Anda di halaman 1dari 2

Tipe Kepribadian Turut Tentukan Sukses Berkomunikasi Republika Jum, 16 Sep 2011 REPUBLIKA.CO.

ID, SURABAYA - Bagi seorang presenter Erwin Parengkuan, sukses dala m berkomunikasi itu tidak sekadar ditentukan oleh caranya, namun justru sangat d itentukan tipe kepribadian seseorang. "Ada empat tipe kepribadian, yakni Si Gesit, Si Rinci, Si Kuat, dan Si Damai," u cap penulis buku 'Click! (Strategi Taktis Berkomunikasi dengan Berbagai Kepribad ian)' itu. Di hadapan sejumlah mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) dalam "Cosmopolitan C ampus to Campus" di kampus itu, Kamis (15/9), pemain film "Berbagi Suami" (2006) itu menyebut salah satu dari keempat tipe kepribadian itu ada pada diri setiap orang. "Karena itu, adalah penting kita mengenal diri kita sendiri, apakah kita masuk t ipe kepribadian Si Gesit, Si Rinci, Si Kuat, atau Si Damai, lalu kita baru menen tukan cara berkomunikasi yang pas agar sukses," kilahnya. Pertama, Si Gesit adalah tipe kepribadian yang ceplas-ceplos, serba terburu-buru , ngomong dulu dan mikir belakangan, suka tren terbaru tanpa mikir cocok atau ti dak, polos, tidak sabar, dan demonstratif. "Tapi, Si Gesit itu menyenangkan dan awet muda. Dia bisa awet muda, karena dia pemaaf. Dia pemaaf karena dia cepat lu pa. Dia termasuk tipe ekstrovert dan cocok dengan pekerjaan sebagai PR (public r elation)," katanya. Kedua, Si Rinci adalah tipe kepribadian yang sangat rapi, necis dalam berpakaian , cara ngomong teratur, santun, tidak asal ngomong tapi berpikir dulu, suka deta il, semua hal dihitung, serius, dan ingin selalu sempurna. "Tapi, Si Rinci itu cenderung menahan diri, artistik, dan bisa frustrasi karena terlalu perhitungan, bahkan kalau berteman juga pilih-pilih. Dia termasuk tipe i ntrovet dan cocok dengan pekerjaan seni," paparnya. Ketiga, Si Kuat adalah tipe kepribadian yang tegas dalam berbicara, cenderung in gin menguasai, tidak suka mengumbar kata-kata, berani tampil, kemauan kuat, "man diri banget" karena cenderung tidak membutuhkan orang lain, suka perubahan, piki rannya jauh ke depan, tidak mau "ribet" atau repot (praktis), dan tidak mudah ak rab karena bergantung kebutuhan. "Tapi, Si Kuat cenderung otoriter, self center, kayak robot, tidak suka basa-bas i, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan atau keperluannya. Kalau butuh ya coco k, tapi kalau tidak butuh ya diabaikan. Dia termasuk tipe ekstrovet dan cocok at au berbakat menjadi pemimpin," tuturnya. Keempat, Si Damai adalah tipe kepribadian yang tidak suka ribut (damai), tidak k onfrontatif, tidak suka marah, semua orang dijadikan sahabat untuk semua tipe (s i gesit, si rinci, dan si kuat), mudah patuh (mengikuti situasi), mau berkorban untuk teman, mementingkan orang lain, pendengar yang baik, dan suka mengamati or ang. "Tapi, Si Damai cenderung menyembunyikan emosi, suka di belakang layar, dan tida k suka action karena takut menyinggung teman. Dia termasuk tipe introvet dan coc ok menjadi 'orang kedua' seperti sekretaris atau karyawan," tambahnya. Nah, kata praktisi komunikasi kelahiran Manado pada 4 Februari 1970 itu, pengena lan terhadap tipe kepribadian itulah yang akan menentukan cara berkomunikasi yan g cocok dan akhirnya membuat seseorang bisa sukses dalam berkomunikasi dengan or ang lain. "Dalam berkomunikasi, Si Kuat harus menahan diri dan fleksibel. Jangan

serba pokoknya atau harus begini-negitu. Jangan terlalu dominan supaya orang la in tertarik," tegasnya. Untuk Si Rinci, cara berkomunikasinya jangan terlalu banyak perhitungan atau ber hati-hati, jangan mudah sensitif, rileks dalam mengatur rencana, dan jangan ragu dengan kemampuan supaya teman tidak menjauh. "Lain lagi dengan Si Gesit, dalam berkomunikasi jangan terlalu mau serba cepat k arena tidak semua orang itu secepat kita, cobalah berbuat dengan planning (peren canaan) dan jangan tergantung kepada situasi. Hati-hati dalam berkomentar dan ja ngan ikuti perasaan, tapi pikirkan perasaan orang lain. Realistislah dan jangan banyak keinginan," tandasnya. Untuk Si Damai, cara berkomunikasi yang baik adalah jangan banyak bertanya, kare na akan sulit mengambil keputusan, tapi ikuti apa kata hati. "Si Damai jangan nr imo (serba menerima) dan majulah kalau ada kesempatan agar bisa berkembang, maks imalkan potensi," pungkasnya. ,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Kaya tulisannya Florence Littauer. Sanguinis = si gesit, Melankolis = si rinci, Phlegmatis = si damai, Koleris = si kuat. Nah kl yang kepribadiannya gado2 giman a coba?