Anda di halaman 1dari 3

Bwi Nasiina8 [

1 | 1 u g a s 1 e k n o | o g | k o m u n | k a s | M e r a n g k u m 8 a b l " M e d i o N o w "

Straubhaar, 1oseph, & La Rose, Robert, Media Now:
Communications Media in the Information Age, Wadworth, 2002

Bab I
The Changing Media Environment (Perubahan Lingkungan)


Setiap orang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengkonsumsi inIormasi. Konsumsi
inIormasi semakin meningkat sehingga berpengaruh juga pada bidang ekonomi. Hal tersebut didukung
pula oleh teknologi inIormasi yang semakin canggih. Pada akhirnya kita hidup pada era masyarakat
inIormasi/MI (inIormation society).
Keberadaan MI ditandai oleh adanya produk, proses produksi dan distribusi inIormasi sebagai
aktivitas utama dalam bidang ekonomi dan social. Tipe masyarakat ini merupakan tahapan lebih lanjut
dari masyarakat pertanian dan industry.
Transisi MI semakin dipercepat dengan adanya teknologi yang terpadu (convergen) antara
computer, telekomunikasi dan mass media konvensional. Bentuk konvergensi tersebut adalah internet
(sering disebut sebagai media baru). Internet adalah jaringan dari jaringan yang menghubungkan
computer di seluruh dunia. Internet semakin popular, sehingga kita masuk pada e-world yang kemudian
hampir semua aktivtas menggunakan e- sebagai awalan.
Kehadiran internet tidak berarti kematian bagi media konvensional. Antar media baru dan media
conventional akan tetap ada, terutama di negara miskin dan negara berkembang.
Dalam kaitannya dengan industry, banyak perusahaan-perusahaan besar yang dulu mengelola
media konvensional beraliansi dengan perusahaan berbasis computer dan telekomunikasi.
Masuknya media internet dalam kehidupan kita ternyata membawa perubahan-perubahan. Menurut
Straubhaar dan La Rose (2002) terjadi perubahan dalam hal :
1. Gaya hidup (life style), misalnya, dalam penggunaan waktu, semakin sedikit waktu yang
digunakan untuk berinteraksi secara manusiawi dengan orang lain karena semuanya dilakukan
secara semu lewat computer.
2. Karir, semua pekerjaan menuntut ketrampilan dalam penggunaan computer/internet.
3. Peraturan-peraturan, karakteristik media baru berbeda dengan media konvensional sehingga
diperlukan aturan-aturan baru.
4. Meningkatnya isu social, internet dianggap dapat menyebarkan hal-hal yang berbau pornograIi,
kekerasan dan kebencian.
5. Menyeimbangkan kekuatan baru, internet sebagai kekuatan baru yang tidak lagi membeda-
bedakan batas-batas negara, tradisi dsb. Tetapi hanya membedakan antara yang bias mengakses
dengan yang tidak.
Proses komunikasi (konvensional) selalu berawal dari sumber (source) yang mengirimkan pesan
(message) melalu media (channel) kepada penerima (receiver) atau SMCR model.
Bwi Nasiina8 [

| 1 u g a s 1 e k n o | o g | k o m u n | k a s | M e r a n g k u m 8 a b l " M e d i o N o w "

Komunikasi dapat dilihat dari jumlah orang yang terlibat. Komunikasi juga dapat digolongkan
berdasarkan setting di mana komunikasi itu dilakukan.
Dalam proses komunikasi dengan media baru, ditemukan adanya interactivity, yaitu kemampuan
untuk menyeleksi isi pesan dari sejumlah pilihan yang dengan segera akan disediakan oleh media
tersebut.
Dalam masyarakat inIormasi, konvergensi dari computer, telekomunkasi dan media massa
membawa perubahan Iundamental Iungsi media. Sumber dalam media massa menjadi menjadi
menurun jumlahnya, tidak berkuasa dan kemampuannya sebagai gatekeeper maupun pembentuk opini
public jauh berkurang. Pesan dibuat berdasarkan kemauan dari audien yang spesiIik. Audiens semakin
terbagi dalam kelompok yang kecil dan anonym, semakin meningkat partisipasi mereka untuk
menciptakan isi media. Mereka bisa mengontrol isi media bahkan dapat memesan tampilan media
seperti keinginan mereka.
Penemuan teknologi digital memungkinkan untuk mencampur teks, suara, gambar graIis maupun
video dalam jaringan multimedia yang terintegrasi untuk menghasilkan tampilan seluruh media dari
stasiun computer.

Dua Belas Tema dalam Ekonomi Baru
Perkembangan dunia semakin dapat diterima sebagai perubahan dari ekonomi industrial menuju
ekonomi baru. Tentu saja terjadi dinamika baru, aturan baru dan penggerak baru untuk sukses.
Ekonomi baru (new economy) adalah semua hal tentang persaingan ke depan, kapasitas
menciptakan produk dan jasa, dan kemampuan untuk mentransIormasikan bisnis ke dalam entitas baru.
Menurut Tapscott (1996) ada 12 tema yang membedakan ekonomi baru dengan ekonomi lama
yang akan mempengaruhi kesuksesan bisnis. Tema-tema tersebut adalah :
1. Knowledge (Ilmu Pengetahuan)
Dalam ekonomi baru, terjadi pergeseran dari produksi yang berbasis 'tenaga (brawn) ke
basis 'otak (brain) yaitu pengetahuan tentang pekerjaan dari para pekerjanya.
2. Digitization (Dijitalisasi)
Semua inIormasi tidak lagi ditampilkan secara apa adanya (system analog), tetapi dengan
menggunakan smbol angka 0 dan 1 yang disebut bilangan biner. Istilah yang digunakan untuk
mengukur jumlah inIormasi yag dapat ditampung adalah 'bit.
Ketika inIormasi menjadi digital dan komunikasi yang dilakukan menggunakan jaringan
digital juga, maka akan tercipta dunia baru yang terhubung. InIormasi dapat diakses lewat
computer baik dalam bentuk tulisan, audio maupun video.
3. Virtualization (maya)
Dalam ekonomi baru, produk tidak lagi berbentuk Iisik, tetapi virtual termasuk juga aktivitas
ekonomi yang dilakukan.
4. Molecularization
Produksi tidak lagi dibuat secara massal, tetapi tersegmentasi.
Bwi Nasiina8 [

| 1 u g a s 1 e k n o | o g | k o m u n | k a s | M e r a n g k u m 8 a b l " M e d i o N o w "

5. Integration/Internetworking (1aringan yang Terhubung)
Bisnis perusahaan mendapat inIormasi tentang pasarnya dengan cepat karena mereka telah
terhubung dengan jaringan internet yang memungkinkan akses inIormasi dengan cepat.
6. Disintermediation (Tanpa Media)
Dalam ekonomi baru, Iungsi dari para middleman antara produsen dan konsumen akan
semakin berkurang. Hal ini disebabkan produsen melalui teknologi inIormasi, dapat langsung
melakukan komunikasi dengan para konsumen.
7. Convergence (Keterpaduan)
Dominasi sector ekonomi dalam ekonomi baru adalah media baru, di mana terjadi
konvergensi antara computer, komunikasi dan bisnis industry.
8. Innovation
Ekonomi baru adalah ekonomi yang berbasis pada inovasi.
9. Prosumtion
arak antara produsen dan konsumen semakin hilang karena konsumen dapat terlibat dalam
proses produksi dengan pengetahuan, ide dan inIormasi yang mereka miliki.
10. Immediacy (Kesegaran)
Transaksi bisnis dalam dilakukan melalui media elektronik dalam waktu yang sangat cepat,
terus-menerus sehingga dibutuhkan inIormasi yang akurat dan cepat dalam hitungan detik.
11. Globalization (Mendunia)
Pengetahuan menjadi tanpa batas. Semua dapat dilakukan di manapun. InIormasi dapat
disimpan dan dikirm ke banyak orang dalam waktu yang bersamaan.
12. Discordance (Perpecahan)
Kecanggihan teknologi inIormasi ternyata dapat juga menimbulkan kesenjangan yang
mengarah pada perpecahan.

```