Anda di halaman 1dari 10

TALANGSARI 1989

Mega Dharma Putra Mega Puspita Meika Merlinda S. Melfiana Puspitasari M. Rifqi Rifquddin Nofika Aisyah

Talangsari
Insiden yang terjadi di antara kelompok Warsidi dengan aparat keamanan di dusun Talangsari III Desa Rajabasa Lama Kecamatan

Way Jepara Kabutapen Lampung Timur


Peristiwa Talangsari terjadi pada 7 februari

1989

Penyebab Talangsari
Kelompok yang terlibat dalam Talangsari adalah Warsidi dan kelompok pengajian yang menamakan diri sebagai Komando Mujahidin Fisabilillah. Kelompok pengajian itu banyak mengkritisi pemerintahan Orde Baru yang dinilai gagal menyejahterakan rakyat. Jemaah Warsidi kemudian menyimpulkan Pancasila, UUD1945 dan GBHN adalah produk gagal.

Kronologis
Pada 6 Februari 1989 pemerintah setempat melalui Musyawarah Pimpinan Kecamatan (MUSPIKA) yang dipimpin oleh Kapten Soetiman merasa perlu meminta keterangan kepada Warsidi dan pengikutnya. Namun kedatangan Kapten Soetiman disambut dengan hujan panah dan perlawanan golok. Kapten Soetiman pun tewas dan dikuburkan di Talangsari.

Komandan Korem (Danrem) 043 Garuda Hitam Lampung Kolonel AM Hendropriyono menyerang kelompok Warsidi. 7 Februari 1989, terjadilah penyerbuan Talangsari oleh aparat setempat yang mendapat bantuan dari penduduk kampung. Korban dari kedua belah pihak, 27 orang

tewas di pihak kelompok Warsidi, termasuk Warsidi sendiri. Sekitar 173 ditangkap, namun yang sampai ke pengadilan 23 orang.

Komnas HAM menetapkan peristiwa Talangsari tahun 1989 sebagai kasus pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh

aparat Para korban menuntut agar kasus ini diselesaikan Sampai kini para korban peristiwa Talangsari terus menanggung beban sosial di masyarakat, dan tidak mendapatkan hak sebagai warga negara.

Korban Peristiwa Talangsari


Korbannya terbagi dua kelompok. Satu kelompok yang menamakan dirinya Korban Kekerasan Militer di Lampung (Koramil) menuntut agar Komnas HAM menyelesaikan secara hukum kasus pelanggaran berat HAM pada kasus tersebut. Kelompok lainnya, yang menamakan diri Forum Persaudaraan Antar Umat (Format) dan Gerakan Ishlah Nasional (GIN), menuntut Komnas membiarkan mereka menyelesaikan persoalan melalui pendekatan

Kesimpulan
Talangsari merupakan salah satu kasus pelanggaran HAM yang terjadi di masa orde baru Kelompok Komando Mujahidin Fisabilillah ini dipimpin oleh Warsidi
Korban Talangsari terbagi menjadi dua, yaitu

Koramil, dan Format-GIN

Daftar Pustaka
http://www.dekade80.blogspot.com/2009/03/ peristiwa-lampung-api-di-talangsari.html
http://www.talangsari.com/content/artikel/ka

sus.talangsari.adalah.peristiwa.pemberontak an http://www.talangsari.com/content/artikel/pe ristiwa.lampung.dan.arogansi

SELESAI
TERIMAKASIH