Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA AJARAN KODE M A POKOK BAHASAN SUB POKOK PEMBAHASAN WAKTU SEMESTER TANGGAL TEMPAT

PENGAJAR : Maternitas : MKB 313 : Masalah yang timbul saat kehamilan Hiperhemesis Gravidarum beserta Asuhan keperawatan : 60 menit : VI : 27 Oktober 2011 : Ruang kelas : Ni Wayan Sriasih

I.TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa mampu memahami konsep dan memberikan asuhan hiperhemesis gravidarum dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. II. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa mampu : 1. Menjelaskan pengertian Hiperhemesis Gravidarum 2. Menjelaskan penyebab Hiperhemesis Gravidarum 3. Mengidentifikasi tanda dan gejala hiperhemesi Gravidarum 4. Menjelaskan patofisiologi Hiperhemesis gravidarum 5. Menjelaskan komplikai yang bisa muncul pada Hiperhemesis Gravidarum
6. Melakukan pengkajian pada pederita Hiperhemsis Gravidarum 7. Merumuskan diagnosa keperawatan Hiperhemesis Gravidarum

8. Menyusun rencana keperawatan hiperhemesis gravidarum 9. Melaksanakan tindakan keperawatan Hiperhemesis Gravidarum 10. Melaksanakan evaluasi keperawatan Hiperhemesi Gravidarum III. POKOK-POKOK MATERI ( TERLAMPIR)

1. Pengertian Hiperhemesis Gravidarum 2. Penyebab Hiperhemesis Gravidarum 3. Tanda dan gejala hiperhemesis Gravidarum 4. Patofisiologi Hiperhemesis gravidarum 5. Kompliksai Hiperhemesis Gravidarum 6. Penatalaksanan Hiperhemesis Gravidarum 7. Pemeriksaan Diagnostik Hiperhemesis Gravidarum 8. Asuhan Keperawata Hiperhemesis Gravidarum IV METODE Metode pembelajaran 1. Ceramah ,Tanya jawab 2. Diskusi V. MEDIA /SUMBER 1. Media belajar 1.1 materi sorfcopy 1.2 materi hardcopy 1.3 laptop dan LCD 2. sumber belajar 2.1 http://cakmoki.blogsome.com/ 2.2 http://zerich150105.wordpress.com/ 2.3 http://healthblogheg.blogspot.com/ VI. EVALUASI Evaluasi dengan tes (soal terlampir) VII. SASARAN Mahasiswa keperawatan semester VI

KEGIATAN PERKULIAHAN

NO 1

WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN 5 menit Pembukaan: Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam. Memperkenal diri. Menjelaskan tujuan dan motivasi dari penyuluhan. Menyebutkan materi yang akan diberikan

KEGIATAN PESERTA

Menjawab salam. Mendengarkan . Memperhatikan. Memperhatikan.

30 menit

Pelaksanaan: Menjelaskan tentang pengertian Hiperhemesis Gravidarum Menjelaskan penyebab Hiperhemesis Gravidarum Mengidentifikasi tanda dan gejala hiperhemesi Gravidarum Menjelaskan patofisiologi Hiperhemesis Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan Bertanya dan

gravidarum

Menjelaskan komplikai yang bisa muncul pada Hiperhemesis Gravidarum. Memberi kesempatan pada audiens untuk bertanya sebelum materi dilanjutkan. Menjelaskan pengkajian pada pederita Hiperhemsis Gravidarum Menjelaskan diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada Hiperhemesis Gravidarum Menjelaskan susunan rencana keperawatan hiperhemesis gravidarum Memberi kesempatan pada audiens untuk bertanya sebelum materi dilanjutkan. Menjelaskan tindakan keperawatan Hiperhemesis Gravidarum Menjelaskan evaluasi keperawatan Hiperhemesi Gravidarum Memberi kesempatan pada audiens untuk bertanya.

menjawab pertanyaan yang diajukan. Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan. Memperhatikan Memperhatikan Bertanya dan memjawab pertanyaan yang diajukan.

3 20 menit

Evaluasi:

Memberi pertanyaan yang berupa soal esay pada audiens tentang materi yang telah diberikan dan beri reinforcement kepada audiens yang mendapat nilai bagus.

Menjawab pertanyaan dengan tepat.

5 menit

Terminasi: Mengucapkan terima kasih atas peran serta audiens. Mengucapkan salam penutup. Mendengarkan Menjawab salam.

Mengetahui Ketua Jurusan Dosen

Agus Sarwo Prayogi, APP NIP .140 365 136

Ni Wayan SriAsih NIP. 04.08.1895

LAMPIRAN I MATERI DAN ASKEP HIPERHEMESIS GRAVIDARUM A. HIPERHEMESIS GRAVIDARUM 1. Pengertian Hiperemsis Gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga pekerjaan sehari-hari terganggu dan keadaan umum ibu menjadi buruk. (Sarwono Prawirohardjo, Ilmu Kebidanan, 1999). Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai umur kehamilan 20 minggu, begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari, berat badan menurun, dehidrasi, terdapat aseton dalam urine, bukan karena penyakit seperti Appendisitis, Pielitis dan sebagainya. Dalam buku obstetri patologi (1982) Hiperemesis Gravidarum adalah suatu keadaan dimana seorang ibu hamil memuntahkan segala apa yang di makan dan di minum sehingga berat badannya sangat turun, turgor kulit kurang, diuresis kurang dan timbul aseton dalam air kencing. Hiperemesis Gravidarum adalah suatu keadaan pada ibu hamil yang ditandai dengan muntah-muntah yang berlebihan (muntah berat) dan terus-menerus pada minggu kelima

sampai dengan minggu kedua belas Penyuluhan Gizi Rumah Sakit A. Wahab Sjahranie Samarinda (http://healthblogheg.blogspot.com/). 2. Penyebab/etiologi Penyebab Hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Perubahan-perubahan anatomik pada otak, jantung, hati dan susunan saraf disebabkan oleh kekurangan vitamin serta zat-zat lain akibat inanisi. Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain yang ditemukan : a) Faktor predisposisi yang sering dikemukakan adalah primigravida, mola hidatidosa dan kehamilan ganda. Frekuensi yang tinggi pada mola hidatidosa dan kehamilan ganda memimbulkan dugaan bahwa faktor hormon memegang peranan, karena pada kedua keadaan tersebut hormon Khorionik gonadotropin dibentuk berlebihan. b) Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik akibat hamil serta resistensi yang menurun dari pihak ibu tehadap perubahan ini merupakan faktor organik. c) Alergi. Sebagai salah satu respon dari jaringan.ibu terhadap anak, juga disebut sebagai salah satu faktor organik. d) Faktor psikologik memegang peranan yang penting pada penyakit ini walaupun hubungannya dengan terjadinya hiperemesis gravidarum belum diketahui dengan pasti. Rumah tangga yang retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu, dapat menyebabkan konflik mental yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian karena kesukaran hidup. Tidak jarang dengan memberikan suasana yang baru sudah dapat membantu mengurangi frekwensi muntah klien (http://zerich150105.wordpress.com/). 3. Tanda dan Gejala Hiperemesis gravidarum, menurut berat ringannya gejala dapat dibagi dalam 3 (tiga) tingkatan yaitu : a) Tingkatan I : Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita, ibu merasa lemah,

nafsu makan tidak ada, berat badan menurun dan nyeri pada epigastrium. Nadi meningkat sekitar 100 kali per menit, tekanan darah sistol menurun turgor kulit berkurang, lidah mengering dan mata cekung. b) Tingkatan II : Penderita tampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit lebih berkurang, lidah mengering dan nampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit ikterus. Berat badan menurun dan mata menjadi cekung, tensi rendah, hemokonsentrasi, oliguri dan konstipasi. Aseton dapat tercium dalam hawa pernapasan, karena mempunyai aroma yang khas dan dapat pula ditemukan dalam kencing. c) Tingkatan III: Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun dan somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu badan meningkat dan tensi menurun. Komplikasi fatal dapat terjadi pada susunan saraf yang dikenal sebagai ensefalopati Wemicke, dengan gejala : nistagtnus dan diplopia. Keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan, termasuk vitamin B kompleks. Timbulnya ikterus adalah tanda adanya payah hati.(http://healthblogheg.blogspot.com/) 4. Patofisiologi Ada yang menyatakan bahwa, perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen, oleh karena keluhan ini terjadi pada trimester pertama. Pengaruh psikologik hormon estrogen ini tidak jelas, mungkin berasal dari sistem saraf pusat atau akibat berkurangnya pengosongan lambung. Penyesuaian terjadi pada kebanyakan wanita hamil, meskipun demikian mual dan muntah dapat berlangsung berbulan-bulan. Hiperemesis garavidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda, bila terjadi terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan tidak seimbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik. Belum jelas mengapa gejala ini hanya terjadi pada sebagian kecil wanita, tetapi faktor psikologik merupakan faktor utama, disamping faktor hormonal. Yang jelas wanita yang sebelum kehamilan sudah menderita lambung spastik dengan gejala tak suka makan dan mual, akan mengalami emesis gravidarum

yang berat.Hiperemesis gravidarum ini dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Karena oksidasi lemak yang tak sempurna, terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseton-asetik, asam hidroksi butirik dan aseton dalam darah. Kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan cairan karena muntah menyebabkan dehidrasi, sehmgga cairan ekstraselurer dan plasma berkurang. Natrium dan Khlorida darah turun, demikian pula Khlorida air kemih. Selain itu dehidrasi menyebabkan hemokonsentrasi, sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Hal ini menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen ke jaringan berkurang pula dan tertimbunlah zat metabolik yang toksik. Kekurangan Kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal, bertambahnya frekuensi muntah-muntah yang lebih banyak, dapat merusak hati dan terjadilah lingkaran setan yang sulit dipatahkan.

5. Komplikasi Dehidrasi berat, ikterik, takikardia, suhu meningkat, alkalosis, kelaparan gangguan emosional yang berhubungan dengan kehamilan dan hubungan keluarga, menarik diri dan depresi (http://healthblogheg.blogspot.com/) 6. Penatalaksanaan Pencegahan terhadap Hiperemesis gravidarum perlu dilaksanakan dengan jalan memberikan pcnerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik, memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan gejala yang flsiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan, mengajurkan mengubah makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi lebih sering. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi dianjurkan untuk makan roti kering atau biskuit dengan teh hangat.Makanan yang berminyak dan

berbau lemak sebaiknya dihindarkan. Makanan dan minuman sebaiknya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin. Obat-obatan Sedativa yang sering digunakan adalah Phenobarbital. Vitamin yang dianjurkan Vitamin B1 dan B6 Keadaan yang lebih berat diberikan antiemetik sepeiti Disiklomin hidrokhloride atau Khlorpromasin. Anti histamin ini juga dianjurkan seperti Dramamin, Avomin Isolasi Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang tetapi cerah dan peredaran udara yang baik. Tidak diberikan makan/minuman selama 24 -28 jam. Kadang-kadang dengan isolasi saja gejaia-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan. Terapi psikologik Perlu diyakinkan pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan yang serta menghilangkan masalah dan konflik, yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini. Cairan parenteral Berikan cairan- parenteral yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan Glukosa 5% dalam cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter per hari. Bila perlu dapat ditambah Kalium dan vitamin, khususnya vitamin B kompleks dan vitamin C. Bila ada kekurangan protein, dapat diberikan pula asam amino secara intra vena. Penghentian kehamilan Pada sebagian kecil kasus keadaan tidak menjadi baik, bahkan mundur. Usahakan mengadakan pemeriksaan medik dan psikiatri bila keadaan memburuk. Delirium, kebutaan, tachikardi, ikterus anuria dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organik. Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan. Keputusan untuk melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil, oleh karena di satu pihak tidak boleh dilakukan terlalu cepat, tetapi dilain pihak tak boleh menunggu sampai terjadi gejala ireversibel pada organ vital. Diet a) Diet hiperemesis I diberikan pada hiperemesis tingkat III. Makanan hanya berupa rod kering dan buah-buahan. Cairan tidak diberikan bersama

makanan tetapi 1 2 jam sesudahnya. Makanan ini kurang dalam semua zat - zat gizi, kecuali vitamin C, karena itu hanya diberikan selama beberapa hari. b) Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Secara berangsur mulai diberikan makanan yang bernilai gizi linggi. Minuman tidak diberikan bersama makanan . Makanan ini rendah dalam semua zat-zal gizi kecuali vitamin A dan D. c) Diet hiperemesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesis ringan. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali Kalsium. Prognosis Dengan penanganan yang baik prognosis Hiperemesis gravidarum sangat memuaskan. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri, namun demikian pada tingkatan yang berat, penyakit ini dapat mengancam jiwa ibu dan janin. 7. Pemeriksaan Diagnostik

USG (dengan menggunakan waktu yang tepat) : mengkaji usia gestasi janin dan adanya gestasi multipel, mendeteksi abnormalitas janin, melokalisasi plasenta. Urinalisis : kultur, mendeteksi bakteri, BUN. Pemeriksaan fungsi hepar: AST, ALT dan kadar LDH. (http://zerich150105.wordpress.com/

LAMPIRAN II B. ASUHAN KEPERAWATAN HIPERHEMESIS GRAVIDARUM A. PENGKAJIAN KEPERAWATAN a. Aktifitas istirahat Tekanan darah sistol menurun, denyut nadi meningkat (> 100 kali per menit). b. Integritas ego Konflik interpersonal keluarga, kesulitan ekonomi, perubahan persepsi tentang kondisinya, kehamilan tak direncanakan. c. Eliminasi

Pcrubahan pada konsistensi; defekasi, peningkatan frekuensi berkemih Urinalisis : peningkatan konsentrasi urine. d. Makanan/cairan Mual dan muntah yang berlebihan (4 8 minggu) , nyeri epigastrium, pengurangan berat badan (5 10 Kg), membran mukosa mulut iritasi dan merah, Hb dan Ht rendah, nafas berbau aseton, turgor kulit berkurang, mata cekung dan lidah kering. e. Pernafasan Frekuensi pernapasan meningkat. f. Keamanan Suhu kadang naik, badan lemah, icterus dan dapat jatuh dalam koma g. Seksualitas Penghentian menstruasi, bila keadaan ibu membahayakan maka dilakukan abortus terapeutik. h. Interaksi sosial Perubahan status kesehatan/stressor kehamilan, perubahan peran, respon anggota keluarga yang dapat bervariasi terhadap hospitalisasi dan sakit, sistem pendukung yang kurang. i. Pembelajaran dan penyuluhan Segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan, apalagi apalahi kalau belangsung sudah lama. Berat badan turun lebih dari 1/10 dari berast badan normal Turgor kulit, lidah kering Adanya aseton dalam urine (http://zerich150105.wordpress.com/) B. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan frekuensi mual dan muntah berlebihan. 2. Deflsit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan yang berlebihan. 3. Koping tidak efektif berhubungan dengan perubahan psikologi kehamilan. 4. Activity intolerance berhubungan dengan kelemahan. (http://zerich150105.wordpress.com/)

C. RENCANA KEPERAWATAN 1) Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan frekuensi mual dan muntah berlebihan. Intervensi 1. Batasi intake oral hingga muntah berhenti. R/ Memelihara keseimbangan cairan elektfolit dan mencegah muntah selanjutnya. 2. Berikan obat anti emetik yang diprogramkan dengan dosis rendah, misalnya Phenergan 10-20mg/i.v. R/Mencegah muntah serta memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit 3. Pertahankan terapi cairan yang diprogramkan. R/Koreksi adanya hipovolemia dan keseimbangan elektrolit 4. Catat intake dan output. R/Menentukan hidrasi cairan dan pengeluaran melului muntah. 5. Anjurkan makan dalam porsi kecil tapi sering R/Dapat mencukupi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh 6. Anjurkan untuk menghindari makanan yang berlemak R/dapat menstimulus mual dan muntah 7. anjurkan untuk makan makanan selingan seperti biskuit, roti dan the (panas) hangat sebelum bagun tidur pada siang hari dan sebelum tidur R/Makanan selingan dapat mengurangi atau menghindari rangsang mual muntah yang berlebih 8. Catal intake TPN, jika intake oral tidak dapat diberikan dalam periode tertentu. R/Untuk mempertahankan keseimbangan nutrisi. 9. Inspeksi adanya iritasi atau Iesi pada mulut. R/Untuk mengetahui integritas inukosa mulut. 10. Kaji kebersihan oral dan personal hygiene serta penggunaan cairan pembersih mulut sesering mungkin. R/Untuk mempertahankan integritas mukosa mulut

11. Pantau kadar Hemoglobin dan Hemotokrit R/ Mengidenfifikasi adanya anemi dan potensial penurunan kapasitas pcmbawa oksigen ibu. Klien dengan kadar Hb dl atau kadar Ht dipertimbangkan anemi pada trimester I. 12. Test urine terhadap aseton, albumin dan glukosa.. R/ Menetapkan data dasar ; dilakukan secara rutin untuk mendeteksi situasi potensial resiko tinggi seperti ketidakadekuatan asupan karbohidrat, Diabetik kcloasedosis dan Hipertensi karena kehamilan.
13. Ukur pembesaran uterus

R/Malnutrisi ibu berdampak terhadap pertumbuhan janin dan memperberat penurunan komplemen sel otak pada janin, yang mengakibatkan kemunduran pcrkembangan janin dan kcmungkinan-kemungkinan lebih lanjut. 2) Defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan yang berlebihan Intervensi Dan Rasional No Intervensi Rasional 1 Tentukan frekuensi atau beratnya mual/muntah. Memberikan data berkenaan dengan semua kondisi. Peningkatan kadar hormon Korionik gonadotropin (HCG), perubahan metabolisme karbohidrat dan penurunan motilitas gastrik memperberat mual/muntah pada trimester 2 Tinjau ulang riwayat kemungkinah masalah medis lain (misalnya Ulkus peptikum, gastritis. Membantu dalam mengenyampingkan penyebab lain untuk mengatasi masalah khusus dalam mengidentifikasi intervensi. 3 Kaji suhu badan dan turgor kulit, membran mukosa, TD, input/output dan berat jenis urine. Timbang BB klien dan bandingkan dengan standar Sebagai indikator dalam membantu mengevaluasi tingkat atau kebutuhan hidrasi. 4

Anjurkan peningkatan asupan minuman berkarbonat, makan sesering mungkin dengan jumlah sedikit. Makanan tinggi karbonat seperti : roti kering sebelum bangun dari tidur. Membantu dalam meminimalkan mual/muntah dengan menurunkan keasaman lambung. 3) Cemas berhubungan dengan Koping tidak efektif; perubahan psikologi kehamilan Intervensi Dan Rasional No Intervensi Rasional 1 Kontrol lingkungan klien dan batasi pengunjung Untuk mencegah dan mengurangi kecemasan 2 Kaji tingkat fungsi psikologis klien Untuk menjaga intergritas psikologis 3 Berikan support psikologis Untuk menurunkan kecemasan dan membina rasa saling percaya 4 Berikan penguatan positif Untuk meringankan pengaruh psikologis akibat kehamilan 5 Berikan pelayanan kesehatan yang maksimal Penting untuk meningkatkan kesehatan mental klien 4) Activity intolerance berhubungan dengan kelemahan Intervensi Dan Rasional No Intervensi Rasional 1 Anjurkan klien membatasi aktifitas dengan isrirahat yang cukup.

. Menghemat energi dan menghindari pengeluaran tenaga yang terus-menerus untuk meminimalkan kelelahan/kepekaan uterus 2 Anjurkan klien untuk menghindari mengangkat berat. Aktifitas yang ditoleransi sebelumnya mungkin tidak dimodifikasi untuk wanita beresiko. 3 Bantu klien beraktifitas secara bertahap Aktifitas bertahap meminimalkan terjadinya trauma seita meringankan dalam memenuhi kebutuhannya. 4 Anjurkan tirah baring yang dimodifikasi sesuai indikasi Tingkat aktifitas mungkin periu dimodifikasi sesuai indikasi. (http://zerich150105.wordpress.com/)

D. EVALUASI Mual dan mutah tidak ada lagi. Keluhan subyektif tidak ada. Tanda-tanda vital baik. (http://cakmoki.blogsome.com/)

LAMPIRAN II SOAL-SOAL : 1) Jelaskan kenapa Hiperhemesis Gravidarum dapat terjadi pada ibu hamil? 2) Jelaskan penyebab terjadinya heperhemesis gravidarum?
3) Pemeriksaan diagnostik apa yang dapat membantu penegakan Hiperhemesis

Gravidarum? 4) Tindakan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya Hiperhemesis Gravidarum pada pagi hari?

5) Jelaskan klasifikasi Hiperhemesis gravidarum menurut tanda dan gejalanya?

DAFTAR PUSTAKA http://cakmoki.blogsome.com/ http://zerich150105.wordpress.com/ http://healthblogheg.blogspot.com/

TUGAS PRAKTIKUM PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN Intruktur: Agus Sarwo Prayogi. APP

Disusun oleh : Nama Nim Kelas Kelompok : : : : Ni Wayan Sri Asih 04.08.1895 A/KP/VII 6A

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA GLOBAL YOGYAKARTA 2011