Anda di halaman 1dari 3

DEFINISI LAKIP

LAKIP atau Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah media


akuntabilitas yang dapat dipakai oleh instansi pemerintah untuk melaksanakan kewajiban untuk
menjawab kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder).
Media akuntabilitas yang dibuat secara periodic memuat inIormasi yang dibutuhkan oleh
pihak yang memberi amanah atau pihak yang memberikan delegasi wewenang. Melalui media
inlah secara Iormal dapat dilakukan pertanggungjawaban dan bahan untuk menjawab berbagai
permasalahan yang diminta oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk menentukan Iokus
perbaikan kinerja yang berkesinambungan.
FUNGSI LAKIP
Lakip dapat berIungsi sebagai :
a. $uatu media hubungan kerja organisasi yang berisi data dan inIormasi
b. Wujud tertulis pertanggungjawaban suatu instansi kepada pemberi wewenang dan
mandate
c. Media akuntabilitas setiap instansi pemerintah, merupakan bentuk perwujudan kewajiban
menjawab yang disampaikan kepada atasannya/pemberi wewenang yang akhirnya
bermuara kepada Presiden untuk selanjutnya menjadi pertanggungjawaban kepada
masyarakat (public accountability)
d. Media inIormasi, tentang sejauh mana penerapan prinsip-prinsip good governance
temasuk penerapan Iungsi-Iungsi manajemen secara benar di instansi yang bersangkutan.
$alah satu Iungsi manajemen adalah pelaporan, yang dapat dijadikan alat untuk evaluasi
diri sendiri guna menentukan Iokus perbaikan kinerja berkesinambungan yang harus
dilakukan.
%U1UAN DAN MANFAA% LAKIP
$etiap instansi pemerintah dibentuk untuk mengemban suatu tugas dan tanggung jawab
tertentu dengan diberikan kewenangan atau mandat untuk melaksanakan tugas itu. Untuk
melaksanakan mandat dari masyarakat umum ini perlu adanya akuntabilitas yang baik.
Akuntabilitas yang baik, memadai, tertib, dan teratur, sudah menjadi tuntutan masyarakat kepada
pemerintah. Oleh karena itu, setiap instansi pemerintah juga diharapkan membantu pimpinan
tertinggi pemerintah untuk dapat mempertanggungjawabkan mandat/kewenangannya kepada
masyarakat/ publik melalui lembaga perwakilan.
Instansi pemerintah harus mempertanggungjawabkan dan menjelaskan
keberhasilan/kegagalan tingkat kinerja yang dicapainya. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) merupakan media utama yang menuangkan kinerja instansi pemerintah.
Pelaporan kinerja ini mengkomunikasikan capaian kinerja organisasi dalam suatu tahun anggaran
yang dikaitkan dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran instansi pemerintah.
Tujuan dari disusunnya LAKIP adalah untuk mewujudkan akuntabilitas seseorang atau
pimpinan kolektiI lembaga/instansi kepada pihak-pihak yang memberi mandat/amanah. Oleh
karena itu, pelaporan AKIP merupakan perwujudan salah satu kewajiban untuk menjawab
tentang apa yang sudah diamanahkan kepada setiap manajer/pejabat publik.
$elain itu, penyampaian LAKIP kepada pihak yang berhak (secara hierarki) juga
bertujuan untuk memenuhi antara lain :
a. Pertanggungjawaban dari unit yang lebih rendah ke unit yang lebih tinggi, atau
pertanggungjawaban dari bawahan kepada atasan. LAKIP ini lebih menonjolkan
akuntabilitas manajerialnya.
b. Pengambilan keputusan dan pelaksanaan perubahan-perubahan kea rah perbaikan,
dalam mencapai penghematan, eIisiensi, dan eIektivitas pelaksanaan tugas pokok dan
Iungsi, serta ketaatan terhadap parturan peperundang-undangan yang berlaku, dalam
rangka pelaksanaan misi instansi.
c. Perbaikan dan perencanaan, khususnya perencanaan jangka menengah dan jangka
pendek

LAKIP yang baik diharapkan dapat bermanIaat untuk:
1. meningkatkan akuntabilitas instansi;
2. umpan balik peningkatan kinerja instansi pemerintah, antara lain melalui perbaikan
penerapan Iungsi-Iungsi manajemen secara benar, mulai dari perencanaan kinerja hingga
kepada evaluasi kinerja, serta pengembangan nilai-nilai akuntabilitas di lingkungan
instansi tersebut;
3. meningkatkan perencanaan di segala bidang, baik perencanaan program/kegiatan maupun
perencanaan penggunaan sumber daya organisasi instansi;
4. meningkatkan kredibilitas instansi di mata instansi yang lebih tinggi dan akhirnya
meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap instansi;
. mengetahui dan menilai keberhasilan dan kegagalan dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawab instansi;
6. mendorong instansi pemerintah untuk menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan
pembangunan secara baik, transparan, sesuai ketentuan peraturan dan perundang-
undangan yang berlaku, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat
(akuntabel);
7. menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel, sehingga dapat beroperasi secara eIisien,
eIektiI, responsive terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.