Anda di halaman 1dari 2

1.

Metode Dalam Memahami Agama


Untuk memahami agama, kita harus mempunyai niat yang melekat pada hati
kita, bahwa kita ingin memahami agama dengan sungguh - sungguh. Metode yang di
gunakan antara lain :
O Metode Ketauladanan
kita harus mencari contoh yang baik(teladan), yang dapat menuntun
kita dalam memahami agama, bisa dari guru, ustadz, kyai,buku atau yang lain,
bisa juga dari kisah kisah suritauladan dari para rosul, setelah mendapat
tauladan yang baik , dan kita tahu banyak apa-apa yang belum tahu tentang
agama dari para teladan tersebut, kita juga bisa sekalian belajar di sini.
O Metode Demonstrasi
Dalam metode ini kita harus mendapatkan contoh peragaan tentang
kigiatan suatu ibadah di agama, supaya lebih Iaham dalam memahaminya.
O Metode Pembiasan
Dalam metode ini kita harus membiasakan perbuatan baik yang kita
dapat dari metode ketauladanan.
O Metode drill/Latihan
Dalam metode ini kita harus praktek sendiri, melatih pemahaman
agama yang kita dapatkan.
O Mengisi waktu luang
Dalam metode ini kita harus bisa mengisi waktu luang dengan kegiatan
yang bermanIaat.
O Melaksanakan peribadatan dengan teratur.

2. erpikir:
O ogis
Proses menggunakan konsistensi penalaran untuk menarik kesimpulan
dan dapat memecahkan suatu masalah. isa juga bisa diartikan sebagai suatu
kemampuan untuk menarik kesimpulan yang sah menurut aturan logika dan
dapat membuktikan bahwa kesimpulan itu benar sesuai dengan pengetahuan
sebelumnya. erIikir secara logis sangat identik dengan berIikir luas,
mempertimbangkan baik-buruk, untung-rugi, dan lain sebagainya.

O 7itis
Proses merumuskan alasan yang tertib secara aktiI dan terampil
dari menyusun konsep, mengaplikasikan, menganalisis, mengintegrasikan
(sintesis), atau mengevaluasi inIormasi yang dikumpulkan melalui proses
pengamatan, pengalaman, reIleksi, pemberian alasan (reasoning) atau
komunikasi sebagai dasar dalam menentukan tindakan. Dengan berpikir kritis,
seseorang bisa tanggap terhadap persoalan yang sedang berkembang.
O $istematis
Suatu kemampuan untuk meguraikan dan merumuskan sesuatu dalam
hubungan yang teratur atau saling berkaitan dan logis sehingga membentuk
suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu
menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya.
O $ikap intelektual
Suatu sikap yang menunjukkan totalitas pengertian atau kesadaran,
terutama yg menyangkut pemikiran dan pemahaman. isa juga disebut
mempunyai kecerdasan tinggi, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu
pengetahuan.

3. Metodelogi memahami iptek berawal dari keraguan
Iptek merupakan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang berkembang seiring
perkembangan zaman . Sebuah pengetahuan itu dasarnya atau awal mulanya pasti dari
ketidak tahuan , ketidak tahuan itu membuat seseorang ingin mencari tahu, seperti
kebanyakan orang lainnya, bisa juga diartikan sebuah tantangan. setelah mencari tahu
dan memperoleh kesimpulan dari penelitihannya , timbullah keraguan benar atau
tidak sesuatu yang disimpulkannya tersebut, dari rasa ragu/keraguan inilah
pengetahuan dan teknologi akan muncul, keraguan itu akan dibuktikan dengan
percobaan-percobaan atau penelitian, jika sudah muncul suatu kebenaran atau suatu
keberhasilan dalam menciptakan sesuatu, maka itulah yang dimahsud dengan IPTEK.