Anda di halaman 1dari 5

ETIKA, MORAL DAN, SUSILA

I. Pengertian Etika, Moral, dan, Susila



I.1. Pengertian Etika

Secara bahasa etika berasal dari bahasa Yunani; ethos; yang berarti adat istiadat ( kebiasaan ),
kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan.
1


Dalam kamus umum bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu tentang apa yang baik dan apa
yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Dari pengertian kebahasaan ini
terlihat bahwa etika berhubungan dengan upaya menentukan tingkah laku manusia.
2


Kamus Istilah Pendidikan dan Umum, etika adalah bagian dari IilsaIat yang mengajarkan
tentang keluhuran budi (baik/buruk).
1

Menurut istilah etika adalah ilmu yang menjelaskan baik dan buruk dan menerangkan apa
yang seharusnya dilakukan manusia, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di
dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya
diperbuat.
3

Konsep etika bersiIat humanistis dan anthropocentris, karena didasarkan pada pemikiran
manusia dan diarahkan pada perbuatan manusia. Dengan kata lain etika adalah aturan yang
dihasilkan oleh akal manusia.
4







1
Pengantar Studi Akhlak, Drs. Zahruddin AR, M.M.Si,( hal.43)
2
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988)
3
Akhlak TasawuI, ProI.Dr.H.Abuddin Nata, Rajawali press, Jakarta ( hal. 90)

4
http://sugiartoagribisnis.wordpress.com/2010/04/08/akhlak-dan-tasawuI
3

4

Dari deIinisi etika tersebut diatas, dapat segera diketahui bahwa etika berhubungan dengan
empat hal sebagai berikut :

1. Dilihat dari segi objek pembahasannya, etika berupaya membahas perbuatan yang
dilakukan oleh manusia. Membahas tentang baik dan buruknya tingkah laku dan
perbuatan manusia.
5


2. Dilihat dari segi sumbernya, etika bersumber pada akal pikiran atau IilsaIat. Sebagai
hasil pemikiran, maka etika tidak bersiIat mutlak, absolute dan tidak pula universal. Ia
terbatas,dapat berubah, memiliki kekurangan, kelebihan dan sebagainya.

3. Dilihat dari segi Iungsinya, etika berIungsi sebagai penilai, penentu dan penetap
terhadap sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia, yaitu apakah perbuatan
tersebut akan dinilai baik, buruk, mulia, terhormat, hina dan sebagainya. Dengan
demikian etika lebih berperan sebagai konseptor terhadap sejumlah perilaku yang
dilaksanakan oleh manusia.

4. Dilihat dari segi siIatnya, etika bersiIat relative yakni dapat berubah-ubah sesuai
dengan tuntutan zaman.

Kesimpulannya: Dengan cirri-cirinya yang demikian itu, maka etika lebih merupakan ilmu
pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan
manusia untuk dikatan baik atau buruk. Perbuatan baik atau buruk dapat dikelompokkan
kepada pemikiran etika, karena berasal dari hasil berIikir. Dengan kata lain etika adalah
aturan atau pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia.









5
Pengantar Studi Akhlak, Drs. Zahruddin AR, M.M.Si ( hal. 45 )
I.2. Pengertian Moral

Dari segi bahasa berasal dari bahasa latin, mores yaitu jamak dari kata mos yang
berarti adat kebiasaan.
6
Di dalam kamus umum bahasa Indonesia dikatan bahwa moral adalah
penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan.
7


Dari segi istilah, moral adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas
dari siIat, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah,
baik atau buruk.

Berdasarkan pengertian diatas, dapat dipahami bahwa moral adalah istilah yang digunakan
untuk memberikan batasan terhadap aktivitas manusia dengan nilai (ketentuan) baik atau
buruk, benar atau salah. Acuan moral adalah system nilai yang hidup dan diberlakukan dalam
masyarakat.

I.3. Pengertian Susila

Dari segi bahasa, berasal dari bahasa Sanskerta, Su: artinya baik, dan sila: artinya
prinsip, dasar, atau aturan
8

Susila atau kesusilaan diartikan sebagai aturan hidup yang lebih sopan,baik dan
beradab.
Kesusilaan merupakan upaya membimbing, memasyarakatkan hidup yang sesuai dengan
norma/nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.Kesusilaan menggambarkan dimana orang
selalu menerapkan nilai-nilai yang dipandang baik.
9


Kesusilaan dalam pengertian yang berkembang di masyarakat mengacu kepada makna
membimbing, memandu, mengarahkan, dan membiasakan seseorang atau sekelompok orang
untuk hidup sesuai dengan norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.



6
Asmaran As,Pengantar Studi Akhlak,(Jakarta Rajawali Pers,1992),cet.I,hlm.8.
7
W.J,S.Poerwadarminta,Kamus Umum Bahasa Indonesia,op.cit.,hlm.654.
8
M.Said,Etika Masyarakat Indonesia,(Jakarta:Pradnya Paramita,1976),hlm.23
9
Abbudin Nata, Akhlak TasawuI, ( jakarta, rjawali press, 1996 )hlm.96.

II. Hubungan Antara Etika, Moral dan Susila

Ada beberapa persamaan antara etika, moral dan susila sebagai berikut:
1. Etika, moral dan susila mengacu kepada ajaran atau gambaran tentang perbuatan,
tingkah laku, siIat, dan perangkai yang baik.
2. Etika, moral dan susila merupakan prinsip atau aturan hidup manusia untuk menakar
martabat dan harakat kemanusiaannya. Sebaliknya semakin rendah kualitas etika,
moral dan susila seseorang atau sekelompok orang, maka semakin rendah pula
kualitas kemanusiaannya.
3. Etika, moral dan susila seseorang atau sekelompok orang tidak semata-mata
merupakan Iaktor keturunan yang bersiIat tetap, stastis, dan konstan, tetapi
merupakan potensi positiI yang dimiliki setiap orang. Untuk pengembangan potensi
positiI tersebut diperlukan pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan, serta dukungan
lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara terus
menerus, berkesinambungan, dengan tingkat konsistensi yang tinggi.
4. Persamaan ketiganya terletak pada Iungsi dan peran, yaitu menentukan hukum atau
nilai dari suatu perbuatan manusia untuk ditetapkan baik atau buruk.
Secara rinci persamaan tersebut terdapat dalam tiga hal:
. Objek: yaitu perbuatan manusia
. Ukuran: yaitu baik dan buruk
. Tujuan: membentuk kepribadian manusia
10


Selain ada persamaan antara etika, moral dan susila sebagaimana diuraikan di atas terdapat
pula beberapa segi perbedaan yang menjadi ciri khas masing-masing dari keempat istilah
tersebut. Berikut ini adalah uraian mengenai segi-segi perbedaan yang dimaksud:

O Sumber atau acuan:
- Etika sumber acuannya adalah akal
- Moral sumbernya norma atau adat istiadat
- Susila sumbernya nilai - nilai yang berkembang dan dipandang baik oleh
masyarakat.

10
Abuddin Nata, Akhlak TasawuI,( rajawali press,1996) hal.97.

O SiIat Pemikiran:
- Etika bersiIat teoritis
- Moral bersiIat praktis
- Susila bersiIat praktis

O Pandangan mengenai tingkah laku:
- Etika memandang tingka laku manusia secara umum
- Moral dan susila memandang tingkah laku manusia secara lokal atau khusus