Anda di halaman 1dari 15

PRESENTAS

SEJARAH
ORBA dan MOBLTAS
PENDUDUK PADA MASA
ORBA
NAMA KELOMPOK
Diah Ayu Mayuchasari A (08)
Hanifa Fatmaningtyas (14)
Havi Kurniawan (15)
stirokhah
Septrianto Maulana
LATAR BELAKANG
Adanya gerakan 30 S/PK
Kekosongan pimpinan angkatan darat
Demostrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa, pemuda dan
pelajar di depan gedung DPR-GR yang mengajukan Tritura
Perubahan kabinet (Dwikora seratus menteri)
Tertembaknya mahasiswa Arif Rahman Hakim
Presiden mengeluarkan SUPERSEMAR ditujukan bagi Letjen
Soeharto
R !KK RDE BARU
Pemerintahan yang diktator tetap aman dan damai
Tindak korupsi merajalela
Tidak ada kebebasan berpendapat
Pancasila terkesan menjadi ideologi tertutup
Pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat
kut sertanya militer dalam pemerintahan
Adanya kesenjangan sosial yang mencolok
KEB AKAN !ADA MASA
RDE BARU
ndonesia menjadi anggota PBB lagi pada bulan September 1966
Adanya perbaikan ekonomi dan pembangunan
Pengeksploitasian SDA secara besar besaran
Dilaksanakannya kebijakan transmigrasi dan KB
Adanya gerakan memerangi buta huruf
Dilakukannya swasembada pangan
Munculnya gerakan wajib belajar dan GNOTA
Dibukanya kesempatan investor asing untuk menanamkan modal di
ndonesia
!ERTUMBUHAN DAN
MB L TAS !ENDUDUK
nteraksi dapat diartikan sebagai suatu hubungan timbal
balik yang saling mempengaruhi antara dua wilayah kota
atau lebih, yang dapat melahirkan gejala, kenampakan
atau permasalahan baru.
AKTR YANG MEM!ENGARUH
NTERAKS
Menurut Edward Ullman, terdapat 3 faktor :
Adanya wilayah yang saling melengkapi (regional
complementary) yaitu adanya hubungan timbal balik antar
kota.
Adanya kesempatan untuk berinteraksi (interventing
opportunity) atau campur tangan.
Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam
ruang (spacial transferability)
MBLTAS !ENDUDUK
Mobilitas penduduk dapat diartikan sebagai suatu
perpindahan penduduk baik secara teritorial, spasial atau
geografis.
Mobilitas menyebabkan interaksi masyarakat antar kota
dapat berlangsung secara intensif.
nteraksi yang terjadi tak berlangsung antar kota saja,
namun terjadi juga antar kota dan desa.
DAM!AK HUBUNGAN T MBAL
BAL K KTA BAG DESA
1. Pengaruh positif bagi desa
Pengetahuan penduduk desa semakin meningkat
Masuknya teknologi tepat guna dapat meningkatkan produksi
daerah dan pendapatan masyarakat
Sarana transportasi penghubung desa dan kota berkembang
Adanya lapangan pekerjaan alternatif di luar sektor pertanian
Tersalurnya barang barang produksi industri
Muncul KUD dan BUUD
Didirikannya sarana umum seperti puskesmas, sekolah, dsb.
. Pengaruh negatif bagi desa
Terjadi penetrasi kebudayaan kota ke desa
Perubahan tata guna lahan yang dapat menimbulkan
kerusakan lingkungan.
Desa kekurangan tenaga potensial karena banyak yang
urbanisasi
Banyak orang yang kembali ke desa, sehingga desa
bertambah padat
DAM!AK HUBUNGAN T MBAL
BAL K KTA DENGAN KTA
1. Pengaruh positif
Kemajuan dala bidang transportasidapat menghubungkan antar
kota
Terpenuhinya bahan baku bagi proses produksi dan tenaga kerja
Tersalurnya hasil produksi ke kota lainnya
Lahirnya proses akulturasi karena masuknya penduduk dari
bernagai wilayah dan kebudayaan
. Pengaruh negatif
Munculnya daerah kumuh akibat banyaknya pendatang
baru
Tata ruang kota menjadi tidak ideal
Masuknya orang dari berbagai daerah dan budaya, sangat
potensial bagi munculnya konflik antar etnis
Terdapat dua teori yaitu :
1. Teori tempat sentral, bahwa pusat lokasi aktivitas yang
melayaniberbagai kebutuhan penduduk harus berada di suatu
tempat sentral yaitu tempat yang memungkinkan partisipasi manusia
dengan jumlah yang maksimum
. Teori kutub pertumbuhan, bhawa pembangunan yang terjadi
diamanapun tidak terjadi secara serentak tapi muncul pada tempat
tempat tertentu dengan kecepatan dan identitas yang berbeda
Suatu titik lokasi menjadi pusat pertumbuhan disebabkan
oleh beberapa hal antara lain :
Kondisi fisik wilayah
Kekayaan sumber daya alam
Sarana dan prasarana transportasi
Adanya industri