Anda di halaman 1dari 35

HUKUM DAN ETIKA HUKUM DAN ETIKA

PROFESI PROFESI
OLEH: OLEH:
MEGA FITRI HERTINI, SH, MH MEGA FITRI HERTINI, SH, MH
KONTRAK PERKULIAHAN KONTRAK PERKULIAHAN
Hadir kuliah minimal 75 Hadir kuliah minimal 75
Mengumpulkan tugas tepat pada waktunya Mengumpulkan tugas tepat pada waktunya
Komponen penilaian Komponen penilaian
- - UTS UTS
- - UAS UAS
- - Kehadiran Kehadiran
- - Paper Paper
- - Tugas Harian Tugas Harian
Keaktifan Keaktifan
KETERLAMBATAN MAXIMAL 20 MENIT KETERLAMBATAN MAXIMAL 20 MENIT
Toleransi Toleransi
Sharing ilmu/pengalaman Sharing ilmu/pengalaman
Kelulusan dengan nilai A Kelulusan dengan nilai A
Tugas jangan banyak Tugas jangan banyak
Ujian dipermudah Ujian dipermudah
Apa yang
Anda
harapkan dari
saya?
MATERI PERKULIAHAN MATERI PERKULIAHAN
!engertian Etika !engertian Etika
2 2 Etika dan Moral Etika dan Moral
3 3 Etika dan Agama Etika dan Agama
4 4 !eranan dan Iungsi etika !eranan dan Iungsi etika
5 5 Kebebasan dan tanggung jawab, hati nurani, hak dan kewajiban Kebebasan dan tanggung jawab, hati nurani, hak dan kewajiban
Ukuran baik dan buruk, menurut Ukuran baik dan buruk, menurut
Ajaran Islam Ajaran Islam
Adat kebiasaan Adat kebiasaan
Hedonisme (kebiasaan) Hedonisme (kebiasaan)
isikan Hati (Instuisi), dll isikan Hati (Instuisi), dll
Arti Sebuah !roIesi Arti Sebuah !roIesi
2 2 Kode etik proIesi Kode etik proIesi
3 3 !rinsip !rinsip prinsip etika proIesi dan dasar prinsip etika proIesi dan dasar dasar legitimasi proIesi dasar legitimasi proIesi
4 4 Etika proIesi hukum Etika proIesi hukum
5 5 Arti penting kode etik proIesi hukum Arti penting kode etik proIesi hukum
Referensi Referensi
FilsaIat Hukum FilsaIat Hukum
2 2 Etika !roIesi Hukum, Abdulkadir Etika !roIesi Hukum, Abdulkadir
Muhammad Muhammad
3 3 Etika dan !roIesi Hukum, Suhrawardi K Etika dan !roIesi Hukum, Suhrawardi K
Lubis Lubis
4 4 Etika !roIesi Hukum, Abdul Wahid dan Etika !roIesi Hukum, Abdul Wahid dan
Moh Muhibbin Moh Muhibbin
5 5 Etika Sosial, Jenny Teichman Etika Sosial, Jenny Teichman
PENGERTIAN ETIKA PENGERTIAN ETIKA
Etika berasal dari bahasa yunani kuno yaitu Etika berasal dari bahasa yunani kuno yaitu
Ethos Ethos yang dalam bentuk tunggal berarti adat yang dalam bentuk tunggal berarti adat
kebiasaan, adat istiadat, dan ahlak yang baik kebiasaan, adat istiadat, dan ahlak yang baik
entuk jamak dari ethos yaitu entuk jamak dari ethos yaitu ta etha ta etha yang yang
berarti adat kebiasaan Dari kata ethos inilah berarti adat kebiasaan Dari kata ethos inilah
dibentuk istilah etika oleh IilsuI Yunani dibentuk istilah etika oleh IilsuI Yunani
Aristoteles Aristoteles
Jadi etika berarti ilmu tentang apa yang biasa Jadi etika berarti ilmu tentang apa yang biasa
dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan
Dalam kamus besar ahas Indonesia terbitan Dalam kamus besar ahas Indonesia terbitan
Departemen !endidikan dan kebudayaan (), Departemen !endidikan dan kebudayaan (),
etika dirumuskan dalam 3 arti yaitu: etika dirumuskan dalam 3 arti yaitu:
) Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang ) Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang
buruk dan tentang hak dan kewajiban moral; buruk dan tentang hak dan kewajiban moral;
2) Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan 2) Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan
dengan ahlak; dengan ahlak;
3) Nilai mengenai benar dan salah yang dianut 3) Nilai mengenai benar dan salah yang dianut
oleh satu golongan atau masyarakat oleh satu golongan atau masyarakat
Menurut Hamzah Ya`kub dalam bukunya etika Menurut Hamzah Ya`kub dalam bukunya etika
islam merumuskan etika adalah ilmu pengetahuan islam merumuskan etika adalah ilmu pengetahuan
yang menyelidiki mana perbuatan yang baik dan yang menyelidiki mana perbuatan yang baik dan
mana yang buruk dan memperlihatkan amal mana yang buruk dan memperlihatkan amal
perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh
akal pikiran akal pikiran
Sedangkan dalam ahasa 'agama islam istilah Sedangkan dalam ahasa 'agama islam istilah
etika ini adalah merupakan bagian dari ahlak, karena etika ini adalah merupakan bagian dari ahlak, karena
ahlak adalah ilmu yang membahas tentang ahlak adalah ilmu yang membahas tentang
perbuatan manusia dan mengajarkan perbuatan baik perbuatan manusia dan mengajarkan perbuatan baik
yang harus dikerjakan dan perbuatan jahat yang yang harus dikerjakan dan perbuatan jahat yang
harus dihindari dalam hubungan dengan Allah SWT, harus dihindari dalam hubungan dengan Allah SWT,
manusia dan alam sekitar dalam kehidupan sehari manusia dan alam sekitar dalam kehidupan sehari
hari sesuai dengan nilai hari sesuai dengan nilai nilai moral nilai moral
Sedangkan menurut ARTENS arti etika Sedangkan menurut ARTENS arti etika
dibedakan menjadi 3 yaitu: dibedakan menjadi 3 yaitu:
) Etika dipakai dalam arti nilai ) Etika dipakai dalam arti nilai nilai dan norma nilai dan norma
norma moral yang menjadi pegangan bagi norma moral yang menjadi pegangan bagi
sesorang atau suatu kelompok dalam mengatur sesorang atau suatu kelompok dalam mengatur
tingkah lakunya Misalnya etika orang jawa, tingkah lakunya Misalnya etika orang jawa,
dll dll
2) Etika dipakai dalam arti kumpulan asas atau 2) Etika dipakai dalam arti kumpulan asas atau
nilai moral Yang dimaksud disini adalah nilai moral Yang dimaksud disini adalah
kode etik Contonya kode etik advokat, dll kode etik Contonya kode etik advokat, dll
3) Etika dipakai dalam arti ilmu yang tentang 3) Etika dipakai dalam arti ilmu yang tentang
baik dan buruk baik dan buruk
Jadi jika dihubungkan dengan etika proIesi hukum Jadi jika dihubungkan dengan etika proIesi hukum
pengertian etika menurut artens sangat relevan pengertian etika menurut artens sangat relevan
karena pengertian tersebut berkenaan dengan karena pengertian tersebut berkenaan dengan
perilaku sesorang atau kelompok proIesi hukum perilaku sesorang atau kelompok proIesi hukum
etika proIesi hukum sekarang ini populer dengan etika proIesi hukum sekarang ini populer dengan
sebutan kode etik proIesi hukum sebutan kode etik proIesi hukum
Etika dimasukkan dalam disiplin pendidikan hukum Etika dimasukkan dalam disiplin pendidikan hukum
disebabkan belakangan ini terlihat adanya gejala disebabkan belakangan ini terlihat adanya gejala
penurunan etika dikalangan para aparat penegak penurunan etika dikalangan para aparat penegak
hukum, yang mana hal ini akan merugikan bagi hukum, yang mana hal ini akan merugikan bagi
pembangunan msyarakat Indonesia pembangunan msyarakat Indonesia
!roIesi hukum yang ada di Indonesia antara lain: !roIesi hukum yang ada di Indonesia antara lain:
Hakim Hakim
Jaksa Jaksa
Advokad Advokad
Konsultan Hukum !asar Modal Konsultan Hukum !asar Modal
Notaris Notaris
Diplomat Diplomat
Mediator Mediator
Arbiter Arbiter
Jadi tujuan dipelajari mata kuliah hukum dan etika Jadi tujuan dipelajari mata kuliah hukum dan etika
proIesi ini adalah agar mahasiswa mendapatkan proIesi ini adalah agar mahasiswa mendapatkan
pemahaman yang baik terhadap proIesi hukum yang pemahaman yang baik terhadap proIesi hukum yang
akan ditekuni setelah menjadi sarjana hukum akan ditekuni setelah menjadi sarjana hukum
ETIKA DAN MORAL ETIKA DAN MORAL
Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh
ARTENS kata yang sangat dekat dengan ARTENS kata yang sangat dekat dengan
etika adalah moral etika adalah moral
Kata moral berasal dari bahasa latin yaitu Kata moral berasal dari bahasa latin yaitu 2os 2os
atau atau 2ores 2ores yang juga berarti adat kebiasaan yang juga berarti adat kebiasaan
Secara etimologis arti kata etika sama dengan Secara etimologis arti kata etika sama dengan
moral, keduanya berarti adat kebiasaan moral, keduanya berarti adat kebiasaan
!erbedaannya hanya terletak pada bahasa !erbedaannya hanya terletak pada bahasa
asalnya asalnya
Dengan merujuk pada arti etika yang sesuai, maka Dengan merujuk pada arti etika yang sesuai, maka
arti kata moral sama dengan arti kata etika, yaitu arti kata moral sama dengan arti kata etika, yaitu
nilai nilai nilai dan norma nilai dan norma norma yang menjadi pegangan norma yang menjadi pegangan
seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur
tingkah laku tingkah laku
Contohnya: apabila ada yang mengatakan 'Advokad Contohnya: apabila ada yang mengatakan 'Advokad
yang membela perkara itu tidak bermoralartinya yang membela perkara itu tidak bermoralartinya
perbuatan advokad itu melanggar nilai perbuatan advokad itu melanggar nilai nilai dan nilai dan
norma norma norma etis yang berlaku dalam kelompok norma etis yang berlaku dalam kelompok
peroIesinya peroIesinya
Apabila ada yang mengatakan 'dosen itu bermoral Apabila ada yang mengatakan 'dosen itu bermoral
bejat, artinya dosen itu berperilaku tidak baik dan bejat, artinya dosen itu berperilaku tidak baik dan
tidak benar, tidak sesuai dengan nilai tidak benar, tidak sesuai dengan nilai nilai dan nilai dan
norma norma norma pegangan dosen norma pegangan dosen
MORALITAS MORALITAS
Moralitas juga berasal dari bahasa latin yaitu Moralitas juga berasal dari bahasa latin yaitu
2oralis 2oralis yang pada dasarnya mempunyai arti yang yang pada dasarnya mempunyai arti yang
sama dengan moral, tetapi lebih bersiIat abstrak sama dengan moral, tetapi lebih bersiIat abstrak
Moralitas adalah keseluruhan asas dan nilai yang Moralitas adalah keseluruhan asas dan nilai yang
berkenaan dengan baik dan buruk Dengan kata lain, berkenaan dengan baik dan buruk Dengan kata lain,
moralitas merupakan kualitas perbuatan manusiawi, moralitas merupakan kualitas perbuatan manusiawi,
dalam arti perbuatan itu baik atau buruk, benar atau dalam arti perbuatan itu baik atau buruk, benar atau
salah salah
Contonya: moralitas kolusi para hakim dengan pihak Contonya: moralitas kolusi para hakim dengan pihak
yang berperkara adalah buruk, sedangkan moralitas yang berperkara adalah buruk, sedangkan moralitas
putusan hakim yang sesuai dengan rasa keadilan putusan hakim yang sesuai dengan rasa keadilan
adalah baik adalah baik
Faktor penentu moralitas perbuatan manusia Faktor penentu moralitas perbuatan manusia
adalah, yaitu: adalah, yaitu:
Motivasi, adalah hal yang dinginkan oleh pelaku Motivasi, adalah hal yang dinginkan oleh pelaku
perbuatan dengan maksud untuk mencapai sasaran perbuatan dengan maksud untuk mencapai sasaran
yang hendak ditujujadi motivasi itu dikehendaki yang hendak ditujujadi motivasi itu dikehendaki
secara sadar, sehingga menentukan kadar moralitas secara sadar, sehingga menentukan kadar moralitas
perbuatan perbuatan
2 2 Tujuan akhir, adalah diwujudkannya perbuatan Tujuan akhir, adalah diwujudkannya perbuatan
yang dikehendaki secara bebas, artinya perbuatan yang dikehendaki secara bebas, artinya perbuatan
itu memang dikehendaki oleh pelakunya itu memang dikehendaki oleh pelakunya
3 3 Lingkungan perbuatan, adalah segala sesuatu yang Lingkungan perbuatan, adalah segala sesuatu yang
secara aksidental mengelilingi atau mewarnai secara aksidental mengelilingi atau mewarnai
perbuatan perbuatan
UKURAN MENGENAI BAIK DAN UKURAN MENGENAI BAIK DAN
BURUK BURUK
!ENGERTIAN !ENGERTIAN
Ensiklopedi Ensiklopedi Indonesia, Indonesia, pengertian pengertian mengenai mengenai sesuatu sesuatu
hal hal yang yang dianggap dianggap baik baik yaitu yaitu bila bila ia ia mendatangkan mendatangkan
rahmat, rahmat, dan dan memberikan memberikan rasa rasa senang senang atau atau bahagia bahagia
sesuatu sesuatu hal hal yang yang buruk buruk yaitu yaitu segala segala sesuatu sesuatu yang yang
tercela tercela (perbuatan (perbuatan yang yang bertentangan bertentangan dengan dengan norma norma
norma norma masyarakat masyarakat yang yang berlaku berlaku
MENURUT A1ARAN ISLAM MENURUT A1ARAN ISLAM
Hadist ukhari dan Muslim Hadist ukhari dan Muslim
sesungguhnya sesungguhnya sesuatu sesuatu perilaku/perbuatan perilaku/perbuatan itu itu
tergantung tergantung kepada kepada niatnya, niatnya, dan dan
perilaku/perbuatan perilaku/perbuatan itu itu dinilai dinilai berdasarkan berdasarkan
niatnya` niatnya`
Jadi Jadi perbuatan perbuatan baik baik atau atau buruk buruk itu itu bukan bukan
tergantung tergantung pada pada akibat/hasil akibat/hasil perbuatan perbuatan tetapi tetapi
berdasarkan berdasarkan niat niat dari dari orang orang yang yang melakukan melakukan
perbuatan perbuatan tersebut tersebut
Untuk Untuk megukur megukur apakah apakah sesuatu sesuatu itu itu dikategorikan dikategorikan
kepada kepada perbuatan perbuatan baik baik atau atau perbuatan perbuatan burk burk adalah adalah
didasarkan didasarkan kepada kepada::
Niat Niat (kehendak), (kehendak), yaitu yaitu sesuatu sesuatu yang yang
melatarbelakangi melatarbelakangi lahirnya lahirnya suatu suatu perbuatan perbuatan
22 Dalam Dalam hal hal merealisasi merealisasi kehendak kehendak harus harus
dilaksanakan dilaksanakan dengan dengan cara cara yang yang baik baik
ADAT KEBIASAAN ADAT KEBIASAAN
Setiap suku atau bangsa di dunia mempunyai Setiap suku atau bangsa di dunia mempunyai
adat yang diwariskan satu generasi ke generasi adat yang diwariskan satu generasi ke generasi
lain lain
Siapa yang taat kepada adat istiadat makan Siapa yang taat kepada adat istiadat makan
orang yg bersangkutan dapat dipandang baik, orang yg bersangkutan dapat dipandang baik,
sebaliknya bagi siapa yang melanggar maka sebaliknya bagi siapa yang melanggar maka
yang bersangkutan dipandang telah berbuat yang bersangkutan dipandang telah berbuat
buruk buruk
Menurut adat istiadat Menurut adat istiadat ukuran baik dan buruk ukuran baik dan buruk
itu tergantung kesetiaan dan ketaatan sesorang itu tergantung kesetiaan dan ketaatan sesorang
(loyal) terhadap ketentuan adat istiadat (loyal) terhadap ketentuan adat istiadat
KEBAHAGIAAN (HEDONISME) KEBAHAGIAAN (HEDONISME)
Ukuran baik dan buruk menurut paham ini 'apakah Ukuran baik dan buruk menurut paham ini 'apakah
tingkah laku dan perbuatan tersebut melahirkan tingkah laku dan perbuatan tersebut melahirkan
kenikmatan/kelezatan kenikmatan/kelezatan
Hal ini dapat dilihat dari tiga sudut pandang, yaitu: Hal ini dapat dilihat dari tiga sudut pandang, yaitu:
Aliran hedonisme individualistis Aliran hedonisme individualistis
'bahwa manusia mencari kebahagiaan yang 'bahwa manusia mencari kebahagiaan yang
bersiIat individualis bahwa manusia itu mencari bersiIat individualis bahwa manusia itu mencari
kebahagiaan diri sepuas kebahagiaan diri sepuas puasnya dan puasnya dan
mengorientasikan seluruh sikap dan perilakunya mengorientasikan seluruh sikap dan perilakunya
untuk mencapai kebahagiaan itu untuk mencapai kebahagiaan itu
2 Kebahagiaan rasional 2 Kebahagiaan rasional rasionalistik hedonis2 rasionalistik hedonis2
' kebahagiaan atau kelezatan individu haruslah ' kebahagiaan atau kelezatan individu haruslah
berdasarkan pertimbangan akal yang sehat berdasarkan pertimbangan akal yang sehat
3 Kebahagiaan Universal 3 Kebahagiaan Universal &niversalistic hedonis2 &niversalistic hedonis2
mengacu pada akibat perbuatan itu melahirkan mengacu pada akibat perbuatan itu melahirkan
kesenangan atau kebahagiaan kpd seluruh mahluk kesenangan atau kebahagiaan kpd seluruh mahluk
BISIKAN HATI (INSTUISI) BISIKAN HATI (INSTUISI)
Merupakan kekuatan batin yang dapat Merupakan kekuatan batin yang dapat
mengidentiIikasi apakah sesuatu perbuatan itu mengidentiIikasi apakah sesuatu perbuatan itu
baik atau buruk tanpa terlebih dahulu meluiat baik atau buruk tanpa terlebih dahulu meluiat
akibat yang ditimbulkan dari perbuatan akibat yang ditimbulkan dari perbuatan
tersebut tersebut
Merupakan bantahan terhadap aliran Merupakan bantahan terhadap aliran
hedonisme (perbuatankebahagiaan) hedonisme (perbuatankebahagiaan)
Tujuan dari aliran ini yaitu keutamaan, Tujuan dari aliran ini yaitu keutamaan,
keunggulan, keistimewaan (kebaikan budi keunggulan, keistimewaan (kebaikan budi
pekerti) pekerti)
EVOLUSI EVOLUSI
!aham !aham ini ini berpendapat berpendapat bahwa bahwa segala segala sesuatu sesuatu yang yang
ada ada di di alam alam ini ini (secara (secara berangsur berangsur
angsur)bmengalami angsur)bmengalami perubahan perubahan menuju menuju ke ke arah arah
kesempurnaan kesempurnaan
Menurut Menurut Darwin Darwin (teori (teori evolusi), evolusi), terdapat terdapat patokan patokan
dalam dalam terjadinya terjadinya evolusi, evolusi, yaitu yaitu::
Adanya Adanya seleksi seleksi alam alam
22 Adanya Adanya perjuangan perjuangan hidup hidup
33 kekal kekal bagi bagi yang yang lebih lebih pantas pantas (yang (yang berhak berhak untuk untuk
hidup hidup adalah adalah bagi bagi yang yang telah telah lolos lolos dari dari perjuangan perjuangan
hidup) hidup)
erbicara moral dapat dihubungkan bahwa erbicara moral dapat dihubungkan bahwa
nilai moral harus selalu berkompetensi dengan nilai moral harus selalu berkompetensi dengan
nilai yang lainnya, bahkan dengan segala yang nilai yang lainnya, bahkan dengan segala yang
ada di alam ini, dan nilai moral yang tetap ada di alam ini, dan nilai moral yang tetap
dapat dikatakan sebagi sesuatu yang baik dapat dikatakan sebagi sesuatu yang baik
sedangkan nilai sedangkan nilai nilai yang tidak bertahan nilai yang tidak bertahan
dipandang sebagi sesuatu yang buruk dipandang sebagi sesuatu yang buruk
UTILITARISME UTILITARISME
Hal yang berguna/bermanIaat Hal yang berguna/bermanIaat
Ukuran Ukuran baik baik dan dan buruk buruk didasarkan didasarkan pada pada
apakah apakah perbuatan perbuatan tersebut tersebut berguna berguna atau atau
bermanIaat bermanIaat
Apabila Apabila perbuatan perbuatan tersebut tersebut bermanIaat bermanIaat atau atau
berguna berguna dipandang dipandang sebagai sebagai perbuatan perbuatan baik, baik,
sebaliknya sebaliknya apabila apabila perbuatan perbuatan tidak tidak bermanIaat bermanIaat
atau atau tidak tidak berguna berguna dipandang dipandang sebagi sebagi perbuatan perbuatan
buruk buruk
EUDAEMONISME EUDAEMONISME
Kebahagiaan (untuk bahagia) Kebahagiaan (untuk bahagia)
!rinsip pokok !rinsip pokokkebahagiaan bagi diri sendiri kebahagiaan bagi diri sendiri
dan kebahagiaan bagi orang lain dan kebahagiaan bagi orang lain
Menurut Aristoteles untuk mencapai Menurut Aristoteles untuk mencapai
Eudaemonisme ini diperlukan 4 hal, yaitu: Eudaemonisme ini diperlukan 4 hal, yaitu:
kesehatan, kebebasan, kemerdekaan, kesehatan, kebebasan, kemerdekaan,
kekayaan dan kekuasaan kekayaan dan kekuasaan
kemauan kemauan
!erbuatan baik !erbuatan baik
pengetahuan batiniah pengetahuan batiniah
PRAGMATISME PRAGMATISME
Meitikberatkan hal Meitikberatkan hal hal yang berguna bagi diri hal yang berguna bagi diri
sendiri (bersiIat moril maupun materil) sendiri (bersiIat moril maupun materil)
Cenderung tidak peduli terhadap orang lan Cenderung tidak peduli terhadap orang lan
Titik berat ajaran ini pengalaman, karena Titik berat ajaran ini pengalaman, karena
penganut ini tidak mengenal istilah kebenaran , penganut ini tidak mengenal istilah kebenaran ,
sebab kebenaran itu siIatnya abstrak dan tidak sebab kebenaran itu siIatnya abstrak dan tidak
akan diperoleh dalam dunia empiris akan diperoleh dalam dunia empiris
POSITIVISME POSITIVISME
Menitikberatkan Menitikberatkan kepada kepada hal hal hal hal positiI positiI
terhadap terhadap etika etika (sesuatu (sesuatu yang yang dapat dapat
diraba/dirasakan diraba/dirasakan oleh oleh panca panca indera) indera)
Aliran Aliran ini ini memandang memandang agama agama relatiI, relatiI, sebab sebab apa apa
yang yang menjadi menjadi tujuan tujuan beragama beragama tersebut tersebut tidak tidak
dapat dapat dirasakan dirasakan langsung langsung oleh oleh panca panca indera indera
manusia manusia
Yang Yang menjadi menjadi tolak tolak ukur ukur baik baik atau atau buruk buruk
yaitu yaitu:: 'ada 'ada tidaknya tidaknya persesuaian persesuaian individu individu
dengan dengan kepentingan kepentingan masyarakat masyarakat Jika Jika ada ada
persesuaian persesuaian maka maka dipandang dipandang baik, baik, jika jika tidak tidak
ada ada persesuaian persesuaian maka maka dipandang dipandang buruk, buruk,
NATURALISME NATURALISME
Yang menjadi ukuran baik/buruk yaitu: Yang menjadi ukuran baik/buruk yaitu:
'apakah sesuai dengan keadaan alam, apabila 'apakah sesuai dengan keadaan alam, apabila
alami maka itu dkatakan baik, sedangkan alami maka itu dkatakan baik, sedangkan
apabila tidak alami maka itu dikatakan buruk apabila tidak alami maka itu dikatakan buruk
Oleh karena itu Jean Jack Rousseau (penganut Oleh karena itu Jean Jack Rousseau (penganut
aliran ini) mengemukakan bahwa kemajuan, aliran ini) mengemukakan bahwa kemajuan,
pengetahuan, dan kebudayaan adalah menjadi pengetahuan, dan kebudayaan adalah menjadi
perusak alam yang utama perusak alam yang utama
VITALISME VITALISME
antahan terhadap aliran Naturalisme antahan terhadap aliran Naturalisme
Menurut aliran ini yang menjadi ukuran baik dan buruk bukanlah Menurut aliran ini yang menjadi ukuran baik dan buruk bukanlah
alam, akan tetapi 'vitae atau hidup alam, akan tetapi 'vitae atau hidup
Aliran ini dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu: Aliran ini dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
a Vitalisme !essimistis (negatiI vitalistis) a Vitalisme !essimistis (negatiI vitalistis)
menurut aliran ini bahwa manusia yang dilahirkan adalah 'celaka menurut aliran ini bahwa manusia yang dilahirkan adalah 'celaka
!aham ini mengungkapkan 'homo homini lupus Artinya ' manusia !aham ini mengungkapkan 'homo homini lupus Artinya ' manusia
yg satu adalah merupakan serigala bagi manusia yang lainnya yg satu adalah merupakan serigala bagi manusia yang lainnya
b Vitalisme Optimisme b Vitalisme Optimisme
Menurut aliran ini yang baik adalah segala sesuatu yang menempa Menurut aliran ini yang baik adalah segala sesuatu yang menempa
kemauan manusia untuk menjadi penguasa kemauan manusia untuk menjadi penguasa
menurut penganut aliran ini 'perang adalah halal sebab orang yg menurut penganut aliran ini 'perang adalah halal sebab orang yg
berperang itu yg akan memegang kekuasaan berperang itu yg akan memegang kekuasaan
GESSINGNUNGSETRHIK GESSINGNUNGSETRHIK
Yang terpenting menurut ajaran ini adalah Yang terpenting menurut ajaran ini adalah
'penghormatan akan kehidupan yaitu sedapat 'penghormatan akan kehidupan yaitu sedapat
mungkin setiap mahluk harus saling menolong mungkin setiap mahluk harus saling menolong
dan berkelakuan baik dan berkelakuan baik
Ukuran baik menurut aliran ini ialah Ukuran baik menurut aliran ini ialah
pemeliharaan akan kehidupan, dan yang buruk pemeliharaan akan kehidupan, dan yang buruk
adalah setiap usaha yang berakibat kebinasaan adalah setiap usaha yang berakibat kebinasaan
dan menghalang dan menghalang halangi hidup halangi hidup
IDEALISME IDEALISME
!okok aliran ini sangat mementingkan !okok aliran ini sangat mementingkan
eksistensi akal pikiran manusia, sebab eksistensi akal pikiran manusia, sebab
akal pikiran manusia inilah yang menjadi akal pikiran manusia inilah yang menjadi
sumber ide sumber ide
EKSISTENSIALISME EKSISTENSIALISME
Yang menjadi ukuran baik atau buruk Yang menjadi ukuran baik atau buruk
menurut aliran ini adalah 'truth is menurut aliran ini adalah 'truth is
subjektivity atau kebenaran terletak pada subjektivity atau kebenaran terletak pada
pribadi, dengan sendirinya apabila pribadi, dengan sendirinya apabila
kepurusan itu baik bagi pribadinya, maka kepurusan itu baik bagi pribadinya, maka
disebutlah baik, dan sebaliknya apabila disebutlah baik, dan sebaliknya apabila
keputusan itu tidak baik bagi pribadinya, keputusan itu tidak baik bagi pribadinya,
maka itulah yang buruk maka itulah yang buruk
ALIRAN MARXISME ALIRAN MARXISME
Ajaran ini didasarkan atas Dialectical Ajaran ini didasarkan atas Dialectical
Materialisme, yaitu segala sesuatu yang ada Materialisme, yaitu segala sesuatu yang ada
dikuasai oleh keadaan material, dan keadaan dikuasai oleh keadaan material, dan keadaan
material pun juga harus mengikuti jalan material pun juga harus mengikuti jalan
dialektika itu dialektika itu
Aliran ini memegang motto: 'segala sesuatu Aliran ini memegang motto: 'segala sesuatu
jalan dapatlah dibenarkan, asalkan saja jalan jalan dapatlah dibenarkan, asalkan saja jalan
dapat ditempuh untuk mencapai sesuatu dapat ditempuh untuk mencapai sesuatu
tujuam tujuam
KOMUNISME KOMUNISME
Etika komunisme merupakan teori Etika komunisme merupakan teori
pengetahuan ekonomi pengetahuan ekonomi
Orang yang menganut aliran ini adalah Orang yang menganut aliran ini adalah
orang orang orang yang dapat mengubah tujuan orang yang dapat mengubah tujuan
dari tujuan semula dari tujuan semula