Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

Acara Rangking 1 Tanggal 14 18 dan 21 Maret 2011

Disusun Oleh :

Agung Nugraha (1) M. Indi Izzul Ulya (16) M. Ariyanto (17) M. Rofiqul Ala (19) Kelas XI IPA 3

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 PEKALONGAN


Jl. Hos Cokroaminoto No 383 A Telp. (0285) 432621 Pekalongan

TAHUN 2011

Laporan Praktikum tanggal 14 Maret 2011 PENGHANTAR LISTRIK I. II. Tujuan Alat dan Bahan 1. Batu Baterai 2. Lampu 3. Kabel : Mengetahui bahwa grafit pensil dapat menghantarkan listrik. : 4. 5. 6. Penjepit Besi Grafit Pensil

III.

Cara Kerja 1. Buatlah rangkaian seperti pada gambar dibawah

2. 3. 4. 5. IV.

Sambungkan kedua penjepit tersebut dengan besi. Amati apa yang terjadi. Ganti besi tresebut dengan grafit pensil. Amati apa yang terjadi.

Pertanyaan Apakah lampu akan menyala apabila kabel disalurkan melalui grafit pensil ? Jawab : Menyala, karena grafit pensil termasuk konduktor yaitu mempunyai sifat dapat menghantarkan aliran listrik. Kesimpulan Pada saat besi disalurkan ke kabel melalui penjepit lampu menyala, karena besi dapat menghantarkan listrik, begitu juga dengan grafit pensil juga dapat menghantarkan listrik, sehingga lampu juga menyala

V.

Laporan Praktikum tanggal 14 Maret 2011 PELARUTAN ASAM SITRAT DAN GARAM DALAM AIR I. II. Tujuan Alat dan Bahan 1. Garam 2. Asam Sitrat 3. Air III. 4. 5. 6. Minyak Goreng 3 Gelas untuk air 2 Gelas untuk minyak goreng : Mengetahui zat yang lebih cepat larut dalam air.

Cara Kerja 1. Isi ketiga gelas tersebut dengan air, masukkan garam dan asam sitrat. 2. Ternyata garam dan asam sitrat keduannya tenggelam. 3. Masukkan garam dalam minyak goreng di gelas pertama. 4. Masukkan asam sitrat dalam minyak goreng di gelas kedua. 5. Aduk hingga rata. 6. Masukkan secara bersamaan minyak goreng yang telah dicampur dengan garam dan asam sitrat tersebut ke gelas yang berisi air (masing - masing) 7. Amati apa yang terjadi. Pertanyaan Mana yang lebih cepat melepas dari minyak goreng pada saat dicampurkan dengan air, apakah asam sitrat atau garam ? Jawab : Asam sitrat, karena asam sitrat lebih mudah larut dalam air sehingga pada waktu dicampurkan langsung terlepas, sedangkan garam lebih banyak menahan minyak didasar gelas. Kesimpulan Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa asam sitrat lebih cepat melepaskan minyak goreng daripada garam ketika keduannya dicampukan bersamaan dengan air. Karena asam sitrat mudah larut dalam air daripada garam.

IV.

V.

Laporan Praktikum tanggal 15 Maret 2011 ILUSI OPTIK I. II. Tujuan Alat dan Bahan 1. Papan yang bergambar lingkaran namun belakangnya berbentuk spiral. 2. Spidol III. Cara Kerja 1. Perhatikan papan tersebut. 2. Buatlah garis hubung dengan spidol untuk membuktikan bahwa gambar tersebut spiral atau lingkaran. Pertanyaan Gambar papan tersebut spiral atau lingkaran ? Jawab : Lingkaran, karena sudah dibuktikan dengan membuat garis yang dihubungkan ternyata menyambung, jadi gambar tersebut lingkaran bukan spiral. Kesimpulan Gambar pada papan tersebut ternyata lingkaran, tapi seolah olah terlihat seperti spiral, karena gambar di belakang lingkaran tersebut membentuk ilusi optik yang menyerupai spiral padahal gambar tersebut ternyata lingkaran. : Menjelaskan terjadinya ilusi optik pada dua buah gambar

IV.

V.

Laporan Praktikum tanggal 15 Maret 2011 MASSA JENIS ZAT CAIR I. Tujuan : Menjelaskan tentang masalah dalam fluida seperti perbedaan massa jenis zat cair jika di gabung menjadi satu. II. Alat dan Bahan 1. 2. 3. 4. III. Botol. Air Minyak. Pewarna

Cara Kerja 1. Masukkan pewarna kedalam botol yang berisi minyak dan air. 2. Ternyata pewarna menembus minyak dan masuk ke air dan air berubah warna. 3. Masukkan tablet eferfence ke dalam gelas lain yang berisi minyak dan air. 4. Amati apa yang terjadi. Pertanyaan Jika tablet eferfence tersebut dimasukkan kedalam gelas yang berisi air dan minyak air tersebut akan naik turun atau pindah keatas ? Jawab : Air akan naik turun, karena saat efferfence masuk kedalam minyak dan air akan meghasilkan gelembung udara yang membawa air keatas minyak kemudian gelembung pecah dan air turun kembali karena sifat air lebih banyak dari minyak. Kesimpulan Benda yang massa jenisnya lebih kecil maka akan terapung atau berada diatas sebaliknya jika massa jenisnya lebih besar maka akan tenggelam atau di bawah.

IV.

V.

Laporan Praktikum tanggal 16 Maret 2011 MEMBUAT MAGNET DENGAN ALIRAN LISTRIK I. Tujuan : Mengetahui bahan apa saja yang dapat dibuat magnet dengan aliran listrik.

II.

Alat dan Bahan 1. Batu Baterai 2. Tembaga Murni 3. Tembaga campuran besi 4. 5. Sekrup Paku

III. Cara Kerja 1. Lilitkan tembaga murni kemudian hubungkan ke kutub positif dan negatif pada batu baterai. 2. Dekatkan paku tersebut dengan sekrup, ternyata sekrup dapat menempel pada paku. 3. Lakukan hal yang sama dengan hanya mengganti tembaga murni dengan tembaga yang sudah dicamour dengan besi. 4. Amati apa yang terjadi ? IV. Pertanyaan Apabila lilitan pada paku yang menempel tersebut diganti dengan tembaga yang sudah dicampur dengan besi, apakah sekrup dapat menempel pada paku ? Jawab : Iya, karena besi juga dapat menghantarkan listrik tapi lebih bagus tembaga dalam penghantarannya. V. Kesimpulan Besi / paku yang dialiri listrik dapat menjadi magnet tapi hanya bersifat sementara. Sehingga sekrup dapat ditarik oleh paku tersebut.

Laporan Praktikum tanggal 16 Maret 2011 GAYA PERMUKAAN TERHADAP UDARA I. Tujuan : Mengetahui benda yang memiliki luas permukaan semakin luas Gaya tahannya terhadap udara juga semakin besar.

II.

Alat dan Bahan 1. Mistar kayu 2. Balok kayu 3. Koran

III.

Cara Kerja 1. Letakkan mistar pada pinggir meja. 2. Tumpukkan tiga balok kayu diatasnya. 3. Patahkan mistar dengan gaya karate (dengan cepat). 4. Maka mistar tersebut akan patah. 5. Lakukan hal yang sama dengan mengganti balok kayu dengan koran. 6. Amati apa yang terjadi ? Pertanyaan Apabila mistar tersebut hanya ditumpuki koran, jika dipatahkan dengan gaya karate seperti tadi, mistar akan patah atau tidak ? Jawab : Patah, karena setiap 1 cm2 dari koran memiliki beban 1 kg. Karena koran harus menahan udara diatasnya. Kesimpulan Semakin luas permukaan sebuah benda, maka akan semakin besar pula gaya benda tersebut terhadap udara, sehingga koran yang terlihat ringan tetapi memiliki luas permukaan yang luas dapat menahan mistar kayu.

IV.

V.

Laporan Praktikum tanggal 17 Maret 2011 PRINSIP BENDA TERAPUNG, MELAYANG DAN TENGGELAM I. II. Tujuan : Menjelaskan keadaan benda dalam zat cair.

Alat dan Bahan 1. Gelas 2. Air 3. Minyak Goreng 4. Es Batu

III.

Cara Kerja 1. Siapkan 2 gelas, yang satu diisi dengan air, dan yang satunya diisi dengan air yang sudah dicampur dengan minyak.

Air Air

Minyak Goreng

2. Masukkan es batu tersebut ke dalam gelas yang berisi air saja. 3. Amati apa yang terjadi, es batu terapung. 4. Sekarang masukkan es batu tersebut ke dalam gelas yang satunya yang berisi air dan minyak goreng 5. Amati apa yang terjadi IV. Pertanyaan Apabila Es Batu tersebut dimasukkan ke dalam gelas yang berisi minyak goreng dan air maka es akan mengapung di dalam minyak atau di dalam air ? Jawab : Es akan mengapung didalam minyak, karena massa jenis minyak lebih kecil dari pada air, sehingga minyak ada diatas air, sedangkan massa jenis es batu lebih kecil dari massa jenis es batu, sehingga es batu terapung dalam minyak. Kesimpulan Benda yang memiliki massa jenis lebih kecil dari massa jenis zat cairnya maka benda tersebut akan terapung, tetapi apabila benda tersebut memiliki massa jenis lebih besar dari massa jenis zat cairnya maka benda tersebut akan tenggelam, jika massa jenis benda tersebut sama dengan massa jenis zat cairnya maka benda akan melayang di tengah tengah zat cair.

V.

Laporan Praktikum tanggal 17 Maret 2011 VOLUME BENDA I. II. Tujuan Alat dan Bahan 1. 2. 3. 4. Gelas besar Gelas kecil Es Batu Air : Menjelaskan tentang volume benda dalam zat cair.

III. Cara Kerja 1. Masukkan gelas kecil yang sudah diberi es batu ke dalam gelas besar yang sudah berisi air.

2. Angkat es batu yang ada pada gelas. 3. Amati apa yang terjadi. IV. Pertanyaan Jika Es batu yang ada pada gelas kecil tersebut tersebut di angkat maka permukaan air yang ada pada gelas besar naik atau turun ? Jawab : Turun, karena volume air pada saat ada es batu bertambah jadi permukaan naik, tetapi setelah es batu diambil permukaan air akan turun karena volumenya berkurang. V. Kesimpulan Benda yang ada dalam air volumenya ikut terhitung denga volume air sehingga apabila diambil akan mempengaruhi volume air.

Laporan Praktikum tanggal 18 Maret 2011 MENJELASKAN ILUSI OPTIK I. II. Tujuan Alat dan Bahan 1. Papan Kayu 2. Lingkaran III. Cara Kerja 1. Buatlah susunan lingkaran seperti pada gambar dibawah ini : Menjelaskan prinsip kerja ilusi optik.

IV. Pertanyaan Apakah lingkaran A dan B sama besar atau tidak sama ? Jawab : Sama besar, karena lingkaran lingkaran yang ada di luar membuat ilusi optik yang menyebabkan lingkaran tampak berbeda. V. Kesimpulan Apabila gambar yang ukuranya sama tetapi di kelilingi oleh benda yang lebih besar maka ukuranya terlihat kecil, tetapi jika benda tersebut dikelilingi oleh benda yang lebih kecil maka benda tersebut terlihat lebih besar. Itu yang disebut dengan Ilusi Optik.

Laporan Praktikum tanggal 18 Maret 2011 DUA ZAT CAIR YANG BERBEDA SUHU I. Tujuan : Menjelaskan keregangan zat cair yang memiliki suhu lebih tinggi

II.

Alat dan Bahan 1. Gelas kecil 2. Air panas yang diberi pewarna. 3. Air biasa

III. Cara Kerja 1. Masukkan gelas kecil yang berisi air panas yang berwarna tersebut ke dalam gelas besar yang berisi air biasa. 2. Amati apa yang terjadi ? IV. Pertanyaan Apabila gelas kecil yang berisi air panas yang diberi warna tersebut dimasukkan kedalam gelas besar yang berisi air biasa maka air pewarna akan naik atau tetap diam di dalam wadah ? Jawab : Akan naik keatas, karena air panas memiliki kecepatan molekul renggang daripada air yang suhunya lebih dingin. Kesimpulan Air yang memiliki suhu lebih panas akan cepat meregang / naik keatas.

V.

Laporan Praktikum tanggal 21 Maret 2011 ENERGI KINETIK PADA BENDA YANG MENGGELINDING I. Tujuan : Menjelaskan energi kinetik benda yang menggelinding bersama dengan massa yang berbeda

II.

Alat dan Bahan 1. Silinder Berongga 2. Silinder pejal 3. Bidang miring Ek


W

III.

Cara Kerja 1. Buatlah papan seperti bidang miring. 2. Jatuhkan kedua silinder tersebut secara bersamaan. 3. Amati apa yang terjadi.

IV. Pertanyaan Jika silider pejal dan silinder berongga tersebut di gelindingkan bersama maka yang lebih cepat yang mana ? apakah silinder pejal atau silinder berongga ? Jawab : Silinder pejal, karena silinder pejal memiliki energi kinetik yang lebih besar sehingga lebih cepat dari silinder berongga. V. Kesimpulan Energi kinetik dipengaruhi oleh massa benda, jadi semakin berat massa benda tersebut maka semakin besar pula energi kinetiknya. Seperti pada bola pejal dan bola berongga massanya lebih besar silinder pejal maka yang lebih cepat silinder pejal.

Laporan Praktikum tanggal 21 Maret 2011 PELARUTAN DALAM ZAT CAIR I. Tujuan : Mengetahui mana zat cair yang lebih baik digunakan untuk pelarut.

II.

Alat dan Bahan 1. Dua gelas 2. Air 3. Minyak 4. Asam sitrat 5. Soda kue

III. Cara Kerja 1. Masukkan Asam sitrat dan soda kue ke dalam gelas yang berisi air. 2. Amati apa yang terjadi. 3. Ternyata air berbuih. 4. Lakukan hal yang sama dengan mengganti air ke dalam gelas yang kedua yanitu minyak goreng. 5. Amati apa yang terjadi ? IV. Pertanyaan Apabila asam sitrat dan soda kue dimasukkan ke dalam gelas yang berisi minyak goreng akan berbuih seperti pada air atau tidak ? Jawab : Tidak, karena air adalah pelarut yang baik pada saat soda kue dan asam sitrat dicampurkan akan terlarut sempurna sehingga menimbulkan buih. V. Kesimpulan Soda kue dan asam sitrat terlarut sempurna di dalam air, sedangkan dalam imnyak goreng tidak terlarut karena minyak goreng buka pelarut yang baik sedangkan air merupakan pelarut yang baik sehingga soda kue dan asam sitrat terlarut dan menimbulkan buih.