Anda di halaman 1dari 5

BAB II

MIXING APPARATUS
2.1. Tujuan Percobaan
1. Mengetahui pengaruh jenis pengaduk dan baffle terhadap angka Frounde pada air dan
minyak kelapa.
2. Mengetahui pengaruh jenis pengaduk dan baffle terhadap Iaktor pencampuran dengan
air
3. Mengetahui hubungan antara daya (P) dengan angka Reynold (NRe).
4. Mengetahui pengaruh jenis liquida dan jenis pengaduk terhadap Angka Reynold
(NRe).

2.2. Tinjauan Pustaka
Pencampuran adalah peristiwa menyebarnya bahan-bahan secara acak, dimana bahan
yang satu menyebar ke dalam bahan yang lain demikian pula sebaliknya, sedang bahan-bahan
itu sebelumnya terpisah dalam keadaan dua Iase atau lebih yang akhirnya membentuk hasil
yang lebih seragam (homogen).
Beberapa tujuan yang perlu diperhatikan pada proses pencampuran antara lain:
Menghasilkan campuran bahan dengan komposisi tertentu dan homogen.
Mempertahankan kondisi campuran selama proses kimia dan Iisika agar tetap homogen
Mempunyai luas permukaan kontak antar komponen yang besar
Menghilangkan perbedaan konsentrasi dan perbedaan suhu, mempertukarkan panas
Mengeluarkan secara merata gas-gas dan uap-uap yang timbul.
Menghasilkan bahan setengah jadi agar mudah diolah pada proses selanjutnya, atau
menghasilkan produk akhir (produk komersial) yang baik.
Faktor-Iaktor yang mempengaruhi proses pencampuran, antara lain:
1. Aliran
Aliran yang turbulen dan laju alir bahan yang tinggi biasanya menguntungkan proses
pencampuran. Sebaliknya, aliran yang laminar dapat menggagalkan pencampuran
2. Ukuran partikel / luas permukaan
Semakin luas permukaan kontak bahan-bahan yang harus dicampur, yang berarti semakin
kecil partikel dan semakin mudah gerakannya di dalam pencampuran, maka proses
pencampuran semakin baik.
3. Kelarutan
Semakin besar kelarutan bahan-bahan yang akan dicampur satu terhadap yang lain,
semakin baik pencampurannya. Kelarutan pada umumnya lebih besar pada temperatur
yang tinggi, dengan pengecualian kelarutan gas dalam cairan.
Tujuan pencampuran adalah untuk melapisi partikel dengan pengikat, untuk memutus
aglomerat, dan untuk mencapai distribusi seragam pengikat dan ukuran partikel seluruh bahan
baku.
Pengadukan (agitation) berIungsi untuk menggerakkan bahan (cair, cair dengan padat,
cair dengan cair, cair dengan gas, cair dengan padat atau gas) di dalam bejana pengaduk.
Pengadukan akan menghasilkan gerakan turbulen (misalnya untuk proses reaksi kimia,
pertukaran panas, dan proses pelarutan).
Tujuan pengadukan antara lain:
1. Mencampurkan dua zat cair yang dapat bercampur, misalnya etil alkohol dan air.
2. Melarutkan padatan dalam zat cair, misalnya garam dalam air.
3. Mendispersikan gas dalam zat cair dalam bentuk gelembung-gelembung.
4. Membentuk suspensi partikel padatan dalam zat cair.
5. Pengadukan pada zat cair akan meningkatkan perpindahan panas antara cairan dengan
coil atau jaket dalam dinding bejana.
Kebutuhan daya dan baik buruknya hasil pengadukan tergantung antara lain pada Iaktor-
Iaktor berikut :
1. Jenis alat pengaduk
Bentuk, ukuran, perbandingan diameter daun pengaduk terhadap diameter bejana
pengaduk, Irekuensi putaran, posisi dalam bejana pengaduk.
2. Jenis bejana pengaduk
Bentuk, ukuran, perlengkapan di dalamnya, derajat keterisian.
3. Jenis dan jumlah bahan
Jenis-jenis pengaduk yang sering digunakan, antara lain :
1. Pengaduk berdaun tiga
2. Pengaduk jenis paddle
3. Pengaduk jenis turbin
4. Pengaduk jenis helical ribbon



Faktor-Iaktor yang mempengaruhi proses pencampuran, antara lain:
1. Aliran
Aliran yang turbulen dan laju alir bahan yang tinggi biasanya menguntungkan proses
pencampuran. Sebaliknya, aliran yang laminar dapat menggagalkan pencampuran
2. Ukuran partikel / luas permukaan
Semakin luas permukaan kontak bahan-bahan yang harus dicampur, yang berarti semakin
kecil partikel dan semakin mudah gerakannya di dalam pencampuran, maka proses
pencampuran semakin baik.
3. Kelarutan
Semakin besar kelarutan bahan-bahan yang akan dicampur satu terhadap yang lain,
semakin baik pencampurannya. Kelarutan pada umumnya lebih besar pada temperatur
yang tinggi, dengan pengecualian kelarutan gas dalam cairan.
Pengadukan (agitation) berIungsi untuk menggerakkan bahan (cair, cair dengan padat,
cair dengan cair, cair dengan gas, cair dengan padat atau gas) di dalam bejana pengaduk.
Pengadukan akan menghasilkan gerakan turbulen (misalnya untuk proses reaksi kimia,
pertukaran panas, dan proses pelarutan).
SiIat Iisika air
1. Air bersiIat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu
pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0C).
2. Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia.
SiIat kimia air
1. Memiliki rumus molekul H
2
O dan nama alternatiI aqua, dihidrogen monoksida, dan
hidrogen hidroksida.
2. Memiliki massa molar 18,0153 g/mol, massa jenis 0,998 g/cm
3

(berupa cairan pada 20
o
C) dan 0,92 g/cm
3
(berupa padatan).
3. Memiliki titik lebur 0
o
C (pada 273,15 K) dan titik didih 100
o
C (pada
373,15 K).
SiIat Iisika minyak
1. Memiliki zat warna alamiah dan zat warna dari hasil degradasi zat warna alamiah.
2. Tidak larut dalam air, dan sedikit larut dalam alkohol.
3. Minyak akan berwarna kuning atau coklat dan berbau amis jika bereaksi dengan nitrogen
secara kimia.


SiIat kimia minyak
1. Memiliki rumus molekul C
12
H
24
O
2
dan massa molar 200,31776
2. Memiliki massa jenis 0,880 g/cm
3
dan viskositas 7,39 mPa.s pada 323 K.
3. Memiliki titik lebur 43,2
o
C dan titik didih 298,9
o
C.
SiIat Iisika NaOH
1. Berbentuk padatan berwarna putih.
2. Membentuk larutan alkalin yang cukup kuat jika dilarutkan dalam air.
3. Menghasilkan noda berwarna kuning pada kain dan kertas.
Rumus-rumus dalam mixing
1. Daya (P)
Persamaan yang digunakan untuk menghitung daya adalah :
P V L I
Dimana : P daya (Watt)
V beda potensial (Volt)
I kuat arus (Ampere)
2. Angka Daya (N
P
)
Persamaan yang digunakan untuk menghitung angka daya adalah :
N
p

5 3
Da N
P
L L 8

3. Kecepatan Pengadukan (N)
3
a Q
c
D N g H
g P
N
L L L L
L

8

ket :
Np angka daya
P daya (Watt)
p massa jenis Iluida (g/cm
3
)
N kecepatan rotasi (rps)
Da diameter pengaduk (cm
H panjang pengaduk (cm)
gc konstanta dimensional (bernilai 1 dalam satuan SI)
N
Q
discharge coeIIicient
g gravitasi (cm/s
2
)

4. Bilangan Reynold (N
Re
)
Persamaan yang digunakan untuk menghitung bilangan Reynold adalah :
N
R
e

3
L 8 L
3
a
D N

Dimana: N
Re
bilangan Reynold
N kecepatan rotasi (rps)
p massa jenis Iluida (g/cm
3
)
Da diameter pengaduk (cm)
viskositas Iluida (Pa.s)
5. Faktor Pencampuran (I
t
)
Persamaan yang digunakan untuk menghitung Iaktor pencampuran adalah :

3/2
t
1/2
1/2 1/6
2/3
2
T t
D H
Da g Da N
t I
L
L L L

Dimana: I
t
Iaktor pencampuran
t
T
waktu pencampuran (s)
N kecepatan rotasi (rps)
Da diameter pengaduk (cm)
g gravitasi (cm/s
2
)
H panjang pengaduk (cm)
D
t
diameter tangki (cm)