Anda di halaman 1dari 12

Dy.

Juliano Munil
Jannis Jan Angclis
Reviewer:
Bwi 4ndista
Rizky Busti 4ndhini
Siti 4rifah
0PLRA1l0N3 PLRl0RMANCL MLA3uRLMLN1
331LM3 R0LL3
(Peran 0perasi 3istem Pengukuran Kinerja)
Tujuan Tujuan Penelitian Penelitian
Untuk memahami
dan mengidentifikasi
apa saja peran yang
dilakukan sistem
pengukuran kinerja.
ntroduction ntroduction
Sosial ekonomi dan model organisasi yang baru
memaksa perusahaan untuk reorientasi strategi,
sistem operasi dan proses mereka. Khususnya,
organisasi yang berfokus pada revisi sistem
pengukuran kinerja.
Penelitian ini didasarkan pada studi kasus yang
digunakan untuk menyelidiki sistem pengukuran
kinerja yang digunakan.
Perhatian khusus diberikan pada manajemen strategis
dan masalah pengukuran kinerja, dimana
pemahaman peran sistem pengukuran kinerja penting
bagi operasi sistem manajemen strategis yang
dirancang ulang.
ntroduction ntroduction
O alam rangka untuk mengidentifikasi peran
sistem pengukuran kinerja, sebelumnya
penelitian ini telah melakukan kajian literatur
dan memberikan kontribusi untuk
menghasilkan daftar awal peran dan fungsi
dari pengukuran kinerja.
O aftar konsensual akhir peran sistem
pengukuran kinerja digunakan dalam
penelitian ini sebagai masukan untuk desain
protokol studi kasus. Studi kasus digunakan
untuk mengidentifikasi tiga peran yang paling
relevan dari penelitian sistem pengukuran
kinerja.
etodologi etodologi penelitian penelitian
O !enelitian ini menggunakan data primer, yaitu
wawancara semi-terstruktur yang diterapkan
untuk 20 ahli.
- 11 akademisi: dibidang kinerja, strategi operasi,
perencanaan produksi dan kontrol, dan
manajemen rantai pasokan
- 9 manajer operasi dari perusahaan manufaktur
dan jasa
O !roses penelitian didasarkan pada studi kasus
yang diterapkan untuk 3 perusahaan manufaktur
dan 3 perusahaan jasa. !erusahaan yang dipilih
berdasarkan pengalaman mereka dalam
pengukuran kinerja dan tingkat kematangan !S
dalam manajemen melalui pengukuran.
!erusahaan tersebut yaitu:
1. AL!A
2. BETA
3. GAA
4. ELTA
5. E!SILON
6. ZETA
Pengukuran Pengukuran Kinerja Kinerja
O Informasi yang dihasilkan oleh sistem kinerja
manajemen strategis dapat digunakan untuk
menghasilkan perubahan positif dalam budaya
organisasi, sistem dan proses.
O Sistem pengukuran kinerja bertanggung jawab
untuk proses implementasi manajemen strategis.
Sistem manajemen strategis harus mampu
mengikuti dan mengendalikan proses
implementasi strategis.
O Tujuan utama sistem pengukuran adalah pada
dasarnya ditentukan oleh ukuran "utilitas, yang
tertanam dalam pengukuran isi dan struktur.
O !S adalah sustu sistem manajemen
terpadu yang menghubungkan antara
dimensi kinerja bisnis dengan rencana
yang akan dilaksanakan.
O Sebelumnya penelitian telah mengerjakan
sintesis daftar peran !S, berdasarkan
satu set wawancara para ahli dan
percobaan elphi. Tabel 1 menunjukkan
daftar yang akan digunakan dalam
penelitian ini sebagai referensi untuk
desain protokol studi kasus.
O TABEL 1
Protokol Protokol Studi Studi Kasus Kasus
O !rotokol Studi kasus dipandu oleh identifikasi
peran dan disusun untuk menguji kepatuhan dari
peran yang diusulkan dibandingkan kinerja
perusahaan yang lainnya.
O !rotokol studi kasus pada dasarnya berorientasi
untuk mengidentifikasi apa saja peran yang
dimainkan perusahaan dalam operasi hari ke
hari.
O Tabel 2 menunjukkan prosedur yang diusulkan
untuk pelksanaan studi kasus.
O Tabel.2 Protokol Studi Kasus
asil asil Penelitian Penelitian
O Gambar asil !enelitian
Kesimpulan Kesimpulan
O !emahaman !S adalah hal yang penting
untuk memahami keseluruhan dinamika
sistem operasi manajemen strategis
O !eran yang dihasilkan oleh penyaringan dari
3 penelitian sebelumnya, mulai dari asumsi
teoritis yang disempurnakan dengan
wawancara ahli dan diuji oleh eksperimen
elphi.
O !roses penyaringan memberikan kematangan
pada penelitian dalam pembelajaran dan
pendekatan sistem pengukuran kinerja.
Kesimpulan Kesimpulan
O Studi kasus menunjukkan bahwa peran
yang dimainkan oleh kontingen !S untuk
strategis dan harus terintegrasi dengan
desain rekomendasi operasi manajemen
strategis.
O !eran dalam persyaratan meta-design akan
menghasilkan fakta dalam dalam spesifikasi
sistem fungsional, yaitu, peran akan
dilakukan berdasarkan teknik yang
dikembangkan dan kompetensi
organisasiyang dimobilisasi melalui fungsi
sistem dan sumber daya.