LATAR BELAKANG Asam asetat anhidrid paling banyak digunakan sebagai bahan baku produksi polymer asetat cellulose

, dan berbagai macam produksi bahan kimia lainnya. Beberapa proses pembuatan asam asetat skala pabrik antara lain : 1. Oksidasi Acetaldehyde 2. Reaksi Acetylene dan asam asetat 3. Thermal Cracking Acetone (Ketene) Faktor yang perlu diperhatikan dalam proses ini adalah zat-zat berbahaya yang terlibat dalam proses, seperti Ketene yang sangat beracun, dan athylidene diacetate yang mudah meledak. Pada makalah ini akan dibahas reactor yang digunakan pada proses thermal cracking acetone untuk membentuk ketene. Ketene yang terbentuk akan diserap dengan asam asetat glacial untuk asam asetat anhidrid. TINJAUAN PUSTAKA Pembuatan ketene dari acetone merupakan proses Cracking, yaitu pemutusan ikatan senyawa dengan rantai karbon yang panjang menjadi senyawa dengan ikatan rantai karbon yang lebih pendek. Proses ini dilakukan pada suhu tinggi karena membutuhkan masukan panas yang cukup besar, sehingga proses ini sering disebut thermal Cracking. Kebutuhan panas yang sangat besar tersebut, hanya dapat dipenuhi oleh pembakaran bahan bakar dalam furnace secara langsung. Reaksi yang terjadi adalah: CH3COCH3 Acetone(g) 1. Kondisi Operasi Pada example 8-7 (Fogler, 1999) umpan masuk reactor pada tekanan 1,6 atm dan suhu 1045 K. Sepanjang reactor suhu dijaga agar tidak turun terlalu drastis. Menurut (Faith,1957) waktu tinggal dalam reactor yang diijikan adalah 0,25-5 detik. Yield dengan basis acetone yang diharapkan adalah antara 80 sampai 95%. CH2O Ketene (g) + CH4 Methane(g)

1

Tinjauan Termodinamika Reaksi Thermal Cracking Acetone : CH3COCH3 Acetone(g) CH2O Ketene (g) + CH4 Methane(g) Reaksi Thermal Cracking merupakan reaksi kesetimbangan. Perubahan harga Energi Gibbs dapat dihitung dari persamaan : ∆G0 = -RT ln K .29 kJ / mol 0 ∆Gmethane = −50 .. Smith Van Ness data-data ∆G0 adalah sebagai berikut : 0 ∆Gacetone = −153 .K ..LnK LnK = −16 ... 1999). Reaksi dinyatakan orde satu terhadap acetone.. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan konstanta kesetimbangan sebagai berikut..314 kJ / Kmol . dengan konstanta kecepatan reaksi : ln k = 34 .. Tinjauan Kinetik Data kinetika untuk proses ini diambil dari example 8-7 (Fogler..29 ) − ( −153 .05 kJ / mol 0 ∆Gketene = −60 ....91 K = 4.84 kJ / mol 0 ∆G Rx = (−50 .....84 ) + (−60 .. 9 – 11. 9-16.Pers..298 K . Pers..05 ) = 41 ..92 kJ / kmol 0 ∆G Rx = −RT ln K 41920 kj / kmol = −8.2...856 x10 −8 d ln K ∆H 0 …………………....34 − 34222 T 3. Smith van Ness = dT RT 2 Apabila persamaan tersebut diintegrasikan dengan batas K’ sampai K dan T’ sampai T maka diperoleh persamaan : 2 .

Pemilihan Reaktor Pada pemilihan reaktor. dan fasa produk yang akan dihasilkan.09 ) + (−74 .81 kJ / mol 0 ∆H Rx (TR ) = (−61. ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab mengenai reaktan dan reaksi yang akan terjadi.ln K ∆H 0  1 1  = − ……………….2844 x 10-11 = (8.10-8) = 3. Reaksi pembuatan ketene dengan proses Thermal Cracking adalah reaksi endotermis.2141 K/K’ K = 8. fasa katalis yang membantu reaksi. menyangkut: • Fasa reaktan yang akan direaksikan. Smith Van-Ness K' R T T '    = 80770/8. oleh karena itu reaksi Thermal Cracking berjalan sangat lambat.67 ) = 80 . 3 .81) − (−216 .716 x 10-18 Dari perhitungan tersebut tampak bahwa harga K pada suhu 1035 K sangat kecil.2844 x 10-11) x (4. Dapat dilihat dari ∆H yang positif.Pers. Untuk memperbesar K dapat dilakukan dengan penambahan inert dan menaikkan suhu operasi.314 x [1/1035 – 1/298] ln K/K’ = -23.4856.77 kJ / mol 4. CH3COCH3 Acetone(g) CH2O Ketene (g) + CH4 Methane(g) 0 ∆H Rx (TR ) acetone = −216 . 9-17. 1999). Data ∆H 0 reaksi telah diberikan pada example 8-7 (Fogler.67 kJ / mol 0 ∆H Rx (TR ) ketene = −61.9kJ / mol 0 ∆H Rx (TR ) methane = −74 .

∆ Z 4 . c. sehingga pemanasan secara langsung di dalam reaktor tidak dapat digunakan secara efektif 5. mencakup banyaknya produk yang dihasilkan.sehingga perlu masukan panas Penurunan suhu sangat drastis. dan konsentrasi reaktan tertentu. yaitu untuk reaksi endotermik atau reaksi eksotermik • Data neraca massa reaksi. Pada example 8-7 reaktor yang digunakan adalah Plug flow Reaktor (RAP) dengan interstage heating. adapun alasan pamilihan jenis reaktor tersebut. Reaksi merupakan reaksi fase gas-gas Reaksi berjalan endotermis. antara lain : a. Neraca Massa Reator Asumsi – asumsi yang diambil untuk menyusun persamaan adalah : 1. mencakup informasi mengenai seberapa cepat produk dapat terbentuk pada kondisi suhu. D2 . bahan baku yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk sejumlah tersebut serta berapa bagian dari bahan baku yang berubah menjadi produk • Data kinetika reaksinya.• Panas yang diperlukan atau dilepaskan. b. 3. Keadaan ajeg (steady state) Reaktan mengalir didalam reaktor dengan kecepatan yang sama dan tetap di seluruh penampang reaktor (plug flow) Difusi dan transfer massa dan panas ke arah radial diabaikan FA0 FA(z) FA(z+ ∆ z) FA Elemen volume = π /4. 2. tekanan.

A dz 6.Neraca massa pada elemen volum : ( Laju massa Acetone masuk elemen volum ) – ( Laju massa Acetone keluar elemen volum ) – ( Laju reaksi Acetone pada elemen volum ) = ( Laju akumulasi Acetone pada elemen volum ) FA(z) .FA ( z + ∆ z ) .(-rA)AdV = 0 ∆V = A ∆z Lim ∆z → 0 FA( y +∆y ) − FA( y ) ∆ z =( − rA ) A dF A = −rA . Neraca Panas Reaktor Neraca Panas ( Laju panas masuk elemen volum ) – ( Laju panas keluar elemen volum ) + ( Laju panas hasil reaksi ) = ( Laju akumulasi panas pada elemen volum ) Untuk reaktor alir pipa T dQ dT  0 − [ FA0 ( Σθi Cp i dT + X∆Cp ) ) ] − ∆H R + ∫ ∆CpdT  TR dV dV  − ra A dX = dz FA 0  F dX = 0  A0 dV  Maka persamaan menjadi 0 − (−ra ) A(∆H R (T )) dT = dz FA0 ( Σθ i Cpi + X∆Cp ) 5 .

HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil perhitungan diperoleh spesifikasi masukan dan keluaran reaktor sebagai berikut : Temperature (K) Pressure (atm) Diameter (inch) Acetone (mol/s) Ketene (mol/s) Methane (mol/s) input 1035 1.225 (1/4 sch 80) 18.285 (1/4 sch 80) 2.8263 0 0 output 979.67% Perhitungan design reaktor dilakukan menggunakan matlab.5 1.1324 16. Diameter 3.06 m (42 inch) : 88.6939 16. Jenis 2. Konversi : RAP dengan interstage heating : 1. dan hasilnya adalah sebagai berikut : 6 .6 0.6939 Dan Design Plug flow Reaktor (RAP) yang digunakan : 1.6 0.

Gambar 1. Grafik Konversi Acetone vs Panjang Reaktor 7 . Grafik Komposisi vs Panjang Reaktor Gambar 2.

Gambar 3. Grafik Temperatur Reaktor vs Panjang Reaktor Gambar 4. Grafik Temperatur Reaktor vs konversi 8 .

1999..E... 9 . New York Faith. G. 1984... hal. and Green D. Perry’s Chemical Engineers Handbook. Unit Operations.. Elemenets of Chemical Reactors Engineering.DAFTAR PUSTAKA Bird. 2001. Prentice Hall PTR... 7th ed. New York. new York Treyball.. Steward. McGraw Hill book co. Chemical Properties Handbook.N.W. New York Smith. John Wiley and Sons. New York Brown. H. B.. Abbot.L..J. Singapore Yaws.C. 3rd ed..L..H. R.. Mass Transfer operation. 210-211. New Jersey Khumar. McGraw Hill.. 3rd ed. R. 1997.. 1999. USA Fogler. Inc.. W. Inc. McGraw Hill. Transport Fenomena. John Wiley an sons. 2001.B. Gas Production Engineering.1957. Lightfoot.. Inc. D. M.. Keyes. H. Google Book Perry.M..Van Ness..M. Inc.W. 2nd ed. John Wiley and sons.E. R. G.G.E. 1950.. 2nd ed. Scott. Clark. hal 579. John Wiley and sons. Transport Fenomena.L. S. Industrial Chemical.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful