Anda di halaman 1dari 17

DASAR TEORI

Superposisi getaran harmonik adalah

penjumlahan 2 getaran yang harmonik 2 jenis SGH :


superposisi 2 getaran harmonik sejajar, superposisi 2 getaran harmonik saling tegak lurus (lissajous).

DASAR TEORI
Superposisi 2 getaran harmonik sejajar terjadi

jika terdapat 2 getaran harmonik dengan arah getar yang sejajar. Superposisi 2 getaran harmonik saling tegak lurus terjadi jika terdapat 2 getaran harmonik dengan arah getar yang saling tegak lurus.

DASAR TEORI
Osiloskop

7
1

7 8
9

12 13 14

15

15

16
17 17

9 10

4 3

11

DASAR TEORI
No. Keterangan 1 Layar tampilan No. Keterangan 10 Input ch. 1

2
3 4 5 6

Tombol on/off
Pengatur iluminasi layar Pengatur fokus Pengatur intensitgas Getaran 2 Vpp

11
12 13 14 15

Input ch. 2
Penggeser gambar horizontal Switch pemilih kecepatan horizontal sweep (TIME/DIV) Tombol kalibrasi sweep Pengatur triggen, kedua knop ini harus selalu habis terputar ke kiri Tombol auto harus dalam keadaan tertekan Pemilih channel dan modus kerja osiloskop

7 8 9

Penggeser gambar vertikal Selektor ch. 1 & 2 Pengatur nilai skala vertikal

16 17

DATA HASIL PENGAMATAN PRAKTIKUM SGH


Kalibrasi amplitudo (A) & frekuensi (f) Generator Audio Percobaan ke-...
1 2 3 4

Amplitudo (A)
Osilator 0,5 V 0,6 V 0,7 V 0,8 V Osiloskop 0,5 V 0,625 V 0,75 V 0,9 V

Frekuensi (f)
Osilator 500 Hz 600 Hz 700 Hz 800 Hz Osiloskop 526,32 Hz 625 Hz 714,29 Hz 833,33 Hz

DATA HASIL PENGAMATAN PRAKTIKUM SGH


Fx:Fy 1:1 Gambar Lissajous

1:2

1:3

2:3

DATA HASIL PENGAMATAN PRAKTIKUM SGH


A1 F1 A2 F2 Gambar

0,6 V

600 Hz

0,4 V

625 Hz

0,7 V

700 Hz

0,5 V

725 Hz

DATA HASIL PENGAMATAN PRAKTIKUM SGH


F1 6 KHz Gambar

60 KHz

PENGOLAHAN DATA
Amplitudo Aosilator = L x Aosiloskop y
xi
0,5 0,7 0,8
2,6

b
yi
0,5 0,75 0,9 2,775

x
xiyi
0,25

xi2
0,25

yi 2
0,25 0,5625 0,81 2,013125

0,6 0,625 0,375 0,36 0,390625 0,525 0,49 0,72 1,87 0,64 1,74

PENGOLAHAN DATA
Diperoleh hasil: y = 0,009682458 b = 0,04330127

Pelaporan data: L = {b b} L = {1,325 0,04330127} Tingkat ketelitian = 96,7319796 %

PENGOLAHAN DATA
Frekuensi fosilator = L x fosiloskop y b
xi 500 600 700 800
2.600

x
Yi 625 714,29 833,33 526,32 xiyi 375.000 500.003 666.664 263.160 xi2 360.000 400.000 640.000 250.000 yi 2 390.625 510.210,2041 694.438,8889 277.012,7424

269.894 1.804.827 1.740.000 1.872.286,8354

PENGOLAHAN DATA
Diperoleh hasil: y = 9,492875749 b = 0,0424534309567457

Pelaporan data: L = {b b} L = {1,101032 0,0424534309567457} Tingkat ketelitian = 96,7319796 %

ANALISA
Frekuensi dan amplitudo yang dihasilkan osilator berbeda dengan frekuensi dan amplitudo yang tertera pada osiloskop karena hal-hal seperti hambatan kabel dll. Jadi hasil yang kami peroleh dari SGH yang arah rambat sejajar adalah ch. 1 akan mempengaruhi isi dari SGH dan ch. 2 akan mempengaruhi bentuk dari SGH.

ANALISA
Gelombang kompleks adalah superposisi dengan frekuensi yang beda orde. Semakin tinggi beda orde, superposisi akan semakin rapat. Pada SGH yang saling tegak lurus (lissajous), f ch. 1 mempengaruhi superposisi di sb. x dan f ch. 2 mempengaruhi superposisi di sb. y.

KESIMPULAN
Pentingnya kalibrasi sebelum praktikum, agar hasil yang diperoleh berstandar internasional dan lebih akurat. Superposisi menurut arah rambat dibagi 2, yaitu SGH dengan arah rambat getaran sejajar dan SGH dengan arah rambat getaran saling tegak lurus. Superposisi gelombang kompleks adalah superposisi dengan perbedaan orde frekuensi, semakin besar beda orde, semakin rapat superposisi gelombang