Anda di halaman 1dari 5

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA
2011
0,80


RM.01.

FORM UPLOAD e-CASE


Nama/NIM : Rainy Iszamriach / 2006 031 0189
Bagian : Stase Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin
RS. Pendidikan : Rumah Sakit Jogja, Kota Yogyakarta
Pembimbing : dr. H. Rikyanto., Sp.KK., M.Kes
Judul : Manajemen Penatalaksanaan Ektima
Tahun : 2011


ABSTRAK


Ektima adalah pioderma ulseratif kulit yang umumnya disebabkan oleh Streptococcus -hemolyticus.
Penyebab lainnya bisa Staphylococcus aureus atau kombinasi dari keduanya.

Menyerang epidermis dan dermis
membentuk ulkus dangkal yang ditutupi oleh krusta berlapis, biasanya terdapat pada tungkai bawah Stereptokokus
Pioderma ialah penyakit kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus, Streptococcus, atau oleh kedua-duanya. Tufuan
utama dari penatalaksanaan ektima adalah untuk mengurangi morbiditas dan mencegah adanya
komplikasi. Penatalaksanaan dari ektima itu sendiri tergantung dari perkembangan lesi.



Kata Kunci: Ektima, Ulkus, terapi



FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA
2011
0,80


RM.02.



I. KASUS
Tanggal 28 September 2011, Pukul 9.15

Seorang anak laki laki berusia dua tahun datang dengan keluhan gatal pada kedua kaki dan
terdapat luka basah berbentuk bulat sebesar jagung. Keadaan ini sejak satu bulan lalu, awalnya muncul
pertama kali di kaki kiri, bintik merah yang semakin lama semakin membesar, lesi berbentuk bulat
berisi cairan kemudian pecah sendiri atau karena digaruk pasien. Sudah berobat ke puskesmas dan
diberi salep tetapi tidak ada perubahan. Pasien tidak mengeluhkan panas pada lesi, demam (-), riwayat
pengobatan sebelumnya (-), pasien sudah pernah mengalami sakit yang sama pada umur satu tahun
yang lalu. Pasien senang sekali bermain air hujan dan main tanah.

UKK : terdapat vesikel dengan hiperpigementasi ,ulkus disertai krusta berwarna kecoklatan, bentuk
bulat dengan ukuran bervariasi dari lentikuler hingga numuler, multiple, berbatas tegas, penyebaran
lokalisata di kedua tungkai bawah, punggung, tangan kanan dan kiri.














FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA
2011
0,80


RM.03.

II. PERMASALAHAN
Manajemen Penatalksanaan Ektima

III. PEMBAHASAN
Ektima adalah pioderma ulseratiI kulit yang umumnya disebabkan oleh Streptococcus -hemolyticus.
Penyebab lainnya bisa Staphylococcus aureus atau kombinasi dari keduanya.

Menyerang epidermis dan dermis
membentuk ulkus dangkal yang ditutupi oleh krusta berlapis, biasanya terdapat pada tungkai bawah Stereptokokus
Pioderma ialah penyakit kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus, Streptococcus, atau oleh kedua-duanya. Faktor
predisposisi yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini adalah hygiene yang kurang, menurunnya daya tahan
tubuh, atau jika telah ada penyakit lain di kulit. Streptococcus merupakan organisme yang biasanya
menyebabkan inIeksi pada ektima. Gambaran ektima mirip dengan impetigo, namun kerusakan dan
daya invasiInya pada kulit lebih dalam daripada impetigo. InIeksi diawali pada lesi yang disebabkan
karena trauma pada kulit, misalnya, ekskoriasi, varicella atau gigitan serangga. Lesi pada ektima
awalnya mirip dengan impetigo, berupa vesikel atau pustul. Kemudian langsung ditutupi dengan krusta
yang lebih keras dan tebal daripada krusta pada impetigo, dan ketika dikerok nampak lesi punched out
berupa ulkus yang dalam dan biasanya berisi pus.

Penatalaksanaan ektima, antara lain:
Tujuan utama dari penatalaksanaan ektima adalah untuk mengurangi morbiditas dan mencegah
adanya komplikasi. Penatalaksanaan dari ektima itu sendiri tergantung dari perkembangan lesi.

1. NonIarmakologi
Pengobatan ektima dapat berupa mandi menggunakan sabun antibakteri dan sering mengganti
seprei, handuk, dan pakaian.

2. Farmakologi
Pengobatan Iarmakologi bertujuan mengurangi morbiditas dan mencegah komplikasi
a. Topikal
Pengobatan dengan topical dapat dipertimbangkan jika inIeksi dapat terlokalisir. Dengan
menggunakan antibiotic topical yaitu salep mupiron dengan dosis dioleskan 3 kali sehari selama
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA
2011
0,80


RM.04.
10 hari. Kontra indikasi pemberian ini adalah hipersensitiI terhadap mupiron atau salep yang
lain yang mengandung polietilen glikol. Dan untuk perhatian tidak digunakan pada mata dan
hidung. EIek samping bisa dapat menyebabkan iritasi.

2. Sistemik
Pengobatan sistemik digunakan jika inIeksinya luas. Penisilin adalah drug of choice
untuk pioderma streptococcus. Dengan pemberian sekali injeksi benzatine penisilin kerja
panjang ( dosis dewasa 600.000 1.200.000 unit IM dan dosis anak-anak untuk berat badan
27 kg: 600,000 unit IM x1 (AHA guidelines 2009), dan 27 kg or atau lebih 1.2 juta units IM
x1 (AHA guidelines 2009) atau secara oral 25.000 atau 100.000 unit / kgbb / hari dalam dosis
terbagi tiap 6 jam selama 10 hari. Penisilin VK ( Dosis dewasa 500 mg TID-QID PO x10 days
dan dosis anak-anak 25-50 mg /kgbb/hari dibagi tiap 6-8 jam). Kontra indikasi bagi pemberian
penisilin pada hipersensitiI atau punya riwayat hipersensitiI terhadap antibiotik beta-laktam
(penisilin, seIalosporin). EIek samping dari penisilin dapat terjadi ruam makulopapular
eritematosus, urtikaria, serum sickness, gangguan gastro intestinal, dan reaksi hematologi.
Obat minum anti staphylococcal (seperti dicloxacillin, cephalexin dengan dosis dewasa
250-500 mg PO qid, anak-anak 25-50 mg/kg/hari PO qid, erythromycin dengan dosis dewasa
250-5mg PO qid, anak-anak 30-50 mg / kg/hari dibagi tiap 8-12 jam, clindamycin dengan
dosis dewasa 150-300 mg PO qid, anak-anak 12,5-50mg/kgbb/hari dibagi menjadi 4-6 doses)
telah digunakan untuk mengcover atau menangani kemungkinan dari inIeksi sekunder
Staphylococcus aureus .
3. Surgical care
Dalam hal ini bisa dilakukan dengan debridement atau membersihkan krusta pada ektima.
4. Edukasi
Memberi pengertian kepada pasien tentang pentingnya menjaga kebersihan badan dan
lingkungan untuk mencegah timbulnya dan penularan penyakit kulit. Memberi edukasi kepada
pasien cara mencegah terjadinya penyakit ektima yaitu menjaga kebersihan tubuh, mencegah
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA
2011
0,80


RM.05.
agar kulit tidak mengalami perlukaan seperti digigit serangga atau luka karena terjatuh.,
gunakan sabun anti bakteri dan sering mengganti sprei pada kasur kamar, handuk mandi, dan
baju.

IV. KESIMPULAN
O Ektima adalah pioderma ulseratiI kulit yang umumnya disebabkan oleh Streptococcus -hemolyticus.
Penyebab lainnya bisa Staphylococcus aureus atau kombinasi dari keduanya.

Menyerang epidermis
dan dermis membentuk ulkus dangkal yang ditutupi oleh krusta berlapis, biasanya terdapat pada
tungkai bawah Stereptokokus Pioderma ialah penyakit kulit yang disebabkan oleh
Staphylococcus, Streptococcus, atau oleh kedua-duanyaDermatitis atopik dapat terjadi pada
orang dengan usia berapapun tetapi sering terjadi pada bayi usia 2-6 bulan
O Tujuan utama dari penatalaksanaan ektima adalah untuk mengurangi morbiditas dan
mencegah adanya komplikasi. Penatalaksanaan dari ektima itu sendiri tergantung dari
perkembangan lesi.
O Dibagi dua Non Iarmakologi dan Iarmakologi, Non Iarmakologi dengan menjaga
kebersihan. Farmakologi : topical dan sistemik.

V. DAFTAR PUSTAKA
O Ecthyma
Author: Loretta Davis, MD; ChieI Editor: Dirk M Elston, MD
URL: http://emedicine.medscape.com/article/1052279-overview