Anda di halaman 1dari 10

KIMIA

Reaksi Redoks
Sharla Nizmatul Lailiyah XI IA 2 SMA NEGERI 7 Banjarmasin

Bab 1 Teori Dasar


Teori Dasar Reaksi Redoks Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi) adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana(CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit. Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut:

Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion.

Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan, penjelasan di atas tidaklah persis benar. Oksidasi dan reduksi tepatnya

merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi, dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. Dalam prakteknya, transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi, namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai "redoks" walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut (misalnya yang melibatkan ikatan kovalen). Reaksi non-redoks yang tidak melibatkan perubahan muatan formal (formal charge) dikenal sebagai reaksi metatesis. Oksidator dan Reduktor Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagai oksidator atau agen oksidasi. Oksidator melepaskan elektron dari senyawa lain, sehingga dirinya sendiri tereduksi. Oleh karena ia "menerima" elektron, ia juga disebut sebagai penerima elektron. Oksidator bisanya adalah senyawa-senyawa yang memiliki unsur-unsur dengan bilangan oksidasi yang tinggi (seperti H2O2, MnO4, CrO3, Cr2O72, OsO4) atau senyawa-senyawa yang sangat elektronegatif,

sehingga dapat mendapatkan satu atau dua elektron yang lebih dengan mengoksidasi sebuah senyawa (misalnya oksigen, fluorin, klorin, dan bromin). Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan untuk mereduksi senyawa lain dikatakan sebagai reduktif dan dikenal sebagai reduktor atau agen reduksi. Reduktor melepaskan elektronnya ke senyawa lain, sehingga ia sendiri teroksidasi. Oleh karena ia "mendonorkan" elektronnya, ia juga disebut sebagai penderma elektron. Senyawa-senyawa yang berupa reduktor sangat bervariasi. Unsurunsur logam seperti Li, Na, Mg, Fe, Zn, dan Al dapat digunakan sebagai reduktor. Logamlogam ini akan memberikan elektronnya dengan mudah. Reduktor jenus lainnya adalah reagen transfer hidrida, misalnya NaBH4 dan LiAlH4), reagen-reagen ini digunakan dengan luas dalam kimia organik, terutama dalam reduksi senyawa-senyawa karbonil menjadi alkohol. Metode reduksi lainnya yang juga berguna melibatkan gas hidrogen (H2) dengan katalis paladium, platinum, atau nikel, Reduksi katalitik ini utamanya digunakan pada reduksi ikatan rangkap dua ata tiga karbon-karbon. Cara yang mudah untuk melihat proses redoks adalah, reduktor mentransfer elektronnya ke oksidator. Sehingga dalam reaksi, reduktor

melepaskan elektron dan teroksidasi, dan oksidator mendapatkan elektron dan tereduksi. Pasangan oksidator dan reduktor yang terlibat dalam sebuah reaksi disebut sebagai pasangan redoks. Topik yang dibahas 1. Menjelaskan apakah semua tabung mengalami reaksi redoks 2. Menuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada masing masing tabung.

Tujuan penelitian 1Mengenal beberapa reaksi redoks

Manfaat Penelitian Melalui penelitian atau percobaan yang kami lakukan,kami dapat mengetahui dan mengenal beberapa reaksi redoks.

Bab 2 Alat & Bahan


Alat: Tabung Reaksi 4 buah Rak Tabung Reaksi Gelas Ukur 10 ml Pipet tetes Bahan : Larutah CuSO4 Larutan ZnSO4 Larutan FeSO4 Sekeping Logam Seng Sebatang Paku Sebatang Logam Tembaga Cara Kerja : 1. Isilah tabung reaksi pertama dan kedua masing-masing dengan 2 ml larutan CuSO4, catat warna larutan 2. Isilah tabung reaksi ketiga dengan 2 ml larutan ZnSO4, catat warna larutan 3. Isilah tabung reaksi keempat dengan 2 ml larutan FeSO4, catat warna larutan 4. Masukkan ke dalam tabung reaksi pertama sekeping logam seng, dan amati perubahannya

5. Masukkan ke dalam tabung reaksi ke dua sebatang paku, dan amati perubahan yang terjadi 6. Masukkan ke dalam tabung reaksi ketiga dan keempat masing-masing sepotong tembaga, amati perubahan yang terjadi.

Bab 3 Hasil Pengamatan


Tabel Pengamatan

Tab ung 1

Jenis Warna Larut an CuSO Biru Muda 4 CuSO Biru Muda 4

Perlakuan Ditambah seng Ditambah Paku

Hasil Pengamatan Seng berubah warna menjadi dan menipis, terjadi korosi. Paku yang terendam berkarat dan larutan berubah warna menjadi keruh Tidak terjadi perubahan Tidak terjadi perubahan

3 4

FeSO Kuning Ditambah Bening tembaga 4 ZnSO Bening Ditambah tembaga 4

Pertanyaan:
1. 2.

Apakah semua tabung mengalami reaksi redoks? Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada masing masing tabung.

Jawab 1.Tidak semua tabung mengalami reaksi redoks, karena tabung ke 3 & 4 tidak mengalami perubahan, hanya tabung ke 1 & 2 yang terjadi perubahan. Seng pada tabung 1 mengalami korosi dan paku pada tabung kedua juga mengalami korosi. 2. Tabung I CuSO4 + Zn Cu2+ + SO42- + Zn Cu2+ + Zn ZnSO4 + Cu Zn2+ + SO42- + Cu Zn2+ + Cu

Tabung II CuSO4 + Fe FeSO4 + Cu

Cu2+ + SO42 + Fe Cu2+ + Fe

Fe2+ + SO42- + Cu Fe2+ + Cu

Tabung III FeSO4 + Cu Tabung IV ZnSO4 + Cu

Bab 4 Analisa Data


Dari percobaan yang kami lakukan, Ketika logam seng dicampurkan ke dalam larutan CuSO4 yang berwarna biru seng menjadi terlapisi oleh logam tembaga, Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut

Cu2+ + Zn

Zn2+ + Cu

Pada reaksi diatas dapat kita ketahui bahwa logam seng mengalami oksidasi dengan melepas elektron sedangkan logam tembaga mengalami reduksi dengan menangkap elektron. Begitu juga dengan logam paku yang di celupkan ke dalam larutan CuSO4. Sedangkan pada kawat tembaga

yang di masukkan pada larutan FeSO4 dan ZnSO4 yang berwarna bening dan kuning tidak terjadi perubahan apapun dikarenakan Zn dan Fe berada di sebelah kiri daripada Cu dalam deret keaktifan logam. Li K Ca Na Mg Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Cu Hg Ag Pt Au

Bab 5 Kesimpulan
Dari percobaan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa reaksi kimia yang disertai perubahan biloks ( bilangan oksidasi ) disebut reaksi redoks. Reaksi Redoks terdiri atas reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Reduksi adalah penurunan biloks, sedangkan oksidasi adalah kenaikan biloks. Namun kemampuan suatu zat untuk mereduksi ataupun mengoksidasi tergantung pada deret keaktifan logam.

Penutup
Demikianlah Laporan ini saya buat berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan yang telah saya lakukan sebelumnya. Apabila terdapat kesalahan saya mohon dimaklumi. Semoga laporan ini dapat bermanfaat.