FUNGSI DIASTOLIK VENTRIKEL KIRI PADA PASIEN STENOSIS ARTERI KORONARIA DI RSJHK Author : Hasudungan Sibuea, Senin, 06 Agustus

2007 00:00:00 Bagian Kardiologi FKUI/RSJHK Aliran darah koroner terjadi terutama pada fase diastolik. Stenosis arteri koronaria menimbulkan iskemia miokard. Iskemia miokard dapat menimbulkan gangguan diastolik. Gangguan diastolik mengakibatkan penurunan aliran darah koroner pada sepertiga awal diastolik, balik pada waktu istirahat maupun selama takikardia. Angina pektoris merupakan gejala iskemia miokard. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa ditemukan gangguan diastolik ventrikel kiri, dan angina pektoris akan lebih berat bila disertai dengan gangguan diastolik ventrikel kiri pada pasien stenosis arteri koronaria. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan variabel diastolik ventrikel kiri dengan aliran mitral gelombang pulsa doppler ekokardiografi saat istirahat, pada pasien terbukti mengalami stenosis arteri koronaria dari pemeriksaan angiografi koroner. Pada penelitian ini, yang memenuhi kelima variabel diastolik dan diklasifikasikan sebagai fungsi diastolik normal adalah 3,3%, relaksasi abnormal 10%, sementara 86,7% menunjukkan perubahan beberapa variabel diastolik. Dari 30 pasien didapatkan perubahan variabel diastolik terbanyak adalah IVRT>110 msec pada 29 (96,7%) pasien dan rasio E/A<1 pada 27 (90%) pasien. Terdapat penurunan E dan peningkatan A, DT secara statistik mempunyai hubungan yang bermakna dengan LVEDP (p<0,05). Tidak ditemukan hubungan gangguan diastolik ventrikel kiri dengan angina pektoris. Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan gangguan diastolik pada pasien yang terbukti mengalami stenosis arteri koronaria. Dipresentasikan 01/1998 di Bagian Kardiologi FKUI/RSJHK

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful