Anda di halaman 1dari 5

Frans Edward Ricardo (072.08.

020)
TEKSTUR BATUAN BEKU JENIS TEKSTUR
1. Tekstur lnekuiqranular. Disebabkah karena besar butir mineral penyusunnya tidak seragam, maka tekstur batuan ini dikenal juga dengan tekstur porfiritik, dimana tekstur ini terdiri atas fenokris berupa butiran mineral atau kristal yang lebih kasar dan masadasar berupa butiran mineral atau kristal berukuran butir lebih halus dari pada fenokris.

GAMBAR

Berdasarkan pengelompokan dari beberapa mineral fenokris dan jenis penyusun mineral atau kristal dari fenokris tersebut, maka tekstur porfiritik ini dapat dibagi menjadi : A. Tekstur kumoloporfiritik, dimana pengelompokan mineral fenokris terdiri atas hanya satu jenis mineral saja. B. Tekstur glomeroporfiritik, dimana pengelompokan mineral fenokris terdiri atas lebih dari satu mineral penyusun.

2. Tekstur ekuigranular Idiomorphic granular, dimana mineralmineral penyusunnya mempunyai ukuran butir yang seragam dan hampir semuanya mempunyai bentuk yang euhedral atau sempurna. Hypidiomorphic granular, batuan tersusun oleh mineral yang berukuran seragam dengan bentuk kristal berkisar antara

Frans Edward Ricardo (072.08.020)


subhedral - anhedral. Allotriomorphic granular, batuan tersusun oleh mineral yang berukuran seragam dengan bentuk butir anhedral. A. Tekstur Idiomorphik atau Panidiomorphic granular. B. Tekstur Hypidiomorphic granular. C. Tekstur Allotriomorphic granular.

3. Tekstur tumbuh bersama "intergrowth", jika dua mineral A dan B terjadi tumbuh bersama dalam satu individu yang terdiri dari : A. Jika terdiri dari kuarsa dan K - Feldspar (ortoklas) dapat menghasilkan tekstur : grafik dan granofirik. (Kedua tekstur ini khas dijumpai pada batuan beku asam, khususnya pada batuan granitis.) B. Jika terdiri atas kuarsa dan plagioklas asam, maka akan menghasilkan tekstur mirmekitik. (Tekstur mirmekitik yang juga khusus dijumpai pada batuan beku granitis.)

Tekstur Grafik

Tekstur Granofirik

Tekstur Mirmekitik

Tekstur Mirmekitik

4. Tekstur Intergranular Dijumpai pada batuan beku yang bertekstur halus dan berkomposisi basa, dimana olivin dan piroksen dijumpai di antara plagioklas yang mempunyai orientasi secara random atau acak. Pada umumnya ditemukan pada batuan beku basaitis dan diabas.

Frans Edward Ricardo (072.08.020)

Tekstur Ofitik, dimana mineral piroksen seolah-olah tertusuk oleh mikrolitmikroloit plagioklas secara radier Tekstur Subofitik, berbentuk nonradier atau agak acak dikenal dengan Tekstur Intergranular (Basalt)

Tekstur Ofitik (Diabase)

Tekstur Hyalopilitik, jika mirolit-mikrolit plagioklas dijumpai bersama-sama mikrokristalin piroksen dengan arah tidak beraturan, dan dijumpai dalam massadasar gelas. Tekstur ini sangat khas dijumpai pada batuan yang berkomposisi basa pada umumnya berupa lava.

Tekstur poikilitik, ditandai dengan hadirnya inklusi mineral-mineral, secara random dalam suatu mineral yang besar. Tekstur ini kadang hadir atau dijumpai pada gabbro atau pada batuan intermediet.

Frans Edward Ricardo (072.08.020)


Tekstur perthit, tampak secara mikroskopik seolah-olah memberikan kenampakan tumbuh bersama antara plagioklas dan K-feldspar (mikroklin). Plagioklas yang hadir berupa albit yang berbentuk memanjang dan sejajar dengan arah bidang belah mineral mikroklin. (Tekstur ini dapat berubah menjadi nama mineral, jika Mikroklin sebagai tuan rumah dan plagioklas sebagai tamunya, maka mineralnya disebut Mikroperthit. Jika sebaliknya plagiklas sebagai tuan rumah dan mikroklin sebagai tamunya, maka mineral disebut Antiperthit.)

Tekstur Ravakivik, yang terjadi pada plagioklas (albit) yang mengungkung mineral K-Feldspar yang berbentuk euhedral. Tekstur ini khas hadir dalam batuan beku asam .

Frans Edward Ricardo (072.08.020)