Anda di halaman 1dari 5

Rencana Asuhan Bayi 2-6 Hari

A. MINUM

ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi, yang mengandung zat gizi sesuai untuk
pertumbuhan dan perkembangan bayi, baik kualitas dan kuantitas.

ASI diberikan:
-sesuai dengan keinginan ibu.
-atau sesuai kebutuhan bayi (2-3 jam bergantian antara sebelah kiri dan sebela kanan)

Keuntungan ASI:
-untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi
-untuk mempereran hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi yang akan berpengaruh pada
proses pembentukan emosi positiI si anak.

Komposisi ASI:
-kalori, protein, laktalbumin, kasein, air, lemak, karbohidrat, mineral.



B.BAB

-Jumlah Ieses bayi lahir cukup bervariasi dan jumlah paling banyak antara hari ke 3 dan ke 6.
Bayi akan mengeluarkan mekonium, dimana Iesesnya lengket berwarna hitam kehijauan
selama 2 hari pertama.

-Feses bayi yang diberi ASI akan berubah warna menjadi hijau emas, lunak dan terlihat
seperti bibit atau seedy, yang tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi, sedangkan coklat
gelap seperti pasta atau padat.

-Bayi yang berdekasi segera setelah makan merupakan sesuatu yang normal. Jumlah Ieses
akan berkurang pada minggu ke 2, yang awalnya Irekuensi deIekasi sebanya 5 atau 6 kali
setiap hari/ tiap diberi makan yang menjadi 1 atau 2 kali sehari.

-Bayi mulai memiliki pola deIekasi yang normal karena adanya tambahan makanan padat,
sehingga Ieses bayi akan menyerupai Ieses orang dewasa.

C.BAK
-Bayi mulai memiliki Iungi ginjal yang sempurna selama 2 tahun pertama kehidupannya.

-Biasanya terdapat urine dalam jumlah yang kecil pada kandungan kemih bayi saat
lahir,tetapi ada kemungkinan urine tersebut tidak di keluarkan selama 12-24 jam.

urine pucat,kondisi ini menunjukan masukan cairan yang cukup.

-Umumnya bayi cukup bulan akan mengeluarkan urine 15-16 ml/kg/hari.

-Untuk menjaga bayi tetap bersih,hangat dan kering,maka setelah bak harus di ganti
popoknya minimal 4-5 x/hari.

-Dalam 2 mg pertama setelah lahir,bayi normalnya sering tidur,bayi baru lahir sampai usia 3
bulan rata-rata tidur selama 16 jam sehari.

-Pada umumya bayi terbangun sampai malam hari pada usia 3 bulan.

-Sebaiknya ibu selalu menyediakan selimut dan ruanganya yang hangat,serta memastikan
bayi tidak terlalu panas/terlalu dingin.

-Jumlah waktu tidur bayi akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia bayi.


E.KEBERSIHAN KULIT

-kebersihan kulit bayi perlu benar-benar dijaga,walaupun mandi dengan membasahi seluruh
tubuh tidak harus di lakukan setiap hari.tetapi,bagian-bagian seperti muka,bokong,dan tali
pusat perlu dibersihkan secara teratur.

-Sebaiknya sebelum memegang bayi terlebih dulu mencuci tangan.


F.KEAMANAN

Hal-hal yang harus di perhatikan dalam menjaga keamanan bayi adalah dengan dengan tetap
menjaganya,jangan sekalipun meninggalkan bayi tanpa adanya menunggu. Selain itu juga
perlu di hindari untuk memberikan apapun ke mulut bayi selain ASI,karena bayi bisa tersedak
dan jangan menggunakan alat penghangat di tempat tidur bayi.


G.TANDA-TANDA BAHAYA
Jika muncul tanda-tanda bahaya,ajarkan ibu untuk:
1.Memberikan penolongan pertama sesuai kebutuhan sampai bayi memperoleh perawatan
medis lanjutan.
2.Membawa bayi ke RS atau klinik terdekat untuk perawatan tindakan segera.
Adapun tanda-tanda bahaya pada bayi sebagai berikut:

-Pernapasan sulit / lebih dari 60x/menit.

-Terlalu hangat (~38
0
C ) atau terlalu dingin (36
0
C )

-Bayi kulit kering ( terutama 24 jam pertama ) berwarna biru , pucat atau memar.

-Isapan saat menyusu lemah,rewel,sering muntah,dan mengatuk berlebihan.

-Tali pusat merah,bengkak,keluar cairan,berbau busuk,dan berdarah.

-Terdapat tanda-tanda inIeksi seperti suhu tubuh meningkat,merah,bengkak,bau busuk,keluar
cairan,dan pernaIasan sulit.

-Tidak BAB dalam 3 hari,tidak BAK dalam 24 jam,Ieses lembek atau ecair,sering berwana
hijau tua,dan terdapat lendir atau darah.

-Menggigil,rewel,lemas,mengantunk,kejang,tidak bisa tenang,menagis terus menerus.


H.PENYULUHAN BAYI SEBELUM PULANG

Rencana pulang
Ibu baru bersama bayinya tidak boleh ditinggalkan tanpa penjaga selama sedikitnya
24 jam pertama.jika sang ibu merencanakan untuk pulang kerumah tak lama setelah
melahirkan bidan harus meneliti ada bantuan apa saja yang ada dirumah.
Idealnya bidan telah menyisihkan waktu pada saat sebelum persalinan untuk
membahas bersama wanita tersebut bagaimana mempersiapkan lingkungan rumah untuk
dapat memberikan dukungan yang sepatutnya bagi ibu dan bayi. Ayah, nenek, atau orang
penting lainnya dirumah hendaknya terlibat dalam pembicaraan. Sebelum persalinan mereka
harus memahami dengan jelas bahwa ibu dan bayi tidak boleh ditinggal sendirian selama
beberapa hari pertama dirumah.
Selama jam-jam sebelum pemulangan dari rumah sakit, atau sebelum bidan
meninggalkan ibu dirumah,diperlukan waktu untuk mengevaluasi hal-hal berikut tentang bayi
tersebut :
1. apakah tanda-tanda vital dari bayi baru lahir tersebut, tangisan, tonus otot dan tingkat
kegiatanya berada dalam batas-batas normal
2. apakah bayi baru lahir tersebut sudah buang air besar (mekonium) dan buang air kecil.
3. Apakah sudah terbukti bayi bisa menyusui dengan baik sedikitnya 2 kali.
4. Apakah sang ibu sudah menunjukkan bahwa ia bisa menangani bayi baru lahirnya
dengan nyaman.
5. Apakah ibu, ayah atau anggota keluarga lainnya sudah diajari cara menangani bayi
6. Apakah ada suplai yang cukup dari pakaian, perlengkapan bayi dirumah
7. Apakah keluarga tersebut sudah mengidentiIikasi suatu klinik atau rumah sakit untuk
kunjungan lanjutan
Sebelum ibu dan bayi pulang kerumah, kita berikan promosi atau penyuluhan kepada ibu
dan keluarga mengenai cara perawatan bayi baru lahir antar lain :

-Perawatan tali pusat

O Selalu cuci tangan sampai bersih sebelum mulai melakukan perawatan tali pusat
O Kemudian bersihkan tali pusat dengan air sabun kemudian air bersih lalu keringkan
O Sebaiknya tali pusat tidak perlu diberi apa-apa seperti obat luka. Paling penting lagi
hindari hal-hal aneh dan berbau mistis misalnya menarruh koin diatas tali pusat bayi,
diberi kopi, minyak daun-daunan
O Selalu jaga agar tali pusat tetap kering dan bersih
O Segera bawa ke dokter jika mencium bau tidak sedap dari tali pusat bayi yang belum
lepas karena itu bisa jadi tanda-tanda tetanus menyerang

Telah banyak di lakukan uji klinis untuk membandingkan cara perawatan tali pusat
agar tidak terjadi peningkatan inIeksi,yaitu dengan membiarkan luka tali pusat terbuka edan
membersihkan luka hanya dengan air bersih.

Negara-negara yang beriklim tropis perlu mewaspadai penggunaan alkohol yang
dulunya populer dan terbukti eIektiI untuk membersikan tali pusat,karna sesungguhya
alkohol akan mudah menguap di daerah panas dan dengan demikian eIektiIitasnya akan
menurun.begitupun dengan bedak antiseptik.

Jadi cara yang paling eIektiI adalah dengan membiarkan tali pusat tetap terbuka
,mengering dan hanya di bersihkan setiap hari dengan air bersih.dan bidan perlu memebrikan
inIormasi ini pada tiap ibu agar tidak terjadinya inIeksi karena terjadinya peningkatan
kelembaban pada kulit bayi.

-Pemberian ASI
O ASI diberikan sesering mungkin
O Anjurkan ibu untuk menyusui tanpa jadwal siang dan malam setiap kali
menginginkanya
O Nasihatkan ibu agar tidak memaksakan bayi untuk menyusui bila bayi belum mau, tak
melepas isapan bayi sebelum bayi selesai menyusui
O Nasihatkan ibu agar tidak memaksakan bayi untuk menyusui bila bayi belum mau, tak
melepas isapan bayi sebelum bayi belum selesai menyusui.
O Anjurkan ibu hanya memberi asi eksklusiI untuk 4-6 bulan pertama.
O Mengajarkan ibu cara pemberian asi yang benar pada bayi

-Menjaga suhu tubuh

O Menjaga kehangatan bayi misalnya dengan metode kanguru
O Membungkus bayi dengan kain bersih terutama kepala
O Jangan meletakkan bayi dekat dengan benda-benda yang dingin atau meletkkan bayi
langsung dipermukaan yang dingin

Berikan bayi kepada ibu secepat mungkin,karena kotak antara ibu dengan kulit bayi
sangat penting dalam rangka menghangatkan serta mempertahankan panas tubuh bayi.apabila
suhu bayi 36,5
o
C segera hangatlah bayi dengan teknik metode kangguru.

-Ingatkan ibu bahwa bayinya untuk diimmunisasi ke pusat kesehatan sesuai jadwal imunisasi

Anak harus diimmunisasi lengkap sebelum berumur 1 tahun. Immunisasi dapat
mencegah penyakit TBC, hepatitis, polio, dipteri, batuk 100 hari, tetanus dan campak.
Jadwal immunisasi:
UMUR JENIS IMMUNISASI
0-7 hari
1 bulan
2 bulan
3 bulan
4 bulan
9 bulan
Hepatitis B
1
BCG
Hepatitis B
2,
DPT
1
, Polio
1
Hepatitis B
2,
DPT
2,
Polio
2
DPT
3,
Polio
3
Campak, Polio
4





-Tanda-tanda bahaya

Jika muncul tanda-tanda bahaya,ajarkan ibu untuk:
1.Memberikan penolongan pertama sesuai kebutuhan sampai bayi memperoleh perawatan
medis lanjutan.
2.Membawa bayi ke RS atau klinik terdekat untuk perawatan tindakan segera.


-Pencegahan inIeksi dan kecelakaan.

Pencegahan inIeksi merupakan bagian yang terpenting dari setiap komponen
perawatan bayi. Terutama bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap inIeksikarena sistem
immunitasnya kurang sempurna. Pencegahan inIeksi dapat dilakukan dengan cara yaitu
misalnya mencuci tangan sebelum memegang bayi, jauhkan bayi dari lingkungan yang kotor
yang dapat menyebabkan inIeksi.