Anda di halaman 1dari 12

vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111
BAB I
PENDAHULUAN
Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari pengukuran debit sungai adalah sebagai berikut:
1) Untuk mengetahui besarnya volume air dalam tiap satuan waktu
2) Untuk mengetahui Iluktuasi atau perubahan debit air pada sungai dalam perioda
tertentu
3) Untuk mengetahui debit air yang digunakan dalam proses pemanIaatan air untuk
berikutnya.

Dasar Teori
alam hidrologi dikemukakan, debit air sungai adalah tinggi permukaan air
sungai yang terukur oleh alat ukur pemukaan air sungai. Pengukurannya dilakukan tiap
hari, atau dengan pengertian yang lain debit atau aliran sungai adalah laju aliran air
(dalam bentuk volume air) yang melewati suatu penampang melintang sungai per satuan
waktu. alam sistem satuan SI besarnya debit dinyatakan dalam satuan meter kubik per
detik (m3/dt).
ebit aliran merupakan satuan untuk mendekati nilai-nilai hidrologis proses yang
terjadi di lapangan. Kemampuan pengukuran debit aliran sangat diperlukan untuk
mengetahui potensi sumberdaya air di suatu wilayah AS. ebit aliran dapat dijadikan
sebuah alat untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suatu kawasan melalui
pendekatan potensi sumberdaya air permukaan yang ada.
Proses terbentuknya debit berkaitan dengan terbentuknya sungai, dimana sungai
itu terbentuk dengan adanya aliran air dari satu atau beberapa sumber air yang berada di
ketinggian,umpamanya disebuah puncak bukit atau gunung yg tinggi, dimana air hujan
sangat banyak jatuh di daerah itu, kemudian terkumpul dibagian yang cekung, lama
kelamaan dikarenakan sudah terlalu penuh, akhirnya mengalir keluar melalui bagian
bibir cekungan yang paling mudah tergerus air. Selanjutnya air itu akan mengalir di atas
permukaan tanah yang paling rendah, mungkin mula mula merata, namun karena ada
bagian- bagian dipermukaan tanah yg tidak begitu keras,maka mudahlah terkikis,
vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111
sehingga menjadi alur alur yang tercipta makin hari makin panjang, seiring dengan
makin deras dan makin seringnya air mengalir di alur itu, maka semakin panjang dan
semakin dalam, alur itu akan berbelok, atau bercabang, apabila air yang mengalir disitu
terhalang oleh batu sebesar alur itu, atau batu yang banyak, demikian juga dgn sungai di
bawah permukaan tanah, terjadi dari air yang mengalir dari atas, kemudian menemukan
bagian-bagan yang dapat di tembus ke bawah permukaan tanah dan mengalir ke arah
dataran rendah yg rendah.lama kelamaan sungai itu akan semakin lebar.
Ada 5 Iaktor penentu debit air, yaitu:
Intensitas hujan
Pengundulan Hutan
Pengalihan hutan menjadi lahan pertanian
Intersepsi
Evaporasi dan Transpirasi

Adapun Teori yang mendasari dari pengukuran debit ini adalah percobaan arcy,
yaitu hukum arcy yang mengatakan bahwa banyaknya volume air yang mengalir dari
suatu tubuh sungai adalah hasil kali antara kecepatan aliran dengan luas penampang
media yang dialirinya atau luas penampang media yang dialirinya atau luas penampang
bangun alur yang dialirinya.
apat ditulis :
" V . A,
dimana Q debit aliran, V kecepatan aliran, A luas penampang.
Pengukuran debit aliran air sungai pada umumnya dilakukan pada waktu-waktu
tertentu. Hal dimaksudkan untuk mencari rating curve. Semakin banyak dilakukan
pengukuran debit maka semakin banyak dan semakin teliti analisis datanya, guna
pembuatan kurva tersebut. Jumlah pengukuran debit pada waktu periode tertentu,
vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111
tergantung dari tujuan pengukuran, kepekaan sungai, dan tingkat ketelitian yang ingin
dicapai.
Pada dasarnya pengukuran debit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
Pengukuran debit secara langsung
Pengukuran debit secara langsung, dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu:
Volumetric method
Pengukuran debit dengan cara ini dilakukan pada sungai kecil (debitnya
kecil), memakai bejana yang volumenya sudah diketahui/tertentu (misal V),
kemudian mengukur waktu (dengan memakai stop watch) yang diperlukan
untuk memenuhi persamaan :

t
J
Q ,
dimana Q debit aliran sungai/saluran,
V volume bejana,
t waktu yang diperlukan untuk memenuhi bejana.

Ambang/pintu-ukur
angunan ambang/pintu ukur ini dibuat menurut kontruksi sedemikian
sehingga ada hubungan langsung antara debit aliran (Q) dengan tinggi muka
air (H).
Contoh alat ukur debit yang menggunakan ambang/pintu-ukur, yaitu :
Pintu air Romyn, Pintu air Cipoletti. Masih ada metode pengukuran debit
sungai/saluran secara langsung, misalnya dengan menggunakan cairan
penurut/tracer.
Pengukuran debit secara tidak langsung.
Pengukuran debit sungai dengan cara ini dilakukan dengan menghitung
kecepatan air sungai (V). engan menggunakan alat tertentu dan berdasarkan
rumus-rumus tertentu (termasuk rumus-rumus dalam hidrolika), kecepatan aliran
sungai dapat diketahui. engan mengingat bahwa debit adalah perkalian antara
vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111
kecepatan aliran dengan luas penampang. eberapa jenis alat ukur debit aliran
sungai secara tidak langsung :
Velocity head rod
Alat ukur debit jenis ini terdiri dari batang/papan kayu berskala,
dilengkapi dengan pemberat yang dapat diputar, dimana persamaan yang
digunakan : V 2 . g . h, dimana V kecepatan rerata aliran sungai/saluran,
g percepatan gravitasi, h selisih tinggi air akibat pemutaran batang/ papan
ukur sebesar 90
0
.

Trupp`s ripple meter
Alat jenis ini terdiri dari rangkaian papan ukur dan batang kayu.
Kecepatan aliran dapat ditentukan dengan persamaan : V C X . L, dimana
V kecepatan rerata aliran sungai/saluran, C konstanta, biasanya diambil
0,4, X nilai yang tergantung pada lebar papan ukur (w).

Pitot meter
Alat ini dapat digunakan untuk pengukuran kecepatan pengaliran di
dalam pipa (pipe Ilow) di laboratorium. Terdiri dari pipa bengkong yang
dimasukkan ke dalam aliran. engan persamaan :
V 2 . g . h, dimana V kecepatan, g percepatan gravitasi, h selisih
tinggi permukaan air di dalam tabung pitot, akibat adanya keepatan aliran di
sungai.

Pengapung (float)
Pengukuran kecepatan alira dengan cara ini hanya untuk menaksir
secara kasar, karena hanya meliputi kecepatan aliran di permukaan saja.
Padahal sesungguhnya kecepatan rerata aliran di sungai tidak hanya terdiri
atas kecepatan aliran bagian zat cair yang ada di permukaan saja, tetapi juga
kecepatan di setiap kedalaman sungai, padahal besar kecepatan itu berbeda
beda, dimana V
t
s
.

vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111
V Nocth
Merupakan seperangkat alat yang terdiri dari papan yang salah satu
sisinya membentuk huruI V dan disertai alat ukur berskala.

urrent Meter
Prinsip kerja dari alat current meter adalah mengukur besarnya
kecepatan arus berdasarkan jumlah putaran kipas dalam alat, setelah dihitung
dari persamaan : V a + b . N, dimana V kecepatan aliran, a kecepatan
awal yang digunkan untuk mengatasi gesekan mekanis, b konstanta yang
diperoleh dari kalibrasi alat, N jumlah putaran kipas perdetik.
Selain itu juga dibutuhkan luas penampang sungai (A) untuk
menghitung debit, dimana " V . A
Keunggulan current meter.
Alat ini dilengkapi dengan counter, yang menunjukkan jumlah
putaran baling-baling. Alat ini banyak digunakan karena muda dioperasikan
untuk pengukuran kecepatan aliran sungai untuk berbagai kedalaman. Selain
itu untuk berbagai kondisi lapangan, dapat dioperasikan langsung dengan
memegang stangnya atau untuk kondisi yang tidak memungkinkan alat dapat
diturunkan dengan kabel/batang, pada dasarnya cara kerjanya sama hanya
untuk cara kalibrasinya berbeda (kalibrasi stang dan kalibrasi bandul).
iketahui kalibrasi untuk kincir nomor 1 8 - 61193 dengan diameter
125mm
jika N0,95 maka V( 0,2518.N) 0,0121 m/dt
Jika N~0,95 maka V ( 0,2588.N) 0,0050 m/dt
Harga N jumlah putaran
waktu


vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111
BAB II
PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini kita menentukan debit suatu aliran sungai. Pengambilan
data dilakukan langsung di lapangan. Yaitu di sungai babarsari, dimana debit aliran sungai
tersebut dapat diukur dengan mempertimbangkan kondisi setempat.
PROSEDUR KER1A:
1. Mengukur kecepatan aliran air
1) Merangkai current meter.
2) Mengukur diameter kincir untuk kalibrasi.
3) Melakukan pengukuran kecepatan aliran air menggunakan current meter pada
jarak dan kedalaman yang telah ditentukan, dengan cara membaca jumlah
putaran baling-baling pada counter.
4) Mengukur waktu putaran, disarankan 10 detik.
5) Menghitung harga N untuk mendapatkan nilai V.
2. Mengukur penampang sungai
1) Mengukur lebar penampang sungai dengan menggunakan alat ukur.
2) Membuat gambaran dasar sungai dengan cara mengukur kedalaman dasar
sungai dari muka air sungai dengan menggunakan alat ukur.
3) Menghitung luas penampang sungai (A).
3. Menghitung debit sungai (Q), dengan rumus Q V.A







vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111
PERHITUNGAN





















vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111






















vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111






















vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111
BAB III
KESIMPULAN

ari pembahasan yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa:
ebit aliran merupakan satuan untuk mendekati nilai-nilai hidrologis proses yang
terjadi di lapangan. Pengukuran debit sungai berguna sebagai berikut:
1)Untuk mengetahui besarnya volume air dalam tiap satuan waktu
2)Untuk mengetahui Iluktuasi atau perubahan debit air pada sungai dalam
perioda tertentu
3)Untuk mengetahui debit air yang digunakan dalam proses pemanIaatan air
untuk berikutnya.
ari perhitungan diperoleh hasil bahwa:
1) Luas penampang sungai: I 1,985 m
II 2,16 m
2) ebit air : I 0,7710 m/dt
II 1,0264 m/dt









vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111
DAFTAR PUSTAKA

!,trick A. Domenico (1990) '!sic, ,nd Cemic, Hdrogeoog
C. W. Fetter Jr (1980)'Appied Hdrogeoog
D,;id Keit Todd (1980)'Groundw,ter Hdroog
S. M,nde & Z. L, Sift,n (1981)'Groundw,ter Resources
















vovoivn cooi Ic[ni[ 1ivocooi 2011

)vnv : inv /nvnvv )vnv


)1^ : 1110^00!
Tv : (111
LAMPIRAN