Anda di halaman 1dari 3

Konflik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Konflik berasal dari kata kerja Latin .431070 yang berarti saling memukul. Secara sosiologis,
konIlik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok)
dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau
membuatnya tidak berdaya.Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konIlik
antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konIlik hanya akan hilang
bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
KonIlik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi.
perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri Iisik, kepandaian,
pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri
individual dalam interaksi sosial, konIlik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat
dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konIlik antar anggotanya atau
dengan kelompok masyarakat lainnya, konIlik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya
masyarakat itu sendiri.
KonIlik bertentangan dengan integrasi. KonIlik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di
masyarakat. KonIlik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang
tidak sempurna dapat menciptakan konIlik.
,ft,7 isi
O 1 DeIinisi konIlik
O 2 KonIlik Menurut Robbin
O 3 KonIlik Menurut Stoner dan Freeman
O 4 KonIlik Menurut Myers
O 5 KonIlik Menurut Peneliti Lainnya
O 6 Teori-teori konIlik
O 7 Faktor penyebab konIlik
O 8 Jenis-jenis konIlik
O 9 Akibat konIlik
O 10 Contoh konIlik
O 11 Lihat pula
0finisi konflik
Ad, b0b07,5, 50ng07ti,n konflik m0nu7ut b0b07,5, ,li.
1. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konIlik merupakan warisan
kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada
berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak
atau lebih pihak secara berterusan.
2. Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama,
hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konIlik. Hal ini terjadi jika masing
masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri sendiri dan tidak
bekerja sama satu sama lain.
. Menurut Robbin (1996), keberadaan konIlik dalam organisasi dalam organisasi
ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya
konIlik di dalam organisasi maka secara umum konIlik tersebut dianggap tidak ada.
Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konIlik

%0o7i-t0o7i konflik ilmu sosi,l m,.,m:
1. Pertama adalah teori konIlik C. Gerrtz, yaitu tentang primodialisme
2. kedua adalah teori konIlik Karl. Marx, yaitu tentang pertentangan kelas,
3. ketiga adalah teori konIlik James Scott, yaitu tentang Patron Klien.
,kto7 50ny0b,b konflik
O !07b0d,,n individu, y,ng m0li5uti 507b0d,,n 50ndi7i,n d,n 507,s,,n.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan
yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau
lingkungan yang nyata ini dapat menjadi Iaktor penyebab konIlik sosial, sebab dalam menjalani
hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika
berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan
berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
O !07b0d,,n l,t,7 b0l,k,ng k0bud,y,,n s0ingg, m0mb0ntuk 57ib,di-57ib,di y,ng
b07b0d,.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian
kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan
perbedaan individu yang dapat memicu konIlik.
O !07b0d,,n k050nting,n ,nt,7, individu ,t,u k0lom5ok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh
sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki
kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi
untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal
pemanIaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang
menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para
petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat
kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya
diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan,
hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada
perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan
mendatangkan konIlik sosial di masyarakat. KonIlik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula
menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar
kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konIlik antara kelompok buruh
dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh
menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar
untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.
O !07ub,,n-507ub,,n nil,i y,ng .05,t d,n m0nd,d,k d,l,m m,sy,7,k,t.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung
cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konIlik sosial.
Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak
akan memunculkan konIlik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang
biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-
nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja
dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser
menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi Iormal perusahaan. Nilai-nilai
kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanIaatan waktu yang
cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan
istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak,
akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya
penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan
masyarakat yang telah ada.
0nis-j0nis konflik
M0nu7ut ,70ndo7f, konflik dib0d,k,n m0nj,di 4 m,.,m :
1. KonIlik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan
dalam keluarga atau proIesi (konIlik peran (role))
2. KonIlik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
3. KonIlik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
4. KoonIlik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
5. KonIlik antar atau tidak antar agama
6. KonIlik antar politik.
Akib,t konflik
H,sil d,7i s0bu, konflik ,d,l, s0b,g,i b07ikut :
O meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (374:5) yang mengalami konIlik
dengan kelompok lain.
O keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai.
O perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling
curiga dll.
O kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia.
O dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konIlik.
Para pakar teori telah mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonIlik dapat memghasilkan
respon terhadap konIlik menurut sebuah skema dua-dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan
kita dan pengertian terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan hipotesa
sebagai berikut:
Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan
untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan
untuk "memenangkan" konIlik.
Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan
yang memberikan "kemenangan" konIlik bagi pihak tersebut.
Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk
menghindari konIlik.
onto konflik
KonIlik Vietnam berubah menjadi perang.
KonIlik Timur Tengah merupakan contoh konIlik yang tidak terkontrol, sehingga timbul
kekerasan. hal ini dapat dilihat dalam konIlik Israel dan Palestina.
KonIlik Katolik-Protestan di Irlandia Utara memberikan contoh konIlik bersejarah
lainnya.
Banyak konIlik yang terjadi karena perbedaan ras dan etnis. Ini termasuk konIlik Bosnia-
Kroasia (lihat Kosovo), konIlik di Rwanda, dan konIlik di Kazakhstan.