Anda di halaman 1dari 2

PONTIANAK, KOMPAS.

com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Kalimantan Barat, Erma S Ranik, mendukung langkah keluarga untuk mengotopsi jenasah Gilbertus Ruhe, praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri asal Kabupaten Pontianak yang meninggal dunia pada Sabtu (26/11/2011) di Makassar.

"Melalui otopsi, penyebab kematiannya akan terkuak, apakah benar karena demam berdarah atau bukan," Erma S Ranik.

Keluarga mendapat pemberitahuan bahwa Gilbert meninggal karena demam berdarah. Erma mengatakan, penyebab kematian Gilbert tak boleh ditutup-tutupi. "Melalui otopsi, penyebab kematiannya akan terkuak, apakah benar karena demam berdarah atau bukan. Logikanya, demam berdarah itu kan butuh beberapa hari untuk membuat seseorang sampai drop bahkan sampai meninggal. Apalagi dia itu kan praja IPDN yang fisik dan staminanya bagus," kata Erma. Erma mengatakan, Kalimantan Barat sangat berkepentingan dengan para praja asal daerah itu yang dididik di IPDN. "Mereka itu orang-orang pilihan yang seharusnya kembali ke Kalbar, dan menjadi tulang punggung pemerintahan masa depan. Seleksi mereka ketat sekali," kata Erma. Share

Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Kirim Komentar Anda Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan KOMPAS.com dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. KOMPAS.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. KOMPAS.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.