Anda di halaman 1dari 3

PENDAHULUAN Latar Belakang

Kebutuhan lahan yang semakin meningkat, langkanya lahan pertanian yang subur dan potensial, serta adanya persaingan penggunaan lahan antara sektor pertanian dan non-pertanian, memerlukan teknologi tepat guna dalam upaya mengoptimalkan penggunaan lahan secara berkelanjutan. Untuk dapat

memanfaatkan sumber daya lahan secara terarah dan efisien diperlukan tersedianya data dan informasi yang lengkap mengenai keadaan iklim, tanah dan sifat lingkungan fisik lainnya, serta persyaratan tumbuh tanaman yang diusahakan. Data iklim, tanah, dan sifat fisik lingkungan lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman serta terhadap aspek manajemennya perlu diidentifikasi melalui kegiatan survei dan pemetaan sumber daya lahan. Evaluasi lahan merupakan suatu pendekatan atau cara untuk menilai potensi sumber daya lahan. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi tentang arahan penggunaan lahan yang diperlukan dan nilai harapan produksi yang kemungkinan akan diperoleh. Dalam penelitian ini, sistem evaluasi lahan yang akan digunakan adalah sistem matching atau mencocokkan antara kualitas dan sifat-sifat lahan (Land Chracteristic) dengan kriteria kelas kesesuaian lahan yang disusun berdasarkan persyaratan tumbuh komoditas pertanian yang berbasis lahan. Adapun metode ini mengacu pada Kriteria Kesesuaian Lahan Tanaman Jarak Pagar untuk Produksi Biji dan Minyak (Tentative), yang disusun oleh Sudrajat, dkk, 2005

Universitas Sumatera Utara

Ketika harga BBM meningkat tajam dan tampaknya tidak mungkin lagi menikmati BBM murah, maka semua pihak mulai sadar perlunya mencari bahan bakar alternatif, khususnya yang terbarukan. Salah satunya yang dipandang potensial dari kelompok tanaman adalah jarak pagar karena memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan sumber nabati lainnya. Tanaman ini tidak hanya jadi salah satu alternatif pengganti BBM berbahan dasar fosil, melainkan juga untuk merehabilitasi lahan kritis 21 juta hektar di Indonesia dan menyerap banyak tenaga kerja sekaligus mengurangi angka kemiskinan. Namun, budi daya tanaman Jarak (Jatropha curcas L) hingga saat ini masih sangat terbatas. Hal ini dikarenakan pandangan masyarakat terhadap tanaman Jarak pagar masih sebatas tanaman hias, padahal jika tanaman jarak dikembangkan secara intensif maka tidak hanya sebagai bahan baker biodissel tetapi juga bermanfaat dalam konservasi lingkungan. Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu sentral budi daya pertanian khususnya hortikultura di Sumatera Utara. Oleh karena itu, perlu adanya suatu tindakan pelestarian sumber daya alam dalam hal ini tanah dan air melalui budi daya tanaman konservasi, salah satunya adalah tanaman Jarak pagar (Jatropha curcas L). Karena selain sebagai tanaman konservasi, jarak pagar juga sangat menguntungkan secara komersil melalui pengolahannya menjadi bahan bakar biodiesel.

Universitas Sumatera Utara

Bertitik tolak dari uraian di atas maka penulis berkeinginan untuk melaksanakan penelitian evaluasi kesesuaian lahan di desa Rumah Pilpil Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang untuk tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L) sehingga dapat memberikan informasi yang lebih bermanfaat.

Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian lahan di desa Rumah Pilpil Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang untuk tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L)

Kegunaan Penelitian Sebagai salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar kesarjanaan di Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Universitas Sumatera Utara