Anda di halaman 1dari 3

Sepuluh Cara Melestarikan Tanah

Untuk membantu mengurangi dampak lingkungan, Anda dapat


mempertimbangkan melakukan satu atau lebih tips berikut untuk melestarikan tanah. Erosi tanah
menghilangkan tanah bagian atas yang mengandung nutrisi penting, bahan organik, dan mikro-
organisme yang penting bagi kelangsungan lahan subur. Mengambil langkah untuk melestarikan
tanah merupakan bagaian penting dalam menunjang gaya hidup yang bertanggung jawab
terhadap lingkungan.
Lebih dari 99 persen makanan manusia berasal dari bumi. Kerusakan tanah dapat mengakibatkan
konsekuensi bencana. Kerusakan tanah diartikan sebagai kerugian ekonomi yang serius.
Sayangnya, kebanyakan tanah berakhir di sumber air, membawa serta pestisida dan pupuk yang
digunakan pada lahan pertanian.
Terdapat beberapa metode mengkonservasi tanah yang dapat dilakukan melalui metode pertanian
dan langkah-langkah yang dapat dilakukan di rumah.
Konservasi Lahan Pertanian
1. Pertahankan hingga masuk masa tanam
Sebelum masuk masa tanam, tanaman dibiarkankan bertahan dibandingkan dibajak pada akhir
musim. Metode ini membantu berada tanah tetap di lahan daripada tanah tak terlindung dari
angin dan air.
2. Gunakan pertanian bertingkat
Pertanian jenis ini menggunakan topograIi lahan untuk memperlambat aliran air melalui
beberapa tingkat. Manpulasi air ini mencegah kecepatan berkumpulnya dan pencucian tanah dari
lahan pertanian.
3. Terapkan pertanian berkontur
Pertanian berkontur hampir sama dengan pertanian bertingkat, tetapi lebih kecil. Daripada
menanam tanaman pada kolom vertikal lurus, tanaman ditanam mengikuti kontur tanah.
Tanaman ditanam di atas dan bawah samping bukit menciptakan jalur air untuk mengalir.
Tanaman ditanam paralel dengan lahan memperlambat aliran air untuk mencegah erosi tanah.
Metode rumahan
4. Kurangi permukaan tahan air.
Permukaan tahan air seperti jalan raya dan teras membiarkan hujan mengalir bebas. Aliran air
melawan momentum ketika bergerak berlebihan seperti permukaan dan dapat mengikis aliran
sungai dan tepi danau. Cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan bata paving daripada
lumpur beton untuk teras agar air dapat meresap ke dalam tanah.
5. Tanam kebun hujan
Kebun hujan merupakan penurunan dangkal di halaman rumah Anda yang akan mengumpulkan
hujan di atas permukaan tahan air. ini mencegah erosi tanah dan memberikan Anda kesempatan
untuk menumbuhkan tanaman lahan basah.
6. Gunakan tong hujan
Anda dapat menaruh tong hujan di bawah semburan air hujan untuk mengumpulkan aliran air
yang mengallir di atap. Atap anda merupakan permukaan tahan air. Anda dapat menggunakan air
yang kumpulkan untuk halaman atau kebun. Dengan cara ini Anda melakukan konservasi air dan
tanah.
7. Tanam pohon penahan angin
Penahan angin mencegah erosi tanah dengan memperlambat angin membuka tanah. Anda dapat
menanam tanah atau belukar. untuk mencegah erosi, penanaman akan mencegah salju dari
gesekan pada kendaraan di jalan. Selain itu, tanaman ini dapat melindungi rumah dari kerusakan
angin.
8. Kembalikan lahan basah
Lahan basah merupakan salah satu cara paling eIektiI untuk mencegah erosi tanah. Lahan basah
bertindak sebagai sponge alami, menyerap air hujan, dan mencegahnya membawa tanah. Lahan
basah juga menyediakan habitat untuk burung dan mahluk hidup lainnya dan membantu
mencegah polusi air.
9. Tanam lajur penyangga sepanjang aliran
Lajur penyangga membantu menahan aliran utuh selama banjir. Lajur penyangga ini juga
mencegah aliran air dari aliran air. Lajur penyangga termasuk campuran rumput, belukar, dan
pohon.
10. Membangun kembali hutan.
Membangun kembali hutan menyediakan secara luas, jaringan akar pohon menawarkan tanah
yang padat dalam waktu lama tanah bererosi. Dapat juga berIungsi sebagai penahan angin dan
menahan tanah.
Dengan menajaga kelestarian tanah dari erosi, makan eIek negatiI banjir dan tanah longsor dapat
dikurangi.
Selamat mencoba
Sumber: treehugger.com
Sumber Ioto: bebasbanjir2025.wordpress.com