Anda di halaman 1dari 4

KATA PENGANTAR

Euforia teknologi informasi dengan tradisi “click the icon”


telah mendorong masyarakat memasuki babak baru era
komunakasi yakni komunikasi hypertekstual. Komunikasi
hypertektual tidak sekedar dipahami sebagai bentuk proses
komunikasi via internet, namun lebih kepada bentuk budaya
modern—atau post modern---yakni budaya audiovisual
(menonton/mendengarkan) yang termanjakan karena dukungan
teknologi.
Sebagai akibatnya, budaya menulis dan membaca semakin
tersisih dan terpinggirkan, terbuang dan dilupakan ditengah
hiruk pikuk modernitas. Hingga pada tahap tertentu manusia
modern menyerahkan segenap kognisi dan kuasa
pengetahuannya dalam budaya audiovisual, bukan pada budaya
menulis dan membaca. Profesional akan lebih memilih berita
televisi atau dibanding membaca berita di koran konvensional.
Mahasiswa lebih suka duduk berjam-jam dibelakang layar
internet untuk browsing bahan-bahan paper, daripada membaca
buku di perpustakaan. Gosip dan rumor selebritis lebih ramai
diperdebatkan, daripada masalah atau isu-isu komunitas.
Penetrasi televisi, radio dan internet berhasil merobohkan
benteng terakhir dari budaya menulis dan membaca; koran.
Koran saat ini beramai-ramai berbenah dengan mempercantik
tampilan guna menarik audiens. Foto dengan ukuran besar dan
format koran yang sangat men”taboloid”, font yang atraktif dan
edisi full colour diharapkan mampu menyajikan informasi yang
“visualibe”.
Beberapa media lokal maupun nasional di Indonesia saat
ini telah merubah bentuk tampilan mereka agar lebih menarik,
guna meraih pangsa pasar generasi era hypertektual seraya
berucap selamat tinggal bagi pembaca konvensional yang sudah
uzur, terbatas dan tidak profitable bagi klien yang mau beriklan.
Penelitian ini bermaksud menelisik sejauh mana model
baru journalistik koran di Indonesia disajikan, sebagai salah satu
upaya kritik bagi perkembangan koran dan terutama bagi
budaya menulis dan membaca di Indonesia.
Penulis sangat berterima kasih kepada rekan-rekan sejawat
di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNS yang telah mendorong
generasi kami untuk terus berkarya, terutama kepada Dra.
Sofiah, MSi dan Susanto Kartubij,S.Sos selaku Ketua dan
Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNS
Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada Dr.
Pawito yang selalu mengarahkan penulis untuk meminati bidang
Jurnalistik, suatu bidang yang masih langka di Indonesia ditengah
hiruk pikuknya trend komunikasi massa baik di dunia industri
ataupun di lingkup akademik.
Terakhir, tiada kata yang dapat penulis lukiskan untuk
Nana Hamidah, S.E yang selalu mendorong penulis untuk terus
memaknai gairah hidup di dalam kecapaian dan kelelahan, juga
buat permata hati kami, Alif Haedar Caraka Nusa, yang
merelakan sebagian besar hak kasih sayangnya tersita guna
penulis menyelesaikan penelitian ini.
Penelitian ini dipersembahkan kepada mereka civitas
akademika terutama dosen dan mahasiswa komunikasi, pengkaji
media dan untuk seluruh elemen masyarakat yang selalu
memimpikan demokrasi dan pers yang berkualitas.

PMI, 21 September 2005, 23:25

Mahfud Anshori, S.Sos


LAPORAN PENELITIAN
McJOURNALISM: ANALISIS FRAMING
KARYA JURNALISTIK TABLOID DI KORAN
HARIAN (BROADBLOID)
Oleh:
MAHFUD ANSHORI
132 304 814

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU


POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2005