Anda di halaman 1dari 10

FILTER PASIF

No. Percobaan NAMA KELAS NIM PENGAMPU NILAI KETERANGAN

: 01 : Satria Khalif Isnain : JRK 2A / 16 : 4.35.10.0.20 : Drs. Arif Nursyahid, M. T : :

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI JARINGAN RADIO DAN KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI SEMARANG TAHUN 2010 / 2011

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................1 DAFTAR ISI ....................................................................................................................2

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Tujuan Percobaan ................................................................................................3 Teori Singkat ........................................................................................................3 Daftar Alat dan Komponen ..................................................................................4 Langkah Kerja .......................................................................................................5 Data Hasil Percobaan ...........................................................................................6 Analisis Data .........................................................................................................7 Jawaban Pertanyaan dan Tugas ...........................................................................8 Kesimpulan ..........................................................................................................10

FILTER PASIF

1. TUJUAN PERCOBAAN a. Mahasiswa dapat memahami dan mengerti tentang rangkaian filter pasif. b. Mahasiswa dapat melakukan percobaan dan memahami cara kerja dari filter pasif c. Mahasiswa dapat memahami respon frekuensi dari beberapa rangkaian filter pasif. d. Mahasiswa dapat merancang sendiri rangkaian filter pasif sesuai frekuensi cut off-nya

2. TEORI SINGKAT Filter adalah adalah sebuah rangkaian yang dirancang agar melewatkan suatu pitra frekuensi tertentu seraya memperlemah semua isyarat di luar pita ini. Pengertian lain dari filter adalah rangkaian pemilih frekuensi agar dapat melewatkan frekuensi yang diinginkan dan menahan (couple)/membuang (by pass) frekuensi lainnya. Atau bisa juga, filter adalah suatu rangkaian yang digunakan untuk membuang tegangan output pada frekuensi tertentu. Untuk merancang filter dapat digunakan komponen pasif (R, L, C) dan komponen aktif (opamp, transistor). Jaringan-jaringan filter bisa bersifat aktif maupun pasif. Jaringan filter pasif hanya berisi tahanan (R), inductor (L) dan kapasitor (C) saja. Jaringan Filter aktif berisikan transistor atau op-amp ditambah tahanan, induktor dan kapasitor. Untuk membuat filter sering kali dihindari penggunaan induktor, terutama karena ukurannya yang besar. Sehingga umumnya filter hanya memanfaatkan komponen R dan C saja. Pada dasarnya filter dapat dikelompokkan berdasarkan response (tanggapan) frekuensinya menjadi 4 jenis, yaitu: a. filter lolos rendah (Low Pass Filter / LPF) b. filter lolos tinggi (High Pass Filter / HPF) c. filter lolos rentang (Band Pass Filter / BPF) d. filter tolak rentang (Band Stop Filter / Notch Filter)

3. DAFTAR ALAT DAN KOMPONEN Alat / Komponen a. Osiloskop b. Generator Fungsi c. Generator Fungsi Digital d. Multimeter e. Resistor 100k f. Kapasitor 0,1 F 1 1 Jumlah 1 1 1 1 2

g. Protoboard h. Jumper secukupny

4. LANGKAH KERJA a. Persiapkan peralatan dan komponen praktikum. b. Buatlah rangkaian seperti Gambar 1, 2, dan 3.

c. Setelah memasang rangkaian dengan benar, lakukan pengukuran untuk melihat respon frekuensi rangkaian filter pasif tersebut. d. Catat hasil pengukuran ke dalam Tabel 1, 2, dan 3. e. Bandingkan hasil tabel 1, 2 dan 3 lalu analisis.

5. DATA HASIL PERCOBAAN a. Tabel 1: Tabel Kebenaran Rangkaian 1 (Gambar 1) Freq (Hz) 1 2 4 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 30 40 50 100 200 400 1000 Vin (Vp-p ) Vout (Vp-p ) 5 5 5 5 5 5 5 3.6 5 3.5 5 3.4 5 3.2 5 3.2 5 3 5 2.9 5 2.8 5 2.8 5 2.6 5 2.5 5 2 5 1.6 5 1.4 5 0.8 5 0.4 5 0.3 5 0.12

b. Tabel 2: Tabel Kebenaran Rangkaian 1 (Gambar 1) Freq (Hz) 1 2 4 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 30 Vin (Vp-p ) Vout (Vp-p ) 5 0.4 5 0.84 5 1.4 5 3.4 5 3.6 5 3.8 5 4 5 4 5 4.2 5 4.4 5 4.5 5 4.6 5 4.6 5 4.8 5 5
6

40 50 100 200 400 1000

5 5 5 5 5 5

5 5 5 5 5 5

c. Tabel 3: Tabel Kebenaran Rangkaian 3 (Gambar 3) f (Hz) 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Vi (Vpp) 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 0,4 Vo (Vpp) 0,18 0,16 0,14 0,12 0,1 0,09 0,08 0,08 0,07

6. ANALISIS DATA

Berdasarkan data percobaan, dapat dilihat bahwa rangkaian 1 resistor berada di input sedangkan kapasitor berada di output, rangkaian 1 melewatkan tegangan yang memiliki frekuensi rendah dan semakin tinggi frekuensi maka semakin rendah tegangan yang dilewatkan. Ini disebabkan oleh frekuensi rendah menghasilkan reaktansi kapasitif yang tinggi (XC = 1/*C) melebihi hambatan resistor, sehingga tegangan frekuensi rendah akan dilewatkan melalui rangkaian tersebut. Pada rangkaian 2 kapasitor berada di input sedangkan resistor berada di output. Hal ini yang menyebabkan rangkaian ini melewatkan tegangan berfrekuensi tinggi. Frekuensi tinggi menyebabkan reaktansi kapasitif rendah, sehingga melewatkan tegangan
7

frekuensi tinggi. Sebaliknya saat frekuensi rendah (reaktansi kapasitif tinggi), rangkaian ini akan menghalangi tegangan frekuensi rendah. Rangkaian 1 dan 2 memiliki frekuensi cut-off yang sama, yaitu 16 Hz. Dapat dilihat bahwa mulai frekuensi 16 Hz, terjadi perubahan tegangan secara jelas. Frekuensi ini dipengaruhi nilai resistansi dan kapasitansi dari rangkaian. Pada rangkaian 1 hanya tegangan berfrekuensi kurang dari 16 Hz yang dilewatkan, sedangkan rangkaian 2 melewatkan tegangan yang frekuensinya lebih dari 16 Hz. Pada rangkaian 3, terdapat 2 resistor pada input sedang kapasitor berada di output. Dapat dilihat pada rangkaian ini melewatkan tegangan yang memiliki frekuensi rendah yang hampir sama dengan rangkaian 1, namun bedanya rangkaian ini memliki hambatan resistor yang lebih besar, sehingga tegangan frekuensi rendah akan dilewatkan melalui rangkaian ini. Rangkaian 4 merupakan rangkaian yang kami rancang sendiri, yaitu low pass filter yang memiliki frekuensi cut-off 2 kHz. Nilai resistansi yang seharusnya 796 kami ganti 820 karena nilai inilah yang paling mendekati supaya frekuensi cut-off sesuai dengan keinginan.

7. JAWABAN TUGAS DAN PERTANYAAN

(nomor 1 2)fc = 1/2RC = 1/2**100*103 *0.1*10-6 = 15.92 = 16Hz (nomor4) C = 0.1F fc = 1/2RC 2*103 = 1/2**R*0.1*10-6 4*10-4 = 1/*R R = 1/*4*10-4 R = 796 (mendekati 820) Rancanglah rangkaian Low Pass Filter anda sendiri dengan frekuensi cut off (fcut off) = 2kHz Jawab:

820 0.1F

8. KESIMPULAN

Dari percobaan rangkaian filter pasif ini maka dapat disimpulkan bahwa rangkaian filter pasif hanya menggunakan resistor dan kapasitor (komponen pasif) yang teori sebenarnya menggunakan induktor juga. Rangkaian filter pasif ini memiliki frekuensi cut off berdasarkan nilai kapasitansi dan resitansi yang terdapat pada rangkaian. Frekuensi ini merupakan batasan untuk melewatkan frekuensi sesuai dengan fungsi dari filter sendiri sedangkan untuk Low Pass Frekuensi merupakan frekuensi yang lebih rendah dari fc yang dilewatkan, untuk High Pass Frekuensi yang merupakan kebalikan dari Low Pass Frekuensi. Jadi filter pasif adalah rangkaian komponen pasif untuk melampaui atau melewatkan frekuensi tertentu sesuai keinginan.

10