Anda di halaman 1dari 8

A.

SISTEM PENCATATAN DAN PERSAMAAN AKUNTANSI


Halim (2007:42) mendeIinisikan akuntansi keuangan daerah sebagai proses
pengidentiIikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi
(keuangan) dari entitas pemerintah daerah (kabupaten, kota, atau provinsi) yang
dijadikan sebagai inIormasi dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi yang
diperlukan oleh pihak-pihak eksternal entitas pemerintah daerah.
Akuntansi pemeritahan memiliki hubungan yang sangat erat dengan penganggaran
pemerintahan. Struktur anggaran pemerintahan di Indonesia yang menggunakan
Iormat surplus/deIisit memiliki konsekuensi munculnya akun pembiayaan, yakni
penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Dalam persamaan akuntansi,
akun pembiayaan ini harus pula dimasukkan, sehingga agak berbeda berbeda dengan
persamaan akuntansi yang biasa di organisasi swasta/bisnis.
Sistem Pencatatan
Terdapat beberapa sistem pencatatan, yaitu sistem pencatatan single entry, double
entry, dan triple entry.6 Single entry sering juga disebut tata buku tunggal atau tata
buku. Dalam sistem ini, pencatatan hanya dilakukan satu kali. Transaksi yang
menyebabkan bertambahnya kas dicatat di kolom penerimaan dan yang menyebabkan
berkurangnya kas dicatat di kolom pengeluaran. Dokumen yang
digunakan untuk mencatat disebut buku kas umum (BKU) atau buku kas.
Double entry sering juga disebut sistem tata buku berpasangan, yakni melakukan
pencatatan dua kali, sekali pada sisi debit atau sebelah kiri dan sekali pada sisi kredit
atau sebelah kanan. Pencatatan dalam sistem ini disebut menjurnal. Sisi sebelah kiri
(debit) dan sebelah kanan (kredit) harus seimbang atau memiliki nilai rupiah yang
sama. Inilah yang disebut persamaan dasar akuntansi.
Menurut Halim (2007:47), sistem triple entry adalah pelaksanaan pencatatan dengan
menggunakan sistem pencatatan double entry, ditambah dengan pencatatan pada
buku anggaran. Jadi, sementara sistem double entry dijalankan, transaksi yang sama
juga dicatat di buku anggaran, sehingga bereIek pada sisa anggaran.
Persamaan Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi diturunkan dari posisi keuangan pemerintah, yang
tergambar dari neraca. Persamaan tersebut dapat dituliskan seperti berikut:
AKTIJA PASIJA
Sisi sebelah kiri tanda sama dengan () disebut sisi DEBIT dan sisi sebelah kanan
tanda sama dengan () disebut sisi KREDIT.7 Aktiva merupakan sumber daya yang
secara aktiI digunakan dalam operasional organisasi, sedangkan pasiva merupakan
sumber dari sumber daya tersebut. Oleh karena itu, pada awal berdirinya sebuah
organisasi bisnis atau perusahaan, pemilik perusahaan akan memberikan kontribusi
berupa modal kepada perusahaan sehingga jumlah modal yang diberikan tersebut
menjadi kekayaan atau aktiva perusahaan. Dengan demikian, persamaan di atas dapat
dituliskan seperti berikut:
AKTIJA MODAL
Setelah perusahaan berjalan, perusahaan dapat menambah aktiva atau asetnya dengan
melakukan pinjaman kepada pihak luar. Hal ini akan menimbulkan kewajiban.
Artinya, aktiva bertambah (di sisi sebelah kiri) dan kewajiban bertambah (di sisi
sebelah kanan). Dengan demikian, persamaan tersebut menjadi: AKTIJA KEWAJIBAN
MODAL
Persamaan di atas dapat diaplikasikan untuk organisasi pemerintah. Perbedaannya
adalah pada akun Modal, karena pemerintah tidak berdiri karena adanya kontribusi
dari pemilik. Dalam Buletin Teknis No. 2 Standar Akuntansi Pemerintahan
dinyatakan bahwa Modal dalam organisasi pemerintahan disebut Ekuitas Dana, yang
merupakan selisih antara Aktiva dengan Kewajiban. Jadi, Ekuitas Dana bukan
menunjukkan kekayaan pemilik yang diinvestasikan ke dalam organisasi pemerintah
daerah. Dengan demikian, persamaan akuntansinya menjadi:
AKTIJA KEWAJIBAN EKUITAS DANA
Persamaan tersebut di atas merupakan persamaan dalam Neraca. Akun-akun di
Neraca sangat dipengaruhi oleh realisasi anggaran pemerintah. Pelaksanaan
operasional pemerintah yang didasarkan pada anggaran yang ditetapkan akan selalu
memberi dampak terhadap posisi keuangan di Neraca. Dalam laporan operasi
pemerintahan, komponennya bukan hanya Pendapatan dan Belanja, tetapi juga
Pembiayaan, yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayaan.
Jika dijabarkan lebih rinci, persamaan tersebut menjadi seperti berikut:
AKTIJA UTANG EKUITAS DANA PENDAPATAN BELANJA
PENERIMAAN PEMBIAYAAN PENGELUARAN PEMBIAYAAN
atau
AKTIJA BELANJA PEMBIAYAAN PENGELUARAN UTANG
EKUITAS DANA PENDAPATAN PEMBIAYAAN PENERIMAAN
Dari persamaan di atas, diperoleh saldo normal masing-masing akun. Akun yang
berada di sisi sebelah kiri bersaldo normal Debit, sedangkan akun yang berada di sisi
sebelah kanan bersaldo Kredit. Oleh karena itu akun Aktiva, Belanja, dan
Pembiayaan-Pengeluaran bersaldo normal Debit, sementara akun Utang, Ekuitas
Dana, Pendapatan, dan Pembiayaan-Penerimaan bersaldo normal Kredit (lihat Tabel)

asis Pencatatan
Basis akuntansi yang dianut akan mempengaruhi penyajian laporan keuangan.
Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) menggunakan basis kas menuju akrual (.,sh
tow,rds ,..ru,l). Dalam hal ini semua akun dalam Laporan Realisasi Anggaran
disajikan dengan basis kas, sementara akun-akun Neraca disajikan dengan basis
akrual. Dengan demikian, basis ini mengharuskan penyajian aset, kewajiban, dan
ekuitas dengan basis akrual sedangkan pendapatan, belanja, dan pembiayaan
menggunakan basis kas.
Menurut Halim (2007:147), dasar/basis akuntansi yang paling tepat untuk diterapkan
dalam sistem akuntansi keuangan pemerintah daerah di Indonesia saat ini adalah
basis kas modiIikasian. Di samping sesuai dengan Permendagri No. 13/2006, basis
akuntansi kas modiIikasian juga memberikan pentahapan dalam proses pembelajaran
bagi karyawan pemerintah daerah pada umumnya, dan pelaksana atau Pejabat
Penatausahaan Keuangan (PPK) pada khususnya, menuju penerapan basis akrual
dalam sistem akuntansi keuangan daerah sesuai tuntutan UU No. 1/2004 tentang
Perbendaharaan Negara.
Dalam basis kas modiIikasian pencatatan dilaksanakan dengan menggunakan jurnal
korolari (.oroll,ry) atau jurnal ikutan. Jurnal korolari adalah jurnal yang dibuat untuk mengakui
akun-akun neraca yang timbul akibat transaksi akun-akun anggaran.
Namun, dalam SAP sendiri tidak ada uraian mengenai jurnal korolari ini karena
urusan jurnal menjurnal merupakan bagian dari sistem akuntansi, bukan standar
akuntansi.

ukti Transaksi
Dokumen atau bukti transaksi merupakan dokumen yang dibutuhkan sebagai dasar
dilakukannya pencatatan transaksi ke dalam jurnal. Dokumen transaksi dapat berupa
dokumen eksternal, yakni dokumen/bukti yang berasal dari luar pemerintah daerah
dan dokumen internal, yakni dokumen yang dibuat sendiri oleh pemerintah. Di dalam
dokumen atau bukti transaksi tersebut tercantum nilai rupiah yang akan
diakuntansikan (dijurnal). Pada organisasi pemerintahan bukti transaksi dapat berupa
dokumen SP2D, SPJ, surat tanda setoran (STS), atau dokumen serah terima barang.
. PEN1URNALAN - PEMERINTAH DAERAH
Penjurnalan atau pencatatan suatu transaksi dilakukan pada media pencatatan yang
disebut buku jurnal. Ada dua jenis buku jurnal, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus.
Jurnal umum dapat digunakan untuk tempat mencatat semua transaksi, sementara
jurnal khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi tertentu yang sangat
sering terjadi.
Penjurnalan Pendapatan
K,s di ............. XXX
Pend,p,t,n ........... XXX
Penjurnalan elanja
Bel,nf, ........... XXX
K,s di .............. XXX
Penjurnalan Pembiayaan
a. Penerimaan Pembiayaan.
K,s di K,s D,er,h XXX
Penerim,,n Pembi,y,,n - D,n, C,d,ng,n XXX
Diinvest,sik,n d,l,m D,n, C,d,ng,n XXX
D,n, C,d,ng,n XXX
b. Pengeluaran Pembiayaan
Pengelu,r,n Pembi,y,,n Penyert,,n
Mod,l Pemerint,h D,er,h XXX
K,s di K,s D,er,h XXX
Penyert,,n Mod,l Pemerint,h D,er,h XXX
Diinvest,sik,n dlm Invest,si J,ngk, P,nf,ng XXX
Penjurnalan Aset, Kewajiban, dan Ekuitas Dana
Akun aset dan Kewajiban memiliki hubungan dengan Ekuitas Dana. Aset berupa
kas dapat bertambah atau berkurang karena adanya realisasi pendapatan, belanja,
atau pembiayaan. Beberapa contoh transaksi yang berpengaruh terhadap aset
adalah:
1. Penerimaan dari pendapatan.
2. Pembayaran belanja-belanja.
3. Penerimaan dari dan pembayaran untuk pembiayaan.
4. Penerimaan hibah atau bantuan.
. Transaksi non kas lain.
Penambahan aset dari realisasi belanja diakui dengan membuat jurnal korolari (basis
akrual) atau jurnal yang mengikut pada jurnal belanja yang menggunakan basis kas.
Misalnya terealisasi Belanja Modal Gedung sebesar Rp60 juta, maka jurnal yang
dibuat adalah
Bel,nf, Gedung d,n B,ngun,n 60.000.000
K,s 60.000.000 (1)
Gedung d,n B,ngun,n 60.000.000
Diinvest,sik,n d,l,m Aset Tet,p 60.000.000 (2)
Jurnal ke (1) adalah jurnal untuk mencatat realisasi belanja modal, sedangkan jurnal
ke (2) adalah jurnal korolari untuk mengakui adanya penambahan aset sebagai ikutan
dari direalisasikannya belanja modal. Kewajiban dapat direalisasikan apabila dianggarkan dalam
APBN/APBD,
khususnya kewajiban jangka panjang. Realisasi kewajiban akan menyebabkan
bertambahnya kas daerah, namun juga akan menambah hutang daerah. Misalnya
pemerintah daerah melakukan pinjaman sebesar Rp1 miliar kepada lembaga
keuangan bank. Jurnal yang dibuat adalah:
K,s di K,s D,er,h 1.000.000.000
Pinf,m,n D,l,m Negeri - Lemb,g,
Keu,ng,n B,nk 1.000.000.000 (1)
D,n, yg H,rus Disedi,k,n utk Memb,y,r
Ut,ng Jk P,nf,ng 1.000.000.000
Ut,ng D,l,m Negeri- Lemb,g, Keu,ng,n B,nk 1.000.000.000 (2)
Jurnal ke (1) adalah jurnal untuk mencatat realisasi penerimaan pembiayaan berupa
Pinf,m,n D,l,m Negeri-Lemb,g, Keu,ng,n B,nk, sedangkan jurnal ke (2) adalah
jurnal korolari untuk mengakui adanya penambahan Ut,ng D,l,m Negeri-Lemb,g,
Keu,ng,n B,nk sebagai ikutan dari direalisasikannya penerimaan pembiayaan.
Untuk kasus Pemerintah Pusat, siIat pernjurnalannya sama, namun dengan nama
akun berbeda. Misalnya penerimaan pinjaman oleh Pemerintah Pusat berjumlah
Rp10 miliar, maka jurnalnya adalah:
K,s di B,nk Indonesi, 10.000.000.000
Pemb,y,r,n Pokok Pinf,m,n D,l,m Negeri -
Sektor Perb,nk,n 10.000.000.000 (1)
D,n, yg H,rus Disedi,k,n utk
Pemb,y,r,n Ut,ng Jk. P,nf,ng 10.000.000.000
Ut,ng D,l,m Negeri- Sektor Perb,nk,n 10.000.000.000 (2)
Dari kedua contoh penjurnalan di atas, dapat dipahami bahwa satu transaksi
realisasi pendapatan dan pembiayaan yang memiliki konsekuensi terhadap akun
neraca selain kas akan dicatat dengan dua jurnal, salah satunya adalah jurnal
korolari.











A kLCCkDING SS1LM AND ACCCUN1ING LUA1ICN
Pallm (200742) deflnes Lhe areas of flnanclal accounLlng as a process ldenLlflcaLlon measuremenL
recordlng and reporLlng economlc LransacLlons (llnanclal) from local governmenL enLlLles (counLles
clLles or provlnces) LhaL serve as Lhe lnformaLlon ln Lhe conLexL of economlc declslonmaklng
requlred by exLernal parLles of local governmenL enLlLles AccounLlng pemerlLahan have a very close
relaLlonshlp wlLh Lhe budgeLlng of governmenL 1he sLrucLure of governmenL budgeLs ln lndonesla
uslng formaL of Lhe surplus / deflclL has consequences emergence flnanclng accounL whlch ls
flnanclng and flnanclng revenue expendlLure ln Lhe accounLlng equaLlon 1hls flnanclng accounL
musL also be lncluded so dlfferenL from Lhe somewhaL dlfferenL Lhe usual accounLlng equaLlon ln
Lhe prlvaLe organlzaLlon / buslness 8ecordlng SysLem 1here are several recordlng sysLem Lhe
sysLem of recordlng a slngle enLry double enLry and Lrlple enLry6 Slngle enLry bookkeeplng ls ofLen
called a slngle or governance Lhe book ln Lhls sysLem Lhe recordlng ls only done once 1ransacLlons
LhaL cause lncreaslng cash recelpLs are recorded ln Lhe column and Lhe resulL LhaL less cash ls
recorded ln Lhe expense column uocumenLs used Lo record Lhe socalled general ledger (8ku) or
cash book CfLen double enLry bookkeeplng sysLem ls also called palrs whlch do recordlng Lwlce
once on Lhe deblL slde or lefL slde and once on Lhe credlL slde or Lhe rlghL 8ecordlng ln Lhls sysLem ls
called [ournallzlng 1he lefL slde (ueblL) and rlghL (credlL) musL be balanced or have a value of ruplah
Lhe same 1hls ls called Lhe fundamenLal accounLlng equaLlon
Accordlng Lo Pallm (200747) LrlpleenLry sysLem ls Lhe lmplemenLaLlon of Lhe recordlng
wlLh uslng Lhe double enLry recordlng sysLem coupled wlLh Lhe llsLlng on Lhe budgeL book So whlle
Lhe double enLry sysLem ls run Lhe same LransacLlon also recorded ln Lhe book budgeL so Lhe effecL
on Lhe resL of Lhe budgeL AccounLlng LquaLlon 8aslc accounLlng equaLlon derlved from Lhe poslLlon
of governmenL flnances whlch reflecLed ln Lhe balance sheeL 1hese equaLlons can be wrlLLen as
follows
ASSL1S LlA8lLl1lLS

1he lefL slde of Lhe equals slgn () ls called uL8l1 slde and rlghL slde equal slgn () ls called Lhe
k8Lul17 AsseLs are resources LhaL acLlvely used ln Lhe operaLlons of Lhe organlzaLlon whlle Lhe
llablllLles are sources of such resources 1herefore early esLabllshmenL of a buslness organlzaLlon or
company Lhe owner of Lhe company wlll conLrlbuLe form of caplLal Lo Lhe company so LhaL Lhe
amounL of caplLal glven Lhe Lhe wealLh or asseLs of Lhe company 1hus Lhe above equaLlon can
wrlLLen as follows

ASSL1S CAl1AL
AfLer runnlng Lhe company Lhe company can add asseLs or asseLs wlLh make loans Lo ouLslde
parLles 1hls wlll resulL ln llablllLy 1haL ls asseLs lncreased (on Lhe lefL slde) and Lhe llablllLy lncreases
(on Lhe rlghL) 1hus Lhe equaLlon becomes ASSL1S LlA8lLl1lLS + CAl1AL 1he equaLlon above can
be applled Lo governmenL organlzaLlons 1he dlfference ls Lhe caplLal accounL because Lhe
governmenL does noL sLand up because of Lhe conLrlbuLlons from Lhe owner ln 1echnlcal 8ulleLln
no 2 CovernmenLal AccounLlng SLandards sLaLed LhaL Lhe governmenL organlzaLlon called Lhe
CaplLal LqulLy lund whlch represenLs Lhe dlfference beLween asseLs wlLh llablllLles So lnsLead of
LqulLy lunds shows LhaL Lhe owners of wealLh lnvesLed ln governmenL organlzaLlons Lhe area 1hus
Lhe accounLlng equaLlon becomes

ASSL1S LlA8lLl1lLS + LCul1? lunuS
1he above equaLlon ls Lhe equaLlon of Lhe 8alance SheeL 1he accounLs ln Lhe 8alance ls sLrongly
lnfluenced by Lhe reallzaLlon of Lhe governmenL budgeL lmplemenLaLlon governmenL operaLlons
LhaL ls based on Lhe budgeL seL wlll always lmpacL on Lhe flnanclal poslLlon of Lhe 8alance SheeL ln
Lhe operaLlng reporL governmenL lLs componenLs are noL Lhe only revenue and expendlLure buL
also llnanclng whlch conslsLs of Lhe 8evenue llnanclng and LxpendlLure llnanclng lf descrlbed ln
more deLall Lhe equaLlon becomes as follows
ASSL1S + uL81 + LCul1? lnCCML lunu LxLnul1u8LS + 8LvLnuLLxLnul1u8L llnAnCL
llnAnClnC
or
ASSL1S + SPClnC SLnulnC uL81 llnAnClnC + + LCul1? lnCCML lunu + + llnAnClnC
8LvLnuL

lrom Lhe above equaLlon obLalned by Lhe normal balance of each accounL AccounLs LhaL are
locaLed on Lhe lefL slde of Lhe normal saldo ueblL whlle Lhe accounL ls locaLed on Lhe slde CredlL
bersaldo rlghL 1herefore AsseLs accounL LxpendlLures and llnanclng LxpendlLure ueblL bersaldo
normal whlle Lhe accounL uebL LqulLy lunds 8evenues and llnanclng CredlL AccepLance bersaldo
normal (see 1able)


8asls 8ecordlng
8asls of accounLlng adopLed wlll affecL Lhe presenLaLlon of flnanclal sLaLemenLs CovernmenLal
AccounLlng SLandards (SA) uslng Lhe cash basls Lo accrual (cash 1owards accrual) ln Lhls case all Lhe
accounLs ln Lhe 8udgeL 8eallzaLlon 8eporL presenLed wlLh a cash basls whlle Lhe balance of Lhe
accounLs presenLed wlLh a base accrual 1hus Lhe base requlres Lhe presenLaLlon of asseLs
llablllLles and equlLy and Lhe accrual basls whlle Lhe revenue expendlLure and flnanclng
uslng a cash basls Accordlng Lo Pallm (2007147) baslc / mosL approprlaLe basls of accounLlng Lo be
applled ln Lhe flnanclal accounLlng sysLem of local governmenL ln lndonesla Loday ls modlflkaslan
cash basls ln addlLlon ln accordance wlLh no ermendagrl 13/2006 Lhe base cash accounLlng
modlflkaslan also phaslng ln Lhe learnlng process for local governmenL employees ln general and
Lhe execuLor or Cfflcer llnance AdmlnlsLraLlon (ku) ln parLlcular Lowards Lhe lmplemenLaLlon of
accrual basls ln Lhe areas of flnanclal accounLlng sysLem as demanded by Law no 1 / 2004 on
SLaLe 1reasury ln Lhe cash basls of recordlng modlflkaslan lmplemenLed uslng Lhe [ournal corollary
(Corollary) or followup [ournal !ournal corollary ls a [ournal creaLed Lo recognlze Lhe balance sheeL
accounLs arlslng from LransacLlons accounLs of Lhe budgeL Powever Lhe SA dld noL have a
descrlpLlon of Lhe [ournal 1hls corollary because affalrs [ournal [ournallng ls parL of Lhe accounLlng
sysLem raLher Lhan a sLandard of accounLlng

roof of 1ransacLlon
uocumenLs or proof of LransacLlon ls Lhe documenL requlred as a basls done recordlng LransacLlons
lnLo Lhe [ournal 1ransacLlon documenLs can be exLernal documenLs le documenLs / evldence
derlved from ouLslde Lhe local governmenL and lnLernal documenLs le documenLs creaLed by Lhe
governmenL ln documenLs or evldence of such LransacLlons wlll be llsLed ln Lhe ruplah ([ournallzed)
Cn Lhe evldence of LransacLlons of governmenL organlzaLlons can be S2u documenLs S! a leLLer
of deposlL (S1S) Lhe handover of Lhe goods or documenLs

Iourna||z|ng LCCAL GCVLkNMLN1
!ournallzlng or recordlng a LransacLlon carrled ouL on a recordlng medlum called a [ournal 1here are
Lwo Lypes of [ournals namely Lhe general [ournal and speclal [ournals Ceneral ledger can be used Lo
place Lhe record of all LransacLlons whlle speclal [ournal used Lo record cerLaln LransacLlons are
hlghly ofLen Lhe case

Penjurnalan Pendapatan
K,s di ............. XXX
Pend,p,t,n ........... XXX
Penjurnalan elanja

Bel,nf, ........... XXX
K,s di .............. XXX

Penjurnalan Pembiayaan
a. Penerimaan Pembiayaan.
K,s di K,s D,er,h XXX
Penerim,,n Pembi,y,,n - D,n, C,d,ng,n XXX
Diinvest,sik,n d,l,m D,n, C,d,ng,n XXX
D,n, C,d,ng,n XXX
b. Pengeluaran Pembiayaan
Pengelu,r,n Pembi,y,,n Penyert,,n
Mod,l Pemerint,h D,er,h XXX
K,s di K,s D,er,h XXX
Penyert,,n Mod,l Pemerint,h D,er,h XXX
Diinvest,sik,n dlm Invest,si J,ngk, P,nf,ng XXX

!ournallzlng AsseLs LlablllLles and LqulLy lunds
AccounL asseLs and llablllLles have a relaLlonshlp wlLh Lhe LqulLy lund asseLs ln Lhe form
cash can be lncreased or decreased because of Lhe reallzaLlon of revenues expendlLures
or flnanclng Some examples of LransacLlons LhaL affecL asseLs
are
1 roceeds from revenue
2 aymenL of expendlLures
3 AccepLance of and paymenL for flnanclng
4 8ecelpLs of granLs or ald
3 CLher noncash LransacLlons
1he addlLlon of asseLs from Lhe reallzaLlon of expendlLure recognlzed by maklng Lhe [ournal corollary
(base
accruals) or [ournals LhaL follow Lhe [ournal expendlLures uslng Lhe cash basls
8ulldlng CaplLal LxpendlLures for example be reallzed by 8p60 mllllon Lhen Lhe [ournal
made ls
Bel,nf, Gedung d,n B,ngun,n 60.000.000
K,s 60.000.000 (1)
Gedung d,n B,ngun,n 60.000.000
Diinvest,sik,n d,l,m Aset Tet,p 60.000.000 (2)
!ournal Lo (1) ls a [ournal Lo record Lhe reallzaLlon of caplLal expendlLure whereas Lhe [ournal
Lo (2) ls a corollary of Lhe [ournal Lo recognlze Lhe exlsLence of addlLlonal asseLs as a followup
reallzaLlon of caplLal expendlLure CbllgaLlons can be reallzed lf budgeLed ln Lhe 8udgeL / 8udgeL
especlally longLerm llablllLles 1he reallzaLlon of Lhe obllgaLlon wlll lead Lo
lncrease ln Lhe local Lreasury buL also wlll lncrease Lhe debL for example
local governmenL borrowlng amounLlng Lo 8p 1 bllllon Lo Lhe agency
bank flnance !ournals are made are
K,s di K,s D,er,h 1.000.000.000
Pinf,m,n D,l,m Negeri - Lemb,g,
Keu,ng,n B,nk 1.000.000.000 (1)
D,n, yg H,rus Disedi,k,n utk Memb,y,r
Ut,ng Jk P,nf,ng 1.000.000.000
Ut,ng D,l,m Negeri- Lemb,g, Keu,ng,n B,nk 1.000.000.000 (2)
!ournal Lo (1) ls a [ournal Lo record acLual revenues ln Lhe form of flnanclng
uomesLlc Loan8ank llnanclal lnsLlLuLlons and a [ournal Lo (2) ls
[ournal corollary Lo acknowledge Lhe addlLlon of uomesLlc uebL lnsLlLuLlons
llnance 8ank as a followup of flnanclng revenue reallzaLlon
lor Lhe case of Lhe CenLral CovernmenL pern[urnalannya same naLure buL by name
dlfferenL accounLs lor example accepLance of loans by Lhe CenLral CovernmenL amounLed Lo
8p 10 bllllon Lhen Lhe [ournal ls
K,s di B,nk Indonesi, 10.000.000.000
Pemb,y,r,n Pokok Pinf,m,n D,l,m Negeri -
Sektor Perb,nk,n 10.000.000.000 (1)
D,n, yg H,rus Disedi,k,n utk
Pemb,y,r,n Ut,ng Jk. P,nf,ng 10.000.000.000
Ut,ng D,l,m Negeri- Sektor Perb,nk,n 10.000.000.000 (2)
From these two examples journalizing above, it is understood that a single transaction
realization oI revenue and Iinance that have consequences Ior the account
in addition to the cash balance will be accounted Ior by two journals, one oI which is the
journal corollary.