Anda di halaman 1dari 20

Pembimbing

Rahmayuni, SP M.Sc
Pembimbing
r. Raswen Efendi, M.Sc
1.1. Latar BeIakang
esarnya potensi SDA disektor pertanian berupa minyak
sawit dapat menjadi salah satu faktor yang strategis dalam
pelaksanaan pembangunan nasional dibidang pertanian.
Namun hal tersebut harus didukung pula oleh SDM yang
profesional, sehingga keunggulan komperatif dapat diganti
dengan keunggulan kompetitif yang dapat menghasilkan nilai
tambah yang lebih besar.
Salah satu hasil dari pengolahan kelapa sawit
ialah minyak goreng. Minyak goreng merupakan salah
satu kebutuhan pokok masyarakat sebagai bahan untuk
menambah cita rasa makanan dan untuk memeperbaiki
tekstur bahan pangan.
Penggunaan minyak kelapa sawit dalam
pembuatan sabun transparan dapat dijadikan sebagai
salah satu bentuk kegiatan pengembangan agroindustri
berbasis kelapa sawit yang sedang menjadi 9703/ saat ini.
Dengan demikian untuk menghasilkan produk
sabun transparan dengan mutu yang lebih baik, maka
diajukan usulan penelitian dengan judul !enggunaan
Minyak Sawit Sebagai Bahan Baku Sabun Transparan"
Tujuan !eneIitian
&ntuk mengetahui tingkat Penerimaan Panelis
terhadap sifat fisik dan Organoleptik Sabun
Transparan yang dihasilkan.
ipotesis
< 1.Pemberian Pewarna dan Pewangi pada Sabun
Transparan tidak berpengaruh terhadap
Penerimaan Panelis.
< Pemberian Pewarna dan Pewangi Pada Sabun
Transparan berpengaruh terhadap Penerimaan
Panelis
Tempat Dan Waktu
Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan (
JuliNovember 2011). Penelitian ini dilakukan di
laboratorium pengolahan hasil pertanian dan analisis
hasil pertanian, Fakultas Pertanian, &niversitas Riau.
Bahan dan AIat
ahan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah minyak nabati yaitu minyak goreng bekas dan
minyak goreng curah. ahan-bahan lain yang digunakan
dalam penelitian ini adalah asam stearat, NaO 0%,
gliserin, etanol, gula pasir, dietanolamida (DEA), NaCl,
aquadest, Pewarna dan Pewangi.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah
gelas ukur, spatula, wadah pemanas, kompor, termometer,
wadah penampung, timbangan analitik, cetakan sabun,
kemasan dan perangkat alat analisis.
Metode !eneIitian
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
sebanayak 6 perlakuan dan ulangan. Minyak goreng
curah dan minyak goreng bekas yang telah disaring
dibuat sabun transparan.
Data mutu sabun di uji secara hedonik dan
dianalisis secara statistik non Parametrik sidik
ragam. Jika menunjukkan F
hitung
lebih besar dari
F
tabel
maka akan dilakukan uji lanjut Tukey.
penelitian dilakukan dengan 6 taraf
perlakuan yaitu;
< W1 = Warna Merah Aroma Stroberi
< W2 = Warna Merah Aroma Mawar
< W = Warna Kuning Aroma Jeruk
< W4 = Warna Kuning Aroma Apel
< W5 = Warna iru Aroma Apel
< W6 = Warna iru Aroma Teh ijau
Asam Stearat
Pemanasan T : 70-80
0
C
Penyabunan
Kelapa
sawit Curah
NaOH
30
Stok Sabun
Pengadukan T : 70-80
0
C
Pencetakan
NaCl Sukrosa,
DEA, Etanol
dan Air
Sabun Transparan
berwarna dan beraroma
Asam Stearat
Pewarna
dan
Pewangi
!engamatan
Sabun yang dibuat kemudian diIakukan uji
organoIeptik
.1. !roduk Sabun Yang DihasiIkan
ambar sabun transpran
yang sudah di beri Pewarna
dan Pewangi.
!eniIaian organoIeptik
Skor Warna Aroma
Uji busa Tekstur Penilaian
Keseluruhan
1
2
3
4
5
Sangat tidak suka
Tidak Suka
Netral
Suka
Sangat suka
Sangat tidak suka
Tidak Suka
Netral
Suka
Sangat suka
Sangat tidak suka
Tidak Suka
Netral
Suka
Sangat suka
Sangat tidak suka
Tidak Suka
Netral
Suka
Sangat suka
Sangat tidak suka
Tidak Suka
Netral
Suka
Sangat suka
.1. KesimpuIan
1. Analisis keragaman (d = 0,05) yang dilakukan terhadap
sampel menunjukkan bahwa penambahan pewarna dan
pewangi berbeda nyata antar setiap Perlakuan.
2. Dari keenam sabun yang diteliti, sabun yang paling
banyak disukai adalah sabun yang berwarna merah dan
beraroma stroberi
HBMIRQ
DRQ
BRIRMRHIH