Anda di halaman 1dari 12

SK2 : Memahami pentingnya proses metabolisme pada organisme KD 2.

1 : Mendeskripsikan fungsi enzim dalam proses metabolisme IP : 1 menjelaskan pengertian metabolisme, struktur dan sifat enzim 2 menjelaskan cara kerja enzim 3 melakukan percobaan tentang enzim katalase 4 menjelaskan faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim Peran enzim dalam metabolisme Metabolisme merupakan sekumpulan reaksi kimia yang terjadi pada makhluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidup. Reaksi-reaksi ini meliputi sintesis molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil (anabolisme) dan penyusunan molekul besar dari molekul yang lebih kecil (katabolisme). Beberapa reaksi kimia tersebut antara lain respirasi, glikolisis, fotosintesis pada tumbuhan, dan protein sintesis. Dengan mengikuti ketentuan bahwa suatu reaksi kimia akan berjalan lebih cepat dengan adanya asupan energi dari luar (umumnya pemanasan), maka seyogyanya reaksi kimia yang terjadi pada di dalam tubuh manusia harus diikuti dengan pemberian panas dari luar. Sebagai contoh adalah pembentukan urea yang semestinya membutuhkan suhu ratusan derajat Celcius dengan katalisator logam, hal tersebut tidak mungkin terjadi di dalam suhu tubuh fisiologis manusia, sekitar 37 C. Adanya enzim yang merupakan katalisator biologis menyebabkan reaksi-reaksi tersebut berjalan dalam suhu fisiologis tubuh manusia, sebab enzim berperan dalam menurunkan energi aktivasi menjadi lebih rendah dari yang semestinya dicapai dengan pemberian panas dari luar. Kerja enzim dengan cara menurunkan energi aktivasi sama sekali tidak mengubah G reaksi (selisih antara energi bebas produk dan reaktan), sehingga dengan demikian kerja enzim tidak berlawanan dengan Hukum Hess 1 mengenai kekekalan energi.[4] Selain itu, enzim menimbulkan pengaruh yang besar pada kecepatan reaksi kimia yang berlangsung dalam organisme. Reaksi-reaksi yang berlangsung selama beberapa minggu atau bulan di bawah kondisi laboratorium normal dapat terjadi hanya dalam beberapa detik di bawah pengaruh enzim di dalam tubuh.[5] http://sectiocadaveris.wordpress.com/artikel-kedokteran/peran-enzim-dalammetabolisme-dan-pemanfaatannya-di-bidang-diagnosis-dan-pengobatan/ sifat2 Definisi Enzim Enzim merupakan senyawa organik bermolekul besar yang berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi metabolisme di dalam tubuh tumbuhan tanpa mempengaruhi keseimbangan reaksi Enzim tidak ikut bereaksi, struktur enzim tidak berubah baik sebelum dan sesudah reaksi tetap Enzim sebagai biokatalisaor Bagian enzim yang aktif adalah sisi aktif dari enzim Enzim melakukan tugasnya sendiri-sendiri dan tidak dapat saling menggantikan,

enzim yang bertugas memperbaiki hal-hal yang rusak dalam tubuh misalnya enzim emilase berfungsi sebagai pengurai karbohidrat. Privase berfungsi sebagai pengurai protein, lipase berfungsi sebagai pengurai lemak, cellulosa berfungsi menguraikan serat makanan. 1. Enzim : karbohidrat, protein dan pengurainya berfungsi : - Mengeluarkan kolesterol, lemak dalam darah, pemurnian darah, menguraikan racun, anti infeksi dan kuman dalam tubuh dan melancarkan pencernaan makanan. - Mencegah kekurangan gizi, anemia, tekanan darah tinggi, stroke, penimbunan kolesterol, sakit lambung, penawar mabuk, memperlambat penuaan, menambah nafsu makan. - Mengeluarkan zat racun dalam tubuh, mengeluarkan logam berat dan air raksa, dan melancarkan sembelit. - Mengurangi kegemukan, sembelit, wasir, plek hitam pada wajah dan sakit liver. - Menjaga seluruh tubuh agar tetap awet muda. 2. Sifat-sifat khususnya - Enzim dibentuk dalam protoplasma sel - Enzim beraktifitas didalam sel tempat sintetisnya (endoenzim) maupun ditempat yang lain diluar tempat sintesisnya (eksoenzim). - Sebagian enzim bersifat endoenzim - Enzim bersifat koloid, luar permukaan besar, bersifat hidrofit - Dapat beraksi dengan senyawa asam maupun basa kation maupun amnion - Enzim dapat dihambat atau dipacu aktivitasnya. Inhibisi enzim Kompetitif : zat penghambat mempunyai struktur yang mirip dengan substrat sehingga dapat bergabung dengan sisi aktif enzim. Terjadi kompetisi antara substrat dengan inhibitor untuk bergabung dengan sisi aktif enzim (misal feed back effect) Non kompetitif: zat penghambat menyebabkan struktur enzim rusak sehingga sisi aktifnya tidak cocok lagi dengan substrat Koenzim adalah merupakan molekul organik kecil, tahan terhadap panas, yang mudah terdisosiasi dan dapat dipisahkan dari enzimnya dengan cara dialisis Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2150299-definisi-danfungsi-enzim-pengertian/#ixzz1eteUqngE Struktur

http://www.scribd.com/doc/54988027/3/Cara-Kerja-Enzim

Beberapa reaksi kimia didalam tubuh mahluk hidup terjadi sangat cepat. Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut. Bila zat ini tidak ada maka proses-proses tersebut akan terjadi lambat atau tidak berlangsung sama sekali. Zat tersebut di kenal dengan nama fermen/enzim. Menurut Kuhne (1878), enzim berasal dari kata in + zyme yang berarti sesuatu dalam ragi. Menurut Mayrback (1952), enzim adalah senyawa protein yang dapat mengatalisi reaksi-reaksi kimia dalam sel da jaringan mahluk hidup. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ENZIM adalah biokatalisator, yamh artinya senyawa organik berupa protein bermolekul besar yang dapat mempercepat jalannya reaksi-reaksi metabolisme tanpa mengalami perubahan struktur kimia. Kebanyakan enzim yang terdapat didalam alat-alat atau organ-organ organisme hidup berupa larutan koloidal dalam cairan tubuh, seperti air ludah, darah, cairan lambung dan cairan pangkreas. Pembentukan enzim memerlukan bahan baku asam amino sehingga pembentukannya akan mengalami hambatan jika sumber bahan baku ini berkurang. Beberapa enzim, seperti pepsin, tripsin dan kimotripsin yang hanya terdiri atas satu rantai polipeptida disebut enzim monomerik. Enzim lain, seperti heksokinase, laktat dehidrogenase, endase dan piruvat kinase yang terdiri atas dua atau lebih rantai polipeptida disebut enzim oligomerik. Seperti protein, enzim dapat mengalami denaturasi, misalnya akibat pengaruh pemanasan, gelombang ultrasonik dan radiasi ultraviolet atau pengaruh penambahan asam, basa dan pelarut organik tertentu. Denaturasi ini menyebabkan enzim menjadi tidak aktif atau tidak dapat bekerja. Pada enzim terdapat bagian protein yang tidak tahan panas yaitu disebut dengan apoenzim, sedangkan bagian yang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik, biasanya berupa logam seperti besi, tembaga, seng atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam.

Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut haloenzim, tapi ada juga bagian enzim yang apoenzim dan gugus prostetiknya tidak menyatu. Bagian gugus prostetik yang lepas kita sebut koenzim, yang aktif seperti halnya gugus prostetik. Contoh koenzim adalah vitamin atau bagian vitamin (misal : vitamin B1,B2,B6, oniasindan biotin). Karena enzim itu suatu protein, konsekuensinya karakteristik biokimia enzim sama seperti karakteristik protein, yang disintesis oleh sel memerlukan DNA, bila rusak oleh lingkungan yang tidak mendukung seperti akibat suhu dan pH enzim dapat menurunkan barier energi aktivasi, sehingga reaksi dapat berlangsung dalam kondisi normal yang ada pada sel hidup. Enzim dapat mempercepat tingkat reaksi yang sebenarnya terjadi, tapi jauh lebih lambat.

PENDAHULUAN Coba kita perhatikan. Sewaktu 1apar pasti tubuh kita akan merasal e m a s . N a m u n , s e t e l a h m a k a n t u b u h k e m b a l i s e g a r . K e segaran itud i s e b a b k a n t u b u h m e n d a p a t k a n e n e r g i y a n g d i h a s i l k a n d a n pembakaran bahan makanan yang kita makan. Energi dalam tubuhdisimpan dan dilepaskan dala m bentuk energi kimia dan ditambahsedikit energi panas. En e r g i t e r s e b u t d i p e r l u k a n u n t u k m e l a k u k a n aktivitas kehidupan, b aik tingkat seluler seperti pembelahan sel dant r a n s p o r m o l e k u l k e l u a r d a n k e d a l a m s e l , m a u p u n t i n g k a t i n d i v i d u misalnya membaca, berlari, berjalan, atau berolah raga (Gambar 2.1)

.Energi dihasilkan dan proses kimia yang terjadi di dalam sel. Selainproses kimia yang menghasilkan energi, di dalam sel juga terjadi beriburibu proses kimia. Proses tersebut tidak berdiri sendiri, melai

nkanberhubungan satu sama lain dalam suatu rangkaian yan g d i s e b u t metabolisme.K u m p u l a n r e a k s i k i m i a y a n g t e r j a d i d a l a m m e t a b o l i s m e memerlukan enzim untuk mempercepat laju reaksi. Oleh karena itu,sebelum lebih jauh kita membahas metabolisme terlebih dahulu kitamembahas enzim. ENZIM Apakah enzim itu? Enzim merupakan protein yang berti n d a k sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup. Karena bekerja sebagaikatalis di dalam tubuh makhluk hidup, enzim disebut juga biokatalisator.Enzim dapat bertindak sebagai katalis, yaitu dapat meningkatkank e c e p a t a n r e a k s i k i m i a t e t a p i t i d a k b e r u b a h d a l a m r e a k s i k i m i a tersebut. Molekul yang bereaksi di dalam suatu reaksi yang dikatalisiso l e h e n z i m d i s e b u t s u b s t r a t , d a n m o l e k u l y a n g d i h a s i l k a n d i s e b u t produk.Enzim dibuat di dalam sel-sel yang hidup. Sebagian besar enzimb e k e r j a d i d a l a m s e l , d i s e b u t e n z i m i n t r a s e l u l e r . C o n t o h e n z i m intraseluler adalah katalase. Katalase memec ah senyawa berbahaya,seperti H202 (hidrogen peroksida) di dalam sel-sel hati. Beberapa enzimd i b u a t d i d a l a m s e l k e m u d i a n d i k e l u a r k a n d a n dalam sel untuk

melakukan fungsinya, disebut enzim ekstraseluler. Con t o h e n z i m ekstraseluler adalah enzim-enzim pencernaan, m i s a l n y a a r n i l a s e . Amilase memecah amilum menjadi maltosa. Ami lase dihasilkan olehk e l e n j a r s a l i v a ( l u d a h ) d a n d i k e l u a r k a n k e r o n g g a m u l u t u n t u k melakukan fungsinya. Komponen Enzim Enzim tersusun dan komponen protein yang disebut apoenzi m . Beberapa enzim memerlukan komponen nonprotein untuk membantuaktivitas enzim, yang disebut kofaktor. Kofaktor beberapa enzim berupaion anorganik.FAKTA BIOM a k a n a n m e n j a d i c e p a t b a s i d i s e b a b k a n o l e h a k t i v i t a s e n z i m . Bakteri di udara hinggap di makanan dan berkembang biak secara cepats a m b i l m e n g e l u a r k a n e n z i m - e n z i m p e n c e r n a a n d i m e d i a makanan.

Enzim-enzim pencernaan dan bakteri inilah yang m e n y e b a b k a n makanan berubah menjadi basi. Aktivitas enzim dapat dihambat dengancara pemanasan atau pendinginan.K o f a k t o r y a n g b e r u p a i o n o r g a n i k d i s e b u t k o e n z i m . B e b e r a p a kofaktor tidak berubah di akhir reaksi, tetapi kadangkadang berubahdan terlibat dalam reaksi yang lain. Enzim yang terikat dengan kofaktordisebut holoenzim. Berikut beherapa jenis kofaktor yang mem bantuaktivitas enzim. Ion-ion Anorganik

Ion-ion anorganik sederhana merupakan salah satu kofaktor. Ionion ini terikat dengan enzim atau substrat komplek s d a n d a p a t membuat fungsi enzirn lebih efektif. Sehagai contoh, amilase dalamsaliva akan bekerja lebih baik dengan adanya ion kiorida dan kalsium. Gugus Prostetik Gugus prostetik merupakan tipe kofaktor yang lain. Gugus prostetikberperan memberi kekuatan tambahan terhadap kerja enzim. Gugusprostetik terdiri dan molekulmolekul organik yang terikat rapat denganenzim (Gambar 2.2a). Contohnya adalah heme, yaitu suatu molekulberbentuk cincin pipih yang mengandung besi. Heme merupakan

gugusp r o s t e t i k s e j u m l a h e n z i m , d i a n t a r a n y a k a t a l a s e , p e r o k s i d a s e , d a n sitokrom oksidase (terlibat dalam respirasi seluler). Koenzim Koenzim merupakan kofaktor yang terdiri dan molekul organik nonprotein kompleks yang terikat renggang dengan enzim. K o e n z i m berfungsi memindahkan gugus kimia, atom, atau ele ktron dan satuenzim ke enzim yang lain. Beberapa koenzim a d a l a h v i t a m i n a t a u turunan vitamin. Contohnya, NAD (Nicotinamide Aden inc Din ucico tide)merupakan koenzim yang sangat penting dalam respirasi seluler. LihatGambar 2.2b. Cara Kerja Enzim Enzim merupakan protein yang memiliki struktur tiga dimensi. Sisiaktif, yaitu bagian yang berfungsi sebagai katalis. Enzim mengkatalisr e a k s i d e n g a n m e n i n g k a t k a n k e c e p a t a n r e a k s i . M e n i n g k a t k a n kecepatan reaksi dilakukan dengan menurunkan energi aktivasi (energiyang diperlukan untuk reaksi), yaitu dan EA1 menjadi EA2. Lihat Gambar2.3. Penurunan energi aktivasi dilakukan dengan membentuk kompleksdengan substrat. Secara sederhana kerja enzim digambarkan sebagaiberikut.Substrat + Enzim Kompleks EnzimSubstratEnzim + Produk

Setelah produk dihasilkan dan reaksi, enzim kernudian dilepaskan.Enzim bebas untuk membentuk kompleks yang baru dengan substratyang lain.Kerja enzim dapat diterangkan dengan dua teori, yaitu teorigembok dan kunci serta teori kecocokan yang terinduksi. Kedua teori mimenjelaskan spesifitas enzim dengan substratnya. Teori Gembok dan Kunci (Lock and Key Theory) Di dalam enzim terdapat sisi aktif yang tersusun dan sejumlah kecilasam amino. Bentuk sisi aktif sangat spesifik, sehingga hanya molekuldengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim.Enzim dan substrat akan bergabung bersama membentukkompleks, seperti kunci yang masuk ke dalam gembok. Di dalamkompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah.Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk sertamembebaskan enzim. Lihat Gambar 2.4. Teori Kecocokan yang Terinduksi (Induced fit Theory) Berdasarkan bukti dan kristalografi sinar X, analisis kimia sisi aktif enzim, serta teknik yang lain, diduga bahwa sisi aktif enzim bukanmerupakan bentuk yang kaku.

Menurut teori kecocokan yang terinduksi, sisi aktif enzimmerupakan bentuk yang fleksibel. Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif termoditikasi

melingkupinya membentukkompleks. Ketika produk sudah terlepas dan kompleks, enzirn kembalitidak aktif menjadi bentuk yang lepas, hingga substrat yang lain kembalibereaksi dengan enzim tersebut. Lihat Gambar 2.5,

Sifat-Sifat Enzim sebagai Biokatalisator Sifat-sifat enzim sebagai biokatalisator adalah sebagai berikut. Enzim adalah Protein Karena enzim adalah protein, kerja enzim seperti sifat protein,yaitu membutuhkan kondisi lingkungan (suhu, pH, konsentrasi ion, dansebagainya) yang sesuai. Lingkungan enzim yang tidak cocokmenyebabkan enzim rusak sehingga tidak mampu bekerja dengan baik. Enzim Bekerja secara Spesifik/Khusus Di dalam sel terdapat ribuan jenis enzim yang fungsinya masing-masing sangat spesifik. Tiap enzim hanya dapat bekerja untukmengkatalis reaksi yang spesifik. Dengan kata lain, suatu enzim hanyadapat bekerja untuk substratnya yang cocok. Enzim Berfungsi sebagai Katalis Katalis mengubah kecepatan reaksi, namun tidak mengubahproduk akhir yang dibentuk atau mempengaruhi keseimbangan reaksi. Enzim Hanya Diperlukan dalam Jumlah Sedikit Sesuai dengan fungsinya sebagai katalis, enzim hanya diperlukandalam jumlah sedikit. Sejumlah kecil enzim dapat meningkatkankecepatan reaksi secara hebat. Enzim dapat Bekerja secara Bolak-balik Enzim tidak mempengaruhi arah reaksi, sehingga dapat bekerjabolak-balik. Enzim dapat menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa-senyawa lain. Enzim juga dapat menyusun senyawa-senyawa menjadisenyawa tertentu.Reaksinya dapat digambarkan sebagai berikut.E + S ES E + P ( E = enzim, S = substrat dan P = produk ) Konsep Penting Sitat-sifat enzim sebagai biokatalisator adalah enzim merupakanp r o t e i n . B e k e r j a s e c a r a s p e s i f i k , b e r f u n g s i s e b a g a i k a t a l i s , h a n y a diperlukan dalam jumlah sedikit, dapat bekerja secara bolak-balik, dandipengaruhi oleh 6ubtra lingkungan. Faktor 6ubtra yang Mempengaruhi Kerja Enzim

Kerja enzim dipengaruhi oleh factor lingkungan, yaitu sebaga i berikut. Suhu Pada suhu yang lebih tinggi, kecepatan molek u l s u b s t r a t meningkat, sehingga pada saat bertumbukan d e n g a n e n z i m , e n e r g i molekul substrat berkurang. Hal ini memudah kan terikatnya molekul substrat pada sisi aktif enzim. Aktivitas enzim meningkat denganmeningkatnya suhu sampai pada titik tertentu.Pada beberapa enzim, peningkatan suhu sampai 400 o C diiringidengan peningkatan kecepatan reaksi. Hal mi berhubungan denganmeningkatnya energi 7ubtrac pada molekul substrat dan enzim.Pengaruh suhu (T) pada kecepatan reaksi dapat dijelaskan melalui suatukoefisien suhu (Q10).Q 10

=Kecepatan reaksi pada suhu T + 10 CKecepatan reaksi pada suhu TGrafik pada Gambar 2.6(a) menunjukkan hubungan suhu dankecepatan reaksi enzim. Berdasarkan grafik tersebut, jika dipilihsembarang suhu (T) misalnya sebesar 20 C pada suatu kecepatanreaksi enzim tertentu, Q10 adalah sebagai berikut.Q 10 = Kecepatan reaksi pada suhu 30 CKoefisien suhu (Q 10 = 2) di atas menunjukkan bahwa kecepatanreaksi enzim meningkat dua kalinya setiap peningkatan suhu 10C.Namun, tidak berarti bahwa peningkatan kecepatan reaksi berlangsungtidak terbatas. Seperti terlihat pada grafik, kecepatan enzimmengkatalis reaksi mencapai suatu puncaknya pada suhu tertentu.Suhu ini disebut suhu optimum suatu reaksi. Pada grafik dapat dilihatbahwa suhu optimum reaksi yang dikatalis enzim adalah 40 C. Di atassuhu tersebut, produk yang dihasilkan menurun. Peningkatan suhu diatas suhu optimum menyebabkan putusnya ikatan 7ubtract dan ikatanlain yang merangkai molekul enzirn, sehingga enzim mengalamidenaturasi. Denaturasi adalah rusaknya bentuk tiga dimensi enzim yangmenyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan substratnya(Gambar 2.6b). Denaturasi menyebabkan aktivitas enzim menurun atauhilang. Denaturasi umumnya bersifat irreversible (tidak dapat kembali).Namun, enzim-enzim yang langka seperti RNAase dapat mengalamirenaturasi setelah mengalami denaturasi. Renaturasi adalahkembalinya bentuk enzim yang rusak ke bentuk sebelum rusak.Konsep PentingFaktor-faktor yang mompengaruhi kerja enzim adalah suhu, pH,7ubtract7 dan inhibitor, serta konsentrasi enzim dan substrat. FAKTA BIO Setap enzim memi(iki suhu optimum. Sebagian besar enzimmanusia memiliki suhu optimum sekitar 370 C. Sebagian besar enzimtumbuhan memiliki suhu optimum sekitar 25 C. pH Derajat keasaman (pH) juga mempengaruhi aktivitas enzim.Perubahan kondisi asam dan basa di sekitar molekul enzimmempengaruhi bentuk tiga dimensi enzim dan dapat menyebabkandenaturasi enzim. Setiap enzim memiliki pH optimum. Sebagai contoh,pepsin (enzim yang bekerja di dalam lambung) memiliki pH optimum sekitar 2 (sangat asam), sedangkan 8ubtrac (enzim yang bek e r j a d i mulut dan usus halus) memiliki pH optimum sekitar 7,5 (agak basa).Lihat Gambar 2.7. Aktivator dan Inhibitor

Aktivator merupakan molekul yang mempermudah ikatan antaraenzim dengan substratnya. Contoh 8ubtract8 adalah ion klorida yangberperan dalam aktivitas 8ubtrac dalam saliv a. Sebaliknya, inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim de n g a n substratnya. Contoh inhibitor adalah ion sianida. Ion sianida menutupisisi aktif enzim yang terlibat dalam respirasi.A d a d u a m a c a m i n h i b i t o r e n z i m , y a i t u i n h i b i t o r k o m p e t i t i f d a n inhibitor non-kompetitif. Inhibitor kompetitif Inhibitor kompetitif a d a l a h m o l e k u l p e n g h a m b a t y a n g c a r a kerjanya bersaing dengan substrat untuk mendapatkan sisi aktif enzim.C o n t o h n y a , s i a n i d a b e r s a i n g d e n g a n o k s i g e n u n t u k m e n d a p a t k a n 8ubtract8in dalarn rantai respirasi terakhir. Inhibitor komp etitif dapatdiatasi dengan cara penambahan konsentrasi substrat. Li hat Gambar2.8a