Anda di halaman 1dari 3

Sejarah Crochet

Asal usul dari crochet, atau dikenal dalam bahasa Belanda dengan istilah haken masih belum jelas. Referensi tertua mengenai crochet merupakan tulisan yang menyinggung sheperds knitting dari The Memoirs of a Highland Lady (Riwayat Hidup Wanita dari Dataran Tinggi). Pola crochet pertama kali diterbitkan oleh majalah Belanda Pnlop pada tahun 1824. Ada yang mengatakan bahwa teknik merajut ini berasal dari Arab yang kemudian menyebar hingga ke Tibet dan Spanyol melalui rute perdagangan ke negara-negara di wilayah Mediterania. Tetapi karya crochet paling primitif ditemukan di Amerika Selatan, di mana suatu suku primitif menggunakan hiasan hasil crochet dalam upacara menyambut kedewasaan. Kemudian ditemukan pula boneka-boneka kuno hasil crochet di Cina, dan juga awal dari teknik menyulam yang dikenal dengan istilah tambouring di Eropa. Ada pula yang mengemukakan bahwa teknik crochet pertama kali muncul di tahun 1500-an SM sebagai pekerjaan para biarawati, yang termasuk pembuatan renda needlepoint (jarum) dan renda bobbin (kumparan). Bagaimana pun, para ahli sepakat bahwa kesederhanaan dari teknik crochet menunjukkan bahwa kesenian ini sudah ada sejak zaman dahulu. Kemungkinan besar sebelum adanya jarum, teknik crochet ini dilakukan dengan jari telunjuk yang dibengkokkan. Teori umum mengenai asal crochet adalah saat ditemukannya cara untuk menyambungkan rantaian yang dibentuk dalam suatu pola tanpa adanya kain sebagai latar. Teknik tambour yang telah disebutkan sebelumnya merupakan cara menyulam di atas kain yang direntangkan dengan menggunakan jarum berkait, yang menyerupai jarum haken moderen. Pada akhir abad ke-18, teknik ini berevolusi menjadi crochet di udara. Dalam hal ini, kain latar tidak diperlukan lagi, karena sulaman tersebut dapat membentuk kain dengan sendirinya. Tetapi contoh dari karya-karya crochet kuno tidak lain adalah sampel dari teknik nlebinding, teknik merajut dengan menggunakan jarum pipih. Selain itu, Donna Kooler juga menemukan masalah dengan teori tambour. Bentuk jarum tambour itu sendiri bila digunakan untuk teknik crochet justru tidak mendukung melainkan mengganggu prosesnya. Kooler menggagaskan bahwa industrialisasi awal merupakan alasan pengembangan crochet. Dengan berkembangnya teknologi mengolah benang, benang kapas munjadi lebih mudah ditemukan. Meskipun teknik crochet membutuhkan lebih banyak benang dibandingkan renda bobbin, renda yang dibuat dengan menggunakan crochet lebih cepat jadi dan lebih mudah untuk diajarkan. Saat kelaparan mewabah di Irlandia, karya-karya crochet digunakan sebagai penyokong ekonomi oleh kaum wanita. Hasil kerajinan tersebut diekspor keluar negeri dan dibeli mahal karena keindahannya (Irish lace) sehingga mempunyai benda hasil crochet pada zaman tersebut dipandang mewah. Setelah Ratu Viktoria membeli beberapa rajutan Irish lace dan turut mempelajari crochet, rakyat pun mulai menggemari kegiatan ini dan harga crochet menurun karena jumlah orang yang dapat melakukannya bertambah. Sehingga benda crochet tidak lagi dipandang sebagai barang mewah, melainkan murahan karena dicap sebagai imitasi.

Pada masa tersebut, produksi jarum crochet meningkat. Jarum-jarum tersebut amat bervariasi. Mulai dari jarum bengkok di dalam pegangan cork yang digunakan oleh perajin Irlandia kelas bawah hingga jarum-jarum haken yang dibuat dari perak, perunggu, besi, gading, dan tulang. Pada masa ini pula pola-pola untuk crochet mulai diterbitkan, di mana yang paling populer dibuat oleh Eleanor Riego de la Brachardiere dan Frances Lambert. Meskipun harga untuk benda hasil crochet menurun, populeritas kegiatan ini terus meningkat hingga abad ke-20. Pada tahun 1920, tas hasil crochet dengan loop yang bermanik-manik menjadi populer. Dari tahun 1937 hingga 1940-an pernah diadakan lomba-lomba crochet dalam hal rancangan dan kecepatan. Pada tahun 1960-an, teknik crochet telah disebut sebagai bentuk kesenian secara resmi dan pada tahun 1970-an benda hasil crochet mulai mempopuler lagi dengan meningkatnya permintaan untuk bendabenda rajutan. Setelah itu, permintaan crochet sempat menurun di pasar. Namun pada awal abad ke-21 benda-benda kerajinan mulai meningkat seiring dengan peningkatan kualitas dan varietas dari benang yarn. Kini jumlah buku petunjuk pola moderen kian bertambah dan banyak toko benang yang menawarkan kursus crochet beserta knit.

Referensi
1. K. Perry, History of Crochet 1500 BC 1820 (http://ezinearticles.com/? History-ofoCrochet-1500-BC---1820&id=85872) diakses, 10 September 2008 2. Kris Perry, Crochet History 1900s 21st Century (http://www.officialguidetocrochet.com/crochet-history-part2.html) diakses, 10 September 2008 3. Wikipedia, Crochet-Wikipedia, the free encyclopedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Crochet) diakses, 10 September 2008