Anda di halaman 1dari 4

Tugas Paper Kimia Organik III

Nama : Sri Handayani


Nim : J2C 008 068


%#

I. Pengertian Zat Warna
Zat warna alam adalah suatu bahan pewarna yang dapat dihasilkan dari alam.
Dapat berupa hasil pengolahaan dari tumbuh-tumbuhan atau binatang. Tetapi
kebanyakan dalam dunia zat warna lebih dipilih zat warna dari tumbuh-tumbuhan
karena memiliki getah dan pigmen alam yang mudah mewarnai bahan tekstil.
Pewarna Alam ini diperoleh dengan ekstraksi/perebusan, secara tradisional, tanaman
yang ada disekitarnya. Bagian-bagian tanaman yang dapat dipergunakan untuk zat
pewarna alam adalah kulit, ranting, daun, akar, bunga, biji atau getah.
Zat warna yang digunakan dalam industri dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Zat Pewarna Alam (ZPA) yaitu zat warna yang berasal dari bahan-bahan alam
pada umumnya dari hasil ekstrak tumbuhan (akar, batang, daun, buah, kulit
dan bunga ) atau hewan (lac dyes) . Keuntungan dari pemakaian zat warna
alam pada batik ialah merupakan warisan leluhur, mempunyai nilai jual atau
nilai ekonomi tinggi karena memiliki seni dan warna yang khas, ramah
lingkungan sehingga berkesan etnik dan eksklusiI, intensitas warna terhadap
mata manusia terasa sangat menyejukkan. Adapun kerugian dari zat warna
alam yaitu ketersediaan variasi warna sangat terbatas, kurang praktis
dikarenakan ketersediaan bahan yang tidak siap pakai sehingga diperlukan
proses proses khusus untuk menjadikan larutan pewarna tekstil.
b. Zat Pewarna Sintesis (ZPS) yaitu Zat warna buatan atau sintesis dibuat
dengan reaksi kimia dengan bahan dasar arang batu bara atau minyak bumi
yang merupakan hasil senyawa turunan hidrokarbon aromatik seperti ben:en,
naftalen dan antrasen. Keuntungan dari pemakaian zat warna sintetis ialah
bahan mudah didapat, terdapat variasi warna, dan proses yang dikerjakan
singkat. Kerugian dari zat pewarna sintetis adalah limbah dari zat pewarna
tersebut tidak ramah lingkungan.

II. Contoh Zat Warna Alami
Salah satu contoh zat warna alami adalah tanaman henna. Tanaman ini biasa
digunakan dalam pewarnaan rambut maupun tattoo sementara. KlasiIikasi dari
tanaman henna adalah sebagai berikut:



KlasiIikasi ilmiah
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Family : Lythraceae
Genus : awsonia
Species : Inermis L.
Dalam penelitian laboratorium, dua senyawa yang diekstrak dari pacar, yang
disebut lawsone dan isoplumbagin, telah menunjukkan aktivitas antikanker dan telah
dilindungi sel sabit terhadap kerusakan membran. Henna bukan tanaman berbahaya,
tapi ketika itu dicat ke kulit dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.
Cedera pada mata juga kemungkinan selama proses pencelupan alis atau bulu mata
dengan pacar. 'Henna hitam' Commercial, pacar dikombinasikan dengan pewarna
kimia yang disebut p-Ienilendiamin (kadang disingkat menjadi PPD), digunakan
untuk tato temporer dan lebih mungkin menyebabkan reaksi alergi, perubahan
pigmentasi kulit dan, dalam kasus yang sangat jarang, edema dan ginjal kegagalan.
Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pemberian oral ekstrak henna
dapat mempengaruhi kesuburan.
Dalam henna mengandung senyawa kimia yaitu senyawa Lawson yang
menyebabkan timbulnya warna merah, warna ini merupakan suatu senyawa organik
yang memiliki ketertarikan untuk ikatan dengan protein. Lawsone terutama
terkonsentrasi di daun, terutama di tangkai daun. Lawsone dalam daun berkorelasi
negatiI dengan jumlah biji dalam buah-buahan. Formula molekul dari senyawa
lawsone adalah C
10
H
6
O
3
, berat molekulnya adalah 174,156 g/mol. Berikut ini adalah
struktur dari senyawa lawsone:

Gb. Struktur senyawa lawsone dalam henna