katanya mulai ngerti maksudku tapi kayanya dia bingung dan malu merah wajahnya tampak sekali. Mit sorry ya kalo kamu ngga keberatan tolongin Kakak donk ntar malem Kakak ngga bisa tidur kalo kataku mengarah dan sengaja tidak menyelesaikan kata-kataku supaya terkesan gimana gitu. Iya Mita tau Kak dan kasihan sekali tapi gimana Mita ngga bisa Mita malu Kak Ya udah kalo kamu keberatan aku ngga mo maksa lagian kamu masih kecil Kak Mita ciumin aja ya supaya Kakak terhibur jangan susah Kak kalo Mita sudah besar dan sudah bisa juga mau kok bantuin Kak Jossy kaya tadi pagi kata dia sambil mencium pipiku. Iya dech sini Kak cium kamu kataku dan diapun pindah kehadapanku. Dia membungkuk sehingga ada kelihatan dadanya yang membusung aduh. gila usaha harus jalan terus ni gimana caranya masa bodo harus dapet aku udah pusing berat. Dan Mitapun memelukku sambil membungkuk aku cium pipinya, dagunya belakang telinganya kadang aku gigit lembut telinganya pokoknya semua daerah rangsangan aku coba merangsangnya ciuman kami lama juga sampe nafasnya terasa sekali di telingaku. Tangaku mencoba meremas dadanya diapun mundur mo menghidar Mit gini dech aku sentuh kamu saja ngga ngapain kok supaya aku lebih tenang nanti malem Maaf Kak tadi Mita kaget Mita ngerti kok Kak Joss gini juga gara-gara Mas Anton jawabnya penuh pengertian atau dia udah kepancing ? Diapun kembali mendekat dan kuraih dadanya aku remasdan dia kembali menciumku dari tadi tidak ada ciuman bibir hanya pipi dan telinga saling berbalasan sampe remasanku makin liar dan mencoba menyusup pada bajunya melalui celah kancing atasnya. Tangan Mita mulai turun dari dadaku ke meriamku dan meremasnya dari luar Aduh enak sekali Mit terusin ya sampe keluar biar aku ngga pusing nanti kataku nafsu menyambut kemajuannya. Lama remasan kami berlangsung sampe akhirnya Mita melorot dan berjongkok di depanku dan menyingkap pakaianku dia mulai mo mencium meriamku dengan

mata redup penuh nafsu dia mulai mencium sayang pada meriamku. Masukin saja Mit kataku. Mitapun memasukkan meriamku dalam mulut mungilnya sulit sekali tampaknya dan penuh sekali kelihatan dari luar dia mulai menghisap dan aku bilang jangan sampe kena gigi Tak perlu aku ceritakan proses isep-isepan itu yang pasti saat aku ngga tahan lagi aku tekan palanya supaya tetap nancep dan aku keluarkan dalam mulut mungil Mita terbelalak mata Mita kena semprot spermaku. Telen aja Mit ngga papa kok kataku Diapun menelan spermaku lalu dicabutnya dari mulut mungil itu sisa spermaku yang meleleh di meriamku dan bibir mungilnya dilap pake tissue dan dia lari ke kamar mandi. sedang aku merapikan kembali pakaianku yang tersibak tadi. Ada orang datang kelihatan dari balik kaca jendela Sorry Joss aku baru bisa dateng sekarang ngga dapet pesawat soalnya kata Bang Johnny yang datang bersama dengan kak Wenda dan Winny Iya ini juga langsung dari airport kata Kak Wenda. Kamu kenapa si ceritanya gimana kok bisa sampe kaya gini ? tanya Winny Lha kalian tau aku di sini dari mana ? tanyaku bingung. Tadi malem kami telpon ke rumah ngga ada yang jawab sampe tadi pagi kami telpon terus masih kosong kata Kak Wenda. Aku telpon ke rumahnya Donna yang di Kertajaya kamu ngga di sana aku telpon rumahnya yang di Grand Family juga kamu ngga ada, malah ketemu sammy di sana kata Winny. Sammy bilang mo bantu cari kamu terus siang tadi Donna telpon katanya dia abis nelpon Dian dan katanya kamu dirawat di sini dan dia cerita panjang sampe kamu masuk rumah sakit kata Winny lagi. Mereka tuh semua dari Jakarta karena ada saudara Kak Wenda yang menikah dan rencananya pulangnya kemarin sore pantes Kak Wenda telpon aku kemarin mungkin mo bilangin kalo pulangnya ditunda. Malah dapet berita kaya gini. Mita keluar dari kamar mandi yang ada dalam kamarku itu kaget juga tau banyak orang ada di sana dan dia kayanya kikuk jugaSetelah aku perkenalkan kalo ini Mita adiknya Dian dan kemudian Mita pamit mo jenguk kakaknya diruang lain. Kamipun ngobrol seperginya Mita dari hadapan kami. Winny memandangku dengan sedih mungkin kasihan tapi juga bisa dia cemburu sama Mita ngapain ada dalam kamar mandi dan sebelumnya cuman berduaan aja sama aku di sini. Selanjutnya tidak ada cerita menarik untuk diceritakan pada kalian semua yang pasti mereka ngobrol sampe jam 5.20 karena minta perpanjangan waktu dan jam 5 tadi Mita datang lagi cuman pamit langsung pulang. Malamnya seperti biasa kejadiannya sama seperti hari pertama mandi sore diisep lagi kali ini sustenya lain dia suster Fatima yang sempet aku gigit toketnya tadi siang. Dan malemnya aku main lagi dan tidur dengan suster Wiwik suster Anna off hari itu jadi waktu main cuman suster Wiwik, suster Ratih dan suster Dewi

Cerita Panas Seks Dengan Tetangga Depan Rumah


September 28th, 2011 by | Posted under Cerita Panas Seru.

Cerita panas ini terjadi beberapa waktu lalu, memang sebenarnya cerita panas ini termasuk ga lazim, namun cerita seks semacam ini seru banget lo, karena awalnya hanya gurauan sekarang menjadi kisah panas yang sangat menarik, mungkin bagi anda para suami yang menginginkan hal panas maksudnya dalam seks bisa mencoba hal ini. Cerita tersebut berawal dari istriku saat akan tidur, yang mengatakan bahwa evi tetangga depan rumah aq ternyata mempunyai suami yang impoten, aq agak terkejut tidak menyangka sama sekali, karna dilihat dari postur suaminya yang tinggi tegap rasanya tdk mungkin, memang yg aku tau mereka telah berumah tangga sekitar 5 tahun tapi blm dikaruniai seorang anakpun. bener pah, td evi cerita sendiri sm mama kata istriku seolah menjawab keraguanku, wah, kasian banget ya mah, jadi dia gak bisa mencapai kepuasan dong mah? pancingku iya sahut istriku singkat pikiran aku kembali menerawang ke sosok yg diceritakan istriku, tetangga depan rumahku yang menurutku sangat cantik dan seksi, aku suka melihatnya kala pagi dia sedang berolahraga di depan rumahku yang tentunya di dpn rumahku jg, kebetulan tempat tinggal aku berada di cluster yang cukup elite, sehingga tidak ada pagar disetiap rumah, dan jalanan bisa dijadikan tempat olahraga, aku perkirakan tingginya 170an dan berat mungkin 60an, tinggi dan berisi, kadang saat dia olahraga pagi aku sering mencuri pandang pahanya yang putih dan mulus karena hanya mengenakan celana pendek, pinggulnya yg besar sungguh kontras dengan pinggangnya yang ramping, dan yang sering bikin aku pusing adalah dia selalu mengenakan kaos tanpa lengan, sehingga saat dia mengangkat tangan aku dapat melihat tonjolan buah dadanya yg keliatannya begitu padat bergotang mengikuti gerakan tubuhnya. Satu hal lagi yang membuat aku betah memandangnya adalah bulu ketiaknya yang lebat, ya lebat sekali, aku sendiri tidak mengerti kenapa dia tidak mencukur bulu ketiaknya, tapi jujur aja aku justru paling bernafsu saat melihat bulu ketiaknya yang hitam, kontras dengan tonjoilan buah dadanya yg sangat putih mulus. tapi ya aku hanya bisa memandang saja karna bagaimanapun juga dia adalah tetanggaku dan suaminya adalah teman aku. namun cerita istriku yang mengatakan suaminya impoten jelas membuat aku menghayal gak karuan, dan entah ide dari mana, aku langsung bicara ke istriku yang keliatannya sudah mulai pulas. mah panggilku pelan hem istriku hanya menggunam saja gimana kalau kita kerjain evi hah? istriku terkejut dan membuka matanya

maksud papa? Aku agak ragu juga menyampaikannya, tapi karna udah terlanjur juga akhirnya aku ungkapkan juga ke istriku, ya, kita kerjain evi, sampai dia gak tahan menahan nafsunya buat apa? dan gimana caranya? uber istriku lalu aku uraikan cara2 memancing birahi evi, bisa dengan seolah2 gak sengaja melihat, nbaik melihat senjata aku atau saat kamu ml, istriku agak terkejut juga apalagi setelah aku uraikan tujuan akhirnya aku menikmati tubuh evi, dia marah dan tersinggung papa sudah gila ya, mentang2 mama sudah gak menarik lagi! ambek istriku tapi untunglah setelah aku beri penjelasan bahwa aku hanya sekedar fun aja dan aku hanya mengungkapkan saja tanpa bermaksud memaksa mengiyakan rencanaku, istriku mulai melunak dan akhirnya kata2 yang aku tunggu dari mulutnya terucap. oke deh pah, kayanya sih seru juga, tapi inget jangan sampai kecantol, dan jangan ngurangin jatah mama ancam istriku. aku seneng banget dengernya, aku langsung cium kening istriku. so pasti dong mah, lagian selama ini kan mama sendiri yang gak mau tiap hari sahutku. kan lumayan buat ngisi hari kosong saat mama gak mau main kataku bercanda istriku hanya terdiam cemberut manja.. mungkin juga membenarkan libidoku yang terlalu tinggi dan libidonya yang cenderung rendah. keesokan paginya, kebetulan hari Sabtu , hari libur kerja, setelah kompromi dgn istriku, kami menjalankan rencana satu, pukul 5.30 pagi istriku keluar berolahraga dan tentunya bertemu dengan evi, aku mengintip mereka dari jendela atas rumah aku dengan deg2an, setelah aku melihat mereka ngobrol serius, aku mulai menjalankan aksiku, aku yakin istriku sedang membicarakan bahwa aku bernafsu tinggi dan kadang tidak sanggup melayani, dan sesuai skenario aku harus berjalan di jendela sehingga mereka melihat aku dalam keadaan telanjang dengan senjata tegang, dan tidak sulit buatku karena sedari tadi melihat evi berolahraga saja senjataku sudah menegang kaku, aku buka celana pendekku hingga telanjang, senjataku berdiri menunjuk langit2, lalu aku berjalan melewati jendela sambil menyampirkan handuk di pundakku seolah2 mau mandi, aku yakin mereka melihat dengan jelas karena suasana pagi yang blm begitu terang kontras dengan keadaan kamarku yang terang benderang. tapi untuk memastikannya aku balik kembali berpura2 ada yang tertinggal dan lewat sekali lagi, sesampai dikamar mandiku, aku segera menyiram kepalaku yang panas akibat birahiku yang naik, hemm segarnya, ternyata siraman air dingin dapat menetralkan otakku yg panas. Setelah mandi aku duduk diteras berteman secangkir kopi dan koran, aku melihat mereka berdua masih mengobrol. Aku mengangguk ke evi yg kebetulan melihat aku sbg pertanda menyapa, aku melihat roma merah diwajahnya, entah apa yg dibicarakan istriku saat itu. Masih dengan peluh bercucuran istriku yg masih keliatan

seksi jg memberikan jari jempolnya ke aku yang sedang asik baca koran, pasti pertanda bagus pikirku, aku segera menyusul istriku dan menanyakannya gimana mah? kejarku istriku cuma mesem aja, kok jadi papa yg nafsu sih candanya aku setengah malu juga, akhirnya istriku cerita juga, katanya wajah evi keliatan horny saat dengar bahwa nafsu aku berlebihan, apalagi pas melihat aku lewat dengan senjata tegang di jendela, roman mukanya berubah. sepertinya evi sangat bernafsu pah kata istriku. malah dia bilang mama beruntung punya suami kaya papa, tidak seperti dia yang cuma dipuaskan oleh jari2 suaminya aja oh aku cuma mengangguk setelah tahu begitu, trus, selanjutnya gimana mah? pancing aku yah terserah papa aja, kan papa yg punya rencana aku terdiam dengan seribu khayalan indah, ok deh, kita mikir dulu ya mah aku kembali melanjutkan membaca koran yg sempat tertunda, baru saja duduk aku melihat suami evi berangkat kerja dengan mobilnya dan sempat menyapaku pak, lagi santai nih, yuk berangkat pak sapanya akrab aku menjawab sapaannya dengan tersenyum dan lambaian tangan. pucuk dicinta ulam tiba pikirku, ini adalah kesempatan besar, evi di rumah sendiri, tapi gimana caranya? aku memutar otak, konsentrasiku tidak pada koran tapi mencari cara untuk memancing gairah evi dan menyetubuhinya, tapi gimana? gimana? gimana? sedang asiknya mikir, tau2 orang yang aku khayalin ada di dpn mataku, wah, lagi nyantai nih pak, mbak yeni ada pak? sapanya sambil menyebut nama istriku eh mbak evi, ada di dalam mbak, masuk aja jawabku setengah gugup evi melangkah memasuki rumahku, aku cuma memperhatikan pantatnya yang bahenol bergoyang seolah memanggilku untuk meremasnya. aku kembali hanyut dengan pikiranku, tapi keberadaan evi di rumahku jelas membuat aku segera beranjak dari teras dan masuk ke rumah juga, aku ingin melihat mereka, ternyata mereka sedang asik ngobrol di ruang tamu, obrolan mereka mendadak terhenti setelah aku masuk, hayo, pagi2 sudah ngegosip! pasti lagi ngobrolin yg seru2 nih candaku mereka berdua hanya tersenyum. aku segera masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku, aku menatap langit2 kamar, dan akhirnya mataku tertuju pada jendela kamar yang hordengnya terbuka, tentunya mereka bisa melihat aku pikirku, karena di kamar posisinya lebih terang dari diruang tamu, tentunya mereka bisa melihat aku, meskipun aku tidak bisa melihat mereka mengobrol? reflek aku bangkit dari tempat tidur dan menggeser sofa kesudut yg aku perkirakan

mereka dapat melihat, lalu aku lepas celana pendekku dan mulai mengocok senjataku, ehmm sungguh nikmat, aku bayangkan evi sedang melihatku ngocok dan sedang horny, senjataku langsung kaku. tapi tiba2 saja pintu kamarku terbuka, istriku masuk dan langsung menutup kembali pintu kamar. pa, apa2an sih pagi2 udah ngocok, dari ruang tamu kan kelihatan semprot istriku hah?, masa iya? tanyaku pura2 bego. evi sampai malu dan pulang tuh cerocosnya lagi, aku hanya terdiam, mendengar evi pulang mendadak gairahku jadi drop, aku kenakan kembali celanaku. sampai siang aku sama sekali belum menemukan cara untuk memancingnya, sampai istriku pergi mau arisan aku cuma rebahan di kamar memikirkan cara untuk menikmati tubuh evi, pasti lagi mikirin evi nih, bengong terus, awas ya bertindak sendiri tanpa mama ancam istriku mama mau arisan dulu sebentar aku cuma mengangguk aja, 5 menit setelah istriku pergi, aku terbangun karna di dpn rumah terdengar suara gaduh, aku keluar dan melihat anakku yg laki bersama teman2nya ada di teras rumah evi dengan wajah ketakutan, aku segera menghampirinya, dan ternyata bola yang dimainkan anakku dan teman2nya mengenai lampu taman rumah evi hingga pecah, aku segera minta maaf ke evi dan berjanji akan menggantinya, anakku dan teman2nya kusuruh bermain di lapangan yg agak jauh dari rumah. mbak evi, aku pamit dulu ya, mau beli lampu buat gantiin pamitku eh gak usah pak, biar aja, namanya juga anak2, lagian aku ada lampu bekasnya yg dari developer di gudang, kalau gak keberatan nanti tolong dipasang yang bekasnya aja aku lihat memang lampu yang pecah sudah bukan standar dr developer, tapi otakku jd panas melihat cara bicaranya dengan senyumnya dan membuat aku horny sendiri. kalau gitu mbak tolong ambil lampunya, nanti aku pasang kataku wah aku gak sampe pak, tolong diambilin didalam senyumnya. kesempatan datang tanpa direncanakan, aku mengangguk mengikuti langkahnya, lalu evi menunjukan gudang diatas kamar mandinya, ternyata dia memanfaatkan ruang kosong diatas kamar mandinya untuk gudang. wah tinggi mbak, aku gak sampe, mbak ada tangga? tanyaku gak ada pak, kalau pake bangku sampe gak tanyanya coba aja kataku. Evi berjalan ke dapur mengambil bangku, lambaian pinggulnya yang bulat seolah memanggilku untuk segera menikmatinya, meskipun tertutup rapat, namun aku bisa membayangkan kenikmatan di dalam dasternya. lamunanku terputus setelah evi menaruh bangku tepat didepanku, aku segera naik,

tapi ternyata tanganku masih tak sampai meraih handle pintu gudang, gak sampe mba kataku aku lihat evi agak kebingungan, dulu naruhnya gimana mbak? tanyaku dulu kan ada tukang yang naruh, mereka punya tangga kalau gitu aku pinjem tangga dulu ya mba sama tetangga aku segera keluar mencari pinjaman tangga, tapi aku sudah merencanakan hal gila, setelah dapat pinjaman tangga aluminium, aku ke rumah dulu, aku lepaskan celana dalamku, hingga aku hanya mengenakan celana pendek berbahan kaos, aku kembali ke rumah evi dgn membawa tangga, akhirnya aku berhasil mengambil lampunya. dan langsung memasangnya, tapi ternyata dudukan lampunya berbeda, lampu yang lama lebih besar, aku kembali ke dalam rumah dan mencari dudukan lampu yg lamanya, tp sudah aku acak2 semua tetapi tidak ketemu jg, aku turun dan memanggil evi, namun aku sama sekali tak melihatnya atau sahutannya saat kupanggil, pasti ada dikamar: pikirku wah bisa gagal rencanaku memancingnya jika evi dikamar terus aku segera menuju kamarnya, namun sebelum mengetuknya niat isengku timbul, aku coba mengintip dari lubang kunci dan ternyata. Aku dapat pemandangan bagus, aku lihat evi sedang telanjang bulat di atas tempat tidurnya, jari2nya meremas buah dadanya sendiri, sedangkan tangan yang satunya menggesek2 klitorisnya, aku gemetar menahan nafsu, senjataku langsung membesar dan mengeras, andai saja tangan aku yang meremas buah dadanya sedang asik2nya mengkhayal tiba2 evi berabjak dari tempat tidurnya dan mengenakan pakaian kembali, mungkin dia inget ada tamu, aku segera lari dan pura2 mencari kegudang, senjataku yang masih tegang aku biarkan menonjol jelas di celana pendekku yang tanpa cd. loh, nyari apalgi pak? aku lihat muka evi memerah, ia pasti melihat tonjolan besar di celanaku ini mbak, dudukannya lain dengan lampu yang pecah aku turun dari tangga dan menunjukan kepadanya, aku pura2 tidak tahu keadaan celanaku, evi tampak sedikit resah saat bicara. jadi gimana ya pak? mesti beli baru dong suara evi terdengar serak, mungkin ia menahan nafsu melihat senjataku dibalik celana pendekku, apalagi dia tadi sedang masturbasi. Aku pura2 berfikir, padahal dalam hati aku bersorak karena sudah 60% evi aku kuasai, tapi bener sih aku lagi mikir, tapi mikir gimana cara supaya masuk dalam kamarnya dan menikmati tubuhnya yang begitu sempurna?? kayanya dulu ada pak. coba aku yang cari suara evi mengagetkan lamunanku, lalu ia menaiki tangga, dan sepertinya evi sengaja memancingku, aku dibawah jelas melihat paha gempalnya yang putih mulus tak bercela, dan ternyata evi sama sekali tidak mengenakan celana dalam, tapi sepertinya evi cuek aja, semakin lama diatas

aku semakin tak tahan, senjataku sudah basah oleh pelumas pertanda siap melaksanakan tugasnya. Setelah beberapa menit mencari dan tidak ada juga, evi turun dari tangga, tapi naas buat dia ( Atau malah sengaja : ia tergelincir dari anak tangga pertama, tidak tinggi tapi lumayan membuatbya hilang keseimbangan, aku reflek menangkap tubuhnya dan memeluknya dari belakang, hemmm sungguh nikmat sekali, meskipun masih terhalang celana dalam ku dan dasternya tapi senjataku dapat merasakan kenyalnya pantat evi, dan aku yakin evi pun merasakan denyutan hangat dipantatnya, makasih pak evi tersipu malu dan akupun berkata maaf berbarengan dgn ucapan makasihnya gak papa kok, tapi kok tadi seperti ada yg ngeganjel dipantatku ya? sepertinya evi mulai berani, akupun membalasnya dgn gurauan, oh itu pertanda senjata siap melaksanakan tugas tugas apa nih? evi semakin terpancing aku pun sudah lupa janji dgn istriku yang ga boleh bertindak tanpa sepengetahuannya, aku sudah dikuasai nafsu. tugas ini mbak! kataku langsung merangkulnya dalam pelukanku aku langsung melumat bibirnya dengan nafsu ternyata evipun dengan buas melumat bibirku juga, mungkin iapun menunggu keberanianku, ciuman kami panas membara, lidah kami saling melilit seperti ular, tangan evi langsung meremas senjataku, mungkin baru ini dia melihat senjata yang tegang sehingga evi begitu liar meremasnya, aku balas meremas buah dadanya yang negitu kenyal, meskipun dari luar ali bisa pastiin bahwa evi tidak mengenakn bra, putingnya langsung mencuat, aku pilin pelan putingnya, tanganku yang satu meremas bongkahan pantatnya yang mulus, cumbuan kami semakin panas bergelora tapi tiba2 sebentar mas! evi berlari ke depan ternyata ia mengunci pintu depan, aku cuma melongo dipanggil dengan mas yang menunjukan keakraban sini mas! ia memanggilku masuk kekamarnya aku segera berlari kecil menuju kamarnya, evi langsung melepas dasternya, dia bugil tanpa sehelai benangpun di depan mataku. sungguh keindahan yang benar2 luar biasa, aku terpana sejenak melihat putih mulusnya badan evi. bulu kemaluannya yang lebat menghitam kontras dengan kulitnya yg bersih. lekuk pinggangnya sungguh indah. tapi hanya sekejab saja aku terpana, aku langsung melepas kaos dan celana pendekku, senjataku yang dari tadi mengeras menunjuk keatas, tapi ternyata aku kalah buas dengan evi. dia langsung berjongkok di depanku yang masih berdiri dan melumat senjataku dengan rakusnya.

Lidahnya yang lembut terasa hangat menggelitik penisku, mataku terpejam menikmati cumbuannya, sungguh benar2 liar, mungkin karna evi selama ini tidak pernah melihat senjata yang kaku dan keras, kadang ia mengocoknya dengan cepat, aliran kenikmatan menjalari seluruh tubuhku, aku segera menariknya keatas, lalu mencium bibirnya, nafasnya yang terasa wangi memompa semangatku untuk terus melumat bibirnya, aku dorong tubuhnya yang aduhai ke ranjangnya, aku mulai mengeluarkan jurusku, lidahku kini mejalari lehernya yang jenjang dan putih, tanganku aktif meremas2 buah dadanya lembut, putingnya yang masih kecil dan agak memerah aku pillin2, kini dari mataku hanya berjarak sekian cm ke bulu ketiaknya yang begitu lebat, aku hirup aromanya yang khas, sungguh wangi. lidahku mulai menjalar ke ketiak dan melingkari buah dadanya yang benar2 kenyal. Dan saat lidahku yang hangat melumat putingnya evi semakin mendesah tak karuan, rambutku habis dijambaknya, kepalaku terus ditekan ke buah dadanya. aku semakin semangat, tidak ada sejengkal tubuh evi yang luput dari sapuan lidahku, bahkan pinggul pantat dan pahanya juga, apalagi saat lidahku sampai di kemaluannya yang berbulu lebat, setelah bersusah payah meminggirkan bulunya yang lebat, lidahku sampai juga ke klitorisnya, kemaluannya sudah basah, aku lumat klitnya dengan lembut, evi semakin hanyut, tangannya meremas sprey pertanda menahan nikmat yang aku berikan, lidahku kini masuk ke dalam lubang kemaluannya, aku semakin asik dengan aroma kewanitaan evi yang begitu wangi dan menambah birahiku. Tapi sedang asik2nya aku mencumbu vaginanya, evi tiba2 bangun dan langsung mendorongku terlentang, lalu dengan sekali sentakan pantatnya yang bulat dan mulus langsung berada diatas perutku, tangannya langsung menuntun senjataku, lalu perlahan pantatnya turun, kepala kemaluanku mulai menyeruak masuk kedalam kemaluannya yang basah, namun meskipun basah aku merasakan jepitan kemaluannya sangat ketat. mungkin karna selama ini hanya jari saja yang masuk kedalam vaginanya, centi demi centi senjataku memasuki vaginanya berbarengan dengan pantat evi yang turun, sampai akhirnya aku merasakan seluruh batang senjataku tertanam dalam vaginanya, sungguh pengalaman indah, aku merasakan nikmat yang luar biasa dengan ketatnya vaginanya meremas otot2 senjataku, evi terdiam sejenak menikmati penuhnya senjataku dalam kemaluannya, tapi tak lama. Pantatnya yang bahenl dan mulus nulaik bergoyang, kadang ke depan ke belakang, kadang keatas ke bawah, peluh sudah bercucuran di tubuh kami, tanganku tidak tinggal diam memberikan rangsangan pada dua buah dadanya yang besar, dan goyangan pinggul evi semakin lama semakin cepat dan tak beraturan, senjataku seperti diurut dengan lembut, aku mencoba menahan ejakulasiku sekuat mungkin, dan tak lama berselang, aku merasakan denyutan2 vagina evi di batang senjataku semakin menguat dan akhirnya evi berteriak keras melepas orgasmenya, giginya menancap keras dibahuku evi orgasme, aku merasakan hangat di batang senjataku, akhirnya tubuhnya yang sintal terlungkup diatas tubuhku, senjataku masih terbenam didalam kemaluannya,aku biarkan dia sejenak menikmati sisa2 orgasmenya setelah beberapa menit aku berbisik ditelinganya, mba, langsung lanjut ya? aku tanggung nih evi

tersenyum dan bangkit dari atas tubuhku, ia duduk dipinggir ranjang, makasih ya mas, baru kali ini aku mengalami orgasme yang luar biasa ia kembali melumat bibirku.aku yang masih terlentang menerima cumbuan evi yang semakin liar, benar2 liar, seluruh tubuhku dijilatin dengan rakusnya, bahkan lidahnya yang nakal menyedot dan menjilat putingku, sungguh nikmat, aliran daraku seperti mengalir dengan cepat, akhirnya aku ambil kendali, dengan gaya konvensional aku kemabli memasukkan senjataku dalam kemaluannya, sudah agak mudah tapi tetap masih ketat menjepit senjataku, pantatku bergerak turun naik, sambil lidahku mengisap buah dadanya bergantian, aku liat wajah evi yang cantik memerah pertanda birahinya kembali naik, aku atur tempo permainan, aku ingin sebisa mungkin memberikan kepuasan lebih kepadanya, entah sudah berapa gaya yang aku lakukan, dan entah sudah berapa kali evi orgasme, aku tdk menghitungnya, aku hanya inget terakhir aku oake gaya doggy yang benar2 luar biasa, pantatnya yang besar memberikan sensasi tersendiri saat aku menggerakkan senjataku keluar masuk. dan memang aku benar2 tak sanggup lagi menahan spermaku saat doggy, aku pacu sekencang mungkin, pantat evi yang kenyal bergoyang seirama dengan hentakanku,tapi aku masih ingat satu kesadaran mbak diluar atau didalam? tanyaku parau terbawa nafsu sambil terus memompa senjataku Evipun menjawab dengan serak akibat nafsunya Didalam aja mas, aku lagi gak subur dan tak perlu waktu lama, selang beberapa detik setelah evi menjawab aku hentakan keras senjataku dalam vaginanya, seluruh tubuhku meregang kaku, aliran kenikmatan menuju penisku dan memeuntahkan laharnya dalam vagina evi, ada sekitar sepuluh kedutan nikmat aku tumpahkan kedalam vaginanya, sementara evi aku lihat menggigit sprey dihadapannya, mungkin iapun mengalami orgasme yg kesekian kalinya.

Cerita Ngeseks Dengan Pembantuku


September 18th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks, ini adalah sebuah cerita panas yang sungguh menarik bagi saya, karena pada cerita ini terdapat sebuah hal yang menyangkut pribadi saya dimana kepribadian saya tersebut termasuk sebuah hal yang cukup aneh, dalam cerita panas seru ini saya ingin menceritakan tentang seks saya dengan pembantu dirumahku. Dalam cerita ini aku bisa dibilang cewek gatel atau apalah yang jelas aku jadi ketagihan main seks dengan pembantuku ini, ok begini cerita selengkapnya silahkan disimak. Rumah yang mewah, uang yang berlebihan dan fasilitas hidup yang lebih dari cukup ternyata bukan kunci kebahagiaan untuk seorang wanita. Apalagi untuk seorang wanita yang muda, cantik dan penuh vitalitas hidup seperti Sari. Sudah satu bulan ini ia ditinggal suaminya bertugas ke luar kota. Padahal mereka belum lagi enam bulan menikah. Pasti semakin mengesalkan juga, untuk Sari, kalau tugas dinas luar kota diperpanjang di luar rencana. Seperti malam itu, ketika Baskoro, suami Sari, menelepon untuk menjelaskan bahwa ia tidak jadi pulang besok karena

tugasnya diperpanjang 2 3 minggu lagi. Sari keras mem-protes, tapi menurut suaminya mau tidak mau ia harus menjalankan tugas. Waktu Sari merayunya, supaya bisa datang untuk week-end saja, Baskoro menolak. Katanya terlalu repot jauh-jauh datang hanya untuk sekedar indehoy. Dengan hati panas Sari bertanya: Lho mas, apa kamu nggak punya kebutuhan sebagai laki-laki? Mungkin karena suasana pembicaraan dari tadi sudah agak tegang seenaknya Baskoro menjawab, Yah namanya laki-laki, di mana aja kan bisa dapet. Dalam keadaan marah, tersinggung, bercampur gemas karena birahi, Sari membanting gagang telepon. Ia merasa sesuatu yang nakal harus ia lakukan sebagai balas dendam kepada pasangan hidup yang sudah demikian melecehkannya. Kembali ia teringat kepada pembicaraannya dengan Minah beberapa hari yang lalu, kala ia tanyakan bagaimana pembantu wanitanya itu menyalurkan hasrat sex-nya. Waktu itu ia bercanda mengganggu janda muda yang sedang mencuci piring di dapur itu. Minah, kamu rayu aja si Iman. Kan lumayan dapet daun muda. Minah tersenyum malu-malu. Katanya, Ah ibu bisa aja Tapi mana dia mau lagi. Lalu sambil menengok ke kanan ke kiri, seolah-lah takut kalau ada yang mendengar Minah mengatakan sesuatu yang membuat darah sari agak berdesir. Bu, si Iman itu orangnya lumayan lho. Apalagi kalau ngeliat dia telanjang nggak pakai baju. Purapura kaget Sari bertanya dengan nada heran: Kok kamu tau sih? Tersipu-sipu Minah menjelaskan. Waktu itu malam-malam Minah pernah ke kamarnya mau pinjem balsem. Diketuk-ketuk kok pintunya nggak dibuka. Pas Minah buka dia udah nyenyak tidur. Baru Minah tau kalau tidur itu dia nggak pakai apa-apa. Tersenyum Sari menanyakan lebih lanjut. Jadi kamu liat punyaannya segala dong? Kata Minah bersemangat, Iya bu, aduh duh besarnya. Jadi kangen mantan suami. Biarpun punyanya nggak sebesar itu. Setengah kurang percaya Sari bertanya, Iman? Si Iman anak kecil itu? Iya bu! Minah menegaskan. Iya Iman si Pariman itu. Kan nggak ada yang lainnya tho bu. Lalu dengan nada bercanda Sari bertanya mengganggu,Terus si Iman kamu tomplok ya? Sambil melengos pergi Minah menjawab, Ya nggak dong bu, kata Minah sambil buru-buru pergi. PIKIRAN NAKAL Dalam keadaan hati yang panas dan tersinggung jalan pikiran Sari menjadi lain. Ia yang biasanya tidak terlalu memperdulikan Iman, sekarang sering memperhatikan pemuda itu dengan lebih cermat. Beberapa kali sampai anak muda itu merasa agak rikuh. Dari apa yang dilihatnya, ditambah cerita Minah beberapa hari yang lalu, Sari mulai merasa tertarik. Membayangkan barang kepunyaan Iman, yang kata Minah aduh duh itu membuat Sari merasa sesuatu yang aneh. Mungkin sebagai kompensasi atau karena gengsi sikapnya menjadi agak dingin dan kaku terhadap Iman. Iman sendiri sampai merasa kurang enak dan bertanya-tanya apa gerangan salahnya. Pada suatu hari, setelah sekian minggu tidak menerima nafkah batinnya, perasaan Sari menjadi semakin tak tertahankan. Malam yang semakin larut tidak berhasil

membuatnya tertidur. Ia merasa membutuhkan sesuatu. Akhirnya Sari berdiri, diambilnya sebuah majalah bergambar dari dalam lemari dan pergilah ia ke kamar Iman di loteng bagian belakang rumah. Pelan-pelan diketuknya pintu kamar Iman. Setelah diulangnya berkali-kali baru terdengar ada yang bangun dari tempat tidur dan membuka pintu. Wajah Iman tampak kaget melihat Sari telah berdiri di depannya. Apalagi ketika wanita berkulit putih yang cantik itu langsung memasuki ruangannya. Agak kebingungan Iman melilitkan selimut tipisnya untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Melihat tubuh Iman yang tidak berbaju itu Sari menelan air liurnya. Lalu dengan nada agak ketus ia berkata, Sana kamu mandi, jangan lupa gosok gigi. Iman menatap kebingungan, Sekarang bu? Dengan nada kesal Sari menegaskan, Ia sekarang ,,, udah gitu aja nggak usah pake baju segala. Tergopoh-gopoh Iman menuju ke kamar mandi, memenuhi permintaan Sari. Sementara Iman di kamar mandi Sari duduk di kursi, sambil me!ihat-lihat sekitar kamar Iman. Pikirnya dalam hati, Bersih, rapih juga ini anak. MENCOBA JANTAN Kira-kira sepuluh atau lima belas menit berselang Iman telah selesai. Maaf bu , katanya sambil memasuki ruangan. Ia hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.Saya pake baju dulu bu, katanya sambil melangkah menuju lemari pakaiannya. Dengan nada ketus Sari berkata,Nggak usah. Kamu duduk aja di tempat tidur Bukan, bukan duduk gitu, berbaring aja. Lalu sambil melempar majalah yang dibawanya ia menyuruh Iman membacanya. Sambil melangkah keluar Sari sempat berkata Sebentar lagi saya kembali. Dengan kikuk dan kuatir Iman mulai membalik halaman demi halaman majalah porno di tangannya. Tapi ia tidak berani bertanya kepada Sari, apa sebenarnya yang wanita itu inginkan. Setelah saat-saat yang menegangkan itu berlangsung beberapa lama, Iman mulai terangsang juga melihat berbagai adegan senggama di majalah yang berada di tangannya itu. Ia merasa alat kejantanannya mengeras. Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Sari melangkah masuk. Iman berusaha bangkit, tapi sambil duduk di tepi pembaringan Sari mendorong tubuhnya sampai tergeletak kembali. Tatapan matanya dingin, sama sekali tidak ada senyuman di bibirnya. Tapi tetap saja ia terlihat cantik. Iman dengar kata-kata saya ya. Kamu saya minta melakukan sesuatu, tapi jangan sampai kamu cerita ke siapa-siapa. Mengerti? Iman hanya dapat mengangguk, walaupun ia masih merasa bingung. Hampir ia menjerit ketika Sari menyingkap handuknya terbuka. Apalagi ketika tangannya yang halus itu memegang barang kepunyaannya yang tadi sudah tegang keras. Hm .. Besar juga ya punya kamu, demikian Sari menggumam. Diteruskannya mengocok-ngocok daging kemaluan Iman, dengan mata terpejam. Pelan-pelan ketegangan Iman mulai sirna, dinikmatinya sensasi pengalamannya ini dengan rasa pasrah. Tiba-tiba Sari berdiri dan langsung meloloskan daster yang dikenakannya ke atas. Bagai patung pualam putih tubuhnya terlihat di mata Iman. Walaupun lampu di kamar itu tidak begitu terang, Iman dapat menyaksikan keindahan tubuh Sari dengan jelas. Tertegun ia memandangi Sari, sampai beberapa kali meneguk air liurnya.

Tidak lama kemudian Sari naik ke tempat tidur, diambilnya posisi mengangkangi Iman. Masih dengan nada judes ia berkata Yang akan saya lakukan ini bukan karena kamu, tapi karena saya mau balas dendam. Jadi jangan kamu berpikiran macam-macam ya. Lalu digenggamnya lagi tonggak kejantanan Iman dan diusapusapkannya bonggol kepalanya ke bibir kemaluannya sendiri. Terus menerus dilakukannya hal ini sampai vaginanya mulai basah. Lalu ditatapnya Iman dengan pandangan yang tajam. Katanya dengan suara ketus, Jangan kamu berani-berani sentuh tubuh saya. Setelah itu, Juga jangan sampe kamu keluar di punyaan saya. Awas ya. Lalu di-pas-kannya ujung kemaluan Iman di bibir liang kewanitaannya dan ditekannya tubuhnya ke bawah. Pelan-pelan tapi pasti barang kepunyaan Iman menusuk masuk ke lubang kenikmatan Sari. Aduh Ah Man, besar amat sih demikian Sari sempat merintih. Setelah kemaluan Iman benar-benar masuk Sari mulai menggoyang pinggulnya. Suaranya sesekali mendesah keenakan. Tidak lama kemudian dicapainya orgasmenya yang pertama. Hampir seperti orang kesakitan suara Sari mengerang-erang panjang. Aah Aargh Aah, aduh enaknya Seperti orang lupa diri Sari mengungkapkan rasa puasnya dengan polos. Tapi ketika Sari sadar bahwa kedua tangan Iman sedang mengusapi pahanya yang putih mulus, ditepisnya dengan kasar. Tadi saya bilang apa ! Iman ketakutan, Maaf bu. Lalu perintah Sari lagi, Angkat tangannya ke atas. Iman menurutinya, katanya Baik bu. Begitu melihat bidang dada dan buluketiak Iman Sari kembali terangsang. Sekali lagi ia menggoyang pinggulnya dengan bersemangat, sampai ia mencapai orgasmenya yang kedua. Setelah itu masih sekali lagi dicapainya puncak kenikmatan, walaupun tidak sehebat sebelumnya. Iman sendiri sebetulnya juga beberapa kali hampir keluar, tapi karena tadi sudah diwantiwanti, maka ditahannya dengan sekuat tenaga. Rupanya Sari sudah merasa puas, karena dicabutnya alat kejantanan Iman yang masih keras itu. Dikenakannya kembali dasternya. Sekarang wajahnya terlihat jauh lebih lembut. Sebelum meninggalkan kamar Iman sempat ia menunjukkan apresiasi-nya. Kamu hebat Man lalu sambungnya Lusa malam aku kemari lagi ya. Setelah itu masih sempat ia berpesan, . O iya, kamu terusin aja sekarang sama Minah Dia mau kok. Iman hanya mengangguk, tanpa mengucapkan apa-apa. Sampai lama Iman belum dapat tertidur lelap, membayangkan kembali pengalaman yang baru saja berlalu. Kehilangan keperjakaan tidak membuat Iman merasa sedih. Malah ada rasa bangga bahwa seorang wanita cantik dari kalangan berpunya seperti Sari telah memilih dirinya. PEJANTAN GAGAH Sesuai pesannya dua malam kemudian Sari datang lagi ke kamar Iman. Kali ini pemuda itu sudah betul-betul menyiapkan dirinya. Jadi Sari tinggal menaiki tubuhnya dan menikmati alat kejantanannya yang keras itu. Walaupun suaranya masih ketus meminta Iman untuk sama-sekali tidak menyentuh tubuhnya, kali ini Sari sampai meremas-remas dada dan pinggul Iman ketika mencapai orgasmenya. Bahkan tidak lupa wanita cantik itu sempat memuji pemuda yang beruntung itu. Katanya, Man, Pariman, kamu hebat sekali. Selama kawin aku belum pernah

sepuas sekarang ini. Terma kasih ya. Iman hanya menjawab terbata-bata, Saya Saya seneng Hm Bisa nyenengin bu Sari. Sambil membuka pintu kamar Sari berpesan. Katanya, . Iya Man, tapi jangan bosen ya. Lalu tambahnya lagi, Udah, sekarang kamu terusin sama Minah sana. Aku mau tidur dulu ya. Dua malam kemudian kembali Sari menyambangi kamar Iman. Kebetulan tanpa penjelasan apapun siangnya ia sempat meminta pemuda itu untuk mengganti seprei ranjang dan sarung bantalnya. Man Kamu capek nggak? Sari bertanya dengan lembut. Rupanya berkali-kali dipuaskan pemuda itu membuatnya sikapnya lebih ramah. Iman tersenyum, Nggak kok bu. Saya siap dan seneng aja melayani ibu. Tanpa malu-malu langsung Sari melepaskan daster-nya. Setelah itu dilorotnya kain sarung Iman. Dengan takjub ia memandangi kepunyaan lelaki itu. Tanpa sadar sempat ia memuji, Aduh Man, udah besar amat sih kepunyaanmu. Lalu sambil mengocok-ngocoknya Sari sempat berkata, Hm Man, keras lagi. Lalu sambil membaringkan tubuhnya ia meminta, Kamu dari atas ya Man. Aku mau coba di bawah. Langsung Iman memposisikan kemaluannya di antara celah paha Sari. Lelaki muda itu betul-betul terangsang melihat kemolekan nyonya muda yang sedang marah kepada suaminya itu. Tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa ia boleh mencicipi tubuh yang seputih dan semulus ini. Apalagi Sari sekarang tidak lagi judes dan ketus seperti pada malam-malam sebelumnya, sehingga semakin tampak saja kecantikannya. Sempat terpikir oleh pemuda itu mungkin judes dan ketusnya dulu itu hanya untuk mengatasi rasa malu dan gengsinya saja. Man Sari memanggilnya lembut, setengah berbisik. Iya bu Kamu gesek-gesek punyaanmu ke punyaanku dulu ya. Terus masukinnya nanti pelan-pelan. Diikutinya permintaan Sari, digesek-geseknya bibir kemaluan Sari dengan ujung kejantanannya. Sari mendesah kegelian, hingga membuat Iman lupa diri. Tangannya mulai mengusap-usap paha dan perut Sari. Tapi wanita cantik itu menepis tangannya. Jangan sentuh tubuhku, jangan . serunya tegas. Iman segera berhenti, ditariknya tangannya. Tidak berapa lama kemudian terdengar Sari meminta. Man, masukin pelan-pelan Man. Tapi ingat Jangan sampai keluar di dalam ya. Pelan-pelan Iman mendorong batang kerasnya memasuki liang kenikmatan Sari. Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit, tombak kejantanannya menerobos masuk. Sari terus mendesah keenakan. Maaf bu, saya mohon ijin memegang paha ibu, supaya punya ibu lebih kebuka. Akhirnya Iman memberanikan diri meminta. Dengan terpaksa Sari mengijinkan, Iya deh. Tapi bagian bawahnya aja ya. Begitu diberi ijin Iman langsung melakukannya. Walaupun tubuhnya tegak, karena kuatir menetesi tubuh Sari dengan keringatnya, ia dapat menghunjamkan barang kepunyaannya masuk lebih jauh. Ah Man, enak sekali. Sari berseru keenakan. Langsung Iman menggoyangkan pinggulnya, ke kanan dan ke kiri, mundur dan maju. Sari terus mendesah keenakan, semakin lama semakin keras. Pada puncaknya ia menjerit lembut dan mengerang panjang. Aduh Man, aku udah. Aduh enak sekali. Aaah, Maaan . Aaah! Sementara beristirahat Iman menarik keluar batang kemaluannya dan melapnya dengan handuk. Dengan tatapan penuh hasrat Sari memandangi kemaluan Iman yang tetap kaku dan keras. Pada ronde berikutnya Iman yang bertindak mengambil

inisiatif. Maaf bu katanya sambil kedua tangannya mendorong paha mulus Sari hingga terbuka lebar. Sari hanya mengangguk lemah, sikapnya pasrah. Rupanya rasa gengsi atau angkuhnya sudah mulai sirna di hadapan pemuda pejantannya. Ditatapnya wajah Iman dengan seksama. Sekarang baru ia sadar bahwa Iman bukan hanya jantan, tapi juga lumayan ganteng. Begitu berhasil menembus liang kemaluan Sari, yang merah merangsang itu, Iman mulai beraksi. Sekali lagi goyangannya berakhir dengan kepuasan Sari. setelah itu sekali lagi Sari tergolek lemah. Dibiarkannya Iman memandangi tubuhnya yang terbaring tanpa busana. Mungkin karena itulah alat kejantanan Iman, yang memang belum ber-ejakulasi, tetap berada dalam keadaan tegang. Man suara Sari terdengar memecah keheningan. Kamu kok hebat sekali sih? Udah sering ya? Iman menggelengkan kepalanya. Belum pernah bu. Baru sekali ini saya melakukan. Sama ibu ini aja. Dengan heran Sari menatapnya, lalu tersenyum karena teringat sesuatu. Tanyanya langsung, Tapi udah dikeluarin sama Minah kan? Jawab Iman, Belum kok bu. Semakin heran Sari. Lho yang kemarin-kemarin itu? Kan udah saya kasih ijin. Dengan polos Iman menjawab, Iya bu, tapi saya nggak kepengen. Sari penasaran, Lho kenapa? Dengan polos Iman menjawab, Abis barusan sama ibu yang cantik, masa disambung sama mbak Minah. Rasanya kok eman-eman ya bu. Jadi selama ini kamu tahan aja? Jawab Iman, Iya bu, menurut saya kok sayang. Entah bagaimana Sari merasa senang mendengar jawaban Iman. Ada rasa hangat di hatinya. Ah sayang aku udah puas. Mana besok mens lagi Tapi ada rasa kasihan juga yang membersit di hatinya. Hebat juga pengorbanan Iman, yang lahir dari penghargaan kepadanya itu. Akhirnya ia mengambil keputusan Sini Man, sekarang kamu yang baring di sini. Kata Sari sambil bangun dari posisinya semula. Iman menatapnya dengan pandangan bertanya, tapi diikutinya permintaan majikannya. Sari segera membersihkan barang kepunyaan Iman dengan handuk. Karena dipegang-pegang daging berurat milik Iman kembali mengeras penuh. Sambil duduk di tepi ranjang Sari mulai mengelus-elusnya. Sempat ia berdecak kagum menyaksikan kekokohan dan kerasnya. Dirasakannya ukuran daging keras Iman yang besar, ketika berada dalam genggaman tangannya. Keenakan Iman, hingga matanya sesekali terpejam. Bibirnya juga mendesis, bahkan sesekali mengerang. Tangan kanannya di tempatkannya di bawah kepalanya. Tangan kirinya mengusap-usap lengan Sari yang sedang mengocok-ngocok barang kepunyaannya. Kali ini Sari membiarkan apa yang pemuda itu ingin lakukan. Setelah beberapa saat berlalu Iman mulai mendekati puncak pengalamannya. Bu, saya hampir bu Lalu lanjutnya lagi, Awas bu, awas kena, saya udah hampir. Sari hanya tersenyum. Katanya, Lepas aja Man, nggak apa-apa kok. Setelah berusaha menahan, demi memperpanjang kenikmatan yang dirasanya, akhirnya Iman terpaksa menyerah. Aduh bu aduuuh aaah Cairan kental muncrat terlontar berkali-kali dari daging kerasnya, yang terus dikocok-kocok Sari. Tanpa sadar kedua tangan Iman mencengkeram lengan Sari dan menariknya. Tubuh wanita itu tertarik mendoyong ke atas tubuh Iman. Akibatnya cairan kental Iman juga tersembur ke dada dan perutnya. Tapi Sari membiarkannya saja, seakan-akan menyukainya.

Setelah air maninya terkuras habis baru Iman sadar atas perbuatannya. Maaf bu, saya tidak sengaja Matanya terlihat kuatir. Sari hanya tersenyum, Nggak apaapa kok Man. Lalu sambungnya, Aduh Man, kentelnya punyaan kamu. Banyak amat sih muatannya. . Iman bernafas lega, apalagi ketika dilihatnya Sari melap badannya sendiri, lalu setelah itu badan dan batang terkulai miliknya dengan handuk. Sambil bangkit berdiri Sari mengenakan dasternya. Lalu ia berdiri di depan Iman yang masih duduk di tepi pembaringan. Menurut kamu aku cantik nggak Man? Tanyanya kepada pemuda itu. Cantik dong bu, cantik sekali. Sambil mengelus pipi Iman ia bertanya lagi, Kamu bisa nggak sementara nahan dulu? Iman terlihat kecewa, Berapa hari bu? Tersenyum manis Sari menjwab, Yah, sekitar 5-6 hari deh. Iman mengangguk tanda mengerti dan menatapnya dengan pandangan sayang. Sari membungkuk dan meremas batang kemaluan Iman yang masih lumayan keras. Punya kamu yang besar ini simpan baik-baik ya buat aku. Lalu dengan gayanya yang manis kemayu ia membuka pintu dan melangkah keluar. MENGUMBAR HASRAT Sementara berlangsungnya masa penantian cukup banyak perubahan yang terjadi. Iman sekarang nampak lebih baik penampilannya daripada waktu-waktu sebelumnya. Rambutnya ia cukur rapi dan pakaian yang dikenakannya selalu bersih. Ia sendiri tampak semakin PD atau percaya diri, kalaupun sikapnya kepada Sari tetap sopan dan santun. Apalagi ia yang dulu-dulu tidak pernah dipandang sebelah mata, oleh nyonyanya, sekarang sering diajak mengobrol atau menonton TV. Semua ini tentu saja menimbulkan tanda-tanya, terutama dari orang-orang seperti Minah. Apalagi Sari sering tanpa sadar membicarakan tentang Iman, dengan nada yang memuji. Di waktu malam Sari kadang-kadang terlihat melamun sendiri. Tapi rupanya bukan memikirkan tentang suaminya yang lama bertugas ke luar Jawa. Ia malah sedang merindukan orang yang dekat-dekat saja. Setelah selesai masa menstruasi-nya Sari masih menunggu dua hari lagi, setelah itu baru ia merasa siap. Sore itu ketika berpapasan dengan Iman ia memanggilnya. Shst sini Man. Iman menghampirinya, Ada apa bu? Dengan berseri-seri Sari menjelaskan, Nanti malam ya. Iman merasa senang. Udah bu? Kalau begitu saya tunggu di kamar saya ya bu. Nanti saya beresin. Tapi kata Sari, Ah jangan, kamu aja yang ke kamarku. Jam 11-an ya? Sambil melangkah pergi dengan tersenyum Iman mengiyakan. Sari benar-benar ingin tampil cantik. Dibasuhnya tubuhnya dengan sabun wangi merk channel. Tidak lupa dikeramasnya juga rambutnya yang hitam, panjang dan lebat itu. Lalu dikenakannya gaun malam yang paling sexy, yang terbuka punggung dan lengannya. Sengaja tidak dipakainya bra. Setelah itu masih dibubuhinya tubuhnya dengan perfume dan sedikit kosmetik. Begitu juga dengan Iman. Setelah mandi dan keramas dipakainya deodorant dan cologne pemberian Sari. Jam sebelas kurang sudah diketuknya pintu ruang tidur utama, yaitu kamar Sari.

Sari membuka pintu dan menggandeng tangan Iman. Pemuda itu tertegun menyaksikan kecantikan wanita yang berkulit putih itu. Sari mengajak Iman duduk di tepi ranjang. Ditatapnya mata pemuda itu yang balik menatapnya dengan rasa kagum. Sari tersenyum. Malam ini kamu hanya boleh manggil aku Sari atau sayang. Mau kan? Iman mengangguk sambil menelan ludah. Kata Sari lagi, Malam ini ini kamu boleh memegang saya dan melakukan apa aja yang kamu mau. Agak gugup Iman menjawab, Eng Terima kasih Eng Sayang. Kamu kok baik sekali. Kenapa? Saya ini orang yang nggak punya apa-apa dan nggak bisa ngasih apa-apa. Sari merangkulkan tangannya ke leher Iman dan menidurkan kepalanya di bahu iman. Kamu salah Man. Kamu itu laki-laki yang bisa memberi saya kepuasan yang total. Sejak kawin saya belum pernah mengalami seperti yang saya dapat dari kamu. Lalu sambil tersenyum Sari meminta, Sini Yang, cium aku. Iman mendekatkan bibirnya ke bibir Sari, lalu menciumnya. Tapi karena kurang berpengalaman akhirnya Sari yang lebih agresif, baru kemudian Iman mengikuti secara lebih aktif. Kedua bibir itu akhirnya saling berpagutan dengan penuh semangat. Dengan penuh gairah Sari melepas baju Iman. Sebaliknya Iman agak malu-malu pada awalnya, tapi akhirnya menjadi semakin berani. Dilepasnya gaun malam Sari, sambil diciuminya lehernya yang ramping, panjang dan molek itu. Dengan gemas tangannya meremas buah dada Sari yang ranum. Karena Sari membiarkan saja akhirnya ia berani menciumi, lalu mengulum puting buah dada yang indah itu. Sari kegelian. Tangannya mengusap-usap tonjolan di celana Iman. Kemudian dibukanya ruitslijting celananya. Tangannya menguak celana dalam Iman dan masuk untuk menggenggam batang kemaluannya yang telah mengeras. Tangan Iman juga langsung melepas celana dalam Sari, kemudian langsung ditaruhnya tangannya di celah paha Sari. Wanita cantik itu mengerang nikmat, rupanya sebelum dengan Iman rasanya cukup lama juga milik berharganya itu tidak disentuh tangan lelaki. Kemudian Sari berlutut di depan Iman, hingga membuat pemuda itu merasa jengah. Ditariknya celana panjang Iman, sampai lepas. Lalu dimintanya Iman berbaring di tempat tidur. Iman sempat merasa agak kikuk, tapi gairah Sari segera membuatnya merasa nyaman. Dipeluknya wanita itu dikecup-kecupnya lengan, dada, perut, bahkan pahanya. Karena kegelian Sari mendorong dada Iman hingga sampai terbaring. Sekarang gantian ia yang menciumi tubuh pemuda itu. Dengan mantap dilorotnya celana dalam Iman hingga terlepas. Cepat digenggamnya batang kemaluan Iman yang sudah tegang keras berdenyut-denyut. Man, Iman, besarnya punya kamu. Keras lagi Iman tersenyum, Abis kamu cantik sih Yang. Sambil mengocokngocok kemaluan Iman dengan manja Sari berkata, Rasanya aku gemes deh Man. Iman tersenyum nakal, entah apa yang ada dipikirannya. Ia hanya menanggapi singkat, Kalau gemes gimana dong Yang? Sari tersenyum manis. Tiba-tiba diciuminya kemaluan Iman, hingga membuat pemuda itu terkejut. Dengan tatapan heran, tapi senang, dilihatnya Sari kemudian menjilati alat kejantanannya. Mulai dari bonggol kepala, terus sepanjang batangnya, bahkan sampai ke kantung buah zakarnya. Ketika Sari mengulum kemaluannya di mulutnya Iman mengerang keenakan. Aduh sayang, aduh enak sekali Ah enaknya.

Akhirnya Iman tidak tahan lagi. Ditariknya Sari dengan lembut lalu dibaringkannya terlentang. Didorongnya kedua paha Sari hingga terbuka lebar. Masih sempat diciumi dan dijilatinya tubuh Sari bagian atas, termasuk mengemut puting buah dadanya seperti bayi yang lapar. Lalu pelan-pelan didorongnya alat kejantanannya masuk, menguak bibir vagina Sari yang ranum, menyusuri liang kenikmatannya. Pelan-pelan Man, Punya kamu terasa besar amat sih malam ini, Aah Sari mengerang keenakan. Akhirnya dengan sentakan terakhir Iman menghunjamkan batang kemaluannya yang besar itu masuk. Begitu ia menggoyang pinggulnya Sari langsung mendesah. Rasanya nikmat sekali digagahi pemuda yang penuh vitalitas dan enerji ini. Iman terus menggerakkan alat kejantanannya maju mundur, hingga membuat Sari mendesah dengan tanpa henti. Akibat gaya Iman yang agresif ini Sari tidak mampu menahan dirinya lebih dari 10 menit. Ia merasa seperti dilambungkan tinggi, sewaktu dicapainya puncak orgasmenya yang pertama. Aduh Man, aduh, aku sayang kamu . Aaah Erangan panjang keluar dari bibir Sari. Tapi Iman ternyata masih kuat. Diteruskannya gerakan maju-mundur dengan pinggulnya. Akibatnya sensasi nikmat Sari, yang tadi hampir mereda, mulai meningkat lagi. Lima belas menit atau dua puluh menit berlalu sampai terdengar lagi jeritan Sari. Man Pariman Yang Aku lagi Yang Aaah Aaah Sekali inipun Iman merasa sudah hampir tiba di ujung daya tahannya. Sari Sayang, saya hampir . Boleh? Dengan nafas tersengal-sengal Sari memintanya, Iya Man, lepas sekarang Man Segera Iman mendorong dengan hentakan-hentakan keras. Sari Sayang Aaah Begitu Iman menyemburkan spermanya ke dalam vagina Sari, ujung kepala kemaluannya berdenyut-denyut. Akibatnya Sari kembali merasa kegelian yang nikmat. Man aduh Man aduh Sari terkulai lemah. Peluk aku dong Yang Disusupkannya kepalanya di ketiak Iman. Tangannya mengusap-usap dadanya yang berkeringat. Kamu puas Man ? Tanya Sari kepada Iman. Puas Sayang, puas sekali Dalam keheningan malam mereka berdua terbaring saling berpelukan, sampai Iman merasa tenaganya pulih. Sekali lagi ia minta dilayani. Walaupun Sari sudah merasa cukup, dipenuhinya kemauan pejantan mudanya itu. Dengan kagum dirasakannya bagaimana sekali lagi ia dipuaskan oleh birahi Iman. Akhirnya baru menjelang subuh Iman beranjak pergi untuk kembali ke kamarnya.

Cerita Ngeseks Guru Sekolah Seksi


September 10th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks. Sebuah cerita seks yang menurutku paling seru, karena dengan cerita ini maka seseorang akan merasakan sensasi persis seperti yang kurasakan beberapa waktu yang lalu. Cerita seks tersebut begini, berawal dari reuni SMA-ku di Jakarta. Setelah itu aku bertemu dengan guru bahasa inggrisku, kami ngobrol dengan akrabnya. Ternyata Ibu Shinta masih segar bugar dan amat menggairahkan. Penampilannya amat menakjubkan, memakai rok mini yang ketat, kaos top tank sehingga lekuk tubuhnya nampak begitu jelas. Jelas saja dia masih muda sebab

sewaktu aku SMA dulu dia adalah guru termuda yang mengajar di sekolah kami. Sekolahku itu cuma terdiri dari dua kelas, kebanyakan siswanya adalah wanita. Cukup lama aku ngobrol dengan Ibu Shinta, kami rupanya tidak sadar waktu berjalan dengan cepat sehingga para undangan harus pulang. Lalu kami pun berjalan munuju ke pintu gerbang sambil menyusuri ruang kelas tempatku belajar waktu SMA dulu. Tiba-tiba Ibu Shinta teringat bahwa tasnya tertinggal di dalam kelas sehinga kami terpaksa kembali ke kelas. Waktu itu kira-kira hampir jam dua belas malam, tinggal kami berdua. Lampu-lampu di tengah lapangan saja yang tersisa. Sesampainya di kelas, Ibu Shinta pun mengambil tasnya kemudian aku teringat akan masa lalu bagaimana rasanya di kelas bersama dengan teman-teman. Lamunanku buyar ketika Ibu Shinta memanggilku. Kenapa Jack Ah.. tidak apa-apa, jawabku. (sebetulnya suasana hening dan amat merinding itu membuat hasratku bergejolak apalagi ada Ibu Shinta di sampingku, membuat jantungku selalu berdebar-debar). Ayo Jack kita pulang, nanti Ibu kehabisan angkutan, kata Ibu Shinta. Sebaiknya Ibu saya antar saja dengan mobil saya, jawabku dengan ragu-ragu. Terima kasih Jack. Tanpa sengaja aku mengutarakan isi hatiku kepada Ibu Shinta bahwa aku suka kepadanya, Oh my God what im doing, dalam hatiku. Ternyata keadaan berkata lain, Ibu Shinta terdiam saja dan langsung keluar dari ruang kelas. Aku panik dan berusaha minta maaf. Ibu Shinta ternyata sudah cerai dengan suaminya yang bule itu, katanya suaminya pulang ke negaranya. Aku tertegun dengan pernyataan Ibu Shinta. Kami berhenti sejenak di depan kantornya lalu Ibu Shinta mengeluarkan kunci dan masuk ke kantornya, kupikir untuk apa masuk ke dalam kantornya malam-malam begini. Aku semakin penasaran lalu masuk dan bermaksud mengajaknya pulang tapi Ibu Shinta menolak. Aku merasa tidak enak lalu menunggunya, kurangkul pundak Ibu Shinta, dengan cepat Ibu Shinta hendak menolak tetapi ada kejadian yang tak terduga, Ibu Shinta menciumku dan aku pun membalasnya. Ohh.., alangkah senangnya aku ini, lalu dengan cepat aku menciumnya dengan segala kegairahanku yang terpendam. Ternyata Ibu Shinta tak mau kalah, ia menciumku dengan hasrat yang sangat besar mengharapkan kehangatan dari seorang pria. Dengan sengaja aku menyusuri dadanya yang besar, Ibu Shinta terengah sehingga ciuman kami bertambah panas kemudian terjadi pergumulan yang sangat seru. Ibu Shinta memainkan tangannya ke arah batang kemaluanku sehingga aku sangat terangsang. Lalu aku meminta Ibu Shinta membuka bajunya, satu persatu kancing bajunya dibukanya dengan lembut, kutatap dengan penuh hasrat. Ternyata dugaanku salah, dadanya yang kusangka kecil ternyata amat besar dan indah, BHnya berwarna hitam berenda yang modelnya amat seksi. Karena tidak sabar maka kucium lehernya dan kini Ibu Shinta setengah telanjang, aku tidak mau langsung menelanjanginya, sehingga perlahan-lahan kunikmati

keindahan tubuhnya. Aku pun membuka baju sehingga badanku yang tegap dan atletis membangkitkan gairah Ibu Shinta, Jack kukira Ibu mau bercinta denganmu sekarang.., Jack, tutup pintunya dulu dong, bisiknya dengan suara agak bergetar, mungkin menahan birahinya yang juga mulai naik Tanpa disuruh dua kali, secepat kilat aku segera menutup pintu depan. Tentu agar keadaan aman dan terkendali. Setelah itu aku kembali ke Ibu Shinta. Kini aku jongkok di depannya. Menyibak rok mininya dan merenggangkan kedua kakinya. Wuih, betapa mulus kedua pahanya. Pangkalnya tampak menggunduk dibungkus celana dalam warna hitam yang amat minim. Sambil mencium pahanya tanganku menelusup di pangkal pahanya, meremas-remas liang senggamanya dan klitorisnya yang juga besar. Lidahku makin naik ke atas. Ibu Shinta menggelinjang kegelian sambil mendesah halus. Akhirnya jilatanku sampai di pangkal pahanya. Mau apa kau sshh sshh, tanyanya lirih sambil memegangi kapalaku erat-erat. Ooo oh.. oh.., desis Ibu Shinta keenakan ketika lidahku mulai bermain-main di gundukan liang kenikmatannya. Tampak dia keenakan meski masih dibatasi celana dalam. Serangan pun kutingkatkan. Celananya kulepaskan. Sekarang perangkat rahasia miliknya berada di depan mataku. Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuai dengan dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut yang tidak begitu lebat. Lidahku kemudian bermain di bibir kemaluannya. Pelan-pelan mulai masuk ke dalam dengan gerakan-gerakan melingkar yang membuat Ibu Shinta makin keenakan, sampai harus mengangkat-angkat pinggulnya. Aahh Kau pintar sekali. Belajar dari mana hh Tanpa sungkan-sungkan Ibu Shinta mencium bibirku. Lalu tangannya menyentuh celanaku yang menonjol akibat batang kemaluanku yang ereksi maksimal, meremasremasnya beberapa saat. Betapa lembut ciumannya, meski masih polos. Aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulutnya. Lidahnya kubelit sampai dia seperti hendak tersendak. Semula Ibu Shinta seperti akan memberontak dan melepaskan diri, tapi tak kubiarkan. Mulutku seperti melekat di mulutnya. Uh kamu pengalaman sekali ya. Sama siapa? Pacarmu?, tanyanya diantara kecipak ciuman yang membara dan mulai liar. Aku tak menjawab. Tanganku mulai mempermainkan kedua payudaranya yang tampak menggairahkan itu. Biar tidak merepotkanku, BHnya kulepas. Kini dia telanjang dada. Tak puas, segera kupelorotkan rok mininya. Nah kini dia telanjang bulat. Betapa bagus tubuhnya. Padat, kencang dan putih mulus. Nggak adil. Kamu juga harus telanjang.. Ibu Shinta pun melucuti kaos, celanaku, dan terakhir celana dalamku. Batang kemaluanku yang tegak penuh segera diremasremasnya. Tanpa dikomando kami rebah di atas ranjang, berguling-guling, saling menindih. Aku menunduk ke selangkangannya, mencari pangkal kenikmatan miliknya. Tanpa ampun lagi mulut dan lidahku menyerang daerah itu dengan liar. Ibu Shinta mulai mengeluarkan jeritan-jeritan tertahan menahan nikmat. Hampir lima menit kami menikmati permainan itu. Selanjutnya aku merangkak naik. Menyorongkan batang kemaluanku ke mulutnya.

Gantian dong.. Tanpa menunggu jawabannya segera kumasukkan batang kemaluanku ke mulutnya yang mungil. Semula agak kesulitan, tetapi lama-lama dia bisa menyesuaikan diri sehingga tak lama batang kemaluanku masuk ke rongga mulutnya. Justru di situ nikmatnya.., Selama ini sama suami main seksnya gimana?, tanyaku sambil menciumi payudaranya. Ibu Shinta tak menjawab. Dia malah mencium bibirku dengan penuh gairah. Tanganku pun secara bergantian memainkan kedua payudaranya yang kenyal dan selangkangannya yang mulai basah. Aku tahu, perempuan itu sudah kepengin disetubuhi. Namun aku sengaja membiarkan dia menjadi penasaran sendiri. Tetapi lama-lama aku tidak tahan juga, batang kemaluanku pun sudah ingin segera menggenjot liang kenikmatannya. Pelan-pelan aku mengarahkan barangku yang kaku dan keras itu ke arah selangkangannya. Ketika mulai menembus liang kenikmatannya, kurasakan tubuh Ibu Shinta agak gemetar. Ohh, desahnya ketika sedikit demi sedikit batang kemaluanku masuk ke liang kenikmatannya. Setelah seluruh barangku masuk, aku segera bergoyang naik turun di atas tubuhnya. Aku makin terangsang oleh jeritan-jeritan kecil, lenguhan serta kedua payudaranya yang ikut bergoyang-goyang. Tiga menit setelah kugenjot, Ibu Shinta menjepitkan kedua kakinya ke pinggangku. Pinggulnya dinaikkan. Tampaknya dia akan orgasme. Genjotan batang kemaluanku kutingkatkan. Ooo ahh hmm ssshh, desahnya dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya. Kubiarkan dia menikmati orgasmenya beberapa saat. Kuciumi pipi, dahi, dan seluruh wajahnya yang berkeringat. Sekarang Ibu Shinta berbalik. Menungging di atas meja.., sekarang kita main dong di atas meja ok! Aku mengatur badannya dan Ibu Shinta menurut. Dia kini bertumpu pada siku dan kakinya. Gaya apa lagi ini?, tanyanya. Setelah siap aku pun mulai menggenjot dan menggoyang tubuhnya dari belakang. Ibu Shinta kembali menjerit dan mendesah merasakan kenikmatan yang tiada taranya, yang mungkin selama ini belum pernah dia dapatkan dari suaminya. Setelah dia orgasme sampai dua kali, kami istirahat. Capek?, tanyaku. Kamu ini aneh-aneh saja. Sampai mau remuk tulang-tulangku. Tapi kan nikmat Bu.., jawabku sambil kembali meremas payudaranya yang menggemaskan. Ya deh kalau capek. Tapi tolong sekali lagi, aku pengin masuk agar spermaku keluar. Nih sudah nggak tahan lagi batang kemaluanku. Sekarang Ibu Shinta yang di atas, kataku sambil mengatur posisinya. Aku terletang dan dia menduduki pinggangku. Tangannya kubimbing agar memegang batang kemaluanku masuk ke selangkangannya. Setelah masuk tubuhnya kunaik-turunkan seirama genjotanku dari bawah. Ibu Shinta tersentak-sentak mengikuti irama goyanganku yang makin lama kian cepat. Payudaranya yang ikut bergoyang-goyang menambah gairah nafsuku. Apalagi diiringi dengan lenguhan dan jeritannya saat menjelang orgasme. Ketika dia mencapai orgasme aku belum apaapa. Posisinya segera kuubah ke gaya konvensional. Ibu Shinta kurebahkan dan aku

menembaknya dari atas. Mendekati klimaks aku meningkatkan frekuensi dan kecepatan genjotan batang kemaluanku. Oh Ibu Shinta.., aku mau keluar nih ahh.. Tak lama kemudian spermaku muncrat di dalam liang kenikmatannya. Ibu Shinta kemudian menyusul mencapai klimaks. Kami berpelukan erat. Kurasakan liang kenikmatannya begitu hangat menjepit batang kemaluanku. Lima menit lebih kami dalam posisi rileks seperti itu. Kami berpelukan, berciuman, dan saling meremas lagi. Seperti tak puas-puas merasakan kenikmatan beruntun yang baru saja kami rasakan. Setelah itu kami bangun di pagi hari, kami pergi mencari sarapan dan bercakap-cakap kembali. Ibu Shinta harus pergi mengajar hari itu dan sorenya baru bisa kujemput. Sore telah tiba, Ibu Shinta kujemput dengan mobilku. Kita makan di mall dan kami pun beranjak pulang menuju tempat parkir. Di tempat parkir itulah kami beraksi kembali, aku mulai menciumi lehernya. Ibu Shinta mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya. Nafas Ibu Shinta makin terengah, dan tanganku pun masuk di antara kedua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang. Uuuhh.., mmmhh.., Ibu Shinta menggelinjang, tapi gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun membuka dengan paksa baju dan rok mininya. Aaahh..! Ibu Shinta dengan posisi yang menantang di jok belakang dengan memakai BH merah dan CD merah. Aku segera mencium puting susunya yang besar dan masih terbungkus dengan BH-nya yang seksi, berganti-ganti kiri dan kanan. Tangan Ibu Shinta mengelus bagian belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tidak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan nampaklah bukit kemaluannya. Akupun segera membenamkan kepalaku ke tengah ke dua pahanya. Ehhh, mmmhh... Tangan Ibu Shinta meremas jok mobilku dan pinggulnya bergetar ketika bibir kemaluannya kucumbui. Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan menjilatinya dengan perlahan. Ooohh.., aduuuhh... Ibu Shinta mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat. Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku membelai klitorisnya yang membuat tubuh Ibu Shinta terlonjak dan nafas Ibu Shinta seakan tersendak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya membesar dan mengeras. Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Ibu Shinta tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Ibu Shinta. Mmmhh, mmmhh.., ooohhm... Ketika Ibu Shinta membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku, kini iapun mulai menyedot. Tanganku bergantian meremas dadanya dan membelai kemaluannya. Oouuuh Ibu Shinta.., enaaaak.., teruuuss, erangku. Ibu Shinta terus mengisap batang kemaluanku sambil tangannya mengusap liang kenikmatannya yang juga telah banjir karena terangsang menyaksikan batang kemaluanku yang begitu besar dan perkasa baginya. Hampir 20 menit dia menghisap

batang kemaluanku dan tak lama terasa sekali sesuatu di dalamnya ingin meloncat ke luar. Ibu Shinta.., ooohh.., enaaak.., teruuus, teriakku. Dia mengerti kalau aku mau keluar, maka dia memperkuat hisapannya dan sambil menekan liang kenikmatannya, aku lihat dia mengejang dan matanya terpejam, lalu.., Creet.., suuurr.., ssuuur.. Oughh.., Jack.., nikmat.., erangnya tertahan karena mulutnya tersumpal oleh batang kemaluanku. Dan karena hisapannya terlalu kuat akhirnya aku juga tidak kuat menahan ledakan dan sambil kutahan kepalanya, kusemburkan maniku ke dalam mulutnya, Crooot.., croott.., crooot.., banyak sekali maniku yang tumpah di dalam mulutnya. Aaahkk.., ooough, ujarku puas. Aku masih belum merasa lemas dan masih mampu lagi, akupun naik ke atas tubuh Ibu Shinta dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku ada di mulut Ibu Shinta dan aroma kemaluan Ibu Shinta di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit. Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Ibu Shinta, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Ibu Shinta menekan pantatku dari belakang. Ohm, masuk.., augh.., masukin Perlahan kemaluanku mulai menyeruak masuk ke liang kemaluannya dan Ibu Shinta semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku terasa tertahan oleh sesuatu yang kenyal. Dengan satu hentakan, tembuslah halangan itu. Ibu Shinta memekik kecil. Aku menekan lebih dalam lagi dan mulutnya mulai menceracau, Aduhhh.., ssshh.., iya.., terus.., mmmhh.., aduhhh.., enak.., Jack Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Ibu Shinta, lalu membalikkan kedua tubuh kami sehingga Ibu Shinta sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak kemaluanku menancap hingga pangkal di kemaluannya. Tanpa perlu diajari, Ibu Shinta segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku bergantian meremas dan menggosok payudaranya, klitoris dan pinggulnya, dan kamipun berlomba mencapai puncak. Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Ibu Shinta makin menggila dan iapun membungkukkan tubuhnya dengan bibir kami saling melumat. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya berhenti menyentak. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku. Setelah tubuh Ibu Shinta melemas, aku mendorongnya hingga telentang, dan sambil menindihnya, aku mengejar puncak orgasmeku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Ibu Shinta tentu merasakan siraman air maniku di liang kenikmatannya, dan iapun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang kedua. Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.

Cerita Ngeseks Cewek Operator Binal


September 9th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks. Cerita ini sunggu sebuah cerita yang mantab, seks nikmat yang kualamai beberapa waktu lalu, cerita dewasa ini harusnya memang jadi tempat

curhatku, begini ceritanya, sebua bermula ketika siaran tv berbayar ane lagi ada gangguan,,,ane coba2 telp operator utk klaim siaran tsb,,,diangkatlah oleh operator yg ngaku nma nya h***n,,dari stu ane komplain smpe akhirnya ane mrah2 tuch sma operator tsb,,,ech lama klamaan obrolan mlah bkan mnjurus bkan soal siaran gan,,tpi mlah nie cwe mnjurus ke curhat soal cwo nya yg ogah di ajak ML sma dya,,nah gayung bersambut donk gan,,ane kluarin aj jrus2 ampuh ane gan,,,, Lama ngobrol di telp ech ane coba tuk kopdar janjian di mall Sea**n c**y,,ga nyangka dya lngsung mau,,ktemu lah ane gan sma tuch cwe,,lmayan cantik sech,,scara cwe operator gtu,,ckup tinggi skitar 164cm,kulit ptih mulus,mta agak sipit,,yg ga nhan toket nya gan kira2 36B lah,,ga basa basi lgi ane minta lnjutin pmbicaraan yg di telp tdi soal check in,,ech dya lngsung oke gtu gan,,yawda biz mkan bentar,,lngsung ane bwa aja ke kost an ane skitar te**t,,,berhubung kost an ane mank bebas gan,,,jdi ga msalah aj,,smpe di kost an mgkin krna mank dya hiper x gan,,lngsung dya minta ijin k kmar mandi bentar,,,ga nyangka gan kluar dri kmar mndi dya cma pke CD & BH doank gan,,ngeliat pmandangan kya gtu lngsung adek gw yg d dlem clana rsanya pngen kluar aja,,dya lngsung minta ane tnya gmna pndapat body dya gan,,,ane bilang aj mantabz body kamu hel,,bkti nya adek gw dah pngen kluar dari srang nya nech,gw boleh ga ngelus2 bdan km hel,,dya lngsung bilang,,dah lah ga usah pke ngelus2 sgala,,klamaan tau,, dya mnta lngsung foreplay aja,,dya langsung bukain smua bju ane,,smpe bugil gan,,dya langsung BJ ane tnpa ane printah,,,BH&CD dya lngsung dya buka,,ane d sruh nya isep toket yg 36B gan,,rasanya drah langsung naik gan,,byangin isep toket se gede itu,,tngan dya ga berhenti ngocok adek ane smpe full tegangnya,,biz itu dya minta ane sruh jilat m*m*k dya yg dipenuhi bulu2 lebat gan,,ane lngsung jilat tuch m*m*k yg udah mulai kluar cairan putih gan,,jerit lah dya keenakan,,15mnitan ane foreplay gan,,,dya lngsung minta di sodok,,,tpi ane tahan2 gan,,ane ngerti bnget apa yg cwe ini mao,,tpi ane ga mo scepat itu,,ane sruh posisi 69 ksukaan ane gan,,,dya nrut aj,,,15mnit psisi 69 baru abis itu ane tuntasin,ane sodok dya teriak keenakan,,untung nya ane dah siaga dgn nyetel tape ane lmayan knceng gan,,,ane masukin adek ane ke m*m*k cwe hiper ini,,,ternyata msih lmayan sempit gan,kya ada yg nyedot k*n*t*l ane dari dlem m*m*k nya gan,scara katanya smnjak dya pcaran sma cwok nya yg baru dya dah ga prnah ng*w* lgi,,krn cwok nya klo diajakin ga prnah mao,,,ane kluar masukin pedang ane smpe m*m*k nya merah gan,,,semua gaya dya minta di lakuin biar dya puas,,,doggy syle,,missionnary,,smpe gya mring dah ane lakuin,, tpi berkat OP yg ane minum sblum tempur sma dya,,,ane akhir nya bisa ngalahin dya smpe 3 ronde gan,,smpe akhirnya adek ane mao muntahin sperma, dya minta kluarin di dlem aja gan,,tpi ane ga mao ambil resiko,,ane kluarin d dlem mlut dya gan,,dya akhir nya mao terima,,di jilat lah sperma ane smpe hbis gan,,slesai tempur dya bilang bisa ga kpan2 kita kya gnian lgi,,ane lngsung trima aj twaran nya gan,,lmyan bwat smpingan adek ane klo lgi pusing cari plampiasan,,,akhirnya smpe skarang ane msih brhubungan gelap tnpa spengatuan cwo nya,,,ya skedar bwt plampiasan nafsu kita berdua aja tnpa ada hbungan apa2 alias TTM an aja klo lgi sma2 ada wktu,,,,klo agan2 minat mgkin ane bisa share ke agan2,,,lokasi kntor nya di

daerah kbon jruk gan,,,operator ok*v*si*n . segini dlu cerita pngalaman ane yg ane lkuin smpe skarang gan,,,thanx,,,lain wktu d smbung lagi,,,

Cerita Seks Dengan Pramugari Bohai Dari Bandung


July 9th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks ini terjadi beberapa waktu lalu, sungguh pengalaman seks yang luar biasa bagi saya pribadi, karena cerita seks dalam kisah seks yang saya lakukan terjadi disebuah pesawat terbang yang sedang melayang, namanya saja pramugari tentu saja kerjanya di udara mulu dan seks yang dilakukan pun juga di udara, hahah. Namun benar, pengalaman seks yang satu ini memang luar biasa, sensasi yang kudapatkan pun juga sangat luar biasa, begini cerita selengkapnya, waktu itu aku sedang dalam sebuah perjalanan menuju US atau amerika untuk keperluan bisnis. Mungkin ini keberuntungan ku kali ya, karena aku dilahirkan menjadi anak orang kaya dan mengurusi bisnis yang diluar negri sehingga aku sering pergi ke luar negri untuk tujuan bisni, saat itu aku dudu di sebuah kursi bisnis, tak lama setelah aku merasa bosan terbang, karena waktunya sangat lama kudengar suar merdu di telingaku.. Excuse me, sir sebuah suara halus menyapaku dengan ramah. Ternyata seorang pramugari muda berwajah manis sedang tersenyum padaku. Are you from upper deck? Aku mengangguk, Yeah why? aku mengintip name tag di dadanya. Yuliana Sastri wah nama indonesia nih ! I am just checking to see whether you need anything, because you have been looking out for quiet a long time jawabnya dengan sopan. Dari Indonesia ya kamu? todongku. Lho iya ! Bapak dari Indo juga? tanya lagi. Uh kok Bapak sih belum juga tua, kok dipanggil Bapak panggil nama aja aku Joe Oh saya Lia Bapak eh kamu mau ke LA ya? kemudian kami ngobrol ngalor ngidul selama tigapuluh menit. Ia sudah tinggal di luar negeri selama lebih dari empat tahun. Aslinya dari Bandung. Umurnya baru 23. Belum punya pacar katanya. Kami ngobrol sambil berdiri, lalu tiba-tiba seorang pramugari lain menghampirinya dan sementara mereka mengobrol, aku mengambil segelas wine yang disiapkan di galley (dapur) mereka. Yah aku ditinggal sendiri deh, hehe katanya setelah temannya pergi. Lho, kenapa? Jam istirahat tadi aku uda istirahat 3 jam dan habis ini giliran shift kedua istirahat. mestinya berdua-berdua, tapi supervisorku katanya migraine jadi dia istirahat di first class. Mungkin 2 jam lagi baru balik. Untung aja gak penuh Oh gitu ya gapapa deh aku temani aku bosen banget dari tadi di atas sebelahku oom gendut yg ngorok melulu lagi

Lia tertawa. Manis sekali wajahnya kalau tertawa. Dan aku mulai meneliti tubuhnya. Sekitar 165 cm, berat badannya mungkin 55 dan kulitnya putih sekali seperti orang Jepang. Kamu beneran nih belum punya cowok? tanyaku iseng. Lagi ga ada soalnya cowok terakhir membosankan banget. Dia ga fun dan old fashion Lalu ia mulai bercerita tentang mantannya yang masih menganut adat kuno, yang ga suka clubbing, pesta, minum dan tentu saja seks. Wajahnya memerah ketika ia bercerita. Maaf ya, aku kok jadi cerita kayak gini hihi habis memang mantanku itu orangnya aneh. Atau mungkin dia ga tertarik sama aku ya mungkin aku terlalu jelek ya katanya menerawang. Gak, kok kamu cantik banget dan aku menatap matanya, seksi bodi kamu seksi banget. Daritadi aku membayangkan bodi kamu di balik seragam itu tambahku dengan berani. Mungkin aku mulai mabuk karena dua gelas white wine. Masa? Kamu boong ya Joe aku kan ga seksi. Toketku aja cuma 34B, hmmm ga seksi sama sekali deh Aku menatapnya dengan penuh napsu. 34B, boleh juga Kalau kamu kasi aku liat, aku mungkin bisa menilai apa bodi kamu seksi beneran atau gak tantangku. Lia tampak terkejut. Tapi ia lalu melihat ke kiri ke kanan, sekeliling kami agak gelap karena semua penumpang kelas bisnis nampaknya tengah terlelap. Ia tersenyum padaku , Beneran nih? Sumpah Lalu Lia memberi isyarat agar aku mengikutinya. Ia lalu mulai berjalan ke arah toilet untuk orang handicapped, yang lebih luas daripada toilet biasa. Ia menarikku masuk dan mengunci pintunya dari luar. Di dalam toilet ternyata lebih bising daripada di luar, mungkin karena suara mesin. Aku langsung membuka seragam pramugarinya yang bagian atas. Dan tampaklah dadanya yang indah menantang. Ia memakai bra seksi tanpa busa berwarna hitam, putingnya tampak tegang dari balik bra itu. Lia kamu seksi banget desisku sambil lebih mendekatinya, dan langsung mencium bibirnya yang ranum berlipstick pink. Lia membalas ciumanku dengan penuh gairah, dan aku mendorong tubuhnya ke dinding toilet. Tanganku membekap dadanya dan memainkan putingnya dari luar bra nya. Lia mendesah pelan. Ia menciumku makin dalam. Aku lalu berusaha menarik roknya sampai lepas, dan kini tampaklah tubuh ramping seksinya. Tinggalah celana dalam dan bra berwarna hitam transparan serta sepatu hak tingginya. Ia tampak amat seksi. God, u re so sexy, baby bisikku di telinganya. Lalu tanganku langsung sibuk membuka kaitan bra nya, dan menciumi lehernya yang indah.Lia mulai meraba bagian depan celana jeansku, dan tampak senang menyentuh bagian itu sudah tegang. Setelah branya lepas, aku langsung menciumi seluruh payudaranya. Kujilati putingnya yang mengeras dan ia melenguh nikmat. Aku ingat, pacarku paling suka kalau aku berlama-lama di putingnya. Tapi kali ini tidak ada waktu, karena siapa saja bisa mengetuk pintu toilet, dan itu membuatku bergairah. Lia mulai berusaha membuka ikat pinggangku, dan kemudian melorotkan celanaku sampai ke lantai. Ia menyentuh kont*lku yang keras dari balik boxer kainku, dan

mengusap biji pelirku. Kunaikan tubuh Lia ke westafel dan kubuka celana dalamnya. Kuciumi perutnya dan kubuka pahanya. Bulu kemaluannya rapi sekali. Mungkin ia suka bikini waxing seperti cewek-cewek di luar pada umumnya. Kujilati mem*knya dengan nikmat, sudah sangat basah sekali. ia mengelinjang dan kulihat dari cermin, ia meraba putingnya sendiri, dan memilin-milinnya dengan kuat. Mungkin memang benar dia terlalu hyper, makanya mantannya bosan. Kumasukan dua jari tanganku ke dalam mem*knya, dan ia menjerit tertahan. Ia tersenyum padaku, tampak sangat menyukai apa yg kulakukan. Jari telunjuk dan tengahku menyolok-nyolok ke dalam liangnya, dan jempolku meraba-raba kasar klitorisnya. Ia makin membuka pahanya, membiarkan aku melakukan dengan leluasa. Semakin aku cepat menggosok klitorisnya, semakin keras desahannya. Sampai-sampai aku khawatir akan ada orang yg mendengar dari luar. Lalu tiba-tiba ia meraih kepalaku, dan seperti menyuruhku menjilati mem*knya. Ahhh ahhh Im gonna come Arghhhh uhhh yes yes baby ia mendesah-desah girang ketika lidahku menekan klitorisnya kuat2. Dan jari-jariku makin mengocok mem*knya. Semenit kemudian, Lia benar-benar orgasme, dan membuat mulutku basah kuyub dengan cairannya. Ia tersenyum lalu mengambil jari2ku yang basah dan menjilatinya sendiri dengan nikmat. Ia lalu mendorongku duduk di atas toilet yg tertutup, dan mencopot boxerku dengan cepat. Ia duduk bersimpuh dan mengulum kont*lku yang belum tegak benar. Jarijarinya dengan lihay mengusap-ngusap bijiku dan sesekali menjilatnya. Baru sebentar saja, aku merasa akan keluar. Jilatan dan isapannya sangat kuat, memberikan sensasi aneh antara ngilu dan nikmat. Lia melepaskan pagutannya, dan langsung duduk di atas pangkuanku. Ia bergerak- gerak sendiri mengocok kont*lku dengan penuh gairah. Dadanya naik turun dengan cepat, dan sesekali kucubit putingnya dengan keras. Ia tampak sangat menyukai sedikit kekerasan. Maka dari itu, aku memutuskan untuk berdiri dan mengangkat tubuhnya sehingga sekarang posisiku berdiri, dengan kakinya melingkar di pinggangku. Kupegang pantatnya yang berisi dan mulai kukocok dengan kasar. Lia tampak sangat menyukainya. Ia mendesah-desah tertahan dan mendorong kepalaku ke dadanya. Karena gemas, kugigit dengan agak keras putingnya. Ia melenguh , Oh gitu Joe gigit seperti itu I feel ******.. Kugigit dengan lebih keras puting kirinya, dan kurasakan asin sedikit di lidahku. Tapi tampaknya Lia makin terangsang. kont*lku terus memompa mem*knya dengan cepat, dan kurasakan mem*knya semakin menyempit gila mem*k lo kok menyempit gini, sih Lia Oh gila Ia tersenyum senang. Mungkin ia suka latian body language, soalnya dulu mantanku yang guru BL, bisa mengatur mem*knya jadi sempit jadi gini, dengan latihan rutin. kont*lku keluar masuk mem*knya dengan lebih cepat, dan tiba-tiba mata Lia merem melek, dan ia semakin menggila, lenguhan dan desahannya semakin kencang hingga aku harus menutup mulutnya dengan sebelah tangannku. Ah joe Youre so soo Ohh i am gonna come i m gonna come again Arghhh Ohhhhh uhhhhhh Lia orgasme untuk kedua kalinya dan

terkulai ke bahuku. Karena aku masih belum keluar, aku mencabut kont*lku dari mem*knya yang banjir cairannya, dan membalikan tubuhnya menghadap westafel. Biasa kalau habis minum staminaku memang suka lebih gila. Lia tampak mengerti maksudku, ia menunggingkan pantatnya, dan langsung kutusuk kont*lku ke mem*knya dari belakang. Ia mengeram senang, dan aku bisa melihat seluruh tubuhnya dari cermin di depan kami. Ia tampak terangsang, seksi dan acak-acakan. Make upnya luntur karena keringat, tapi tubuh seksinya tampak sangat indah. Aku mulai memompa mem*knya dengan pelan, lalu makin cepat, dan tangan kiriku meraih puting payudaranya, dan memilinnya dengan kasar, sementara tangan kananku sesekali menepuk keras pantatnya. yeah I am your bitch fu*k me real hard please Buset ga nyangka penampilan manisnya ternyata hanya di luar. Aslinya dia kasar dan gila seks, kaya bule di bokep aja, pikirku makin terangsang. kont*lku makin cepat menusuk2 mem*knya yang semakin lama semakin terasa licin. Tanganku berpindah-pindah, kadang mengusap-ngusap klitorisnya dengan cepat. Badan Lia naik turun sesuai irama kocokanku, dan aku semakin horny melihatnya menggumamkan kata-kata kasar. kont*lku semakin tegang dan terus menghantam mem*knya dari belakang. Ia mau orgasme lagi, rupanya, karena wajahnya menegang dan ia mengarahkan tanganku mengusap klitorisnya dengan lebih cepat. Ah baby yeah oh yeah kont*lku terasa makin becek oleh cairan mem*knya. Lia aku juga mau keluar nih oh tahan dulu kasih aku kont*lmu tahan!!!! Lia langsung membalikan tubuhnya, dan mencaplok kont*lku dengan rakus. Ia mengulumnya naik turun dengan cepat seperti permen, dan dalam itungan detik, menyemprotlah cairan maniku ke dalam mulutnya. ArGGGhhhh!! Oh yes !! erangku tertahan. Lia menyedot kont*lku dengan nikmat, menyisakan sedikit rasa ngilu pada ujung kont*lku, tapi ia tidak peduli, tangan kirinya menekan pelirku dan kanannya mengocok kont*lku dengan gerakan makin pelan. Kakiku lemas dan aku terduduk di kursi toilet yg tertutup. Lia berlutut dan menjilati seluruh kont*lku dengan rakus. Kamu takut gak, kalau aku bilang, aku suka banget sama sperma cowok ? bisiknya dengan suara manis sekali. Di sela-sela engahanku, aku menggeleng penuh kenikmatan. Gila kali mantannya, ga mau sama cewek hot begini !! Setelah Lia menjilat bersih kont*lku, ia memakaikan celana jeansku, lalu memakai seragamnya sendiri. Ia membuka kompartemen di belakangnya, dan mengeluarkan sisir dan makeupnya dari sana. Dalam waktu 5 menit, ia sudah tampak seperti pramugari manis yang tadi pertama kulihat, bukan wanita gila seks seperti barusan. Ia memberi isyarat agar aku tidak bersuara, lalu perlahan-lahan membuka pintu toilet. Setelah yakin aman, ia keluar dan aku mengikutinya dari belakang.

Baiklah, Pak Joe saya harus siap-siap untuk meal service berikutnya, mungkin Bapak mau istirahat sejenak? godanya dengan nada seksi. Aku tersenyum dan mengangguk setuju. Sebelum aku ke upper deck, kucubit pantatnya dan ia memberiku ciuman yang sangat panas. Habis flight itu, ia memberiku nomer telpon hotelnya di LA, dan kami ngeseks gilagilaan tiap hari. Ternyata Lia sangat hyper sex dan bisa orgasme sampai sembilan kali seharinya. Sedangkan aku hanya mampu bucat 2 kali sehari. Dalam flight kembali ke LA, aku mengupgrade kursiku ke first class , karena ia bertugas di first class. Dan sekali lagi kami have sex di toilet, dan kali ini hampir ketauan teman kerjanya. Kami masih sering ketemu sampai hari ini. Kalau aku ke kota dimana dia tinggal. Pacarku? Masih jalan juga lah jadi punya dua cewek, deh

Cerita Seks Nikmatnya Cewek Arab Yang Manis


July 3rd, 2011 by | Posted under Uncategorized.

Cerita seks. Cerita ini adalah cerita yang terjadi saat aku berada di kota arab, cerita seks ini berawak saat aku sedang ada tugas dari atasan untuk menjalankan proyek disana, cukup lama juga sih sehingga aku mempunyai kesempatan melakukan seperti itu juga. Cerita dewasa seks ini sungguh membuat ku ingat banyak hal, ternyata cewek arab mantab juga. Ok begini ceritanya, singkat kata waktu itu aku udah di negara arab, setelah bertemu dengan para pejabat yang berwenang dan mengutarakan tujuan kedatangan kami, maka Direktur tersebut pulang terlebih dahulu karena masih ada urusan lain di Jakarta. Tinggalah aku disana mengurus semua perijinan sendirian saja. Hotel tempatku menginap adalah sebuah hotel yang tidak terlalu besar, namun bersih dan enak untuk tinggal. Letaknya agak sedikit di pinggiran kota, sepi, aman, dan transport untuk kemana-mana relatif mudah. Aku mendapat kamar dilantai 2 yang letaknya menghadap ke laut. Setiap sore sambil beristirahat setelah seharian berputar-putar dari satu instansi ke instansi lainnya aku duduk di teras sambil melihat laut. Para karyawan hotel cukup akrab dengan penghuninya, mungkin karena jumlah kamarnya tidak terlalu banyak, sekitar 32 kamar. Aku cukup akrab dan sering duduk di lobby, ngobrol dengan tamu lain atau karyawan hotel. Kadang-kadang dengan setengah bercanda aku ditawari selimut hidup oleh karyawan hotel, mulai dari room boy sampai ke security.

Mereka heran selama hampir 3 minggu aku tidak pernah bawa perempuan. Aku tersenyum saja, bukan tidak mau bro, tapi pikiranku masih tersita ke pekerjaan. Tak terasa sudah 3 minggu aku menginap di hotel. Karena surat-surat yang diperlukan sudah selesai, aku bisa sedikit bernafas lega dan mulai mencari hiburan. Tadi malam aku kembali dapat merasakan kehangatan tubuh perempuan setelah bergumul selama 2 ronde dengan seorang gadis panggilan asal Manado. Aku mendapatkannya dari security hotel. Meskipun orangnya cantik dan putih, tetapi permainannya tidak terlalu istimewa karena barangnya terlalu becek dan sudak kendor, tapi lumayanlah buat mengurangi sperma yang sudah penuh. Dua hari lagi aku akan pulang. Transportasi di daerah ini memang agak sulit. Untuk ke Jakarta aku harus ke ibukota propinsi dulu baru ganti pesawat ke Jakarta. Celakanya dari kota ini ke ibukota propinsi dalam 1 minggu hanya ada 4 penerbangan dengan twin otter yang kapasitasnya hanya 17 seat. Belum lagi cadangan khusus buat pejabat Pemda yang tiba-tiba harus berangkat. Aku yang sudah booking seat sejak seminggu yang lalu, ternyata masih masuk di cadangan nomor 5. Alternatifnya adalah dengan menaiki kapal laut milik Pelni yang makan waktu seharian untuk sampai ibukota propinsi. Rencanaku kalau tidak dapat seat pesawat terpaksa naik kapal laut. Sore itu aku ngobrol dengan security, yang membantu mencarikan perempuan, sambil duduk-duduk di cafe hotel. Kami membicarakan gadis Manado yang kutiduri tadi malam. Kubilang aku kurang puas dengan permainannya. Tiba-tiba saja pandanganku tertuju pada wanita yang baru masuk ke cafe. Wanita itu kelihatan bertubuh tinggi, mungkin 168 cm, badannya sintal dan dadanya membusung. Wajahnya kelihatan bukan wajah Melayu, tapi lebih mirip ke wajah Timur Tengah. Security itu mengedipkan matanya ke arahku. Bapak berminat ? Kalau ini dijamin oke, Arab punya, katanya. Wanita tadi merasa kalau sedang dibicarakan. Ia menatap ke arah kami dan mencibir ke arah security di sampingku. Anis, sini dulu. Kenalan sama Bapak ini, kata security itu. Aku mau ke karaoke dulu, balas wanita tadi. Ternyata namanya Anis. Anis berjalan kearah meja karaoke dan mulai memesan lagu. Ruangan karaoke tidak terpisah secara khusus, jadi kalau yang menyanyi suaranya bagus lumayan buat hiburan sambil makan. Tapi kalau pas suara penyanyinya

berantakan, maka selera makan bisa berantakan. Untuk karaoke tidak dikenakan charge, hanya merupakan service cafe untuk tamu yang makan disana. Dekatin aja Pak, temani dia nyanyi sambil kenalan. Siapa tahu cocok dan jadi, kata security tadi kepadaku. Aku berjalan dan duduk didekat Anis. Kuulurkan tanganku, Boleh berkenalan ? Namaku Jokaw. Anis, jawabnya singkat dan kembali meneruskan lagunya. Suaranya tidak bagus cuma lumayan saja. Cukup memenuhi standard kalau ada pertunjukan di kampung. Beberapa lagu telah dinyanyikan. dari lagu dan logat yang dinyanyikan wanita ini agaknya tinggal di Manado atau Sulawesi Utara. Dia mengambil gelas minumannya dan menyerahkan mike ke tamu cafe di dekatnya. Sendirian saja nona atau , kataku mengawali pembicaraan. Panggil saja namaku, ANIS, Anis, katanya. kami mulai terlibat pembicaraan yang cukup akrab. Anis berasal dari Gorontalo. Ia memang berdarah Arab. Menurutnya banyak keturunan Arab di Gorontalo. Kuamati lebih teliti wanita di sampingku ini. Hidungnya mancung khas Timur Tengah, kulitnya putih, rambutnya hitam tebal, bentuk badannya sintal dan kencang dengan payudaranya terlihat dari samping membusung padat. Kutawarkan untuk mengobrol di kamarku saja. Lebih dingin, karena ber-AC, dan lebih rileks serta privacy terjaga. Ia menurut saja. kami masuk ke dalam kamar. Security tadi kulihat mengangkat kedua jempolnya kearahku. Di dalam kamar, kami duduk berdampingan di karpet dengan menyandar ke ranjang sambil nonton TV. Anis masuk ke kamar mandi dan sebentar kemudian sudah keluar lagi. Kami melanjutkan obrolan. Ternyata Anis seorang janda gantung, suaminya yang seorang pengusaha, keturunan Arab juga, sudah 2 tahun meninggalkannya namun Anis tidak diceraikan. ia sedang mencoba membuka usaha kerajinan rotan dari Sulawesi yang dipasarkan disini. Dikta ini dia tinggal bersama familinya. Ia main ke hotel, karena dulu juga pernah tinggal di hotel ini seminggu dan akrab dengan koki wanita yang bekerja di cafe. dari tadi siang koki tersebut sedang keluar, berbelanja kebutuhan cafe. Kulingkarkan tangan kiriku ke bahu kirinya. Ia sedikit menggerinjal namun tidak ada tanda-tanda penolakan. aku semakin berani dan mulai meremas bahunya dan perlahan-lahan tangan kiriku menuju kedadanya. Sebelum tangan kiriku sampai di dadanya, ia menatapku dan bertanya, Mau apa kamu, Jokaw ? Sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Kupegang dagunya dengan tangan kananku dan kudekatkan mukanya ke mukaku. Perlahan kucium bibirnya. Ia diam saja. Kucium lagi namun ia belum juga membalas ciumanku.

Ayolah Anis, 2 tahun tentulah waktu yang cukup panjang bagimu. Selama ini tentulah kamu merindukan kehangatan dekapan seorang laki-laki, kataku mulai merayunya. Kuhembuskan napasku ke dekat telinganya. Bibirku mulai menyapu leher dan belakang telinganya. Akhh, tidak.. Jangan.., rintihnya. Ayolah Nis, mungkin punyaku tidak sebesar punya suami Arab-mu itu, namun aku bisa membantu menuntaskan gairahmu yang terpendam. Ia menyerah, pandangan matanya meredup. Kucium lagi bibirnya, kali ini mulai ada perlawanan balasan dari bibirnya. tanganku segera meremas dadanya yang besar, namun sudah sedikit turun. Ia mendesah dan membalas ciumanku dengan berapi-api. Tangannya meremas kejantananku yang masih terbungkus celana. Kududukan ia ditepi ranjang. Aku berdiri didepannya. tangannya mulai membuka ikatan pinggang dan ritsluiting celanaku, kemudian menyusup ke balik celana dalamku. Dikeluarkannya kejantananku yang mulai menegang. Dibukanya celanaku seluruhnya hingga bagian bawah tubuhku sudah dalam keadaan polos. Mulutnya kemudian menciumi kejantananku, sementara tangannya memegang pinggangku dan mengusap kantung zakarku. Lama kelamaan ciumannya berubah menjadi jilatan dan isapan kuat pada kejantananku. Kini ia mengocok kejantananku dengan mengulum kejantananku dan menggerakan mulutnya maju mundur. Aliran kenikmatan segera saja menjalari seluruh tubuhku. Tangannya menyusup ke bajuku dan memainkan putingku. Kubuka kancing bajuku agar tangannya mudah beraksi di dadaku. Kuremas rambutnya dan pantatkupun bergerak maju mundur menyesuaikan dengan gerakan mulutnya. Aku tak mau menumpahkan sperma dalam posisi ini. Kuangkat tubuhnya dan kini dia dalam posisi berdiri sementara aku duduk di tepi ranjang. Tanpa kesulitan segera saja kubuka celana panjang dan celana dalamnya. Rambut kemaluannya agak jarang dan berwarna kemerahan. Kemaluannya terlihat sangat menonjol di sela pahanya, seperti sampan yang dibalikkan. Ia membuka kausnya sehingga sekarang tinggal memakai bra berwarna biru. Kujilati tubuhnya mulai dari lutut, paha sampai ke lipatan pahanya. Sesekali kusapukan bibirku di bibir vaginanya. Lubang vaginanya terasa sempit ketika lidahku mulai masuk ke dalam vaginanya. Ia merintih, kepalanya mendongak, tangannya yang sebelah menekan kepalaku sementara tangan satunya meremas rambutnya sendiri. Kumasukan jari tengahku ke dalam lubang vaginanya, sementara lidahku menyerang klitorisnya. Ia memekik

perlahan dan kedua tangannya meremas payudaranya sendiri. Tubuhnya melengkung ke belakang menahan kenikmatan yang kuberikan. Ia merapatkan selangkangannya ke kepakalu. Kulepaskan bajuku dan kulempar begitu saja ke lantai. Akhirnya ia mendorongku sehingga aku terlentang di ranjang dengan kaki masih menjuntai di lantai. Ia berjongkok dan, Sllruup... Kembali ia menjilat dan mencium penisku beberapa saat. Ia naik keatas ranjang dan duduk diatas dadaku menghadapkan vaginanya di mulutku. Tangannya menarik kepalaku meminta aku agar menjilat vaginanya dalam posisi demikian. Kuangkat kepalaku dan segera lidahku menyeruak masuk ke dalam liang vaginanya. Tanganku memegang erat pinggulnya untuk membantu menahan kepalaku. Ia menggerakan pantatnya memutar dan maju mundur untuk mengimbangi serangan lidahku. Gerakannya semakin liar ketika lidahku dengan intens menjilat dan menekan klitorisnya. Ia melengkungkan tubuhnya sehingga bagian kemaluannya semakin menonjol. tangannya kebelakang diletakan di pahaku untuk menahan berat tubuhnya. Ia bergerak kesamping dan menarikku sehingga aku menindihnya. Kubuka bra-nya dan segera kuterkam gundukan gunung kembar di dadanya. Putingnya yang keras kukulum dan kujilati. Kadang kumisku kugesekan pada ujung putingnya. Mendapat serangan demikian ia merintih Jokaw, ayo kita lakukan permainan ini, Masukan sekarang... Tangannya menggenggam erat penisku dan mengarahkan ke lubang vaginanya. Beberapa kali kucoba untuk memasukannya tetapi sangat sulit. Sebenarnya sejak kujilati sedari tadi kurasakan vaginanya sudah basah oleh lendirnya dan ludahku, namun kini ketika aku mencoba untuk melakukan penetrasi kurasakan sulit sekali. Penisku sudah mulai mengendor lagi karena sudah beberapa kali belum juga menembus vaginanya. Aku ingat ada kondom di laci meja, masih tersisa 1 setelah 2 lagi aku pakai tadi malam, barangkali dengan memanfaatkan permukaan kondom yang licin lebih mudah melakukan penetrasi. namun aku ragu untuk mengambilnya, Anis kelihatan sudah di puncak nafsunya dan ia tidak memberikan sinyal untuk memakai kondom. Kukocokkan penisku sebentar untuk mengencangkannya. Kubuka pahanya selebarlebarnya. Kuarahkan penisku kembali ke liang vaginanya. Jokaw.. Kencangkan dan cepat masukkan, rintihnya. Kepala penisku sudah melewati bibir vaginanya. Kudorong sangat pelan. Vaginanya sangat sempit. Entah apa yang menyebabkannya, padahal ia sudah punya anak dan

menurut ceritanya pen*s suaminya satu setengah kali lebih besar dari penisku. Aku berpikir bagaimana caranya agar pen*s suaminya bisa menembus vaginanya. Penisku kumaju mundurkan dengan perlahan untuk membuka jalan nikmat ini. Beberapa kali kemudian penisku seluruhnya sudah menembus lorong vaginanya. Aku merasa dengan kondisi vaginanya yang sangat sempit maka dalam ronde pertama ini aku akan kalah kalau aku mengambil posisi di atas. Mungkin kalau ronde kedua aku dapat bertahan lebih lama. Akan kuambil cara lain agar aku tidak jebol duluan. Kugulingkan badannya dan kubiarkan dia menindihku. Anis bergerak naik turun menimba kenikmatannya. Aku mengimbanginya tanpa mengencangkan ototku, hanya sesekali kuberikan kontraksi sekedar bertahan saja supaya penisku tidak mengecil. Anis merebahkan tubuhnya, merapat didadaku. Kukulum payudaranya dengan keras dan kumainkan putingnya dengan lidahku. Ia mendengus-dengus dan bergerak liar untuk merasakan kenikmatan. Gerakannya menjadi kombinasi naik turun, berputar dan maju mundur. Luar biasa vagina wanita Arab ini, dalam kondisi aku dibawahpun aku harus berjuang keras agar tidak kalah. Untuk mempertahankan diri kubuat agar pikiranku menjadi rileks dan tidak berfokus pada permainan ini. 15 menit sudah berlalu sejak penetrasi. Agaknya Anis sudah ingin mengakhiri babak pertama ini. Ia memandangku, kemudian mencium leher dan telingaku. Ouhh.. jokaw, kamu luar biasa. Dulu dalam ronde pertama biasanya suamiku akan kalah, namun kami masih bertahan. Yeesshh.. Tahan dulu, sebentar lagi.. Aku... Ia tidak melanjutkan kalimatnya. Aku tahu kini saatnya beraksi. Kukencangkan otot penisku dan gerakan tubuh Anispun semakin liar. Akupun mengimbangi dengan genjotan penisku dari bawah. Ketika ia bergerak naik, pantatku kuturunkan dan ketika ia menekan pantatnya ke bawah akupun menyambutnya dengan mengangkat pantatku. Kepalanya bergerak kesana kemari. Rambutnya yang hitam lebat acak-acakan. sprei sudah terlepas dan tergulung di sudut ranjang. bantal di atas ranjang semuanya sudah jatuh ke lantai. Keadaan diatas ranjang seperti kapal yang pecah dihempas badai. Ranjangpun ikut bergoyang mengikutu gerakan kami. Suaranya berderak-derak seakan hendak patah. Akupun semakin mempercepat genjotanku dari bawah agar iapun segera berlabuh di dermaga kenikmatan. Semenit kemudian.. Aaggkkhh.. Nikmat.. Ouhh.. Yeahh, Anis memekik. Punggungnya melengkung ke atas, mulutnya menggigit putingku. Kurasakan aliran kenikmatan mendesak lubang penisku. Aku tidak tahan lagi. Ketika pantatnya menekan ke bawah, kupeluk pinggangnya dan kuangkat pantatku.

Ouhh.. An.. Nis. Aku tidak tahan lagi.. Aku sampaiihh! Ia memberontak dari pelukanku sampai peganganku pada pinggulnya terlepas. pantatnya naik dan segera diturunkan lagi dengan cepat. Jokaw.. Ouhh Jokaw.. Aku juga... Kakinya mengunci kakiku dan badannya mengejang kuat. dengan kaki saling mengait aku menahan gerak tubuhnya yang mengejang. Giginya menggigit lenganku sampai terasa sakit. Denyutan dari dinding vaginanya saling berbalasan dengan denyutan dipenisku. Beberapa detik kemudian, kami masih merasakan sisa-sisa kenikmatan. ketika sisa-sisa denyutan masih terjadi badannya menggetar. Ia berbaring diatas dadaku sampai akhirnya penisku mulai mengecil dan terlepas dengan sendirinya dari vaginanya. Sebagian sperma mengalir keluar dari vaginanya di atas perutku. Anis berguling ke samping setelah menarik napas panjang. Luar biasa kamu Kaw. Suamiku tidak pernah menang dalam ronde pertama, memang dalam berhubungan ia sering mengambil posisi di atas. tapi kami sanggup membawaku terbang ke angkasa, katanya sambil mengelus dadaku. Akupun rasanya hampir tidak sanggup menandingimu. Mungkin sebagian besar laki-laki akan menyerah di atas ranjang kalau harus bermain denganmu. Milikmu benar-benar sempit, kataku balas memujinya. Memang kalau tadi aku harus bermain diatas, rasanya tak sampai sepuluh menit aku pasti sudah KO. Makanya, jangan cuma penetrasi terus main genjot saja, teknik bro! Kamu orang Melayu pribumi, tapi kok bulunya banyak gini. Keturunan India atau mungkin Arab ya? Nggak ah, asli Indonesia lho... Ia masih terus memujiku beberapa kali lagi. Kuajak ia mandi bersama dan setelah itu kami duduk di teras sambil minum soft drink dan melihat laut. Aku hanya mengenakan celana pendek tanpa celana dalam dam kaus tanpa lengan. Ia mengenakan kemejaku, sementara bagian bawah tubuhnya hanya ditutup dengan selimut yang dililitkan tanpa mengenakan pakaian dalam. Ia duduk membelakangiku. Tubuhnya disandarkan di bahuku. Mulutku sesekali mencium rambut dan belakang telinganya. Kadang mulutnya mencari mulutku dan kusambut dengan ciuman ringan. Tangan kanannya melingkar di kepalaku. Kamu nggak takut hamil melakukan hal ini denganku?tanyaku. Aku dulu pernah kerja di apotik, jadi aku tahu pasti cara mengatasinya. Aku selalu siap sedia, siapa tahu terjadi hal yang diinginkan seperti sore ini. Aku sudah makan obat waktu masuk ke kamar mandi tadi.

Tenang saja, toh kalaupun hamil bukan kamu yang menanggung akibatnya. katanya enteng. Jadi ia selalu membawa obat anti hamil. Untung saja aku tadi tidak berlaku konyol dengan memakai kondom. Mungkin saja sejak ditinggal suaminya ia sudah beberapa kali bercinta dengan laki-laki. Tapi apa urusanku, aku sendiri juga melakukannya. yang penting malam ini ia menjadi teman tidurku. Matahari sudah jauh condong ke Barat, sehingga tidak terasa panas. hampir sejam kami duduk menikmati sunset. Gairahku mulai timbul lagi. Kubuka dua kancing teratas bajunya. Kurapatkan kejantananku yang sudah mulai ingin bermain lagi ke pinggangnya. Kususupkan tanganku kebalik bajunya dan kuremas dadanya. Hmmhh.., ia bergumam. Masuk yuk, sudah mulai gelap. Anginnya juga mulai kencang dan dingin, kataku. Kamipun masuk ke dalam kamar sambil berpelukan. Sekilas kulihat tatapan iri dan kagum dari tamu hotel di kamar yang berseberangan dengan kamarku. I want more, honey! kataku. kami bersama-sama merapikan sprei dan bantal yang berhamburan akibat pertempuran babak pertama tadi. Kubuka bajunya dan kutarik selimut yang menutup bagian bawah tubuhnya. Kurebahkan Anis di ranjang. Kubuka kausku dan aku berdiri di sisi ranjang di dekat kepalanya. Anis mengerti maksudku. Didekatkan kepalanya ke tubuhku dan ditariknya celana pendekku. Sebentar kemudian mulut dan lidahnya sudah beraksi dengan lincahnya di selangkanganku. Aku mengusap-usap tubuhnya mulai dari bahu, dada sampai ke pinggulnya. Peniskupun tak lama sudah menegang dan keras, siap untuk kembali mendayung sampan. Lima menit ia beraksi. Setelah itu kutarik kepalanya dan kuposisikan kakinya menjuntai ke lantai. Kubuka mini bar dan kuambil beberapa potong es batu di dalam gelas. Kujepit es batu tadi dengan bibirku dan aku berjongkok di depan kakinya. Kurenggangkan kedua kakinya lalu dengan jariku bibir vaginanya kubuka. Bibirku segera menyorongkan es batu ke dalam vaginanya yang merah merekah. Ia terkejut merasakan perlakuanku. Kaki dan badannya sedikit meronta, namun kutahan dengan tanganku. Ouhh.. Jokaw.. Kamu.. Gila.. Gila.. Jangan.. Cukup Kaw! ia berteriak. Aku tidak menghiraukan teriakannya dan terus melanjutkan aksiku. Rupanya sensasi dingin dari es batu di dalam vaginanya membuatnya sangat terangsang. Kujilati air dari es batu yang mencair dan mulai bercampur dengan lendir vaginanya.

Jokaw.. Maniak kamu.., ia masih terus memekik setiap kali potongan es batu kutempelkan ke bagian dalam bibir vagina dan klitorisnya. Kadang es batu kupegang dengan jariku menggantikan bibirku yang tetap menjilati seluruh bagian vaginanya. Kakinya masih meronta, namun ia sendiri mulai menikmati aksiku. Kulihat ke atas ia menggigit ujung bantal dengan kuat untuk menahan perasaannya. Akhirnya semua potongan es batu yang kuambil habis. Aku masih meneruskan stimulasi dengan cara cunilingus ini. Meskipun untuk ronde kedua aku yakin bisa bertahan lebih lama, namun untuk berjaga-jaga akan kuransang dia sampai mendekati puncaknya. yang pasti aku tak mau kalah ketika bermain dengannya. Kurang lebih sepuluh menit aku melakukannya. Ia terhentak dan mengejang sesaat ketika klitorisnya kugaruk dan kemudian kujepit dengan jariku. Kulepas dan kujepit lagi. Ia merengek-rengek agar aku menghentikan aksiku dan segera melakukan penetrasi, namun aku masih ingin menikmati dan memberikan foreplay dalam waktu yang agak lama. Beberapa saat aku masih dalam posisi itu. tangan kanannya memegang kepalaku dan menekannya ke celah pahanya. Tangan kirinya meremas-remas payudaranya sendiri. Aku duduk di dadanya. Kini ia yang membrikan kenikmatan pada penisku melalui lidah dan mulutnya. Dikulumnya penisku dalam-dalam dan diisapnya lembut. Giginya juga ikut memberikan tekanan pada batang penisku. Dilepaskannya penisku dan kini dijepitnya dengan kedua payudaranya sambil diremas-remas dengan gundukan kedua dagingnya itu. Kugerakkan pinggulku maju mundur sehingga peniskupun bergesekan dengan kulit kedua payudaranya. Kuubah posisiku dengan menindihnya berhadapan, kemudian mulutku bermain disekitar payudaranya. Anis kelihatan tidak sabar lagi dan dengan sebuah gerakan tangannya sudah memegang dan mengocok penisku dengan menggesekannya pada bibir vaginanya. Tanganku mengusap gundukan payudaranya dan meremas dengan pelan dan hati-hati. Ia menggelinjang. Mulutku menyusuri leher dan bahunya kemudian bibirnya yang sudah setengah terbuka segera menyambut bibirku. kami segera berciuman dengan ganas sampai terengah-engah. Penisku yang sudah mengeras mulai mencari sasarannya. Kuremas pantatnya yang padat dan kuangkat pantatku. Jokaw.. Ayo.. Masukk.. Kan! Tangannya menggenggam penisku dan mengarahkan ke dalam guanya yang sudah basah. Aku mengikuti saja. Kali ini ia yang mengambil inisiatif untuk membuka lebar-lebar kedua kakinya. Dengan perlahan dan hati-hati kucoba memasukan penisku kedalam liang vaginanya. Masih sulit juga untuk menembus bibir vaginanya.

tangannya kemudian membuka bibir vaginanya dan dengan bantuan tanganku maka kuarahkan penisku ke vaginanya. Begitu melewati bibir vaginanya, maka kurasakan lagi sebuah lorong yang sempit. Perlahan-lahan dengan gerakan maju mundur dan memutar maka beberapa saat kemudian penisku sudah menerobos kedalam liang vaginanya. Aku bergerak naik turun dengan perlahan sambil menunggu agar pelumasan pada vaginanya lebih banyak. Ketika kurasakan vaginanya sudah lebih licin, maka kutingkatkan tempo gerakanku. Anis masih bergerak pelan, bahkan cenderung diam dan menungguku untuk melanjutkan serangan berikutnya. Kupercepat gerakanku dan Anis bergerak melawan arah gerakanku untuk menghasilkan sensasi kenikmatan. Aku menurunkan irama permainan. Kini ia yang bergerak liar. Tangannya memeluk leherku dan bibirnya melumat bibirku dengan ganas. Aku memeluk punggungnya kemudian mengencangkan penisku dan menggenjotnya lagi dengan cepat. Kubisikkan untuk berganti posisi menjadi doggy style. Ia mendorong tubuhku agar dapat berbaring tengkurap. Pantatnya dinaikkan sedikit dan tangannya terjulur kebelakang menggenggam penisku dan segera menyusupkannya kedalam vaginanya. Kugenjot lagi vaginanya dengan menggerakkan pantatku maju mundur dan berputar. Kurebahkan badanku di atasnya. kami berciuman dengan posisi sama-sama tengkurap, sementara kemaluan kami masih terus bertaut dan melakukan aksi kegiatannya. Aku menusuk vaginanya dengan gerakan cepat berulang kali. Iapun mendesah sambil meremas sprei. Aku berdiri di atas lututku dan kutarik pinggangnya. Kini ia berada dalam posisi nungging dengan pantat yang disorongkan ke kemaluanku. Setelah hampir sepuluh menit permainan kami yang kedua ini, Anis semakin keras berteriak dan sebentar-bentar mengejang. Vaginanya terasa semakin lembab dan hangat. Kuhentikan genjotanku dan kucabut penisku. Anis berbalik terlentang dan sebentar kemudian aku naik ke atas tubuhnya dan kembali menggenjot vaginanya. Kusedot putingnya dan kugigit bahunya. Kutarik rambutnya sampai mendongak dan segera kujelajahi daerah sekitar leher sampai telinganya. Ia semakin mendesah dan mengerang dengan keras. Ketika ia mengerang cukup keras, maka segera kututup bibirnya dengan bibirku. Ia menyambut bibirku dengan ciuman yang panas. Lidahnya menyusup ke mulutku dan menggelitik langitlangit mulutku. Aku menyedot lidahnya dengan satu sedotan kuat, melepaskannya dan kini lidahku yang masuk ke dalam rongga mulutnya. kami berguling sampai Anis berada di atasku. Anis menekankan pantatnya dan peniskupun semakin dalam masuk ke lorong kenikmatannya. Ouhh.. Anis, desahku setengah berteriak.

Anis bergerak naik turun dan memutar. Perlahan-lahan kugerakkan pinggulku. Karena gerakan memutar dari pinggulnya, maka penisku seperti disedot sebuah pusaran. Anis mulai mempercepat gerakannya, dan kusambut dengan irama yang sama. Kini ia yang menarik rambutku sampai kepalaku mendongak dan segera mencium dan menjilati leherku. Hidungnya yang mancung khas Timur Tengah kadang digesekkannya di leherku memberikan suatu sensasi tersendiri. Anis bergerak sehingga kaki kami saling menjepit. kaki kirinya kujepit dengan kakiku dan demikian juga kaki kiriku dijepit dengan kedua kakinya. dalam posisi ini ditambah dengan gerakan pantatnya terasa nikmat sekali. Kepalanya direbahkan didadaku dan bibirnya mengecup putingku. Kuangkat kepalanya, kucium dan kuremas buah dadanya yang menggantung. Setelah kujilati dan kukecup lehernya kulepaskan tarikan pada rambutnya dan kepalanya turun kembali kemudian bibirnya mencari-cari bibirku. Kusambut mulutnya dengan satu ciuman yang dalam dan lama. Anis kemudian mengatur gerakannya dengan irama lamban dan cepat berselangseling. Pantatnya diturunkan sampai menekan pahaku sehingga penisku masuk terbenam dalam-dalam menyentuh rahimnya. kakinya bergerak agar lepas dari jepitanku dan kini kedua kakiku dijepit dengan kedua kakinya. Anis menegakkan tubuhnya sehingga ia dalam posisi duduk setengah jongkok di atas selangkanganku. Ia kemudian menggerakan pantatnya maju mundur sambil menekan kebawah sehingga penisku tertelan dan bergerak ke arah perutku. Rasanya seperti diurut dan dijepit sebuah benda yang lembut namun kuat. Semakin lama semakin cepat ia menggerakkan pantatnya, namun tidak menghentak-hentak. darah yang mengalir ke penisku kurasakan semakin cepat dan mulai ada aliran yang merambat disekujur tubuhku. Ouhh.. Sshh.. Akhh! Desisannyapun semakin sering. Aku tahu sekarang bahwa iapun akan segera mengakhiri pertarungan ini dan menggapai puncak kenikmatan. Tahan Nis, turunkan tempo.. Aku masih lama lagi ingin merasakan nikmatnya bercinta denganmu. Aku menggeserkan tubuhku ke atas sehingga kepalaku menggantung di bibir ranjang. Ia segera mengecup dan menciumi leherku. Tak ketinggalan hidungnya kembali ikut berperan menggesek kulit leherku. Aku sangat suka sekali ketika hidungnya bersentuhan dengan kulit leherku. Jokaw.. Ouhh.. Aku tidak tahan lagi! ia mendesah. Kugelengkan kepalaku memberi isyarat untuk bertahan sebentar lagi.

Aku bangkit dan duduk memangku Anis. Penisku kukeraskan dengan menahan napas dan mengencangkan otot PC. Ia semakin cepat menggerakkan pantatnya maju mundur sementara bibirnya ganas melumat bibirku dan tangannya memeluk leherku. Tanganku memeluk pinggangnya dan membantu mempercepat gerakan maju mundurnya. Dilepaskan tangannya dari leherku dan tubuhnya direbahkan ke belakang. Kini aku yang harus bergerak aktif. Kulipat kedua lututku dan kutahan tubuhnya di bawah pinggangnya. Gerakanku kuatur dengan irama cepat namun penisku hanya setengahnya saja yang masuk sampai beberapa hitungan dan kemudian sesekali kutusukkan penisku sampai mentok. Ia merintih-rintih, namun karena posisi tubuhnya ia tidak dapat bergerak dengan bebas. Kini aku sepenuhnya yang mengendalikan permainan, ia hanya dapat pasrah dan menikmati. Kutarik tubuhnya dan kembali kurebahkan tubuhnya ke atas tubuhku, matanya melotot dan bola matanya memutih. Giginya menggigit bahuku. Kugulingkan tubuhku, kini aku berada diatasnya kembali. Kuangkat kaki kanannya ke atas bahu kiriku. Kutarik badannya sehingga selangkangannya dalam posisi menggantung merapat ke tubuhku. Kaki kirinya kujepit di bawah ketiak kananku. Dengan posisi duduk melipat lutut aku menggenjotnya dengan perlahan beberapa kali dan kemudian kuhentakkan dengan keras. Iapun berteriak dengan keras setiap aku menggenjotnya dengan keras dan cepat. Kepalanya bergerak-gerak dan matanya seperti mau menangis. Kukembalikan kakinya pada posisi semula. Aku masih ingin memperpanjang permainan untuk satu posisi lagi. kakiku keluar dari jepitannya dan ganti kujepit kedua kakinya dengan kakiku. Vaginanya semakin terasa keras menjepit penisku. Aku bergerak naik turun dengan perlahan untuk mengulur waktu. Anis kelihatan sudah tidak sabar lagi. Matanya terpejam dengan mulut setengah terbuka yang terus merintih dan mengerang. Gerakan naik turunku kupercepat dan semakin lama semakin cepat. Kini kurasakan desakan kuat yang akan segera menjebol keluar lewat lubang penisku. Kukira sudah lebih dari setengah jam lamanya kami bergumul. Akupun sudah puas dengan berbagai posisi dan variasi. Keringatku sudah berbaur dengan keringatnya. Kurapatkan tubuhku di atas tubuhnya, kulepaskan jepitan kakiku. Betisnya kini menjepit pinggangku dengan kuat. Kubisikan, OK baby, kini saatnya... Ia memekik kecil ketika pantatku menekan kuat ke bawah. Dinding vaginanya berdenyut kuat menghisap penisku. Ia menyambut gerakan pantatku dengan

menaikan pinggulnya. Bibirnya menciumku dengan ciuman ganas dan kemudian sebuah gigitan hinggap pada bahuku. Satu aliran yang sangat kuat sudah sampai di ujung lubang penisku. Kutahan tekanan penisku ke dalam vaginanya. Gelombang-gelombang kenikmatan terwujud lewat denyutan dalam vaginanya bergantian dengan denyutan pada penisku seakan-akan saling meremas dan balas mendesak. Denyut demi denyutan, teriakan demi teriakan dan akhirnya kami bersama-sama sampai ke puncak sesaat kemudian setelah mengeluarkan teriakan keras dan panjang. Anis.. Ouhh.. Yeaahh!! Ahhkk.. Lakukan Jokaw.. Sekarang!! Akhirnya aliran yang tertahan sejak tadipun memancar dengan deras di dalam vaginanya. Kutekan penisku semakin dalam di vaginanya. Tubuhnya mengejang dan pantatnya naik. Ia mempererat jepitan kakinya dan pelukan tangannya. Kupeluk tubuhnya erat-erat dan tangannya menekan kepalaku di atas dadanya. Ketika dinding vaginanya berdenyut, maka kubalas dengan gerakan otot PC-ku. Iapun kembali mengejang dan bergetar setiap otot PC-ku kugerakkan. Napas dan kata-kata penuh kenikmatan terdengar putus-putus, dan dengan sebuah tarikan napas panjang aku terkulai lemas di atas tubuhnya. kami masih saling mengecup bibir dan keadaan kamarpun menjadi sunyi, tidak ada suara yang terdebgar. hanya ada napas yang panjang tersengal-sengal yang berangsur-angsur berubah menjadi teratur. Lima belas menit kemudian kami berdua sudah bermain dengan busa sabun di kamar mandi. Kami saling menyabuni dengan sesekali melakukan cumbuan ringan. Setelah mandi barulah kami merasa lapar setelah dua ronde kami lalui. Sambil makan Anis menelpon familinya, kalau malam ini ia tidak pulang dengan alasan menginap di rumah temannya. Tentu saja ia tidak bilang kalau temannya adalah seorang laki-laki bernama Jokaw. Malam itu dan malam berikutnya tentu saja tidak kami lewatkan dengan sia-sia. Mandi keringat, mandi kucing, mandi basah dan tentunya mandi kenikmatan menjadi acara kami berdua. Esoknya setelah mengecek ke agen Merpati ternyata aku masih mendapat seat penerbangan ke kota propinsi, seat terakhir lagi. Ketika chek out dari hotel kusisipkan selembar dua puluh ribuan ke tangan security temanku. Ia tersenyum. Terima kasih Pak, katanya sambil menyambut tasku dan membawakan ke mobil. Kapan kesini lagi, Pak? kalau Anis nggak ada, nanti akan saya carikan Anis yang lainnya lagi, bisiknya ketika sudah berangkat ke bandara.

Anis mengantarku sampai ke bandara dan sebelum turun dari mobil kuberikan kecupan mesra di bibirnya. Sopir mobil hotel hanya tersenyum melihat tingkah kami. Setahun kemudian aku kembali lagi ke kota itu dan ternya Anis tidak berada di kota itu lagi. Ketika kutelpon ke nomor yang diberikannya, penerima telepon menyatakan tidak tahu dimana sekarang Anis berada. Dengan bantuan security temanku maka aku mendapatkan perempuan lainnya, orang Jawa Tinur. Lumayan, meskipun kenikmatan yang diberikannya masih di bawah Anis.

Cerita Seks Treesome Lesbian Vera Dan Teman Cowoknya


June 29th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks ini kualami secara tidak sengaja, ketika aku menceritakan cerita seks ini aku sudah menjadi maniak seks lesbian, dan kurasakan seks sejenis itu sungguh luar biasa nikmatnya. Hal ini membuatku ketagihan seks, meskipun awalnya kualami itu aku merasakan sangat tidak nyaman namun lama-kelamaan aku merasakan juga kenikmatan dalam berhubungan seks. Hingga akhirnya bisa kuceritakan cerita dewasa seks ini. Ok kenalin dulu ya, nama saya Dinda, sebenarnya itu bukan nama asli saya. menurut orang, wajah saya cantik sekali. Mataku yang sayu sering membuat pria tergila-gila padaku. Saya sendiri tidak GR tapi saya merasa pria banyak yang ingin bersetubuh dengan saya. Saya senang saja karena pada dasarnya saya juga senang ML. Saya dibesarkan di keluarga yang taat beragama. Dari SD hingga SMP saya disekolahkan di sebuah sekolah berlatar belakang agama. Sebenarnya dari kelas 6 SD, gairah seksual saya tinggi sekali tetapi saya selalu berhasil menekannya dengan membaca buku. Selesai SMP tahun 1989, saya melanjutkan ke SMA negeri di kawasan bulungan, Jakarta Selatan. Di hari pertama masuk SMA, saya sudah langsung akrab dengan teman-teman baru bernama Vera, Angki dan Nia. Mereka cantik, kaya dan pintar. Dari mereka bertiga, terus terang yang bertubuh paling indah adalah si Vera. Tubuh saya cenderung biasa saja tetapi berbuah dada besar karena dulu saya gemuk, tetapi berkat diet ketat dan olah raga gila-gilaan, saya berhasil menurunkan berat badan tetapi payudaraku tetap saja besar. Di suatu hari Sabtu, sepulang sekolah kami menginap ke rumah Vera di Pondok Indah. Rumah Vera besar sekali dan punya kolam renang. Di rumah Vera, kami ngerumpi segala macam hal sambil bermalas-malasan di sofa. Di sore hari, kami berempat ganti baju untuk berenang.

Di kamar Vera, dengan cueknya Vera, Angki dan Nia telanjang didepanku untuk ganti baju. Saya awalnya agak risih tetapi saya ikut-ikutan cuek. Saya melirik tubuh ketiga teman saya yang langsing. Ku lirik selangkangan mereka dan bulu kemaluan mereka tercukur rapi bahkan Vera mencukur habis bulu kemaluannya. Tiba-tiba si Nia berteriak ke arah saya.. Gile, jembut Dinda lebat banget Kontan Vera dan Angki menengok kearah saya. Saya menjadi sedikit malu. Dicukur dong Dinda, enggak malu tuh sama celana dalam? kata Angki. Gue belum pernah cukur jembut jawabku. Ini ada gunting dan shaver, cukur aja kalau mau kata Vera. Saya menerima gunting dan shaver lalu mencukur jembutku di kamar mandi Vera. Angki dan Nia tidak menunggu lebih lama, mereka langsung menceburkan diri ke kolam renang sedangkan Vera menunggui saya. Setelah mencoba memendekkan jembut, Vera masuk ke kamar mandi dan melihat hasil saya. Kurang pendek, Dinda. Abisin aja kata Vera. Nggak berani, takut lecet jawabku. Sini gue bantuin kata Vera. Vera lalu berjongkok di hadapanku. Saya sendiri posisinya duduk di kursi toilet. Vera membuka lebar kaki saya lalu mengoleskan shaving cream ke sekitar vagina. Ada sensasi getaran menyelubungi tubuhku saat jari Vera menyentuh vaginaku. Dengan cepat Vera menyapu shaver ke jembutku dan menggunduli semua rambutrambut didaerah kelaminku. Tak terasa dalam waktu 5 menit, Vera telah selesai dengan karyanya. Ia mengambil handuk kecil lalu dibasahi dengan air kemudian ia membersihkan sisa-sisa shaving cream dari selangkanganku. Bagus kan? kata Vera. Saya menengok ke bawah dan melihat vaginaku yang botak seperti bayi. OK juga kerjaannya. Vera lalu jongkok kembali di selangkanganku dan membersihkan sedikit selangkanganku. Dinda, elo masih perawan ya? kata Vera. Iya, kok tau? Vagina elo rapat banget kata Vera. Sekali-kali jari Vera membuka bibir vagina saya. Nafasku mulai memburu menahan getaran dalam tubuhku. Ada apa ini? Tanya saya dalam hati. Vera melirik ke arahku lalu jarinya kembali memainkan vaginaku. Ooh, Vera, geli ah

Vera nyengir nakal tapi jarinya masih mengelus-elus vaginaku. Saya benar-benar menjadi gila rasanya menahan perasaan ini. Tak terasa saya menjambak rambut Vera dan Vera menjadi semakin agresif memainkan jarinya di vaginaku. Dan sekarang ia perlahan mulai menjilat vagina saya. memek kamu wangi Jangan Vera pinta saya tetapi dalam hati ingin terus dijilat. Vera menjilat vagina saya. Bibir vagina saya dibuka dan lidahnya menyapu seluruh vagina saya. Klitorisku dihisap dengan keras sehingga nafas saya tersentak-sentak. Saya memejamkan mata menikmati lidah Vera di vaginaku. Tak berapa lama saya merasakan lidah Vera mulai naik kearah perut lalu ke dada. Hatiku berdebar-debar menantikan perbuatan Vera berikutnya. Dengan lembut tangan Vera membuka BHku lalu tangan kanannya mulai meremas payudara kiriku sedangkan payudara kananku dikulum oleh Vera. Inikah yang namanya seks? Tanyaku dalam hati. 18 tahun saya mencoba membayangkan kenikmatan seks dan saya sama sekali tak membayangkan bahwa pengalaman pertamaku akan dengan seorang perempuan. Tetapi nikmatnya luar biasa. Vera mengulum puting payudaraku sementara tangan kanannya sudah kembali turun ke selangkanganku dan memainkan klitorisku. Saya menggeliat-geliat menikmati sensualitas dalam diriku. Tiba-tiba dari luar si Nia memanggil.. Woi, lama amat di dalam. Mau berenang enggak? Vera tersenyum lalu berdiri. Saya tersipu malu kemudian saya bergegas memakai baju berenang dan kami berdua menyusul kedua teman yang sudah berenang. Di malam hari selesai makan malam, kita berempat nonton TV dikamar Vera. Oiya, orang tua Vera sedang keluar negeri sedangkan kakak Vera lagi keluar kota karenanya rumah Vera kosong. Setelah bosan menonton TV, kami menggosipkan orang-orang di sekolah. Pembicaraan kami ngalor-ngidul hingga Vera membuat topik baru dengan siapa kita mau bersetubuh di sekolah. Angki dan Nia sudah tidak perawan sejak SMP. Mereka berdua menceritakan pengalaman seks mereka dan Vera juga menceritakan pengalaman seksnya, saya hanya mendengarkan kisah-kisah mereka. Kalau gue, gue horny liat si Ari anak kelas I-6 kata Nia. Iya sama dong, tetapi gue liat horny liat si Marcel. Kayaknya kontolnya gede deh kata Angky. Terus terang ya, gue dari dulu horny banget liat si Alex. Sering banget gue bayangin ****** dia muat enggak di vagina gue. Sorry ya Vera, gue kan tau Alex cowok elo kata saya sambil tersenyum. Hahaha, nggak apa-apa lagi. Banyak kok yang horny liat dia. Si Angky dan Nia juga horny kata Vera. Kami berempat lalu tertawa bersama-sama. Di hari Senin setelah pulang sekolah, Vera menarik tangan saya.

Eh Dinda, beneran nih elo sering mikirin Alex? Iya sih, kenapa? Nggak apa-apa kan gue ngomong gitu? tanya saya. Nggak apa-apa kok. Gue orangnya nyantai aja kata Vera. Pernah kepikiran enggak mau ML? Vera kembali bertanya. Hah? Dengan siapa? tanya saya terheran-heran. Dengan Alex. Semalam gue cerita ke Alex dan Alex mau aja ML dengan kamu Ah gila loe Vera jawab saya. Mau enggak? desak Vera. Terus kamu sendiri gimana? tanya saya dengan heran. Saya sih cuek aja. Kalo bisa bikin teman senang, kenapa enggak? kata Vera. Ya boleh aja deh kata saya dengan deg-degan. Mau sekarang di rumahku? kata Vera. Boleh Saya naik mobil Vera dan kami berdua langsung meluncur ke Pondok Indah. Setiba di sana, saya mandi di kamar mandi karena panas sekali. Sambil mandi, perasaan saya antara tegang, senang, merinding. Semua bercampur aduk. Selesai mandi, saya keluar kamar mandi mengenakan BH dan celana dalam. Saya pikir tidak ada orang di kamar. Saya duduk di meja rias sambil menyisir rambutku yang panjang. Tiba-tiba saya kaget karena Vera dan Alex muncul dari balkon kamar Vera. Rupanya mereka berdua sedang menunggu saya sambil mengobrol di balkon. Halo Dinda kata Alex sambil tersenyum. Saya membalas tersenyum lalu berdiri. Alex memperhatikan tubuhku yang hanya ditutupi BH dan celana dalam. Tubuh Alex sendiri tinggi dan tegap. Alex masih campuran Belanda Menado sehingga terlihat sangat tampan. Hayo, langsung aja. Jangan grogi kata Vera bagaikan germo. Alex lalu menghampiriku kemudian ia mencium bibirku. Inilah pertama kali saya dicium di bibir. Perasaan hangat dan getaran menyelimuti seluruh tubuhku. Saya membalas ciuman Alex dan kita berciuman saling berangkulan. Saya melirik ke Vera dan saya melihat Vera sedang mengganti baju seragamnya ke daster. Alex mulai meremas-remas payudaraku yang berukuran 34C. Saya membuka BH-ku sehingga Alex dengan mudah dapat meremas seluruh payudara. Tangan kirinya diselipkan kedalam celana dalamku lalu vaginaku yang tidak ditutupi sehelai rambut mulai ia usap dengan perlahan. Saya menggelinjang merasakan jari jemari Alex di selangkanganku. Alex lalu mengangkat tubuhku dan dibaringkan ke tempat tidur. Alex membuka baju seragam SMA-nya sampai ia telanj*ng bulat di hadapanku. Mulut saya terbuka lebar melihat kont*l Alex yang besar. Selama ini saya membayangkan kont*l Alex dan sekarang saya melihat dengan mata kapala sendiri kont*l Alex yang berdiri tegak di depan mukaku. Alex menyodorkan kontolnya ke muka saya. Saya langsung menyambutnya dan mulai mengulum kontolnya. Rasanya tidak mungkin muat seluruh kontolnya dalam mulutku tetapi saya mencoba sebisaku menghisap seluruh batang kont*l itu.

Saya merasakan tangan Alex kembali memainkan vaginaku. Gairah saya mulai memuncak dan hisapanku semakin kencang. Saya melirik Alex dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati kontolnya dihisap. Saya melirik ke Vera dan Vera ternyata tidak mengenakan baju sama sekali dan ia sudah duduk di tempat tidur. Alex lalu membalikkan tubuhku sehingga saya dalam posisi menungging. Saya agak bingung karena melihat Vera bersimpuh dibelakang saya. Ah ternyata Vera kembali menjilat vagina saya. Nafas saya memburu dengan keras menikmati jilatan Vera di kemaluan saya. Di sebelah kanan saya ada sebuah kaca besar dipaku ke dinding. Saya melirik ke arah kaca itu dan saya melihat si Alex yang sedang menyetubuhi Vera dalam posisi doggy style sedangkan Vera sendiri dalam keadaan disetubuhi sedang menikmati vaginaku. Wah ini pertama kali saya melihat ini. Saya melihat wajah Alex yang ganteng sedang sibuk ******* dengan Vera. Gairah wajah Alex membuat saya semakin horny. Sekali-kali lidah Vera menjilat anus saya dan kepalanya terbentur-bentur ke pantat saya karena tekanan dari tubuh Alex ke tubuh Vera. Tidak berapa lama, Alex menjerit dengan keras sedangkan Vera tubuhnya mengejang. Saya melihat kont*l Alex dikeluarkan dari vagina Vera. Air maninya tumpah ke pinggir tempat tidur. Alex terlihat terengah-engah tetapi matanya langsung tertuju ke vagina saya. Bagaikan sapi yang akan dipotong, Alex dengan mata liar mendorong Vera ke samping lalu ia menghampiri diriku. Alex mengarahkan kontolnya yang masih berdiri ke vaginaku. Saya sudah sering mendengar pertama kali seks akan sakit dan saya mulai merasakannya. Saya memejamkan mata dengan erat merasakan kont*l Alex masuk ke vaginaku. Saya menjerit menahan perih saat kont*l Alex yang besar mencoba memasuki vaginaku yang masih sempit. Vera meremas lenganku untuk membantu menahan sakit. Aduh, tunggu dong, sakit nih keluh saya. Alex mengeluarkan sebentar kontolnya kemudian kembali ia masukkan ke vaginaku. Kali ini rasa sakitnya perlahan-lahan menghilang dan mulai berganti kerasa nikmat. Oh ini yang namanya kenikmatan surgawi pikir saya dalam hati. kont*l Alex terasa seperti memenuhi seluruh vaginaku. Dalam posisi nungging, saya merasakan energi Alex yang sangat besar. Saya mencoba mengimbangi gerakan tubuh Alex sambil menggerakkan tubuhku maju mundur tetapi Alex menampar pantatku. Kamu diam aja, enggak usah bergerak katanya dengan galak. Jangan galak-galak dong, takut nih Dinda kata Vera sambil tertawa. Saya ikut tertawa. Vera berbaring di sebelahku kemudian ia mendekatkan wajahnya ke diriku lalu ia mencium bibirku! Wah, bertubi-tubi perasaan menyerang diriku. Saya benar-benar merasakan semua perasaan seks dengan pria dan wanita dalam satu hari. Awalnya saya membiarkan Vera menjilat bibirku tetapi lama kelamaan saya mulai membuka mulutku dan lidah kami saling beradu.

Saya merasakan tangan Alex yang kekar meremas-remas payudaraku sedangkan tangan Vera membelai rambutku. Saya tak ingin ketinggalan, saya mulai ikut meremas payudara Vera yang saya taksir berukuran 32C. Kurang lebih lima menit kita bertiga saling memberi kenikmatan duniawi sampai Alex mencapai puncak dan ia ejakulasi. Saya sendiri merasa rasanya sudah orgasme kurang lebih 4 kali. Alex mengeluarkan kontolnya dari vaginaku dan Vera langsung menghisap kontolnya dan menelan semua air mani dari kont*l Alex. Saya melihat Alex meraih kantong celananya dan mengambil sesuatu seperti obat. Ia menelan obat itu dengan segelas air di meja rias Vera. Saya melihat kont*l Alex yang masih berdiri tegak. Dalam hati saya bertanya-tanya bukankah setiap kali pria ejakulasi pasti kontolnya akan lemas? Kenapa Alex tidak lemas-lemas? Belakangan saya tau ternyata Alex memakan semacam obat yang dapat membuat kontolnya terus tegang. Setelah minum obat, Alex menyuruh Vera berbaring ditepi tempat tidur lalu Alex kembali ******* dengan Vera dalam posisi missionary. Vera memanggil saya lalu saya diminta berbaring diatas tubuh Vera. Dengan terheran-heran saya ikuti kemauan Vera. Saya menindih tubuh Vera tetapi karena kaki Vera sedang ngangkang karena dalam posisi *******, terpaksa kaki saya bersimpuh disebelah kiri dan kanan Vera. Saya langsung mencium Vera dan Vera melingkarkan lengannya ke tubuhku dan kami berdua berciuman dengan mesra. Saya merasakan tangan Alex menggerayangi seluruh pantatku. Ia membuka belahan pantatku dan saya merasakan jarinya memainkan anusku. Saya menggumam saat jarinya mencoba disodok ke anusku tetapi Alex tidak melanjutkan. Beberapa menit kemudian, Vera menjerit dengan keras. Tubuhnya mengejang saat air mani Alex kembali tumpah dalam vaginanya. Saya mencoba turun dari pelukan Vera tetapi Vera memeluk tubuhku dengan keras sehingga saya tidak bisa bergerak. Tak disangka, Alex kembali menyodorkan kontolnya ke vaginaku. Saya yang dalam posisi nungging di atas tubuh Vera tidak bisa menolak menerima kont*l Alex. Alex kembali memompakan kontolnya dalam vaginaku. Saya sebenarnya rasanya sudah lemas dan akhirnya saya pasrah saja disetubuhi Alex dengan liar. Tetapi dalam hatiku saya senang sekali dientotin. Berkali-kali kont*l Alex keluar masuk dalam vaginaku sedangkan Vera terus menerus mencium bibirku. Kali ini saya rasa tidak sampai 3 menit Alex ******* dengan saya karena saya merasakan cairan hangat dari kont*l Alex memenuhi vaginaku dan Alex berseru dengan keras merasakan kenikmatan yang ia peroleh. Saya sendiri melenguh dengan keras. Seluruh otot vaginaku rasanya seperti mengejang. Saya cengkeram tubuh Vera

dengan keras menikmati sensual dalam diriku. Alex lalu dalam keadaan lunglai membaringkan dirinya ke tempat tidur. Vera menyambutnya sambil mencium bibirnya. Mereka berdua saling berciuman. Saya berbaring disebelah kiri Alex sedangkan Vera disebelah kanannya. Kita bertiga tertidur sampai jam 5 sore. Setelah itu saya diantar pulang oleh Vera. **** Itu adalah pengalaman seksku yang sangat berkesan. Bertahun-tahun kemudian saya sering horny tetapi saya harus memendam perasaan itu karena belum tahu cara melampiaskannya. Dan sekarang saya merasa senang sekali karena akhirnya bisa merasakan kenikmatan bersetubuh baik dengan pria maupun wanita. Masing-masing ternyata mempunyai kenikmatan tersendiri.

Cerita Seks Nikmat Dengan Guru Les Sekolah


June 27th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks nikmat dengan guru les. Cerita ini bisa dikatakan adalah cerita pertama kali aku melakukan hubungan seks, karena jika sebelumnya aku hanya bisa melakukan fantasi seks bukan seks yang sebenarnya melalui kaset2 video porno yang sering aku pinjam dari temanku, cerita dewasa seks ini merupakan hadiah karena kebodohanku, kok bisa kebodohan? iya karena aku bodoh dalam sebuah pelajaran maka aku mendapatkan hadiah ini, aku sangat kurang faham dalam pelajaran berkembang biak, ok langsung saja aku akan ceritakan pengalaman berharga dalam hidupku Pada pagi itu cuaca cerah membuka langkahku menuju sekolah smp ku yg terletak di daerah ramai ibukota. Namaku iwan,remaja smp berumur 14 tahun. Sekilas tentang diriku,aku anak semata wayang,ekonomi keluargaku biasa saja,ayahku orang bisnis sementara ibuku seorang pegawai di salah satu perusahaan di ibu kota. Oleh sebab orangtuaku sibuk,aku tumbuh menjadi anak yg merindukan kasih sayang orangtua. Untunglah masih ada pembantu yg menemaniku di rumah dan guruku yg menyayangiku di sekolah ku,bu ersha namanya. Kusingkat ceritaku,tepat pukul 11. 00 wib pelajaran berganti ke pelajaran biologi. Inilah yg kutunggu pada hari sabtu ini,pelajaran guru idamanku bu ersa. Tak lama berselang bel berbunyi,bu ersa datang ke hadapan siswa 9b *****wajahnya tersenyum,cantik sekali dan diimbangi oleh gunung kembar tak berhutan yg mengembung tepat kedepan. Mungkin payudaranyalah yg paling menonjol di tubuh seorang guru biologi nan seksi. oke anak anak sekarang ibu akan mengadakan ulangan bab berkembang biak mahluk hidup,anak anak serontak terdiam lemas. Boleh dibilang aku memang tidak pintar dalam mata pelajaran ini,tapi aku selalu lolos ujian berkat teman temanku yg membantuku. Kembali kusingkat,selesai lah ulangan ini sementara ibu sedang memeriksa hasil ulangan kami.

Aku sendiri menggerutu pada teman temanku karena mereka pelit tidak memberi aku jawaban ulangan *****iwan,nanti pulang sekolah ibu akan beri kamu les tambahan supaya kamu mendapat hasil yg lebih baikjawabnya sambil membagikan kertas ulanganku yg mendapat nilai 40. baik bujawabku sebelum bel pulang berbunyi. Teman temanku menertawaiku karena hanya aku saja yg kena les tambahan lalu mereka pulang. iwan sebelum les dimulai,ibu ingin kamu bertanya tentang apa yg kamu tidak tau di bab ini ini bu,cara berkembang biak manusia memang nya mana yg susahjawabnya sambil membungkuk melihat bukuku. Saat itulah aku melihat isi dari bajunya. Payudaranya mengayun ayun. Darahku berdesir melihat jelas 30cm dari hidungku. Namun aku tidak melihat bra nya. hey iwan ngeliat apa kamujawabnya halus. Kami saling bertatap muka. eh yg ini butangan ku tdk sengaja menunjuk kata yg digaris bawahi oh,kamu ga tau artinya sperma ya. Aku terkaget melihat kata yg tdk sengaja ku tunjuk. iwan iwan,masa kamu udah besar ga tau sperma sih,ituloh cairan yg apabila nempel di rahim wanita bisa bikin dia punya anak. Sebenernya sich aku tau artinya dari dulu karna aku tiap hari liat film bokep. bu,sperma itu dari mana sihtanyaku. Ibu terdiam melihat keluar mungkin untuk memastikan tdk ada orang di sekitar kelas *****ni ibu kasih conto tapi sekarang buka celana mu. Kubuka celanaku dan celana dalamku sehingga terpampang penisku 14cm yg ditumbuhi bulu halus menegang. Terlihat nafas ibu terengah engah dan mukanya memerah. Dia berjongkok di depan penisku. emh,ibu sekarang mau kasih conto ke iwan tentang sperma. Tiba tiba dia mengulum penisku. ah,ibu mau apatanyaku. Dia tidak menjawab. Ibu ersa menggigit kecil penisku sambil memaju mundurkan mulutnya yg tebal. Aku mendesah kenikmatan. Tak lama kemudian aku orgasme. em enak banget kontol kamu wan,,,nih ini namanya spermasambil menjilat air maniku yg meleleh. nah,kalo sperma kamu masuk memek misalnya ibu,nih kaya ginisambil membuka celananya yg tanpa cd dan duduk dikontolku. Lalu dia memaju mundurkan penisku yg masih lemah namun perlahan mengeras. Dia menggoyangkan dgn kasar sehingga menimbulkan suara khas. uh,ibu pengen banget tiap hari kaya gini tapi ibu ga bisa ah ah ah,emh memangnya kenapa bu suami ibu sibuk. Tak terasa tiba tiba aku orgasme bu,aku pengen kencing didalem aja yah honey crot crot crot dan lemahlah tubuhku. makasih yah wan,kamu bisa ga besok gini lagi,plisss bisa ya honey baik bu iwan juga seneng ada yg memperhatikan iwan daripada ortu iwan yg sibuk makasih yah. Waktu itu ibu ersa hanya memakai baju atas saja,sehingga aku penasaran ingin membukanya dan benar saja dia tidak pake bra dan cd setiap ke sekolah lalu kujilati toketnya sambil kontol ku masih menancap di lubah surganya. Kulihat kebawah kursi yg basah oleh air surga ku dan bu ersa. Kami melakukan itu sampai sore dan pulang kerumahnya untuk melakukan lagi.

Cerita Seks Pertama Kali Kakak Gadis SMA Tetanggaku


June 27th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks ini adalah cerita pertama kali aku melakukan hubungan seks, cerita dewasa seks ini adalah sebuah cerita yang mungkin akan kuingat semur hidup, betapa tidak, dalam cerita ini aku sungguh membuat sensasi yang luar biasa, udah lama memang aku sebenarnya ingin merasakan hubungan seks dengan seorang wanita, selama ini aku hanya bisa berhayal melalui onani, dan itupun yang kurasakan hanya sebenatar saja dan tidak nyata, semua cara sudah kulakukan untuk mendapatkan atau merasakan memek seornag wanita, namunsemua terasa sia2, karena aku tidak benar2 mendapatkan memek wanita yang kuharapakan, nah ketika suatu waktu keinginankupun terwujud, alhirnya aku juga merasakan hal yang kutunggu-tunggu, waktu itu gue masih SMA kelas satu, kebetulan gue punya tetangga cewek yang sekolahnya di SMEA dekat sekolah gue Dia itu 1 tahun diatas umur gue. Orangnya putih, mulus rada bongsor, toketnya lumayan gede, pinggulnya sedeng, pantat-nya rada nonggeng. Sewaktu gue abis pulang sekolah gue liat dia lagi santai-santai didepan rumahnya, Gue samperin dia trus gue bilang : da ..!(namanya Farida) gue punya buku bagus, elo mau liat enggak ? dianya tanya lagi ke gue : Buku bagus apaan Ga ? Pokoknya asyik dah, kalo elo baca kagak bakalan nyesel, yakin dah jawab gue. Gue pinjem dooong , Kalo mau liat bareng sini ama gue.. gue tantangin, eh taunya dia bangun trus nyamperin gue. Gue yang kebetulan emang udah lama cari kesempatan buat megang-megang toketnya. Pas dia samperin gue bilang lagi ama dia : Elo mau liat, tapi elo jangan bilang-bilang ama siapa-siapa yah.. Iya deh udah gitu gue ajak dia ke rumah tetangga gue yang kebetulan lagi kosong, emang biasanya gue suka nongkrong di rumah itu. Pas nyampe di halaman rumah tetangga gue itu gue ajak dia ke teras depannya. Terasnya rada adem karena banyak pohon-pohon dan lagi kagak terlalu keliatan dari jalan. Terasnya kagak punya bagku, jadi gue ama dia duduk di lantainya. Trus gua kasih unjuk buku yang gua maksud, Buku Penthouse Dia sempet kaget !. kagak nyangka Sini deketan lagi kalo mau lebih jelas gue bilang ke dia. Mungkin karena penasaran juga dia ngerapetin duduknya dekat gue. Gue buka gambar-gambarnya, eh dia tambah mau liat lagi. Udah gitu gue pegang tangannya sambil gue remes-remes jarinya, sementara tangan gue satunya lagi buka gambar lainnya. Dia keliatannya rada konak juga. Kepalanya sampe nempel ke kepala gue sampe-sampe gue bisa cium wangi rambutnya. Tangan gue lama-lama ngusap ke atas tangannya sampe ke bahunya, trus ke punggungnya, gue lama juga ngusapnya. Pas waktu itu ada gambar orang cewek lagi ngisep barang cowok. Gue sempet bilang ama dia : Elo pengen enggak ngerasain kayak gitu ?, Dianya diem aja, tapi gue tau dia juga lagi kontrol nafsunya (napasnya kayak berat gitu).

Tau-tau tangan gue udah nyampe dan nyelusup lewat tangan t-shirtnya yang longgar, remes-remes toketnya (dia masih pake beha). Pentilnya udah tegang. Barang gue sendiri juga udah tegang bisa keliatan dari celana seragam SMA gue. Gue ciumin pipinya yang mulus, terus ke bibirnya. Rupanya dia juga udah enggak sabaran saat itu. Kita ciuman lama juga, lidah gue main-main sampe ke langit-langit mulutnya eh.. dia tambah enggak bisa kontrol. Gue lepas ciumannya sambil tanggan gue ngelepasin behanya dari belakang, nah sekarang dia enggak pake beha lagi !. Gue angkat bagian depan t-shit nya gue kulum tete kirinya, sementara tangan kanan gue maenin tete satunya lagi. Sambil gitu gue dorong dia supaya dia bisa tidur telentang biar gue gampang ngisep pentilnya. Berapa kali dia ngelenguh tanda dia juga suka. Gue udah enggak tau bukunya udah ada dimana deh..! Tetenya gue jilatin terus turun sampe ke perutnya yang putih banget (gue belum pernah liat perut putih, waktu itu), Dia pake celana pendek jeans sementara tangan kanan gue udah sampe ke retsluiting jeans siap-siap mau turunin celananya. Dia dorong kepala gua lebih kebawah lagi, sekarang kepala gue udah ada didepan selangkangannya tapi masih ada celana dalamnya, jeansnya udah turun sampe ke dengkul. Gue tetap jilatin perutnya, tangan gue dua-duanya melorotin celana dalamnya. Uiiih. Gue baru liat yang namanya memek tuch kayak gitu. Dia kayaknya juga makin enggak bisa kontrol konaknya. Dia makin sesepin kepala gue ke barangnya. dia bilang : Sggh.Ga gue udah nggak tahan nih. tapi gue masih bisa kontrol lidah gue untuk jilatin barangnya (jembutnya sedikit dan rada bule). Gue lebarin pahanya pake tangan gue terus gue isep kelentitnya. Barangnya udah basah banget, gue colok pake jari tengah ehh . masih rapet loh.!! Gue sempet nanya : Da elo masih perawan yah ?, dia enggak jawab tapi tangannya pegang tangan gue dan supaya jari tangan gue bisa masuk lebih dalam lagi. Jari gue sekarang keluar masuk memeknya dan tambah banjir tuh memeknya. Dia masih pake t-shirt tapi bagian bawahnya udah total telanjang. Kirakira 2 menit gue gituin dia kayaknya dia udah mau klimaks : Uuuuhhh Ga saya mau keluar ga. sambil ngomong gitu dia jepit jari gue sama pahanya. ternyata dia udah sampe, dan jari gue masih didalam memeknya ngerasa kayak di pijit-pijit. Gue perhatiin mukanya, kayaknya dia rada malu ama gue, tapi juga puuaass.. Gue bangunin dia terus gue bilang : Kamu mau enggak mainin titit gue ?, dia enggak banyak omong langsung tangannya buka retsluiting celana gue, dia dorong badan gue supaya telentang dan dia tarik celana seragam gue sampe ke paha, terus di pelorotin celana dalam gue. barang gue dikeluarin, terus dia usap-usap pake tangannya, Gue baru setengah ngaceng, dia bilang : Kok kamu punya kecil sih Ga..?, gue bilang : Gue masih belum lagi ngaceng Da , kocok dulu dong . Gue liat tangannya mulai ngocok kontol gue makin lama makin gede. Tiba-tiba kepalanya maju sampe dekat kontol gue. Ehhh mulutnya udah nganga dan udah mulai ngisep pala kontol gue. Gue baru pernah ngerasain kontol gue diisep, mulutnya nelen separoh batang gue, dia terus pompa sambil air liurnya di keluarin. Tangan kanannya tetap megang batang gue dan tangan satunya lagi pegang

barangnya sendiri. Enggak lama di situ gue bilang ama dia : Da .elo mau gue masukin yah? Sakit enggak sih ? tanyanya lagi, gue jawab : Gue enggak tau abis gue sendiri belum pernah sih!. Dia langsung stop ngisep dan berbaring telentang dan pantatnya ditatakin majalah, sambil buka pahanya lebar-lebar. Gue sempet lihat memeknya merah muda udah basah, Gue setengah berdiri, badan gue nindihin badannya. Tangannya megang kontol gue yang ngaceng 100 %. Dia bimbing kontol gue untuk bisa masuk ke memeknya. Pas udah mau masuk kira-kira sekepala kontol, gue cabut lagi dia kayaknya enggak tahan, dia tarik pinggang gue, Ga . jangan dilepas donng, gue enggak tahansggh. .Batang gue udah masuk 1/4 ke barangnya yang masih sempit tapi licin Gue cabut lagi, dia tarik lagi pinggang gue, sekarang ini udah 3/4 batang tenggelam ke memeknya. Uuuugggh Dalam banget Ga Belum semuanya Da masih ada sisanya teken lagi yah.uughh gue juga udah enggak tahan untuk enggak masukin semuanya. Begitu semuanya masuk gue sempet denger kayak ada suara robek. Prrreeekgitu. Dia sempet ngejerit kecil , Ooouggghh Riga barang kamu enak banget deeehh.. Gue udah mulai kocok dia keluar-masuk memeknya yang sempit. Gue enggak sempet itung berapa kali gue pompa dia. Lidah gue main-main sama lidahnya dia. Gue ngerasa enggak lama lagi gue mau keluar, gue bilang : Aduuuh .. Da .. saya udah mau keluar nih Ouuggh Ga .jangan dilepas ga saya juga udah mau nyampe lagi..ssgghhhh. Daaaa, enggak tahan.saya buang di dalam aja yah.. Iyaah asal enggak dicabut ajaa Enggak lama keluar deh sperma gue. sreet srettt.sretttt. sambil gue teken biar lebih dalam ke memeknya. Berbarengan waktunya dia juga klimaks ooouuuughhh.Gaaa saya juga keluar Ga... Saat itu gue ngerasa batang kontok gue kayak di senut-senut didalam memeknya. Riga sperma kamu kok anget sih galir di barang saya. Gue cuma nyengir aja dia bilang begitu. Sehabis begituan gue cabut kontol gue dari memeknya, dan gue perhatiin ada darrah yang ngalir sedikit dari memknya, jatuh ba- sahin majalah yang dijadikan tatakan. ternyata itu adalah darah perawan Farida. Gue sempet nge-lap barang gue pake celana dalam dia sebelum gue pake celana lagi, Dia keliatannya puas betul. dia bilang : Riga.. ternyata ngewe itu enak ya , gue enggak nyesel deh diperawanin ama elo, abis elo pinter sih muasin gue ... Sehabis kejadian itu gue makin sering ngewe ama dia sampe dia pindah rumah kira-kira 2 tahun setelah kejadian pertamanya. Untungnya lagi biar gue keluarin sperma didalam, dia tuh enggak pernah hamil, gue sempet tanya kenapa sih dia enggak pernah hamil meski juga sering maen ama gue, ternyata jawabnya kalo dia milih hari-hari tidak subur kalo mau maen.

Cerita Seks Ama Temennya Pacar Yang Super Seksi


June 24th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks main sama temenya pacar, cerita dewasa seks ini seru banget, sungguh cerita yang menantang, sungguh menggairahkan dan kalo ngebayangin aja ni si otong udah ikut terangsang, cerita ini kualami beberapa waktu yang lalu, makanya ketika aku menulis cerita seks ini aku langsung keinget lagi kejadian yang kualami beberapa waktu yang lalu tersebut, hingga terkadang kalo aku ngebayangin maka aku sungguh ingin mengulanginya kembali, ok lah kalo begitu langsung aj ya, kenalin dulu ya nama Aku Bintang, rada malu juga sih, tapi klo di pikir2 gila juga aku ya, jadi aku punya cewek, cewek aku punya sahabat, nah sahabat cewek aku itu punya cowok, cowoknya itu 1 kontrakan sama aku Inget banget kejadiannya hari minggu pas aku lagi molor tiba2 cewek aku telp minta ambilin baju hem putih di rumah Mita buat di pake besok, cewek aku lagi di rumah tantenya di luar kota, ya udah segeralah aku mandi, pas mau berangkat temen aku telp minta tolong ambilin ATMnya dia di Mita (Ceweknya) trus tranferin duit ke no rek yg dia kasih).. Sampe di Rumah Mita aku langsung kaget, Mita bukain pintu pake daster terusan you can see, dalem ati aku.. Bujug mantab amat (masih sadar klo itu pacarnya temen, temennya pacar), aku di suruh masuk ke ruang tamu Sendirian? tanya Mita. Iya Sambil ngeliat keluar, sumpah aku risih banget ngeliat dia Baru bangun tidur Mit? aku nanya ke Mita Iya, Bis binggung mau ngapain, Orang2 rumah pada ke Luar kota Blom mandi ya? aku sambil senyum2 hehehehe iya Mita ketawa-ketawa bis yg dateng kamu ini, klo artis baru dah mandi dulu ah sial,hahaha aku ketawa-ketawa Bentar ya aku ambilin bajunya, sama ATMnya Andri(Cowoknya) sambil berdiri Oya mau minum apa? Apa aja Mit Pas Mita kedalem aku baca2 buku kuliahnya Mita di rak bukunya dia, tiba2 ada yg jatuh.. pas aku ambil ternyata kondom masih utuh belum di buka segelnya. Weng.. aku kaget.. trus tiba2 Mita dateng sambil bawain minum Hayooo liat apaan? Mita senyum2 Liat buku kamu ni lho.. nemu ginian Aku tunjukin barang temuan aku.. Oalah.. itu punyanya Andri Emang abis ngapain? Aku pura2 bego aja Ya kamu tau sendiri lah Mita jawab sambil duduk dan naro minuman di meja Aku sama Mita langsung sharing tentang pengalaman ML masing2 sumpah aku

baru kali ini sharing masalah beginian sama cewek, lama2 kelamaan sharing aku si otong naek juga apalagi ngeliat badannya Mita yg mantab itu sambil ngebayangin.. Wah.. kamu Horny ya Bin Mita ketawa-ketawa sambil ngeliatin otong aku hehehehe aku salah tingkah Gila Mit ngebayangin kamu di pake Andri ga tahan juga aku sebenernya ngebayangin kamu sama Rika (cewek aku) juga lho Mita ketawaketawa ga pengen maen sama aku Mit aku masang muka ngarep Gila aja kamu, klo Rika tau gmn, Andri tau juga mati aku muka Mita mulai serius.. Rahasia kita berdua Mit, aku Horny bgt nih, kamu juga khan lama ga di servis aku nganggep ini masih becandaan aja emang kamu ga jijik, aku belum mandi lho ga pa2, aku seneng sama bau kamu Hal gila yang aku lakuin, aku cium aja langsung bibirnya, Mita ngebales ciuman aku, aku masukin lidah aku ke dalem, Mita ternyata jago banget ciumannya, aku aja sampe megap2 kagak bisa napas. Ke kamar aja yuk Mita berdiri sambil gandeng tangan aku, aku ngikut aja Pas nyampe kamar Mita langsung buka dasternya, aje gila ternyata Mita ga pake CD, langsung keliatan bulu2 hitamnya, lumayan juga bulunya, bikin aku horny ga karuan, bodi Mita aduhai banget, kaya Dewi Persik, tau lah ga putih2 amat (malah rada item) tapi toket yang mantab banget, Mita langsung ke kamar mandi dulu yg ada di kamarnya Mau ngapain Mit? aku binggung Bentar, bersiin bawahnya dulu, aku khan belum mandi, pasti punyakuu bau deh, tar kamu jijik lagi Selesai bersihin vaginanya Mita tiduran di ranjang gedenya sambil ngangkang, aku udah bisa nebak kalo dia mau di jilatin vaginanya, aku sikat aja langsung vaginanya, aku sedot2 kacangnya, aku denger Mita desah2, wah bener2 horny nih bocah pikir aku, vagina Mita wangi banget, pasti tadi dia pake sabun pembersih, pas lumayan lama aku jilatin, Mita kejang2, wah pikir aku keluar nih, ternyata bener ada cairan kentel keluar dari vaginanya dia. Gila Bin, Kamu hebat deh, baru kali ini aku dijilatin bisa keluar Mita ngos2an Iya dung, Rika aja paling seneng klo aku jilatin aku bangga Sini gantian aku isepin Mita duduk dan nyuruh aku tiduran Gila isepannya maut banget, aku ampe merem melek, ga lama aku keluarin sperma aku ke mulut Mita, Mita langsung ke kamar mandi Kenapa Mit? aku samperin ke kamar mandi Ga papa, dari dulu aku ga seneng rasanya sperma, asin banget Mita keluar dari kamar mandi Kamu masih kuat kan? Masih dong aku ketawa2 Otong aku pas itu masih turun sih, tapi Mita ngambil inisiatif ngisepin lagi otong aku, lama2 otong aku berdiri lagi, langsung aja aku masukin ke vaginanya, pertama2 aku hati2 masukinnya takut Mita kesakitan, pengalaman aku sama cewek aku, selalu kesakitan dia, padahal udah sering ML, ternyata Mita ga kesakitan sama sekali, weng aku binggung, pas aku tanya, emangnya otongnya Andri sama punya aku gedean mana, kata dia gedean Andri tapi panjangan punya aku.. oo pantes pikir aku..

Mita desah kenceng banget, untung aja kamarnya agak kedap trus rumahnya juga gede banget jadinya tetangga ga ada yg denger (Paling, aku juga ja tau sih) Ahhhhh Gila Bin goyangan kamu enak juga Mita meracau terus ahhhhh, ahhhhh, terus2 Baru kali ini aku ML sama cewek yg meracau terus dah, saking hornynya kali ya atau aku yg hebat (bangga).. Sekitar 15 menit aku minta ganti posisi sama Mita, aku minta doggy style ke dia, Mita langsung nungging, langsung aku sikat lagi, aku seneng banget sama pantatnya Mita, gede banget trus aku iseng2 aja nanya ke dia Mit pernah anal? belum, aku sih pengen, tapi Andri ga pernah mau, katanya kasian aku, kata dia anal sakit banget Mita sambil terus meracau Kamu mau? aku langsung manggut2 Aku lepas otong dari vagina Mita trus aku arahin ke lobang belakang Mita, gila susah banget masuknya, ana paksa ga bisa2, akhirnya aku nyari handbody trus aku olesin ke lobangnya dia, sama otong aku, langsung jleb gampang banget tapi Mita langsung nangis , aku rasa dia kesakita, aku langsung cabut otong aku, ga tega ngeliat dia, trus aku masukin lagi ke vaginannya sekira 15 menit kita maen Mita tiba2 kejang2 lagi, ternyata dia keluar lagi, pas udah selesai kejang2 otong aku, aku cabut trus aku kocok, sperma aku tumpah di pantat Mita, Mita langsung lemes telentang di ranjang, ngos2an. Aku puas banget Bin, Kamu hebat, baru kali ini aku bisa keluar lama Mit kamu mau udahan? aku lumayan capek juga kenapa? Masih napsu nih aku senyum2 Wuih gila kamu Bin Mita binngung ga capek Aku geleng2 Ya udah tapi kamu yang kerja ya, aku capek banget Aku ngeliat mukanya Mita capek banget, tapi sumpah ngeliat bodinya dia aku napsu terus, aku inget dulu maen sampe 5 ronde, rekor aku, sama cewek aku aja cuman 3 ronde, Sekitar 4 jam aku di rumah Mita, aku ijin pulang ke Mita, yang aku lucu banget, Mita nganter aku ke pintu sambil pincang2 kaya orang ga kuat jalan, aku tanya kamu ga papa? Kata Mita ga papa cuman rasanya tulang patah semua gara2 aku maennya sampe 5 ronde, tapi aku di puji abis2an sama dia hhehehehe Setelah itu aku merasa bersalah banget sama cewek aku dan juga sobat aku, tapi perasaan bersalah ke sobat aku ilang gara2 setelah itu aku baru tau kalo temen aku udah 3 orang yg di pake dia sial lebih tega ternyata.. Sekarang aku kalo ketemu Mita, cuman bisa saling pandang doang hehehehehe malu bener dah

Cerita Seks Treesome Dengan Anak SMP dan Penjaga Warnet

June 8th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks dengan anak smp memang sungguh nikmat, apalagi cerita dewasa seks tersebut dilakukan di tempat yang ga biasa, cerita dewasa di warnet memberikan sensasi yang sungguh berbeda dengan seks-seks lain, jika mungkin kalian pernah melakukan seks di warnet kayak cerita ku ini mungkin kalian juga akan mengerti atau mungkin faham. Cerita itu berawal ketika aku sering main ke warnet yang ada di dekat rumahku. Sebut saja namanya rani, Rani tidak mengenakan seragam SMP saat memasuki warnet. Aku yang di dekat pintu bisa melihat dengan jelas anak ini sudah besar sekarang. Tubuhnya bagus, ranum. Ia berjalan ke meja kasir, berbicara sebentar dengan Yuni pegawainya yang tomboy berkulit gelap, kemudian bertukar tempat dengannya. Rani menjaga warnet sekarang. Semenjak kapan ?? Warnet ini langgananku, membnatuku saat aku kehabisan quota pulsa internet di GSM modemku. Dari pada browsing lambat dengan laptopku, aku lebih suka berjalan sebentar ke warnet dekat rumah, sebelum mengisi ulang pulsa GSM ku. Aku telah selesai upload file dan kirim email ke Kamila di Malang. Sekarang waktunya pulang tidur sebentar sebelum bangun sore tuk ke jakarta Selatan lagi. Warnet ini sedang kosong, tinggal aku sendiri dengan Rani, dan Yuni yang sekarang telah duduk diseberangku, meghadap monitor dan serius menulis sesuatu di lembar facebooknya. Aku berjalan ke arah Rani sambil merogoh dompetku, menyiapkan uang ribuan tuk membayar sewanya yang cuma sebentar. Rani di belakang meja, menghitung uang dan mencocokan dengan tagihan di monitor, lalu mengeluarkan recehan kembaliannya. - Rani sekarang jadi petugas di sini ? tanyaku perlahan - Hiyo mas, aku ndak bisa nerusin ke SMU, bapak ngomong kalo aku kerja aja dulu sebentar bantuin keluarga - Terus yang nawari kerja di sini siapa ? - mbak Yuni mas, katanya biar bagi2 aja hasilnya, kan mbak yuni juga ingin nyantai main facebook di komputer. - Yang di meja sini tidak bisa buka facebook ? tanyaku - Yo ndak mas, kan ndak boleh sama pak Dodo. - Tapi kalo emang bisa buka, kamu mau ? tanyaku sambil bergerak ke belakang meja Rani duduk di kursi sambil mengangkat kakinya sedikit ke atas, bersandar dengan laci kecil di bawahnya. Ia menggeser tubuh kecilnya ke kiri, tuk memberiku tempat di situ. Kubuka explorer, kucoba browse ke facebook, tapi yang muncul kotak putih. disitu terlihat angka 127.0.0.1 di kotak atas. Ah, segera kubuka prompt window, memanggil file host dan mengubah sedikit barisan di dalamnya. - coba saja sekarang aku bergerak keluar meja, ke pintu, bergerak keluar warnet

Tapi, segera kuhentikan langkahku, kuputar tanda tutup yang menghadap ke arahku, yang sekarang berbalik menjadi tanda buks. Warnet kunyatakan tutup sekarang. Perlahan gerendel pintunya kugeser, pintu tidak terbuka sekarang. Aku kembali ke meja Rani, sambil melirik ke yuni yang sekarang berjoget ria di tempat duduknya, mendengarkan musik dengan kencang di headphone di kepalanya. Yuni sedang asyik sendiri. Kududuk lagi di sebelah Rani, sambil meraih tangannya di mouse. - Kalo facebook Rani sudah jalan, berarti bisa download ringtone musik untuk Rani. - Wah asyik mas, aku mau lagunya ungu ya. - Yah nanti, gantian sekarang aku mau cari lagu yang slow rock. bentar ya Kubuka lembaran home page mesin pencari. Kali ini sengaja kubuka situs yang menempel promosi gambar dan film porno di kiri kanan nya. Rani terbelalak, terlihat jelas dari pantulan benda metal di speaker komputer di hadapanku. Terlihat ia melirikku sebentar, tapi lali melotot ke arah monitor tanpa berucap apa2. Sengaja multi tab di browser sudah kubuka banyak situs gambar dan film porno yang lagsung ku klik tuk streamingnya. kupelankan volume speakernya, kali ini kucoba pura2 download lagunya Linkinpark. Tapi windows yang bertebaran itu sudah menampilkan dengan jelas adegan yang Rani belum pernah lihat. Tanganya masih di atas meja saat kusentuh perlahan. - Tanganmu mungil Rani, bisiku. tangannya masih di meja dengan otot yang tegang. - Kulitmu juga putih, seperti gadis yang ini. Kuangkat tangannya, kuarahkan ke gadis tanpa busana yang berpose sexy di sudut layar. Sekarang kuaktifkan webcam di depanku. Sambil mengaktifkan window di belakang yang terlihat pria wanita melakukan sex di taman, aku mulai melihat window baru muncul memperlihatkan wajah kami berdua di monitor. Rani masih melongo melihat apa saja yang ada di depannya. sambil sesekali bergetar menggigil. ah, kubiarkan ia menikmati pemandangan di depannya beberapa menit. Kemudian kutampilkan gadis belasan tahun yang bugil tanpa busana, berpose macam2 di monitor. - Rani, cewek ini kulit dan dadanya bagus. - Punyamu seperti ini juga kan ya ? Tanpa sadar ia melihat ke bawah memperhatikan bentuk miliknya.

- Punya dia mungkin segini tanganku kedepan layar mencoba pura2 mengukur dengan telapak tanganku - Kalau punya Rani Rani terkejut saat tanganku sudah menangkap salah satu buah di dadanya. Ditepisnya, tapi matanya tak pernah lepas dari monitor. - Kalau punya Rani pasti bagus. bisikku Perlahan kurangkul tangan kiriku ke punggung Rani, sambil mencoba meraih bawah lengan kirinya. Rani diam saja, matanya masih ke depan. Kali ini tangan kananku mencoba lagi ke dada Rani. berlagak mencoba mengukur besar cup di dadanya, aku telah menyentuh buah di dadanya, dan perlahan kuremas. Kali ini dengan kedua tangan aku telah meremas kedua buah dada Rani! Sambil sedikit membungkuk merasa geli, Rani menggoyan bahunya menolak. - Nanti kuajari cara2 memakai komputer, agar bisa bikin film sendiri Rani. kuperlihatkan sekarang streaming webcamnya menampilkan preview dirinya di sebelahku. Rani berekspresi di muka webcam, mengerutkan kening dan macam2 raut muka ditampilkan. Dengan perlahan tapi pasti tanganku mulai masuk ke balik baju Rani. Kutegakkan dudukku, mulailah tanganku merayap ke mana-mana di bawah bajunya. Kuremas terus perlahan buah dadanya yang masih ranum itu, perlahan kuangkat ke atas cup penutupnya. Tanpa ada bahan pemlindung dan pemisah, tanganku mulai meremas-remas perlahan. Beberapa saat kemudian, bahunya dinaikkan, ketiaknya terbuka, Rani memalingkan kepalanya, menatapku. Matanya terlihat bertanya-tanya. Tanpa pikir panjang, kali ini tambah kudekatkan tubuhku, kuturunkan tangan kiriku, meraba dan mengusap perutnya. Rani berkedip kedip sebentar. Kemudian tanganku turun lagi, kali ini menyentuh celana dalam di balik roknya yang sudah kusingkap. Kuremas perlahan tubuhnya di dada dan bawah perutnya, pangkal pahanya. Terasa Rani mulai bergerak gelisah. nafasnya mulai turun naik. Ah, masa boodoh tidak peduli akibatnya, tanganku mulai bergerak ke balik celana dalam Rani. tangannya menggenggam erat papan penahan keyboard di depannya. Kurasakan tanganku tidak menyentuh sehelai bulu satupun saat beraksi di bagian bawah Rani

Gerakan gelisahnya makin kentara. Akhirnya tangannya melepas papan laci keyboard di depannya. Berputar setengah duduknya, ia kini menghadapku. Bergerak merangkulku di leher, matanya terpejam. mulutnya terbuka. Kaki kirinya diangkat naik ke bangku. Tangankupun kini bebas ke mana-mana di tubuhnya. Kuraba semua bagian tubuh Rani yang masih hijau ini, kurasakan semua benjolan dan lekukan tubuhnya yang masih ranum. Belum ada yang memetiknya. Aku yang pertamax. - HUAAHHH!! mulutnya terbuka mengeluarkan suara dan udara hangat dari dalam tubuhnya. Tubunhnya gemetar sesaat, mencengkeram lenganku, dan leherku. Rani menggigil Kuhentikan kegiatanku. Kubiarkan ia bersandar kembali di kursi perlahan-lahan. matanya menerawang menatap sayu ke depan. Rani terlihat bingung, tanpa berkata apa2 ditatapnya wajahku. Kurapikan baju, bra, celana dan rok bawah Rani. Kututup semua windows aktif yang menampilkan gambar2 panas tersbut. Kubersihkan bekas2nya. Kubisikan perlahan - Ya itulah yang dicari orang2 selama ini Rani. sambil kucium belakang telinganya - Kau harus pandai agar pacarmu bahagia nanti. - Kalau kamu mau tau lebih banyak lagi, main2 aja ke kamarku. kau tahu kan kontrakanku ? Setelah kukecup keningnya, aku perlahan ke luar warnet. Kulihat Rani masih menatap punggungku, bengong, kulihat dari jendela kaca di depanku saat kuraih papan sinyal buka dan tutup itu. Saat kututup pintu warnet, kusempat melirik ke Rani yang sekarang menunduk memperhatikan pangkal pahanya dengan tangan satunya lagi

Cerita Seks Pertama Kali Mendaki Gunung Kembar Perawan


June 8th, 2011 by | Posted under Cerita Seks Seru.

Cerita seks ini sebenarnya sangat seru, karena dalam cerita dewasa seks ini terdapat banyak sekali hal yang mungkin akan terasa berbeda dari cerita seks yang lain, dalam cerita dewasa ini ada berbagai macam petualangan, mulai dari petualangan gunung, pselanjutnya ada petualangan cinta dan bahkan yang paling seru adalah

petualangan seks yang sungguh membuat hati berdebar, ok kita mulai ceritanya namun maaf ya kalo ceritanya acak-acakan, maklummasih baru dalam hal ginian.. Sebutlah namaku Ari, cerita ini terjadi beberapa tahun yang lalu, dan merupakan awal mula aku mengenal seks.yang kumaksud adalah praktek..he..hekalo untuk menonton film porno dan kenakalan lainnya sih aku tentu saja sudah pernahtapi hanya sebatas itu. Saat itu aku baru lulus kuliah dan mendapatkan kesempatan magang disebuah institusi negara di Jakarta untuk sekitar 9 bulan. Magang berjalan lancar, dan aku dengan mudah berteman dengan pegawai yang senior maupun junior, sehingga dipercaya untuk mengasuh peserta magang lain yang datang dari luar kota Jakarta. Termasuk seorang gadis yang berasal dari Joga bernama Niken. Niken seorang pribadi yang kalem, berparas ayu dan sopan, seperti kebanyakan orang Jogja yang terbiasa dengan tradisi keraton. Tapi yang tak kusangka, ternyata Niken penyuka kegiatan outdoor sepertiku, dibalik sikapnya yang lemah lembut dia seorang yang suka tantangan. Hampir semua gunung di Jawa tengah pernah dia daki. Maka tak heran ketika dia pun tau aku penyuka kegiatan outdoor, langsung diajaknya mendaki gunung yang terdekat dari Jakarta, hanya seminggu setelah perkenalan kami. Ri, weekend ke mana nih? Hiking trus kemping yuk ke Gn. Gede Yah elo, baru bilang sekarang, hari ini kan udah kamis, kalo mau naek ke Taman Nasional sekarang kan harus pake surat ijin, dan permohonannya 3 hari sebelum pendakian, minimal 3 orang sama ditambah guide jugamepet kayak gini gak bisa..trus susah nyari orang 1 lagitau sendiri di sini jarang yang suka outdoor Lo juga gak kasih tau gw sih Ri., coba bilang dari kemaren2kita ngurus ijin sama nyari orang kan waktunya cukup Mana tau kalo lo udah mau hiking, di sini aja belum ada seminggudasar!!! hmmmhkecuali lo mau hiking illegalhe..he Illegal gimana maksudnya Ri? Di mana2 yang illegal gak pake ijin Itu gw taumaksudnya gimana caranya Ri.??? Gw dulu pernah, bersepuluh sama temen2 sekampus naek sekitar jam 10 malem waktu itu pos udah sepi, jadi langsung aja ngendap2 Wah..seru tuh, yuk berangkat.. Nah satu lagi orangnya siapa ken???

Kata lo mau illegal.ya gak usah ikut aturan 3 orang..kalo sampe besok sore gak ada yang maukita aja berdua tetep berangkat. Oke lah.kalo gitu ntar balik kantor kita belanja yatrus packing Setelah pulang kantor pun kami belanja bahan makanan untuk dibawa hiking, karena kami sudah memiliki perlengkapan jadi tidak khawatir untuk packing. Sampai Jumat sore kami tidak menemukan orang lain yang ingin gabung bersama kami karena terlalu mendadak. Maka sekitar jam 7 malam kami pun pergi ke kampung rambutan untuk naik bus ke bandung via puncak. Singkat cerita kami sampai di persimpangan menuju kebun raya cibodas, lalu kami pun naik ojek untuk sampai ke pasar yang merupakan awal masuk k area gunung gede. Keadaan di pasar sangat sepi, hanya ada beberapa pendaki yang tidur di lapak2 warung untuk menunggu esok. Saat itu waktu menunjukan pukul 22.33, dan kami pun langsung berjalan menyusuri jalan setapak yang cukup besar untuk menuju pintu masuk gunung gede, di mana terdapat pos lapor dan juga kantor perijinan. Di situ pun kami menemui banyak pendaki yang sedang tertidur menunggu esok hari untuk naik, sesuai dengan peraturan. Kami mengendap-ngendap di antara merekauntung saja sedang bulan purnamajadi keadaan agak terang, dan kamipun tak perlu menggunakan senterdan tidak takut ketahuan.. Kami mendaki dengan menaiki tangga2 dari batu yang tersusun rapi, dengan menggunakan senter karena di dalam area ini sinar bulan tidak dapat menembus pohon2 rindang sepanjang perjalanankami berjalan berdampinganhanya jika jalan sempit dia di depan dan aku di belakang mengawasi sekitar.sampai kami ke area yang terbuka di atas jembatan kayu yang membentang sepanjang jalur pendakiankami pun beristirahat sebentar. mungkin karena suasana yang sepi dan hanya ada kami berdua.pikiran ku ke mana2..menghayalkan bersetubuh dengan Niken di tempat itu..pasti akan menjadi pengalaman tak terlupakan.pucuk dicinta ulampun tibatak kusangka khayalnku menjadi kenyataan secepat itu..he..he Awalnya saat kami istirahat di tempat itu, sepertinya karena terbawa susanatempat sepi, di bawah sinar bulan.obrolan kami mulai menjurus setelah aku iseng2 bercanda yang agak pornoyang ternyata dia tanggapi dengan tertawa dan tidak merasa risih.mulai dari seks dari segi kesehatan sampai kepuasanhe..he, dan tiba2 dia pun bertanya dengan agak canggung (terilhat dari biasnaya pake gw elo, jadi aku kamu..jadi campur deh). kamu pernah ML Ri? hmmh.belumkamu pernah ken? belum juga..he..he tapi kamu pernah nonton bokep kan?

ya pernah lahgw laki2 normaltulen. lo juga pernah yahayo ngaku. he..he.iya pernahbuat referensi.he..he.. hahahahabisa aja.udah cukup referensinya?, kapan prakteknya .tanyaku seenaknya sambil bercanda.(padahal dalam hati aku sangat berharap dia menjawab mau praktek sekarangdengankuhehehe) Dasarpraktek mbah mu.. jawab niken sambil bangkit dan mengambil minum dari dalam carrier yang ada disampingku kananku, sementara niken duduk dismaping kirikudan saat itulah tiba kesempatankuentah dengan sengaja atau tidak.niken meraih minuman dari carrier dengan menjulurkan tangan kirinya melewati depankusehingga tubuhnya condong kearahku dan payudaranya menempel didadaku.tanpa berfikir panjang aku sentuh payudaranya dengan tangan kananku, dan ternyata dia diam sajasambil berlama-lama mencari botol minum dalam carrier..dan sepertinya dia kesulitan sehingga tubuhnya lebih condong yang tentu saja payudaranya jadi lebih menekan ketanganku yang menyentuhnyadan tanpa kukiratangan kanannya mencari tumpuan untuk menopang badannya yang mencondong..dan tangan niken akhirya mendarat diatas kemaluanku yang memang sudah agak menegang. Akupun makin berani dan mencondongkan tubuh ku ke arahnya dan mencium pipinya, niken masih diam..tapi tangan kanannya agak meremas kemaluanku. Akupun menciumi pipinya dan lehernya sambil tangan kananku meremas payudar kanannya dan tangan kiriku meraih pantatnya dan meremas-remasnyaniken mulai merubah posisi dan sudah tidak mencari-cari botol minum lagi di carrier..sekarang tangan kirinya mengelus rambutku dan diapun melenguh.aaaahhhaaahh, hanya suara itu yang kudengar dari mulutnya.akupun semakin nafsu mendengar lenguhan niken..aku ciumi dan jilati lehernya dari kanan ke kiri (saatnya mempraktekan semua yang aku lihat dari film2 bokep dan artikel seks..he..he), hingga sampai ke bibirnyadan langsung disambut oleh niken dengan ciuman penuh nafsulidah kami saling menjilat saat berciuman..saling menyedot ludah masing2.sensasi yang kurasakan benar2 luar biasa.posisi kamipun berubah menjadi saling berhadapan dari sampingsehingga meudahkanku untuk menjamah payudaranya sambil tangan kiriku merangkul niken untuk menopangnya..mulut kami saling berpagutan dan tangan saling menjamah.tangan kiri niken mengelusngelus dada kudan tangan kanannya mengelus-ngelus dan meremas kemaluanku yang semakin mengeras.akupun tak ketinggalan meremas-remas payudaranya sambil menggerakan jempolku untuk mengelus dengan gerakan memutar putingnya..dengan sekali-kali aku tekan.kuremas payudara niken bergantian yang kiri dan kanan dengan tangan kanankusedangkan tangan kiriku mengelus lehernya dan telinganyaniken makin liar memagutkudan mulai menarik-narik kaosku untuk segera dilepaskan Tangan kananku mulai meraba kebagian perut niken lalu terus kepaha dan selangkangannyakulepaskan mulutku dari mulutnya dan mulai menjilati lehernya

lalu menciumi payudaranya dari balik kaosnya. dan niken pun makin melenguh..aaahhhaaahh.eeeuuuhh.gerak an tangannya berhenti dan tampak menikmati elusan tangan kananku ke arah selangkangnnya.niken mengigit gigit bibirnya sendiri menahan kenikmatan yang dia rasakankedua tangannya ia topangkan ke lantai kayu jembatan ini sambil kepalanya menghadap keatas.menikmati setiap jilatan ku ke lehernya dan elusan tanganku diselangkangannyadiapun membuka kakinya..supaya aku lebih leluasa mengelus selangkangannya dan lalu ke vaginanya yang masih ditutupi oleh celana lapangaku gerakan secara memutar telapak tanganku di atas vaginanya.. Dengan dada yang terbuka karena tangan niken menopang tubuhnyaaku dengan leluasa mengangkat kaosnya dan meremas payudaranya dari balik bra dengan tangan kirikulalu tangan kananku mulai melepas kancing celana lapangnya dan menurunkan resletingnya dan menyelusup ke bagian luar celana dalamnyaaku rasakan celana dalam niken sudah lembab..rupanya vagina niken sudah dibanjiri cairan birahinyaniken seperti terkejut saat kuelus vaginanya naik turun dari balik celana dalamnyaRiterus Riaaahhh.eeemmmmh..eeemmmh. hanya kata2 itu yang kudengar dari niken.akupun semakin nafsu dibuatnya. Tanpa kuminta, niken membuka kaosnya.terbukalah payudara yang agak menyembul dari balik bra hitam yang ia pakaipayudara niken putih dan ranum, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, payudaranya menyembul karena branya model cup setengahukuran payudara niken pas dan proporsional dengan tinggi badannya yang 160 cm dan berat badan 50 kg ketika kutarik cup itu ke bawah untuk menciumi dan menjilati payudaranya.niken membuka sendiri pengait branya.wuuih,terbeaslah gunung kembar niken.siap kujilat dan kulumat dengan penerangan sinar bulan purnamakulihat putingnya niken berwarna pink..meskipun aku tak yakin karena sinar bulan pun terangnya terbatastapi apa peduliku dengan warnanyalangsung kuciumi kujilati dan kuemut puting payudara niken yang kirisedangkan tangan kiriku meremas payudara kanannya sambil memilin putingnya dengan jari telunjuk dan jempolku.tangan kananku tak lepas dari bagian bawah niken yang kemudian aku masukan ke celana dalam niken owwwwh.hangat sekali vagina niken.lalu kuingat mengenai klitoris dan letaknyamaka aku raba2 daerah vagina niken untuk menemukan klitorisnya.niken menggelinjang pelan dan berusaha menjilati telingaku.erangan dan lenguhan makin sering keluar dari mulutnya.aaahhh.Ri.terus Ri.eeemmmhh. Akhirnya tangan kananku menemukan sesuatu yang menonjol, dan ketika kusentuh, niken langsung menggelinjang.saat itu aku tau bahwa ini pasti klitoris niken, akupun mengelus-ngelusnya dengan gerekan memutar dengan ujung 3 jari tangan ku.dan kadang hanya jari tengahku yang bermainpinggul niken bergoyanggoyang pelan dan mengangkat-angkat..seolah memintaku untuk lebih menekankan jari2ku.gerakan tangan kananku kupercepatdan emutan mulutku diputing payudara niken kuperkuat dan bergantian antara yang kanan dan kiri..tubuh niken semakin bergoyang dengan lenguhan2 yang semakin keras.aku yakin binatang2

liar yang ada disekitar langsung menjauh karena lenguhan2 nikensemakin cepat gerakan tangan kananku semakin keras lenguhannyadan gerakan2 niken diakhiri dengan badannya yang menegangtangan kananku dijepit oleh pangkal pahanya.dan diapun memelukku erat.terasa sekali tubuh niken menegang dan bergetar-getar..matanya memejam dengan keras.pasti ini yang dinamakan orgasme.keadaan niken yang sepeti ini bertahan sampai beberapa menit.dan akhirnya terkulai lemas. Dengan keadaan lemas niken mengelus-ngelus kemaluanku.dan membuka kancing celanaku dan membuka resletingnya.meskipun hanya dengan cahaya remang2 bulan, terlihat kemaluanku menggunung dari balik celana dalam.bahkan kepalanya menogol keluarmeskipun niken masih lemas, dia masih bisa bercanda ih..itunya kejepit.hehehehe dan diapun mengelus kemaluanku dari balik celana dalam, setiap gerakan mengelus ke bagian atas (karena sudah keliatan, sekarang bilangnya penis aja..he..he..) penisku, kepalanya dia elus dengan gerakan memutar dengan jari telunjuk dan jempolnya Ternyata tak sia2 niken menjadikan film porno referensinya, dia dengan sigap membuka celana dalamku dan mulai menjilati penisku yang sudah mulai tegak tanpa ragu niken tarik celana dalamku ke bawah dengan celanaku dan membukanya.dan diapun langsung membuka bajukulalu dia jilati putingku dengan ujung lidahnyadan mengocok penisku dengan telaten.dengan gerakan memutar dan juga jempolnya mengelus-ngelus kepalanya.lalu niken menciumi dadaku terus turun ke perut dan akhirnya sampai ke peniskuyang langsung dia ciumi dan jilati.setelah puas lalu niken tanpa ragu memasukan penisku ke dalam mulutnya.ooowwwwhhhhsensainya luar biasasaat penisku diciumi dan dijilati saja sudah nikmatsekarang penisku dia kulum dan dengan lidahnya yang terus menari memanjakan penisku.aku tak dapat berkata apa2 selian melenguh..aaahhh.aaah dan pinggangku bergerak-gerak kegelian..saat itu posisiku mengangkang..dan niken membungkuk diantara kakiku..mengocok dengan tangan dan mengulum penisku yang tidak tertutupi tanganya..diapun menjilatin kebagian pangkal penisku dan pelerkudia kulum dan sedot2 pelerku secara bergantian.aaaahhhhhsungguh nikmat Akupun meraih kaki niken yang kiri dan menariknya sehingga bagian bawah tubuh niken tertarik ke bagian atas tubuhku, niken yang tahu apa yang cob aku lakukan , melangkah menyamping tanpa melepaskan mulutnya dari peniskuakupun tiduran dan saat ini vagina niken ada didepan mukaku.posisi kami sekarang 69aku mengambil carrier sebagai bantalan kepalaku dan mulai kujilati selangkangan niken..dengan lenganku melingkar dipahanya dan tanganku meremas pantatnya sambil kusentuh2 lubang duburnya.niken makin kencang mengocok dan mengulum penisku.sepetinya dia terangsang oleh sentuhan jari di liang duburnya.lalu kujilati vaginanya..dari clitoris sampai pangkal lubang vaginanya dan kusentuhku ulang berkali-kalihmmh.vagina niken wangi..dan bulu2nya halus.akupun semakin nafsu dibuatnya.pinggul niken bergerak-gerak menahan kenikmatan jilatan lidahku.pinggulku pun tak mau diam maju mundur mengiringi kuluman niken atas penisku..

Selang sekitar sepuluh menit dengan posisi 69, aku tau niken sudah tidak konsentrasi karena semakin terangsang saat dia tidak mengulum penisku lagidan cairan birahinya kembali membasahi vaginanya.niken pun memaju mundurkan pinggulnyasehingga lidahku lebih menekan vaginanya. akupun sudah tak tahan ingin menikmati lubang vagina nikenRiaaahhhmasukin punyamu Riudah gak tahan nihaaaahhh..aaahhh. Akupun menghentikan jilatanku dan kami langsung berubah posisi, aku baringkan niken dilantai jembatan itu dengan mengangkang, akupun berada diantara kakinya dengan berjongkokdengan memegang pinggul niken.dan niken memegang penisku untuk diarahkan ke lubangnya.hehehehe..maklum baru pertama..ntar meleset.saat kepala penisku merasakan hangat bibir vagina niken aku langsung bilang kalo sakit bilang ya.. niken pun mengangguklalu aku tekan pelan2 peniskusangat pelan2.ketika niken agak memejam dam mencengkram lenganku..aku hentikan tusukanku dan memutar-mutar penisku.sampai niken rileks lagi dan otot vaginanya mengendur..lalu aku teruskan gerakan menusukkudapat kurasakan cengkraman dinding vagina niken.ooowwwhhhsungguh nikmat lubang ini.padahal belum sepenuhnya penisku masukbaru kepalanya saja.pikirku pasti ada darah yang keluarkarena inipun kali pertama niken ML.tapi selama dia tidak meras kesakitan..aku teruskan gerakan menusuk ke lubang vaginanya.setelah beberapa kali berhenti menusuk dan gerak memutar penis..akhirnya seluruh penisku masuk ke lubang vagina niken..niken menahan lenguhannya dengan mengigit bibir bawahnya dengan pelan dan memejamkan mata.setelah masuk semua, akupun mendiamkan penisku untuk sementara..dan menciumi niken.kami saling berpagutan.terdengar decak2 lidah kami yang beradu dengan air ludah.niken memeluk ku dengan erat.dan saat itu aku mulai menggerakan pinggulku..sehingga penisku maju mundur memasuki lubang vagina niken.aku tahu saat2 awal ini hrs pelan2jadi tidak terasa sakit dan makin nikmatsetidaknya itu yang dikatakan artikel2 kesehatan seks..dan ternyata itu terbukti. hehehehe Aku lepaskan pagutanku dari mulut niken dan mengulum puting payudaranya, bersamaan dengan gerakan pinggulku untuk menyodok-nyodokan penisku ke vaginanya..niken meracau tak karuan dan mengacak-acak rambutku. aaaahhhhRieeemmmmhhhnikmat Riiieeeemmmhhh..penismu enak Rii.aaaahhhhhhterus Rii.racauan niken semakin membuatku nafsu akupun mengambil posisi push updengan niken yang mengangkangpenisku lebih leluasa untuk menyodok vagina nikenaku angkat pantatku dan dengan kencang aku sodok2 vagina niken.maju mundur dengan ritme yang naik.niken semakin meracau aaahhhh Riiiterus sodok Riiaaahhh uuuuhhhhh..kedua tangan niken mencengkram lantai jembatan..oooowwwwwgggghhhhsungguh luar biasa nikmat lubang niken sangat legit..tanganku berpindah dari pinggul ke payudara niken dan meremasremasnya..sambil kupilin putingnya..niken menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil menggit bibir bawahnya dan memejamkan mata.

Niken menyadari aku mulai pegal dengan posisi ini saat genjotanku mulai memelan..lalu dia berusaha bangkit dan mendorong badanku sehinggak aku terlentangsaat itu niken ada diataskudengan berjongkokdia memasukan penisku ke lubang vaginanya.karena dia yang mengendalikan skrg.niken bisa mengira-ngira seberapa pelan dia menurunkan badannya sehingga penisku dapat masuk kembali ke lubang vaginanya tanpa kesulitan.setelah masuk semua penisku ke vaginanyaniken menggoyang-goyang kan pinggulnya.ooowwwwhhhh.sungguh nikmat aku dibuatnya.akupun meremas payudaranya..goyangan niken semakin kencangdiiringi dengan naik turun pinggulnya..sambil melenguh dan tampak sangat menikmati setiap gerakan penisku didalam vaginanya..aaaahhhh.eeemmhhh..Rii..pe nis kamu mantap nikmatnya....vagina kamu juga enak banget ken..aaaahhhh.akupun mengiringi gerakan nikan dengan menaik-naikkan pinggul ku.sungguh tak terbayang kenikmatannya..aaaaahhhhhhh Lalu niken menopang tubuhnya dengan memegang pahakubadannya condong kebelakang..lalu menaik turunkan pinggulnyaoooooaaaahhhh.nikmat sekali..naik turun pinggulnya diiringi pula dengan goyangan2..seluruh batang penisku merasakan kenikmatan pijatan dinding vagina nikendan diapun nampak samasangat menikmatinya..aaahhh.ooohhh.Riii. goyangan dan naik turun pinggul niken makin kencang.dan semakin kencang Untuk lebih nikmat aku rubah posisi ku menjadi memangku niken diatasku, dia melingkarkan kakinya dipinggangku dan nikenpu melingkarkan tangannya di pundakku.aku raih pantatnya dan aku remas2niken pun menaik turunkan badannya yang megunci badanku..sambil kujilati juga payudaranya.aaahhh kami berdua sama2 melenguhmeresapi setiap kenikmatan yang kai rasakan..sekitar lima menit kami dengan gaya ini..niken mempercepat gerakannya.dan akupun imbangi dengan gerakan pinggulkuaaahhh Riiaku mau keluar aku juga ken aaahh.oohh. hanya lenguhan2 kami yang ada setelahnyadan tak berapa lama aku merasakan pijatan dinding vagina niken makin tak beraturan.akupun merasakan desakan di penisku danaaaaahhhhhhhhhhhh..aaahhhh. niken mengejang dan memeluk kencang tubuhkuakupun semakin membenamkan penisku..dan menegang.dan keluarlah spermaku didalam vagina nikenbersamaan dengan keluarnya cairan orgasme nikensungguh nikmat yang sulit digambarkankami saling memeluk erat untukbeberapa saat..dan tubuh kami basah bercucuran keringat..dinginnya malam itu sungguh tidak terasa.. Kamipun lunglai dan lemas diatas lantai jembatan itu.aku melihat wajah puas niken..dan diapun tersenyum.dibawah sinar bulan.ditengah belantara pegunungandiatas lantai jembatan kayu..kami berbaring tanpa busanatelanjang bulat..hanya diiringi oleh suara alam di malam hari. Kamipun sadar ketika rasa dingin malam itu sudah terasa, badan kami sudah tidak panas lagi akibat pergumulan tadi, dan segera memakai pakaian utnuk menghindari

masuk angin.dan berdiam sejenak untuk memulihkan tenagakami baru seper enam perjalanandan sudah menghabiskan sekitar 2 jam lebih di tempat itu. Begitulah bro dan sispengalaman pertamaku praktek ML, ternyata tak sia2 aku mengikuti saran2 di artikel2 kesehatan seks, seperti senam kegelyang ternyata terbukti memperkuat daya tempurku..nah tadi itu baru seperenam perjalanan masih ada lima perenam lagi perjalananku dengan niken kala itu..lain kali disambung yaaa.hehehehehe