Anda di halaman 1dari 12

MESSAGE FORMATTING

TUGAS MATA KULIAH JARINGAN KOMPUTER LANJUT

Disusun Oleh : I Wayan Payoka Setia Dharma NIM : 106060300111033

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA SISTEM KOMUNIKASI DAN INFORMASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011

Message Formatting

Ketika suatu pesan dikirim dari sumber ke tujuan, itu harus menggunakan suatu bentuk atau struktur yang spesifik. Bentuk-bentuk pesan bergantung pada jenis dari pesan dan saluran yang digunakan untuk kirim pesan. Penulisan surat adalah salah satu dari form-form paling umum dari komunikasi manusia yang tertulis. Selama berabad-abad, bentuk yang disetujui untuk surat pribadi tidak berubah. Di dalam banyak kultur, suatu surat pribadi berisi unsur-unsur yang berikut: Satu identifier dari penerima Suatu salam atau menyambut Isi pesan Suatu ungkapan penutupan Satu identifier dari pengirim

Sebagai tambahan terhadap mempunyai bentuk yang benar, kebanyakan surat pribadi harus pula terlampir, atau encapsulated, dalam satu amplop untuk penyerahan. Amplop mempunyai alamat dari pengirim dan penerima di atasnya, masing-masing menempatkan di wajar menulis dalam buku amplop. Jika alamat tujuan dan memformat bukanlah benar, surat itu tidak dikirimkan. Proses tentang penempatan satu bentuk pesan (surat) di dalam bentuk pesan yang lain (amplop) disebut penampungan. De-encapsulation terjadi ketika proses itu dibalikkan oleh penerima dan surat itu dipindahkan dari amplop. Suatu penulis surat menggunakan satu bentuk yang diterima untuk memastikan bahwa surat itu dikirimkan dan yang dipahami oleh penerima. Demikian juga, suatu pesan yang dikirimkan kepada suatu jaringan komputer mengikuti bentuk spesifik memerintah untuk dikirimkan dan diproses. Sama seperti suatu surat adalah encapsulated dalam satu amplop untuk penyerahan, maka pesan-pesan komputer bersifat encapsulated. Masing-masing pesan komputer adalah encapsulated di suatu bentuk yang spesifik, memanggil(hubungi suatu bingkai, sebelum itu dikirimkan kepada jaringan. Suatu bingkai bertindak seperti satu amplop; itu menyediakan alamat dari tujuan yang diharapkan dan

Message Formatting

alamat dari tuan rumah sumber. Bentuk dan isi-isi dari suatu bingkai ditentukan oleh jenis dari pesan yang sedang dikirim dan saluran di mana itu dikomunikasikan. Pesan-pesan yang tidak secara benar formatted tidak dengan sukses dikirimkan kepada atau yang diproses oleh tuan rumah tujuan. Pesan adalah struktur yang digunakan untuk mengirim informasi melalui jaringan. Pesan ini sangat bervariasi dari satu protokol atau teknologi ke yang berikutnya dalam hal bagaimana pesan tersebut digunakan, tapi yang terpenting adalah isi yg dimuat oleh pstruktur pesan tersebut. Setiap protokol menggunakan metode format khusus yang menentukan struktur dari pesan itu digunakan. Jelas, pesan yang dimaksudkan untuk menghubungkan web server dan web browser. Sebuah pesan terdiri dari tiga elemen dasar yaitu : Header merupakan informasi yang ditempatkan didepan data yang sebenarnya. Normalnya Header terdiri dari sedikit bit data dan kontrol informasi yang digunakan untuk mengkomunikasikan fakta-fakta penting tentang data yang berisi pesan dan bagaimana data itu harus ditafsirkan dan digunakan. Ini berfungsi sebagai penghubung komunikasi dan kontrol antara unsur-unsur protokol pada perangkat yang berbeda. Data merupakan data sebenarnya yang akan ditransmisikan, sering disebut payload dari pesan .Kebanyakan pesan berisi beberapa data dari satu bentuk atau lainnya, tetapi beberapa hanya mengandung satu informasi data dan hanya digunakan untuk kontrol dan komunikasi ke tujuan. Footer merupkan informasi yg ditempatkan pada akhir data yang fungsinya tidak jauh berbeda dengan header

Message Formatting

Gambar 1. Elemen Dasar Pesan Karena header dan footer dapat keduanya mengandung kontrol dan bidang informasi. Salah satu alasan adalah bahwa beberapa jenis informasi kontrol dihitung dengan menggunakan nilai-nilai data itu sendiri. Dalam beberapa kasus, lebih efisien untuk melakukan perhitungan ini sebagai payload data sedang dikirim, dan kemudian mengirimkan hasil setelah muatan di footer. Sebuah contoh yang baik dari lapangan sering ditemukan di footer adalah redundansi data, seperti kode CRC, yang dapat digunakan untuk deteksi kesalahan dengan perangkat penerima. Footer yang paling sering dikaitkan dengan protokol lapisan yang lebih rendah, terutama pada data link layer dari OSI Reference Model.

Header
Aplikasi yang terdiri dari satu blok data dikirim ke transport layer. Pada transport layer, blok ini akan dipecah ke dalam dua bagian yang lebih kecil yang terdiri dari transport header (mengandung protokol informasi) dan data apllikasi. Kombinasi ini dikenal sebagai protocol data unit (PDU). Dalam kasus ini, hal tersebut dinyatakan sebagai transport PDU. Header ini mengandung kontrol informasi untuk digunakan oleh peer transport protocol pada komputer lain. Contoh hal yang mungkin termasuk dalam header ini: destination SAP : transport layer tujuan harus tahu kepada siapa data dikirim ketika menerima transport PDU sequence number : suatu transport protocol mengirim serangkaian PDU,sekaligus menomorinya sehingga jika mereka tiba di luar permintaaan,transport entity tujuan akan meminta ulang mereka

Message Formatting

error-detection code : pengiriman transport entity dapat termasuk suatu kode yang berfungsi sebagai pengingat dari PDU. Penerima transport protocol menerima kalkulasi yang sama dan membandingkan hasilnya dengan kode yang masuk. Ketidaksesuaian hasil bila terjadi error dalam transmisi. Dalam kasus ini, receiver dapat membuang PDU itu dan mengambil tindakan koreksi.

Gambar 2. Protokol Unit-Unit Data

Berikutnya melangkah ke network layer, dimana data dari transport layer ditambahkan suatu network access header oleh network access protocol, menghasilkan suatu network access PDU.

Message Formatting

Contoh hal yang mungkin termasuk dalam header ini : destination computer address : jaringan harus tahu untuk siapa (komputer mana pada jaringan ) data dikirim. facilities request network access protocol : mungkin menginginkan jaringan dipakai untuk fasilitas-fasilitas tertentu seperti prioritas. Proses-proses diatas dapat dilihat pada gambar di bawah ini

Gambar 3. Operasi Dari Suatu Arsitektur Komunikasi Setiap protokol memiliki bit-bit ekstra diluar informasi/data yang dibawanya. Selain informasi, bit-bit ini juga berfungsi sebagai alat kontrol. Dari sisi efisiensi, semakin besar jumlah bit ekstra ini, maka semakin kecil efisiensi komunikasi yang berjalan. Sebaliknya semakin kecil jumlah bit ekstra ini, semakin tinggi efisiensi komunikasi yang berjalan. Disinilah dilakukan trade-off antara keandalan datagram dan efisiensi. Sebagai contoh, agar datagram IP dapat menemukan tujuannya, diperlukan informasi tambahan yang harus dicantumkan pada header ini. Struktur header datagram protokol IP dapat dilihat pada gambar berikut.

Message Formatting

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1

Version

Header Length

Type of Service

Total Length of Datagram

Identification

Flags

Fragment Offset

Time to Live

Protocol

Header Checksum

Source Address

Destination Address

OPTIONS Strict Source Route Loose Source Route Record Route Timestamp Security Padding

DATA

Gambar 4. Format Datagram IP Setiap paket IP membawa data yang terdiri atas : Version, yaitu versi dari protokol IP yang dipakai. Header Length, berisi panjang dari header paket IP dalam hitungan 32

bit word. Type of Service, berisi kualitas service yang dapat mempengaruhi cara

penanganan paket IP. Total length Of Datagram, panjang IP datagram total dalam ukuran

byte. Identification, Flags, dan Fragment Offset, berisi data yang

berhubungan fragmentasi paket. Time to Live, berisi jumlah router/hop maksimal yang dilewati paket

IP (datagram). Nilai maksimum field ini adalah 255. Setiap kali paket IP

Message Formatting

lewat satu router, isi dari field ini dikurangi satu. Jika TTL telah habis dan paket tetap belum sampai ke tujuan, paket ini akan dibuang dan router terakhir akan mengirimkan paket ICMP time exceeded. Hal ini dilakukan untuk mencegah paket IP terus menerus berada dalam network. Protocol, mengandung angka yang mengidentifikasikan protokol layer

atas pengguna isi data dari paket IP ini. Header Checksum, berisi nilai checksum yang dihitung dari jumlah

seluruh field dari header paket IP. Sebelum dikirimkan, protokol IP terlebih dahulu menghitung checksum dari header paket IP tersebut untuk nantinya dihitung kembali di sisi penerima. Jika terjadi perbedaan, maka paket ini dianggap rusak dan dibuang.

Source Address dan Destination Address, isi dari masing-masing field ini cukup jelas, yakni alamat pengirim dan alamat penerima dari datagram. Masingmasing field terdiri dari 32 bit, sesuai panjang IP Address yang digunakan dalam Internet. Destination address merupakan field yang akan dibaca oleh setiap router untuk menentukan kemana paket IP tersebut akan diteruskan untuk mencapai destination address tersebut. Struktur IP Address ini secara lebih jelas akan diuraikan pada bagian tersendiri.

Transmisi Data Pada Model OSI


Proses pengiriman memiliki data yang akan dikirimkan ke proses penerima. Proses pengirim menyerahkan data ke application layer, yang kemudian menambahkan aplication header, AH (yang mungkin juga kosong), ke ujung depannya dan menyerahkan hasilnya ke presentation layer. Pressentation layer dapat membentuk data ini dalam berbagai cara dan mungkin saja menambahkan sebuah header di ujung depannya, yang diberikan oleh session layer. Penting untuk diingat bahwa presentation layer tidak

Message Formatting

menyadari tentang bagian data yang mana yang diberi tanda AH oleh application layer yang merupakan data pengguna yang sebenarnya. Proses pemberian header ini berulang terus sampai data tersebut mencapai physical layer, dimana data akan ditransmisikan ke mesin lainnya. Pada mesin tersebut, semua header tadi dicopoti satu per satu sampai mencapai proses penerimaan.
Proses Pengiriman Application Layer
Presentation

Data Application protocol Presentation protocol Session protocol Transport protocol Network protocol DH NH TH AH PH SH Data Data Data Data Data Data Bits DT

Proses Penerimaan Application Layer


Presentation

Layer Session Layer Transport Layer Network Layer Data Link Layer Physical Layer

Layer Session Layer Transport Layer Network Layer Data Link Layer Physical Layer

Path transmisi data sebenarnya

Gambar 5. Contoh tentang bagaimana model OSI digunakan Setiap layer diprogram seolah-olah sebagai transmisi yang bersangkutan berlangsung secara horizontal. Misalnya, saat transport layer pengiriman mendapatkan pesan dari session layer, maka transport layer akan membubuhkan header transport layer dan mengirimkannya ke transport layer penerima. Transmisi Data Pada Model TCP/IP

TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang dirancang untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data, TCP/IP ini terdiri atas sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dalam komunikasi data. Protokol yang satu tidak perlu mengetahui cara kerja protokol yang lain, sepanjang ia masih bisa saling mengirim dan menerima data. Berkat penggunaan

Message Formatting

prinsip ini, TCP/IP menjadi protokol komunikasi data yang fleksibel (Onno. W. Purbo, 1998) Beberapa lapisan-lapisan pada model TCP/IP : Lapisan Aplication (SMTP,FTP,HTTP,dll) Lapisan Transport (TCP,UDP) Lapisan Internet/Network (IP, ICMP,ARP) Lapisan Data Link (Ethetnet,X25,SLIP,PPP) Jaringan Fisik Lapisan TCP/IP

Model arsitektur protokol TCP/IP empat lapis : lapisan aplikasi, terdiri dari aplikasi dan proses yang memakai jaringan lapisan transport, membuat pelayanan pengiriman data antar computer lapisan internet, menentukan datagram dan pengatur(handle) ruting lapisan akses jaringan (network access layer), terdiri dari routing untuk

(end-to-end) data mengakses jaringan fisik Pada dasarnya data akan dikirimkan pada dua sisi, yaitu sisi pengirim dan sisi penerima (Suryadi MT, 1997). Pada komputer pengirim, data bergerak dimulai pada lapisan tertinggi, yaitu lapisan aplikasi, lalu bergerak terus ke bawah menuju transport, network/internet dan lapisan akses jaringan/data link. Pada masing-masing lapisan ditambahan header bits satu persatu sehingga data yang sampai ke lapisan akses jaringan telah mengalami empat kali penambahan, termasuk dari lapisan akses jaringan sendiri. Kemudian data ini dikirimkan menuju lapisan akses jaringan pada sisi komputer penerima.

Message Formatting

Komputer Pengirim

Komputer Penerima

Data h1

H1 Data

Application

Data h1

H2

H2

H1 Data

Transport

Data h1

H2 H3

H3 H2

H1 Data

Network

Data h1

H2 h3

h4

H4 H3

H2

H1

Data

Data link

Gambar 6. Pengemasan data dengan header bits pada tiap-tiap lapisan. Struktur data yang melalui lapisan protokol TCP/IP diatas bisa digambarkan sebagai berikut : Lapisan Aplikasi Lapisan Transport Lapisan Internet Lapisan Akses Jaringan TCP[stream] [segment] [datagram] [frame] UDP[message] [packet] [datagram] [frame]

Pada gambar ini aplikasi yang mempergunakan TCP adalah data stream, sedangkan aplikasi yang memakai UDP(Using Datagram Protokol) berupa data message. Pada lapisan transport, TCP menyebut data sebagai segment. Sedangkan UDP menyebut data sebagai paket. Di lapisan Internet, semua data dilihat sebagai blok data yang disebut datagram. Kemudian pada lapisan akses jaringan setiap

Message Formatting

potongan data yang dikirim disebut frame. Datagram adalah format paket yang ditentukan oleh IP. Protokol IP adalah inti dari protokol TCP/IP. Seluruh data yang berasal dari protokol pada lapisan di atas IP harus dilewatkan, diolah dan dipancarkan sebagai paket IP agar sampai ke tujuan.

Message Formatting