Anda di halaman 1dari 4

Karakteristik Kompresor

A. Ratio Of Compression
o o o o

Umumnya, gas memasuki kompresor pada suatu nilai tekanan dan meninggalkan kompresor pada nilai tekanan yang lebih besar Perbedaan antara tekanan suction dan discharge mewakili kerja yang dilakukan terhadap gas, setelah dikurangi kerugian akibat panas dan gesekan) Perbandingan nilai kompresi, R merupakan hubungan antara tekanan discharge dan suction, dalam nilai absolut, Pd/Ps R menunjukkan berapa kali tekanan suction dilipat gandakan menjadi tekanan discharge. R merupakan indicator sejumlah tekanan yang kompresor tambahkan kepada gas

B. Capacity Of Compressor
o o o

Kapasitas kompresor diukur dengan jumlah volume gas yang dipindahkan dalam satuan waktu Laju kapasitas gas dalam m3/min tergantung kepada kecepatan gas dan diameter pipa yang dilalui oleh gas Oleh karena kompresor mengkompresi gas, volume gas yang memasuki kompresor akan lebih besar dibandingkan dengan volume gas yang meninggalkan kompresor Nilai CMM atau m3/min mewakili volume gas sebelum proses kompresi, diukur pada sisi suction kompresor

C. Joule (meter-newton) and Horsepower Satu meter Newton adalah jumlah kerja yang dibutuhkan untuk mengangkat berat sebesar satu Newton, pada g = 10 m/s2 sejauh satu meter (meter-newton)

Tenaga merupakan kerja yang dilakukan per satuan waktu

horse power (hp) = 746 W

D. Head Of Compression
o

Kerja kompresi dapat dibayangkan sebagai jarak angkat yang mampu dilakukan terhadap berat sesuatu gas. Untuk setiap satu kilogram berat gas yang diangkat sejauh satu meter, maka dibutuhkan satu Newton meter kerja Ketinggian gas yang mampu diangkat oleh kompresor tergantung kepada kecepatan gas. Ketika kecepatan gas bertambah maka head yang mampu dibangun oleh kompresor akan bertambah pula Ketika kompresi dibayangkan sebagai kemampuan mengangkat berat gas, head dalam satuan meter mewakili hasil kompresi dalam Newton-meter(kerja) per Newton (berat) gas Jika head bertambah, maka jumlah kerja persatuan berat akan bertambah pula

Head of compression E. RPM and Horsepower Massa jenis/density berbagai gas akan berbeda. Untuk dua buah gas yang memiliki volume yang sama, gas dengan massa jenis yang besar akan lebih berat dibandingkan dengan gas yang memiliki massa jenis yang lebih kecil. Gas dengan massa jenis yang lebih besardisebut dengan denser
o o o

Meskipun demikian, untuk setiap rpm/kecepatan compressor, jumlah kerja persatuan berat gas akan tetap Tanpa memperhatikan berat gas, baik untuk gas yang berat maupun ringan, jumlah kerja persatuan berat gas akan tetap sama Dengan demikian, disetiap rpm, jumlah laju aliran gas akan tetap sama. Tetapi untuk gas yang lebih berat, jumlah kilogram gas yang dipindahkan akan jauh lebih banyak (Meskipun kerja per satuan berat (head) sama, jumlah kilogram gas yang dikerjakan/dikompresi dalam rentang waktu tertentu akan bertambah untuk gas yang m Dengan bertambahnya berat gas dalam rentang waktu yang diberikan, laju

kerja kompresor akan bertambah. Dengan demikian tenaga yang dibutuhkan oleh kompresor akan bertambah pula emiliki massa jenis yang besar atau denser F. RPM, R, and BHP
o

o o o

Pada kecepatan dan laju aliran yang tetap, kompresor akan menghasilkan head yang sama, terlepas dari seberapa besar berat gas tersebut. Head dalam satuan meter dapat dikonversikan kedalam tekanan, berdasarkan formula berikut: Massa jenis gas tidak akan mempengaruhi head yang akan dihasilkan tetapi hanya akan mempengaruhi tekanan discharge BHP merupakan tenaga yang dibutuhkan oleh shaft kompresor Karena rentang variasi massa jenis gas sangat lebar, BHP yang dibutuhkan oleh kompresor cenderung berubah pada saat kompresor dioperasikan

G. Surging
o

Anggap, sebuah kompresor tengah dihubungkan dengan sistem yang membutuhkan supply udara cukup besar. Ketika kompressor mulai dijalankan hanya akan ada sedikit tahanan pada discharge kompresor Dengan sedikit tahanan pada discharge, kapasitas kompresor akan cukup besar untuk pertama kalinya. Ketika supply udara yang hasilkan kompresor sudah cukup memadai maka kebutuhan udara yang digunakan sistem akan berkurang. Jika kemudian sistem tidak juga menggunakan udara tersebut sesegera mungkin maka tekanan pada sistem akan meningkat Dengan meningkatnya tekanan pada sistem, tahanan terhadap discharge kompresor akan bertambah dan menyebabkan kapasitas yang mampu dihasilkan kompresor akan berkurang Jika secara menerus sistem hanya menggunakan sedikit udara yang telah dihasilkan oleh kompresor maka tekanan pada sistem akan terus meningkat, sementara head yang dibutuhkan oleh kompresor untuk menjaga aliran udara yang konstan, akan juga semakin bertambah. Ketika head yang dibutuhkan untuk menjaga supply udara tersebut bertambah diatas batas maksimum head yang diizinkan, supply udara akan terhenti Ketika aliran udara terhenti, tekanan didalam kompresor akan menjadi lebih rendah dibandingkan tekanan pada sistem. Hal ini akan mengakibatkan udara pada sistem akan mengalir kembali kedalam kompresor Setelah udara mengalir kembali kedalam kompresor atau kemudian sistem mengkonsumsi udara yang tersedia, tekanan pada sistem akan kembali menurun. Pada saat tekanan sistem berada dibawah batas maksimum head kompresor, kompresor akan kembali mengirimkan udara menuju sistem Pada saat kompresor kembali mulai mengirimkan udara, kompresor akan beroperasi pada kapasitas yang teramat sangat rendah dan pada tekanan atau head yang teramat tinggi Jika sistem masih hanya menggunakan sedikit udara, kembali kompresor akan mencapai batas maksimum head dan supply udara yang dihasilkan kompresor akan kembali terhenti pula

Proses yang berlangsung secara cepat terhadap gejala aliran udara yang terhenti dan mengakibatkan udara kembali masuk kedalam kompresor dan kemudian kembali kompresor mengirimkan udara, disebut dengan phenomena surging Phenomena surging akan menghasilkan getaran yang sangat kuat pada kompresor dan juga sistem pemipaan yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada kompresor Cukup sulit untuk memisahkan antara kompresor dengan blower. Tetapi secara umum dapat dikatakan bahwa jika tekanan yang dihasilkan melebihi 1 kg/cm2, maka mesin tersebut dapat diklasifikasikan sebagai kompresor Kompresor dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok besar, yakni kompresor turbo dan kompresor displacement. Tabel dibawah memperlihatkan karakteristik dan penggunaan dari masing-masing jenis kompresor