Anda di halaman 1dari 16

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah untuk dapat
menyediakan unsure hara dalam jumlah berimbang untuk kebutuhan
perkembangan dan pertumbuhan serta produksi tanaman. pusat pengelolaan
tanah terletak pada pengaturan keseimbangan empat Iaktor penting yaitu
oksigen, air, unsur toksik dan unsure hara. Keempat Iaktor tersebut ditinjau
secara terpadu maka tidak satupun Iaktor yang bertindak sebagai Iaktor
pembatas.
Telaah peranan tanah sebagai Iaktor tumbuh dimulai dengan mencari
jawab mengenai apa yang dibutuhkan tanaman dari tanah kemudian macam
bahan yang dibutuhkan, bentuk bahan, mekanisme pengambilan bahan dan
tekanan bahan itu. Konsep kesuburan hanya memperhatikan unsur hara
sebagai Iaktor pertumbuhan terpenting dan Iaktor pengendali anasir hara
tersebut yang dianggap sebagai penunjang.
Tanah yang mempunyai unsur-unsur yang optimum untuk nutrisi
tanaman tidak selalu alkalis maupun masam serta bebas dari unsur-unsur
beracun boleh dianggap mempunyai kesuburan tanah. Namun demikian
kesesuaian lahan untuk medium tanaman terganggu tidak saja kesuburan
kimianya. Disamping itu juga terkait pada senyawa, keadaan air dan oksigen


serta mekanika unsur tanahnya. Tanah harus cukup lunak dan memungkinkan
terjadinya perkecambahan akar yang baik.
Pemberian pupuk secara bertahap sesuai dengan Iase Iisiologisnya,
pemberian pupuk pada daerah larikan sehingga terjadi kontak langsung
dengan tanah pada daerah perakaran, serta pada saat pembibitan merupakan
tindakan manajemen unsur hara sebagai Iaktor pembatas dalam mendukung
kesuburan tanah dalam upaya meningkatkan hasil pertanian. Hal ini pula agar
unsur hara yang diberikan tetap sasaran serta eIisien.
Pemupukan bertujuan untuk menambahkan unsur hara kedalam tanah
apabila terjadi kekurangan pada tanah tersebut akibat proses alamiah dan
tindakan manusia. Pada berbagai jenis tanah, pemberian pupuk dapat
memperbaiki ketersediaan unsur hara dalam tanah untuk kesuburan tanaman
yang telah hilang akibat proses penguapan, erosi, pencucian saat hujan serta
terangkut saat panen.
Kekurangan unsur hara N, P, K, Mg, S, dan Ca dapat mengakibatkan
pengaruh buruk terhadap pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat terjadi karena
hara- hara tersebut diperlukan dalam tanaman untuk menghasilkan nutrisi
untuk pertumbuhannya. Hal ini dapat terlihat seperti tanaman menjadi kerdil,
menguning, layu, dan paling parah menyebabkan kematian tanaman.
Berdasarkan uraian di atas maka dilaksanakan praktikum pupuk dan
pemupukan tanah untuk mengetahui manIaat pupuk urea pada tanaman
jagung.



B. #:2:8an Ma8alah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka adapun rumusan masalah
yang akan dibahas dalam karya tulis ini adalah :
'Bagaimanakah ManIaat Pupuk Urea Pada Tanaman Jagung

. %::an Pen:li8an
Tujuan karya tulis ini adalah untuk mengetahui manIaat pupuk Urea
terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays) dan pengaruhnya terhadap
produktivitas tanaman jagung.

D. Manfaat Pen:li8an
Kegunaan karya tulis ini adalah sebagai bahan inIormasi dalam
pengolahan tanah sebagai media tumbuh tanaman melaui tingkat pemupukan
khususnya penggunaan pupuk urea pada tanaman jagung.











BAB II
%IN1AUAN PUS%AKA

A. P:5:k
Dalam arti luas, pupuk adalah suatu bahan yang digunakan untuk
mengubah siIat Iisik, kimis, atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik
bagi pertumbuhan tanaman. Termasuk pemberian bahan kapur dengan maksud
untuk meningkatkan pH tanah yang masam, pemberian legin bersama benih
bersama benih tanaman kacang- kacangan dan pemberian pembenah tanah
untuk memperbaiki siIat Iisik tanah (Rosmarkan dan Yuwono, ).
Pupuk merupakan kunci dari kesuburan tanah karena berisi satu atau
lebih unsur untuk menggantikan unsur yang habis terisap tanaman. Jadi,
memupuk berarti menambah unsur hara ke dalam tanah (pupuk akar) dan
tanaman (pupuk daun) (Lingga, ).
Tanaman memerlukan sejumlah anasir hara dalam takaran cukup,
seimbang dan sinambung untuk terus tumbuh dan berkembang, menyelesaikan
daur hidupnya. Anasir hara tanaman ini diambil dari atmosIir dan system
tanah. Paling sedikit ada 16 macam unsur hara yang diperlukan secara teratur
untuk pertumbuhan vascular tanaman (Poerwowidodo, 199).
Dalam pengertian yang khusus, pupuk adalah suatu bahan yang
mengandung satu atau lebih hara tanaman. dengan pengertian ini, kegiatan
tersebut di atas hanya urea yang dianggap pupuk karena bahan tersebut yang
mengandung hara tanaman, yakni nitrogen (Rosmarkan dan Yuwono, ).


1. Nitrogen (N)
Sebagian nitrogen tanah berada dalam bentuk N-Organik.
Nitrogen organik (hasil Iiksasi N-biologis, bahan tanaman dan kotoran
hewan) yang dibenamkan dalam tanah merupakan N-organik yang tidak
dapat diserap begitu saja oleh tanaman. Lebih lanjut dikatakan, jumlah N
dalam tanah dapat bertambah akibat dari pemupukan N, Iiksasi N-biologis,
air hujan dan penambahan bahan organik, sedangkan N dapat berkurang
karena pencucian, pemanenan, denitriIikasi dan volatilisasi (Hakim dkk,
1986).
Konversi N organik ke bentuk N mineral (NH

dan NO
-
)
berlangsung melalui transIormasi biokimia yang dilakukan oleh
mikroorganisme yang dipengaruhi oleh berbagai Iaktor seperti suhu,
kelembaban dan pH tanah. Langkah pertama adalah amoniIikasi yakni
konversi N organik ke bentuk NH. TransIormasi ini dilakukan oleh
bakteri-bakteri heterotroI. Proses nitriIikasi yang mengubah NH ke NO
-

dilakukan oleh dua kelompok bakteri autotroI yaitu nitrosomonas yang
mengubah NH

ke NO
-
dan nitrobacter yang mengubah NO
-
menjadi
NO
-
. Kondisi yang menguntungkan untuk amoIikasi juga menguntungkan
untuk nitriIikasi (Samosir, 199).
Nitrogen pada umumnya diserap tanaman dalam bentuk NH


(ammonium) dan NO
-
(nitrat), senyawa ini diserap melalui akar ke daun
selama proses asimilasi yang kemudian ditransIormasikan dalam bentuk
asam amino dan protein (Indranada, 199).
6

Peranan utama nitrogen (N) bagi tanaman jagung adalah
merangsang pertumbuhan secara keseluruhan khususnya batang, cabang,
dan daun. Selain itu, nitrogenpun berpea penting dalam pembentukan zat
hijau daun yang sangat berguna dalam proses Iotosintesis (Lingga, ).
Kekahatan atau deIisiensi nitrogen menyebabkan proses
pembelahan sel terhambat dan akibatnya menyusutkan pertumbuhan.
Selain itu, kekahatan senyawa protein menyebabkan kenaika nisbah C/N,
dan kelebihan karbohidrat ini akan meningkatkan kandungan selulosa dan
lignin. Ini menyebabkan tanaman jagung yang kahat nitrogen tampak
kecil, kering, tidak sukulen, dan sudut terhadap batang sangat runcing
(Poerwowidodo, 199).
Urea termasuk pupuk nitrogen yang higroskopis. Urea mudah
larut dalam air dan jika diberikan ke tanah maka mudah berubah menjadi
amoniak dan karbondioksida. Pemberian urea pada tanah bias dilakukan
- kali lebih eIisien dengan dosis yang tidak terlalu tinggi karena jika
demikian akan mengakibatkan daun akan terbakar (Lingga, ).
. FosIor (P)
Paling sedikit ada empat sumber pokok IosIor untuk memenuhi
kebutuhan akan unsur ini, yaitu pupuk buatan, pupuk kandang, sisa-sisa
tanaman termasuk pupuk hijau dan senyawa asli unsur ini yang organic da
anorganik yang terdapat dalam tanah (Buckman and Brady, 199).
Unsur P diserap tanaman dalam bentuk ortoIosIat primer HPO
-
.
Menyusul kemudian dalam bentuk HPO-. Spesies ion yang merajai


tergantung dari pH system tanah-pupuk-tanaman, yang mempunyai
ketersediaan tinggi pada pH , . Kepekatan HPO
-
yang tinggi dalam
larutan tanah memungkinkan tanaman mengangkutnya dalam takaran
besar karena perakaran tanaman diperkirakan mempunyai 1 kali
penyerapan tanaman untuk HPO- dibanding untuk HPO

-

(Poerwowidodo, 199).
Bentuk P yang lain yang dapat diserap oleh tanaman adalah
IiroIosIat dan metaIosIat. Kedua bentuk ini misalnya terdapat dalam
bentuk P dan K metaIosIat. Tanaman juga menyerap P dalam bentuk IosIat
organic, yaitu asam nukleat dan phytin. Kedua bentuk senyawa ini
terbentuk melalui proses degradasi da dekomposisi bahan organik yang
langsung diserap oleh tanaman (Anonim, 1991).
Ketersediaan IosIor dalam tanah ditentukan oleh banyak Iactor
tetapi yang paling penting adalah pH tanah. Pada tanah yang ber pH
rendah (masam), IosIor akan bereaksi dengan ion besi (Fe) dan aluminium
(Al). reaksi ini akan membentuk besi IosIat atau aluminium IosIat yang
sukar larut di dalam air sehingga tidak dapat digunakan oleh tanaman.
Pada pH tanah yang tinggi (basa), IosIor akan bereaksi dengan ion
kalsium. Reaksi ini akan membentuk kalium IosIat yang siIatnya sukar
larut dan tidak dapat digunakan oleh tanaman. Dengan demikian tanpa
memperhatikan pH tanah, pemupukan IosIor tidak akan berpengaruh bagi
pertumbuhan tanaman (Novizan, ).
8

FosIor dapat berpengaruh menguntungkan pada pembelahan sel
dan pembentukan lemak serta albumin, pembungaan dan pembuahan,
termasuk proses pembentukan biji, perkembangan akar, khususnya akar
lateral dan akar halus berserabut, kekuatan batang, dan ketebalan tanaman
terhadap penyakit tertentu (Buckman and Brady, 199).
Gejala kekurangan P pada tanaman jagung dapat menjadikan
pertumbuhan terhambat (kerdil), daun-daun/malai menjadi ungu atau
coklat mulai dari ujung daun, dan juga pada jagung akan
menyebabkan tongkol jagung menjadi tidak sempurna dan kecil-kecil
(Hardjowigeno, 199).
. Kalium (K)
Berdasarkan ketersediaannya dalam tanah, unsur K dapat
digolongkan dalam (1) bentuk segera tersedia, () lambat tersedia, dan ()
relative tidak tersedia. Kalium tersedia dijumpai segabai kalium dalam
larutan tanah dan kalium yang dapat dipertukarkan. Kalium dalam larutan
tanah lebih muda diserap oleh tanaman dan juga peka terhadap pencucian.
Kalium dalam bentuk yang lambat tersedia biasanya terdapat pada tanah-
tanah mineral : 1. Kalium yang berasal dari pupuk akan diIiksasi diantara
kisi-kisi mineral tersebut sehingga menjadi kurang tersedia bagi tanaman.
Dalam kondisi demikian maka akan mengurangi kehilangan K melalui
pencucian. Selanjutnya K yang terjerap itu lambat laun akan diubah
menjadi bentuk tersedia dan ini merupakan cadangan kalium tanah.
Bentuk kaliu yang relatiI tidak tersedia sebagian besar berasal dari kalium
9

tanah mineral yang umumnya masih berada dalam mineral tanah seperti
Ieldspar dan mika (Hakim dkk, 1986).
Tanaman menyerap kalium dalam bentuk K

(umumnya pada
tanaman muda). Kalium dijumpai dalam tanah dengan jumlah yang sangat
kecil. Berbeda dengan unsur lainnya kalium tidak dijumpai dala bahan
atau bagian tanaman seperti protoplasma, lemak dan glukosa. Kemampuan
tanah untuk menyediakan kalium dapat diketahui dari susunan mineral
yang erdapat dalam tanah. Namun, umumnya mineral leusit dan
biotit yang merupakan sumber langsung dalam kalium bagitanaman
(Soepardi, 1998).
Gejala tanaman yang kekurangan kalium adalah daun menjadi
mengerut atau kering terutama pada daun tua, walaupun tidak merata.
Selanjutnya pada jagung yang mengalami kekurangan unsur ini akan
terlihat bercak merah coklat serta daunnya akan mengering dan mati, buah
tumbuhan tidak semprna, kecil dan serta tidak tahan simpan.

B. %ana2an 1ag:ng (Zea 2ay8
1. Kla8ifika8i %ana2an 1ag:ng
Jagung merupakan tanaman semusim determinat, dan satu siklus
hidupnya diselesaikan dalam 8-1 hari. Paruh pertama dari siklus
merupakan tahap pertumbuhan vegetatiI dan paruh kedua untuk
pertumbuhan generatiI. Tanaman jagung merupakan tanaman tingkat
tinggi dengan klasiIikasi sebagai berikut:
1

Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub division : Angiospermae
Class : Monocotyledoneae
O r d o : Poales
Familia : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays L.
. Syarat %:2-:h
a. Iklim
Jagung mempunyai kemampuan menyesuaikan diri
dibandingkan dengan tanaman lainnya yang berasal dari jenis yang
sama, kecuali pada daerah-daerah yang lebih dingin karena jagung
berasal dari daerah tropis dengan berbagai siIat yang dimilikinya.
Jagung menghendaki cuaca yang cukup panas untuk pertumbuhannya.
Variasi temperaturnya adalah temperatur rendah 9 1
o
C, temperatur
optimumnya
o
C dan temperatur maksimumnya
o
C.
utnuk tanaman jagung berkecambah dibutuhkan suhu
o
C, di
bawah suhu tersebut perkecambahannya akan terganggu dan apabila di
atas o C lembaga jagung menjadi rusak (Anonim, 19).
Suprapto (199) menyatakan bahwa waktu pemasakan biji
jagung dan pengeringan hasil akan baik pada saat musim kemarau
karena pada masa tersebut kebutuhan air oleh tanaman sangat kecil.
11

Sementara cahaya berlimpah ruah untuk pemasakan biji dan
pengeringan hasil.
b. Tanah
EIendi (198) menyatakan bahwa tanaman jagung tidak
memerlukan persyaratan tumbuh yang banyak, karena tanaman ini
dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Tanah berpasir dapat ditanami
jagung dengan baik asal cukup air dan hara untuk pertumbuhannya.
Tanah berat seperti Grumusol dapat ditanami jagung dengan dengan
pertumbuhan normal asal saja aerasi dan draenase dapat diperbaiki.
Sudjarwadi (199) menyatakan bahwa tanah yang dikendaki
adalah tanah yang gembur dan subur karena tanaman jagung
memerlukan aerase dan draenase yang baik dengan kedalaman zone
perakaran yang cukup yaitu 1 1, m, jagung dapat tumbuh dengan
baik pada berbagai jenis tanah. Tanah lempung berdebu adalah tanah
yang baik untuk pertumbuhannya.








1

BAB III
HASIL PENGAMA%AN DAN PEMBAHASAN

A. %inggi %ana2an
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengamatan tinggi tanaman
pada tanaman jagung yang diberi pupuk urea, maka diperoleh hasil bahwa
tanaman yang mengalami perubahan tertinggi pada minggu III. Hal tersebut
sesuai dengan pendapat Gardener (1991), bahwa hara esensial harus tersedia
dalam jumlah yang cukup untuk pertumbuhan optimal tanaman. Pada tanaman
jagung yang diberi pupuk urea, diperoleh nilai tinggi tanaman yang tinggi, hal
ini disebabkan oleh adanya unsur N yang diberikan ke dalam tanah untuk
melengkapi kekurangan unsur hara dalam tanah. Hal ini sesuai dengan
pendapat Hardjowigeno (199), bahwa nitrogen merupakan salah satu unsur
hara esensial yang dapat disediakan melalui pemupukan.

B. 1:2lah Da:n (Helai
Hasil pengamatan rata-rata pertambahan jumlah daun tanaman jagung
(Zea mays) pada tanahnya yang diberi pupuk urea menunjukkan bahwa hasil
yang terbaik pada pengamatan minggu III. Hal ini dapat menunjukkan bahwa
unsur hara yanag ada dalam tanah belum cukup bagi pertumbuhan tanaman
jagung sehingga perlu diberikan pupuk urea untuk meningkatkan unsur hara
yang terkandung dalam tanah. Hal ini disebabkan pemberian pupuk pada tanah
AlIisol tersebut cenderung bermanIaat karena unsure hara yang diberikan
1

dimanIaatkan oleh tanaman dalam pertumbuhannya. Menurut Hakim, dkk
(1986),
Menurut Poerwowidodo (199), bahwa peningkatan pertumbuhan
akibat penambahan takaran Iaktor pembatas akan terus terjadi sampai Iaktor
pembatas ini terhenti membatasi dan jika penambahan Iaktor ini dilakukan
terus hingga tercapai suatu titik yang menjadikannya berwatak meracun maka
pertumbuhan tanaman menjadi susut.

. Berat Segar
Perlakuan pada tanaman jagung yang diberi pupuk urea yaitu
memberikan berat segar tertinggi yaitu 1,86 gr. Hal ini menunjukkan
bahwa jika pertumbuhan tanman baik maka jumlah daunpun menjadi banyak
dan tanaman pun kelihatan subur sehingga tanaman pad akhirnya memiliki
berat segar yang tinggi karerna mengandung zat hijau dan air banyak. Hal ini
sejalan dengan pendapat Setyamiodjaya (199) yang mengemukakan, bahwa
unsur hara yang cukup akan memberikan pertumbuhan tanaman yang baik dan
tanaman kelihatan subur sehingga memberikan hasil akhir yang lebih baik.
Barat segar terendah terdapat pada tanama yang tidak diberi pupuk
yaitu 1,666 gr. Hal ini menunjukkan bahwa Iactor lingkungan yang
memperngaruhi berkurangnya jumlah daun dan dapat menekan kesuburan
tanaman sehingga dapat menurunkan hasil akhirnya. Hal ini sesuai dengan
pendapat Hasan Basri Jumin (199) yang mengemukakan bahwa, menurunnya
1

hasil akhir tanman bukan hanya kekurangan unsure hara tetapi ada Iactor
lingkungan hama dan penyakit.

D. Kena25akan Morfologi8
Penampakan morIologis pada akhir pengamatan, menunjukkan
perlakuan pada tanaman yang tidak diberi pupuk urea pada tanah yang kurang
subur menunjukkan gejala yang hampir sama. Gejala yang dijumpai adalah
daun yang menguning dan batang melemah. Hal ini disebabkan karena
tanaman kekurangan unsur P, N, dan S. dimana N merupakan bagian integral
dari kloroIil, P menghasilkan energi dan S pembentuk protein. Sesuai dengan
pendapat Foth (199), bahwa gejala kekurangan unsur N, P, S pada tanaman
jagung mengakibatkan penguningan yang meluas sampai tulang tengah dan
tanaman terhambat pertumbuhannya.
Pada tanaman lain juga di jumpai menunjukkan gejala morIologis
yang hampir sama pula hal ini juga dikarenakan tanahnya yang tidak subur
dan tidak diberi pupuk urea. Gejala yang dijumpai adalah Ujung daun
mengerut dan daun agak hijau kekuningan. Hal ini menunjukkan bahwa
tanaman kekurangan unsure Kalium dan SulIur. Hal ini sesuai dengan
pendapat Gardener (1991), bahwa kekurangan unsur K dalam tanah akan
menyebabkan daun tanaman menjadi mengerut (keriting) sedangkan unsur S
diperlukan tanaman untuk sintesa asam amino. Sintesa asam amino akan
memberikan warna hijau pada daun tanaman.

1

BAB IV
PENU%UP

A. Ke8i25:lan
Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Tinggi tanaman akan semakin tinggi setelah beberapa diberi pupuk urea
ini menunjukkan bahwa pupuk urea sangat bermanIaat pada tanaman
jagung yang ditanam pada tanah yang kuran unsur hara dan diberi Pupuk
urea untuk meningkatkan unusr hara yang ada di dalamnya.
. Dari segi jumlah daun pada tanaman yang diberi pupuk urea memiliki
jumlah daun tertinggi ini menunjukkan pupuk urea bermanIaat pada proses
pemenuhan kebutuhan pada tanaman jagung.
. Kenampakan morIologis tanaman yang ditunjukkan bahwa pada tanaman
jagung yang tidak diberi pupuk urea rata-rata menunjukkan gejala
deIisiensi unsur hara (daun berwarna kuning).

B. Saran
Pupuk urea di sisi positiI memiliki dampak yang baik terhadap
tanaman jagung apabila diterapkan pada tanah yang unsur haranya kurang,
tapi ketika dipergunakan pada tanah yang sehat dan mengandung banyak
unsur haram aka akan merusak kemampuan tanah untuk memenuhi kebutuhan
tanaman jagung. Olehnya itu gunakan pupuk urea sesuai dengan tempat dan
kondisi tanah yang menginginkannya.
16

DAF%A# PUS%AKA

Anonimous, 11a. Jagung. Http://id.wikipedia.org. Diakses pada tanggal Mei
11.
Anonimous, 11b. Syarat Tumbuh Jagung. Http://nugrohobarnito.
blog.plasa.com. Diakses pada tanggal Mei 11.
Anonimous, 11c. Budidaya Jagung. Http://teknis-budidaya.blogspot.com.
Diakses pada tanggal Mei 11.
Anonimous, 11d. Jagung. Http://wahyuaskari.wordpress.com. Diakses pada
tanggal Mei 11.
Anonimous, 11e. Unsur Hara. Http://www.o-Iish.com. Diakses pada tanggal
Mei 11.
Anonimous, 11I. Jagung. Http://www.tanindo.com. Diakses pada tanggal
Mei 11.
Anonimous, 1g. Unsur Hara pada Tanaman.
Http://yudhiwijaya.wordpress.com. Diakses pada tanggal 8 Mei 11.
Rosmarkam, A., dan N. W. Yuwono, . Ilmu Kesuburan Tanah. Penerbit
Kanisius, Yogyakarta.
Rukmana, H. R. 199. Usaha Tani Jagung. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Steenis, C. G. G. J. V, 19. Flora untuk Sekolah di Indonesia. Pradnyaparamita,
Jakarta.
Sumpema, U. . Benih Sayuran. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sutedjo, M. M, . Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.
Winarso, S. . Kesuburan Tanah. Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah.
Penerbit Gava Media, Yogyakarta.