Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum IBM 1

UNGGAS


Anggota Kelompok 3
1. Eka Pratiwi ( 115070301111023)
2. Laily Ekawati Candra (115070301111024)
3. Nurdina Marini Sari (115070302111001)
4. Karlina Retnosari (115070305111002)
5. Agnes Widyasari (115070307111015)



1urusan Gizi FKUB
Malang 2011

%injauan bahan
aging unggas merupakan sumber protein hewani terbaik, karena
mengandung asam amino essensial lengkap dengan perbandingan jumlah yang
cukup (Muchtadi, 2010). Jenis hewan yang termasuk unggas adalah ayam, itik ,
dan burung.
1. Ayam kampung / buras
Ayam ras adalah jenis ayam yang telah mengalami upaya
pemuliaan, sehingga merupakan ayam pedaging yang unggul, mempunyai
bentuk, ukuran dan warna yang seragam. Ayam pedaging di Amerika
dipotong pada umur 8-12 minggu dengan berat 1,59-2,05 kg/ekor. i
Indonesia, ayam pedaging dipotong lebih muda yaitu sekitar 6 minggu
dengan berat 1,33 kg per ekor. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan
konsumen yang lebih banyak membeli karkas utuh yang tidak terlalu
besar, selain itu daging yang cukup lunak, lemak belum banyak dan
tulangnya belum terlalu berat ( Muchtadi, Tien R., dkk., 2010 ).
2. Ayam ras
Adalah ayam yang sudah mengalami proses pemuliaan.
3. Burung dara
Burung dara merupakan salah satu jenis unggas yang sering
digunakan sebagai makanan sumber protein hewani. Burung dara telah
banyak diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti masakan-masakan
Tionghoa berupa masakan tim ataupun dara goreng. Burung dara yang
sering digunakan adalah burung dara yang masih muda ( Ekawatiningsih,
Prihastuti, 2008 ). Peminat masakan dara goreng cukup banyak di
Indonesia terbukti dengan banyaknya penjual masakan tersebut di berbagai
kota di Indonesia khususnya kota-kota di Jawa. Namun, kandungan gizi
burung dara masih belum tercantum dalam Tabel Komposisi Bahan
Makanan 2009.
4. Bebek
Ciri bebek, bentuk tubuhnya langsing dan langkah tegap. Tinggi berkisar
45 50 cm.
alam praktikum kali ini ada beberapa unggas yang digunakan, yaitu:
1. Burung dara
2. Bebek 1
3. Ayam buras
4. Burung dara 2
5. Bebek 2
6. Ayam ras


asil
1. Ayam Buras 1
a. Perhitungan Bobot Utuh dan Karkas
Berat utuh ayam Buras : 585 gram
Berat karkas : 425 gram
Presentasei Karkas dari bobot utuh : 425 / 585 x 100 72,6

b. Keempukan daging unggas dinilai secara relatiI
Ayam buras
c. Berat bagian yang bisa dimakan adalah 300 gram
2. Ayam buras 2
a. Perhitungan Bobot Utuh dan Karkas
Berat utuh ayam Buras 2 : 493,5 gram
Berat karkas : 385 gram
Presentasei Karkas dari bobot utuh : 385/ 493,5 x 100 78

b. Keempukan daging unggas dinilai secara relatiI
Ayam buras

c. Bagian yang apat imakan (B)
B 252 gr
B 252 /493,5 x 100 51








3. Ayam Ras
a. Perhitungan Bobot Utuh dan Karkas
Berat utuh ayam Ras : 1467 gram
Berat karkas : 841,5 gram
Presentasei Karkas dari bobot utuh : 841,5 / 1467 x 100 57,3

b. Keempukan daging unggas dinilai secara relatiI
Ayam ras

c. Bagian yang apat imakan (B)
Berat bagian ayam yang bisa dimakan adalah 589 gram
Bagian Karkas Berat bagian Karkas
beserta tulang
Berat bagian Karkas
tanpa tulang
Paha 100 gram 60 gram
Sayap 60 gram 30 gram
ada atas 60 gram 80 gram
Paha atas 60 gram 50 gram
ada samping 100 gram 80 ram


. Bebek 1

a. Perhitungan Bobot Utuh dan Karkas
Berat utuh bebek 1 : 840 gram
Berat karkas : 530 gram
Presentasei Karkas dari bobot utuh : 530 / 840 x 100 63

b. Keempukan daging unggas dinilai secara relatiI
Bebek 1

c. Bagian yang apat imakan (B)
Berat bagian bebek yang bisa dimakan adalah gram

. Bebek 2

Pada praktikum bebek 2 dihasilkan data sebagai berikut :
a. Perhitungan Bobot Utuh dan Karkas
Berat utuh bebek 2 : 995 gram
Berat karkas : 658 gram
Presentasei Karkas dari bobot utuh : 658 / 995 x 100 66,13

b. Keempukan daging unggas dinilai secara relatiI
Bebek 2

c. Bagian yang apat imakan (B)
Bagian yang bebek dapat dimakan : 400 gram

. Burung Dara 1

Pada praktikum burung dara 1 dihasilkan data sebagai berikut :
a. Perhitungan Bobot Utuh dan Karkas
Berat utuh burung dara 1 : 261,5 gram
Berat karkas : 202,1 gram
Presentasei Karkas dari bobot utuh : 202,1 /261,5 x 100 77,2

b. Keempukan daging unggas dinilai secara relatiI
Burung dara 1

c. Bagian yang apat imakan (B)
Bagian yang burung dara dapat dimakan : 153,8 gram

Bagian karkas
(gr)
Berat (gr) Berat tanpa tulang (gr)
Paha bawah 4,9 4
Paha atas 7 5,4
Sayap 21,5 8,3
ada 40,3 38,1
Tubuh bagian atas 29,6 9,1
Tubuh bagian bawah 22,2 12
Jumlah 125,5 76,9


. Burung dara 2
Pada praktikum burung dara 2 dihasilkan data sebagai berikut :
a. Perhitungan Bobot Utuh dan Karkas
Berat utuh : 235 gr
Berat karkas : 170 gr
Persentase karkas : 170 / 235 x 100 72, 34
b. Keempukan daging unggas dinilai secara relatiI
Burung dara 2
c. B
Berat bagian yang dapat dimakan :
Berat awal berat bagian yang dapat dimakan / berat awal x 100
(235 gr 106 gr) / 235 gr x 100 54.89
Pembahasan
Nama bahan Perhitungan bobot utuh dan karkas
Keempukan
daging unggas
B

Berat
utuh
Berat
karkas
Persentase
karkas

Ayam buras 1 585 g 425 g 72,6 300 g
Ayam buras 2 493,5 gr 385 gr 51
Ayam ras 1 1467 g 841,5 g 57,3 589 g
Bebek 1 840 g 530 63
Bebek 2 995 g 658 g
66,13
400
Burung dara 1 261,5 g 202,1 g 77,2 153,8
Burung dara 2 234 g 170 g 72,34 54,89 g
ari data diatas bisa diambil kesimpulan keempukan uggas berurutan
mulai dari daging ayam ras, ayam buras, burung dara dan bebek. Adapun jenis
unggas yang memiliki berta paling besar adalah ayam ras 1, sedangkan berat
terendah adalah burung dara 2 karena burung dara tubuhnya memang kecil. an
terakhir yang akan dibandingkan dalam table ini adalah B, adapun jenis ungas
yang Bnya terbanyak adalah daging ayam ras 1, sedangkan B terendah

adalah Burung dara 2. Kesimpulan yang bisa diambil, B berbanding lurus


dengan Berat utuh dan berat karkas.
Daftar pustaka
1. Muchtadi, Tien R., dkk. 2010. Ilmu Pengetahuan Bahan Makanan. Bogor
: AlIabeta CV.
2. Klappenbach, Laura. 2011. ;es-Definition of ;es.
http://animals.about.com/cs/birds/g/Aves.htm. (diakses tanggal 19
November 2011).

Lampiran

I|gure 3 ayam ras


I|gure 2 burung dara
I|gure 1 karkas ayam ras
I|gure S bebek I|gure 4 karkas bebek