Anda di halaman 1dari 2

Bentuk-Bentuk Akhiran Servikal

Knife-edge Pada beberapa kasus, bentuk ini tidak dianjurkan karena sulit disesuaikandan diikuti pada gigi maupun die. walaupun menghasilkan tepi restorasi yang rapat dan tepat,namun agak tipis sehingga menjadikan tepi restorasi yang lemah. Keadaan ini sering menyebabkan operator cendrung untuk menambah ketebalan tepirestorasi didaerah ini, sehingga terjadi bentuk yang overcontoured.

Shoulder-edge Shoulder edge ini agak berbeda dengan knife edge, bentuk bahu meupakan suatuakhir preparasi yang tajam dan tegas, sehingga menghasilkan ketebalan yangcukup bagitepirestorasi. oleh karena itu bentuk ini merupakan pilihan yang baik untuk restorasiporselen yang mempunyai sifat agak getas dan mudah pecah, dan ketebalan tepirestorasi menjamin resistenti yang tinggi tehadap kekuatan tekanan oklusal pada saatberfungsi. namun bentuk ini kurang di anjurkan pada restorasi yang terbuat dari logam,karena dengan akhiran bentuk bahu menghasilkan tepi restorasi kurang lancip, dimanamerupakan faktor yang utama bagi tepi restorasi logam.

bevelen shoulder edge Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk bahu yang diberi bevel pada daerahgingival. dan dapat digunakan pada beberapa situasi. biasanya dianjurkan pada dindingaksial yang pendek untuk menghasilkan bentuk retensi dan resistensi yang maksimal,terutama didaerah koronal dengan membuat bentuk preparasiyang hampir tegak lurusdengan arah insersi. selain itu pula bentuk akhiran bahu dengan arah insersi. slain itupula bentuk akhiran bahu dngan bevel mencegah kemungkinana tejadinya bentukanatomi yang cembung (overcontoured). Bevel dibuat selebar 0,3-0,5 mm, ditempatkan utnuk menghasilkan akhiran preparasiyang tumpul untuk menyesuaikan tepi restorasi yang lancip, terus

bentuk inijugadigunakan pada daerah gingival pada boks di proksimal dari inlay atau bahudi oklusaldari rstorasi onlayjuga digunakan pada keadaan dimana bahu telah terbentuk dengansendirinya akibat pembuangan jaringan karena atau adanya tambalan lama.

Chamfer edge Bentuk ini paling cocok untuk restorasi mahkota tuang penuh, dengan mengsilkan preparasi yang, emberi ketebalan yang cukup dan tidak mebgorbankanterlalu banyakjaringa gigi seperti pada akhiran bahu dan bahu dengan bevel, namun cukup kuat untukmenahan tekana oklusal. Harus diingat bahwa pembentukan akhiran chamfer yangterlalu dalam, oleh karena akan menghasilkan bentuk dengan sudut 90 derajat. bentukini mudah menggunakan bur intan bentuk torpedo, dimana ujung bur memungkinkanpengambilan jaringan sekaligus memberi bentuk chamfer tanpa membuang terlalubanyak jaringan. Bentuk ini memberi hasil yang tajam dan tegak baik pada gigi maupun pada die.sehingga hasil tepi restorasicukup memuaskan...