Anda di halaman 1dari 1

Akibat korban proyek Grenase semestinya jangan dipasang gorong-gorong, seharusnya Grenase saja kemungkinan tidak terjadi tembok

masyarakat yang roboh dan tanah masyarakat tidak erosi ke irigasi. Ini akibat ulah pemborong saluran air pakai goronggorong.

Gara-gara Pekerjaan Proyek Asal - Asalan Tembok Warga Jadi Korban. Majalengka Inti Jaya. Sudah tidak asing lagi di dunia Proyek baik itu Proyek Jalan Proyek Bangunan Perkantoran , bangunan Sekolahan dan Proyek Grenase , dari pihak Rekanan alias Pemborong hanya memikirkan keuntungannya saja, yang di pikirkannya, tidak memikirkan untuk jangka panjang agar Publik atau masyarakat ini bisa menikmati dari hasil proyek proyek itu sendiri, tapi apa dikata hasil proyek APBD tahun 2010 mengenai Proyek Granase di Desa Jati Sura Kec. Jatiwangi kab, Majalengka belum satu tahun suda rusak grenase batu-batu suda pada pecah dan Retak nya besar, kenapa Proyek grenase ini Rusak dan Reatk besar di biarkan saja, Semestinya ada anggaranuntuk pemeliharaan selama kurang lebih 6 bulan, baik batu-batu bangunan yang pada pecah Retak semestinya di atasi dan di perbaiki, jangan di biarkan saja, akibatnya Masyarakat yang di rugikan, apa lagi saat sekarang ini musim hujan Air pembuangan dari jalan Jatiwangi mau menuju Lanud kalau musim hujan air itu sangat besar, sedangkan di Granase itu tidak ada besi pinti untuk menghalangi batang kayu,batang pohon pisang yang mau masuk melewati grenase dan Goronggorong Bus itu, karena grenase rusak dan gorong-gorong nya mampet tersumbat batang pohon kayu dan batang pohon pisang , dengan sendirinya air itu melimpas ke perkebunan mangga milik orang dan tembok pagar ruma pun pada roboh akibat granase tidak di perbaiki, Kuwu Jati Sura Kec, Jatiwangi Kab. Majalengka yang engan di sebutkan namanya, membenarkan bahwa warganya mendatangi balai Desa dan marah-marah minta temboknya di perbaiki, kuwu bilang kenapa dulu nga pahitan dulu dan mengijinkan tanahnya boleh untuk di pasangi gorong-gorong, Cetus Kuwu, saat di dengar perkataannya antara kuwu dan masyarakat sambil ngomel-ngomel di desa masyarakat bilang tanah saya boleh untuk solokan asal jangan pakai Bus , supaya solokan itu kalau ada batang pohon pisang atau pohon batang apa pun bisa di angkat atau di ambil, kalau gorong-gorong kan susah dan sulit untuk di rojoknya ,karena dari jalan ke Irigasi ada 400 m, untuk rojoknya pakai apa , pemborongnya saja suruh masuk ke gorong-gorong jangan hanya mengeruk ke untungannya saja, saya masyarakat yang di rugikan kesalnya masyarakat. Max. Rollies.