Anda di halaman 1dari 3

SIKAP MENTAL DAN ETIKA PROFESI (POLISI)

Nama: Gravita Sari Rahajaan NIM : 11/312316/HK/18706 Skenario 1


Terminologi Inventarisasi : Suatu proses pendataan mengenai kebendaan Alat bukti : alat bukti adalah sesuatu hal (barang atau non barang) yang ditentukan oleh undang-undang yang dapat digunakan untuk memperkuat dakwaan. Barang bukti : Menurut penjelasan pasal 177 ayat (1) huruf a RUU KUHAP yang dimaksud dengan barang bukti adalah barang atau alat yang secara langsung atau tidak langsung untuk melakukan tindak pidana (real evidence atau physical evidence) atau hasil tindak pidana. Penetapan Masalah 1. Apakah bapak Kompol Syaiful Anawar melanggar kode etik polisi ? 2. Bagaimana pemrosesan barang bukti setelah penyitaan 3. Sanksi bagi Syaiful Anwar Curah Pendapat - Melanggar UU No.2 Tahun 2002 Pasal 15 karena barang tersebut hanya barang sitaan yang bersifat sementara dan tidak boleh diberikan kepada anaknya Tujuan Pembelajaran a. Untuk mengetahui kode etik polisi b. Untuk mengetahui pemrosesan barang bukti setelah penyitaan c. Sanksi bagi Syaiful Anwar

Skenario 2
Terminologi Modus : Motif/pola perbuatan Klarifikasi : Pelurusan terhadap suatu isu yang berkembang Penetapan Masalah a. Apakah tindakan Kompol Syaiful Anwar yang meminta fasilitas yang berlebihan kepada pers melanggar kode etik polri ? b. Bagaimana proses pengklarifikasian ? c. Apakah setiap permasalahan harus diklarifikasi ?

Curah Pendapat a. Apabila seorang polisi minta fasilitas yang berlebihan itu tidak pantas b. Apabila Kompol Syaiful Anwar diminta untuk klarifikasi dan menolak itu sah saja c. Setiap masalah wajib diberikan klarifikasi Tergantung dari besar kecilnya permasalahan, ex: pencurian ayam tidak perlu diklarifikasi

Tujuan Pembelajaran Untuk mengetahui kode etik Apakah tindakan Syaiful Anwar etis

Skenario 3
Terminologi Isu : Kabar yang belum pasti kebenarannya AKBP : Ajun Komisaris Besar Polisi Penetapan Masalah a. Apakah tindakan AKBP Syaiful Anwar yang mengesampingkan tugasnya etis atau tidak b. Apakah surat perintah dari kapolda boleh diwakilkan oleh wakapolres c. Bisakah surat perintah ditujukan kepada orang yang sedang dalam masa cuti Curah Pendapat Isi sumpah polisi: bahwa saya akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah dan martabat anggota kepolisian negara polisi harus mementingkan kepentingan negara dan masyarakat daripada diri sendiri Tujuan Untuk mengetahui kode etik kepolisian

Pembahasan Masalah
1. Apakah bapak Kompol Syaiful Anwar melanggar kode etik polisi ? Jelas sekali bahwa Kompol Syaiful Anwar melanggar kode etik Polisi dimana ia melanggar pasal 34 Point 2 (h) dimana jelas sekali tertulis bahwa Dalam melakukan penyitaan barang bukti, petugas dilarang: Mengambil, memiliki, menggunakan, dan menjual barang bukti secara melawan hak Dan barang barang bukti elektronik yang disita itu bukanlah hak kompol Syaiful,maka jelas sekali bahwa ia melanggar pas tersebut dengan mengambil dan memiliki barang sitaan tersebut dan barang tersebut bukanlah haknya. Dan

seharusnya semua barang sitaan tersebut disimpan di rumah penyimpanan benda sitaan negara sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No.8 Tahun 2009 pasa 34 point 1 (g) Dalam melakukan tindakan penyitaan barang bukti, petugas wajib: Menyimpan barang sitaan di rumah penyimpanan benda sitaan negara; dan

2.

Bagaimana pemrosesan barang bukti setelah penyitaan ? Setelah barang bukti di temukan oleh polisi, barang tersebut dibawa ke tempat penyidik untuk disimpan yang nantinya akan digunakan sebagai bukti atau penguat suatu kasus, dan saat barang tersebut sudah selesai digunakan dalam proses pengadilan, ada 2 kemungkinan yang akan dilakukan, yang pertama adalah barang tersebut disimpan di di rumah penyimpanan benda sitaan atau dilakukan pelelangan kepada barang tersebut yang nantinya uang dari pelelangan barang tersebut dimasukan kedalam Kas Negara. Sanksi bagi Syaiful Anwar ? Berdasarkan Pasal 17 Setiap pelanggaran terhadap Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia dikenakan sanksi moral, berupa : a. Perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela; b. Kewajiban pelanggar untuk menyatakan pernyesalan atau meminta maaf secara terbatas ataupun secara terbuka; c. Kewajiban pelanggar untuk mengikuti pembinaan ulang profesi; d. Pelanggar dinyatakan tidak layak lagi untuk menjalankan profesi Kepolisian. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 2 tahun 2003 tercantum : Pasal 7 Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ternyata melakukan pelanggaran peraturan disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dijatuhi sanksi berupa tindakan disiplin dan/atau hukuman disiplin.

3.