Anda di halaman 1dari 21

CATATAN HATI

Catatan ini didedikasikan kepada sebagian rasa yang tersembunyi. Bukan untuk diwujudkan atau diberi bentuk. Biarlah dia tetap absurd, karena bagian rasa itu baru akan lengkap apabila ada nyata dan fatamorgana. Hanya ingin merasakan ini dan tidak ingin mengalami ini. Berperan menjadi orang lain bukan berarti ingin menjadi orang lain. Lakon hanyalah lakon.. bukan nyata.. maka jangan tanyakan atau berpraduga.. nikmati saja..

Zero Grounded
oleh Samsul Ramli pada 18 Mei 2008 Sunyi itu adalah tuli dikeramaian Sepi itu adalah sendiri dikerumunan Sedih itu adalah menangis disenyuman.. Gagal itu adalah hilangnya asa dipuncak kesuksesan.. Zero Grounded adalah melayang diantara semuanya.

Entah Mengapa Ku Rindu


oleh Samsul Ramli pada 16 Desember 2008 jam 23:09 Sebenarnya aku bosan menyebut kata entah kenapa Karena sebenarnya aku tau kenapa aku mengucapkan betapa kerinduanku menyeruak diantara bulir-bulir air hujan itu. Tapi aku tetap mengatakan entah mengapa lentingan air hujan yang menghantam lembaran seng atap rumah ini membuat telingaku seolah mendengar panggilan Mu Padahal belum berapa lama kan kita berpisah..? Hanya berbatas menit rasanya Terus terang aku senang merasakan ini.. merasakan kerinduan.. dan tak akan pernah aku menampik bahwa aku rindu kamu aku rindu senyum mu Tidaklah cukup keributan hujan.. desiran angin.. kelamnya malam.. untuk dapat mengaburkan ceracaumu.. menerbangkan bau tubuhmu.. dan menghilangkan wujudmu semua itu karena aku tau pasti merindukan Mu

Ya Allah Ku Ingin Dia Kau Rengkuh


oleh Samsul Ramli pada 19 Desember 2008 jam 2:10 Tidak ada firasat sedikitpun kalau hari ini aku akan menyaksikan keindahan itu. Subhanallah tak dapat kuungkapkan perasaan hati saat ini Masjid Agung ini menjadi saksi bahwa aku dapat merasakan seatom kasih sayang, kerinduan dan cinta pada NYA.. melalui buliran air mata dan doa mu Kutunaikan 2 rakaat tahiyatul masjidku Kutunaikan 2 rakaat Dhuha ku Kupanjatkan Doa ku.. Ku berbalik.. dan subhanallah sang Hawa itu tafakur menundukkan wajahnya di cekungan pertemuan antara telapak kanan dan kiri.. Begitu lama doa itu.. seakan tiada yang dapat memutuskan dialog itu.. aku hanya bisa terduduk dibelakangnya.. Ketika cekungan itu diregangkan.. ternyata itu bukan akhir dari doa dan permohonan.. Pelan tapi pasti dahi itu turun menyentuh ujung sajadah Demikian lembut dan pelan tapi pasti keangkuhan itu benar-benar tunduk serendah-rendahnya di ujung telapak sang Khalik.. Demikian lama sehingga dadaku berdegup kencang dan bertanya asa apakah yang membuat sang Hawa ini tunduk tafakur seperti ini.. Aku tidak berani bertanya namun tiba-tiba hati ini melenguh dan bergumam lirih mengalunkan doa Ya Allah seandainya boleh aku ingin menyayangi wanita ini tidak sebagai kekasih, isteri, adik atau apapun juga. Ya hanya menyayangi.. Dan jika boleh aku meminta jagalah wanita ini dengan sebaik-baiknya penjagaan sehingga dia mendapatkan kebahagiaan di sepanjang jalan hidupnya hingga ajal menjelang.. Dia layak menjadi kekasih MU. Sungguh buliran air mata itu membawaku merasakan kerinduan untuk bercinta dengan NYA Ya Allah dia layak kau rengkuh

Adakah Cinta di sana ?


oleh Samsul Ramli pada 28 Desember 2008 jam 3:27 Pagi itu diantara mata sembab mu kau kembali bertanya.. Yah.. kau memang senang sekali menanyakan Keraguanlah yang menghalangi ketulusan.. keihlasan dan kepasrahan Tapi bukan berarti aku melarangmu untuk bertanya.. Bukankah Musa menemukan NYA dengan bertanya dan bukankah Ibrahim mencari NYA dengan bertanya pula Justru kau akan menemukan NYA dengan bertanya. Jadi bertanyalah selagi aku mampu menjawab.. Apakah ada CINTA dalam ungkapan mu itu? ujarmu lirih.. Hmmm ahhh.. ternyata itukah yang menggugah pikirmu Kegelisahan karena sebuah kata CINTA.. Bukankah sudah kukatakan aku ingin menyayangi mu tidak sebagai kekasih, isteri, adik atau apapun juga Ya hanya menyayangi.. Jangan kau paksa aku memberi bentuk rasa sayang itu dengan apapun.. Karena bentuk hanya akan memberi batas Apakah kau menyembah NYA karena mengetahui bentuk NYA DIA menjadi Maha karena kita tak akan pernah mengetahui bentuk NYA.. Karena DIA zat yang Qiyamuhu Binafsihi.. Zat yang tidak menyerupai mahluk apapun Rupa..wajah..tinggi..besar..isteri..pacar..kekasih adalah bentuk .. Karena kita manusia yang selalu membatasi diri dari yang Maha Tak Terbatas.. Al Akbar.. Lagipula CINTA tidak ada dalam 99 nama terbaik NYA.. Asmaul Husna Hanya ada Arrahman dan Arrahim disana.. Demi merengkuh kasih dan sayangNYA Ijinkanlah aku menjadikan mu jalannya.. hanya itu.. Jadi jangan tanyakan adakah ada cinta disana

IJINKaN Ku RINdu
oleh Samsul Ramli pada 15 Mei 2009 jam 19:59

Hmm.. air hujan itu kembali menghantam atap seng rumah ku.. Beberapa hari terakhir ini bunyinya terasa lebih dalam menyentuh kisi-kisi hati Hari ini ku coba menyingkap gorden dan memandangi tirai air itu.. Entah kenapa lambat laun tirai itu membentuk seraut wajah yang kukenal.. Ya.. kau tersenyum disana Khayalan yang aneh.. Tapi sungguh.. ku terus mencium aroma tubuhmu.. Kelebat putih jilbab mu tampak nyata Hmmm.. sepertinya kerinduan ini sudah terlalu dalam.. Seperti halnya aku merindukan bintang yang telah seminggu ini tak menampakkan diri.. Seperti halnya aku merindukan rembulan penuh, yang hampir mustahil ku lihat karena sudah lewat masa nya.. Seperti halnya aku merindukan petikan gitar mu yang ku tak tau kapan terakhir itu ku dengar.. Hmmmpuisi murahan pun terasa indah rasaku.. Meski kau pernah melarang jangan kau rindui Aku.. Kali ini setelah sekian lama.. ijinkan ku merindui mu.. Meski ku tau kau hanya hayalan.. Tetap saja ijinkan Ku Rindu

Hening..
oleh Samsul Ramli pada 5 Juli 2009 jam 5:54 Gaduh itu mulai hilang... Ceracau itu mulai sirna.. Gelak tawa itu mulai terlelap.. Sejurus senyap mulai menyeruak... Gerak terasa melambat.. Sendi mulai terasa berat.. Mata seolah menahan beban ribuan kilo.. Tahan sejenak.. Pelan detak jam dinding itu semakin keras.. Desiran angin bersuara.. Pertahankan rasa mu.. Kunci rapat mulut mu.. Pejamkan mata mu.. Sekarang ada suara yang tak asing sedang berbicara.. Suara yang selama ini ada dan terus ada.. Bukankah menyenangkan bisa curhat dengan diri mu sendiri.. Semua ada karena hening..

Irama..
oleh Samsul Ramli pada 27 November 2009 jam 20:47

Biarkan tangan ini didadamu sejenak.. Kan ku simpan irama itu.. Untuk ku lesakkan ke dalam irama yang ada didadaku.. Seandainya aku harus merubah seluruh cord yang ada dalam iramaku.. Aku ikhlas.. Karena tepat saat tangan ini tlah kau ijinkan menyentuh iramamu.. Sejak itu iramamu adalah irama yang terindah diseluruh bagian hidupku.. Jangan sekalipun bertanya pada angin..air..cahaya atau apapun jua..tentangku.. Karena mulai sekarang tanyamu adalah tanyaku.. Jawabmu adalah jawabku.. Sekarang aku adalah engkau.. dan engkau adalah aku.. Tidurlah wahai irama terindah.. Pejamkan kelopak indah itu.. Tenanglah sekarang.. Jangan takut dengan gelegar jarak.. Jangan takut dengan detakan waktu.. Aku akan selalu ada dalam iramamu.. Aku tak pernah jauh seperti halnya engkau tak pernah hilang diiramaku... ..:: catatan ketika ingin ::..

Murni inginku...
oleh Samsul Ramli pada 15 Januari 2011 jam 17:45

Ku kira siang benar-benar membebaskanku dari tirani wangi tubuhmu kemarin.. Ku kira setumpuk target mampu melepasku dari belenggu dekapanmu.. Ku kira deru mesin dan derit printer ini akan melepaskan pendengaranku dari desahmu.. Malam ternyata membawa harum itu lebih jauh kedalam relung penciumanku..dibanding malam kemarin.. Dingin angin malam ini tidak juga mampu menghilangkan hangatnya dekapanmu kemarin.. Senyap ini seakan menghantarkan lagi renyah suara dan tawamu... Dihitungan hari, bulan, bahkan tahun kelebatan demi kelebatan menjadi dejavu tak berujung.. Tepat dua puluh empat bulan malam ini... Yakinku akan dustamu kemarin..bahwa engkau pasti akan mudah kulupakan... Yakinku akan dustamu kemarin..bahwa engkau kan mudah tergantikan... Tak perlu kau merasa bersalah atas semua ini... Karena ini murni inginku...

Cinta & Persahabatan


oleh Samsul Ramli pada 23 Januari 2011 jam 3:40 Suatu hari dengan nada tinggi cinta bertanya pada persahabatan, Kenapa kamu ada,padahal sudah ada aku! Persahabatan menjawab, Untuk berikan senyuman saat Cinta meninggalkan kesedihan Cinta kembali bertanya dengan penasaran, Apa kelebihan mu dibanding aku? Persahabatan menjawab, "Kamu selalu meminta perhatian!" "Kalau aku tidak minta perhatian?" tukas Cinta "Kamu selalu meminta ikatan!" ujar Persahabatan "Kalau aku tidak minta ikatan?" balas Cinta "Kamu selalu meminta ciuman!" ujar persahabatan "Kalau aku tidak minta ciuman?" "Kamu selalu meminta!" "Kalau aku tidak lagi meminta?" "Berarti kamu adalah aku"

MaLaM HeNINg
oleh Samsul Ramli pada 23 Januari 2011 jam 23:59 Baru saja kau menanyakan untuk siapa tulisan itu.. Kujawab dengan pertanyaan untuk siapa lagi goresan itu layak ku sampaikan? Sungguh sebenarnya tidaklah sopan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.. bukankah pelengkap dari pertanyaan adalah jawaban Tiba-tiba kamu hening seperti heningnya malam ini tanpa hujan Tidaklah perlu terlalu kau pikirkan untuk siapa tulisan itu Yang penting bagaimana rasa Mu terhadap apa yang terasa dalam tulisan itu.. Karena cukuplah rasa itu menyentuh rasa ku.. Terkadang pengakuan tidaklah penting apabila nurani mengatakan iya.. Malam ini hening sehening rasaku pada Mu.. Pejamkanlah mata indah itu.. biarkan rasa itu bercengkrama dengan rasa ku.. Sungguh malam ini hening..

Indahnya kau dijalanku mencintaiNYA


oleh Samsul Ramli pada 24 Januari 2011 jam 0:43

Begitu dering itu kuangkat kata yang terucap dari bibirmu lagi-lagi pertanyaan.. "Apakah kau akan membenciku?" ucap mu lirih "Adakah alasan yang teramat sangat tepat untuk membencimu?" jawabku yang akhirnya melahirkan runtutan pertanyaan yang terus kujawab.. Karena aku telah meninggalkanmu... Pantaskah aku membenci kepergianmu? Sedangkan setelah itu aku begitu sangat menikmati rasa merindu... Karena aku telah menghianatimu? Pantaskah aku membenci karena khianatmu? Sedangkan setelah itu aku begitu sangat menikmati rasa kehilangan... Karena aku telah membuatmu bersedih? Pantaskah aku membenci karena sedih itu? Sedangkan setelah itu, air mata kembali menyirami kelopak yang sempat kering bertahun-tahun.. Karena aku tak mungkin lagi kembali padamu? Pantaskah aku membenci karena tak bisa memilikimu? Sedangkan setelah itu aku menjadi mengerti akan diriku... Sedangkan setelah itu aku dapat merasakan segarnya air wudhu... Sedangkan setelah itu aku menjadi akrab dengan bau sajadah... Sedangkan setelah itu aku menjadi syahdu dengan qiyamullail.. Sedangkan setelah itu aku menjadi sangat dekat denganNYA... Lalu adakah alasan yang teramat sangat tepat untuk membencimu? Karena kau bisa lihat sekarang, betapa indahnya kau dijalanku mencintaiNYA..

Terlalu baik..
oleh Samsul Ramli pada 25 Januari 2011 jam 1:19 Ketika ku berikan sepotong roti kepada pengemis jalanan Kau bertanya buat apa? Ketika ku berikan uang 100ribuan pada orang yang menganggapku musuh.. Kau bertanya buat apa? Ketika ku berikan tumpangan kepada seorang yang baru dikenal.. Kau bertanya buat apa? Ketika tetap kuberikan kebaikan meskipun kau berkali-kali menyakitiku.. Kau bertanya buat apa? Dan untuk beribu kebaikan yang kuberikan kepada semua orang.. Kau bertanya buat apa? Kujawab.. semua kebaikan yang kuberikan itu bukan untuk apa atau siapa.. Karena sesungguhnya itu hanya untuk diriku saja.. Aku tidak peduli pada orang lain yang ingin hatinya tergerus oleh keburukan.. Yang penting potongan hatiku tetap utuh.. Jadi jangan kira kulakukan itu untuk kalian, anda dan kau.. Terlalu baik kalau kulakukan itu

Kadang-kadang..
oleh Samsul Ramli pada 25 Januari 2011 jam 19:59 Kadang-kadang Ku sms kamu.. Kadang-kadang Ngga Kadang-kadang Kamu balas sms ku Kadang-kadang Ga sama sekali.. Kadang-kadang Ku BBM kamu.. Kadang-kadang Ngga Kadang-kadang Kamu balas BBM ku Kadang-kadang Ga sama sekali.. Kadang-kadang Ku telpon kamu.. Kadang-kadang Ngga Kadang-kadang Kamu jawab telponku Kadang-kadang Ga sama sekali.. Tapi aku ga khawatir seberapa banyak kadang-kadang itu.. Kamu tetap Teman dan sahabatku Bukan untuk Kadang-kadang.. Tapi untuk selamanya

Berhenti...
oleh Samsul Ramli pada 28 Januari 2011 jam 23:05 Sayang. diperjalanan kita, aku ingin berhenti Sejenak. Ku ingin behenti menjadi yang terbaik untukmu.. Ku ingin berhenti menjadi Fahri dalam Aisyahmu Ku ingin berhenti menjadi Samson dalam Delilahmu.. Ku ingin berhenti menjadi bintang dalam bulanmu Ku ingin berhenti menjadi cahaya dalam gelapmu Tidak untukmu.. tidak juga bagi orang lain Ku hanya ingin menjadi dan menjadi.. tanpa harus terikat bentuk apapun.. Karena ini aku apa adanya.. Ceritanya.

Ijinkan Hamba Sedih ya Rabb...


oleh Samsul Ramli pada 25 Maret 2011 jam 18:07 Ya Rabb ampunilah hamba atas segala khilaf hamba yang telah lalu.. Ya Rabb ampunilah hamba atas segala dosa hamba yang telah lalu.. Kesedihan apapun yang terjadi kini adalah buah dari benih yang Hamba tanam.. Kedzaliman hati yang kini hamba rasakan adalah buah dari benih yang Hamba tanam.. Jadi jangan timpakan kesedihan atau kedzaliman apapun kepada mereka ya Rabb.. Tidak ada satupun amal hamba yang pantas membuatMU sangat sayang pada hamba.. Namun segala doa dan pengharapan hanya mengharap Rahman dan Rahim MU ya Rabb.. Sayangilah orang-orang yang telah menegur hamba dengan memberi kesedihan... Sayangilah orang-orang yang telah menyayangi hamba dengan memberi rasa pendzaliman.. Karena Hamba yakin ya Rabb dengan Rahman dan Rahim MU pada mereka.. Membawa hamba benar-benar menikmati Rahman dan Rahim MU yang tak terkira.. Dibawah itu semua ijinkan hamba menikmati kesedihan ya Rabb.. Ijinkan hamba menikmati kehilangan ya Rabb.. Bukan untuk mengingkari kebahagiaan yang KAU berikan.. Tapi untuk menyempurnakan kedekatan hamba pada MU... Aamiin.. Allahumma Birahmatika ya Arhama Rahimin...

For My Best Friend..


oleh Samsul Ramli pada 30 Maret 2011 jam 5:09 In middle of night i pray for you especially ... Allah take everything from you it's not mean Allah cruelly ... HE give you strength better than another And belief you can hold the life burden until HE call you became a part of HIM... So be proud.. show to another You better than them.. Show it.. world is not good enough to make you give up... Sin does not inappropriate to you GOD with you and always care about you.. You became a light for your parent in the heaven.. You are children from heaven.. INSYA ALLAH...

Kilo 36..Thank's ya Rabb..


oleh Samsul Ramli pada 17 Juli 2011 jam 6:03 15 menghadap bulan ini adalah 17 menghadap matahari kini.. Pada 17 menghadap matahari di bulan ke-7, 36 tahun lalu semua berawal... Terimakasih atas helaan nafas yang telah kau beri Ya Rabb.. Ampuni segala dosa hamba sejak awal helaan itu hingga kini ya Rabb.. Ridhoilah setitik amal yang hamba lakukan sejak awal helaan itu hingga kini ya Rabb.. Telah kau hembuskan hamba ke dalam raga untuk menikmati dunia fana yang hamba minta.. Tapi sungguh kerinduan berada didalam Zat-MU melebihi segalanya... Kuatkanlah niat hamba untuk berada dijalan ibadah yang mendekatkanku dengan-MU ya Rabb.. Atas segala hidup yang hamba pinta jadikanlah helaan nafas ini sebagai ibadah dihadapan-MU.. Jagalah jalan hamba agar tetap dalam jalan-MU hingga Ruh tak lagi pantas dalam Raga yang fana ini..aamin Rabb I do really miss YOU Almighty...

Kurengkuh Ruh Mu..


oleh Samsul Ramli pada 25 September 2011 jam 22:34

Kan kuberitahu padamu.. Sesuatu yang kutakuti dari ruh malam.. Kadang ku benci dengan heningnya.. Kadang ku rindu dengan kelamnya.. Benci bukan karena ku tak suka sepinya.. Rindu bukan karena ku suka dengan hitamnya.. Satu-satunya alasan karena ruh malam adalah ruh mu.. Mentari hanya menyamarkan bayang mu... Sirna dipandangan kekal digenggaman hati... Dan kau mewujud kala bulan mengintip, bertahta hingga tidur lagi.. Maaf kalau ku tak bisa lupakan mu.. Maaf ku slalu ingkar dengan sumpah ku.. Kini dengar sumpahku saat ini, agar kau tenang.. Kan ku sirnakan wujud mu dalam selimut hatiku.. Kan kupenuhi pinta untuk lupakan raga mu.. Ragamu sama sekali bukan arahku.. Bening matamu sama sekali bukan cerminku.. Harum tubuhmu sama sekali bukan aromaku.. Bibirmu sama sekali bukan gairahku Rasa ini adalah milik rasamu.. Itu yang kumengerti dari bulir air mata mu itu.. Rasa ini tak akan terganti.. Itu yang kumengerti dari segala pinta melupakan mu.. Bahkan saat berbantal tanah, bukan raga yang kupinta.. Biarlah malam dan kelam jadi temanku selamanya... Ijinkan ku tetap rengkuh ruh mu...

Apa Kabar?
oleh Samsul Ramli pada 16 Oktober 2011 jam 2:19 Digerimis yang datang Didingin yang mendekap Ditelisik kelam malam Seperti sering ku katakan pada hati Kau sangat suka dengan malam Seperti malam ini Setelah lebih dari seribu malam wujudmu menghilang Bisikan itu datang bersama pesan pendek yang sangat kukenal Apa kabar? Seuntai tanya canggung yang bercerita lebih dari ratusan lembar surat Tidak kah sia-sia kata itu? Karena aku telah berjanji aku akan baik-baik saja Seperti janjiku dahulu Sungguh, telah kau berikan risau bersama tanya itu Apakah kau baik-baik saja wahai pengajar rindu pada-NYA Masih kah terjaga janji tahajud kita.. Masih terjagakah janji tadarus kita.. Berhambur tanya yang tak akan cukup ditampung oleh satu pesan Sungguh tak sopan menjawab tanya dengan tanya Tapi inilah aku yang tak berubah dan tak akan berubah kepada mu Hingga 1/3 malam hampir berakhir tak juga datang balas Bersama tetesan air suci yang mebasuh wajah kutitipkan doa Doa agar kau baik-baik saja Bersama tumaninah kutitipkan doa.. Doa agar kau menjaga suci rasa kita Bersama salam kutitipkan doa Doa agar kau selamat dalam bahtera cinta-NYA.. Bersama cekungan telapak pinta kutitipkan doa.. Doa agar kau baik-baik saja Agar ku tak perlu bertanya kepadamu Apa kabar?

Ada aku dan DIA...


oleh Samsul Ramli pada 5 November 2011 jam 0:10

Tidak ada hembusan angin malam ini... Pucuk daun tak bergeming sedikitpun.. Tapi dingin ini menyampaikan sesuatu... Ku tau pasti malam ini gelisahmu ada.. Ku tau pasti malam ini sedihmu ada.. Ku tau pasti malam ini marahmu ada.. Seperti halnya udara yang yakin akan menjadi angin.. Seperti halnya awan yang yakin akan menjadi hujan.. Seperti halnya malam yang yakin akan berbatas siang.. Jangan paksa ubah gelisah menjadi ketenangan malam ini... Jangan paksa ubah sedih menjadi tawa malam ini... Jangan paksa ubah marah menjadi kasih malam ini... Nikmati semuanya dengan khusyuk... Karena yakin ada DIA yang akan datangkan tenang diwaktu yang tepat... Karena yakin ada DIA yang akan datangkan tawa diwaktu yang tepat... Karena yakin ada DIA yang akan datangkan kasih diwaktu yang tepat... Nikmati malam ini Dik dengan melarutkan diri dengan malam... Biarkan senyap melarutkan segala gelisah... Biarkan diam itu mengantarkan sedih itu pada malam.. Biarkan dingin itu menyayangi marah itu... Segala sesuatu pasti berganti sesuai fitrahnya... Dan yakinlah ketika rasa itu begitu berat... Ada banyak orang yang bersedia menopang ketika goyah.. Ada banyak orang yang bersedia memapah ketika tertatih.. Ada banyak orang yang bersedia menuntun ketika tersesat.. Dan ketika mereka semua tidak nyata.. Ada aku dan DIA untuk mu...