Anda di halaman 1dari 17

Mengapa Anda Menghafal Al-Quran ?

Posted on November 7, 2008 by wishknewsinazone. Categories: Qur'an.

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Taala. Dia-lah yang menurunkan Al-Quran sebagai bentuk kasih sayang kepada hamba-Nya. Di dalamnya terdapat rahmat, petunjuk, dan obat bagi segala penyakit. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada khoirul ibad, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Beliau adalah al-basyir (pemberi kabar gembira) dan an-nadzir (pemberi peringatan), pendidik terbaik sepanjang masa, penuh kasih sayang kepada umatnya, dan akhlaknya adalah Al-Quran. Semoga shalawat dan salam terus tercurah kepada beliau, kepada keluarga, shahabat, dan umat yang tegak di atas kebenaran hingga hari ketika tidak bermanfaat lagi harta dan anak, melainkan yang datang dengan hati yang saliim (selamat). Menghafal Al-Quran adalah hal yang patut untuk kita idam-idamkan. Menghafalnya adalah kedamaian bagi hati dan sebaik-baik untaian kata yang disenandungkan. Tujuan khusus penulisan artikel ini adalah untuk memotivasi penulis sendiri. Dengan kata lain, yang mendapat faidah pertama kali dari artikel ini adalah saya sendiri, selaku penulis. Sedangkan tujuan umumnya adalah memotivasi Anda, para pembaca. Pada kesempatan ini, saya menekankan pada dua pembahasan. Pertama, keutamaankeutamaan yang diperoleh penghafal Al-Quran dan kedua, kisah-kisah inspiratif para penghafal Al-Quran. Keutamaan Penghafal Al-Quran Berikut ini diantara keutamaan yang didapatkan penghafal Al-Quran (Syamsudin, 2007: 37-39), yaitu: 1. Allah memberi kedudukan yang tinggi dan penghormatan kepada seluruh manusia. Namun, hal ini jangan sekali-kali dijadikan tujuan utama dalam menghafal Al-Quran, karena tujuan kita hanya mengharap ridha Allah semata. Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu berkata bahwa Nabi Muahmmad Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Sesungguhnya Allah mengangkat derajat kamu dengan kitab ini dan menjatuhkan yang lain (HR Muslim). 2. Hafalan Al-Quran akan membuat orang dapat berbicara fasih dan benar, dan dapat membantunya dalam mengeluarkan dalil-dalil dari ayat-ayat Al-Quran dengan

cepat, ketika menjelaskan atau membuktikan suatu permasalahan. 3. Menguatkan daya nalar dan ingatan. Hafalan yang terlatih akan menjadikan ia mudah dalam menghafal hal-hal yang lain diluar Al-Quran. 4. Dengan izin Allah semata, seorang siswa menjadi lebih unggul dari temantemannya yang lain dalam kelas, karena Allah memberikan karunia-Nya lantaran ia mau menjaga kalam Allah dan mencintai-Nya. 5. Bertambah imannya ketika membacanya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Taala, Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah bertambahlah iman mereka (QS. Al-Anfal: 2) 6. Termasuk sebaik-baik manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mau mengajarkannya (HR Bukhari, dll) 7. Tergolong manusia yang paling tinggi derajatnya di Surga. Dari Abdullah bin Amr dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, Akan dibacakan kepada shohibul Quran, Bacalah, naiklah, dan bacalah secara tartil sebagaimana engkau telah membacanya secara tartil di dunia. Sesungguhnya derajatmu adalah di akhir ayat yang engkau baca (HR Tirmidzi, Ia berkata: Hadits ini hasan shahih), dalam Badwilan (2008: 185-186). 8. Menghafal Al-Quran adalah salah satu hal yang manusia boleh iri kepadanya. Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma berkata bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Tidak diperbolehkan hasad kecuali pada dua hal, yaitu seorang yang diberi Allah Al-Quran, kemudian dengannya ia melaksanakan shalat pada malam hari, dan seorang yang diberi harta, kemudian dari harta itu ia infakkan pada siang dan malam hari (HR Bukhari dan Muslim) 9. Termasuk orang yang paling banyak mendapat pahala pada hari kiamat kelak. Abdullah bin Masud Radhiyallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabada, Siapa saja yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya sepuluh pahala dan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, dan aku tidak mengataklan alif-lam-mim itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf tersendiri (HR At-Tirmidzi). Untuk melengkapi keutamaan di atas, saya tambahkan untuk Anda wahai saudaraku, keutamaan-keutamaan menghafal al-Quran yang lain. Ahmad Salim Badwilan (2008: 187-189) menyebutkan beberapa keutamaan tersebut. 10. Penghafal al-Quran mendapat perhiasan yang lebih agung dari apa yang dikenakannya saat ini. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, Pada hari kiamat Al-Quran akan datang dan berkata, Wahai Rabbku, berilah ia perhiasan. Maka dikenakan untuk orang tersebut mahkota kemuliaan. Lalu Al-Quran berkata, wahai Rabb-ku, tambahkanlah. Maka orang tadi diberi papakaian kemuliaan. Al-quran berkata lagi, Wahai Rabb-ku, ridhoilah ia. Maka, Allah ridho kepadanya, lalu dikatakan padanya, Bacalah dan naiklah. Dengan setiap ayat bertambah satu kebaikan. (HR Tirmidzi no 2839, ia berkata, Hadits ini hasan shohih) 11. Berbahagialah wahai orang tua, bila anak Anda menghafal al-Quran. Dari Buraidah, ia berkata, Aku pernah duduk-duduk bersama Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Aku mendengar beliau bersabda, Pelajari surat Al-Baqarah. Sebab, bila ia diambil maka itu adalah sebuah barokah. Namun, bila ia ditinggalkan,

maka itu adalah sebuah kerugian. Dan tukang sihir tidak akan mampu melakukannya. Buraidah berkata, Lalu, beliau terdiam sejenak kemudian bersabda, Pelajarilah surat Al-Baqarah dan Ali Imran. Sebab keduanya adalah Az-Zahrowan (dua hal yang bersinar) yang akan menaungi pemiliknya pada hari kiamat, seolah-olah keduanya adalah dua awan mendung, atau kawanan burung yang mengepakkan sayap-sayapnya. Pada hari Kiamat, al-Quran akan mendatangi pemiliknya saat kuburnya terbelah dalam wujud seorang lelaki yang (berkulit) kekuning-kuningan. Ia berkata kepadanya, Apakah kamu mengenaliku? Ia menjawab, Aku tidak mengenalimu. Al-Quran berkata kepadanya, Apakah kamu mengenaliku? Ia menjawab, Aku tidak mengenalimu. Al-Quran berkata kepadanya, Aku adalah sahabatmu, Al-Quran, yang telah membuatmu begadang di malam hari. Setiap pedagang akan mendapatkan hasil di balik perdaganngannya. Saat ini, engkau menuai hasil dari setiap perniagaan. Ia akan diberi kerajaaan di sebelah kanannya dan kekekalan di sebelah kirinya serta diletakkan mahkota kewibawaan di kepalanya. Kedua orang tuanya diberi dua pakaian (kehormatan), yang tidak dimiliki oleh penduduk dunia. Kedua orang tua tadi bertanya, Kenapa kami dikenakan busana ini? kemudian dijawab, Karena anakmu telah menghafal Al-Quran. Lalu dikatakan kepadanya, Bacalah dan naiklah ke derajat surga dan kamar-kamarnya. Ia akan terus naik selagi ia masih membacanya, baik dengan bacaan yang cepat maupun perlahan-lahan (tartil). (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad no. 21892. Dihasankan oleh Ibnu Katsir. Hadits ini juga tertera dalam kitab As-Silsilatush Shohihah, karya Al-Albani no. 2829) Kisah-kisah Inspiratif Saya ingin membakar semangat dan memotivasi Anda untuk kali kedua. Kali ini dengan membawakan beberapa kisah. 1. Al-Quran dapat dihafalkan oleh selain generasi muda. Pada suatu hari di sebuah Asrama Putra (Madinatul Buuts), mahasiswa Universitas Al-Azhar kedatangan seorang imam masjid yang terkenal di Mesir, Syaikh Muhammad Jibril, yang rekaman-rekamannya telah beredar hampir di seluruh negara yang mayoritas berpenduduk muslim. Ketika selesai shalat diadakan dialog mengenai metode praktis menghafal Al-Quran. Di sela-sela dialog yang cukup seru, ada seorang mahasiswa dari salah satu negara di benua Afrika bertanya, Wahai Syaikh, apakah mungkin orang tua saya yang sudah berumur 50 tahun mampu untuk menghafal Al-Quran? Syaikh itu pun menjawab dengan tegas, Setiap muslim mampu dan bisa untuk menghafal Al-Quran jika dia mempunyai niat yang ikhlas dan azam yang kuat untuk melaksanakannya, walaupun dia itu seorang kakek yang telah lanjut usia. Akan tetapi, memang kakek itu membutuhkan waktu yang cukup lama dibanding dengan usia yang jauh lebih muda. (Syamsuddin: 43-44) 2. Al-Quran bisa dihafalkan oleh orang yang tidak bisa bahasa Arab. Dalam mukaddimah buku yang ditulisnya, Achmad Yaman Syamsuddin,Lc, membawakan sebuah kisah yang sesuai. Pada suatu perlombaan tahfizhul Quran yang diadakan Qatar, panitia menemukan bahwa ada peserta yang suaranya mirip sebuah kaset-kaset murattal ketika membaca Al-Quran. Peserta itu membaca Al-Quran tanpa ada sedikit pun kesalahan dari segi huruf maupun kalimat, subhanallah. Ketika telah usai perlombaan, panitia mencoba untuk bertanya, Siapa namamu? Dia sama sekali tidak menjawab, sebab ternyata dia tidak paham bahasa Arab.

3. Al-Quran dapat dihafalkan oleh orang yang buta. Iman adalah pemudi yang dilahirkan dalam keadaan buta. Ia terhalang untuk merasakan nikmat penglihatan. Namun, dalam perjalanan hidupnya, ia mampu mencapai sebuah kesuksesan. Ia mampu menggabungkan antara prestasi akademik untuk bisa meneruskan ke jenjang perguruan tinggi dengan menghafal al-Quran dalam rentang waktu 7 tahun (Badwilan, 2008: 61-63). Yang lebih menakjubkan lagi, adalah kisah berikut ini. 4. Orang kafir pun hafal Al-Quran. Ibrahim bin Hilal Ash-Shobii Al-Harroni adalah seorang musyrik yang meninggal pada tahun 384 H. Ia menolak untuk masuk Islam. Meski ia kafir, namun ia berpuasa Ramadhan dan ia juga hafal al-Quran! Lihatlah, bagaimana orang tersebut telah mengenal kebenaran, namun kedengkiannya telah membutakannya terhadap Islam sehingga enggan memeluknya (Badwilan, 2008: 227) Saudaraku, semoga Anda sekarang telah terbakar untuk segera menghafalnya. Saya berharap demikian. Namun bila belum juga, saya persilahkan Anda untuk membaca buku Seni Menghafal Al-Quran. Buku yang ditulis Ahmad Salim Badwilan ini memuat puluhan kisah para penghafal al-Quran. Saya yakin Insya Allah- setelah membacanya, semangat Anda akan meletup dan bahkan meledak-ledak untuk bersegera menghafal Al-Quran. Sebelum berpisah, penulis berharap doa dan restu para pembaca semoga Allah merahmati Anda untuk terselesaikannya artikel yang lain, yaitu dengan tema metode menghafal Al-Quran. Semoga Allah mempermudah proses penulisannya. Akhirnya, semoga tulisan ini dicatat sebagai amal sholeh dan dapat memperberat timbangan kebaikan penulis, diampuni dosa-dosanya yang disengaja maupun yang tidak, dan dimasukkan ke dalam Surganya yang seluas langit dan bumi. Allahumma Amin. Daftar Rujukan: Badwilan, Ahmad Salim. 2008. Seni Menghafal Al-Quran. Solo: Wacana Ilmiah Press Syamsudin, Achmad Yaman. 2007. Cara Mudah Menghafal Al-Quran. Sukoharjo: Insan Kamil Jazakallah khoirol jaza minal an hattal akhir ya akhi Abdurrahman percikankehidupan.wordpress

1,086 comments. Doa - Tawakal Nasihat Imam Masjidil Haram - Syaikh Abdurrahman As-Sudais

Tausyiah275
July 5, 2006
Penghafal Al Quran 30 Juz dapat Hadiah Umroh
Masuk Kategori: HOT NEWS Hmm.salut bagi Iqbalmampu menghafal dalam waktu yg singkat. Bagi yg belum hafal, mari kita giatkan membaca Al Quran Wajo-RoL Muh. Iqbal Nasir (17 tahun), murid kelas II Pondok Pesantren (Ponpes) As-Adiyah, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan mendapat hadiah umroh (haji kecil) dari Gubernur Sulawesi Selatan, Amin Syam karena mampu menghafal Alquran 30 juz dalam waktu enam bulan 19 hari. Igbal diuji oleh pimpinan Ponpes tersebut, Prof.Rafi Yunus di depan Gubernur Amin Syam dan rombongan serta disaksikan para santri Ponpes itu, Selasa bertepatan dengan acara penamatan dan perpisahan santri dan santriwati Ponpes As-Adiyah yang menelorkan 309 lulusan dari berbagai jenjang mulai TK sampai Perguruan Tinggi dan penghafal Alquran 150 orang. Ia dengan tenang menghafal Alquran 30 juz, bahkan ketika Prof Rafi membacakan beberapa ayat, Iqbal mampu menebak bahwa ayat-ayat itu adalah ayat sekian di halaman sekian. Tiga kali ujian seperti ini diulangi dan Igbal selalu menjawabnya dengan tepat, dan kemudian ia dinyatakan lulus dengan nilai 96. Saya nilai angka itu merupakan prestasi tinggi karena dengan waktu yang singkat ia dapat menghafal Alquran 30 juz, kata gubernur dan menambahkan bahwa Iqwal wajar mendapat hadiah umroh. Prestasi bagi anak yang memiliki nilai plus tidak hanya diberikan kepada penghafal Alquran tapi semua bidang lainnya agar prestasi anak didik di sekolah umum lainnya terus ditingkatkan. Gubernur berharap agar ke depan nanti, para santri selain menghafal Alquran juga mampu menjadi pendakwah atau da`i berkualitas guna mengimbangi kemajuan teknologi dan informasi yang makin pesat sekarang ini. Sebab ada kecendrungan, kata gubernur, anak-anak sekolah dewasa ini tidak lagi menghormati gurunya bahkan bapaknya sebagai akibat pengaruh budaya dan zaman yang semakin menglobal. Luaran Ponpes atau pendidikan keagamaan dinilai memiliki moral dan iman yang kuat sehingga diharapkan bisa menjadi penyuluh bagi generasi lainnya, ujar gubernur. Gubernur juga menyerahkan bantuan kepada puluhan guru mengaji dan imam mesjid di Wajo sebesar Rp 150 ribu perorang perbulan selama satu tahun.

Thursday, January 06, 2005


Penghafal qur'an
Charles Francis Potter mengatakan bahwa Al Qur'an adalah kitab suci yang paling banyak dibaca umat manusia sepanjang sejarah. Pendeta J. Shillidy dalam bukunya The Lord Jesus in The Koran memberi kesaksian bahwa Al Qur'an jauh dimuliakan dan dihargai daripada Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Saat ini, tidak ada buku atau kitab di dunia yang dibaca dan dihafal oleh jutaan manusia setiap detiknya melebihi Al Qur'an. Di Mesir, ada ribuan Ma'had Al Azhar. Siswanya ratusan ribu bahkan jutaan anak. Mereka semua sedang menghafal Al Qur'an. Karena mereka tidak akan lulus dari Ma'had Al Azhar kecuali harus hafal Al Qur'an. Pikiranku melayang teringat orang-orang yang ku kenal sebagai penghafal Qur'an. Ada sebuah keluarga yang tinggal beberapa kilometer dari rumahku. Keluarga ini memiliki 5 orang anak, yang semuanya telah menghafal lebih dari separuh Al Qur'an. Padahal si sulung masih menikmati pendidikan di bangku SMU, tapi dia 'tinggal' menyelesaikan 2 buah juz lagi. Subhanallah. Juga teringat, salah seorang sepupu tercinta, yang juga telah menghafal hampir separuh Qur'an sebagai prasayarat mengikuti S2 di Al Azhar Mesir. Semoga Allah memberkahinya. Aku juga ingat dengan seorang senior yang setelah agak lama baru menikah. Ternyata, kriteria istri yang dicarinya hanya satu kata..."hafidzah". Dan banyak lagi, baik saudara ataupun kenalan, yang telah menghafal beberapa juz Al Qur'an. Subhanallah.. mudah2an aku bisa mengikuti jejak mereka. Kemudian, apakah kita masih meragukan pernyataan Allah dalam Al Qur'an: Sungguh Kami (Allah) telah membuat mudah pada Alquran untuk diingat dan dipahami. Tetapi adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Q.S. Al-Qamar:17). Berikut ini kutipan tulisan Ustadz Nabiel, mudah2an bisa memotivasi kita semua untuk lebih giat lagi menghafal Qur'an. Terutama buat aku pribadi yang masih sedikit banget hafalannya: URGENSI HIFZHIL AL-QUR'AN 1. Menjaga kemutawatiran al-Qur'an : a. Kesepakatan ulama bhw menghafalnya hkmnya fardhu kifayah. b. Menghafalnya memudahkan untuk mengamalkan, sedang mengamalkan-nya wajib, mk terkena kaidah ma la yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajib 2. Meningkatkan kualitas ummat : a. Pd masa nabi SAW beliau demikian memuliakan para huffazh, untuk menjabat, shg matipun mereka didulukan pemakamannya. b. Bgm jk seorg da'i/ust yg hanya hafal secuil ayat bias dijadikan qudwah ? 3. Menjaga terlaksananya sunnah nabi SAW : a. Sunnah memanjangkan bacaan saat QL (HR Muslim). b. Sunnah memendekkan khutbah dan memanjangkan shalat (HR Muslim). c. Bacaan yg dibaca saat shalat Khusuf, Kusuf, shalat2 wajib spt Shubuh, Maghrib, dsb. d. Sunnah SAW memberikan tarbiyyah langsung dg ayat2, tdk dg uraian yg panjang

& bertele2. 4. Menjauhkan dari aktifitas laghwun (28/55) : a. Kesibukan kita untuk menambah atau menjaga hafalan tsb. b. Kisah Umar ra & budaknya Aslam saat kunjungan ke baitul Maqdis. 5. Melestarikan bdy salaf shalih : a. Syafi'I 7 th sdh hafal, al-Qardhawi 9 th, Sayyid Quthb 10 th. b. Hrk ini akan lebih diterima masy, jk lbh berkonsentrasi pd al-Qur'an & bukan hal lain spt fiqih, hadits, dll. c. Jk dr kecil anak kita sdh hafal, tdk mustahil mrk akan menjadi mufassir & mujtahid yg handal kelak. FADHAIL HIFZHIL QUR'AN Di Dunia : 1. Hafizh Qur'an merupakan nikmat rabbani yg tdk sembarang orang mendptkannya. a. Bahkan thd nikmat ini dibolehkan kita iri (HR Bukhari) b. Boleh menjadi mahar/mas kawin (HR Muttafaq 'alaih) c. Sama dg kenabian, hanya bedanya tdk mendpt wahyu (HR al-Hakim) 2. Menghujani org tsb dg kebaikan, barakah & nikmat. a. Menjadi org terbaik disisi Allah (HR Muttafaq 'alaih) b. Yg tdk hafal Qurn seperti rumah tak berpenghuni (HR Tirmidzi) 3. Mendpt tayrif nabawi : a. Didahulukan dlm penguburan (HR Bukhari) b. Menjadi pimpinan politik dlm delegasi (HR Ahmad & Nasa'I) c. Yg plg berhak jadi imam shalat (HR Muslim) d. Merupkan ciri ulama / ilmuwan yg berhak mendpt penghormatan (HR Abu Daud). Di Akhirat : 1. Menjadi syafa'at (HR Muslim) 2. Tingkatannya di jannah tgt jml ayat yg dihafal (HR Abu Daud & Tirmidzi) 3. Bersama malaikat yg mulia & taat (HR Muttafaq 'alaih) 4. Diberi mahkota kemuliaan (HR At-Thabarani) 5. Tdk merugi bisnisnya (35/29-30) 6. Plg banyak pahalanya (HR Tirmidzi)

Para Penghafal Al-Quran Al-Hasan bin Ali Ra. berkata, Penghafal Al-Quran ada tiga macam. Pertama, seorang yang baik bacaan dan suaranya,lalu pergi dari suatu kota ke kota yang lain untuk memperoleh imbalan dari orang-orang. Kedua, seorang ang hafal huruf-hurufnya, tetapi menyia-nyiakan hukum-hukumny dan mencari simpati penguasa dan mencari popularitas . Ketiga, mengerti maknanya, memeliharanya, dan mengamalkannya untuk berdakwah dan beribadah. Inilah sebaik-baik penghafal AlQUran.

(hikmah dalam humor,kisah, dan pepatah jilid 1-6 .A.Aziz Salim Basyarahil. hal 30)

Muhammad Gozy Basayev, penghafal Al-Quran cilik dari Makassar


Al-Quran senantiasa di jaga keasliannya Setiap Muslim pastilah menyakini bahwa Al-Quran adalah satu-satunya kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT dan keasliannya sampai sekarang masih terjaga. Dalam Al-Quran sendiri Allah SWT dengan jelas memberikan informasi kepada seluruh ummat manusia bahwa Dia lah yang menurunkan Al-Quran dan senantiasa menjaganya. Sesungguhnya Kami yang menurunkan Az-Zikra (Al-Quran) dan Kami juga yang menjaganya (QS Al Hijr 15: 9) Salah satu cara Allah SWT menjaga keaslian Al-Quran adalah dengan memberikan kemampuan kepada sebagian kecil ummat manusia untuk dapat menghafal isi AlQuran diluar kepala. Sejarah telah menunjukkan bahwa setiap zaman mulai dari zaman para Nabi, Sahabat, Tabiit tabiin, salafush shalih hingga saat ini akan selalu ada manusia-manusia yang hafal dan paham Al-Quran. Para Penghafal Al-Quran sepanjang zaman Sudah tidak pelu diragukan lagi bahwa zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabat merupakan era keemasan kaum muslimin dimana Nabi dan para sahabat nya sangat akrab dengan Al-Quran dan tentu saja mereka adalah para penghafal AlQuran. Nabi Muhammad SAW sendiri pada dasarnya tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis tetapi beliau sendiri diberi kemudahan oleh Allah SWT dalam menghafal ayat-ayat yang diturunkan kepadanya. Pada saat pertama kali Al-Quran diturunkan di gua Hira, malaikat Jibril memerintahkan Nabi untuk membaca wahyu pertama (surat Iqra) tetapi Nabi mengatakan Saya tidak bisa hingga malaikat Jibril mengulangi tiga kali dan Nabi menjawab dengan ucapan yang sama. Pada akhirnya, Jibril pun membacakan wahyu tersebut dan Nabi mengikutinya. Setelah peristiwa di gua Hira tersebut, satu persatu ayat Al-Quran diturunkan dan Nabi sendiri menghafalnya. Bahkan dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW senantiasa mengulangi hafalannya secara intensif di bulan Ramadhan dengan Malaikat Jibril sebagai pembimbingnya. Para Sahabat Nabi seperti Abu Bakar, Umar Ibn Khattab, Ali bin Abi Thalib dan Utsman bin Affan pun terkenal sebagai para penghafal Al-Quran. Setelah era para sahabat kita mengenal sosok Imam Syafii yang sudah hafal keseluruhan Al-Quran sejak umur 9 tahun. Memasuki abad ke-19, walaupun dunia sudah semakin rusak dan ummat Islam semakin terpuruk, kita masih tetap dapat menemui nama-nama para ulama maupun

pejuang Islam yang hafal dengan Al-Quran seperti Imam Hassan Al-Banna, Sayyid Qutb hingga panglima perang Chechnya Shamil Basayev. Bocah Penghafal Al-Quran dari Iran Belum lama ini kita mendengar dan membaca bahwa di Iran terdapat seorang bocah bernama Hussein TabatabaI yang hafal dan paham Al-Quran sehingga pada usia 7 tahun dia di berikan gelar Doktor Honoris Causa dari Hijaz College Islami di Inggris. Ketika penulis membaca buku-buku referensi yang menceritakan success story dari bocah Iran ini diam diam dalam hati kagum dan bertanya-tanya Apakah mungkin ada anak Indonesia yang mempunyai kemampuan serupa? Jika ada, mungkin ini bisa menjadi keberkahan tersendiri buat bangsa ini yang sedang dilanda krisis moral luar biasa. Ternyata jawaban dari pertanyaan tersebut ada! Siapakah dia? Mari kita ikuti pembahasannya dibawah ini. Bocah Penghafal Al-Quran dari Makassar Muhammad Gozy Basayev nama lengkapnya. Lahir 24 Juni 2000, Gozy - biasa dia dipanggil - adalah putra pertama pasangan M.Natsir dan Erika yang bertempat tinggal di Makassar Sulawesi Selatan. Sejak usia 6 tahun, Gozy telah memulai untuk menghafal Al-Qur'an dan dalam waktu 2 tahun dia berhasil menghafal seluruh AlQuran diluar kepala. Inspirasi dari Shamil Basayev Ketika Gozy lahir saat itu sedang terjadi perang antara mujahidin Chechnya melawan pasukan Rusia. Salah seorang komandan perang Chechnya yang terkenal ketika itu adalah Shamil Basayev. Dia adalah seorang Mujahid yang gagah berani dan juga seorang yang hafidz Al-Quran. Ayah Gozy sangat terinspirasi dengan profile beliau sehingga memberikan nama anaknya Muhammad Gozy Basayev yang berarti Muhammad diambil dari Nabi Muhammad, Gozy yang berarti pejuang dan merupakan syuhada Kaukasus pada abad perengahan sedangkan Basayev merupakan nama belakang Shamil Basayev. Lahir dari Keluarga biasa dan hampir dimasukkan ke sekolah Nasrani Pada umumnya, seorang penghafal Al-Quran lahir dari keluarga yang sangat dalam ilmu keislamannya. Gozy kecil lahir bukan berasal dari keluarga Ustadz ataupun kyai tetapi datang dari seorang ayah yang hanya seorang karyawan di sebuah perusahaan musik dan Ibu rumah tangga. Kemampuan membaca Al-Quran kedua orangtuanya pun biasa-biasa saja. Tetapi walaupun demikian kedua orang tuanya memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap anaknya yaitu menjadi penghafal Al-Quran. Berdasarkan referensi yang penulis dapatkan langsung dari ayahnya, Gozy kecil pada awalnya akan dimasukkan ke sekolah Nasrani dengan alasan gengsi dan kualitas sekolah yang lebih baik, tetapi Allah SWT ternyata merencakan lain dan

mentakdirkan Gozy untuk masuk kedalam Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di kota Makassar. Sebenarnya kemampuan luar biasa Gozy dalam menghafal Al-Quran pertama kali ditemukan bukan oleh kedua orangtuanya tetapi oleh guru privatenya Dra Almira W yang biasa di panggil oleh Gozy sebagai Kak Mira. Motivasi mengangkat derajat orang tua dan kesabaran menghadapi ujian Motivasi utama Gozy untuk bisa menjadi seorang yang hafal Al-Quran adalah untuk mengangkat derajat orangtuanya di mata Allah SWT karena dia takut orangtuanya tidak bisa masuk syurga kelak. Dia pernah mengatakan kepada ayahnya bahwa dia ingin hafal Al-Quran sebelum 1430 H atau 2008 ini karena takut kedua orangtuanya meninggal terlebih dahulu. Karena motivasi yang sangat besar dari Gozy dan sejak awal ayah dan Ibu Gozy menginginkan anaknya untuk menjadi penghafal Al-Quran maka selain bersekolah di SDIT dia pun dimasukkan juga ke sekolah para penghafal Al-Quran pimpinan Ust. Syam Amir. Gozy kecil sempat ditolak dengan alasan usia yang masih sangat muda yaitu 6 tahun dimana rata-rata murid yang lain berumur 10 tahun. Tetapi karena melihat semangat yang sangat besar dari Gozy maka dia diperbolehkan masuk dari sehabis sholat Maghrib sampai Isya. Sebelum masuk ke dalam tahap menghafal AlQuran, Gozy harus melalui tahap perbaikan bacaan (tahsin) terlebih dahulu Ketika pertama kali bergabung dengan sekolah ini Gozy sempat kaget karena rata-rata teman-temannya disekolah tersebut telah hafal lebih dari 1 Juz sedangkan dirinya pada saat itu baru hafal Juz 30. Selain itu Gozy juga di vonis mempunyai masalah pernafasan yaitu nafasnya pendek sehingga beberapa kali gagal dalam tes menjadi penghafal Al-Quran. Tetapi saat itu Gozy dengan sabar terus berusaha dan melatih kemampuannya di rumah bersama kedua orangtuanya. Akhirnya setelah itu, Gozy pun dapat diterima sebagai penghafal Al-Quran dan bertambah semangat. Untuk mengatasi masalah pernafasannya Orang tua Gozy melatihnya dengan rutin mengajak dia berenang. Mendengar, Berlatih dan Bimbingan Intensif Salah satu metode yang dipakai oleh Gozy dan kedua oangtuanya adalah dengan memperdengarkan bacaan Al-Quran melalui kaset-kaset Murattal dan dengan intensif berlatih dirumah dengan mengulang-ulang bacaan Al-Quran. Selain itu Gozy juga dilatih secara intensif oleh guru-guru yang sangat kompeten seperti Ust. Nashruddin, Nasruddin, Zaenal, Rahmat, Akbar, Khadiq dan Dzulfikar yang merupakan asisten dari Ust. Syam Amir (beliau pernah menjuarai lomba hafalan Al-Quran internasional di Mesir) Menjaga Makanan dan Perilaku Berdasarkan pengakuan dari sang ayah, selain rajin berlatih salah satu kunci kesuksesan untuk mudah menghafal Al-Quran adalah dengan menjaga agar jangan sampai ada makanan tidak halal yang dikonsumsi oleh Gozy. Oleh karena itu Ibunya

memesankan catering dari sekolahnya untuk memastikan sumbernya. Selain itu kedua orangtuanya juga berusaha sekuat tenaga untuk memberikan teladan yang baik kepada Gozy dalam hal perilaku. Khatam Menghafal pada saat ulang tahun sang ayah Gozy berhasil menyelesaikan hafalan Al-Quran nya tepat pada tanggal 30 Juli 2008 atau tepat pada ulang tahun ayahnya. Dia memang berniat menyenangkan ayahnya sehingga dia pun rela untuk menambah hafalannya hingga 1 Juz per hari. Sampai saat ini Gozy masih secara rutin mengulang-ulang hafalan Al-Quran nya untuk menjaga agar tidak hilang dan semakin lancar. Sayang Adik, berprestasi di sekolah dan mahir bermain piano Selain hafal Al-Quran Gozy juga terkenal berprestasi dalam bidang akademis dengan menjadi juara pertama di sekolahnya. Tidak hanya itu, Gozy juga mahir dalam bermain piano klasik karena sejak kecil sudah berinteraksi dengan musik. Tetapi walaupun Gozy memiliki beberapa keistimewaan dia tetap seperti seorang anak kecil yang masih senang bermain sepakbola, menonton film kartun dan juga bermain games di MP5. Dia juga sangat sayang terhadap adiknya Muhammad Haitsam Sidqi. Berhasil mendaki Gunung Bawakaraeng Sebagai seorang penghafal Al-Quran Gozy banyak dianugerahi kemudahan oleh Allah SWT yang salah satunya adalah kekuatan fisik. Hal ini dibuktikannya ketika ayahnya mengajak Gozy untuk mendaki gunung Bawakaraeng di Makassar. Perlu diketahui bahwa gunung ini terletak 2871 M diatas permukaan laut dan merupakan satu dari puluhan puncak gunung tertinggi di Sulawesi Selatan. Untuk mencapai puncak gunung ini dibutuhkan waktu 6-8 jam. Walaupun gunung ini cukup tinggi dan membutuhkan waktu perjalanan yang panjang Gozy dengan mudah berhasil menaklukkannya. Bahkan oleh beberapa pendaki Gozy di sebut sebagai pendaki termuda yang berhasil sampai ke puncak Bawakaraeng. Motivasi untuk keluarga Muslim Tujuan penulis mengangkat kisah tentang Gozy adalah sebagai sebuah hikmah dan motivas buat seluruh keluarga Muslim di Indoensia bahwa kita harus bertekad untuk mengenalkan Al-Quran sejak dini kepada seluruh anggota keluarga dan berusaha untuk mencetak anak-anak yang hafal dengan Al-Quran. Kisah Gozy diatas membuktikan bahwa untuk memiliki seorang anak yang mampu hafidz (nama untuk orang yang hafal Al-Quran) tidak harus menjadi kyai atau ustadz terlebih dahulu tetapi cukup dengan mempunyai mimpi, niat dan bersungguh-sungguh merealisasikannya. Penulis yakin bahwa ketika kita memiliki anak yang akrab dan bahkan hafal AlQuran maka akan banyak keberkahan dan kemudahan yang diperoleh oleh kedua orang tuanya baik di dunia maupun akhirat

Wallahu alam bis shawab Mohammad Ramadhani (K.H. Zamachsyari, menghafal sambil nyetir (1 PENGANTAR REDAKSI - Kitab Suci Al-Qur'an tetap terpelihara sepanjang masa seperti dijanjikan Allah Swt dalam surat Al Hijr ayat 9. Sepeninggal Nabi Muhammad Saw hingga kini, banyak orang mampu menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Seiring dengan peringatan Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan 1425 H yang baru saja berlangsung, wartawan Pos Kota H. Norhakim mencoba mengungkap kisah dan kiat para hafidz .(penghafal Qur'an) tersebut. Berikut laporannya disampaikan secara bersambung ***** Pada permulaan Islamm bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf, amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca. Kendati demikian mereka mempunyai ingatan yang amat kuat. Pegangan mereka dalam meelihara dan meriwayatkan syair-syair dari pujangga-pujangga dan penyair mereka, ansab (silsilah.keturunan) mereka Begitulah keadaan bangsa Arab saat kedatangan Islam, maka Nabi Muhammad Saw memberikan pelajaran dan pengajaran Al-Qur'an kepada umatnya secara praktis sesuai situasi dan kondisi. Setiap diturunkan ayat-ayat Al-Qur'an Nabi Muhammad menyuruh menghafal dan menuliskannya di batu, kulit binatang, pelepah kurma dan .apa saja yang bisa disusun dalam satu surat Nabi menerangkan tertib urut ayat-ayat tersebut. Nabi Muhammad memberikan peraturan yakni hanya Al-Qur'an yang boleh ditulis. Hadis maupun pelajaranpelajaran lain tidak boleh ditulis, larangan ini dimaksudkan agar Al-Qur'an terpelihara, jangan sampai campur aduk dengan yang lain yang juga didengar dari .Nabi Muhammad Saw Nabi sendiri menganjurkan agar Al-Qur'an itu dihafal, selalu dibaca dan diwajibkan membacanya dalam shalat.Dengan cara demikian banyaklah orang yang menghafal Al-Qur'an. Surat yang satu macam dihafal oleh ribuan manusia dan banyak yang hafal .seluruh ayat dalam Al-Qur'an sebanyak 30 juz Kini umat Islam Indonesia banyak yang menekuni, menghafal dan mendalami tafsir Al-Qur'an. Salah satunya KH. Zamakhsyari. Lelaki yang lahir di Cengkareng dan kini tinggal di Bekasi ini sejak kecil sudah mempelajari Al-Qur'an. Ilmu Al-Qur'an dan hafalannya semakin mantap setelah ia lulus dari Fakultas Ushuludin Universitas Islam Madinah Arab Saudi Tahun '85. "Hafalan Al-Qur'an di Universitas Islam Madinah itu merupakan kewajiban. Satu semester harus hafal dengan baik sebanyak 3 juz," kata .lelaki yang kini menjadi dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini Salah satu niat menghafal Al-Qur'an selain menjadi keharusan di Universitas Islam MAdinah juga diniati untuk ibadah. Menghafal Al-Qur'an itu dianjurkan Rasulullah

Saw. "Saya meyakini Al-Qur'an itu tetap terjaga sejak masa Nabi hingga akhir zaman. Sebab Allah sendiri berjanji akan menjaganya," ujar lelaki yang kini dipercaya .sebagai Ketua NU kota Bekasi Al-Qur'an tetap akan terjaga itu ditegaskan Allah Swt dalam surat Al-Hijr ayat 9. Artinya "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya". Selama menghafal Al-Qur'an, Zamakhsyari lebih banyak menghafal di Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah karena pada saat-saat tertentu .diupayakan berada di sekitar Ka'bah Saya usahakan ada waktu-waktu tertentu untuk menghafal di Masjidil Haram dekat" Ka'bah. Kita merasakan kehebatan Al-Qur'an. Saat membaca jiwa dan hati akan tenang dalam kepasrahan kepada Allah," jelas lelaki yang sering dipercaya menjadi .dewan juri MTQ tingkat Bekasi hingga Propinsi Jawa Barat ini Ia meyakini seseorang yang menghafal Al-Qur'an dengan baik dan ikhlas akan dipelihara dan dijaga oleh Allah Swt baik selama di dunia maupun di akhirat. "Insya Allah penghidupan di dunia dijamin dan bisa terhindar dari berbagai godaan," .ujarnya Selain itu, Allah akan mengangkat derajatnya baik di mata umat maupun dihadapan Allah Swt. Artinya Allah akan mengangkat derajat suatu kaum yang membaca dan .menghafal Al-Qur'an Banyak cara agar hafalan dan Al-Qur'an sebanyak 30 juz terdiri dari 114 surat itu tetap terjaga dan tidak lupa. "Agar tidak lupa, saya melakukan taqrir, yakni membacanya secara berulang-ulang di berbagai kesempatan. Setiap saat menghafal Al-Qur'an, termasuk saat mengendarai mobil. Umpamanya macet ya... nyetir sambil menghafal Al-Qur'an," jelas adik kelas Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR RI) saat .belajar di Universitas Islam Madinah Sebagai orang yang hafal Al-Qur'an Ustadz Zamakhsyari merasakan benar berkah AlQur'an. Banyak hal-hal yang terkadang diluar akal manusia bisa tertangani berkat AlQur'an. "Al-Qur'an kan selain sebagai petunjuk juga menjadi Syifa', sehingga kalau .ada yang sakit bisa didoakan dengan Al-Qur'an. Insya Allah sembuh," ujarnya

Keluarga Mutammimul Ula : Anak-anak penghafal Al Quran Friday, June 27, 2008

Tauladan ALEG FPKS


Sudah sedemikian sering kita mendengar hal negatif dari anggota DPR, mulai dari korupsi sampai adegan mesum. Wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh bagi rakyat, yang terjadi, jangankan menjadi teladan yang ada justru rakyat seringkali dibuat sakit hati dengan perbuatan para wakil rakyat.Namun sosok Mutammimul Ula seolah seperti oase dipadang pasir, anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera sosoknya dapat dijadikan sebagai teladan dalam membangun keluarga kita. Mutammimul Ula mampu mengatur dan membina keluarganya dengan baik, kalau dikeluarganya berhasil tentu saja bisa menjadi tolak ukur komitmennya untuk membangun dan membela rakyat. Pertanyaannya sederhananya, jika keluarganya saja tidak terurus bagaimana mungkis bisa mengurus rakyat? Mutammimul Ula di karunia 11 orang anak yang semuanya mengukir prestasi menjadi penghafal Al Quran di usia muda, mereka adalah : 1. Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal Quran usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB 2. Faris Jihady Hanifa, 2O tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA, hafal Quran usia 1O tahun Predikat mumtaz, Juara 1 lomba Tahfidz 3O Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba OlimPiade IPS tingkat SMA 2OO3 3. Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al Azhar Kairo, hafal quran usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2OO6 4. Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28, hafal 1O Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2OO4 5. Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 MA husnul Khotimah, hafal 6 Juz, pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2OO2, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2OO6 6. Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi, Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IpA tngkat SD se Jaksel 2OO3, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum 7. Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya 8. Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, hafal 25 Juz 9. Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, hafal 2 Juz 10. Himmaty Muyasssarah, 7 tahun hafal 1juz 11. Hasna wafat usia 3 tahun, bulan Juli 2OO6

Tentu saja ini adalah prestasi yang perlu kita jadikan teladan, bahkan bagi para DaI sekalipun keberhasilan Mutammimul Ula perlu dicontoh. Dengan berbagai macam kesibukan baik sebagai seorang wakil rakyat dan DaI Mutammimul Ula mampu membagi waktunya dengan baik untuk mendampingi perkembangan anakanaknya.Tentu saja kita ingin tahu hal apa saja yang sudah dilakukan oleh Mutammimul Ula. Kebaikan itu tercermin kuat dari Visi Mutammimul Ula terhadap keluarganya, beliau berkata kepada istrinya ;Bu, Kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun. Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita! Dari dialog tersebut kita bisa melihat kekuatan visi Mutammimul Ula, dari visi inilah kemudian beliau melakukan kebaikan-kebaikan : Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin keluarga = Al Qurann adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2 / 3 keberhasilan Pendidikan itun ada di rumah Keberhasilan adalah hasil integrasi kedua orang tuanya. Lebih besarn tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu Rasulullah memanggil ayah dari anak yang mencuri. ayah idaman dalam Aln Quran = lukman. Ibrahim mentarbiyah anak dan istrinya suami yang membangun visi dan istri yang mengisi kerangka itu.n* Imam Syafi I ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu.* Al Banna dan sentuhan pendidikan sang ayah* Qordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal al quran usia 1O tahun Ihtimam atau perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikannyan 1. Perhatian dari A sd Z, potong kuku, bersihkan telinga dll 2. File file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dan lain lain 3. Kekayaan kami adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku.ada 4OOO buku di rumah Visi yang ada di kepala kami adalah anak anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran 1. Keliling Jawa dan Madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di Kudus. Orang mencibir untuk apa menjadi hafidz Quran dan menitipkan anak di pesantren 2. Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi 3. Setiap hari diperdengarkan murottal 4. Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati Tiga Fase interaksi dengan Anak menurut Imam Ali 7 tahun pertama = perlakukan ia seperti raja masa pembentukan tumbuh kembang otak menyerap informasi 7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan Masa penanaman sikap. Disiplin disiplin Disiplin 7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat

Pakar mengatakan 7 sd 12 tahun adalah golden age. Usia emas. Saatn itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting. Hafal Qurannya Al Banna 1O tahun, Qordhowi 1O tahun, Imam Syafi I 9n tahun, Imam Ahmad 7 tahun Rasul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 1O tahun belum sholat maka pukullah ia Menjelang tidur selalu diceritakan kisah kisah para nabi dan rasuln Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al quran bagi 11 anak kamin Bakda maghrib dan Bakda subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qur an.nNak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari. Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh Di Komplek perumahan DpRRI si kecil sudah bisa menghafal siapa saja anggota dewan yang jarang sholat subuh berjamaah. Jangan lupakan membangun dakwah di keluarga besar. Saat kami all outn keluar rumah, keluarga besar kamilah, yang terlibat mengawasi anak anak Kami rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baikn dengan mereka Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harusn konsisten mengontrol Memagari anak anak dari pengaruhn negatif. Ada agreement dengan anak anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmun Syukur kami tiada henti padamu ya Robbi atas karunia anak anak kamin Keberhasilan itu bukan tercapainya tujuan tapin pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Kepada Allah kembali segala urusan. Sedemikian banyak hal yang kita dapatkan dari keluarga Mutammimul Ula, mudahmudahan bermanfaat bagi anda dan keluarga. Baca juga artikel lainnya di : www.pks-jatiuwung. web.id

Subhanallah... Secarik inspirasi, berjuta hikmah. Semoga kelak bisa menjadi bekal bagiku meraih cinta & ridho-Nya. Amiin..