Anda di halaman 1dari 6

1LCkI S1kLSS kLLUAkGA

keluarga dalam melaksanakan kebersamaan dan sLablllLas dalam keuLuhan sesama anggoLa keluarga dlmungklnkan
memlllkl benLuk permasalahan maupun sLressor ualam mengka[l keluarga perlu dlgall LeLang kondlsl
1) Apakah masalah keluarga dlurus secara memadal oleh anggoLa keluarga aLau Lldak
2) ke[adlan krlsls dalam keluarga
3) Apakah masalah merupakan baglan darl keLldakmampuan keluarga secara kronls dalam menyelesalkan masalah
kr|s|s
SlLuasl krlsls Llmbul karena sumber dan sLraLegl koplng keluarga yang adapLlf Lldak afekLlf mengaLasl ancaman
sLressor slLuasl krlsls yalLu suaLu keadaan masa kacau dalam kehldupan sebuah keluarga keLlka sebuah ke[adlan
yang penuh dengan sLress aLau renLeLan ke[adlan yang sangaL menunLuL sumbersumber keluarga dan kemampuan
koplng Lanpa ada penyelesalan masalah SlLuasl krlsls dlclrlkan dengan kondlsl keLldaksLabllan keluarga

Sumber koplng keluarga mellpuLl respon koplng lnLernal dan eksLernal Sumber koplng lnLernal keluarga Lerdlrl darl
kemampuan keluarga yang menyaLu sehlngga men[adl koheslf dan lnLegrasl lnLegrasl keluarga memerlukan
pengonLrolan darl subslsLem lewaL lkaLan kesaLuan Sumber koplng eksLernal berhubungan dengan penggunaan
sysLem pendukung soclal oleh keluarga yalLu kemampuan keluarga dalam memperoleh perseLu[uan darl mereka
unLuk memenuhl kebuLuhan Lerhadap lnformasl barang dan pelayanan
SLraLegl koplng dalam mengaLasl permasalahan keluarga anLara laln
1 5ttoteql koploq kelootqo lotetool
a Mengandalkan kelompok keluarga
b enggunaan humor
c engungkapan bersama semakln menlngkaL (memellhara lkaLan)
d MengonLrol arLl aLau makna darl masalah pembenLukan kemball kognlLlf dan penllalan paslf
e enyelesalan masalah secara bersama sama
f llekslblllLas peran
g normallsasl
2 5ttoteql koploq kelootqo ekstetool
a Mencarl lnformasl
b Memellhara hubungan akLlf dengan komunlLas
c Mencarl dukungan soclal penggunaan [arlngan dukungan lnformal penggunaan sysLem soclal formal penggunaan
kelompok mandlrl
d Mencarl dukungan splrlLual
J 5ttoteql oJoptlf Jlsfooqsloool
a enyangkalan Lerhadap masalah dan eksplolLasl Lerhadap saLu anggoLa keluarga aLau leblh
LksplolLasl nonflslk Lapl eksplolLasl akLlf yang [elas emoslonal mengkamblng hlLamkan menggunakan ancaman%
LksplolLasl emoslonal nonflslk mengabalkan anak%
LksplolLasl flslk dan emoslonal yang dlgunakan penylksaan anak penylksaan orang Lua kekerasan suaml lsLrl%
b enyangkalan Lerhadap masalah keluarga mekanlsme adapLlf merusak kemampuan keluarga unLuk memenuhl
fungsl affekLlf
enyangkalan kellhaLan dalam sysLem keyaklnan keluarga mlLos keluarga penggunaan ancaman%
enyangkalan% dlperLahankan melalul adanya [arak emosl keblasaankeblasaan dan LradlslLradlsl LerLenLu
Lrlangllng dan pseudomuLuallLas
c lsah dan hllangnya anggoLa keluarga ulLlnggal suaml aLau lsLrl lnsLlLuslonallsasl ceral keLldakhadlran anggoLa
keluarga secara flslk
d CLorlLarlanlsme (menyerah kepada domlnasl yang [elas)
engka[|an Stress dan kop|ng ke|uarga
a SLressor [angka pendek dan pan[ang
SLressor [angka pendek yalLu sLressor yang dlalaml keluarga yang memerlukan penyelesalan dalam wakLu + 6 bulan
SLressor [angka pan[ang yalLu sLressor yang dlalaml keluarga yang memerlukan penyelesalan dalam [angka wakLu
leblh darl 6 bulan
b kemampuan keluarga berespon Lerhadap slLuasl/sLressor
Pal yang perlu dlka[l adalah se[auhmana keluarga berespon Lerhadap slLuasl/sLressor
c SLraLegl koplng yang dlgunakan
SLraLegl koplng apa yang dlgunakan keluarga blla menghadapl permasalahan
d SLraLegl adapLasl dlsfungslonal
ul[elaskan mengenal sLraLegl adapLasl dlsfungslonal yang dlgunakan keluarga blla menghadapl permasalahan
KOPING KELUARGA, RESIKO & KRISIS KELUARGA
Kamis, 1anuari 21, 2010
STRESOR
Pencetus yang mengaktiIkan proses stres.

STRES
Reaksi terhadap situasi yang menghasilkan tekanan (Burges, 1978).

ADAPTASI
Proses penyesuaian terhadap perubahan.

Stres Keluarga
Akumulasi permasalahan dalam keluarga baik meliputi Iisik, emosi, maupun hub antar anggota keluarga.

Penyebab :
Perubahan aktivitas keluarga
Perubahan anggota keluarga
Perubahan waktu yg aktivitas keluarga

STRATEGI ADAPTASI
Menurut White (1974), ada 3 macam :
Mekanisme pertahanan : penyangkalan
Koping : suatu respon positiI
Penguasaan : kompetensi

KRISIS KELUARGA
Sumber dan strategi adaptiI tidak mampu mengatasi stresor.
Ada dua tipe :
Krisis perkembangan / maturasi
Krisis situasi

TEORI STRES DARI HILL
MODEL ABCX HILL
A : mengacu pada kejadian yang mengakibatkan ketidakseimbangan
B : sumber2 internal dan eksternal klg & dukungan sosial
C : Iaktor persepsi

MODEL ABCX
Menjelaskan perbedaan adaptasi keluarga dalam masa setelah kritis.
Usaha untuk menyeimbangkan tuntutan dan kemampuan yang menghasilkan beberapa tingkat adaptasi
keluarga.
Model Stres Keluarga berdasarkan Konteks dari Boss
Konteks yang berbeda yang menjadi media stres adalah konteks internal dan konteks eksternal.
Konteks internal : dapat diubah meliputi psikologis, struktural (nilai-nilai keluarga), dan IilosoIis
(keyakinan).
Konteks eksternal : tidak dapat dikontrol , termasuk tempat dan waktu.

STRESOR
Tiap individu / keluarga tidak stagnan tapi berubah ubah setiap waktu.
Pengkajian terhadap stressor meliputi :
Sumber stresor
Pengaruh stresor terhadap anggota keluarga
Cara yang biasa digunakan dalam mengatasi stressor
Tingkat kedalaman stressor.
Waktu yang diperlukan untuk mengatasi stressor
Kemampuan mengatasi stressor

SUMBER STRESOR KELUARGA
Kontak penuh stres dari seorang anggota klg dg kekuatan di luar klg.
Kontak penuh stres seluruh klg dg kekuatan di luar klg
Stresor tradisional
Stresor situasional

TAHAP STRES & TUGAS KOPING
Periode antestres
Belajar, menabung, kompak dlm klg
Periode stres aktual
Energi terkuras, dukungan spiritual
Periode pasca stres
Untuk mengembalikan homeostastis klg, klg bersatu, dukungan klg lain.

TIPE STRATEGI KOPING KELUARGA
STRATEGI KOPING INTERNAL
STRATEGI KOPING EKSTERNAL
STRATEGI KOPING INTERNAL
Mengandalkan klp klg
Penggunaan humor
Sharing dlm klg
Mengontrol makna dr masalah (perumusan kognitiI klg)
Pemecahan masalah bersama
Fleksibilitas peran
Normalisasi

STRATEGI KOPING EKSTERNAL
Mencari inIormasi
Jaga hub. AktiI dg komunitas
Mencari dukungan sosial
Mencari dukungan spiritual

SUMBER PENDUKUNG DALAM KELUARGA
Meliputi :
Sumber masing masing individu,
Sense oI humor
Intelegensi ( kemampuan mengatasi masalah, persepsi realistic terhadap stressor)
SelI-esteem
Sistem keluarga
Cohesion ( Keutuhan keluarga )
Adaptability
Organisasi keluarga
Sumber pendukung komunitas dan dukungan social
Teman
Kemampuan sumber dalam komunitas

STRATEGI ADAPTIF DISFUNGSIONAL
Penyangkalan masalah & eksploitasi anggota klg
Penyangkalan thd klg : mitos, triangling, pseudomutualitas.
Hilangnya anggota klg
Otoritarianisme (menyerah / patuh pd yg dominan)

PENYANGKALAN MASALAH
Eksploitasi non-Iisik : mengkambinghitamkan, penggunaan ancaman.
Eksploitasi emosional pasiI non-Iisik: pengabaian anak
Eksploitasi Iisik & emosional : penyiksaan anggota klg

FAMILY TYPOLOGY
Mengacu pada dasar pola kebiasaan dalam keluarga yang menjelaskan Iungsi keluaga dalam keadaan
normal

HARAPAN KELUARGA - Harapan positiI - Dapat mengembangkan koping yang strategis - Dapat
mengatasi masalah

KOPING KELUARGA
Cara spesiIik dari individu/keluarga untuk menurunkan
stressor dalam keluarga dan mengatur situasi dalam mengatasi stressor.
Hal-hal yang perlu dievaluasi :
Tindakan yang telah dilakukan untuk menurunkn atau mengatasi stressor
Cara-cara mmanIaatkan sumber pendukung yang ada
Strategi mengatur situasi agar menjadi konstruktiI, mudah diatur, dan dapat diterima anggota keluarga

ADAPTASI KELUARGA
Fungsi adaptasi yang baik dalam keluarga jika keluarga dapat Ileksibel dalam menghadapi perubahan peran,
tingkat tanggung jawab, dan pola interaksi dalam berbagai tingkatan stress dan perubahannya.
Keluarga yang mendapatkan dukungan dan konseling selama masa krisis tidak akan berkembang ke tingkat
yang lebih parah atau disIungsi kronik.

ANAGEEN KONFLIK
anagemen konflik adalah kemampuan individu untuk mengelola konIlik-konIlik yang dialaminya dengan
cara yang tepat, sehingga tidak menimbulkan komplikasi negatiI pada kesehatan jiwanya maupun
keharmonisan keluarga.

Seorang istri mengeluh bahwa dirinya merasa tidak cocok dengan suaminya justru setelah menikah selama
satu tahun. Selalu saja ada hal yang menjadi vahan pertengkaran suami-istri, sampai istri tersebut timbul
keinginan untuk bercerai. Konflik demi konflik selalu terjadi dalam rumah tangganya yang membuatnya
stres.


Kasus tersebut merupakan suatu ilustrasi bahwa konIlik selalu bisa muncul dalam rumah tangga, dan bila
tidak diatasi akan dapat menimbulkan gangguan psikologis baik pada pihak istri maupun suami. Sebenarnya
apa yang disebut dengan konIlik itu? KonIlik adalah suatu kondisi yang tidak menyenangkan dan dapat
menekan perasaan individu karena adanya dua hala tau obyek, kebutuhan, keinginan, kekuatan,
kecenderungan ataupun tujuan yang berbeda atau bertentangan yang timbul pada saat yang sama. Untuk
mengatasi konIlik yang dialami, diperlukan strategi atau cara-cara tertentu.


Konflik dan jenis-jenisnya:
Ada beberapa jenis konIlik yang dialami oleh individu. Jika kita meninjau dari sumber timbulnya konIlik
maka dapat dibedakan menjadi:
1. KonIlik yang bersumber dari diri sendiri, sering disebut dengan konIlik internal. Contoh: Amir
merasa bingung karena dia sudah ingin menikah tetapi dipihak lain dia belum lulus kuliah sehingga
belum bisa memberi naIkah pada keluarga
2. Konflik yang bersumber pada lingkungan. Lingkungan dapat dibagi menjadi lingkungan keluarga,
dan lingkungan diluar keluarga ( tetangga, sekolah, teman, massa, tempat kerja, dll ). Karena pada
seminar ini bertujuan pembentukan keluarga sakinah, maka yang akan dibahas lebih lanjut adalah
konIlik yang bersumber pada keluarga-keluarganya, khususnya konIlik antara suami istri

Konflik dalam keluarga

Dalam suatu keluarga biasanya terdiri dari suami, isteri, anak, namun ada juga keluarga yang belum mandiri
sehingga dalam keluarga tersebut masi hada orang tua dari suami atau pihak istri.

Bisa terjadi konIlik antara suami isteri, atau orang tua dengan anak, atau mertua dengan anak-cucu.

KonIlik selalu terjadi dalam keluarga dan tidak ada penyelesaiannya yang baik maka akan berdampak
terhadap keharmonisan keluarga itu sendiri yang akhirnya dapat menimbulkan gangguan-gangguan
psikologis pada individu-individu yang terlibat didalamnya. Gangguan psikologis yang dialami bisa timbul
mulai dari yang ringan sampai yang berat.

Konflik suami-istri biasanya disebabkan oleh kurangnya rasa saling antara keduanya,:
1. Kurangnya saling pengertian terhadap kelebihan dan kekurangan masing-masing
2. Kurangnya saling percaya
3. Kurangnya saling terbuka
4. Kurang komunikasi yang eIektiI
Banyak pasangan suami-istri yang menjalani perkawinan lebih dari 20 tahun dan tetep harmonis
mengungkapkan rahasia keharmonisan keluarganya bahwa kuncinya adalah saling percaya dan saling
pengertian serta adanya komunikasi yang terbuka dan eIektiI. Para ahli komunikasi menyatakan bahwa
komunikator yang baik adalah orang yang dapat menimbulkan rasa senang bagi orang yang diaajak
berkomunikasi. Banyak Pasangan yang baru menikah pada tahun-tahun pertama mengalami apa yang
disebut dengan 'wedding blues yaitu stress pasca menikah.
Hal tersebut muncul karena biasanya masing-masing pihak kurang mampu beradaptasi dengan lingkungan
pasangan. ' Waktu belum jadi suami, mas Ali orangnya baik, tapi setelah jadi suami wah ternyata orangnya
jorok, suka marah, seneng perintah.capek deh demikian antara lain keluh kesah seorang isteri yang
mengalami ' wedding blues.
Bagaimana strategi mengatasi konflik yang muncul dalam keluarga?

anajemen konflik
Strategi dalam mengelola konIlik dapat dilakukan melaui beberapa tahap. Lebih baik mencegah dari pada
mengalami konIlik.

Tahapan managemen Konflik sbb:
1. Tahap primer. Tahap ini merupakan tahap pencegahan terhadap terjadinya konIlik keluarga. Upaya-upaya
yang dilakukan oleh suami-suami antara lain:
Meningkatkan derajat keharmonisan suami istri sehingga lebih intim
O Mengerti terhadap pekerjaan pasangan masing-masing; berusaha membuat suami/istri merasa
senang; saling menyatakan perasaan secara terbuka; menghargai pendapat/ide pasangan;
menggunakan waktu luang bersama; saling memuaskan dalam kehidupan seksual.
O Adanya komunikasi yang eIektiI dan dapat menjadi pendengar yang baim bagi pasangannya.
O Jika ada masalah, komunikasikan dengan pasangan agar tidak berlarut-larut.
O Menyeimbangkan antara perasaan dan pikiran ( rasio ). Tidak berpokir yang aneh-aneh kalau sesuatu
hal belum terjadi. Hadapi masalah dengan wajar

2. Tahap sekunder. Tahap ini sudah terjadi konIlik dan bagaimana cara mengatasinya:
Kompromi, musyawarah untuk mencari jalan keluar terbaik. Metode yang dipergunakan ' Win-win
solution, semua menang, tidak ada yang dikalahkan.

Mencari alternatiI pemecahan masalah berdasarkan sumber masalahnya apa. Bila tidak dapat melakukan
sendiri bisa mencari bantuan pihak ketiga yang kompeten, konsultasi pada psikolog atau konselor
perkawinan.
O Memilih cara yang terbaik ( salah satu )
O Melaksanakan cara yang sudah dipilih dari kompromi diatas
O Evaluasi penyeleseaian konIlik. Hasilnya bagaimana, lebih harmonis atau tidak

3. Tahap tersier setelah konflik teratasi

Pasangan berusaha untuk mencegah dampak negatiI atau trauma psikologis akibat konIlik yang pernah
dialami. Berkomunikasi dari hati ke hati, perlunya kesepakatan baru agar tidak terjadi konflik yang sama
dimasa yang akan datang

Oleh: Elina Raharisti R, S.Psi, Psikolog