Anda di halaman 1dari 4

PSIKOFARMAKA PADA PASIEN KRISIS

Tiga Golongan Senyawa Psikofarmaka:


obat tidur (hipnotik)
2 obat penenang minor
3 obat penenang mayor (neuroleptik)
4 antidepresan
Efek samping yang timbul dari penggunaan obat-obat psikofarmaka:
a udah terjadi ketergantungan psikologis dan Iisis, mungkin terjadi
ketergantungan obat
b epresi atau kehilangan siIat menahan diri dapat terjadi, yang akhirnya dapat
menimbulkan kekacauan pikir (conIusion)
c $emua depresan sistem saraI pusat merupakan kontraindikasi pada payah paru
(asma, emIisema, dispnea oleh sebab-sebab lain)
d angguan psikomotorik
e udah marah, kegelisahan dan ansietas sering terjadi bila obat dihentikan

Tiga golongan senyawa PsikoIarmaka :
IPNOTIK
$ebaiknya diberikan dalam jangka waktu pendek, 2-4 minggu cukup,
walaupun sering timbul insomnia pantula (rebound), bila pengobatan dihentikan
Oleh karena itu, obat diberikan hanya beberapa malam saja tiap minggu
Yang dianjurkan senyawa-senyawa benzodiazepin berkhasiat pendek:
- Nitrozepam (umolid, ogadon)
- Flurazepam (almadorm)
- Triazolam (Halcion)
Pada insomnia dengan kegelisahan (ansietas), senyawa-senyawa Ienotiazin akan
menolong :
- Tioridazin (melleril)
- Prometazin (Phenergan)

OBAT PENENANG MINOR (MINOR TRANQUILLIZER)
iazepam (valium) digunakan untuk ansietas, agitasi, spasme otot, delirium
tremens hingga pada epilepsy Pengobatan dengan benzodiazepin hanya diberikan
pada ansietas hebat, dan maksimal 2 bulan sebelum dicoba dihentikan Karena
berakumulasinya benzodiazepin berkhasiat panjang, hingga khasiat obat
berkurang (habituation)

3 OBAT PENENANG MAYOR (MAYOR TRANQUILLIZER,
NEUROLEPTICS)
Payah otak (brain Iailure) menimbulkan gangguan-gangguan kelakuan berupa
rasa takut, penderitaan batin, atau menimbulkan kegelisahan, keluyuran,
kegaduhan, agresi hingga kekerasan karena halusinasi dan khayalan Hal ini bisa
diatasi dengan menggunakan sedative walaupun pemberian sedative tidak
dianjurkan karena sering timbul imobilitas
Yang paling sering digunakan ialah senyawa Ienotiazin dan butiroIenon:
- Klorpromazin (largactil)
- Tioridazin (melleril)
- Haloperidol (serenace, haldol)

4 ANTIDEPRESAN
ejala-gejala psikosomatik sering ditemukan pada depresi $ebaliknya depresi
sering merupakan komplikasi penyakit Iisis
Yang dianjurkan ialah senyawa-senyawa trisiklik dan tetrasiklik :
- mitriptilin (Laroxyl)
- Imipramin (ToIranil)
- ianserin (Tolvon)
- aprotilin (Ludiomil)

Obat-obat harus dimulai dengan dosis kecil yang kemudian ditingkatkan
olongan benzodiazepin umumnya bermanIaat pada gangguan ansietas, namun
pada ansietas menyeluruh (eneralized nxiety isorder- ) obat pilihannya
ialah buspiron Tapi pada awal pengobatan dikombinasikan dengan
benzodiazepin Pada ansietas panik obat pilihannya ialah alprazolam namun ada
beberapa penelitian ansietas panik dapat diobati dengan antidepresan golongan
$$#I ($elective $erotonin #e-uptake Inhibitor) Obbesive Compulsive isorder
(OC) ialah varian gangguan cemas namun obat yang eIektiI untuk gangguan ini
adalah golongan antidepresan misalnya klomipramin maupun golongan $$#I
seperti sertralin, paroksetin, Iluoksetin, dan sebagainya Fobia juga varian
gangguan cemas dan berespons baik pada pengobatan antidepresan isalnya
Iobia social (social phobia) membaik dengan pemberian moklobemid (golongan
#I-#eversible Inhibitory onoamine Oksidase type ) angguan campuran
ansietas-depresi juga memberikan perbaikan dengan obat-obat antidepresan
Beberapa obat antidepresan yang baru seperti telah di sebut di atas antara lain:
- golongan $$#I : sertralin, paroksetin, Iluoksetin, Iluvoksamin
- olongan #I : moklobemid
- Tianeptine
Penggunaan psikoIarmaka hendaknya bersama-sama dengan psikoterapi yang
eIektiI sehingga hasilnya akan lebih baik

Pertanyaan-pertanyaan
ika ada penolakan pada saat pemberian psikoIarmaka, bagaimana cara
perawat untuk menanganinya?
awab :
Cara perawat menangani hal tersebut adalah dengan melakukan restrain
dengan tujuan merubah perilaku pasien

2 engapa obat harus diberikan dari dosis kecil ke dosis besar?
awab :
Obat harus diberikan dari dosis kecil ke dosis besar agar tidak menyebabkan
ketergantungan selain itu membantu tubuh beradaptasi terhadap obat

3 ika terjadi eIek ketergantungan obat pada klien, bagaimana cara perawat
mengatasinya?
awab :
Cara perawat untuk mengatasi agar tidak terjadi eIek ketergantungan obat
pada pasien adalah dengan pemberian obat dari dosis kecil ke dosis besar
sehingga bila gejala penyakit pasien berkurang dosis obatpun dapat diturunkan
secara bertahap dan pemberian obat harus tetap dalam pengawasan perawat
dan keluarga pasien

4 elaskan kegunaan obat penenang mayor dan minor dan alasannya mengapa
kontraindikasi seperti asma dan emIisema pada pemberian psikoIarmaka?
awab :
OBT PENENN INO# (INO# T#NQUILLIZE#) :
iazepam (valium) digunakan untuk anksietas, agitasi, spasme otot,
delirium tremens hingga pada epilepsy Pengobatan dengan benzodiazepin
hanya diberikan pada anksietas hebat, dan max 2 bulan sebelum dicoba
dihentikan Karena berkumulasinya benzodiazepin berkhasiat panjang, hingga
khasiat obat berkurang (habituation)

OBT PENENN YO# (YO# T#NQUILLIZE#,
NEU#OLEPTIC$) :
Payah otak (brain Iailure) menimbulkan gangguan-gangguan kelakuan
berupa rasa takut, penderitaan batin, atau menimbulkan kegelisahan,
keluyuran, kegaduhan, agresi hingga kekerasan karena halusinasi dan
khayalan Hal ini bisa diatasi dengan menggunakan sedative walaupun
pemberian sedative tidak dianjurkan karena sering timbul imobilitas
Yang paling sering digunakan ialah senyawa Ienotiazin dan butiroIenon:
- Klorpromazin (largactil)
- Tioridazin (melleril)
- Haloperidol (serenace, haldol)
Kontraindikasi pemberian obat psikotik : asma maupun emIisema karena
obat-obat tersebut bekerja langsung menekan system saraI pusat terutama di
pusat pernapasan