Anda di halaman 1dari 24

MOTTO

Hari kemarin itu adalah sebuah kenangan. Hari ini adalah hadiah. Hari esok adalah harapan baru. Lestarikan makanan asli Indonesia. Cintai Produk dalam Negeri. Yang lain bisa, kenapa kita tidak ? Jangan pernah putus asa. Setiap usaha pasti pasti ada pengorbanan dan hasil. 99

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA JAKARTA SELATAN

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Pengaruh Perkembangan Usaha Makanan Ringan Terhadap Masyarakat di Sekitarnya

Disusun oleh: 1. Ayu Hardianti 2. Indra Febrian Rachmat 3. Jiha Bias Indarul 4. Mega Dharma Putra 5. Nadhira Zahra 6. Raesa Febriana

Mengetahui :

(Dra. Hj. Himatul Cholisoh) ............................(Drs. H. Hasman Arsyad, MM.)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, mulai dari nikmat-Nya, hidayah-Nya dan berbagai macam kemudahan yang sangat banyak, yang di turunkan dengan penuh rahmat dan berkah sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ini. Dalam karya tulis ini, kami mengambil judul Pengaruh Perkembangan Usaha Makanan Ringan Terhadap Masyarakat Sekitar. Kami memilih membahas judul tersebut dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh yang ditimbulkan dari adanya usaha makanan ringan tersebut bagi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar daerah berdirinya usaha tersebut. Dan dalam kesempatan yang baik ini, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Ibu Dra. Hj. Himatul Cholisoh, selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang selalu berbaik hati dalam memberikan penjelasan dan keterangan kepada kami tanpa kenal lelah. 2. Bapak Budi Supriyanto dan Ibu Endang, selaku pemilik dari toko KRIUK yang mau meluangkan waktunya dan dengan ramah menerima kami serta memberikan segala informasi yang kami butuhkan dalam proses penyelesaian karya tulis ini. 3. Ibu Sri Suwarni, yang telah mau membantu kami dalam pelaksanaan tanya jawab yang merupakan inti dari karya tulis kami.

4. Orang tua kami semua yang selalu memberikan dorongan kepada kami hingga karya tulis ini selesai. 5. Dan seluruh pihak lainnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung ikut terlibat dalam proses penyelesaian karya tulis ini. Karena tanpa bantuan dari mereka, maka tidak mungkin karya tulis ini dapat selesai. Dan sebagai penutup, kami menyadari bahwa karya tulis ini masih kurang dari sempurna, oleh karena itu, kami berharap kepada anda semua untuk memberikan kritik ataupun saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan karya tulis ini di keesokan harinya. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan. Dan tak lupa kami memohon maaf bila ada salah kata dalam karya tulis ini. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih

Jakarta, 23 Februari 2008

Penulis

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Hidup manusia semakin hari semakin terasa sulit, apalagi dengan harga-harga kebutuhan pokok yang semakin melambung seperti tak akan pernah kunjung turun. Hal ini mungkin terasa bagi masyarakat yang memiliki ekonomi menengah, apalagi masyarakat yang memiliki perekonomian ke bawah. Selain itu, kebutuhan manusia pun semakin hari semakin beragam. Kebutuhan manusia itu terbagi menjadi 2, yakni kebutuhan akan barang dan jasa. Contoh kebutuhan barang diantaranya adalah 3 kebutuhan pokok manusia, yakni makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Tapi, dizaman yang modern ini, rasanya kebutuhan pokok manusia sudah bukan hanya itu saja. Di tengah Ibukota ini, telepon gnggam sudah hampir menjadi kebutuhan pokok bagi hidup manusia. Sedangkan contoh kebutuhan manusia akan jasa adalah pelayanan rumah sakit, pelayanan kantor polisi, dan sebagainya. Untuk memenuhi itu semua, maka pasti memerlukan uang, dan uang itu dapat kita peroleh melalui pekerjaan. Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia harus bekerja tentunya supaya mempunyai penghasilan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan banyak cara untuk dapat menghasilkan uang, diantaranya membuka konveksi baju, mendirikan rental warnet, ataupun berwiraswasta. Yang terakhir ini, apabila banyak orang yang berwiraswasta, maka akan tercipta pula lapangan pekerjaan yang banyak bagi rakyat Indonesia yang masih sebagian besr

adalah pengangguran. Hal ini terbukti dengan maraknya tindak kejahatan di berbagai tempat. Angka tindak kriminalitas yang tinggi di negara Indonesia merupakan suatu bukti bahwa negara ini sebagian besar penduduknya berstatus sebagai pengangguran, sehingga mereka memenuhi kebutuhan hidupnya dengan melakukan tindak kejahatan sebagai jalan pintas seperti mencuri, merampok, dan lain-lain. Sekarang ini, salah satu jenis usaha yang hampir selalu hidup adalah dengan berdagang makanan, karena makanan pastinya setiap hari dibutuhkan oleh setiap orang. Berbeda dengan baju, yang dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama, makanan harus ada setiap hari. Oleh karena itu, salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan ada di bidang ini. Contoh yang nyata adalah KRIUK. KRIUK adalah sebuah toko yang berjualan makanan ringan berbagai jenis yang sangat laku di pasaran. Karena di gaya hidup masa kini, banyak masyarakat tidak bisa terlepas dari ngemil makanan ringan. Karena itulah, usaha berjualan makanan ringan ini dapat dikatakan sukses dan berhasil.

1.2 Permasalahan Suatu perubahan pasti akan berdampak pada lingkungan sekitar, entah itu baik ataupun buruk. Dan teori tersebut kami coba terapkan pada masalah kami, yakni apakah perkembangan toko KRIUK akan mempengaruhi masyarakat sekitarnya. Dan yang jadi permasalahannya adalah bagaimana pengaruh perkembangan usaha makanan ringan terhadap masyarakat di sekitarnya? Melalui karya tulis inilah kami akan mencoba untuk menjawab permasalahan tersebut.

1.3 Tujuan Tujuan pembuatan karya tulis ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dengan berkembangnya uaha makanan ringan KRIUK terhadap masyarakat sekitarnya.

1.4 Kegunaan Kegunaan atau manfaat dari pembuatan karya tulis ini adalah sebagai berikut, 1. Mengetahui bahwa dengan dibukanya toko KRIUK, dapat memberikan lapangan kerja yang cukup banyak bagi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitarnya. 2. SDM (sumber daya manusia) di sekitar daerah KRIUK dapat dengan optimal diberdayakan. Sehingga dapat dibilang, hampir tidak ada tenaga kerja yangsia-sia. Menurut pengamatan kami, sebagian besar pegawai yang bekerja di toko KRIUK berusia 20-25 tahun, dan itu merupakan usia produktif untuk bekerja, jadi jelas dengan adanya toko KRIUK ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. 3. Bagi para ibu rumah tangga di sekitarnya, manfaat yang dapat diambil dengan adanya toko KRIUK ini adalah dapat ikut serta dalam usaha makanan ringan ini dengan menjadi pegawainya.

1.5 Metodologi Metodologi yang kami pergunakan dalam pembuatan karya tulis ini adalah dengan cara observasi, yakni pengamatan secara cermat dan langsung di toko

makanan ringan KRIUK yang beralamat di daerah Pondok Aren. Selain observasi, kami juga melakukan teknik pengambilan data dengan cara mewawancara atau melakukan tanya jawab kepada narasumber secara langsung. Narasumber yang kami wawancara adalah pendiri sekaligus pemilik toko KRIUK, yakni bapak Budi Supriyanto dan ibu Endang.

1.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut, 1.6.1 Bab I Berisikan mengenai 6 subbab dari Bab I, yaitu dari latar belakang sampai dengan sistematika penulisan, dan sekaligus penjelasan mengenai subbab tersebut. 1.6.1.1 Latar Belakang Latar belakang merupakan subbab yang memberikan

penjelasan mengenai gambaran umun sampai dengan gambaran khusus dari apa yang diteliti. 1.6.1.2 Permasalahan Permasalahan adalah subbab yang berisikan pertanyaan yang ingin dijawab dengan dibuatnya karya tulis ini, atau masalah yang ingin dipecahkan dengan cara membuat karya tulis ini. 1.6.1.3 Tujuan Tujuan merupakan subbab yang menjelaskan apa tujuan yang ingin dicapai dengan dibuatnya karya tulis ini.

1.6.1.4 Kegunaan Kegunaan merupakan subbab yang sangat mirip dengan subbab tujuan. Kegunaan merupakan subbab yang menjelaskan manfaat apa saja yang dapat diketahui dengan pembuatan karya tulis ini. 1.6.1.5 Metodologi Berisikan tentang cara-cara pengambilan data yang terkait dalam penulisan karya tulis ini. 1.6.1.6 Sistematika Berisikan penjelasan-penjelasan mengenai bab I sampai bab III dengan subbabnya. 1.6.2 Bab II Berisikan tentang pembahasan hasil observasi dan wawancara atau tanya jawab yang merupakan inti dari karya tulis ini. 1.6.3 Bab III Berisikan 2 subbab, yakni kesimpulan dan saran. 1.6.3.1 Kesimpulan Berisikan tentang kesimpulan yang kami peroleh berdasarkan hasil observasi dan wawancara. 1.6.3.2 Saran Berisikan tentang saran yang kami buat berdasarkan dari hasil observasi dan wawancara.

BAB II ISI

2.1 Usaha Makanan Ringan Berawal dari hasil pemikirian bapak Budi Supriyanto dan Ibu Endang, yang memikirkan apa usaha yang terus langgeng, tidak habis-habis setiap harinya, berdirilah toko makanan ringan yang dinamakan KRIUK. Kalau pakaian, paling tidak sebulan sekali membeli, tapi kalau makanan, pasti manusia

membutuhkannya setiap hari. Berdasarkan mereka memutuskan untuk membuka toko makanan ringan KRIUK ini dengan alasan tersebut. Pada awalnya, mereka hanya berjualan kepada para pegawai kantoran. Mereka memilih sasaran utama pegawai kantor karena pastinya orang yang bekerja ada kalanya bosan dan ingin ngemil atau memakan sesuatu yang cukup untuk membuat perut menjadi terisi. Ternyata, hal ini mendapat tanggapan yang baik, hingga akhirnya menyebarlah berita KRIUK dari mulut ke mulut hingga menjadi terkenal seperti sekarang ini. Nama KRIUK dipergunakan sebagai nama toko makanan ringan ini dikarenakan sebagaian besar makanan ringan yang mereka jual adalah makanan yang tergolong renyah. KRIUK ini sendiri tidak memproduksi sendiri makanan ringan, tetapi mendatangkan bahan baku dari luar untuk kemudian dikemas di tempat yang telah ditentukan. Toko ini memiliki tempat pembungkusan untuk membungkus produknya, tempatnya tersebar di sekitar daerah pemasaran atau penjualan produknya. Terdapat sekitar 4 lokasi pembungkusan dan gudang barang di daerah Perkomplekan Taman Mangu Indah, ditambah 1 gudang barang di daerah BSD

(Bumi Serpong Damai). Penjualan produk makanan ringan KRIUK ini sendiri beralamat di Taman Mangu Indah Blok G 5 nomor 7, Pondok Aren, Tangerang. Untuk menjaga kualitas, pemilik KRIUK memprioritaskan rasa ketimbang harga yang murah. Karena jika memilih produk yang harganya murah, namun rasanya kurang memuaskan, sama saja kehilangan pembeli secara perlahan. Tapi kalau yang diutamakan adalah rasa, hasilnya akan berbeda, begitulah pendapat bapak Budi Supriyanto. Tapi, bukan berarti produk KRIUK itu mahal. Justru sebaliknya, harganya sangat terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat, dari masyarakat kalangan atas hingga yang bawah.

2.2 Keuangan dan Pegawai Kriuk Omzet, atau jumlah uang hasil pejualan toko KRIUK mencapai Rp 30.000.000 sampai Rp 40.000.000 setiap harinya (kecuali hari minggu karena libur). Dan bila di hitung, dalam satu bulan, omzetnya adalah Rp 1.000.000.000. Bukan tidak mungkin jumlah ini akan terus meningkat dari hari-kehari karena belakangan ini jumlah pengunjung toko makanan ringan ini terbilang makin ramai, dan tidak pernah sepi. Jumlah omzetnya pun sama halnya seperti jumlah pegawai yang bekeja di toko tersebut. Semakin lama, jumlah pegawainya pun meningkat. Tahun ini, jumlah pegawai tetapnya mencapai 48 orang dan jumlah pegawai lepasnya lebih dari 30 orang. Di dalam toko KRIUK ini, ada 2 jenis pegawai, yaitu :

2.2.1 Pegawai Tetap Pegawai tetap merupakan pegawai yang sudah cukup lama bergabung dengan toko makanan ringan KRIUK. Mereka yang merupakan pegawai tetap diberikan jatah makan 3 kali setiap harinya, di sediakan berbagai kebutuhan hidup sehari-harinya, dengan gaji minimal Rp 500.000 tiap bulannya. Mereka pun diberikan tempat untuk menginap yang tak lain dan tak bukan adalah rumah tempat pembungkusan produk KRIUK yang dapat dialih fungsikan sebagai tempat untuk menginap, lengkap dengan fasilitas rumah pada umumnya. Sampai saat ini, jumlah pegawai tetapnya mencapai 48 orang. Rata-rata usia pegawai tetap berusia 20-25 tahun. 2.2.2 Pegawai Lepas Berbeda dengan pegawai tetap, pegawai lepas diberi upah dengan cara mengalikan jumlah produk yang mereka kemas dengan harga yang telah ditetapkan perbungkusnya. Tiap produk yang dikemas dihargai antara Rp 50 sampai Rp 100, tergantung dari tingkat kesulitannya. Kebanyakan pegawai lepas adalah ibu-ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di daerah Taman Mangu Indah, tempat pembungkusan produk KRIUK. Jumlah pegawai lepas sekitar 30 orang, dan masih berpotensi besar untuk bertambah seiring berjalannya waktu.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dengan dibukanya usaha makanan ringan KRIUK ini, memberikan peluang usaha yang cukup besar. Hal ini dapat mengatasi masalah pengangguran di daerah Taman Mangu Indah.

3.2 Saran Saran dari karya tulis yang kami buat adalah : 1. Contohlah kemampuan dari bapak budi supriyanto dan ibu endang, yang dapat membuka lapangan pekerjaan yang cukup luas. Andaikan setengah dari penduduk indonesia mampu membuka suatu usaha yang dapat membuka lapangan pekerjaan yang cukup banyak seperti usaha toko kriuk ini, maka tidak akan ada lagi penduduk indonesia yang akan berstatus sebagai pengangguran. 2. Bagi anda yang ingin menikmati makanan ringan dengan harga yang terjangkau dan kualitas baik, KRIUK merupakan salah solusi yang paling baik. Karena hanya mengeluarkan uang Rp. 2000, anda sudah dapat menikmati produk dari toko KRIUK ini. Produk KRIUK ini sendiri terdiri dari 100 jenis lebih dengan rasa yang beraneka ragam. Jadi untuk penggemar kuliner, disarankan jangan sampai melewatkan snack ini.

DAFTAR PUSTAKA

Rama, Tri. 2003. Kamus Praktis Bahasa Indonesia. Surabaya. Karya Agung Surabaya.

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA

SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA SMP NEGERI 177 PLUS JAKARTA