Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN

Audit Akademik Internal Tahun 2009


Departemen Biologi FMIPA IPB

KANTOR AUDIT INTERNAL INSTITUT PERTANIAN BOGOR


Gedung Andi Hakim Nasoetion, Lantai 3, Kampus IPB Darmaga Bogor Telefax : 0251 8621291, E-mail : audit_ipb@ipb.ac.id

RINGKASAN EKSEKUTIF
Kegiatan audit internal bidang akademik merupakan salah satu bentuk monitoring dan evaluasi yang dilakukan terhadap capaian maupun target-target yang telah ditetapkan. Adapun sasaran dari program kerja ini adalah meningkatnya mutu akademik dan adanya penjaminan mutu. Auditi dalam kegiatan audit internal akademik ini adalah Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA IPB). Kegiatan audit internal akademik mencakup persiapan sampai pelaporan yang dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2009. Semua informasi tentang pengelolaan akademik Departemen Biologi/FMIPA berdasarkan pada Tahun Akademik 2007 dan 2008. Pemeriksaan dilakukan terhadap prosedur-prosedur yang telah dirancang sebagai acuan terhadap pelaksanaan akademik sehingga dapat diketahui ketidaksesuaian yang berpengaruh terhadap pelayanan mutu akademik IPB. Beberapa hasil temuan kegiatan audit internal pada Departemen Biologi FMIPA IPB diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Masih terdapat mata kuliah yang belum mempunyai dokumentasi SAP 2. Kontrak kuliah belum terdokumentasi dengan baik pada tingkat departemen sebagai bukti tertulis 3. Jumlah dan kualitas peralatan laboratorium kurang memadai dibandingkan jumlah mahasiswa 4. Fasilitas ruang laboratorium belum sesuai dengan persyaratan 5. Pertemuan praktikum masih kurang dari 14 tatap muka 6. Keterlambatan pemasukan nilai (terutama interdep) rata-rata melebihi dua minggu 7. Jadwal kuliah dan praktikum sistem Mayor Minor yang bentrok 8. Ruang laboratorium khusus untuk penelitian (tugas akhir mahasiswa atau penelitian dosen) masih kurang. Hasil temuan yang berupa ketidaksesuaian tidak seluruhnya menjadi tanggung jawab Departemen Biologi, tetapi juga pihak IPB. Dengan demikian ketidaksesuaian tersebut harus segera diselesaikan sehingga akibat terburuk dalam proses pendidikan dapat dihindari.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT sehingga Laporan Audit Akademik Internal Departemen Biologi/FMIPA Institut Pertanian Bogor Tahun 2009 ini dapat diselesaikan. Laporan ini disusun sebagai laporan hasil audit oleh Tim Audit Akademik Internal tentang Tugas Melaksanakan Audit Akademik berdasarkan 2009 di Surat Tugas Rektor IPB Nomor 2149/I3/KP/2009 tanggal 30 Maret 2009 Tahun lingkungan Institut Pertanian Bogor. Berdasarkan hasil audit terdapat beberapa temuan yang

keseluruhannya sudah mendapat tanggapan dari pihak Departemen Biologi/FMIPA IPB. Harapan kami temuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kinerja. Apresiasi kami sampaikan kepada auditi yang telah berkooperatif dalam pelaksanaan kegiatan audit ini. Ucapan terima kasih kami berikan bagi semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan.

Bogor, Juli 2009 Ketua Tim

Dr. Ir. Anna Fariyanti, MSi NIP 19640921 199003 2 001

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran Bab 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan Pemeriksaan 1.3. Lingkup Pemeriksaan 1.4. Dasar Hukum/Aturan yang Digunakan
1.5. Batasan Pemeriksaan 1.6. Metode Pemeriksaan 1.7. Kajian Ulang Hasil Audit Sebelumnya (jika ada) 1.8. Pengorganisasian Tim Audit 1.9. Jadwal Audit

Bab 2. Gambaran Umum Auditi (Departemen Biologi/FMIPA IPB) 2.1. Latar Belakang Pendirian 2.2. Visi, Misi dan Mandat Departemen 2.3. Tujuan dan Keunggulan Departemen 2.4. Organisasi Pelaksana 2.5. Kerjasama 2.6. Alamat Auditi Bab 3. Hasil Pemeriksaan 3.1. Temuan -1 3.2. Temuan -2 3.3. Temuan -3 3.4. Temuan -4 3.5. Temuan -5 3.6. Temuan - 6 3.7. Temuan -7 3.8. Temuan- 8 Bab 4. Kesimpulan Lampiran

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi saat ini semakin menjadi pacuan bagi setiap institusi pendidikan tinggi meningkatkan mutu akademik beserta pelayanannya. dengan tentang Pemerintah juga memperkuat hal ini dan mengeluarkan sistem berbagai undang-undang

peraturan yaitu Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 pendidikan nasional, Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2005 tentang perguruan tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar pendidikan tinggi, dan Higher Education Long Term Strategi 2003-2010 Tinggi dan tahun Pedoman 2003. Penjaminan Pemerintah Mutu juga Pendidikan

memandatkan penguatan pengendalian mutu kepada IPB yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 154 tahun 2000 tentang penetapan IPB sebagai badan hukum milik negara. Institut baik Pertanian Bogor merupakan perguruan tinggi

negeri yang terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dalam segi mutu akademik maupun pelayanan administrasi bagi civitas akademik itu sendiri. Hal ini juga terkait dengan salah satu misi IPB yaitu menyelenggarakan pendidikan tinggi bermutu tinggi dan pembinaan rangka Bogor kemahasiswaan sudah yang komprehensif Institut dalam

meningkatkan daya saing bangsa. Menyikapi kondisi ini, seyogyanya Pertanian

mengembangkan sistem penjaminan mutu dan melakukan pengendalian internal dengan melaksanakan audit mutu akademik. Terkait dengan peningkatan mutu input, proses dan output pendidikan serta pengembangan sistem penjaminan mutu akademik di IPB, maka diperlukan suatu audit internal bidang akademik. Kegiatan audit internal bidang akademik merupakan salah satu bentuk monitoring dan evaluasi yang dilakukan terhadap capaian maupun target-target yang telah ditetapkan. Kegiatan ini terkait dengan program Renstra lima tahunan terutama pada rencana kerja bidang pendidikan dan kemahasiswaan IPB pada program kerja peningkatan mutu input, proses dan output pendidikan dan pengembangan sistem penjaminan mutu akademik. Adapun sasaran dari program kerja ini adalah meningkatnya mutu akademik dan adanya penjaminan mutu. 1.2. 1. Meneliti akademik Tujuan Pemeriksaan kepatuhan/ketaatan internal tingkat penjaminan Departemen mutu

terhadap

kebijakan akademik, standar dan sasaran mutu, manual mutu internal tingkat Fakultas dan Institut. 2. Meneliti kesesuaian arah dan pelaksanaan penjaminan mutu akademik internal tingkat Departemen terhadap kebijakan akademik, standar dan sasaran mutu, dan manual mutu internal tingkat Fakultas dan Institut 3. Meneliti kepastian bahwa lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan yang ditetapkan oleh Departemen. 4. Untuk memastikan konsistensi penjabaran kurikulum dengan kompetensi Departemen.

5. Untuk

memastikan di

kepatuhan Departemen

pelaksanaan terhadap

proses

pembelajaran

prosedur

operasional baku dan Instruksi Kerja Departemen. 6. Untuk memastikan konsistensi pelaksanaan proses pembelajaran Departemen terhadap pencapaian kompetensi lulusan Departemen. 1.3. Lingkup Pemeriksaan

a. Sasaran Pemeriksaan Keandalan administrasi Biologi/FMIPA b. Periode yang Diperiksa Pelaksanaan akademik semester genap dan ganjil periode tahun 2007 sampai dengan tahun 2008. 1.4. 1. Dasar Hukum/Aturan yang Digunakan Sistem Pengendalian akademik Internal di atas bidang Departemen

Peraturan Pemerintah RI Nomor 61 Tahun 1999 tertanggal 24 Juni 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum ;

2.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 2000 tentang Penetapan Institut Pertanian Bogor Sebagai Badan Hukum Milik Negara, Pasal 45 dan 46 tentang Akuntabilitas dan Pengawasan oleh Auditor Internal IPB;

3. 4.

Surat Keputusan Rektor No. 210/K13/OT/2004 tentang Manual Mutu IPB; Keputusan Rektor IPB Nomor : 087/I3/PP/2008 tertanggal 18 Juli 2008 tentang Panduan Program Pendidikan Sarjana Institut Pertanian Bogor ;

5.

Surat

Tugas

Rektor

IPB

Nomor

2149/I3/KP/2009

tanggal 30 Maret 2009 tentang Tugas Melaksanakan

Audit Akademik Tahun 2009 di lingkungan Institut Pertanian Bogor. 1.5. Batasan Pemeriksaan

a. Semua informasi tentang pengelolaan akademik Departemen Biologi/FMIPA Tahun Akademik 2007 dan 2008. b. Pemeriksaan dalam meliputi prosedur-prosedur ketidaksesuaian yang dari dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai mendeteksi adanya pelaksanaan akademik yang berpengaruh terhadap pelayanan mutu akademik IPB. 1.6. Metode Pemeriksaan pemeriksaan diawali dengan melakukan

Kegiatan

audiensi sebagai kunjungan awal dengan pimpinan maupun bagian yang terkait dengan kegiatan akademik di Departemen Biologi/FMIPA. Kemudian dilakukan pemeriksaan dokumen dan peninjauan lapang. Data dan informasi selanjutnya dianalisis hingga diperoleh hasilnya. Pembahasan dilakukan untuk verifikasi serta untuk mendapatkan tanggapan dan komitmen tindak lanjut dari auditi. mulai dari tanggal tanggal 19 Juni 2009. Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan 14 Mei 2009 dan berakhir pada

1.7. ada)

Kajian Ulang Hasil Audit Sebelumnya (jika

Belum

pernah

ada

audit

akademik sebelumnya

yang dilakukan di Departemen Biologi/FMIPA baik dari Auditor Eksternal maupun Auditor Internal. 1.8. Pengorganisasian Tim Audit

Ketua Tim : Dr. Ir. Anna Fariyanti, MSi Anggota: Dr.Ir. Jono M.Munandar, MSc Dr. Ir. Nora H. Pandjaitan, DEA 1.9. Jadwal Audit Persiapan Sedangkan sampai tahap pelaporan audit dan

Kegiatan 2009.

direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Maret-Juli menindaklanjuti mengevaluasi kegiatan audit dilaksanakan oleh Kantor Audit Internal IPB pada bulan Agustus 2009. Adapun rincian kegiatan audit dapat dilihat dalam timetable di bawah ini.

No . 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kegiatan 1 Persiapan Administrasi Tahap merencanakan audit Tahap melakukan survey pendahuluan Tahap Desk Evaluation Tahap visitasi Tahap menyusun temuan dan rekomendasi Tahap penyusunan laporan Tahap menindak lanjuti hasil audit Tahap mengevaluasi kegiatan audit

Maret 2 3 4 1

April 2 3 4 1

Mei 2 3 4 1

Juni 2 3 4 1

Juli 2 3 4 1

Agustus 2 3 4

BAB II GAMBARAN UMUM AUDITI

2.1. Latar Belakang Pendirian Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA-IPB) pertama kali diselenggarakan pada bulan September tahun 1981. Adapun pendirian departemen tersebut selanjutnya diputuskan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia Nomor 0564/0/19830564/0/1983 pada tanggal 18 Desember 1983. Saat ini departemen Biologi sudah terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional (BAN). 2.2. Visi, Misi dan Mandat Departemen Departemen Biologi FMIPA-IPB mempunyai visi menjadi pusat unggulan dalam pendidikan nasional sarjana dan dan pascasarjana Biologi secara mampu

berkompetisi dalam skala internasional, yang meliputi unggul dalam penelitian dan pembangunan lingkungan. Adapun misi Departemen Biologi Biologi yang adalah secara dan mampu bioindustri dan pengembangan Biologi agribisnis yang ramah Dasar, biodiversitas, dan bioteknologi untuk membantu

menyelenggarakan pendidikan profesional teknologi, yang dan mengikuti berkualitas

Sarjana sains, Magister perkembangan tinggi, ilmu

sains, dan Doktor sains dalam bidang

mengembangkan ilmu pengetahuan dasar Biologi sebagai landasan dalam mengelola keanekaragaman hayati, dan menerapkan di bidang bioteknologi, mampu berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

yang menunjang pertanian, industri, dan kesehatan serta berperan bangsa aktif dalam pembangunan dan nasional untuk secara manusia berkelanjutan dan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan Indonesia khususnya umumnya. Adapun mandat Departemen Biologi, pengembangan ilmu dasar dan teknologi dalam bidang biologi yang mendasari pengelolaan lingkungan. 2.3. Tujuan dan Keunggulan Departemen Departemen Biologi FMIPA-IPB bertujuan menghasilkan Sarjana Sains, Magister Sains, dan Doktor Sains Biologi yang professional dan berakhlak tinggi, yang mampu merancang dan mengembangkan penelitian yang inovatif dalam bidang Biologi sumber daya alam dengan memanfaatkan kemajuan secara berkelanjutan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi guna memanfaatkan kesejahteraan manusia, melalui akademik yang berkualitas tinggi. Adapun tujuan khusus Program Studi Sarjana (S1) Biologi FMIPA-IPB adalah mencetak sarjana sains biologi berkualitas dengan bekal pengetahuan biologi modern yang relevan dengan peranan mereka di masa depan dalam mengelola dan memanfaatkan biodiversitas sumber daya Hayati, dan mengembangkan bioteknologi, sehingga mampu berkompetisi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional. pembinaan kehidupan dan pengembangan biodiversitas dan

Selain

program

sarjana,

program

pascasarjana

yang

diselenggarakan oleh departemen Biologi adalah sebagai berikut : 1. Mikrobiologi (S2) 2. Biosains Hewan (S2) 3. Biologi Tumbuhan (S2) 4. Mikrobiologi (S3) 5. Biosains Hewan (S3) 6. Biologi Tumbuhan (S3) Adapun keunggulan Departemen Biologi secara rinci

adalah sebagai berikut : 1. Berbagai kajian biodiversitas organisme 2. Bioteknologi yang menekankan pada isolasi gen dari bakteri, tanaman, dan hewan, serta pemanfaatannya 3. Penelitian genetika dan pemuliaan tanaman 4. Bioprospeksi dari aktinomisetes di bidang kesehatan, dan Rhizobia di bidang pertanian 5. Teknologi produksi senyawa gaharu 6. Menyediakan berbagai produk seperti : a) isolat dan bibit jamur pangan dan obat; b) sarana untuk penelitian mengenai jamur; c) jamur dan produk berbasis jamur; d) tanaman bermikoriza; e) produk-produk berbasis Mikoprotein; f) Bioremediasi lingkungan; g) preparat mikroskopis hewan dan tumbuhan; h) serta kultur jaringan tanaman. 7. Dapat diakses berbagai pelatihan seperti Biologi dan Budidaya Jamur.

8. Jurnal Biosains Hayati yang terakreditasi A telah diterbitkan oleh Departemen 2.4. Organisasi Pada tahun 2009, yang menduduki jabatan sebagai ketua dan sekretaris Departemen Biologi FMIPA masing-masing adalah Dr.Ir. Ence Darmo Jaya Supena dan Dr. Ir. Iman Rusmana, MSi. Adapun bendahara Deparatemen Biologi adalah Dr. Ir. Utut Widyastuti, MSi sedangkan komisi pendidikan adalah Dr.Dra. Nunik S. Ariyanti, MSi. 2.5. Kerjasama Departemen Biologi telah melakukan beberapa kerjasama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta diantaranya adalah dengan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Provinsi Nusa Tenggara Barat Kabupaten Bangka Kabupaten Temanggung Kabupaten Semarang STIPER Bangka Generation of chalange program (IRRI, Philippines) Kyoto University Japan PT. Semen Cibinong 2.6. Alamat Kantor

Adapun kantor departemen Biologi FMIPA IPB terletak pada Gedung FMIPA Kampus IPB Darmaga Bogor dengan nomor telpon dan fax 0251-8328837. Adapun informasi mengenai departemen tersebut dapat diakses melalui http://biologi.fmipa.ipb.ac.id/ sedangkan alamat E-mail : biologifmipa@ipb.ac.id

BAB III HASIL PEMERIKSAAN

3.1.Temuan -A1 Masih terdapat mata kuliah yang belum mempunyai dokumentasi Satuan Acara Pengajaran (SAP). Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Prosedur operasional baku. Pada proses belajar mengajar sangat diperlukan adanya SAP Hal tersebut mengakibatkan : terjadinya perbedaan atau ketidaksesuaian antara Garisgaris Besar Program Pengajaran (GBPP) dengan materi pengajaran pada setiap pertemuan proses belajar mengajar (khususnya untuk kelas paralel) Hal tersebut disebabkan : 1. Perubahan program studi menjadi Sistem Mayor Minor menyebabkan adanya perubahan-perubahan dalam Garisgaris Besar Program Pengajaran sehingga SAP masih dalam proses penyusunan. 2. Tidak dibuat SAP karena format SAP sangat membatasi kreativitas dosen 3. Adanya pandangan dosen bahwa SAP tidak diperlukan untuk satu kelas (kelas tunggal), tetapi diperlukan untuk kelas paralel Rekomendasi : SAP pada setiap mata kuliah sebaiknya terdokumentasi pada Departemen Biologi

Tanggapan Auditi : Khusus untuk kelas paralel agar dibuat SAP dan tidak terjadi untuk mata kuliah dengan satu kelas

Bogor, Juli 2009 Mengetahui


Ketua Departemen Auditor 1. Dr.Ir. Anna Fariyanti, MSi (.......................................)

2.Dr.Ir.Jono M.Munandar, MSc


(...................................) (Dr.Ir. Ence Darmo Jaya Supena) 3. Dr.Ir. Nora H. Padjaitan, DEA (...................................... .)

3.2.

Temuan A2 Kontrak kuliah pada umumnya sudah disampaikan koordinator atau dosen kepada mahasiswa pada awal kuliah. Namun demikian kontrak kuliah tersebut belum

terdokumentasi dengan baik pada tingkat departemen sebagai bukti tertulis Kondisi tersebut adanya tidak sesuai dengan kontrak kuliah yang Prosedur disampaikan operasional baku, dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan kepada mahasiswa Hal tersebut mengakibatkan : Tidak ada legal aspect Hal tersebut disebabkan : Belum diserahkan kontrak kuliah oleh koordinator mata kuliah kepada departemen Rekomendasi : Ketua Gugus Kendali Mutu mengkoordinir dokumen kontrak kuliah yang ditandatangani mahasiswa dan dosen Tanggapan Auditi : Menyetujui untuk melengkapi dokumen kontrak kuliah

Bogor, Juli 2009

Mengetahui Ketua Departemen ........) .

Auditor 1. Dr.Ir. Anna Fariyanti, MSi (......................................... 2. Dr.Ir.Jono M.Munandar, MSc (............................................)

(Dr.Ir. Ence Darmo Jaya Supena)

3. Dr.Ir. Nora H. Padjaitan, DEA (................................................. ....)

3.3.

Temuan A3

Jumlah dan kualitas peralatan laboratorium kurang memadai dibandingkan jumlah mahasiswa. Satu mikroskop digunakan untuk lima sampai enam mahasiswa.

Kondisi

tersebut

tidak

sesuai

dengan

Standar

internasional bahwa satu mikroskop untuk satu mahasiswa. Sedangkan di IPB idealnya mikroskop. Hal tersebut mengakibatkan : mahasiswa mempunyai ketrampilan yang tidak optimal baik dalam penggunaan alat maupun dalam pemahaman mengenai teori . Hal tersebut disebabkan : Sekitar 50 persen peralatan dalam laboratorium menunjukkan kondisi yang tidak memenuhi syarat (rusak dan model lama) dan tidak sesuai dengan kondisi untuk digunakan mahasiswa Rekomendasi : Peralatan laboratorium sebaiknya dipenuhi sesuai dengan jumlah mahasiswa dan kualitasnya pada kondisi baik. Tanggapan Auditi : pengadaan peralatan laboratorium menjadi tanggung jawab IPB Bogor, Juli 2009 Mengetahui Ketua Departemen Auditor 1. Dr.Ir. Anna Fariyanti, MSi (......................................) 2. Dr.Ir.Jono M.Munandar, MSc (..................................) (Dr.Ir. Ence Darmo Jaya Supena)3. Dr.Ir. Nora H. Padjaitan, DEA (......................................... ) dua mahasiswa dapat menggunakan satu

3.4.

Temuan A4 Fasilitas ruang laboratorium belum sesuai dengan persyaratan (kapasitas ruang, letak lantai, ac, listrik, air). Pada umumnya ruang laboratorium mempunyai kapasitas ruang tidak memadai sesuai jumlah mahasiswa, letaknya lantai V, tidak ber ac, listrik dan air sering mati Kondisi tersebut tidak sesuai dengan SOP mengenai letak atau penempatan laboratorium. Ruang laboratorium sebaiknya kapasitasnya sesuai jumlah mahasiswa dengan fasilitas ac, listrik dan air dan terletak pada lantai dasar. Hal tersebut mengakibatkan : Adanya laboratorium dengan kapasitas tidak memadai menyebabkan tidak efisien dalam penyelenggaraan praktikum karena harus dilakukan secara bergiliran. Selain itu letak laboratorium pada level V tanpa ada ventilasi yang memadai akan mengganggu pelaksanaan praktikum. Listrik dan air yang sering mati menyebabkan praktikum tertunda dan menjadi tidak efisien. Adanya kebocoran limbah dan tingkat keamanan sebagai akibat letak laboratorium Hal tersebut disebabkan : Tidak ada alternatif lain mengenai pengalokasian ruang laboratorium dikarenakan perpindahan gedung departemen Biologi dari kampus Baranangsiang ke kampus Darmaga. Sehingga ruang yang tersedia adalah dengan kapasitas yang kecil-kecil dan pada lantai paling atas (Lantai V) Rekomendasi : Penyediaan fasilitas laboratorium oleh IPB sesuai kebutuhan seperti listrik (genset), penempatan laboratorium dan air

Tanggapan Auditi : Beberapa alternatif yang sudah dilakukan departemen adalah menyediakan torn (penampungan air) meskipun masih belum mencukupi untuk kegiatan praktikum hari Sabtu dan Minggu. Selain itu perlu disediakan genset untuk menopang kegiatan laboratorium Bogor, Juli 2009
Mengetahui Ketua Departemen Auditor 1. Dr.Ir. Anna Fariyanti, MSi (........................................) 2. Dr.Ir.Jono M.Munandar, MSc (......................................) (Dr.Ir. Ence Darmo Jaya Supena) 3. Dr.Ir. Nora H. Padjaitan, DEA (............................................)

3.5.

Temuan A5

Pada Berita acara dan daftar hadir mahasiswa dalam praktikum masih ada yang tercatat kurang dari 14 tatap muka Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : Prosedur operasional baku perkuliahan dan praktikum, jumlah tatap muka dalam proses belajar mengajar minimal 14 kali pertemuan Hal tersebut mengakibatkan : Secara administratif, dokumen tidak sesuai dengan realita di lapangan Hal tersebut disebabkan : Praktikum yang dilakukan tidak hanya tatap muka langsung tetapi juga dapat berupa pengamatan. Berita acara dan Daftar Hadir mahasiswa tidak mengakomodasi adanya pengamatan yang dilakukan mahasiswa dalam arti mahasiswa tidak menandatangani daftar hadir demikian pula berita acara, sehingga terkesan jumlah tatap muka kurang dari 14 kali. Rekomendasi : Berita acara dan daftar hadir sebaiknya tetap diisi meskipun sifatnya diluar jam praktikum terjadwal seperti pengamatan, sub kultur, dan lainnya. Demikian halnya perubahan dalam GBPP dan SAP dengan mengakomodasi pengamatan sehingga jumlah kehadiran praktikum mencapai 14 kali pertemuan Tanggapan Auditi : Menyetujui

Bogor, Juli 2009 Mengetahui Ketua Departemen Auditor 1. Dr.Ir. Anna Fariyanti, MSi (............................................) 2. Dr.Ir.Jono M.Munandar, MSc (..........................................) (Dr.Ir. Ence Darmo Jaya Supena) 3. Dr.Ir. Nora H. Padjaitan, DEA (..............................................)

3.6. Temuan A6

Keterlambatan pemasukan nilai (terutama interdep) ratarata melebihi dua minggu Kondisi tersebut tidak sesuai dengan : Prosedur operasional baku. Berdasarkan prosedur operasional baku, nilai ujian diumumkan kepada mahasiswa maksimal 2 minggu sejak mata kuliah tersebut ujian Hal tersebut mengakibatkan : Pengisian KRS tidak didasarkan pada nilai IPK semester sebelumnya Hal tersebut disebabkan : Pengelolaan sistem informasi untuk nilai mata kuliah (SIMAK IPB) Rekomendasi : Perbaikan sistem informasi untuk nilai mahasiswa (SIMAK IPB) Tanggapan Auditi : FMIPA akan membuat sendiri program SIMAK
Bogor, Juli 2009 Mengetahui Ketua Departemen Auditor 1. Dr.Ir. Anna Fariyanti, MSi (...........................................) 2. Dr.Ir.Jono M.Munandar, MSc (..........................................) (Dr.Ir. Ence Darmo Jaya Supena) 3. Dr.Ir. Nora H. Padjaitan, DEA (............................................... )

3.7.

Temuan A7 Jadwal kuliah dan praktikum sistem Mayor Minor yang bentrok dan kuota masing-masing departemen Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Prosedur Operasional Baku. Dalam POB, jadwal kuliah dan praktikum sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dengan sistem mayor minor Hal tersebut mengakibatkan : Mahasiswa terlambat menyelesaikan studi tepat waktu karena jadwal yang bentrok Hal tersebut disebabkan : Keterbatasan sarana dan prasarana IPB Rekomendasi : Penambahan sarana dan prasarana kuliah dan praktikum Tanggapan Auditi : menyetujui rekomendasi
Bogor, Juli 2009 Mengetahui Ketua Departemen Auditor 1. Dr.Ir. Anna Fariyanti, MSi (.........................) 2. Dr.Ir.Jono M.Munandar, MSc (.......................................) (Dr.Ir. Ence Darmo Jaya Supena) 3. Dr.Ir. Nora H. Padjaitan, DEA

(.......................................)

3.8. Temuan A8

Ruang laboratorium khusus untuk penelitian (tugas akhir mahasiswa atau penelitian dosen) masih kurang. Kondisi tersebut tidak memenuhi kebutuhan dari jumlah mahasiswa dan penelitian dosen Kondisi tersebut tidak sesuai dengan harapan dosen dan mahasiswa. Sebaiknya ruang laboratorium yang tersedia dapat menampung penelitian semua mahasiswa dan dosen Hal tersebut mengakibatkan : Tidak semua mahasiswa dan dosen dapat melakukan penelitian di laboratorium Departemen Biologi Hal tersebut disebabkan : Karena adanya perpindahan lokasi departemen Biologi dari Baranangsiang ke Dermaga dengan fasilitas yang belum memadai Rekomendasi : Pengadaan laboratorium khusus untuk penelitian mahasiswa dan dosen Tanggapan Auditi : menyetujui rekomendasi
Bogor, Juli 2009 Mengetahui Ketua Departemen Auditor 1. Dr.Ir. Anna Fariyanti, MSi (.............................................) 2. Dr.Ir.Jono M.Munandar, MSc (..........................................) (Dr.Ir. Ence Darmo Jaya Supena) 3. Dr.Ir. Nora H. Padjaitan, DEA (..............................................)

BAB IV KESIMPULAN

Berdasarkan kegiatan audit internal akademik pada Departemen Biologi FMIPA IPB dapat disimpulkan masih terdapat ketidaksesuaian antara panduan operasional baku yang menjadi acuan penyelenggaraan pendidikan di IPB dengan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan. Beberapa ketidaksesuaian tersebut diantaranya adalah tidak semua mata kuliah mempunyai SAP, kontrak kuliah belum terdokumentasi, jumlah dan kualitas peralatan laboratorium kurang memadai dibandingkan jumlah mahasiswa, fasilitas ruang laboratorium belum sesuai dengan persyaratan (ruang, ac, listrik, air), berita acara dan daftar hadir mahasiswa dalam praktikum masih ada yang tercatat kurang dari 14 tatap muka, keterlambatan pemasukan nilai (terutama interdep) rata-rata melebihi dua minggu, jadwal kuliah dan praktikum sistem Mayor Minor yang bentrok dan kuota masingmasing departemen dan ruang laboratorium khusus untuk penelitian (tugas akhir mahasiswa atau penelitian dosen) masih kurang. Beberapa ketidaksesuai tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Ketua Departemen tetapi juga IPB, Wakil Dekan FMIPA, Ketua Gugus Kendali harus Mutu Departemen dan Fakultas. sehingga Ketidaksesuaian mutu pendidikan. segera diperbaiki

penyelenggaraan akademik berjalan dengan baik dan terjamin