Anda di halaman 1dari 5

PSAK 50 (Revisi 2006) INSTRUMEN KEUANGAN : PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN

A. PENYAJIAN 1. Kewajiban dan Ekuitas Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal harus mengklasifikasikan instrumen tersebut atau komponen-komponennya sebagai kewajiban keuangan, aset keuangan, atau instrumen ekuitas sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi kewajiban keuangan, aset keuangan, dan instrumen ekuitas. a) Tanpa Kewajiban Kontraktual untuk Menyerahkan Kas atau Aset Keuangan Lainnya b) Aset Keuangan Lainnya c) Penyelesaian dengan Instrumen Ekuitas yang Diterbitkan Entitas d) Ketentuan Penyelesaian Kontinjensi e) Pilihan Penyelesaian 2. Instrumen Keuangan Majemuk Penerbit instrumen keuangan non-derivatif mengevaluasi persyaratan instrumen keuangannya untuk menentukan apakah instrumen tersebut mengandung komponen ekuitas dan kewajiban. Komponen-komponen tersebut harus diklasifikasikan secara terpisah sebagai kewajiban keuangan, aset keuangan, atau instrumen ekuitas sesuai dengan ketentuan dalam paragraf 11 (kewajiban an ekuitas). 3. Saham yang Diperoleh Kembali (Saham Treasuri) Jika entitas memperoleh kembali instrumen ekuitasnya, instrumen-instrumen tersebut (saham treasuri) harus dikurangkan dari ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan, atau pembatalan instrumen ekuitas entitas tersebut tidak dapat diakui dalam laporan laba rugi. Saham treasuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang bersangkutan atau oleh anggota lainnyadalam kelompok usaha yang dikonsolidasi. Jumlah yang dibayarkan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas. 4. Bunga, Dividen, Kerugian, dan Keuntungan Bunga, dividen, kerugian dan keuntungan yang berkaitan dengan instrumen keuangan atau komponen yang merupakan kewajiban keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi. Distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas didebit oleh entitas secara langsung pada ekuitas, setelah dikurangi manfaat pajak penghasilan yang terkait. Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas, selain biaya penerbitan instrumen ekuitas yang secara langsung dapat didistribusikan pada perolehan badan usaha (berdasrakan PSAK No. 22), dicatat sebagai pengurang ekuitas, setelah dikurangi manfaat pajak penghasilan yang terkait. 1

5. Saling Hapus Antar-aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam neraca jika, dan hanya jika, entitas : a) saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakuakna saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan b) berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara simultan. Dalam akuntansi untuk transfer atas aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi penghentian pengakuan, maka entitas tidak boleh melakukan saling hapus aset keuangan yang ditransfer dan kewajiban terkait. B. PENGUNGKAPAN Tujuan dari pengungkapan yang diatur oleh Pernyataan ini adalah untuk menyediakan informasi guna meningkatkan pemahaman mengenai signifikansi instrumen keuangan terhadap posisi keuangan, kinerja dan arus kas entitas, serta membantu penilaian jumlah, waktu, dan tingkat kepastian arus kas masa depan yang terkait dengan instrumen tersebut. 1. Format, Tempat, dan Kelompok Instrumen Keuangan Pernyataan ini tidak mengatur format dari informasi yang dipersyartakan untuk diungkapkan atau tempatnya dalam laporan keuangan. 2. Kebijakan Manajemen Risiko dan Aktivitas Lindung Nilai Entitas menjabarkan tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangannya, termasuk kebijakan lindung nilai atas setiap jenis utama dari prakiraan transaksi dalam hal akuntansi lindung nilai digunakan. 3. Persyaratan, Kondisi, dan Kebijakan Akuntansi Untuk setiap kelompok aset keuangan, kewajiban keuangan, dan instrumen ekuitas, entitas mengungkapkan : a) informasi mengenai cakupan dan sifat instrumen keuangan, termasuk persyaratan dan kondisi yang bersifat signifikan yang dapat memengaruhi jumlah, waktu, dan tingkat kepastian arus kas di masa depan; dan b) kebijakan dan metode akuntansi yang digunakan, termasuk kriteria pengakuan dan dasar pengukuran yang diterapkan. 4. Risiko Tingkat Bunga Untuk setiap klasifikasi aset keuangan dan kewajiban keuangan, entitas mengungkapkan informasi mengenai eksposur risiko suku bunga, termasuk : a) tanggal penyesuaian atau tanggal jatuh tempo kontraktual, mana yang lebih dahulu; dan b) suku bunga efektif, jika memungkinkan. 5. Risiko Kredit Untuk setiap kelompok aset keuangan dan eksposur kredit lainnya, entitas mengungkapkan informasi mengenai eksposur risiko kredit, termasuk : a) jumlah yang paling mewakili nilai maksimal eksposur risiko kredit pada

tanggal neraca, tanpa memperhitungkan nilai wajar dari setiap agunan, dalm hal pihak lawan tidak mampu memenuhi kewajibannya atas instrumen keuangan; dan b) konsentrasi risiko kredit yang signifikan. 6. Nilai Wajar Kecuali yang diatur dalam paragraf 86 dan 88, untuk setiap kelompok aset keuangan dan kewajiban keuangan, entitas harus mengungkapkan nilai wajar setiap kelompok aset dan kewajiban tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam neraca. 7. Pengungkapan Lainnya a) Penghentian pengakuan b) Agunan c) Instrumen Keuangan Majemuk dengan Beberapa Derivatif Melekat d) Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi e) Reklasifikasi f) Laporan Laba Rugi dan Ekuitas g) Penurunan Nilai h) Wanprestasi dan Pelanggaran

PSAK 55 (Revisi 2006) INSTRUMEN KEUANGAN : PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


A. PENGAKUAN DAN PENGHENTIAN PENGAKUAN 1. Pengakuan Awal Entitas mengakui aset keuangan atau kewajiban keuangan pada neraca, jika dan hanya jika, entitas tersebut menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. 2. Penghentian Pengakuan Aset Keuangan Dalam laporan keuangan konsolidasi, paragraf 16-23 dan Pedoman Aplikasi paragraf PA 49-PA67 diberlakukan pada tingkat konsolidasi. 3. Transfer yang Diakui sebagai Penghentian Pengakuan Jika entitas mentransfer aset keuangan yang memenuhi kriteria penghentian pengakuan untuk keseluruhan nilainya dan entitas tersebut masih memiliki hak pengelolaan atas aset keuangan tersebut dengan imbalan tertentu (fee), maka entitas mengakui kontrak pengelolaan tersebut sebagai aset jasa pengelolaan atau kewajiban jasa pengelolaan. 4. Transfer yang Tidak Diakui sebagai Penghentian Pengakuan 3

Jika transfer tidak mengakibatkan penghentian pengakuan karena entitas secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset yang ditransfer, maka entitas tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut secara keseluruhan dan mengakui kewajiban keuangan atas jumlah yang diterimanya.

5. Keterlibatan Berkelanjutan atas Aset yang Ditransfer Jika entitas tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat yang berasal dari kepemilikan aset yang ditransfer, dan masih memiliki pengendalian atas aset yang ditransfer tersebut, maka entitas tetap mengakui aset yang ditransfer sebesar keterlibatan berkelanjutan entitas. 6. Transfer Keseluruhan Jika aset yang ditransfer tetap diakui, maka aset dan kewajiban terkait tidak boleh saling hapus. Demikian juga, entitas tidak boleh saling menghapuskan setiap pendapatan yang berasal dari aset yang ditransfer dengan setiap beban yang timbul dari kewajiban terkait. 7. Pembelian atau Penjualan Aset Keuangan yang Lazim Pembelian atau penjualan aset keuangan yang lazim diakui dan dihentikan pengakuannya menggunakan salah satu di antara akuntansi tanggal perdagangan atau akuntansi tanggal penyelesaian. 8. Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan Entitas mengeluarkan kewajiban keuangan (atau bagian dari kewajiban keuangan) dari neracanya, jika dan hanya jika, kewajiban keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. B. PENGUKURAN 1. Pengukuran Awal Aset Keuangan dan Kewajiban Keuangan Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau kewajiban keuangan, entitas mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau kewajiban keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau kewajiban keuangan tersebut. 2. Pengukuran Aset Keuangan setelah Pengakuan Awal Setelah pengakuan awal, entitas mengukur aset keuangan, termasuk derivatif yang diakui sebagai aset, pada nilai wajrnya, tanpa harus dikurangi biaya transaksi yang mungkin timbul saat penjualan, atau pelepasan lain selain untuk beberapa aset keuangan yang dikecualikan.

3. Pengukuran Kewajiban Keuangan setelah Pengakuan Awal

Setelah pengakuan awal, entitas mengukur seluruh kewajiban keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali untuk beberapa kewajiban keuangan yang dikecualikan.

4. Pertimbangan dalam Pengukuran Nilai Wajar Dalam menentukan nilai wajar aset keuangan atau kewajiban keuangan untuk menerapkan Pernyataan ini atau PSAK No. 50 (Revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan : Penyajian dan Pengungkapan , entitas menerapkan Pedoman Aplikasi paragraf PA84-PA98. 5. Reklasifikasi Entitas tidak diperkenankan untuk mereklasifikasikan instrumen keuangan dari atau ke kategori instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selama instrumen keuangan tersebut dimiliki atau diterbitkan. 6. Keuntungan dan Kerugian Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan atau kewajiban keuangan yang bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai. 7. Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan Pada setiap tanggal neraca entitas mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. a. Aset Keuangan yang Dicatat Berdasarkan Biaya Perolehan Diamortisasi b. Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya Perolehan c. Aset Keuangan yang Tersedia untuk Dijual C. LINDUNG NILAI Jika terdapat hubungan lindung nilai yang telah ditetapkan antara instrumen lindung nilai dan item yang dilindung nilai sebagaimana dijabarkan pada paragraf 87-90 dan Pedoman Aplikasi paragraf PA122-PA124, maka akuntansi untuk keuntungan atau kerugian atas instrumen lindung nilai dan item yang dilindung nilai mengikuti ketentuan paragraf 91-105. 1. Instrumen Lindung Nilai 2. Item yang Dilindungi Nilai 3. Akuntansi Lindung Nilai